Anda di halaman 1dari 36

Bab I

PENDAHULUAN
1.1

latar belakang
Standar akuntansi digunakan untuk keseragaman laporan keuangan, laporan keuangan
yang relevan dan reliable (representational faitfullness), memudahkan penyusun laporan
keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusu,
memudahkan auditor dalam mengaudit, memudahkan pembaca laporan keuangan untuk
menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. Dalam
laporan keuangan kita mengenal standar akuntansi yaitu ETAP dan IFRS. SAK ETAP yang
merupakan kepanjangan dari Standar akuntansi keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik ditetapkan oleh ikatan akuntansi indonesia untuk perusahaan kecil dan menengah.
SAK ETAP ini dimaksudkan agar semua unit usaha menyusun laporan keuangan sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan.
SAK ETAP diluncurkan pada tanggal 17 July 2009. Sesuai dengan ruang lingkup
SAK ETAP maka Standar ini dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas
publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik yang dimaksud adalah entitas yang tidak memiliki
akuntabilitas publik signifikan; dan tidak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum
(general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal
adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga
pemeringkat kredit.
Lebih lanjut ruang lingkup standar ini juga menjelaskan bahwa Entitas dikatakan
memiliki akuntabilitas publik signifikan jika proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada
otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau
entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat,
seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan
bank investasi.
IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk
memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap
kurangnya transparansi informasi keuangan. IFRS merupakan standar akuntansi internasional
yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi
Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama
dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC),
Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal
(IFAC).
IFRS hanya di adopsi oleh psak menggunakan Principles Base : Lebih
menekankan pada intepretasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit
penerapan prinsip tersebut. Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan
evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi. Membutuhkan
profesional judgment pada penerapan standar akuntansi. Banyak menggunakan fair value
1

dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu
kompetensi) atau menggunakan jasa penilai
Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun
kualitatif. Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia
menggunakan IFRS melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan lokal.
Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan
SAK merencanakan tahun 2012 akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati
konvergensi penuh kepada IFRS. Dari data-data di atas kebutuhan Indonesia untuk turut serta
melakukan program konverjensi tampaknya sudah menjadi keharusan jika kita tidak ingin
tertinggal. Sehingga, dalam perkembangan penyusunan standar akuntansi di Indonesia oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan
penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting
Standards Board (IASB). Standar akuntansi keuangan nasional saat ini sedang dalam proses
secara bertahap menuju konverjensi secara penuh dengan International Financial Reporting
Standards yang dikeluarkan oleh IASB.

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja


keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna
dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta
laporan keuangan khusus
untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Dalam memenuhi tujuannya, laporan
keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau
pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Ruang lingkup PSAK 45 Organisasi Nir Laba yaitu pada tahun 2010 dapat
diterapkan oleh lembaga pemerintah, dan unit-unit sejenis lainnya sepanjang tidak menentang
peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Dan psak 45 pada tahun 1997 ruang lingkup
tidak berlaku bagi pemerintah, departemen, dan unit-unit sejenis lainnya. Mengatur pelaporan
organisasi nir laba. Pengaturan untuk pengakuan, penyajian dan pengungkapan mengikuti
standar yang lain. Internasional IPSAS / International Public Sector Accounting
Standards.
1.1 Rumusan Masalah
a. Bagaimana pelaporan keuangan ETAP dan nirlaba
b. Bagaimana perbedaan standar akuntansi untuk ETAP dengan IFRS
c. Bagaimana penerapan standar akuntansi untuk ETAP ?
1.2 Tujuan
a. Untuk mengetahui pelaporan keuangan ETAP dan nirlaba
b. Untuk mengetahui perbedaan standar akuntansi untuk ETAP dengan IFRS
c. Untuk mengetahui penerapan standar akuntansi untuk ETAP

BAB II
2

ISI
2.1
2.1.1

Pelaporan Keuangan ETAP dan Pelaporan Keuangan Nirlaba


Pelaporan Keuangan ETAP
Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 17 Juli lalu telah meluncurkan standar
akuntansi ETAP (SAK-ETAP) yang ditunjukan untuk Usaha Kecil dan Menengah. Nama
standard ini sedikit unik karena exposure draftnya diberi nama Standar Akuntansi UKM
(Usaha Kecil dan Menengah), namun mengingat definisi UKM sendiri sering berubah, maka
untuk menghindari kerancuan, standard ini diberi nama SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik. Apabila SAK-ETAP ini telah berlaku efektif, maka perusahaan kecil seperti UKM
tidak perlu membuat laporan keuangan dengan menggunakan PSAK umum yang berlaku. Di
dalam beberapa hal SAK ETAP memberikan banyak kemudahan untuk perusahaan
dibandingkan dengan PSAK dengan ketentuan pelaporan yang lebih kompleks. Sesuai
dengan ruang lingkup SAK-ETAP maka Standar ini dimaksudkan untuk digunakan oleh
entitas tanpa akuntabilitas publik. Tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan berarti
suatu entitas dikatakan memiliki akuntabilitas yang signifikan jika:
a. Entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran atau entitas dalam proses
pengajuan pernyataan pendaftaran pada otoritas pasar modal (BAPEPAM-LK) atau
regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal. Oleh sebab itu Bapepam
sendiri telah mengeluarkan surat edaran (SE) Bapepam-LK No. SE-06/BL/2010 tentang
larangan penggunaan SAK ETAP bagi lembaga pasar modal, termasuk emiten,
perusahaan publik, manajer investasi, sekuritas, asuransi, reksa dana, dan kontrak
investasi kolektif.
b. Entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar
masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan/atau pedagang efek, dana
pensiun, reksa dana, dan bank investasi.
c. Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial
statements) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah:
1. Pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha;
2. Kreditur
3. Lembaga pemeringkat kredit.
Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifkan dapat menggunakan SAK ETAP
jika otoritas berwenang membuat regulasi yang mengizinkan penggunaan SAK ETAP.
Contohnya Bank Perkreditan Rakyat yang telah diijinkan oleh Bank Indonesia menggunakan
SAK ETAP mulai 1 Januari 2010 sesuai dengan SE No. 11/37/DKBU tanggal 31 Desember
2009. SAK-ETAP ini akan berlaku efektif per 1 Januari 2011 namun penerapan dini per 1
Januari 2010 diperbolehkan. Entitas yang laporan keuangannya mematuhi SAK ETAP harus
membuat suatu pernyataan eksplisit dan secara penuh (explicit and unreserved statement) atas
kepatuhan tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan tidak boleh
menyatakan mematuhi SAK ETAP kecuali jika mematuhi semua persyaratan dalam SAK
ETAP. Apabila perusahaan memakai SAK-ETAP, maka auditor yang akan melakukan audit di
perusahaan tersebut juga akan mengacu kepada SAK-ETAP.

