Anda di halaman 1dari 64

MANUALTERAPI

PELVIC-HIP COMPLEX

Oleh:
Sugijanto
Disampaikan pada:
Kuliah manual terapi Reguler
Sugijanto, 2014

TUJUAN INSTRUKSIONAL

Mampu membedakan topografis dan fungsi antara tiap


struktur jaringan spesifik Pelvic hip complex
Mampu menghubungkan struktur jaringan spesifik dengan
patologiassessmen dan intervensi
Mampu menjelaskan proses assessment melalui sekuensis
untuk menentukan diagnosis Pelvic hip complex.
Mampu memperagakan asesmen Pelvic hip complex dan
merinci temuan assessment dihubungkan dengan struktur
jaringan spesifik, patologi dan gangguan NMSVM.
Mampu menghubungkan temuan assessment dengan
diagnosis manualterapi, prognosis dan target hasil
Mampu menjelaskan metoda dan dosis intervensi
manualterapi kasus Pelvic hip complex
Mampu membedakan indikasi antara metoda dengan
pemeriksaan khusus.
Mampu mempraktek intervensi manualterapi kasus Pelvic hip
complex
Mampu menilai tentang hasil intervensi manualterapi kasus
Pelvic hip complex
Sugijanto, 2014

PENDAHULUAN
Hubungan

Sacrum dg spine sbg


lumbosacral, dg pelvis sbg sacroiliac joint,
dan dg coccygeus sbg sacrococcygea.
Antar pelvis kiri-kanan dihubungkan
symphisis pubis dan hungan dg anggota
gerak bawah sbg hip joint.
Patologi yg banyak dlm klinis :
osteoarthrosis, frakture collum femoris,
myofascial pain, R A, Ca, TBC, dll.
Perlu pengkajian detil agar hasil akurat.
Intervensi fisio-manualterapi :
penggunaan modalitas elektrik, terapi
latihan hingga manipulative therapy. Sugijanto, 2014

ANATOMI TERAPAN
Hubungan lumbale-pelvichip complex.
Lumbale-pelvis-hip

mrpk satuan
fungsi kompleks; dlm gerak tubuh,
ambulasi dan gerak anggota bawah
selalu terjadi simultan.
Pada fleksi-ekstensi lumbale posisi
berdiri selalu diikuti gerak
sacroiliaca dan hip secara
proporsional sbg lumbopelvic
rhythm
Demikian pula gerak fleksi panggul
ataupun berjalan, gerak panggul
diikuti gerak sacro iliac dan lumbale
Sugijanto, 2014

PELVIS

SACROILIAC JOINT
Bentuk sendi huruf L mrpk jenis Sendi
synovial dan syndesmosis.
Permukaan sacrum konkaf
Ilium: fibrocartilage, sacrum hyaline
cartilage dg tebal 3 kali, makin tua tak
rata
Gerak rotasi kecil dlm bentuk nutasi
kontra nutasi.
Oleh BB nutasi lumbar lordosis
Sistem ligamenta: Dihubungkan lig
sacrointerosseus (terkuat), lig. sacrospinal,
dan lig sacrotuberal menahan nutasi; Lig
sacroiliaca anterior (tertipis) dan lig
sacroiliaca posterior yg menahan kontra
nutasi, serta lig iliolumbal.
Muskulotendinogen: Tak ada otot yg
langsung melekat pada sacrum dan pelvis.
Innervasi:Dari seg. L3-S1 dan N. Gluteus
superior (L3-S1)

Sugijanto, 2014

SACROCOCCYGEAL JOINT
Umumnya menyatu oleh
discus fibro-cartilage.
Tak ada gerak
Sering fraktur posisi miring

SYMPHYSIS PUBIS
Jenis sendi cartillagenius,
terdapat discus interpubica.
Gerakan : gerak geser
mengikuti gerak nutasi-kontra
nutasi.
Sugijanto, 2014

HIP JOINT (art. Coxae)


Jenis

: ball and socked joint.

