Anda di halaman 1dari 19

397

BAB X
PERALATAN PEMBUAT SUDUT PADA PEMBORAN BERARAH
(DEFLECTION TOOL)

10.1. DASAR TEORI


Di dalam membor suatu formasi selalu diinginkan lubang yang vertikal
karena lubang vertikal operasinya lebih mudah dan pada umumnya biaya
lebih murah daripada pemboran horizontal.
10.1.1.
Faktor-faktor dilakukannya pemboran berarah adalah:
a. Kondisi permukaan
Apabila keadaan dimana di permukaan tidak memungkinkan untuk
mendirikan lokasi pemboran dengan arah tegak,misal:
- Reservoir berada di baeah kota
- Reservoir berada di baeah danau,rawa atau sungai
- Reservoir berada di bawah daerah bertebing terjal,sehingga
mengalami kesulitan
b. Alasan geologi
- Adanya patahan.Apabila dilakukan pemboran dapat terjadi
mud loss dan kerugian di kemudian hari jika patahan ini
aktif.
- Adanya kubah garam (salt dome)
10.1.2.
Maksud dan tujuan pemboran berarah :
Sesuai dengan sasaran pemboran,pemboran berarah bertujuan sebagai
berikut :
- Meningkatkan laju produksi sumur.
- Meningkatkan recovery sumur.
- Membuat reservoir yang sudah tidak ekonomis bila dikembangkan
dengan pemboran tegak menjadi ekonomis bila dikembangkan
dengan pemboran horizontal.
Memperkecil terjadinya water and gas coning.
10.1.3.
Tipe pemboran sumur berarah :
Pada dasarnya dikenal 3 macam pemboran berarah,yaitu:
Shallow deviation type
: Kick of point
-

terletak

pada

kedalaman yang tidak begitu jauh dari permukaan tanah.


Deep deviation type
: Titik belok terletak jauh dari
permukaan tanah.

398

Return to vertical type

: Mula-mula sama seperti tipe belok

di tempat dangkal,tetapi kemudian dikembalikan ke vertikal.


Berdasarkan pertambahan sudut pada lubang ,maka pemboran horizontal
dibagi menjadi 4 tipe,yaitu:
- Long radius system

: laju pertambahan sudut 2-6/100 ft.MD.

Jarak dari kick of point diperlukan 1500-4500 ft


Medium radius system: laju pertambahan sudut 8-20/100 ft.MD.

Jarak dari kick of point diperlukan 1500-3000 ft


Short radius system : laju pertambahan sudut 1,5-3/100 ft.
Akan tercapai dalam jarak pemboran lebih pendek dari kick of

point,yaitu antara 300-750 ft


Ultra short radius system:drill string dibelokkan dengan whipstock

dengan jari-jari kelengkungan 12


10.1.4.
Peralatan pembelok pada pemboran berarah:
Alat-alat yang digunakan untuk membelokkan arah pemboran meliputi:
- spud bit
- badger bit
- knuckle joint
- whipstock
- turbo drill
- dyna drill
- bent sub

399

10.2. DESKRIPSI ALAT


10.2.1.

- Nama Alat :

Spud Bit

- Fungsi

Sebagai mata bor dalam pemboran berarah untuk

formasi lunak.
- Mekanisme :

Spud bit merupakan bit tanpa roller. Bentuknya


seperti baji dan mempunyai nozzle. Cara kerjanya
sama dengan badger bit hanya disini ditambah
dengan tumbukan

- Gambar

Gambar 10.1. Spud Bit


(www.petroleumhistory.org)

400

- Spesifikasi :
Tabel X.1.
Spesifikasi Spud Bit

Model

JG-SY21
JG-SY35
JG-SY70
JG-SY105

Working
Pressure

Inlet

Outlet

Valve Control

3-1/8"

Manual and

3000psi

Hydraulic

3-1/8"

Manual and

3000psi

Hydraulic

3-1/16"

3-1/8"

Manual and

10000psi

5000psi

Hydraulic

3-1/16"

3-1/16"

Manual and

15000psi

10000psi

Hydraulic

3000

3-1/8" 3000psi

5000

3-1/8" 5000psi

10000

15000

Working Temperature: -20 - 250F Specification Level: PSL1 - PSL4


Material Class: AA BB CC DD EE FF

Performance Level: PR1 - PR2

Working Medium: Mud, Petroleum, Natural Gas

401

10.2.2.