Mengingat kebijakan akuntansi SAK-ETAP di beberapa aspek lebih ringan daripada PSAK,
maka terdapat beberapa ketentuan transisi dalam SAK-ETAP yang cukup ketat:
1. Pada BAB 29 misalnya disebutkan bahwa pada tahun awal penerapan SAK-ETAP, yakni 1
January 2011
2. Entitas yang memenuhi persyaratan untuk menerapkan SAK ETAP dapat menyusun
laporan keuangan tidak berdasarkan SAK-ETAP, tetapi berdasarkan PSAK non- ETAP
sepanjang diterapkan secara konsisten. Entitas tersebut tidak diperkenankan untuk
kemudian menerapkan SAK ETAP ini untuk penyusunan laporan keuangan berikutnya.
3. Per 1 Januari 2011, perusahaan yang memenuhi definisi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
harus memilih apakah akan tetap menyusun laporan keuangan menggunakan PSAK atau
beralih menggunakan SAK-ETAP.
4. Entitas yang menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP kemudian tidak
memenuhi persyaratan entitas yang boleh menggunakan SAK ETAP, maka entitas tersebut
tidak diperkenankan untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK-ETAP. Hal ini
misalnya ada perusahaan menengah yang memutuskan menggunakan SAK-ETAP pada
tahun 2011, namun kemudian mendaftar menjadi perusahaan public di tahun berikutnya.
Entitas tersebut wajib menyusun laporan keuangan berdasarkan PSAK non-ETAP dan
tidak diperkenankan untuk menerapkan SAK ETAP ini kembali.
5. Entitas yang sebelumnya menggunakan PSAK non-ETAP dalam menyusun laporan
keuangannya dan kemudian memenuhi persyaratan entitas yang dapat menggunakan SAK
ETAP, maka entitas tersebut dapat menggunakan SAK ETAP ini dalam menyusun laporan
keuangan.
Manfaat SAK ETAP
Dengan adanya SAK ETAP diharapkan perusahaan kecil dan menangah dapat untuk
menyusun laporan keuangannya sendiri juga dapat diaudit dan mendapatkan opini audit,
sehingga perusahaan dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana
untuk pengembangan usahanya.
Manfaat lain dari SAK ETAP antara lain :
1. Lebih mudah implementasinya dibandingkan PSAK-IFRS karena lebih sederhana
2. Walaupun sederhana namun tetap dapat memberikan informasi yang handal dalam
penyajian laporan keuangan
3. Disusun dengan mengadopsi IFRS for SME dengan modifikasi sesuai dengan kondisi di
Indonesia serta dibuat lebih ringkas
4. SAK ETAP masih memerlukan profesional judgement namun tidak sebanyak untuk PSAKIFRS
5. Tidak ada perubahan signifikan dibandingkan dengan PSAK lama, namun ada beberapa hal
yang diadopsi/modifikasi dari IFRS/IAS
Perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik :
Perusahaan kecil yang memiliki saham di pasar modal.
Perusahaan manufaktur besar (bukan emiten).
4

Bank umum besar (bukan emiten).


Entitas yang bisnis satu-satunya adalah pendapatan bunga atas uang yang dipinjamkan
kepada nasabah. Entitas ini memperoleh semua dana dari seorang pemilik yang
milyuner.
BUMD PDAM, RS Daerah
Universitas Negeri.

BAB ISI

BAB

ISI

Ruang Lingkup

16

Aset Tidak Berwujud

Konsep dan Prinsip Pervasive

17

Sewa

Penyajian Laporan Keuangan

18

Kewajiban Diestimasi dan Kontijensi

Neraca

19

Ekuitas

Laporan Laba Rugi

20

Pendapatan

Laporan Perubahan Ekuitas

21

Biaya Pinjaman

Laporan Arus Kas

22

Penurunan Nilai Aset

Catatan atas Laporan Keuangan

23

Imbalan Kerja

Kebijakan
Akuntansi,
Perubahan24
Kebijakan Akuntansi
dan Koreksi
Kesalahan

Pajak Penghasilan

10

Investasi pada Efek Tertentu

25

Mata Uang Pelaporam

11

Persediaan

26

Transaksi dalam Mata Uang Asing

12

Investasi pada Entitas Asosiasi dan27


Entitas Anak

Peristiwa
Pelaporan

13

Investasi pada Joint Venture

28

Pengungkapan
Pihak-pihak
yang
Mempunyai Hubungan Istimewa

14

Properti Investasi

29

Ketentuan Transisi

15

Aset Tetap

30

Tanggal Efektif

setalah

Akhir

Periode

Daftar Istilah

PENJELASAN
1. Ruang Lingkup
6

SAK ETAP, dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
(ETAP), yaitu entitas yang: Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan Menerbitkan
laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal Entitas dengan akuntabilitas
publik signifikan Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses
pengajuan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan
efek di pasar modal; atauMenguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok
besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau pedagang efek, dana
pensiun, reksa dana dan bank investasi. Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan
dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan
penggunaan SAK ETAP. Contoh: Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bagaimana akuntabilitas
publik Perusahaan kecil yang memiliki saham di pasar modal Perusahaan manufaktur besar
(bukan emiten). Bank umum besar (bukan emiten). Entitas yang bisnis satu-satunya adalah
pendapatan bunga atas uang yang dipinjamkan kepada nasabah. Entitas ini memperoleh
semua dana dari seorang pemilik yang milyuner.
2. Konsep dan Prinsip Pervasif
Konsep dan prinsip pervasif merupakan KDPPLK (Kerangka Dasar Penyajian dan
Pengukuran LK) untuk ETAP. Karakteristik kualitatif informasi dalam laporan keuangan :
Dapat dipahami, relevan, materialitas, keandalan, substansi
mengungguli
bentuk,
pertimbangan sehat, kelengkapan, dapat dibandingkan, tepat waktu, keseimbangan antara
biaya dan manfaat. Posisi keuangan: aset, kewajiban, ekuitas, Kinerja keuangan: pendapatan
dan beban. Pengakuan : probabilitas manfaat ekonomi masa depan dan keandalan
pengukuran. Pengukuran unsur-unsur laporan keuangan : biaya historis dan nilai wajar.
Prinsip pengakuan dan pengukuran berpengaruh luas (Pervasif) : dalam hal tidak ada
pengaturan tertentu dalam SAK ETAP mengikuti aturan hirarki. Dasar akrual. Saling hapus
tidak diperkenankan

3. Laporan keuangan untuk tujuan umum


Laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar
pengguna laporan keuangan, misalnya:
pemegang saham,
kreditor,
pekerja,
masyarakat dalam arti luas
4. Penyajian laporan keuangan
Penyajian wajar
7

Kepatuhan terhadap SAK ETAP


Kelangsungan usaha
Frekuensi pelaporan
Penyajian yang konsisten
Informasi komparatif
Materialitas dan agregasi
Laporan keuangan lengkap
Identifikasi laporan keuangan

Penyajian wajar posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas.

Entitas yang menggunakan SAK ETAP harus secara eksplisit menyatakan secara
penuh atas kepatuhan terhadap SAK ETAP dalam catatan laporan keuangan.

Entitas harus menilai kelangsungan usaha pada saat menyusun laporan keuangan

Entitas menyajikan laporan keuangan minimal satu kali dalam setahun.

Informasi komparatif dengan periode sebelumnya

Pos-pos yang material disajikan terpisah.

Laporan keuangan lengkap


Neraca (Bab 4)
Laporan laba rugi (Bab 5)
Laporan perubahan ekuitas (Bab 6)
Laporan arus kas (Bab 7)
Catatan atas laporan keuangan (Bab 8)

Identifikasi secara jelas setiap komponen laporan keuangan.

Informasi berikut, jika perlu, pada setiap halaman:


Nama entitas pelapor dan perubahan dalam nama tersebut sejak laporan
periode terakhir
Tanggal atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan, mana yang lebih
tepat bagi setiap komponen laporan keuangan;

Mata uang pelaporan, seperti didefinisikan dalam Bab 25 Mata Uang


Pelaporan;
Pembulatan angka yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.

Catatan laporan keuangan:


Domisili , bentuk hukum dan alamat kantor yang terdaftar
Penjelasan sifat operasi dan aktivitas utama

5. Neraca
Penyajian
Klasifikasi aset lancar dan aset tidak lancar
Klasifikasi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang
Kecuali jika memberikan informasi yang andal dan relevan dapat berdasarkan
likuiditas

Menyajikan aset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu.

Minimal mencakup pos-pos:


kas dan setara kas,
piutang usaha dan piutang lain-lain,
persediaan,
properti investasi,
aset tetap,
aset tidak berwujud,
utang usaha dan utang lainnya,
aset dan kewajiban pajak,
kewajiban diestimasi
ekuitas.
Urutan dan format pos tidak ditentukan oleh SAK ETAP
Informasi disajikan di Neraca atau CALK

kelompok aset tetap;


9

jumlah piutang usaha, piutang dari pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa,
pelunasan dipercepat dan jumlah lainnya;

Rincian persediaan

Kewajiban imbalan kerja dan kewajiban diestimasi lainnya

6. Laporan Laba Rugi


Menyajikan laporan laba rugi suatu periode tertentu yang menunjukan kinerja keuangan
selama periode tersebut.
Pos minimal:
Pendapatan
beban keuangan
bagian laba atau rugi investasi (metode ekuitas)
beban pajak
laba atau rugi bersih
Entitas dapat menyajikan beban berdasarkan
Sifat beban
beban bahan baku
beban tenaga kerja
beban penyusutan
beban sewa ruangan
beban listrik
beban operasi lainnya
Fungsi beban
beban pokok penjualan
beban pemasaran
beban umum dan administrasi
beban operasi lainnya
7. Alternatif Penyajian
10