Dibentuk: acetabulum (pertemuan os ilium,


os ischium, dan os pubis) sbg mangkuk
sendi.
Dilapisi cartilago hyalin dan tertutup
acetabular labrum yg mrpk cartilago fibrosa,
keduanya tebal ditepi dan tipis di tengah.
Caput femoris bola dilapisi cartilago
hyaline kedistal sbg collum femoris (sering
fraktur), ke distal terdapat trochantor mayor
dan minor, selanjutnya kedistal sbg femur

Sistem ligamenta:

Diperkuat oleh 5 ligamenta yg kuat: lig teres


femoris, lig acetabulare, lig acetabulare
tranversus, lig iliofemorale, dan lig
ischiofemorale
Sugijanto, 2014

Arthrokinematic &
osteokinematic:

Gerak flexion dan extension ROM Flx:


1200 soft e f dan Ext: 150 stretch e f.
Arthrokin: spin tidak murni
Abduction/adduction ROM 450/250
elastic harder/ stretch e f. Arthokin.
caudal translation/ sebaliknya.
Internal/External ROM 300 / 450 elastic e
f, arthokin. dorsal / ventral translation
Seluruh komponen arthrokin Traction
arah lateral serong ventrokaudal.
M L P P yaitu flexion abduction 400
dan sedikit external rotation.
Close Pack Position yaitu posisi flexion
- adduction internal rotation penuh
Capsular pattern hip joint ROM : internal
rotation Abduction Flexion
Sugijanto, 2014

Innervasi
Dari

seg. L1-S1
N. Femoris
(L1- ), N. Gluteus
superior (L3-S1)

Sugijanto, 2014

ASSESSMENT
ANAMNESIS
Anamnesis

khusus:

1. Jenis, ketepatan waktu dan durasi


keluhan/nyeri,(pegal, booring-, sharp
pain)
2. Lokasi dan distribusi keluhan/nyeri,
(inguinal, upper thigh)
3. Provokasi oleh sikap/posisi dan gerak
yg memicu keluhan/nyeri, morning
sickness/ start pain.
Anamnesis

lain meliputi sistem dan


organ tubuh yang terkait, tindakan
operasi atau terapi medis lain
Sugijanto, 2014

INSPECTION
STATIC AND DYNAMIC
INSPECTION

Sugijanto, 2014

TOTAL,

SEGMENTAL AND
LOKAL INSPECTION
Inspeksi mulai saat klien
masuk ruangan, perhatikan
posisi atau sikap tubuh saat
duduk, berdiri atau saat aktif;
ketika berjalan adakah
trendelens burg gait, duchene,.
Perhatikan posisi dan sikap
trunk-pelvic-hip-leg-foot
(quadrant), coxa
valga/vara, genu valgusvarus, flat-hollow foot
(segmental), serta pelvichip secara tersendiri
(lokal).
Sugijanto, 2014

PEMERIKSAAN FUNGSI GERAK


DASAR
QUICK

TEST

GAIT ANALYSIS
Perhatikan gait cycles: saat initial contact,
foot flat, loading respons, terminal contact,
asceleration, mid swing, desceleration dan
kembali initial contact
Pathological gait seperti trendelens gait, duchene gait,
weddlings gait, paralytic gait, parkinsonians gait, dll.

Sugijanto, 2014

Pathological gait of hip


pathology
Antalgic gait
Joint pain
Duchene gait
Trendelen berg gait
Hip flexion gait

Bilateral hip arthrosis


Hip abductor weakness
Hip flexion contracture

Pelvic torsion gait

Unilateral hip flexion contract

Hip abduction gait

Hip abductor contract/ Plantar flx


spasticity/contr

Leg discrepancy gait

Hip flexion contracture


Sugijanto, 2012

TRUNK

FLEXIONEXTENSION POSISI
BERDIRI
Perhatikan porsi Lumbo
pelvic rhythm momen mana
yg dominan dan kurang.
Perhatikan timbulnya nyeri,
crepitation, dan distribusi
keluhannya.
End feel.

