Anda di halaman 1dari 24

CARA MEMBACA HASIL SPSS 17

Dosen : Rama Fandrifal,SE.,MM


1.

Analisis Data Kuantitatif


Analisis kuantitatif adalah suatu bentuk analisis yang penyajiannya

dalam angka-angka yang dapat diukur dan dihitung. Tingkat ukuran yang
dipakai dalam pengukuran variabel adalah dengan skala Likert, dimana seorang
responden dihadapkan pada beberapa pertanyaan kemudian diminta memberikan
jawabannya (Algifari, 2001). Hasil perhitungan dari skor atau nilai kemudian
digunakan dalam analisis statistik yang dilakukan dengan bantuan komputer,
menggunakan program SPSS untuk membuktikan hubungan dan pengaruh antar
variabel-variabel penelitian dengan menggunakan uji data sebagai berikut:
2.

Uji Validitas
Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang

diinginkan serta dapat mengungkapkan data yang terkumpul tidak menyimpang


dari gambaran variabel yang dimaksud. Valid tdaknya suatu item dapat diketahui
dengan cara membandingkan indeks Budaya Organisasi moment (r hitung)
dengan nilai kritisnya yang mana r hitung dapat decanal dengan rumus (Ridwan,
2010:136).

Keterangan:
= Koefisien korelasi antara variabel x dan y
X

= Variabel bebas (kualitas pelayanan)

= Variabel terikat (kepuasan pasien)

= Jumlah responden
3. Uji Reliabilitas
Uji reabilitas merupakan uji kehandalan yang bertujuan untuk

mengetahui seberapa jauh suatu alat ukur dapat dipercaya. Kehandalan berkaitan
dengan estimasi sejauh mana suatu alat ukur konsisten apabila pengukuran
dilakukan berulang pada sampel yang berbeda. Apabila suatu alat ukur
digunakan berulang dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif kosisten, maka
alat ukur tersebut dianggap handal (reliable). Sebaliknya, bila suatu alat ukur
digunakan berulang dan hasil pengukuran yang diperoleh tidak konsisten, maka
alat ukur tersebut dianggap tidak reliable.
Menurut Arikunto (2001:14), uji reabilitas digunakan teknik Alpha
Cronbach, dimana suatu alat dikatakan handal (reliable) bila memiliki koefisien
kehandalan atau Alpha sebesar 0,6 atau lebih.Menurut Riduwan (2010:125), Uji
Reabilitas yaitu menganalisa reabilitas alat ukur dari satu kali pengukuran.
Rumus yang digunakan dalam penelitisn ini adalah Alpha yaitu sebagai berikut:

Dimana:

= Nilai Reabilitas
= Jumlah variasi skor tiap-tiap
= Variasi total
= Jumlah item

4.

Data Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik terhadap model regresi yang digunakan, dilakukan agar
dapat diketahui apakah model regresi tersebut merupakan model regresi yang
baik atau tidak (Ghozali, 2001). Dalam penelitian ini uji asumsi klasik yang
digunakan adalah uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji normalitas.
5.

Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik
seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independent. Pengujian ada
tidaknya gejala multikolinieritas dilakukan dengan memperhatikan nilai matriks
korelasi yang dihasilkan pada saat pengolahan data serta nilai VIF (Variance
Inflation Factor) dan Toleransinya. Apabila nilai matrik korelasi tidak ada yang
lebih besar dari 0,5 maka dapat dikatakan data yang akan dianalisis bebas dari
multikolinieritas. Kemudian apabila nilai VIF berada dibawah 10 dan nilai
toleransi mendekati 1, maka diambil kesimpulan bahwa model regresi tersebut
tidak terdapat multikolinieritas (Singgih Santoso, 2000).
6. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah
model regresi terjadi ketidaksamaan varians residual dari satu pengamatan ke
pengamatan yang lain tetap, maka disebut Heteroskedastisitas (Ghozali, 2001).
Salah satu cara untuk mendeteksi heteroskedastisitas adalah dengan melihat
grafik scatter plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dan nilai
residualnya (SRESID). Jika titik-titik membentuk pola tertentu yang teratur
seperti gelombang besar melebar, kemudian menyempit maka telah terjadi

heteroskedastisitas. Jika titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada


sumbu Y tanpa membentuk pola tertentu, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
7. Uji Normalitas
Tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah dalam sebuah model
regresi, variabel terikat dan variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi
normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau
mendekati normal. Deteksi normalitas dilakukan dengan melihat grafik Normal
Probability Plot (Ghozali, 2005). Dasar pengambilan keputusannya adalah
sebagai berikut :
a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau mengikuti arah garis
diagonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
8.
a. Uji t