- Nama Alat :

Badger Bit

- Fungsi

Pembelok arah pada pemboran berarah.

- Mekanisme :

Pahat ini menggunakan jet bit yang lebih besar dari


pada bit biasa dengan dua atau tiga cone. Prinsip
kerjanya terletak pada tidak seimbangnya jet lumpur
pada pahat akibat salah satu jetnya lebih besar
daripada yang lain. Setelah sampai dasar lubang
bor,jet terbesar diarahkan ke arah yang dikehendaki.
Rangkaian pipa bor dikunci agar tidak dapat
berputar.Sedangkan lumpur pemboran dipompakan
dengan

kapasitas

menghasilkan

pemompaan

semburan

menghancurkan batuan.
- Gambar

cukup

yang

dapat

kuat

untuk

402

Gambar 10.2. Badger Bit


(http://ffden-2.phys.uaf.edu)

- Spesifikasi :
Tabel X.2.
Spesifikasi Badger Bit
Bit type

Normal WOB
kN/mm
bit dia.

Rotary
Speed
rpm

W111

0.200.70

20080

W121

0.200.70

20081

W131

0.200.70

20082

Cutting
structure

Applicable
formation

Hardfaced gage Very soft with


and all tooth
low
surfaces,
compressive
improved steel
strength and
tooth shape and
high
build up
drillability,
welding
such as soft
material, and
shale, clay
high cutter
and salt bed,
exposure
etc.
Hardfaced gage
and all tooth
Soft with low
surfaces,
compressive
improved steel
strength and
tooth shape and
high
build up
drillability,
welding
such as shale,
material, and
clay and salt
relatively higher
bed, etc.
cutter exposure
Hardfaced gage
Soft to
and all tooth
medium soft
surfaces, and
or soft with
improved steel
harder
tooth shape and
stringers,
build up
such as soft
welding
limestone,
material
sandstone,

403

and hard

404

10.2.3.

- Nama Alat

Knuckle Joint

- Fungsi

Pembelok arah pada pemboran berarah.

- Mekanisme :

Merupakan drill string yang diperpanjang dengan


menggunakan suatu sendi peluru. Oleh karena itu
memungkinkan terjadinya putaran bersudut antara
rangkaian pipa pemboran dengan pahat, dimana
antara drill string dan bitnya disetel pada sudut
tertentu. Untuk mendapatkan sifat fleksibel, alat ini
sering dipasang langsung pada drill pipe tanpa
menggunakan drill collar.

- Gambar

Gambar 10.3. Knuckle Joint


(www.nov.com)

405

- Spesifikasi :
Tabel X.3.
Spesifikasi Knuckle Joint
Nominal
Size

Actual
O.D.

Connections

Product Number

1.00

1 3/16 'GO' Pin or to suit customer


specification

B046

1 7/16

1.457

1 3/16 'GO' Pin or to suit customer


specification

B046

1 11/16

1.687

1 3/16 'GO' Pin or to suit customer


specification

B046

2 1/8

2.125

1 3/16 'GO' Pin or to suit customer


specification

B046

406

10.2.4.

- Nama Alat :

Whipstock

- Fungsi

Pembelok arah pada pemboran berarah.

- Mekanisme :

Alat dari besi tuang yang berbentuk baji dengan


saluran tempat bergeraknya bit yang melengkung
hingga bit akan dibelokkan arahnya. Whipstock ini
haruslah disetkan pada daerah yang keras agar tidak
mudah ikut berputar dengan berputarnya drill string.

