Anda di halaman 1dari 19

Perkembangan Anak

Fase Pra Sekolah


KELOMPOK 4

Denifisi Fase Pra sekolah (usia taman kanak kanak)

Anak usia prasekolah merupakan fase perkembangan


individu sekitar 2-6 tahun, ketika anak mulai memiliki
kesadaran tentang dirinya sebagai pria atau wanita,
dapat mengatur diri dalam buang air (toilet training),
dan mengenal beberapa hal yang dianggap berbahaya
(mencelakakan dirinya).

PERKEMBANGAN FISIK
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Perubahan tinggi dan berat


Pertumbuhan tulang
Pertumbuhan gigi yang lebih lengkap
Perkembangan sistem saraf
Adanya perubahan fisiologis
Berkembangnya kemampuan dan ketrampilan motorik

PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
Menurut Piaget, perkembangan kognitif pada usia ini berada pula pada
periode preoperasional, yaitu tahapan dimana anak belum mampu
menguasai operasi mental secara logis.
Periode ini ditandai dengan berkembangnya representasional atau symbolic
function
Dapat juga dikatakan sebagai semiotic function

Keterbatasan dalam periode


preoperasional
Egosentrisme.
Kaku (Frozen).
Semilogical reasoning.

PERKEMBANGAN EMOSIONAL
Beberapa jenis emosi yang berkembang pada masa anak,
yaitu sebagai berikut :
Takut
Cemas
Marah
Cemburu
Kegembiraan, kesenangan, kenikmatan
Kasih sayang
Phobi
Ingin tahu

PERKEMBANGAN BAHASA
Di klasifikasikan ke dalam dua tahap (sebagai kelanjutan dari
dua tahap sebelumnya) yaitu sebgaia berikut :
Masa ketiga (2,0 - 2,6) : Menyusun kalimat tunggal,
mampu memahami perbandingan, banyak menanyakan
tempat.
Masa keempat (2,6 6,0) : Sudah dapat menggunakan
kalimat majemuk serta anak kalimat, Tingkat berpikir anak
sudah lebih maju, anak banyak menanyakan soal waktusebab akibat melalui pertanyaaan- pertanyaaan : kapan,
kemana, mengapa dan bagaimana.

Perkembangan Sosial (Erickson)


Tanda-tanda perkembangan sosial pada tahap ini
adalah :
a) Anak mulai mengetahui aturan-aturan, baik
dilingkungan keluarga maupun dalam lingkungan
bermain.
b) Sedikit demi sedikit anak sudah mulai tunduk
pada peraturan
c) Anak mulai menyadari hak atau kepentingan
orang lain
d) Anak mulai dapat bermain bersama anak-anak
lain atau teman sebaya (peer group).

PERKEMBANGAN BERMAIN
Terdapat bermacam permainan anak (Abu ahmadi ,
1977) yaitu sebagai berikut :
Permainan fungsi (permainan gerak)
Permainan fiksi
Permainan reseptif atau apresiatif
Permainan membentuk (konstruksi)
Permainan prestasi

Lanjutan . . .
Secara psikologis dan pedagogis, bermain mempunyai nilai-nilai yang sangat
berharga bagi anak diantaranya:
Anak memperoleh perasaan senang, puas, bangga atau berkatarsis (peredaan
ketengangan).
Anak dapat mengembangkan sikap percaya diri, tanggung jawab dan koorperatif
(mau bekerja sama).
Anak dapat mengembangkan daya fantasi atau kreatifitas (terutama permainan
fiksi dan konstruksi).
Anak dapat mengenal aturan atau norma yang berlaku dalam kelompok serta
belajar untuk menaatinya.
Anak dapat memahami bahwa baik dirinya maupun orang lain, sama sama
mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Anak dapat mengembangkan sikap sportif, tenggang rasa atau toleransi terhadap
orang lain.

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Masa ini lazim di sebut masa Trotzalter, periode perlawanan atau masa krisis
pertama. Krisis ini terjadi karena ada perubahan yang hebat dalam dirinya,
yaitu dia mulai sadar akan Aku-nya, dia menyadari bahwa dirinya terpisah dari
lingkungan atau oranglain, dia suka menyebut nama dirinya apabila berbicara
dengan orang lain. Dengan kesadaran ini anak menemukan bahwa ada dua
pihak yang berhadapan yaitu (Aku-nya) dan orang lain (orang tua, saudara,
guru dan teman sebaya).

Lanjutan . . .
Aspek-aspek perkembangan kerpibadian anak itu meliputi
hal-hal berikut :
Dependency & self image
Initiative vs Guilt

PERKEMBANGAN MORAL (KOHLBERG)


Pada masa ini, anak sudah memiliki dasar tentang sikap
moralitas terhadap kelompok sosialnya (orangtua, saudara
dan teman sebayanya). Melalui pengalaman beriteraksi
dengan orang lain (orang tua, saudara dan teman
sebayanya) anak belajar memahami tentang kegiatan atau
perilaku mana yang boleh/baik/diterima/disetujui/atau
buruk/tidak boleh/ ditolak/tidak disetujui.

PERKEMBANGAN KESADARAN
BERAGAMA
Kesadaran beragama pada usia ini ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Sikap keagamaannya bersifat reseptif (menerima) walaupun banyak
bertanya.
Pandangan ketuhanannya bersifat anthropormorph (dipersonifikasikan).
Penghayatan secara rohaniah masih superficial (belum mendalam) mekipun
mereka telah melakukan atau berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ritual.
Hal ketuhanan dipahamkan secara ideosyncritic (menurut khayalan
pribadinya)sesuai dengan taraf berpikirnya yang masih egosentrik
(memandang segala sesuatu dari sudut dirinya) (Albin Syamsuddin Makmun,
1998)

PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN ANAK


PRASEKOLAH
Dalam praktek pelayanan kesehatan anak, masalah penyimpangan tumbuh
kembang dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Penyimpangan pertumbuhan dengan menggunakan tolak ukur
pertumbuhan.
2. Penyimpangan perkembangan dengan menggunakan tolak ukur
perkembangan :
a. Motorik Kasar
b. Motorik Halus
c. Kepribadian sosial
d. Bahasa

PENCEGAHAN PERTUMBUHAN ANAK


PRASEKOLAH
Kategori kepedulian orang tua dalam pencegahan penyimpangan perkembangan anak pada
fase pra sekolah yaitu dengan melihat perkembangan pada saat :
1. Emosi dan prilaku
2. Berbicara dan berbahasa
3. Keterampilan sosial dan menolong diri sendiri
4. Motorik kasar
5. Motorik halus
6. Membandingkan dengan lingkungan
7. Masalah anak yang orang tuanya tidak mengeluh

PENANGANAN PERTUMBUHAN ANAK


PRASEKOLAH
Penanganan penyimpangan pada fase tumbuh kembang yaitu sebagai berikut :
1. Anamnesa
2. Pemeriksaan
3. Rutin
4. Penilaian pertumbuhan
5. Penilaian perkembangan
6. Pemeriksaan penunjang
7. Diagnosis
8. Rujukan

INTERAKSI AWAL DENGAN KOMUNITAS


a. Inisiatif (initiative) vs rasa bersalah
b. Sosialisasi pada masa awal masa kanak-kanak.
c. Pada masa anak menurut Syamsu Yusuf, bentuk-bentuk prilaku
sosial itu adalah sebagai berikut :

Pembangkangan (negativisme)
Agresi (Agresion)
Berselisih atau bertengkar (quarelling)
Menggoda (teasing)
Persaingan (rivally)