Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Salsabila Firdausia
NIM : 15114007
Tugas Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi untuk Keunggulan Kompetitif


Perusahaan dan lingkungannya
Sistem fisik perusahaan merupakan sebuah sistem terbuka dimana ia
berhadapan dengan lingkungannya. Sebuah perusahaan mengambil sumber
daya dari lingkungannya, mengubah sumber daya tersebut menjadi produk dan
jasa dan mengembalikan sumber daya yang telah diubah kembali ke lingkungan.
Mengelola Aliran Sumber Daya Fisik Manajemen Rantai Pasokan
(Supply Chain Management)
Jalur yang memfasilitasi aliran sumber daya fisik dari pemasok terhadap
perusahaan dan selanjutnya kepada pelanggan siebut juga rantai pasokan
(Supply Chain). Aliran sumber daya melalui rantai pasokan harus dikelola untuk
memastikan bahwa aliran tersebut terjadi dengan cara yang tepat dengan efektif
dan efisien; proses ini bisa disebut juga dengan manajemen rantai pasokan
(supply chain management). Management rantai pasokan terdiri dari
aktivitas-aktivitas berikut ini :
Meramalkan permintaan pelanggan
Membuat jadwal produksi
Menyiapkan jaringan transportasi
Memesan persediaan pengganti dari pemasok
Meneriman persediaan dari pemasok
Mengelola persediaan- bahan mentah, barang dalam proses, dan barang
jadi
Melakukan produksi
Melakukan transportasi sumber daya kepada pelanggan
Melacak aliran sumber daya dari dari pemasok, di dalam perusahaan, dan
kepada pelanggan
Sistem informasi perusahaan ini dapat digunakan dalam melakukan tiap-tiap
aktivitas diatas.
Keunggulan kompetitif
Seiring dengan kebutuhan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan
produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan akan berusaha mendapatkan
keunggulan diatas para pesaingnya. Satu hal yang tidak selalu jelas adalah
banyak fakta bahwa sebuah perusahaan dapat mencapai kenggulan kompetitif
melalui sumber daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi, keunggulan
kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk
mendapatkan pengungkitan (leverage) di dalam pasar. Perusahaan juga

menggunalan sumber daya virtual sekaligus fisik


strategi perusahaan.

untuk memenuhi tujuan

Tantangan dari pesaing-pesaing Global


Perusahaan multinasional (multinational coorporation), adalah sebuah
perusahaan yang beroperasi, lintas produk, pasar, negara dan budaya.
Perusahaan multinasional terdiri atas perusahaan Induk dan sekelompok anak
perusahaan. Anak perusahaan tersebut dapat tersebar secara geografis dan
masing-masing dapat memiliki sasaran , kebijakan dan prosedurnya sendiri.
Persaingan global tidak hanya terjadi dalam organisasi- organisasi saja. Kalangan
profesional dan staf yang bekerja di negara lain yang bersaing untuk pekerjaan
yang sama seperti yang terjadi di negara tuan rumah juga dapat dianggap
sebagai pesaing.
Tantangan Dalam Mengembangkan Sistem Informasi Global
Pengembangan semua jenis sistem informasi dapat menjadi sebuah
tantangan, tetapi ketika sistem yang dibuat mencakup batas internasional, para
pengembangnya harus mengatasi beberapa kendala yang unik. Istilah sistem
informasi global (global information system-GIS) diberikan untuk suatu
sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang melintasi batas
negara. Berikut adalah beberapa kendala yang harus dihadapi oleh pengembang
sistem informasi global :
A. Kendala kendala politis
Adanya pembatasan yang menjadikan induk perusahaan kesulitan
memasukkan anak perusahaan tersebut ke dalam jaringan. Salah satu
pembatasannya adalah keterbatasan informasi berkecepatan tinggi.
B. Rintangan Budaya dan Komunikasi
Pelaku Sistem Informasi global harus konsisten terhadap penggunaan
bahasa dan juga budaya, ada beberapa negara yang menganggap
penggunaan teknologi merupakan salah satu simbol dari struktur sosial.
C. Masalah-masalah teknologi
Kendala dalam teknologi umumnya menyangkut soal keterbatasa sumber
seperti listrik dan peranti keras, ada beberapa negara yang membatasi
impor terhadap produk- produk peranti keras.
D. Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahaan
Manajemen kantor anak perusahaan sering kali ikut menjadi masalah.
Beberapa merasa bisa mandiri tanpa dukungan Induk Perusahaan.
Manajemen Pengetahuan
Sumber daya informasi sebuah perusahaan terdiri atas :
1. Peranti keras komputer
2. Peranti Lunak komputer
3. Spesialis informasi
4. Pengguna
5. Fasilitas
6. Database
7. Informasi
Ketika manajer memutuskan menggunakan informasi guna mencapai
keunggulan kompetitif, mereka harus mengelola sumber daya ini untuk meraih
hasil yang diinginkan. Informasi seperti sumber daya lainnya, memerlukan data

manajemen. Para manajer memastikan bahwa data mentah yang dikumpulkan


dan kemudian di proses menjadi informasi yang bermanfaat. Manajer kemudian
memastikan bahwa individu-individu yang tepat akan menerima informasi dalam
bentuk dan waktu yang tepat sehingga dapat ia pergunakan. Terakhir manajer
akan membuang informasi
yang telah lewat masa manfaatnya dan
menggantinya dengan informasi terbaru yang lebih akurat. Semua aktivitas
mengakuisisi data, memproses data menjadi informasi, menggunakan dan
mengkomunikasikan informasi dengan cara yang paling efektif dan menghapus
informasi pada waktu yang tepat disebut manajemen pengetahuan ( knowledge
management).

Perencanaan Strategis Untuk Sumber Daya Informasi


Perusahaan- perusahaan pertama yang menggunakan komputer
menempatkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya informasi ditangan
sebuah unit khusus yang terdiri atas para profesional informasi. Unit ini disebut
sebagai layanan informasi (information services), dikelola oleh seorang manajer
yang mungkin memiliki status wakil presiden. Praktik yang diterima dewasa ini
adalah membuat layanan informasi sebagai suatu area bisnis yang utama dan
memasukkan manajer puncaknya di dalam eksekutif senior, seperti komite
eksekutif yang melakukan pengambilan-pengambilan keputusan penting bagi
perusahaan.

Pembuatan Relasi Pada Database Kasus Tertentu


Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity
Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk
memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System
Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system.
Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar
untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang
dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan
model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk
database.

Daftar Pustaka :
Managemen Information Systems
Sistem Informasi Manajemen Edisi 10, Raymond Mc Leod, Jr. & George P.
Schell.
Penerbit Salemba 4.