- Gambar

Gambar 10.4. Whipstock


(www.edmonton-ots.com)

407

- Spesifikasi :
Tabel X.4.
Spesifikasi Whipstock

408

10.2.5.

- Nama Alat :

Turbo Drill

- Fungsi

Pembelok arah pada pemboran berarah.

- Mekanisme :

Bit

disambung

membentuk

dengan

sudut

tertentu

pembelokan yang kontinyu.


- Gambar

Gambar 10.5. Turbo Drill


(www.turbodillind.com)

drill

string

dengan

sehingga

didapat

409

- Spesifikasi :
Tabel X.5.
Spesifikasi Turbo Drill
Bit Type

Flowrate
gpm

Rotayr
Speed
rpm

Pressure
Drop
Across
Turbine
psi

Output
Torque
ft-lb

Power
Output
hp

Efficiency
Pwr
out/pwr in

Roller
250
Cone bits

200

377

867

33

0.6

Diamond 250
Bits

800

872

501

76

0.6

410

10.2.6.

- Nama Alat :

Dyna Drill

- Fungsi

Sebagai down hole mud motor pada pemboran

berarah.
- Mekanisme :

Drill string tidak berputar akan tetapi bitnya saja


yang berputar. Adanya bent sub pada peralatan ini
akan menghasilkan lengkungan yang halus. Bila
rotor diputar, pompa akan menghisap cairan dan
akan

mengalirkannya

ke

saluran

yang

telah

ditentukan. Tenaga hidrolis dari cairan pengeboran


akan mengubah rotor yang berbentuk sudut-sudut
menjadi tenaga mekanis. Aliran fluida pemboran
yang dipompakan melalui rangkaian pemboran
dengan kapasitas aliran tertentu akan memutar rotor
dyna drill. Putaran rotor ini akan diteruskan ke pahat
sehingga terjadi proses pengeboran.
- Gambar

Gambar 10.6. Dyna Drill


(www.dyna-drill.com)

411

- Spesifikasi :
Tabel X.6.
Spesifikasi Dyna Drill
HAMMER MODEL

HOLE SIZE

COMPATIBLE BIT

PRITHVIGOLD 30

3 1/2" - 4 1/8"

DHD 3.5

PRITHVIGOLD 40

4 1/8" - 5 1/8"

M40 / DHD340 / QL40

PRITHVIGOLD 50/55

5 1/2" - 6"

M50 / DHD350 / QL50

PRITHVIGOLD 60/65

6 1/8" - 8 1/2"

M60 / SD6 / QL60 /


DHD 360

PRITHVIGOLD 80

7 7/8" - 10"

M85 / SD8 / DHD380 /


QL80

PRITHVIGOLD 100

9 7/8" - 15"

SD10 / NUMA100

PRITHVIGOLD 120

11 7/8" 17 1/2"

SD 12 / NUMA120

412

10.2.7.

- Nama Alat :

Bent Sub

- Fungsi

Sebagai peralatan penunjang yang digunakan untuk

pembentukan sudut pada pemboran berarah.


- Mekanisme :

Merupakan pipa penyambung yang bentuknya


bengkok. Sudut pembelokan dibuat beberapa macam
berdasarkan laju kenaikan sudut kemiringan yang
diinginkan. Pemilihan bent sub didasarkan pada
dyna drill yang digunakan dan laju kenaikan sudut
kemiringan yang diisyaratkan.