Uji Koefisien Regresi Linier Berganda

Digunakan untuk menguji berarti atau tidaknya hubungan variabelvariabel independent Budaya Organisasi (X1), Harga (X2), Promosi (X3), Tempat
(X4), dengan variabel dependent Keputusan Nasabah (Y). Langkah-langkah
pengujiannya adalah sebagai berikut (Ghozali, 2005)
a. Menentukan Formulasi Hipotesis
- H0 : = 0, artinya variabel X1, X2, X3, dan X4 tidak mempunyai pengaruh
yang signifikan secara parsial terhadap variabel Y.
- H0 : = 0, artinya variabel X1, X2, X3, dan X4 mempunyai pengaruh yang
signifikan secara parsial terhadap variabel Y.
b. Menentukan derajat kepercayaan 95% ( =0,05)

c. Menentukan signifikansi
- Nilai signifikasi (P Value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
- Nilai signifikasi (P Value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.
d. Membuat kesimpulan
- Bila (P Value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel
independent secara parsial mempengaruhi variabel dependent.
- Bila (P Value) > 0,05 maka H0 diterima dan ditolak. Artinya variabel
independent secara parsial tidak mempengaruhi variabel dependent.
b.

Uji F (Uji Simultan)


Digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dan

variabel dependent, apakah variabel Budaya Organisasi (X 1), Harga (X2),


Promosi (X3), Tempat (X4), benar-benar berpengaruh secara simultan (bersamasama) terhadap variabel dependent Y (keputusan nasabah).
Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut (Ghozali, 2005)
a. Menentukan Formulasi Hipotesis
- H0 : 1 = 2 0, artinya variabel X 1, X2, X3, dan X4 tidak mempunyai
pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap variabel Y.
- H0 : 1 = 2 0, artinya variabel X 1, X2, X3, dan X4 mempunyai pengaruh
yang signifikan secara simultan terhadap variabel Y.
b. Menentukan derajat kepercayaan 95% ( =0,05)
c. Menentukan signifikansi
- Nilai signifikasi (P Value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
- Nilai signifikasi (P Value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.
d. Membuat kesimpulan

- Bila (P Value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel
independent secara simultan (bersama-sama) mempengaruhi variabel
dependent.
- Bila (P Value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel
independent secara simultan (bersama-sama) tidak mempengaruhi variabel
dependent.

c. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R) dilakukan untuk melihat adanya hubungan
yang sempurna atau tidak, yang ditunjukkan pada apakah perubahan variabel
Budaya Organisasi (Product), Harga (Price), Promosi (Promotion), Tempat
(Place) akan diikuti oleh variabel terikat (Keputusan Nasabah) pada proporsi
yang sama. Pengujian ini dengan melihat nilai R Square (R2). Nilai koefisien
determinasi adalah antara 0 sampai dengan 1. Selanjutnya nilai R yang kecil
berarti kemampuan variabel-variabel independent dalam menjelaskan variasi
variabel dependent amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabelvariabel independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan
untuk memprediksi variasi dependent (Ghozali, 2005).
Contoh :
1.

Uji Validitas dan Reliabilitas


a. Validitas
Untuk menguji pernyataan satudengan lainnya valid atau tidak, maka

pengujiannya dilakukan dengan menggunakan teknik product moment

(Pearson). Penyebaran kuisioner dilakukan pada 100 responden. Analisis


dilakukan terhadap semua ke 35 butir instrumen. Kriteria pengujiannya
dilakukan dengan cara membandingkan rhitung dengan rtabel pada taraf = 0,05.
Menentukan nilai rtabel adalah dari tabel r (tabel terlampir), dengan N=100,dan
taraf signifikan = 0,05. df = n-5 (100-5) = 95 rtabel = 0,164. Dasar pengambilan
keputusan pada uji validitas ini adalah :
- Jika rhitung > rtabel maka butir instrumen dianggap valid
- Jika rhitung < rtabel maka butir instrumen di
anggap tidak valid (invalid),
sehingga instrumen tidak dapat digunakan dalam penelitian.
Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 17 (data
terlampir), maka berdasarkan hasil pengujian validitas tersebut dapat
ditunjukkan sebagai berikut :
Tabel. 4.3. Hasil Uji Validitas

