Anda di halaman 1dari 15

TEKNOLOGI SEMI SOLID & LIQUID

SALEP
KELOMPOK 3
DOSEN : Putu Rika Veryanti, M.Farm Klin., Apt.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Christin Wiryaningsri
(12334027)
Maria Magdalena (12334028)
Melinda Apriani
(12334078)
Novita Herwidayani (14334724)
Lita Ayu Lestari
(12334011)
Alex Doughlas
(14334502)
Endang Pratiwi
(123340)
Bubung
(123340)

Menurut FI Edisi IV:


salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian
topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep tidak boleh berbau
tengik. Kecuali dinyatakan lain kadar bahan obat dalam salep yang
mengandung obat keras atau narkotika adalah 10 %.

Menurut FI esidi III:


Salep adalah sediaan setengah padat berupa massa lunak yang
mudah dioleskan dan digunaka untuk pemakaian luar

1.

Menurut Konsistensinya: unguenta, cream, pasta,


jelly, cerata

2.

Menurut efek terapinya: epidermic, diadermic,


endodermic

3.

Menurut dasar salepnya: hidrophobic, hidrophilic

Ketentuan Umum pembuatan salep:

Peraturan Salep Pertama


Zat-zat yang dapat larut dalam campuran lemak dilarutkan kedalamnya, jika
perlu dengan pemanasan.

Peraturan Salep Kedua


Bahan-bahan yang dapat larut dalam air, jika tidak ada peraturan-peraturan lain
dilarutkan lebih dahulu dalam air, asalkan air yangdigunakan dapat diserap seluruhnya oleh
basis salep. Jumlah air yang dipakai dikurangi dari basis.

Peraturan Salep Ketiga


Bahan-bahan yang sukar atau hanya sebagian dapat larut dalam lemak dan air,
harus diserbuk lebih dahulu kemudian diayak dengan pengayak B40.

Peraturan Salep Keempat


Salep-salep yang dibuat dengan jalan mencairkan, campurannya harus digerus
sampai dingin.

Persyaratan salep menurut FI


ed III
Persyaratan salep menurut FI ed III
Pemerian tidak boleh berbau tengik.
Kadar, kecuali dinyatakan lain dan untuk salep yang mengandung obat keras
atau narkotik, kadar bahan obat adalah 10 %.
Dasar salep
Homogenitas,
Penandaan,pada etiket harus tertera obat luar

Kualitas dasar salep


meliputi:

Kualitas dasar salep meliputi:


Stabil,.
Lunak,.
Mudah dipakai,
Dasar salep yang cocok
Terdistribusi merata,

Metode Pembuatan Salep

Metode Pelelehan
Metode Triturasi

Jumlah (gram)
No.

Nama Bahan

F4
F1

F2

F3

Fungsi

(Formula
Rancangan)

Zat aktif / antiseptic local /


1

Zincy oxyd

10

Karminativum

Acid Salycil

Zat aktif / Abti fungi

Ichtammolum

Zat Aktif / Antiseptik

Parafin Sol

25

Zat Tambahan

Ol menthe pip

60

Zat Tambahan

Sulfur Praecciptat

Zat Aktif / Antiscabies

Adeps Lanae

4.5

Zat Tambahan

Zat Tambahan/Dasar Salep


8

Vasellin Album

ad100

4.5

ad100

Hidrokarbon

Zat Tambahan/Dasar Salep


9

Vaselin Flavum

ad 100

Hidrokarbon

PEMBUATAN

1.Disiapkan alat dan bahan.


2.Disetarakan timbangan.
3.Ditimbang acid salicyl dimasukkan dalam mortir ditetesi sepiritus
fortiori gerus ad halus, disisihkan.

4.Ditimbang sulfur preacip masukkan dalam mortir berisi acid aduk


ad homogen.

5.Ditimbang vaselin flav dimasukkan dalam mortir berisi no. 3 dan 4


aduk ad homogen.

6.Dimasukkan dalam wadah beri etiket biru.

FORMULA 1
Pada pembuatan formula pertama, ditimbang semua bahan, zinci
oxyd yang sudah diayak dan vaselin album dimasukkan kedalam
mortir yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Aduk ad homogen,
kemudian masukkan ke dalam pot salep. Kekurangan dari
penggunaaan ZnO dalam penyimpanan mudah teroksidasi

FORMULA 2
Pada pembuatan salep formula yang kedua, ditimbang
semua bahan. Dimasukkan adeps lanae dan vaselinum
kedalam

mortir,

gerus

ad

homogen.

Dimasukkan

icthammolum yang sudah ditimbang kedalam mortir, gerus


ad homogen. Masukkan kedalam pot salep. Namun Sediaan
ichtamol dalam pemakaian menimbulkan aroma yang tidak
enak dan sangat lengket

FORMULA 3
Pada pembuatan salep formula yang ketiga, ditimbang semua
bahan. Vaselin album dan paraffinum solidum dipanaskan diatas
penangas hingga melebur, kemudian dimasukkan kedalam mortir
yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Selanjutnya, ditetesi
dengan oleum menth. pip, diayak dan ditunggu sampai dingin.
Masukkan kedalam pot salep. Pada formula ini menemukan
kerepotan dalam cara pengerjaannya yang harus dipanaskan
terlebih dahulu.

FORMULA 4
Keunggulan formula ini adalah salep kulit yang telah mengalami perbaikan formulasi,
dengan meningkatnya kadar Asam Salisilat menjadi 12% akan menjadikan salep ini lebih
efektif dan mempercepat penyembuhan penyakit kulit.
Penyakit kulit yang diakibatkan bakteri dan jamur (dermatomikosis) adalah penyakit
kulit yang paling sering diderita oleh sebagian masyarakat yang hidup di daerah tropis
seperti di indonesia. Formula salep ini adalah obat kulit topikal yang dapat memenuhi
semua criteria Dermatoterapeutika, yaitu pengobatan penyakit kulit di mana selain zat
aktifnya juga ada bahan pembantu sebagai anti bakteri, antijamur, keratolitik dan
antipruriginosa, bentuk sediaan dan cara aplikasinya sangat berperan dalam kecepatan
kesembuhan penyakit kulit ini yang diakibatkan bakteri dan jamur.

Dari keempat sediaan yang diformulasikan dapat diambil


beberapa

kesimpulan

diantaranya

pembuatan sangat penting


masing- masing
dimaksudkan

bahan

dan

yaitu

pada

proses

untuk mengetahui karakteristik


zat

untuk memberikan

yang

digunakan,

perlakuan

hal

khusus

dari
ini

pada

sediaaan yang tentunya memiliki kelarutan dan konsistensi, serta,


sifat kimia fisika yang berbedaa-beda. Selain

itu

interaksi

yang

kemungkinan terjadi antara bahan yang satu dengan bahan lain.