Anda di halaman 1dari 10

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)

Kota Lhokseumawe

BAB 1
PENDAHULUAN
Pesatnya

pertumbuhan penduduk,
terutama di perkotaan, yang umumnya berasal
dari urbanisasi, tidak selalu dapat diimbangi
oleh kemampuan pelayanan kota sehingga telah
berakibat pada semakin meluasnya lingkungan
permukiman kumuh. Sebagaimana di ketahui
dari hasil pemutahiran data kegiatan identifikasi
permukiman kumuh di perkotaan pada tahun
2013-2014 oleh Direktorat Pengembangan
Permukiman bersama dengan Pemerintah
Kabupaten/Kota, didapatkan jumlah luasan
kawasan permukiman kumuh di Indonesia
sebesar telah mencapai luas sebesar 38.431 Ha.
Meluasnya perumahan dan permukiman
kumuh di perkotaan telah menimbulkan dampak
pada peningkatan frekuensi bencana kebakaran
dan banjir, meningkatnya potensi kerawanan
dan konflik sosial, menurunnya tingkat
kesehatan masyarakat, menurunnya kualitas pelayanan prasarana dan sarana permukiman,
dan lain sebagainya. Perumahan dan permukiman kumuh yang cenderung meluas ini perlu
segera ditangani secara terkoordinasi antar sektor melalui keterpaduan program dan
kegiatan penanganan permukiman kumuh melalui suatu sistem kegiatan kota dengan
pelaksanaan berbasis kawasan, sehingga diharapkan terwujud suatu lingkungan perumahan
dan permukiman yang layak huni dalam suatu lingkungan yang sehat, aman, serasi dan
teratur.
Sehubungan dengan hal tersebut, Ditjen. Cipta Karya-Kementrian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat mencanangkan gerakan 100-0-100, yaitu pemenuhan 100%
akses air minum, 0% luasan permukiman kumuh perkotaan, dan pemenuhan 100% akses
sanitasi, yang juga tercantum dalam RPJMN 2015-2019. Dimana gerakan 100-0-100
tersebut di realisasikan melalui Kegiatan Penanganan Permukiman Kumuh, yang bertujuan
memperbaiki kualitas lingkungan hunian di kawasan permukiman kumuh melalui
pendekatan sektoral ke-Cipta Karya-an. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut diperlukan
perencanaan yang dirangkum dalam bentuk kegiatan penanganan permukiman kumuh.
Kegiatan Perencanaan ini dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan
melibatkan masyarakat.