SQUAT

AND BOUNCING

Dilakukan bila
memungkinkan, tidak
dilakukan pada usia lanjut
Sugijanto, 2014

PEMERIKSAAN GERAK PASIF


FLEKSI PASIF
Posisi

terlentang dg lutut fleksi:

Posisi

terlentang dg lutut ekstensi:

ROM : 110-1200 soft end feel.

ROM : 900 springy end feel.


Pembatasan oleh ketegangan otot
hamstrings.

EKSTENSI PASIF
Posisi terlungkup :

ROM : 15-200 springy end feel.


Pembatasan oleh ketegangan m. ilio
psoas.

Bila lutut fleksi penuh

ROM : 100 springy end feel. Pembatasan


oleh ketegangan m. rectus femoris.
Sugijanto, 2014

ABDUKSI PASIF
Posisi

terlentang gerak
tungkai kesamping.
ROM: 30-500 dg elasticspringy end feel.
Pembatasan oleh
ketegangan mm. adductors

ADDUKSI PASIF
Posisi

terlentang dengan
tungkai contra lateral fleksi
dan tungkai yang diukur
lurus dibawahnya, gerak
tungkai kedalam.
ROM: 300 dg springy end
feel. Pembatasan oleh
ketegangan mm.
abductors.
Sugijanto, 2014

ROTASI INTERNAL PASIF


Posisi

telungkup dg lutut
fleksi 900
ROM 30-400 elastic end feel.
pembatasan oleh kapsulo
ligamenter.

ROTASI EKSTERNAL
PASIF
Posisi

telungkup dg lutut
fleksi 900
ROM 40-600 elastic end feel,
pembatasan oleh kapsulo
ligamenter
Sugijanto, 2014

PEMERIKSAAN GERAK
ISOMETRIK
FLEKSI ISOMETRIK
Terlentang dg lutut fleksi 600,
Gerakan oleh m. ilio psoas,

rectus femoris, Sartorius,


Pectenius, (dan hip adductor).

EKSTENSI ISOMETRIK
Posisi telungkup dg lutut lurus
Gerakan oleh m. gluteus

maksimus, Biceps femoris,


Semimembranosus,
Semitendinosus.

Sugijanto, 2014

ABDUKSI ISOMETRIK
Posisi

terlentang dg lutut lurus


Gerakan oleh m. gluteus
medius-minimus-maximus,
dan tensor fascialatae (&
sartorius).

ADDUKSI ISOMETRIK
Posisi

terlentang dg lutut lurus


Gerakan oleh m. adductor
longus-brevis-magnus, Gracilis
dan Pectenius.
Sugijanto, 2014

ROTASI INTERNAL ISOMETRIK


Posisi

telungkup lutut fleksi 900


Grk m adductor longus-brevismagnus, gluteus medius-maximus
pars anterior, tensor fascialatae,
Gracilis dan Pectenius.

ROTASI EKSTERNAL
ISOMETRIK
Posisi

telungkup lutut fleksi 900


Grk m gluteus maximus, Obturator
internus-externus, quadratus
femoris, Piriformis,Gamelus
superior-inferior, Sartorius, dan
gluteus medius pars posterior.
Sugijanto, 2014

Low Back Manouvre I


Hip

flexion knee flex (SIJ)


+ adduction & internal
rotation (Hip/ Piriformis)

Hip

flexion external rotation


Patrics test/kontra
patrics (Hip joint)
Knee extension Kernig
(Hamtrings/Ischiadicus)

Sugijanto, 2013

Low Back Maneouvre


III
POSISI TENGKURAP
Hip

extension knee extension


fiksasi pada tuber ischiadicum
(Hip Joint)

Hip

extension knee extension


fiksasi pada sacrum (+Sacroiliac
joint)

Hip

extension knee extension


fiksasi pada Lower thoracal
(Lumbar spain)
Sugijanto, 2012

SPESIFIC TEST
BONY PALPATION

Titik referensi: Iliac crest, Anterior Superior


Iliac Spine (SIAS), Posterior Superior Iliac
Spine (SIPS), Great Trochanter, Symphisis,
Ischiadic tuber, Coccyg.

