Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH BIOSTATISTIK LANJUT

Uji t Dependent dan t Independent

Oleh :
1. Febriana Dwi Arrum Sari
2. Diah Himmatul Aliyah
3. Moh. Cahyo Utomo

(A2A013009)
(A2A013015)
(A2A013040)

MATA KULIAH BIOSTATISTIK LANJUT


Dosen Pengampu Rahayu Astuti

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
SEPTEMBER 2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, penyusun
masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan Makalah Biostatistik Lanjut Uji t
Dependent dan Independent . Penyusun menyajikan makalah ini berdasarkan diskusi dan
beberapa sumber.
Penyusunan laporan ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Biostatistik Lanjut di Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Semarang.
Dalam penulisan laporan ini penyusun menyampaikan ucapan terima kasih yang tak
terhingga kepada:
1. Ibu Rahayu Astuti, selaku dosen pengampu pada mata kuliah Biostatistik Lanjut.
2. Rekan-rekan semua yang mengikuti perkuliahan Biostatistik Lanjut.
3. Keluarga yang selalu mendukung penyusun.
4. Semua pihak yang ikut membantu penyusunan Makalah Biostatistik Lanjut Uji t
Dependent dan Independent, yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dan semua yang
membaca

serta mudah-mudahan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada

pembaca. Dalam penyusunan makalah ini penyusun merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang
dimiliki penyusun.

Penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dalam

laporan selanjutnya.

Semarang, 28 September 2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Saat ini, statistik sering juga disebut metode statistik, memainkan peran semakin
penting di hampir semua tahap usaha manusia. Mula-mula statistik hanya menyangkut
urusan-urusan negara. Menurut sejarah, kata statistik diambil dari bahasa latin status
yang berarti negara. Untuk beberapa dekade statistika hanya dikaitkan dengan penyajian
fakta-fakta dan angka-angka tentang siatuasi perekonomian, kependudukan dan politik yang
terjadi di suatu negara. Namun sekarang telah diperlukan oleh seluruh aspek kehidupan
seperti kedokteran, bisnis, pertanian, hukum dan lain-lain.
1.2
Rumusan Masalah
- Apa itu Uji t Dependen dan Independen?
- Apa kriteria dan prinsip pengujian Uji t Dependen dan Independen?
- Bagaimana contoh kasus dan perhitungan Uji t Dependen dan Independen
1.3
Tujuan Penulisan
- Mahasiswa mampu mengetahui pengertian itu Uji t Dependen dan Independen
- Mahasiswa mampu mengetahui kriteria dan prinsip pengujian Uji t Dependen dan
-

Independen
Mahasiswa mampu memahami contoh kasus dan perhitungan Uji t Dependen dan
Independen

BAB II
PEMBAHASAN
3

1. Uji t Sampel Independen


a. Pengertian
Uji t untuk sampel independen merupakan prosedur uji t untuk sampel bebas
dengan membandingkan rata-rata dua kelompok kasus. Kasus yang diuji bersifat
acak. Pengujian hipotesis dengan distribusi t adalah pengujian hipotesis yang
menggunakan distribusi t sebagai uji statistik. Tabel pengujian disebut tabel tstudent.
b. Kriteria data untuk uji t sampel independen :
- Data untuk dua sampel bersifat independen
- Sampel acak dari distribusi normal/sinitris
- Variabel yang hubungkan berbentuk numerik untuk variabel dependent dan
kategorik dengan hanya dua kelompok untuk variabel independen
c. Prinsip Pengujian
Untuk melihat perbedaan variasi kedua kelompok data.
Uji t untuk Varian Sama
Untuk varian yang sama maka bentuk ujainya sebagai berikut:

t =
df =

X 1 X 2

; Sp =

Sp ( 1/n1 ) + ( 1/n2 )

( n11 ) S 1 + ( n2 1 ) S 2
n1 +n 22

n1 +n22

Keterangan :
n1 dan n2 = jumlah sampel kelompok 1 dan 2
S dan S2 = standar deviasi sampel kelompok 1 dan 2
df
= derajat kebebasan
Sp
= varian populasi

Uji untuk Varian Berbeda


X 1 X 2

t =

( S /n ) + ( S
1

/n2 )

d. Contoh Kasus
Seorang peneliti ingin membuktikan apakah rata-rata tekanan darah orang yang
mengkonsumsi alkohol lebih tinggi daripada rata-rata tekanan darah orang yang
tidak mengkonsumsi alkohol. Setelah diambil sampel secara acak terhadap 15
orang yang mengkonsumsi alkohol dan 20 orang yang tidak mengkonsumsi.
Didapatkan hasil bahwa rata-rata tekanan darah orang yg mengkonsumsi alkohol
135,5 mmHg dengan standar deviasi 7,0 mmHg sedangkan rata-rata tekanan darah

orang yang tidak mengkonsumsi alkohol 122,5 mmHg dengan standar deviasi 6,0
mmHg. Ujilah pernyataan tersebut dengan alpha 5%
e. Perhitungan
Uji Kesamaan Varian
1. Buat Hipotesis nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha)
1= 2
Ho :
(varian tekanan darah orang yang minum alkohol sama dengan