Entitas dapat menyajikan: Laporan perubahan ekuitas, Laporan laba rugi dan saldo
laba jika perubahan pada ekuitas hanya berasal dari laba atau rugi, pembayar dividen,
koreksi kesalahan periode lalu dan perubahan kebijakan akuntansi. Menyajikan: Laba
rugi tahun berjalan Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas. Pengaruh
perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Rekonsiliasi jumlah tercatat awal
dan akhir periode dari komponen ekuitas.
8. Laporan Arus Kas
Menyajikan informasi arus kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas
pendanaan. Aktivitas operasi hanya dapat disajikan secara tidak langsung. Bunga dan dividen
harus diungkap secara terpisah secara konsisten sebagai aktivitas operasi, investasi atau
pendanaan. Pajak penghasilan diungkapkan terpisah sebagai aktivitas operasi kecuali dapat
secara spesifik diidentifikasi sebagai aktivitas investasi atau pendanaan. Transaksi non kas
tidak dapat disajikan dalam laporan arus kas. Klasifikasi adalah Aktivitas operasi adalah
aktivitas penghasil utama pendapatan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas
lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Aktivitas investasi
adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak
termasuk setara kas. Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan
perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.
9. Catatan atas laporan keuangan
Berisi informasi tambahan, penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam
laporan keuangan. Harus mengungkapkan: dasar penyusunan laporan keuangan . kebijakan
akuntansi yang signifikan informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan,
tapi relevan untuk memahami laporan keuangan. Disajikan secara sistematis dan merujuk
silang ke pos-pos dalam laporan keuangan. Merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangn Menjelaskan informasi umum tentang perusahaan Kebijakan akuntansi yang
dipilih oleh mengikuti ketentuan dalam bab yang ada. Penjelasan rinci / data detail mengenai
angka dalam laporan keuangan. Informasi tambahan mengenai transaksi atau akun tertentu:
Utang tingkat bunga, kreditor, jumlah utang, jatuh tempo, jaminan yang digunakan
Investasi nama perusahaan, jumlah kepemilikan, akuisisi, dll Pajak jumlah pajak
dibayarkan, utang pajak. Informasi penting yang diharuskan oleh standar. Transaksi
hubungan istimewa. Kontijensi. Kontrak kerjasama
10. Investasi Efek Tertentu
Efek adalah surat berharga utang atau ekuitas. Klasifikasi pada saat perolehan
berdasarkan tujuan manajamen:
dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity),
diperdagangkan (trading), tersedia untuk dijual (available for sale), HTM disajikan sebesar
biaya perolehan dikurangi amortisasi premi atau diskonto, Trading disajikan sebesar nilai
wajar pada tanggal neraca, AFS dinilai pada nilai wajar pada tanggal neraca

Penyajian di neraca (classified balance sheet):


11

Trading sebagai aset lancar


HTM dan AFS sebagai aset lancar atau tidak lancar berdasarkan keputusan
manajemen, kecuali akan jatuh tempo pada tahun berikutnya harus sebagai
aset lancar.

Laporan arus kas:


Trading: arus kas operasi
AFS dan HTM: arus kas investasi

11. Persediaan
Untuk dijual dalam kegiatan usaha normal. Dalam proses produksi untuk kemudian
dijual. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau
pemberian jasa Biaya perolehan persediaan mencakup seluruh biaya pembelian, biaya
koversi, dan biaya lainnya yang terjadi untuk membawa persediaan ke kondisi dan lokasi
sekarang Biaya pembelian persediaan: harga beli, bea impor, pajak lainnya (kecuali yang
kemudian dapat ditagih kembali kepada otoritas pajak), biaya pengangkutan, biaya
penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan
barang jadi, bahan, dan jasa. Diskon dagang, potongan, dan lainnya yang serupa
dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian. Biaya konversi: overhead produksi tetap
dan variable.
Pengukuran adalah Nilai persediaan diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya
perolehan dan nilai realisasi bersih , Biaya perolehan : biaya pembelian, biaya konversi,
biaya lainnya untuk membawa persediaan ke kondisi sekarang. Nilai realisasi bersih, harga
jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual.
12. Investasi pada Asosiasi dan Anak
Entitas asosiasi: investor mempunyai pengaruh signifikan. Biasanya 20% hak suara atau
lebih. Entitas anak: entitas yang dikendalikan oleh induk. Investasi pada entitas asosiasi
dicatat dengan metode biaya (cost method). Investasi pada anak dengan metode ekuitas, dan
tidak dibuat laporan konsolidasian.

13. Investasi Pada Joint Venture


Joint venture: perjanjian kontraktual antara beberapa pihak untuk menjalankan aktivitas
ekonomi. Pengendalian bersama: kesepakatan kontraktual untuk bersama-sama
mengendalikan suatu aktivitas ekonomi sehingga keputusan strategis diambil bersama-sama.
Tipe: PBO (Pengendalian Bersama Operasi), PBA (Pengendalian Bersama Aset), PBE
(Pengendalian Bersama Entitas)

PBO:
12

Masing-masing venturer menggunakan aset tetapnya, dan mengelola sendiri


persediaannya.
Masing-masing venturer juga memikul pengeluarannya, menyelesaikan
kewajibannya serta mencari sumber pendanaan untuk aktivitasnya sendiri.
Aset, kewajiban dan beban sendiri dicatat masing-masing
Perjanjian mengatur pembagian pendapatan dan beban bersama.

PBA:
Para venturer melakukan pengendalian bersama dan kepemilikan bersama atas
satu atau lebih aset yang diserahkan oleh venturer, atau dibeli untuk digunakan
dalam melaksanakan kegiatan joint venture.
Pengendalian bersama dan kepemilikan bersama atas satu atau lebih aset
Setiap venturer membukukan bagian aset, kewajiban, bagian pendapatan dan
beban

PBE:
Joint venture yang melibatkan pendirian suatu perusahaan, persekutuan atau
entitas lain dimana setiap venturer memiliki bagian.
Entitas beroperasi dengan cara yang sama dengan entitas lain, kecuali adanya
perjanjian kontraktual antar venturer untuk membuat pengendalian bersama
atas aktivitas ekonomi tersebut.
Investor mencatat investasi pada PBE pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi rugi penurunan nilai.

14. Properti Investasi

Properti Investasi adalah tanah dan atau bangunan yang dikuasai pemilik atau lessee
sewa pembiayaan yang disewakan atau untuk kenaikan nilai dan bukan untuk
digunakan untuk proses produksi atau penyediaan jasa atau tujuan administasi atau
dijual dalam kegiatan sehari-hari.

Dicatat pada nilai perolehan yaitu harga pembelian dan setiap pengeluaran yang dapat
diatribusikan secara langsung.

Setelah perolehan awal maka properti investasi dicatat pada nilai perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai (cost model).

15. Aset Tetap


Aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang
atau jasa, untuk disewakan ke pihak lain atau untuk tujuan administratif dan diharapkan
13

digunakan lebih dari satu periode. Diakui sebagai aset jika memenuhi prinsip pengakuan.
Pengungkapan adalah Entitas mengungkapkan untuk setiap kelompok aset:
Dasar pengukuran untuk menentukan nilai tercatat
Metode penyusutan; umur manfaat dan tarif penyusutan
Jumlah tercatat bruto dan akumulai penyusutan, akumulai penurunan nilai
pada awal dan akhr periode
Rekonsiliasi jumlah tercatat awal dan akhir periode: penambahan, pelepasan,
kerugian penurunan nilai / pemulihan, penyusutan dan perubahan lain,

Entitas juga harus mengungkapkan: keberadaan dan jumlah pembatasan hak milik dan
aset dijaminkan; jumlah komitmen kontrak untuk memperoleh aset tetap.