MUSCLE PALPATION

Piriformis m.
Melalui segitiga SIPS, Coccyg dan Great
Trochanter, sepertiga tengahnya.
Palpasi dalam, sejajar sacroiliac.

Gluteus medius m.
Sisi lateral dibawah iliac crest dan
trochanter.
Palpasi arah anteroposterior

Sugijanto, 2014

MUSCLE PALPATION
Iliotibial

band.

Dari iliac crest sampai lateral


paha hingga lateral tibia

Adductor

longus m.

Palpasi tendon ujung bawah


inguinal.
Quadriceps
Perlekatan rectus femoris pada
SIAS, kebawah sisi anterior paha
hingga patella.

Hamstrings
Lateral hamstrings (biceps
femoris) dan medial hamstrings
semimembranosus,
semitendinosus).
Sugijanto, 2014

JOINT PLAY MOVEMENT


HIP JOINT DIRECT
TRACTION
MLPP : untuk orientasi
PEMBATASAN ROM : untuk
mengetahui keluasan gerak dan
kualitas end feel
Arah selalu ke Lateral serong
ventrocaudal
COMPRESSION

TEST

Untuk mengetahui patologi


permukaan sendi (subchondrale)
INDIRECT

TRACTION

Untuk mengetahui pengaruhSugijanto,


NWB.
2014

SPECIAL TEST
ROM

MEASUREMENT
MMT/MUSCLE

PERFORMANCE
MUSCLE TESTING
Validitas dan reliabilitas s.d. nilai
3

H H D /SPYGMOMANOMETER
Untuk MMT nilai 3 lebih, ukuran
mmHg atau gram.
Sugijanto, 2014

MUSCLE LENGTH TEST


Iliopsoas

m.

Terlentang pelvis ditepi bed,


hip flexion contralateral dan
gerak hip extension
ipsilateral.
Sebelum dan sesudah
kontraksi; kualitas
ketegangan otot.

Sugijanto, 2014

Hip

adductor m.

Posisi terlentang tungkai


contralateral difiksasi,
gerak Hip adduction
ipsilateral.
Rectus

femoris m.

Posisi spt diatas, gerak


knee flexion ipsilateral.
Hamstrings

m.

Posisi terlentang gerak


Straight leg rising tungkai
ipsilateral, lutut lurus.

Sugijanto, 2014

TES KHUSUS LAIN


Hip

flexion test for Sacroiliac (hip


flex pelvic nutation), Piriformis m
(hip flex-add-internal rot), hip joint
(Patrics test).
Straight Leg Rising
Leg

Length Test

Trendelenburg

test

Sugijanto, 2014

NEUROLOGIC TEST
Sensory test in area
dermatome and area nervina.
Myotome test.
Tendon Reflex test

Sugijanto, 2014

MEDICAL DATA
X

RAY

Fracture, dislocation, arthrosis,


fusion, osteophyte, dll.
MRI

Gambaran detail
OPERASI
DLL

Sugijanto, 2014

INTERVENSION
MUSCLE

MOBILIZ AND TRANSVERSE FRICT.

Stretching thd myofascial pain.


Contract Relax & Stretching thd tight-contracted
m.
Transverse friction pada tendinitis, myositis.

CONTRACT RELAX & STRETCHING


Peregangan m iliopsoas
Peregangan m. rectus femoris
Peregangan m. Piriformis
Peregangan Hamstrings

Kontraksi-inspirasi 6 disusul
pelemasan-ekspirasi 9
Dilakukan berulang

Sugijanto, 2014

JOINT MOBILIZATION
Hip

joint Direct Traction

MLPP
Traction arah lateral serong ventrocaudal
pada posisi flex - Abd 300 sedikit external
rot.