Variabel
Budaya Organisasi (X1)

Item

rhitung (Pearson
Correlation)
**

.756

**

.754

**

.772

**

.550

**

.591

5
Kompensasi (X2)

**

.557

**

.597

**

.500

**

.715

**

.335

5
Pengembangan Karir (X3)

.218

**

.367

**

.669

**

.452

**

.633

**

.358

**

.461

**

.489

rtabel

Keterangan

0,164

Valid

0,164

Valid

0,164

Valid

0,164

Valid

0,164

Valid

0,164

Valid

0,164

Valid

0,164

Valid

0,164

Valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

.631**

**

valid

10

.259

0,164

valid

11

.459**

0,164

Tidak valid

12

,120

0,164

valid

13

,196

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

**

.423

14

**

.689

15
Kepuasan Karyawan

0,164

**

.563

**

.526

**

.482

**

.547

**

.573

**

.552

.244

0,164

valid

.513**

0,164

valid

0,164

valid

0,164

valid

**

.350

.238

10

Sumber : Data Hasil SPSS 17


Berdasarkan tabel diatas, hasil perhitungan uji validitas variabel kualitas
pelayanan diperoleh kesimpulan bahwa 34 item alat ukur tersebut semua
dinyatakan valid. Dan 1 item yang tidak Valid
b. Uji Reliabilitas
Koefisien reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk melihat konsistensi
jawaban butir-butir pernyataan yang diberikan oleh responden dalam
perhitungannya, menggunakan program SPSS 17. Berikut adalah hasil
perhitungan yang didapatkan
Tabel Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
Batas Reliabilitas
0,6
Budaya Organisasi (X1)
0,6
Kompensasi (X2)
0,6
Pengembangan Karir (X3)
0,6
Kepuasan Karyawan (Y)
Sumber : Data Hasil SPSS 17 Uji Reliabilitas
8

Cronbach's
Alpha
,709
,374
,695
,595

keterangan
Reliabel
Cukup Reliabel
Reliabel
Cukup Reliabel

Hasil pengujian reliabilitas pada tabel diatas, menunjukan bahwa nilai koefesien
( Alpha) dari variabel-variabel yang diteliti menunjukkan hasil yang beragam dan
variabel nilai Croanbach Alpha lebih besar dari 0,60 dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabel.
C. Pengujian Persyaratan Analisis
Sebelum melakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan
pengujian asumsi klasik, pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi terpenuhinya
asumsi-asumsi dalam model regresi berganda dan untuk menginterprestasikan
data agar lebih relevan dalam menganalisis. Pengujian asumsi klasik ini
meliputi:
1.

Uji Multikolinieritas

Pengujian multikolinearitas digunakan untuk menunjukkan apakah ada


korelasi

diantara

variabel

independen.

Didalam

penelitian

yang

menggunakan teknik analisa regresi berganda antar variabel independen


tidak boleh saling berkorelasi atau terjadi multikolinearitas. Deteksi tidak
terjadinya multikolinearitas dapat dilihat pada collinearity statistics, dengan
ketentuan apabila nilai tolerance value masing-masing variabel independen
berada diatas 0,1 dan variance inflation value atau nilai VIF masing-masing
variabel

independen

berada

di

bawah

10

maka

tidak

terjadi

multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat hasilnya sebagai


berikut :

Tabel 4.9
9

Hasil Uji Multikolinieritas


VIF

Tolerance
Budaya Organisasi
Kompensasi
Pengembangan Karir

.467

2.142

.377

2.653

.238
a Dependent Variable: Y.KepuasanPelanggan

4.199

Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas menunjukkan bahwa


antar variabel independen Budaya Organisasi(X1), Kompensasi
(X2)

dan

Pengembangan

karir

semuanya

tidak

terjadi

multikolinearitas, karena nilai tolerance masing-masing variabel


independen berada di atas 0,1 dan nilai VIF variabel independen
berada di bawah 10.
2. Uji Heteroskedastisitas
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi
terjadi heteroskedastisitas varian dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Ini ditunjukan dalam grafik Scatterplot
terlihat titik menyebar secara acak atau tidak membentuk sebuah
pola tertentu yang jelas dan tersebar baik diatas maupun dibawah
angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam
model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas yang berarti model
regresi

layak

untuk

memprediksikan

berdasarkan masukkan variable independen.