Laporan Pendahuluan bab

1-1

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

1.1

Latar Belakang

Menurut Undang-Undang No 1 tahun 2011 tentang perumahan dan permukiman,


kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik
berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat
tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan
penghidupan. Kawasan permukiman mendominasi kawasan perkotaan yang membangkitkan
kegiatan dan terus mengikuti, bahkan mengarahkan pengembangan kawasan lainnya dan
akan mempengaruhi arah pengembangan kota yang bersangkutan. Setiap kawasan
fungsional yang dikembangkan akan membutuhkan kawasan permukiman untuk
mengakomodasi pertumbuhan penduduk yang beraktifitas di dalam kawasan yang tersebut.
Pertumbuhan kawasan permukiman dapat dikelompokan sebagai kawasan yang
direncanakan dan tertata dengan baik, serta kawasan permukiman yang merupakan cikal
bakal tumbuhnya kawasan perkotaan dan terus berkembang mengikuti pertumbuhan
penduduk dan perkembangan kegiatannya. Berkenaan dengan kedua jenis tersebut, dalam
suatu wilayah atau kota, perkembangan dari kawasan permukiman sangat rentan terhadap
adanya perkembangan yang tidak terkendali dan menyebabkan munculnya permukiman
kumuh, yang seringkali berdampak lebih lanjut pada meningkatnya kesenjangan
masyarakat serta angka kriminalitas, dan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
Kota Lhoksuemawe merupakan salah satu kota yang memiliki perkembangan dan
pertumbuhan kegiatan sosial ekonomi yang cukup pesat di Provinsi Aceh. Seiring dengan
perkembangan dan pertumbuhan kegiatan sosial ekonomi tersebut, sebagaimana kota-kota
besar lainnya di Indonesia, Kota Lhokseumawe dihadapkan pula pada permasalahan
permukiman kumuh. Sesuai dengan SK Walikota Lhoseumawa N0. 561 Tahun 2014 di
tetapkan sebanyak 19 lokasi kawasan permukiman kumuh. Dari 19 lokasi kawasan kumuh
ini 3 lokasi masuk pada kelompok dengan tingkat kekumuhan tinggi, 10 lokasi dengan
tingkat kekumuhan sedang dan sisanya 6 lokasi dengan tingkat kekumuhan rendah. Adanya
kawasan permukiman kumuh merupakan potret belum tersedianya permukiman yang layak
huni bagi masyarakat baik di kota maupun di kawasan perkotaan.
Kota Lhoksuemawe menjadi salah satu kota dari 56 Lokasi Keterpaduan
Penanganan Permukiman Kumuh yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya
sebagaimana di uraikan dalam tabel I.1. Dalam prosesnuya penanganan permukiman
kumuh memerlukan instrumen utama perencanaan teknis, olehkarenanya Direktorat
Jenderal Cipta Karya bersama dengan pemerintah kabupaten/kota melakukan
pendampingan dalam penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan.
Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan disusun dalam pemenuhan beberapa
unsur sebagai berikut :
1. Percepatan penanganan permukiman kumuh perkotaan secara menyeluruh dan tuntas
bagi kawasan kumuh perkotaaan yang telah disepakati dalam SK Kumuh Walikota.
2. Terwujudnya rencana dan strategi penanganan melalui pencegahan dan peningkatan
kualitas permukiman kumuh.

Tabel I.1

Laporan Pendahuluan bab

1-2

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

56 Lokasi Keterpaduan Penanganan Permukiman Kumuh

3. Keterpaduan program/kegiatan dalam penyelesaian permasalahan permukiman kumuh


perkotaan melalui semua peran sektor ke-Cipta Karya-an
4. Meningkatkan kesadaran, pemahaman dan komitmen bersama tentang tugas dan
wewenang masing-masing pemangku kepentingan dalam upaya melakukan pengurangan
luasan kawasan permukiman kumuh perkotaan.
5. Perkuatan pemerintah kabupaten/kota melalui pelibatan aktif dalam proses
penanganan permukiman kumuh guna mewujudkan permukiman yang layak huni magi
masyarakat.
6. Peningkatan kapasitas bagi komunitas permukiman kumuh (kelompok masyarakat
KSM/CBOs/BKM) untuk dapat lebih terlibat dan memampukan diri dalam menangani
permukiman kumuh di lingkungannya melalui pola aksi partisipatif (community action
plan/CAP).

Laporan Pendahuluan bab

1-3

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

7. Keberlanjutan penanganan kawasan kumuh perkotaan yang dapat diselenggarakan


sendiri oleh kelompok swadaya masyarakat bersama dengan pemerintah
kabupaten/kota setempat baik dalam skala lingkungan/kawasan dan skala kota.
Kegiatan Perencanaan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan ini perlu disusun
dengan menempatkan prinsip peningkatan kapasitas pada tataran operasional/implementasi melalui cara pemberdayaan/perkuatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi
kepada seluruh pelaku (stakeholders), dengan tetap mengacu pada beberapa dokumen
perencanaan dan studi terkait penanganan kawasan permukiman kumuh yang telah
dihasilkan oleh Pemda, seperti Dokumen SPPIP/ RP2KP dan RPKPP.