Traction in limited Abduction

Penguluran medial capsule

Traction in limited Internal rotation

Penguluran posterior capsule

Sugijanto, 2014

Direct traction in Limited ROM


Traction in limited
external rotation
Penguluran anterior capsule

Traction in limited
horizontal add
Penguluran posterior oblique
capsule

Longitudinal traction in
MLPP
Penguluran seluruh capsule
Sugijanto, 2014

Hip joint Indirect Traction


Posisi anatomis terlentang
Longitudinal traction arah distal.

Disertai oscillation seluruh ROM sebagai


manipulasi corpus libera.

Sugijanto, 2014

SACROILIAC JOINT
MOBILIZATION
Nutasi-kontra nutasi

DIRECT: Posisi terlentang ganjal sand


bag bawah sacrum. Dorongan
iliumkanan-kiri arah laterodorsal.
INDIRECT : Posisi terlentang, hip flexion
ipsilateral, Dorongan ischiadic tuber ke
anterior tilt.

Anterior

Gapping

Mobilisasi SIJ, anterior lig. Stretched

Posterior

Gapping

DIRECT: Posisi tidur miring dg hip flexion


600, dorongan diatas ilium kemedial.
INDIRECT : Posisi telungkup, hip
extension ipsilateral, Dorongan ilium
tuber ke posterior tilt
Sugijanto, 2014

MOBILIZATION EXERCISE

STABILIZATION
PASSIVE

STABILIZATION:
SIJ : Pelvic belt

Sugijanto, 2014

EVALUASI
Pain:

VAS/ VRS/ VDS


ROM: Goneometer
Strength: MMT/Hand held
dynamometer/Spigmomanometer
.

Sugijanto, 2014

FISIOTERAPI HIP
COMPLEX

Sugijanto, 2013

Pathological gait of hip pathology

Antalgic gait

Joint pain
Bilateral hip arthrosis

Duchene gait
Trendelen
berg gait

Hip abductor weakness

Hip flexion
contracture gait

Hip flexion contracture

Pelvic torsion gait


Hip abduction gait
Leg discrepancy gait

Unilat eral hip flexion


contracture
Hip abductor contract/
Plantar flx spasticity/contr
Hip flexion contracture
Sugijanto, 2013

Red
flag

Sugijanto, 2013

Screening
questionair

Sugijanto, 2013

SACROILIAC JOINT PAIN


Nyeri

posterior pelvis
gluteal
hamstrings.
Pd wanita hamil/
pasca menglahirkan
unstable.
Pasca injury
hipomobil
Sugijanto, 2012

SACROILIAC JOINT DYSFUNCTION


Fungsi, disabilitas dan
sehat

Constextual
factors

Intern
al
factor
s

Anatomic impairment
Capsels
&
ligamen
t
Chronic
inflamati
on
Inter
fiber
adhesio
Capsel
n &
lig
contractu
re
Capsula
r
pattern

Joint
Muscl
surfac
e
e
Tight contractu
re
WeakBlockad
atroph
e
y

Nerv
es
Nocisenso
ric
Sympathic
Musculoskele
hyperactiv
tal pain
ity
Referred
Functional
pain

impairment

Stretch
ed pain

Muscle
imbalanc
e

Activity
limitation

Participation
restriction

Walking

Pain

Work
Lifting

Pelvic
torsion
posture

External
factors

antalgic
gait

Sport
Sstair
climbing

Recreation

Pelvic Girdle Mobility Deficits


ICD-9-CM

code: 846.1 Sprain of sacroiliac

ligament
ICF codes: Activities and Participation Domain
code: d4106 Shifting the bodys centre of
gravity (Adjusting of moving the weight of the
body from one position to another while
sitting, standing or lying, such as moving from
one foot to another while standing.)
Body Structure code: s76003 Sacral vertebral
column
Body Functions code: b7201 Mobility of pelvis
Common Historical Findings:
Sugijanto, 2012

