Anda di halaman 1dari 12

Confidentia

PELAYANAN KEROHANIAN

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

SPO
(STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL)

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 1 dari 6

Ditetapkan,
Kepala RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad
Tanggal Terbit
Februari 2012
dr. Komaruddin Boenjamin, Sp.U
Brigadir Jenderal TNI

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

Suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk kerohanian dalam


bimbingan rohani dan spiritual untuk pasien dan keluarga pasien
dalam perawatan disuatu Rumah Sakit.

Menghargai dan memenuhi hak pasien beserta keluarga untuk


dapat beribadah dengan bimbingan rohani dan spiritual sesuai
agama / kepercayaan yang dianut selama dalam perawatan dan
tidak mengganggu pasien lain dengan berstandar internasional.

1. Setiap pasien yang mendapatkan pelayanan atau


pengobatan dalam perawatan di RSPAD Gatot Soebroto
Ditkesad
2. Pasien dan keluarga berhak meminta / menolak pelayanan
kegiatan kerohanian

I.

PROSEDUR

PaBintal RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad


a. Surat Kerja sama Departemen Agama ter-update
b. Membuat program bimbingan keagaan bagi 5 agama
( Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha )
beserta jadual rohaniawan
c. Koordinasi dengan Disbintalad & bagian yang terkait
sesuai kegiatan keagamaan
d. Mempersiapkan / melengkapi & mengawasi
keberadaan Kitab suci / kumpulan doa-doa dari 5
agama di ruang perawatan
e. Pengadaan formulir permintaan rohani
f. Memfasilitas tempat sesuai jenis kegiatan agama
g. Mengawasi semua kegiatan keagamaan bagi pasien
& keluarga

Confidentia

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

PELAYANAN KEROHANIAN

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 2 dari 6

h. Menerima laporan dari ruang keperawatan


i. Melaporkan hasil kegiatan keagamaan di RSPAD
Gatot Soebroto Ditkesad

II.

Kegiatan Keagamaan
a. Perencanaan :
1. Mengidentifikasi Kegiatan keagamaan :
a) Kegiatan rutin / Kompleks :
1) Mendata jumlah pasien yang beragama
Islam, Kristen, Hindu, Budha & Konghucu
2) Merencanakan kegiatan keagamaan dari
5 macam agama berserta nama rohaniawan
sesuai waktu dan tempat berlaku peraturan
yang ada
3) Membuat surat beserta taufik keagamaan
untuk persetujuan dan surat informasi untuk
koordinasi yang terkait.
b) Kegiatan atas permintaan pasien/keluarga :
1) Mendata jumlah pasien yang minta
seusai jumlah Form permintaan yang diisi,
jumlah penganut agama, jumlah pasien,
keadaan klinis pasien dan jumlah peserta
keluarga
2) Merencanakan bimbingan rohani dan
spiritual atas permintaan pasien dan keluarga
3) Membuat
surat
pengajuan
dan
persetujuan dengan koordinasi yang terkait
c) Kegiatan pasien keadaan kritis :
1) Mendata jumlah pasien dan tempat
keberadaan pasien kritis
2) Merencanakan bimbingan rohani dan
spritual bagi pasien kritis
3) Via Telp menyampaikan untuk pasien
kritis mendapatkan bimbingan rohani sesuai
agama yang dianut
d) Kegiatan bila pasien/kelaurga menolak
bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan
agama & kepercayaan yang dianut :

Confidentia

PELAYANAN KEROHANIAN

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 3 dari 6

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

1) Perawat/Petugas Rohaniawan kaji masalah


agama/kepercayaan yang dianut oleh
pasien dan keluarga
2) Diskusikan dengan pasien & keluarga
pasien dengan menghargai hak pasien &
keluarganya serta menghormati nilai-nilai
dan keyakinan pasien.
3) Koordinasi & rencanakan pemberian
bimbingan rohani atas permintaan sesuai
prosedur yang berlaku
b. Koordinasi :
1. Koordinasi bagian terkait atas persetujuan atasan
langsung
sesuai
rekomendasi
kegiatan
keagamaan
2. Koordinasi
tempat yang akan digunakan
/keberadaan pasien dirawat
3. Koordinasi
bagian
keamanan
dengan
pengawasan langsung bila ada hal yang tidak
diinginkan
c. Pelaksanaan :
1. Kegiatan rutin / Kompleks :
a) Mempersiapkan
tempat
dan
fasilitas
kelengkapan sesuai waktu & taupik dari masingmasing 5 agama
a) Kesiapan rohaniawan sesuai jadual
b) Mempersiapkan pasien dan keluarga untuk
ikut serta sesuai agamanya
c) Bila perlu didampingi perawat / petugas untuk
evakuasi dan tidak dalam keadaan kritis
d) Perawat ruangan menyediakan formulir
edukasi terintegrasi sesuai pasien yang di
bimbing rohani oleh petugas rohaniawan untuk
di tulis dan di paraf dengan nama jelas
e) Pasien/keluarga anjurkan untuk paraf dengan
nama jelas pada formulir edukasi terintegrasi
yang sudah ditulis oleh rohaniawannya.
f) Panitia Bintal mengikuti proses pelaksanan
kegiatan keagamaan sampai selesai
g) Panitia Bintal membuat laporannya sesuai
hasil laporan rohaniawan.