16. Aset Tidak Berwujud


Aset tidak berwujud: aset non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai
wujud fisik. Syarat identifikasi: Dapat dipisahkan dari aset lainnya atau terbagi terpisah atau
dapat dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan atau ditukarkan baik invidual atau bersama.
Muncul dari hak kontraktual atau hak hukum lainnya. Pengakuannya Dapat diakui jika
memenuhi prinsip pengakuan. Aset tidak berwujud pada saat perolehan diukur pada biaya
perolehannya. Aset tidak berwujud dihasilkan secara internal tidak diakui dan pengeluaran
tersebut dicatat sebagai beban. Pengeluaran yang awalnya diakui sebagai beban tidak boleh
diakui sebagai bagian perolehan aset tidak berwujud dikemudian hari. Aset tidak berwujud
setelah perolehan diukur pada nilai perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
penurunan nilai.
17. sewa

Klasifikasi sewa tergantung pada substansi transaksi dan bukan bentuk hukumnya.

Sewa pembiayaan jika sewa mengalihkan secara substansi seluruh manfaat dan risiko
kepemilikan aset kepada lessee, jika tidak maka sebagai sewa operasi.

Klasifikasi sewa dilakukan pada awal sewa dan tidak berubah selama masa sewa
kecuali lessee dan lessor sepakat mengubah persyaratan sewa sehingga klasifikasi
sewa harus dievaluasi ulang.
Sewa pembiayaan

Mencatat aset dan kewajiban sebesar nilai tunai pembayaran sewa ditambah nilai
residu

Mencatat depresiasi selama umur manfaat aset atau masa sewa. Bila tidak ada
pengalihan: yang lebih rendah antara masa sewa dan umur manfaatnya

14

Pembelian aset sewaan sebelum berakhirnya masa sewa menyebabkan keuntungan


atau kerugian

Tingkat diskonto: tingkat bunga yang dibebankan lessor atau tingkat bunga yang
berlaku pada awal sewa

Mencatat pembayaran minimum


Pelunasan kewajiban
Beban keuangan

18. Kewajiban Diestimasi

Kewajiban diestimasi adalah kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti.

Entitas mengakui kewajiban diestimasi jika:


terdapat kewajiban kini sebagai hasil dari peristiwa masa lalu
kemungkinan (lebih mungkin dibandingkan tidak mungkin) terjadi arus keluar
manfaat ekonomis pada saat penyelesaia
jumlah kewajiban dapat diestimasi secara andal

Jumlah kewajiban diestimasi ditelaah setiap tanggal pelaporan dan melakukan


penyesuaian untuk mencerminkan estimasi terbaik.
Pengukuran :

Dicatat sebagai hasil estimasi terbaik atas pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal neraca.

Diukur pada nilai kini jika dampaknya material.


20. Bentuk Hukum Entitas

Entitas Perorangan

Persekutuan Perdata

Firma

CV

Perseroan Terbatas

Koperasi

Modal saham meliputi:

saham preferen
15

saham biasa

tambahan modal disetor

Antara lain: agio saham , sumbangan , tambahan modal dari penjualan


kembali saham diperoleh kembali dengan harga di atas jumlah yang
dibayarkan pada saat perolehannya

19. pendapatan
Penjualan barang
Penyediaan jasa
Kontrak konstruksi
Penggunaan aset entitas oleh pihak lain:

bunga

royalti atau

dividen

pengukuran : Entitas harus mengukur pendapatan berdasarkan nilai wajar atas


pembayaran yang diterima atau masih harus diterima.

Untuk pembayaran tangguhan, jika merupakan transaksi keuangan,


maka nilai kini dari seluruh pembayaran diakui sebagai pendapatan
selisih nilai kini dan nilai nominal pembayaran diakui sebagai pendapatan
bunga

pengukuran : Entitas harus mengukur pendapatan berdasarkan nilai wajar atas


pembayaran yang diterima atau masih harus diterima. Untuk pembayaran tangguhan,
jika merupakan transaksi keuangan, maka nilai kini dari seluruh pembayaran diakui
sebagai pendapatan, selisih nilai kini dan nilai nominal pembayaran diakui sebagai
pendapatan bunga

20. Biaya Pinjaman

Biaya pinjaman adalah bunga dan biaya lainnya yang timbul dari kewajiban keuangan
suatu entitas

Termasuk:
16

Bunga cerukan bank dan pinjaman jangka pendek dan panjang


Amortisasi diskonto atau premium pinjaman
Amortisasi biaya tambahan pinjaman
Beban pembiayaan sewa pembiayaan
Perbedaan nilai tukar dari pinjaman mata uang asing yang dianggap sebagai
penyesuaian terhadap biaya bunga.

Entitas harus mengakui seluruh biaya pinjaman sebagai beban pada laporan laba rugi
di periode terjadinya

21. Penurunan Nilai

Kerugian penurunan nilai terjadi jika nilai tercatat melebihi nilai yang dapat diperoleh
kembali

Penurunan nilai pinjaman dan piutang dinilai sebesar estimasi kerugian yang tidak
dapat ditagih.

Persediaan:
Penurunan terjadi sebagai konsekuensi penilaian berdasarkan harga jual
dikurangi biaya menyelesaikan dan menjual.
Pemulihan penurunan nilai diakui maksimal sebesar rugi yang telah diakui.

Aset lain:
Entitas harus menilai pada setiap tanggal laporan apakah terjadi indikasi
bahwa ada aset yang turun nilainya.
Kerugian penurunan nilai dan pemulihan kerugian diakui dalam laporan laba
rugi (selisih nilai tercatat aset dengan nilai wajar dikurangi biaya menjual)
Jika ada indikasi entitas harus mengestimasi nilai wajar aset dikurangi biaya
untuk menjual aset tersebut
Pemulihan penurunan nilai tidak boleh melebihi niliai yang ditentukan
Indikasi: sumber informasi eksternal atau sumber informasi internal.

22. Imbalan Kerja

Diakui sebagai kewajiban, setelah dikurangi jumlah yang telah dibayar.

Diakui sebagai beban, kecuali disyaratkan lain.


17

Imbalan paska kerja jangka panjang dihitung berdasarkan projected unit credit, jika
tidak mampu dapat menggunakan yang disederhanakan dengan mengabaikan
beberapa faktor yaitu tingkat kenaikan gaji, jasa yang akan datang, dan mortalitas
pekerja.

23. Pajak Penghasilan

Diakui berdasarkan kewajiban pajak periode berjalan dan periode sebelumnya yang
belum dibayar.

Jika terdapat kelebihan bayar maka diakui sebagai aset.

Pajak tangguhan tidak diatur.

24. Mata Uang Pencatatan dan Pelaporan

Menggunakan mata uang rupiah.

Entitas dapat menggunakan mata uang lain sepanjang memenuhi sebagai mata uang
fungsional.

Mata uang pencatatan harus sama dengan mata uang pelaporan.

Mata uang fungsional: indikator arus kas, indikator harga jual, indikator biaya.

Penentuan saldo awal untuk pencatatan akuntansi dilakukan dengan mengukur seolaholah mata uang fungsional telah digunakan sejak terjadinya transaksi.

25. Transaksi dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat pada pengakuan awal dengan menggunakan
kurs tunai pada tanggal transaksi.

Pada akhir periode pelaporan, entitas harus melaporkan:


pos moneter dengan kurs tanggal neraca
pos moneter yang diukur dengan biaya perolehan historis dengan kurs pada
tanggal transaksi
pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dengan kurs pada tanggal nilai
wajar.

Keuntungan atau kerugian diakui pada beban tahun berjalan dan keuntungan atau
kerugian yang terkait langsung dengan transaksi ekuitas dibebankan ke ekuitas.

26. Post Balance Sheets

Dua jenis peristiwa setelah tanggal neraca


Peristiwa setelah tanggal laporan yang memerlukan penyesuaian
18

Peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian.

Dividen yang diumumkan setelah tanggal laporan tidak boleh diakui sebagai
kewajiban pada akhir perode laporan.

27. Pihak Hubungan Istimewa

Pengungkapan hubungan termasuk hubungan entitas induk dengan anak.

Pengungkapan kompensasi personel manajemen kunci

Pengungkapan transaksi pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Entitas tidak boleh menyatakan bahwa transaksi tersebut dilakukan setara dengan
pihak yang faham dan berkeingingan untuk melakukan transaksi kecuali syarat
tersebut dapat dibenarkan.

28. Ketentuan Transisi dan Tanggal Efektif

SAK ETAP diterbitkan tahun 2009 berlaku efektif 1 Januari 2011 dan dapat
diterapkan lebih awal yaitu 1 Januari 2010.

Diterapkan secara retrospektif, jika tidak praktis diperkenankan prospektif.