SACROILIAC JOINT TEST I


Palpasi

SIAS dan
SIPS pelvic torsion

SLR

test nyeri

SLR

+ fiksasi pelvis
tanpa nyeri
Sugijanto, 2012

SACROILIAC JOINT
TEST II
Distraction

test
(anterior SIJ gapping
test)
Tight trust, fixation on
the sacrum.
Sacral

thrust test,
compression on the
sacrum.
Sugijanto, 2012

Pelvic Girdle Mobility Deficits


ICD-9-CM

code: 846.1 Sprain of sacroiliac

ligament
ICF codes: Activities and Participation Domain
code: d4106 Shifting the bodys centre of
gravity (Adjusting of moving the weight of the
body from one position to another while
sitting, standing or lying, such as moving from
one foot to another while standing.)
Body Structure code: s76003 Sacral vertebral
column
Body Functions code: b7201 Mobility of pelvis
Common Historical Findings:
Sugijanto, 2012

INTERVENSI
Joint

mobilization
Active mobilization

Sugijanto, 2012

INTERVENSI
Passive

stabilisation
Pelvic belt
Active
stabilization
Strength Pelvichip muscles &
Pelvic floor.
Sugijanto, 2012

GLUTEAL &
HAMSTRINGS PAIN PIRIFORMIS
SYNDROME
Patologi
lain
Nyeri
gluteal
Paresthesi
a paha
belakang
Palpasi:
spasm
Contract
relax

Spasm/ti
ght
Muscle spasm/
tightness
Neural adhesion

Entrapment n.
ischiadic
Myofascial
release
Contract relax
stretching
piriformis
Strengthening
Exc gluteal ms
Hindari
dompet
disaku/berdiri
Sugijanto, 2012

ASSESSMENT
Low

back manouvre I:
fleksi-adduksi-rotasi
internal nyeri gluteal.
Palpasi m. piriformis
hypertone dan nyeri.
Contract

relax stretch
test m. piriformis
Upper ischiadic nerve
test
Sugijanto,
2012
Sugijanto,
2011

INTERVENSI
Relax

massage
Contract relax stretching
m. piriformis
Menghindari duduk
ditempat keras
Auto stretching
Neural mobilization

Sugijanto, 2012

NYERI LATERAL PANGGUL


HINGGA INGUINAL

Hipotesis awal:

Osteoartitis Coxae
Dilakukan pemeriksaan
secara algoritme dengan
menggunakan evidence
base practice untuk
menegakkan atau
menolak
Sugijanto, 2013

Hip Osteo Arthritis


Functioning,
disability and health

Contextual
factor

Anatomic impairment
Rawan
Sendi

Capsul
Ligamen

Erosi

Laxity

Inflamasi tl
Subchondral

Otot/
Tendon

Vascular

Spasme

Penumpukan
zat iritasi

Deformitas

Iritasi
Jaringan
Inflamasi
Kronis
Nyeri
kompresi

Functional
impairment

Immobilisasi
Capsular
Pattern

Nyeri
Regang

Lexternal
factor

Micro
Sirculation

Kontraktur

Osteofit

Internal
factor

Nyeri
pagi

Activity
limitation

Tightness/
Kontraktur
Lemah

Bersila

Hypomobility
Nyeri
Inguinal

Participation
restriction

Work

Antalgic gait
Stair climbing

Sport
Recreation

Inguinal & pelvic


pain - Hip
Osteoarthrosis

Degenerasi
Over
weight

Over
used

Fragmentasi &
erosi rawan
sendi
Hipertrofi
subchodr. &
osteofit
Corpus
libera
Kontraktu
r
Joint