Gambar 2
Hasil Uji Heteroskedastisitas

10

variabel

dependen

Sumber : Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)

Dari gambar 4.1 uji heteroskedastisitas terlihat titik-titik menyebar


secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta
tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal
ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas.

3. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang
digunakan berdistribusi normal atau tidak. Data yang baik adalah
memiliki

distribusi

normal.
11

Pengujian

dilakukan

dengan

menggunakan kurva normal probabilty plot, dengan ketentuan jika


titik-titik pada grafik menyebar dan berhimpit mengikuti sekitar
garis diagonal maka data yang digunakan berdistribusi secara
normal. Hasil pengujian normalitas dihasilkan melalui perhitungan
regresi dengan SPSS, dapat dilihat pada gambar 4.2 sebagai
berikut:
Gambar 3

Sumber : Hasil Penelitian, 2012 (data diolah)

Berdasarkan Gambar 4.2 tersebut dapat disimpulkan bahwa data


menyebar disekitar diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, dengan
demikian maka data terdistribusi secara normal.

12

D. Pengujian Hipotesis
1.

Analisis Regresi Linear Berganda


Pembuktian hipotesis secara parsial dilakukan untuk melihat pengaruh

masing-masing variabel bebas secara sendiri-sendiri terhadap variabel


terikatnya, sehingga nantinya dapat diketahui variabel bebas yang mana
dominan yang mempengaruhi variabel terikat, yakni Budaya Organisasi,
Kompensasi, dan Pengembangan Karir dari ke tiga variabel bebas yang diteliti
dalam penelitian ini. Berdasarkan pada hasil perhitungan dengan menggunakan
SPSS 17. Diperoleh besarnya nilai koefisien regresi secara parsial dengan
masing-masing variabel bebas yang diteliti yaitu seperti tabel 4.11. di bawah ini:
Tabel 4.10. Koefisien Regresi Variabel Bebas Secara Parsial Terhadap Variabel
Terikat
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

Std. Error

(Constant)

9.619

2.704

PENGEMBANGANKARIR

.018

.088

KOMPENSASI

.873

BUDAYAORGANISASI

.619

Coefficients
Beta

t
3.557

.001

.025

.206

.837

.163

.457

5.358

.000

.125

.470

4.950

.000

a. Dependent Variable: KEPUASANPEGAWAI

Dari data table 4.11, maka dapat dibuktikan kebenaran hipotesis yang penulis
ajukan secara parsial dengan ketentuan :
-

Apabila thitung > ttabel bahwa variabel bebas dapat menerangkan bahwa

terdapat pengaruh antara 2 variabel yang diteliti.


Apabila thitung < ttabel bahwa variabel bebas dapat menerangkan bahwa tidak
terdapat pengaruh antara 2 variabel yang diteliti.

13

Sig.

Uji tini dilaukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel pada signifikan
5% ( = 0,05)
Maka berdasarkan hasil pengujian pada variabel Pengembangan Karir
(X3) dengan menggunakan bantuan SPSS diperoleh thitung sebesar 0.206 Maka bila
dibandingkan dengan ttabel pada signifikan = 5%, yakni sebesar 1.660 dapat
dilihat bahwa thitung lebih kecil dari ttabel (0.206 < 1.660) dan tingkat signifikan 0,05
< 0,837. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Pengembangan
Karir (X3) tidak berpengaruh Positif dan tidak signifikan terhadap variabel
Kepuasan Karyawan pada Bank Riau Kepri
Berdasarkan hasil pengujian pada variabel Kompensasi (X2) dengan
menggunakan bantuan SPSS diperoleh thitung sebesar 5,358. Maka bila
dibandingkan dengan ttabel pada signifikan = 5%, yakni sebesar 1.660 dapat
dilihat bahwa thitung lebih kecil dari ttabel (5,358 > 1.660) dan tingkat signifikan 0,05
> 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Harga (X2) tidak
berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Karyawan dalam Bekerja
pada Bank Riau Kepri.
Berdasarkan hasil pengujian pada variabel Budaya Organisasi (X1) dengan
menggunakan bantuan SPSS diperoleh thitung sebesar 4,950. Maka bila
dibandingkan dengan ttabel pada signifikan = 5%, yakni sebesar 1.660 dapat
dilihat bahwa thitung lebih kecil dari ttabel (4,950 > 1.660) dan tingkat signifikan 0,05
> 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variable Budaya Organisasi
(X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Karyawan
dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri.