Prospektif:
Mengakui semua aset dan kewajiban sesuai SAK ETAP
Tidak mengakui aset dan kewajiban jika tidak diijinkan oleh SAK ETAP
Mereklasifikasi pos-pos yang berdasarkan kerangka pelaporan sebelumnya
menjadi pos-pos sesuai SAK ETAP
Menerapkan pengukuran aset dan kewajiban yang diakui sesuai SAK ETAP.

2.1.2

Pelaporan keuangan Nirlaba

PSAK 45 Organisasi Nirlaba Mengatur pelaporan organisasi nirlaba, Pengaturan


untuk pengakuan, penyajian dan pengungkapan mengikuti standar yang lain,
Internasional IPSAS / International Public Sector Accounting Standards.
Perbedaan cara organisasi memperoleh sumber daya. Organisasi nirlaba
memperoleh sumber daya dari sumbangan anggota dan penyumbang yang tidak
mengharapkan imbalan. Ada organisasi yang mendanai kebutuhan modalnya dari
19

utang dan kebutuhan operasinya dari pendapatan atas jasa. Laporan keuangan
memberikan gambara mengenai kinerja keuangan menyajikan terpisah aktiva
terikat dan tidak terikat. Pertanggungjawaban manajer mengenai kemampuannya
mengelola sumber daya organisasi yang diterima dari para penyumbang disajikan
melalui laporan aktivitas dan laporan arus kas.

Tujuan psak 45 Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pelaporan keuangan entitas
nirlaba. Diharapkan laporan keuangan entitas nirlaba dapat lebih mudah dipahami,
memiliki relevansi, dan memiliki daya banding yang tinggi. Laporan keuangan yang
disajikan oleh organisasi nirlaba yang memenuhi karakteristik Sumber daya entitas
nirlaba berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali
atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan jika entitas
nirlaba menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan kepada para pendiri atau
pemilik entitas nirlaba tersebut.

Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada entitas bisnis, dalam arti bahwa
kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali,
atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya
entitas nirlaba pada saat likuidasi atau pembubaran entitas nirlaba. Dapat diterapkan
oleh lembaga pemerintah, dan unit-unit sejenis lainnya sepanjang tidak bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Laporan keuangan entitas nirlaba berisi tentang Laporan posisi keuangan (neraca)
pada akhir periode laporan. Laporan aktivitas untuk suatu periode pelaporan. Laporan
arus kas untuk suatu periode pelaporan. Catatan atas laporan keuangan. Tujuan
untuk menyediakan informasi mengenai aset, liabilitas, serta aset neto dan informasi
mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Informasi
dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan dan informasi
dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota
organisasi, kreditur dan pihak-pihak lain untuk menilai: kemampuan organisasi untuk
memberikan jasa secara berkelanjutan dan likuiditas, fleksibilitas keuangan,
kemampuan untuk memenuhi kewajibannya, dan kebutuhan pendanaan eksternal.
Laporan posisi keuangan mencakup entitas nirlaba secara keseluruhan dan
menyajikan total aset, liabilitas, dan aset neto.

Informasi likuiditas menyajikan aset berdasarkan urutan likuiditas, dan liabilitas


berdasarkan tanggal jatuh tempo, mengelompokkan aset ke dalam lancar dan tidak
lancar, dan liabilitas ke dalam jangka pendek dan jangka panjang, mengungkapkan
informasi mengenai likuiditas aset atau saat jatuh temponya liabilitas, termasuk
pembatasan penggunaan aset, pada catatan atas laporan keuangan. Klasifikasi aset
neto Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masing-masing kelompok aset neto
berdasarkan ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang, yaitu: terikat secara
permanen, terikat secara temporer, dan tidak terikat.Informasi mengenai sifat dan
jumlah dari pembatasan permanen atau temporer diungkapkan dengan cara
20

menyajikan jumlah tersebut dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan
keuangan.

Tujuan Laporan Aktivitas adalah Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan
informasimengenai pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan
sifat aktiva bersih, hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain, bagaimana
penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa, Informasi
dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi
dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota
organisasi, kreditur dan pihak lainnya untuk mengevaluasi kinerja dalam suatu
periode, menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dan memberikan
jasa, menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer. Laporan aktivitas
menyajikan pendapatan sebagai penambah aset neto tidak terikat, kecuali jika
penggunaannya dibatasi oleh penyumbang, dan menyajikan beban sebagai pengurang
aset neto tidak terikat. Sumbangan disajikan sebagai penambah aset neto tidak terikat,
terikat permanen, atau terikat temporer, bergantung pada ada tidaknya pembatasan.
Dalam hal sumbangan terikat yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam periode
yang sama, dapat disajikan sebagai sumbangan tidak terikat sepanjang disajikan
secara konsisten dan diungkapkan sebagai kebijakan akuntansi. Laporan aktivitas
menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aset lain (atau
liabilitas) sebagai penambah atau pengurang aset neto tidak terikat, kecuali jika
penggunaannya dibatasi.

Informasi pemberian jasa adalah Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan
harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional, seperti
menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung.

Dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya.

Program pemberian jasa merupakan aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa
kepada para penerima manfaat, pelanggan, atau anggota dalam rangka mencapai
tujuan atau misi entitas nirlaba.

Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan
dan pengeluaran kas dalam suatu periode.

Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas dengan
tambahan berikut ini:
Aktivitas pendanaan:

penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka


panjang.

21

3.

penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya


dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap, atau
peningkatan dana abadi (endowment).

bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang.

Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas:


sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi.

Entitas menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas atau aset lain sebagai sumbangan
terikat jika hibah atau wakaf tersebut diterima dengan persyaratan yang membatasi
penggunaan aset tersebut. Jika pembatasan dari penyumbang telah kadaluwarsa, yaitu
pada saat masa pembatasan telah berakhir atau pembatasan tujuan telah dipenuhi, aset
neto terikat temporer digolongkan kembali menjadi aset neto tidak terikat dan
disajikan dalam laporan aktivitas sebagai aset neto yang dibebaskan dari pembatasan.

Entitas menyajikan hibah atau wakaf berupa tanah, bangunan, dan peralatan sebagai
sumbangan tidak terikat kecuali jika ada pembatasan yang secara eksplisit
menyatakan tujuan pemanfaatan aset tersebut dari penyumbang. Hibah atau wakaf
untuk aset tetap dengan pembatasan eksplisit yang menyatakan tujuan pemanfaatan
aset tersebut dan sumbangan berupa kas atau aset lain yang harus digunakan untuk
memperoleh aset tetap disajikan sebagai sumbangan terikat. Jika tidak ada
pembatasan eksplisit dari pemberi pemberi sumbangan mengenai pembatasan jangka
waktu penggunaan aset tetap tersebut, pembebasan pembatasan dilaporkan pada saat
aset tetap tersebut dimanfaatkan.

Perbedaan SAK ETAP dan IFRS

3.1 Perbedaan SAK ETAP VS PSAK IFRS


a. Materi SAK ETAP lebih sederhana sedangkan PSAK IFRS complicated dan rumit.

22

b. SAK-ETAP cenderung menggunakan basis stewardship sebagai pertanggungjawaban


pengelola kepada stakeholder sehingga cenderung menggunakan prinsip reliability,
sedangkan PSAK IFRS telah bergeser untuk pemenuhan user dalam pengambilan
keputusan sehingga cenderung menggunakan prinsip relevan.
c. SAK ETAP tidak mengatur pajak tangguhan
d. SAK ETAP hanya menggunakan metode tidak langsung untuk laporan arus kas.
e. SAK ETAP menggunakan cost model untuk investasi ke asosiasi dan menggunakan
metode ekuitas untuk anak perusahaan.
f. SAK ETAP tidak secara penuh menggunakan PSAK 50/55.
SAK ETAP hanya menggunakan model cost untuk aset tetap, aset tidak berwujud dan
properti investasi. PSAK-IFRS boleh memilih cost model atau model reavaluasi.
Tujuan laporan keuangan SAK-ETAP adalah menyediakan informasi keuangan, kinerja
keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna
dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapa pun yang tidak dalam posisi dapat
meminta khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Sedangkan tujuan laporan
keuangan IFRS memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang berguna untuk berbagai penhhuna dalam membuat
keputusan ekonomi. Tetapi antara IFRS dan SAK-ETAP memiliki persamaan yaitu ama-sama
bertujuan untuk menyediakan/memberikan informasi bagi pengguna yang nantinya
digunakan untuk membuat keputusan ekonomi.