Injury
Anamnesis:
Nyeri & kaku
hip
Bangun tidur
nyeri
Inspeksi Gait:
Duchene

Capsule

Passive test
Rom
terbatas
:extern rot<
Abd < intern
rot Firm end
JPM: Nyeri akhir
feel
Range ,
elatic/Firm end
feel
Sugijanto, 2013

Process of Physiotherapy for


Joint surface impairment

Nyeri
kompresi

Aktif: Nyeri
range tertentu

Joint
mobilization

Gait: Antalgic

Alignment
correction

Compression
test nyeri
Distraction test
nyeri hilang

Bila
negatif
ganti
hipotesi
s lain

Bila
positif
Active
stabilization
Weight
bearing
reduce
Sugijanto, 2013

Hip Mobility Deficits


ICD-9-CM

codes: 843.1 Sprain of the


ischiocapsular ligament
ICF codes: Activities and Participation
Domain codes:
d4500 Walking short distances (Walking for less
than a kilometer, such as walking around rooms or
hall ways, within a building or for short distances
outside.)
d4500 Walking long distances (Walking for more
than a kilometer, such as across a village or town,
between villages or across open areas.)
d4154 Maintaining a standing position (Staying in
a standing position for some time as required,
such as when standing in a queue.)

Body
Body

Structure code: s75001 Hip joint


Functions code: b7100 Mobility of a
single joint
Sugijanto, 2013

TES KHUSUS
Tes

khusus

JPM test internal rotasi, adduksi,


fleksi hip joint, firm end feel.
Cranial compression of the hip
joint,
Tes corpus libera
Pemeriksaan

lain

X ray: penyempitan sela sendi;


penebalan tulang subchondrale;
osteophyte
Sugijanto, 2013

INTERVENSION
Intervensi
Joint mobilization
Manipulasi corpus libera
Active mobilization
exercise
Weight control

Reevaluasi:

pain

Sugijanto, 2013

Collum femoris fracture


Osteoporotic
Nyeri inguinal

Injury

Fracture collum femoris


Operative AMP

Jalan nyeri
trochanter nonjol
ROM terbatas
& crepitasi
Leg discrepancy
X ray

Rehab. ambulasi
Coservative

Collum Femoris
fracture (Hip
Function, disability
reduction
with AMP)
Contextual
and health

factor

Anatomic
impairment
Sendi

Tulang

Internal
factor
Skin

Nerve

Muscle

Capsels

Ligamen
Tightcontracted
Laxity
Contracture

Semented

Wound
healing

Nerve lesion

Non semented
Stability

External
factor

Cicatrix

Motoric
deficit

Sensoric
deficit

WeakAtrophy

Functional
impairment

Activity
limitation
Participation
restriction

Strength and
endurance

Capsular
pattern /non

Ambulation

Hyomobility

Pain

Balance &
Stability

Work

Run, &
Jump

Sport
Recreation

DAFTAR PUSTAKA

Cook CE, Osthopaedic Manual Therapy, Pearson Prentice Hall, New


Jersey, 2007

Goodmann & Boissaunnault, Pathology implication for


physiotherapy. WB Saunders co, London, 2000.

Helting D & Kessler RM, Management of common musculoskeletal


disorder, ippincott Williams and Wilkins, Philadelphia, 2006.

Makofsky HW, Spinal Manual Therapy, Slack inc, NJ USA, 2003

Meadows JTS, Orthopaedic Differential Diagnosis in Physisal


therapy, Mc Graw-Hill, NY, 1999.

Van der El, A, Lunacek, P and Wagemaker, A, Manuele therapie,


wervelkolom onderzoek, deel 1, Uitgeverij Manuwel, Roterdam, Ed.
I, 1983.

Van der El, A, Lunacek, P and Wagemaker, A, Manuele therapie


Wervelkolom Behandeling, deel 2, Uitgeverij Manuwel, Roterdam,
Ed. I, 1989.

Dvorak, J and Dvorak, V, Medical checklists Manual Medicine, Gerg


Thieme Verlag Stuttgart, New York, 1991.

Sugijanto, 2014