Confidentia

PELAYANAN KEROHANIAN

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 4 dari 6

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

2. Kegiatan permintaan pasien/keluarga :


a.) Kaur Wat Inap :
1) Mendata bila ada pasien/keluarga yang
meminta kegiatan keagamaan
2) Memberi form permintaan kegiatan rohani
3) Mengidentifikasi pasien/keluarga ( agama,
klinis dan jumlah pasien/keluarga ) dan agama
yang diminta
4) Melaporkan PaBintal untuk pelaksanaan
permintaan pasien/keluarga dalam kegiatan
rohani
5) Mempersiapkan/koordinasi
tempat
dan
kitabsuci / kumpulan doa-doa sesuai agamanya
6) Menyampaikan pasien/keluarga sesuai tempat
dan waktu yang akan dilaksanakan
7) Perawat ruangan menyediakan formulir
edukasi terintegrasi sesuai pasien yang di
bimbing rohani oleh petugas rohaniawan untuk di
tulis dan di paraf dengan nama jelas
8) Pasien/keluarga anjurkan untuk paraf (
pasien/Wali yang mengikuti )dengan nama jelas
pada formulir edukasi terintegrasi yang sudah
ditulis oleh rohaniawannya.
9) Rohaniawan membuat laporan kegiatan ke
Pabintal
b) PaBinta :
1) Menerima laporan dari ruang keperawatan
atas permintaan pasien/keluarga sesuai formulir
permintaan
2) Koordinasi kerohanian sesuai agama dari
permintaan pasien/keluarga
3) Mempersiapan/koordinasi tempat dan fasilitas
untuk bimbingan rohani dan tidak mengganggu
pasien lain
4) Kesiapan rohaniawan sesuai jadual
5) Mempersiapkan pasien dan keluarga yang lain
dengan keyakinan agama yang sama
6) Mempersiapkan kitab suci/kumpulan doa-doa
bila kurang sesuai agama pasien
7) Menerima laporan dari rohaniawan

Confidentia

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

KEGIATAN KEAGAMAAN

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 5 dari 6

3. Kegiatan pasien keadaan kritis :


a) Mempersiapkan fasilitas kebutuhan akan
bimbingan rohani bagi pasien kritis dan tidak
mengganggu pasien lain
b) Mempersiapkan rohaniawan sesuai jadual
c) Mempersiapkan keluarga pasien untuk
mendampingi
d) Melaksanakan pemberian bimbingan rohani
dengan sepengatahuan dokter dan perawat
setempat
e) Pemberian rohanian pasien kritis dalam
pengawasan perawat
f) Tanggung jawab rohaniawan membuat
laporan
g) Pemberian rohanian pasien kritis dalam
pengawasan perawat
h) Perawat ruangan menyediakan formulir
edukasi terintegrasi sesuai pasien yang di
bimbing rohani oleh petugas rohaniawan untuk
di tulis dan di paraf dengan nama jelas
i) Pasien/keluarga anjurkan untuk paraf (
pasien/Wali yang mengikuti )dengan nama
jelas pada formulir edukasi terintegrasi yang
sudah ditulis oleh rohaniawannya.
j) Rohaniawan membuat laporan kegiatan ke
Pabintal
4. Penangan
pasien
menolak
pelayanan
bimbingan rohani :
a) Mengidentifikasi penolakan pasien untuk
bimbingan rohani bila tadak sesuai dengan
agamanya.
b) Memberi
arahan
pada
pasien/keluarga
pentingnya bimbingan rohani untuk pasien ( orang
sakit )
c) Mempersiapkan rohaniawan sesuai keyakinan
yang dianut atas permintaan pasien/keluarga
yang seagama ( telah diskusikan ) .
d) Pelaksanaan kerohanian didampingi keluarga
seagam / tidak tidak didampingi perlu di dampingi
petugas yang seagama.

Confidentia

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PELAYANAN KEROHANIAN

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 6 dari 6

e) Perawat ruangan menyediakan formulir edukasi


terintegrasi sesuai pasien yang di bimbing rohani
oleh petugas rohaniawan untuk di tulis dan di
paraf dengan nama jelas
f) Pasien/keluarga
anjurkan
untuk
paraf
(
pasien/Wali yang mengikuti )dengan nama jelas
pada formulir edukasi terintegrasi yang sudah
ditulis oleh rohaniawannya.
III.

PROSEDUR

Pengakhiran
a. Pelaporan
1. Buat laporan sesuai jenis kegiatan keagamaan
2. Rekapitulasi keberhasilan kegiatan keagamaan
3. Tindaklanjuti bila ada kejanggalan / kejadian yang
tidak diinginkan
b. Pendokumentasian
1. Dokumentasikan setiap kegiatan keagamaan
beserta absen diarsipkan
2. Hasil laporan dikelompokan jenis kegiatan
keagaaman dari 5 agama
3. Evaluasi hasil laporan dan tindaklanjuti hasil
kegiatan keagamaan dari 5 agama
4. Buat program rencan baru dari hasil evaluasi
program kegiatan keagamaan dari 5 agama
5. Laporkan kepada atasan langsung hasil evaluasi
dan program baru.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kepala RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad


Disbintalad
Pabintal
Departeman Agama
Para Dirbin
Para Dept/SMF
Kainstalasi/Unit

Confidentia

Confidentia

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 2 dari 4

Confidentia
RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

SPO
(STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL)

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 1 dari 4

Ditetapkan,
Kepala RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad
Tanggal Terbit
Februari 2012
dr. Komaruddin Boenjamin, Sp.U
Brigadir Jenderal TNI

PENGERTIAN

Confidentia

1.

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 4 dari 4

Confidentia

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 3 dari 4

No Dokumen

No. Revisi

Halaman 3 dari 4

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

Confidentia

RSPAD
GATOT SOEBROTO
DITKESAD

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

No Dokumen
1.

No. Revisi

Halaman 4 dari 4