Rerangka Konseptual
KDPPLK
Tujuan laporan keuangan

SAK ETAP
Sama
23

Karakteristik kualitatif laporan keuangan


Unsur-unsur laporan keuangan
Konsep pengakuan
Konsep pengukuran:

Sama
Sama
Sama
Konsep pengukuran:

biaya historis

biaya historis

biaya kini

nilai wajar

nilai realisasi bersih


nilai sekarang
Konsep pemeliharaan modal
Penyajian Laporan Keuangan

Tidak ada

SAK IFRS
Kepatuhan terhadap SAK

SAK ETAP
Kepatuhan terhadap SAK ETAP

Pengungkapan atas PSAK misleading


Komponen laporan keuangan:

Komponen laporan keuangan:

Lap posisi keuangan/neraca

Neraca

Lap laba rugi komprehensif

Lap laba rugi

Lap perubahan ekuitas

Lap perubahan ekuitas

Lap arus kas

Lap arus kas

Catatan atas laporan keuangan


Tanggung jawab atas laporan keuangan
Dasar akrual & kelangsungan usaha
Neraca

Catatan atas laporan keuangan


Tidak ada
Sama
Neraca

Pos minimal yang disajikan

Pos minimal yang disajikan lebih sedikit

Klasifikasi aset dan liabilitas

Sama

Pengungkapan
Laporan laba rugi komprehensif
Laba rugi dan pendapatan kompresensif
lain
Pos minimal
Laporan perubahan ekuitas

Pengungkapan lebih sederhana


Laporan laba rugi
Laba rugi
Pos minimal lebih sedikit
Laporan perubahan ekuitas

Pos minimal

Pos minimal lebih sedikit

Pengungkapan distribusi dividen dan

Tidak ada

dividen per saham


Tidak diperkenankan
Laporan arus kas

Laporan perubahan ekuitas dan saldo laba


dapat menggantikan lap laba rugi dan
laporan perubahan ekuitas
Laporan arus kas
24

Arus

kas

operasi

disajikan

dengan

metoda langsung atau tidak langsung

Arus kas operasi disajikan dengan metoda


tidak langsung

Arus kas valas, bunga & dividen, pajak

Arus

kas

bunga

&

dividen,

pajak

penghasilan, investasi pada entitas anak, penghasilan, dan transaksi nonkas


ventura

bersama

perubahan

&

entitas

asosiasi,

dan

transaksi

kepemilikan,

Tidak ada

nonkas
Kas yang dibatasi
Catatan atas laporan keuangan

Catatan atas laporan keuangan

Kebijakan akuntansi

Kebijakan akuntansi

Sumber estimasi ketidakpastian

Sumber estimasi ketidakpastian

Modal
Dividen dan informasi umum entitas
Laporan Keuangan Konsolidasian
SAK IFRS

SAK ETAP

Laporan keuangan konsolidasian

Tidak menyusun laporan

Laporan keuangan tersendiri (lampiran dari keuangan konsolidasian


laporan keuangan konsolidasian)
Konsolidasi entitas bertujuan khusus

Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan


SAK IFRS

SAK ETAP

Kebijakan akuntansi

Kebijakan akuntansi

Pemilihan kebijakan akuntansi

Pemilihan kebijakan akuntansi

PSAK serupa

Bagian SAK serupa

Conceptual framework

Conceptual framework

Other
praktik

pronouncements,

literatur

dan

SAK umum
Other pronouncements, literatur dan

Dampak penerapan PSAK yang akan praktik


25

berlaku

Tidak ada

Estimasi akuntansi
Kesalahan
Instrumen Keuangan

Sama
Sama

SAK IFRS
Instrumen keuangan

SAK ETAP
Efek yang diperdagangkan (marketable

securities)
Diukur pada nilai wajar melalui laporan
Diperdagangkan
laba rugi

Tersedia untuk dijual

Tersedia untuk dijual

Dimiliki hingga jatuh tempo

Dimiliki hingga jatuh tempo


Pinjaman yang diberikan dan piutang
Maksud dan kemampuan

Maksud

Persediaan
SAK IFRS
SAK ETAP
Biaya perolehan atau nilai realisasi neto Sama
(mana lebih rendah)
FIFO dan rata-rata tertimbang
Persediaan pialang-pedagang

Sama
komoditi Tidak ada

menggunakan fair value


Persediaan pemberi jasa

Sama

Investasi Pada Entitas Asosiasi


SAK IFRS
Pengaruh signifikan

SAK ETAP
Pengaruh signifikan

Faktor kuantitatif dan kualitatif


Hak suara potensial
Metode ekuitas
Investasi pada entitas

asosiasi

Faktor kuantitatif
Tidak ada
Metoda biaya
yang Tidak ada
26

tersedia untuk dijual


Investasi Pada Joint Venture
SAK IFRS
Pengendalian bersama operasi
Pengendalian bersama aset
Pengendalian bersama entitas
Metode

ekuitas

atau

SAK ETAP
Pengendalian bersama operasi
Pengendalian bersama aset
Pengendalian bersama entitas
proporsional

Metoda biaya

konsolidasi

Investasi Pada Entitas Anak


SAK IFRS
SAK ETAP
Pengendalian, termasuk entitas bertujuan Pengendalian,

tidak

mengatur

entitas

khusus
bertujuan khusus
Metode ekuitas dan harus dikonsolidasikan Metoda ekuitas dan tidak dikonsolidasikan
Transaksi pelepasan kepemilikan tetapi Tidak ada
tidak

menyebabkan

hilangnya

pengendalian (transaksi ekuitas)

Properti Investasi dan Aset Tetap


SAK IFRS
Properti investasi
Model biaya
Model nilai wajar
Aset tetap
Model biaya
Model revaluasi

SAK ETAP
Properti investasi
Model biaya
Aset tetap
Model biaya (revaluasi harus ada izin
pemerintah)

Aset Tidak Berwujud


SAK IFRS

SAK ETAP

Berasal dari internal dan eksternal


Umur manfaat terbatas dan tidak terbatas

Berasal dari eksternal


Umur manfaat terbatas
27

Goodwill
Model biaya dan model revaluasi

Tidak ada
Model biaya

Sewa
SAK IFRS
Perjanjian

SAK ETAP
sewa

dan

perjanjian Perjanjian sewa

mengandung sewa
Klasifikasi sewa: indikator dan situasi yang

Klasifikasi sewa: indikator yang tidak perlu


judgment (pengalihan aset, opsi beli, min

memerlukan judgment

75% umur ekonomis, min 90% nilai wajar,

Jual dan sewa-balik (sale and leaseback)


Sewa dan sewa lanjut (lease and sublease)

dan aset bersifat khusus)


Tidak ada
Tidak ada

Kewajiban Diestimasi (Provisi), Kontijensi, Ekuitas, dan Pendapatan


SAK IFRS
Kewajiban

diestimasi

(provisi),

SAK ETAP
aset Sama

kontinjensi, dan kewajiban kontinjensi


Ekuitas
Pendapatan penjualan barang dan jasa
Biaya Pinjaman dan Penurunan Nilai

Sama
Sama

SAK IFRS
Biaya pinjaman dikapitalisasi
Penurunan nilai

SAK ETAP
Biaya pinjaman dibebankan
Penurunan nilai

Instrumen keuangan: incurred loss

Pinjaman yang diberikan dan piutang:

Goodwill dan aset tidak berwujud dengan expected loss (aging schedule)
umur manfaat tidak terbatas
Unit penghasil kas

Tidak ada
Tidak ada

Imbalan Kerja
SAK IFRS
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan pasca kerja

SAK ETAP
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan pasca kerja, perhitungan lebih

Imbalan kerja jangka panjang lainnya


Pesangon pemutusan kerja

sederhana
Imbalan kerja jangka panjang lainnya
Pesangon pemutusan kerja
28

Imbalan berbasis saham


Tidak ada
Mata Uang Pelaporan dan Transaksi Valan
SAK IFRS

SAK ETAP

Mata uang pelaporan: rupiah atau mata Mata uang pelaporan: rupiah atau mata uang
uang asing
Transaksi valas: kurs tanggal transaksi

asing
Transaksi valas: kurs rata-rata bulanan
(mingguan)