Ha :

1 2

varian tekanan darah orang yang tidak minum alkohol)

(varian tekanan darah orang yang minum alkohol tidak sama

dengan varian tekanan darah orang yang tidak minum alkohol)


2. Derajat kemaknaan : = 5%
3. Uji Statistik Uji F
S 1 /S 2
F hitung =
= (7,0) / (6,0)
= 1,36
4. Daerah Kritis : Ho ditolak jika
F hitung F tabel
n
F tabel pembilang = 1 - 1 = 15 1 = 14
penyebut =

n21

= 201=19

= 5%

F tabel = 2,39
5. Keputusan
Karena F hitung (1,36) F tabel (2,39) maka Ho gagal ditolak
6. Lakukan uji t dengan asumsi varian sama

Uji t Independen dengan Asumsi Varian Sama


1. Buat Hipotesis nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha)
1=2
Ho :
(rata-rata tekanan darah orang yang minum alkohol sama
dengan rata-rata tekanan darah orang yang tidak minum
Ha :

1 > 2

alkohol)

(rata-rata tekanan darah orang yang minum alkohol lebih


besar dengan varian tekanan darah orang yang tidak minum

alkohol)
2. Uji Statistik t test dengan = 5%
3. Perhitungan

Sp =

( n11 ) S 1 + ( n2 1 ) S 2
n1 +n 22

( 151 ) (7,0 ) + ( 201 ) (6,0)


15+ 202

Sp =

Sp = 6,44
t

X 1 X 2

Sp ( 1/n1 ) + ( 1/n2 )

135,5122,5
6,44 ( 1/14 )+ ( 1/19 )

13
2,268

= 5,73

= 41,5

4. Keputusan:
Karena | t | hitung (5,73) t tabel (1,697) maka Ho ditolak
5. Kesimpulan
Rata-rata tekanan darah ornag yang mengkonsumsi alkohol lebih tinggi
dibanding rata-rata tekanan darah orang yang tidak mengkonsumsi
alkohol.

2. Uji T Sampel Dependen (Berpasangan)


a. Pengertian
Uji ini untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua kelompok data yang
dependen. Misalnya untuk mengetahui apakah ada perbedaan berat badan sebelum
mengikuti proram diet dan berat badan setelah mengikuti program diet.
b. Kriteria data untuk uji t sampel independen :
Sama seperti uji T independen, uji T dependen memiliki asumsi yang harus
dipenuhi, yaitu :
- Datanya berdistribusi normal.
- Kedua kelompok data dependen (berpasangan)
c. Variabel yang dihubungkan berbentuk numerik dan Rumus yang digunakan,
sebagai berikut :
d

t =

SDd n

Keterangan :
d
= rata-rata deviasi (selisih sampel sebelum dan sampel sesudah)
SDd
= standar deviasi dari d (selisih sampel sebelum dan sampel sesudah)
n
= banyaknya sampel
d. Contoh Kasus
Data sampel terdiri atas 10 pasien pria mendapat obat captoril dengan dosis
6,25mg. Pasien diukur tekanan darah sistolik sebelum pemberian obat dan 60
menit sesudah pemberian obat. Peneliti ingin mengetahui apakah pengobatan
6

tersebut efektif untuk menurunkan tekanan darah pasien-pasien tersebut dengan


alpha 5%. Adapun data hasil pengukuran adalah sebagai berikut.
Sebelum ( X 1 )

Pasien

Sesudah ( X 2 )

Beda (d)
(X 2 X 1)

175

140

-35

179

143

-36

165

135

-30

170

133

-37

162

162

180

150

-30

177

182

178

150

-28

140

175

35

10
d rata-rata

176

160

16

= -17,2

SDd

= 23,62

= 10

1. Buat Hipotesis nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha)


12=0
Ho :
(tidak ada perdedaan tekanan darah sebelum dan sesudah

Ha :

pemberian obat captoril)


12 0
(ada perdedaan tekanan darah sebelum dan sesudah

pemberian obat captoril)


2. Uji Statistik t test dengan = 5%
3. Perhitungan

t =

d
SDd n

17,2
23,62 10

17,2
7,469

= -2,302
4. Keputusan
Karena | t | hitung (2,302) t tabel (1,833) maka Ho Ditolak
5. Kesimpulan
Ada perdedaan yang signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian
obat captoril pada pria.

BAB III
PENUTUP