- Gambar

Gambar 10.7. Bent Sub


(www.eri.u-tokyo.ac.jp)

413

- Spesifikasi :
Tabel X.7.
Spesifikasi Bent Sub
Type

O.D.
(mm)

I.D.
(mm)

Connection
API

Bent
Angle ()

OAL
(mm)

JTDW105-100

105

32

NC31

NC31

1.5
2
1

510

JTDW120-100

121

50

NC38

NC38

1.5
2
1

560

JTDW168-100

168

71.4

NC50

NC50

1.5
2

750

71.4

65/8RE
G

65/8RE
G

JTDW197-100

197

414

10.3. Pembahasan
Pemboran berarah adalah seni membelokkan lubang sumur untuk
kemudian diarahkan ke suatu sasaran tertentu di dalam formasi yang tidak terletak
vertikal di bawah mulut sumur.Adapun faktor-faktor dilakukannya pemboran
berarah adalah Kondisi permukaan dan alasan geologi.Maksud dan tujuan
pemboran berarah sesuai dengan sasarannya adalah (1) Meningkatkan laju
produksi sumur (2) Meningkatkan recovery sumur (3) Membuat reservoir yang
sudah tidak ekonomis bila dikembangkan dengan pemboran tegak menjadi
ekonomis bila dikembangkan dengan pemboran horizontal (4) Memperkecil
terjadinya water and gas coning.
Pemboran berarah , pada umumnya dikenal 3 macam pemboran, yaitu:
Shallow deviation type, deep deviation type dan Return to vertical type. Pemilihan
tipe ini didasarkan pada lokasi koordinat permukaan dan jarak dengan sasaran.
Berdasarkan pertambahan sudut pada lubang ,maka pemboran horizontal dibagi
menjadi 4 tipe,yaitu: Long radius system,medium radius system,short radius
system dan ultra short radius system.
Alat-alat yang digunakan untuk membelokkan arah pemboran meliputi:
spud bit, badger bit, knuckle joint, whipstock, turbo drill, dyna drill.Alat
penunjang pada pembentukan sudut,antara lain: down hole motor,bent sub,non
magnetic drill collar,stabilizer dan peralatan pendukung lainnya.
Pada pemboran berarah,pada kedalaman titik tertentu,lubang bor
diarahkan ke sasaran yang dikehendaki dengan sudut kemiringan tertentu
menggunakan deflection tools .Sewaktu membelokkan lubang bor dengan alat
pembelok,lubang bor harus selalu ke arah dimana sudut tersebut dapat mencapai
sasaran.Pengarahan ini dapat dilakukan pada titik belok atau setelahnya apabila
ternyata

lubang

yang

dibuat

telah

menyimpang

dari

sasaran

yang

dikehendaki.Setelah mencapai sudut tertentu maka digunakan bottomhole


assembly baik untuk menambah sudut atau memantapkan sudutnya.

10.4. Kesimpulan

415

1. Faktor-faktor dilakukannya pemboran berarah adalah:


a. Kondisi permukaan : Apabila keadaan dimana di permukaan
tidak memungkinkan untuk mendirikan lokasi pemboran dengan
arah tegak.
b. Alasan geologi
: Zona patahan dan salt dome
2. Maksud dan tujuan pemboran berarah :
- Meningkatkan laju produksi sumur.
- Meningkatkan recovery sumur.
- Membuat reservoir yang sudah tidak ekonomis bila dikembangkan
dengan pemboran tegak menjadi ekonomis bila dikembangkan
dengan pemboran horizontal.
- Memperkecil terjadinya water and gas coning.
3. Tipe pemboran sumur berarah :
Pada dasarnya dikenal 3 macam pemboran berarah,yaitu:

Shallow deviation type

Deep deviation type

Return to vertical type

Berdasarkan pertambahan sudut dibagi menjadi 4 tipe,yaitu:


-

Long radius system

Medium radius system

Short radius system

Ultra short radius system

4. Alat-alat yang digunakan untuk membelokkan arah pemboran


meliputi: spud bit, badger bit, knuckle joint, whipstock, turbo drill,
dyna drill. Alat penunjang pada pembentukan sudut,antara lain: down
hole motor,bent sub,non magnetic drill collar,stabilizer dan peralatan
pendukung lainnya