SAK IFRS Versus SAK ETAP


SAK IFRS merupakan hasil konvergensi dari IFRS sedangkan SAK ETAP merupakan
adopsi dari IFRS for SME. SAK ETAP dipergunakan untuk perusahaan yang belum go
public, bukan fidusia (bank, asuransi, dana pensiuan dan lain sebagainya), dikecualikan oleh
otoritas yang berwenang seperti Bank Indonesia mengharuskan BPR menggunakan SAK
ETAP dan bukannya SAK IFRS.
SAK ETAP disusun dengan mengadopsi IFRS for SME dengan modifikasi sesuai
kondisi di Indonesia dan dibuat lebih ringkas. SAK ETAP masih memerlukan professional
judgement namun tidak sebanyak untuk PSAK IFRS. Dalam beberapa hal tidak ada
perubahan signifikan dibandingkan dengan PSAK lama contoh PSAK 16 (1994). Namun ada
beberapa hal yang dimodifikasi dari IFRS/IAS. PSAK yang disederhanakan: (1) Pilihan pada
alternatif standar yang lebih sederhana; (2) penyederhaaan pengakuan dan pengukuran; (3)
mengurangi pengungkapan; (4) penyederhanaan; dan (5) standar yang berdiri sendiri
secara keseluruhan (stand alone).

4. Penerapan SAK ETAP Pada Perusahaan Daerah Air Minum


A. NERACA
Neraca menyajikan aset, kewajiban, dan ekuitas suatu entitas pada suatu tanggal
tertentu atau pada akhir periode pelaporan.
Informasi yang disajikan dalam Neraca
Neraca minimal mencakup pos-pos berikut:
1. Aset Lancar
kas dan setara kas;
29

2.
3.
4.
5.
6.
7.

piutang usaha dan piutang lainnya;


persediaan;
properti investasi;
aset tetap;
aset tidak berwujud;
utang usaha dan utang lainnya;
aset dan kewajiban pajak;
kewajiban diestimasi;
ekuitas.
SAK ETAP tidak menentukan format atau urutan terhadap pos-pos yang akan

disajikan. Tetapi hanya menyediakan daftar pos-pos yang berbeda baik sifat atau fungsinya
untuk menjamin penyajian yang terpisah dalam neraca. Pertimbangan atas pos-pos tambahan
yang disajikan secara terpisah berdasarkan pada penilaian:
1. sifat dan likuiditas aset;
2. fungsi aset dalam entitas; dan
3. jumlah, sifat dan waktu kewajiban.
Berdasarkan kriteria penyajian neraca sesuai dengan SAK ETAP, PDAM Giri Menang
telah menyajikan Neraca sesuai dengan SAK ETAP. Karena informasi minimal yang harus
tercakup sudah ada pada Neraca PDAM Giri Menang yaitu Kas dan Setara Kas, piutang
usaha dan piutang lainnya, persediaan, properti investasi, aset tetap, aset tidak berwujud,
utang usaha dan utang lainnya, aset dan kewajiban pajak, kewajiban diestimasi dan ekuitas.
Pemisahan Pos-pos sudah disajikan sesuai dengan sifat dan likuditas aset. Kas berada
di paling awal karena kas merupakan pos yang paling mudah untuk dicairkan. Pemisahan
juga berdasarkan fungsi aset dalam entitas dan jumlah, sifat dan waktu kewajiban.
B. LABA RUGI
Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Pendapatan;
Beban keuangan;
Bagian laba atau rugi dari investasi yang menggunakan metode ekuitas;
Beban pajak;
Laba atau rugi neto.

Analisis Menggunakan Sifat Beban


Berdasarkan metode ini, beban dikumpulkan dalam laporan laba rugi berdasarkan
sifatnya (contoh, penyusutan, pembelian bahan baku, biaya transportasi, imbalan kerja dan
biaya iklan), dan tidak dialokasikan kembali antara berbagai fungsi dalam entitas.

30

Laporan Laba Rugi telah disajikan berdasarkan SAK ETAP. Karena Laporan Laba
Rugi PDAM Giri Menang telah mencakup informasi-informasi minimal yang harus disajikan
sesuai dengan SAK ETAP. Pembebanan dicatat sesuai dengan sifat dari masing-masing
beban.
C. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan perubahan ekuitas menyajikan laba atau rugi entitas untuk suatu periode, pos
pendapatan dan beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut,
pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui dalam periode
tersebut, dan (tergantung pada format laporan perubahan ekuitas yang dipilih oleh entitas)
jumlah investasi oleh, dan dividen dan distribusi lain ke, pemilik ekuitas selama periode
tersebut.
Informasi yang Disajikan di Laporan Perubahan Ekuitas
Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan:
1. laba atau rugi untuk periode;
2. pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas;
3. untuk setiap komponen ekuitas, pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi
kesalahan yang diakui sesuai Bab 9 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan;
4. untuk setiap komponen ekuitas, suatu rekonsiliasi antara jumlah tercatat awal dan
akhir periode, diungkapkan secara terpisah perubahan yang berasal dari:
laba atau rugi;
dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas;
jumlah investasi, dividen dan distribusi lainnya ke pemilik ekuitas, yang
menunjukkan secara terpisah modal saham, transaksi saham treasuri, dan
dividen serta distribusi lainnya ke pemilik ekuitas, dan perubahan kepemilikan
dalam entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian.
Berdasarkan kriteria penyajian Laporan Perubahan Ekuitas, PDAM Giri Menang telah
menyajikan Laporan tersebut sesuai dengan SAK ETAP. Laporan tersebut berisi informasi
laba atau rugi untuk periode, pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas, dan
koreksi kesalahan.
D. LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setara kas entitas,
yang menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dari aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan.

31

1. Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama
pendapatan entitas. Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari
transaksi dan peristiwa dan kondisi lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi.
2. Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan pengeluaran kas sehubungan dengan
sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.
3. Contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah :

Penerimaan kas dari penerbitan saham atau efek ekuitas lain,

Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham
entitas,

Penerimaan kas dari penerbitan pinjaman, wesel, dan pinjaman jangka pendek atau
jangka panjang lainnya,

Pelunasan pinjaman,

Pembayaran kas oleh lesee untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan
sewa pembiyaan.
Berdasarkan kriteria dari penyajian Laporan Arus Kas sesuai dengan SAK ETAP,
PDAM Giri Menang telah menyajikan sesuai dengan kriteria tersebut. Kenaikan atau
(penurunan) dari setiap pos sudah sesuai dengan aktivitasnya.

E. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


Catatan atas Laporan Keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang
disajikan dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan
penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan
informasi pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.
Secara normal urutan penyajian catatan atas laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK ETAP
(lihat paragraf 3.3);
2. ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan (lihat paragraf 8.5);
3. informasi yang mendukung pos-pos laporan keuangan, sesuai dengan urutan
penyajian setiap komponen laporan keuangan dan urutan penyajian pos-pos tersebut.
4. pengungkapan lain.