1.2

Maksud, Tujuan dan Sasaran

Maksud dari pekerjaan adalah untuk menghasilkan suatu dokumen rencana


penyelenggaraan pembangunan kawasan permukiman perkotaan sebagai bagian dari
peningkatan kualitas lingkungan permukiman bagi kawasan permukiman kumuh perkotaan
yang diselenggarakan sebagai aksi sinergitas antar pemangku kepentingan dan
pendampingan pemerintah kabupaten/kota secara berkelanjutan.
Sedangkan yang menjadi tujuan dari dilaksanakannya pekerjaan ini adalah:
1. Melakukan identifikasi potensi dan akar permasalahan kawasan permukiman dalam
penyajian suatu profil kawasan yang mengacu kepada hasil penetapan SK Walikota
terkait kawasan kumuh.
2. Melakukan pendampingan terhadap penyusunan Dokumen Rencana Kawasan
Permukiman Kumuh Perkotaan melalui keterpaduan program semua sektor ke-Cipta
Karya-an, sebagai acuan pelaksanaan penanganan kawasan kumuh perkotaan bagi
seluruh pelaku (stakeholders) yang bersifat menyeluruh, tuntas, dan berkelanjutan
(konsep delivery system).
3. Menyusun strategi penanganan kumuh secara spasial dan tipologi kawasan, indikasi
program dan kegiatan penanganan kawasan kumuh perkotaan oleh seluruh pelaku, dan
nota kesepakatan bersama bagi seluruh pelaku dalam pengendalian pembangunan
bersama selama jangka waktu berjalan (2015-2019).
4. Menyusun Rencana Kegiatan Aksi Komunitas (community action plan) sebagai bentuk
perkuatan kapasitas Pemerintah Kota dengan kelompok masyarakat (komunitas
masyarakat BKM/KSM/CBOs) untuk dapat lebih aktif terlibat dalam menangani
permukiman kumuh di lingkungannya.
5. Menyusun Dokumen Rencana Aksi (Action Plan) yang mengacu pada RP2KP dan RPKPP,
berupa Rencana Aksi Penanganan Kawasan Kumuh dan DED kegiatan tahun pertama,
Peta Perencanaan skala 1:1000 dan 1:5000, Dokumentasi Visual dan Visualisasi 3 dimensi
Dokumen Perencanaan.
Sasaran dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
1. Tersedianya Dokumen Perencanaan Kawasan Kumuh Perkotaan sebagai acuan
pelaksanaan penanganan kawasan kumuh perkotaan bagi seluruh pelaku (stakeholders)
pelaksanaan penyelenggaran penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan yang
menyeluruh, tuntas, dan berkelanjutan (konsep delivery system).
2. Tersedianya strategi penanganan kumuh secara spatial dan tipologi kawasan, indikasi
program dan kegiatan penanganan kawasan kumuh perkotaan oleh seluruh pelaku, dan
nota kesepakatan bersama bagi seluruh pelaku dalam pengendalian pembangunan
bersama selama jangka waktu berjalan (2015-2019).

Laporan Pendahuluan bab

1-4

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

3. Tersedianya Rencana Kegiatan Aksi Komunitas (community action plan) sebagai bentuk
perkuatan kapasitas Pemerintah Kabupaten/Kota dan kelompok masyarakat (komunitas
masyarakat/BKM/KSM/CBOs) untuk dapat lebih aktif terlibat dalam menangani
permukiman kumuh di lingkungannya.
4. Tersedianya Dokumen Rencana Aksi (Action Plan) yang mengacu pada RP2KP dan RPKPP,
Peta Perencanaan skala 1:1000 dan 1:5000, Dokumentasi Visual dan Visualisasi 3 dimensi
Dokumen Perencanaan, serta DED rencana penanganan kumuh kegiatan tahun pertama
(1:200, 1:100, 1:50)

1.3

Ruang Lingkup

Ruang lingkup dalam Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP) Kota Lhokseumawe, meliputi: lingkup wilayah perencanaan dan lingkup kegiatan.
A. Lingkup Wilayah Perencanaan
Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman
Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kota Lhokseumawe, ditetapkan bahwa lingkup Wilayah
Perencanaan adalah wilayah administrasi Kota Lhoseumawe.
B. Lingkup Kegiatan Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)
Kota Lhokseumawe
Secara garis besar lingkup kegiatan dalam Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman
Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kota Lhokseumawe terdiri dari:
1) Persiapan, yaitu melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan, termasuk di dalamnya
menghadiri sosialisasi tingkat pusat, melakukan koordinasi tim untuk pelaksanaan
kegiatan, penyepakatan rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan,
penyiapan peta dasar, sampai dengan pengumpulan data dan informasi.
2) Survey dan Identifikasi,
Identifikasi untuk memahami kondisi permukiman kumuh berikut sebaran
lokasi, konstelasinya terhadap ruang kota, mengidentifikasi tipologi
permukiman kumuh, isu-isu strategis, serta potensi dan permasalahan yang
terkait dengan karakteristik sosial, ekonomi, budaya, fisik dan kelembagaan
Melakukan verifikasi lokasi permukiman kumuh sesuai dengan SK Walikota,
deliniasi kawasan dan cakupan pelayanan infrastruktur pada lokasi
permukiman kumuh
Melibatkan partisipasi aktif Badan Swadaya Masyarakat/ Kelompok Swadaya
Masyarakat dalam melakukan survey/pemetaan swadaya di kawasan
permukiman kumuh