14

Berdasarkan hasil uji hipotesi yang dilakukan diketahui keempat variabel


penelitian yakni Budaya Organisasi, Kompensasi, Pengembangan karir, pada
Bank Riau Kepri, dimana variabel yang paling dominan mempengaruhi Kepuasan
Kerja adalah Kompensasi (X2) dan Budaya Organisasi (X1). Hal ini disebabkan
Kompensasi dan Budaya organisasi sangatlah penting, karna dapat mempengaruhi
Kepuasan Karyawan dalam bekerja di Bank Riau Kepri.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda
(multiple regresion) dimaksudkan untuk mencari pengaruh antara variabel bebas
dengan (Kepuasan Karyawan) yaitu Budaya Organisasi (X1), Kompensasi (X2),
dan Pengembangan Karir (X3) berpengaruh terhadap Kepuasan Karyawan (Y)
dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri. Berdasarkan data tabel 5.8 diatas, dapat
diperoleh model persamaanregresi linier berganda sebagai berikut:
Y = a + 1 1 + 2 2 + 3 3 + 4 4 +
Dengan hasil sebagai berikut:
Y = 9,619 + 4,950 1 + 5,358 2 + 0,206 3 +
Bari persamaan regresi menunjukkan koefisien regresi dari 1, 2, 3, 4 bernilai
positif dan negatif. Hal ini menunjukkan variabel-variabel bebas yang bernilai
positif apabila ditingkatkan persamaannya akan menimbulkan peningkatan pula
pada variabel terikatnya, sedangkan yang bernilai negatif akan menimbulkan
pengurangan pada variabel terikatnya seperti:
a. Konstanta sebesar 9,619, artinya jika Budaya Organisasi, harga, promosi
dan tempat (X) nilainya 0, maka keputusan nasabah (Y) nilainya positif
yaitu sebesar 9,619
b. Nilai koefisien variabel Budaya Organisasi (X 1) sebesar 4,950 artinya
terdapat pengaruh negatif antara variabel Budaya Organisasi terhadap
15

kepuasan Karyawan jika ada penurunan nilai Budaya Organisasi terjadi


kenaikan Kepuasan karyawan variabel Budaya Organisasi tetap.
c. Nilai koefisien variabel Kompensasi (X2) sebesar 5,358 artinya ada
pengaruh positif antara variabel Kompensasi terhadap Kepuasan
Karyawan jika ada kenaikan nilai harga terjadi kenaikan Kepuasan
Karyawan variabel harga tetap.
d. Nilai koefisien varibel Pengembangan Karir (X3)= 0,206 artinya tidak ada
pengaruh antara variabel Kompensasi terhadap Kepuasan Karyawan
2.

Koefisien Determinasi (R)


Apabila nilai R mendekati +1 maka secara bersama-sama variabel-variabel
bebas tersebut mempunyai hubungan positif yang cukup kuat. Berikut
hasil pengolahan data dengan menggunakan bantuan SPSS 17yang dapat
dilihat pada tabel 4.9 berikut ini :

16

Tabel.4.11. Koefisien Determinasi Variabel Bebas terhadap Variabel Terikat


Model Summaryb
Model
1

R
.821

R Square
a

Adjusted R Square

.674

.664

Std. Error of the


Estimate

Durbin-Watson

1.89978

2.001

a. Predictors: (Constant), BUDAYAORGANISASI, KOMPENSASI, PENGEMBANGANKARIR


b. Dependent Variable: KEPUASANPEGAWAI

Dari tabel 4.11, diperoleh nilai R Square (R2) sebesar 0,674 (67,4%) ini
menjelaskan bahwa Budaya Organisasi, Kompensasi, dan Pengembangan karir
Terhadap kepuasan Karyawan Pada PT. Bank Riau Kepri berpengaruh sebesar
67,4% sedangkan sisanya 32,6 menggambarkan variabel bebas lainnya yang tidak
diamati dalam penelitian ini.
3.