Dalam ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan harus diungkapkan:


1. dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan;
2. kebijakan akuntansi lain yang digunakan yang relevan untuk memahami laporan
keuangan.
32

Berikut Catatan atas Laporan Keuangan PDAM Giri Menang yang mencakup kriteria
yang telah ditentukan oleh SAK ETAP.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
1. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK
ETAP). Laporan Keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan dengan
menggunakan metode yaitu dasar akrual. Laporan Arus Kas disusun dengan
menggunakan metode tidak langsung sesuai dengan SAK ETAP Bab 7 yang
penyajiannya diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, aktivitas investasi dan
aktivitas pendanaan. Periode laporan keuangan mulai 1 Januari sampai dengan 31
Desember tahun buku yang bersangkutan. Manajemen Perusahaan berpendapat
bahwa laporan keuangan komperatif untuk tahun buku 2014 dan 2013 yang berakhir
per 31 Desember 2014 dan 2013 telah disajikan sesuai dengan SAK-ETAP dan telah
memenuhi persayaratannya.
2. Kas dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas mencakup kas atau simpanan yang sewaktu-waktu dapat
dicairkan dan surat berharga yang segera dapat diuangkan dalam jangka waktu
kurang dari 1 (satu) bulan yang dikuasai oleh Perusahaan.
3. Bank dan Setara Kas
Bank adalah jumlah uang / dana yang disimpan di Bank dalam arti dimiliki/dikuasai
serta dikendalikan oleh perusahaan yang sewaktu-waktu dapat ditarik untuk
kebutuhan likuiditas bagi perusahaan dan tidak dijaminkan serta investasi likuid
jangka pendek lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang.
4. Piutang dan Penyisihan Piutang
Piutang disajikan dalam neraca yaitu piutang usaha dan piutan non usaha dengan
nilai wajar yang dapat direalisasikan. Penyisihan piutang dibentuk sebesar estimasi
kerugian yang tidak dapat ditagih, berdasarkan pengalaman dan data historis selama
rata-rata piutang tak tertagih untuk tiga tahun terakhir pada masing-masing kelompok
pelanggan. Angka prosentase rata-rata tersebut dipergunakan untuk menghitung
besarnya akumulasi penyisihan tahun terakhir dengan mengalikannya terhadap saldo
rekening piutang tahun terakhir. Akumulasi penyisihan piutang tahun ini dikurangkan
dengan akumulas penyisihan tahun lalu maka diperoleh angka beban penyisihan
tahun ini.
5. Persediaan
Persediaan dikelompokkan ke dalam 2 (dua) jenis yaitu:
33

Persediaan bahan instalasi , terdiri atas persediaan barang/bahan yang dibeli

untuk investasi dan pemeliharaan instalasi.


Persediaan bahan operasi, terdiri atas persediaan bahan kimia dan bahan
operasi lainnya.
Metode pencatatan persediaan bahan operasi menggunakan metode Physical
Inventory Method), sedangkan persediaan bahan instalasi dan persediaan
suku cadang menggunakan metode Perpetual Method.
Perusahaan tidak membuat cadangan penurunan nilai persediaan, karena
perusahaan berpendapat persediaan tidak mengalami penurunan nilai secara
signifikan selama dalam penyimpanan.

6. Aset Tetap dan Penyusutan


Aset tetap dicatat berdasarkan nilai perolehan / harga belinya termasuk semua biaya
yang dikeluarkan sampai aset tetap tersebut siap digunakan. Aset tetap yang dibangun
sendiri dicatat berdasarkan seluruh nilai bahan / peralatan yang digunakan, biaya
pengerjaan serta biaya-biaya umum lainnya yang terkait dengan pembangunan aset
tetap tersebut. Penyajian aset tetap dalam Neraca sebesar harga perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan.
Penyusutan aset tetap dengan menggunakan metode garis lurus sesuai dengan yang
dianut dalam Undang-undang Perpajakan (UU No. 10 Tahun 1994) yaitu:
Kelompok I disusutkan 25% dari nilai buku.
Kelompok II disusutkan 12,5% dari nilai buku.
Kelompok III disusutkan 6,2% dari nilai buku.
Bangunan permanen disusutkan sebesar 5% dari nilai perolehan.
Bangunan tidak permanen disusutkan sebesar 10% dari nilai perolehan.
Setiap pembelian atas suatu barang dengan nilai sebesar Rp 200.000 atau lebih dan
memiliki umur ekonomis lebih dari 1 tahun, dikelompokkan sebagai aset tetap.
Demikian pula terhadap setiap perbaikan dan renovasi yang menambah umur
ekonomi dan memberi masa manfaat dikapitalisir dan menambah nilai aset yang
diperbaiki atau direnovasi tersebut.
7. Aset Tetap dalam Penyelesaian
Aset-aset perusahaan yang dibangunkan sendiri atau oleh pihak ketiga melalui
prosedur pengadaan, yang sedang dalam masa konstruksi dibukukan dalam akun ini.
Pada akun ini dicatat sebesar biaya yang dikeluarkan selama masa konstruksi sampai
dengan periode akuntansi termasuk beban bunga yang timbul apabila perusahaan
menggunakan pembangunan melalui dana pinjaman. Selanjutnya pada saat pekerjaan

34

selesai dan telah digunakan untuk operasional perusahaan akun ini dipindahbukukan
pada aset tetap masinh-masing.
8. Aset tidak Berwujud dan Amortisasi
Aset tidak berwujud adalah aser non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak
mempunyai wujud fisik. Metode amortisasi menggunakan metode garis lurus sebesar
20% per tahun atau selama 5 (lima) tahun untuk pengeluaran yangtidak dapat ditaksir
masa manfaatnya, sedangkan yang dapat ditaksir masa manfaatnya maka diamortisasi
sesuai dengan masa manfaatnya
9. Kewajiban
Kewajiban dinyatakan dengan lengkap agar tergambar seluruh kewajiban perusahaan
yang terhutang pada akhir bulan.
Untuk kewajiban yang telah terjadi namun jumlah belum dapat ditentukan secara
pasti dapat dilakukan dengan taksiran yang wajar.
10. Bagian Hutang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo
Bagian hutang jangka panjang yang telah jatuh tempo dan akaan jatuh tempo dalam
jangka waktu satu tahun mendatang setelah tanggal neraca disajikan seebagai
kewajiban lancar.
11. Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban jangka panjang adalah semua kewajiban perusahaan yang jangka waktu
umur kewajiban tersebut lebih dari satu tahun atau lebih dari satu siklus operasi
perusahaan.
12. Penyertaan Pemerintah yang Belum ditetapkan Statusnya
Akun ini menampung pembiayaan proyek-proyek eks. BPAM dan proyek PDAM
yang berasal dari pemeritah yang diserahkan oleh Proyek yang bersangkutan kepada
PDAM, namun belum ditetapkan statusnya sebagai penyertaa.
13. Modal Pemerintah Daerah
Akun ini menampung penyertaan Modal Pemerintah Daerah, baik yang berasal dari
penyetoran Pemda pengalihan eks. Proyek APBD, Pengalihan Eks. Proyek
Pemerintah Pusat, maupun tunai atau setoran bagian Laba Pemda yang diserahkan
kembali ke PDAM Sebagai Modal Pemda.
14. Pendapatan
Seluruh pendapatan baik pendapatan usaha maupun non usaha diukur berdasarkan
nilai wajar atas pembayaran yang diterima atau masih harus diterima, seluruh
pendapatan baik pendapatan usaha maupun pendapatan non usaha diakui pada saat
terjadinya transaksi dan / atau pada masa prestasi dinikmati yaitu:
Pendapatan penjualan air diakui, dicatat dan dilaporkan tiap-tiap hulan
berdasarkan rekening tagihan air yang diterbitkan pada bulan yang
35

bersangkutan, walaupun penerimaan uangnya baru terjadi kemudian atau

pada saat penerimaan uang untuk penjualan tunai.


Pendapatan sambungan baru dan pendapatan penjualan non air lainnya diakui
dan dicatat seluruhnya sebagai pendapatan tahun berjalan. Pendapatan ini
diakui pada saat pembayaran jika calon pelanggan membayar kewajibannya
secara tunai, atau pada saat ditandatangani kontrak sambungan baru bagi

pelanggan yang memenuhi kewajiban dengan cara mengangsur.


Pendapatan denda atau keterlambatan pmbayaran oleh pelanggan dicatat pada
saat denda tersebut diterima.

15. Beban
Pada dasarnya beban diakui, dicatat dan dilaporkan dalam periode terjadinya
transaksi. Pembebanan biaya-biaya yang bersifat periodik seperti gaji, listrik, sewa,
asuransi dan sebagainya harus dikaitkan dengan periode di mana biaya tersebut
menjadi beban, walaupun pembayarannya belum dilakukan ataupun telah dibayar di
muka. Untuk beban listrik dan pajak air bawah tanah diakui berdasarkan bulan
rekening/tagihan.
16. Reklasifikasi Akun
Pada tahun 2012, perusahaan telah melakukan reklasifikasi akun beban dengan
tujuan agar laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan
tahun berikutnya dapat menyajikan informasi yang lebih bermanfaat dalam
mengambil keputusan. Atas perubahan klasifikasi akun beban dalam laporan
keuangan, perusahaan telah melakukan penyajian ulang atas penyajian beban tahun
buku 2011 agar sesuai dengan SAK ETAP.

36