Laporan Pendahuluan bab

1-5

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

Laporan Pendahuluan bab

1-6

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

3) Kajian dan Perumusan I,


Melakukan overview terhadap dokumen-dokumen perencanaan dan
pengaturan/studi yang terkait seperti RTRW, RDTR, SPPIP/SP2KP dan RPKPP,
Perencanaan teknis Sektoral dalam lingkup kegiatan Ke-Cipta Karya-an
kebijakan daerah dalam penanganan kumuuh serta SK Walikota tentang
penetapan Kawasan Kumuh perkotaan.
Pelaksanaan perencanaan partisipatif berupa rembuk masyarakat untuk
mengidentifikasi permasalahan dan pemetaan kondisi permukiman
Merumuskan Konsep
dan strategi penanganan, merupakan rencana
konseptual penataan kawasan permukiman kumuh yang memuat tujuan
penanganan kawasan permukiman kumuh (output dan outcome), tahapan
penanganan kawasan secara spatial, langkah-langkah strategis yang
dilakukan beserta bentuk program-program penanganan kawasan yang akan
dilakukan
Menyusun rencana kegiatan sebagai turunan dari konsep, strategi dan
program-program penanganan.
Melakukan analisis yang melibatkan partisipasi aktif kelompok swadaya
masyarakat dalam merumuskan metode penanganan kawasan pernukiman
kumuh perkotaan yang paling tepat dan implementatif sesuai dengan
kebutuhan sektor keterpaduan pelaksanaan program, serta dampak yang
ditimbulkan
dari
dilaksanakannya/indikasi
implementasi
program
penanganan kumuh.
4) FGD dan Perumusan II,
Melakukan penyusunan memorandum program sektor Cipta Karya yang
merupakan perencanaan investasi lima tahun reguler ke-Cipta Karya-an
yang terkait dengan penanganan permukiman kumuh untuk mencapai targat
0% kumuh di tahun 2019
FGD diadakan untuk memberikan pemahaman yang berkaitan dengan
kebijakan, penetapan kawasan prioritas kumuh, kesadaran terhadap
lingkungan kumuh, dukungan infrastruktur ke-Cipta Karya-an, strategi dan
pola penanganan permukiman kumuh, penyusunan kertas kerja kelompok
swadaya masyarakat, dan metode dokumentasi kegiatan.
Merumuskan draft dokumen perencanaan bersama masyarakat.
5) Kolokium,
Kolokium merupakan kegiatan monitoring dan pengendalian yang dilakukan
oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan
(PKP-PB) Provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses
penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kota
Lhokseumawe
Penajaman hasil kolokium
6) Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman,
Penyusunan Dokumen Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP) Kota Lhokseumawe,

Laporan Pendahuluan bab

1-7

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

Menyusun Rencana Aksi Mayarakat/ Community Action Plan (CAP)


Menyusun Detail Engeenering Desain (DED)

1.4

Keluaran yang Dihasilkan

Keluar yang di hasilkan dari kegiatan Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman


Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kota Lhokseumawe adalah;
1. Dokumen Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan,
Dokumen yang memuat materi berkaitan dengan;
Profil Kawasan Permukimah kumuh prioritas
Potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur
permukiman perkotaan pada kawasan permukiman kumuh prioritas
Konsep dan rencana penanganan pada kawasan permukiman kumuh prioritas
Strategi umum penterjemahan kebijakan pemerintah kota serta strategi
operasianal dalam penanganan permukinan kumuh perkotaan
Rencana aksi prohram penanganan permukiman padan kawasan permukiman
kumuh yang menjadi prioritas selama 5 tahun (2015-2019)
Memorandum/Kesepakatan program penanganan kumuh
Rencana pembangunan tahapan prioritas pertama
Penyususnan rencana penanganan DED dengan skala perencanaan 1:1000 pada
kawasan permukiman kumuh yang diprioritaskan yang akan dilakukan
pembangunannya pada tahun 2015 dan 2016
Dokumen spasial terkait dengan konsep, rencana penanganan, rencana aksi
program dalam skala:
1) Skala 1:100 atau skala 1:50 (untuk DED kawasan prioritas)
2) Skala 1:5000 (untuk kawasan prioritas)
3) Skala 1:1000 (untuk kawasan pembangunan tahun pertama)
2. Dokumen Rencana Aksi Masyarakat,
Dokumen yang memuat materi berkaitan dengan;
Proses penyelenggraan petisipatif melalui pendekatan Community Action Plan
(CAP)
Hasil pelaksanaan SKS dan penilaian mandiri komunitas
Rencana aksi masyarakat penanganan permukiman berupa rumusan skenario
pembangunan permukiman
Daftar prioritas penanganan pembangunan permukiman
Peta dan gambar pendukung
3. Dokumen Penyelenggaraan Kegiatan,
Dokumen yang memuat materi berkaitan dengan;
Notulensi dari tiap penyelenggaraan
sosialisasi

kegiatan-kegiatan penyepakatan dan

Laporan Pendahuluan bab

1-8

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

Absensi dan daftar tiap penyelenggaraan kegiatan penyepakatan dan sosialisasi


Materi yang disampaikan dan
Bentuk-bentuk kesepakatan yang di hasilkan.
4. Dokumen Rencana Detail Engeenering Desain (DED),
Dokumen yang memuat materi berkaitan dengan;
Rencana DED infrastruktur permukiman untuk kawasan permukiman kumuh
prioritas untuk kawasan pembangunan tahun 2016
Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Site Plan kawasan permukiman kumuh prioritas termasuk kawasan
pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan tahun 2015 dan 2016
Gambar kerja/detail desain yang implementatif (skala 1:100 dan 1: 50)
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dari paket-paket pekerjaan tersebut di atas (OE)
Visualisasi 3 dimensi (3D) dari rencana yang disusun

1.5

SISTEMATIKA LAPORAN PENDAHULUAN

Sistematika laporan pendahuluan kegiatan Penyusunan Rencana Kawasan


Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kota Lhokseumawe, disusun sebagai berikut:
BAB I

PENDAHULUAN
Bab ini berisi hal-hal yang melatarbelakangi Penyusunan Rencana Kawasan
Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kota Lhokseumawe meliputi: latar
belakang, maksud, tujuan dan sasaran, ruang lingkup, keluaran yang dihasilkan,
dan sistematika pembahasan laporan pendahuluan.

Bab II

PEMAHAMAN TERHADAP RENCANA KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH


PERKOTAAN (RKP-KP)
Bab ini menjelaskan mengenai permasalahan permukiman kumuh dan
kebutuhan penangannya, Kedudukan RKP-KP dalam kerangka pembangunan
permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, serta identifikasi dan
indikator permukiman kumuh.

Bab III

GAMBARAN UMUM KOTA LHOSEUMAWE DAN PROFIL KAWASAN KUMUH


Bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum Kota Lhoseumawe, Kebijakan
penataan ruang (RTRW) Kota Lhoseumawe terkait kebijakan pengembangan
kawasan permukiman, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota
Lhoseumawe berkaitan dengan pengembangan kawasan permukiman dan uraian
mengenai profile kawasan kumuh di Kota Lhoseumawe.

Bab IV

METODOLOGI
Bab ini menjelaskan mengenai metodologi (metoda pendekatan, pengumpulan
data, dan metoda analisa) dalam kegiatan Penyusunan Rencana Kawasan
Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kota Lhokseumawe.

Bab V

RENCANA KERJA

Laporan Pendahuluan bab

1-9

Penyusunan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP)


Kota Lhokseumawe

Bab ini menjelaskan mengenai tahapan kerja dalam kegiatan Penyusunan


Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKP-KP) Kota Lhokseumawe,
meliputi: tahap pelaksanaan pekerjaan, tahap pelaporan dan jadwal
pelaksanaan pekerjaan.

Laporan Pendahuluan bab

1 - 10