Pengujian Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F)


Pembuktian hipotesis ini digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas

secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. Dimana variabel bebasnya


terdiri dari variabel Budaya Organisasi (X1), Kompensasi (X2), dan
Pengembangan Karir (X3) serta variabel terikatnya adalah Kepuasan Karyawan
(Y) dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri dalam pengujian ini penulis
merumuskan hipotesis statistik sebagai berikut :
Ho : tidak ada pengaruh yang signifikan dari Budaya Organisasi (X1),
Kompensasi (X2), dan Pengembangan Karir (X3) terhadap kepuasan
Karyawan (Y) dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri
Ha : Ada pengaruh yang signifikan dari Budaya Organisasi (X1), Kompensasi
(X2), dan Pengembangan Karir (X3) terhadap kepuasan Karyawan (Y)
dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri
Selanjutnya untuk membuktikan hipotesis penelitian apakah semua variable
bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikatnya
maka dapat dilakukan dengan uji statistik F.
Tabel.4.12 Koefisien Determinasi Variabel Bebas terhadap Variabel Terikat

17

ANOVAb
Model
1

Sum of Squares

df

Mean Square

Regression

716.359

238.786

Residual

346.481

96

3.609

1062.840

99

Total

Sig.

66.161

.000a

a. Predictors: (Constant), BUDAYAORGANISASI, KOMPENSASI, PENGEMBANGANKARIR


b. Dependent Variable: KEPUASANPEGAWAI

a. Kriteria pengujian
Ho diterima jika Fhitung < Ftabel dan nilai probabilitas > 0,05
Ho ditolak jika Fhitung dan probabilitas > 0,05
b. Nilai Fhitung dan probabilitas
Nilai F hitung 66,161 dan nilai probabilitas 0,000
c. Kesimpulan
Hasil uji pengaruh F hitung < Ftabel dari hasil perhitungan menunjukkan
bahwa Fhitung adalah 66,161 dan Ftabel dengan level signifikan sebesar 5% =
3,94 (data terlampir). Maka diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel
(66,161>3,94) dengan nilai signifikansi 0,005 >0,000
Dengan demikian hipotesis yang mengatakan Budaya Organisasi (X1),
Kompensasi (X2), dan Pengembangan Karir (X3) berpengaruh terhadap
Kepuasan Karyawan (Y) dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri dapat diterima.
Dari hasil perhitungan tersebut maka variabel secara bersama-sama Tempat,
Budaya Organisasi, Kompensasi, Pengembangan Karir berpengaruh secara
sigifikan terhadap Kepuasan Karyawan dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri.
4.

Uji Parsial (Uji t)


Pembuktian hipotesis secara parsial dilakukan untuk melihat pengaruh

masing-masing variabel bebas secara sendiri-sendiri terhadap variabel


terikatnya, sehingga nantinya dapat diketahui variabel bebas yang mana
dominan yang mempengaruhi variabel terikat, yakni Budaya Organisasi,
Kompensasi, dan Pengembangan Karir dari ke tiga variabel bebas yang diteliti

18

dalam penelitian ini. Berdasarkan pada hasil perhitungan dengan menggunakan


SPSS 17. Diperoleh besarnya nilai koefisien regresi secara parsial dengan
masing-masing variabel bebas yang diteliti yaitu seperti tabel 4.11. di bawah ini:
Tabel 4.13. Koefisien Regresi Variabel Bebas Secara Parsial Terhadap Variabel
Terikat
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

Std. Error

(Constant)

9.619

2.704

PENGEMBANGANKARIR

.018

.088

KOMPENSASI

.873

BUDAYAORGANISASI

.619

Coefficients
Beta

Sig.

3.557

.001

.025

.206

.837

.163

.457

5.358

.000

.125

.470

4.950

.000

a. Dependent Variable: KEPUASANPEGAWAI

Dari data table 4.13, maka dapat dibuktikan kebenaran hipotesis yang penulis
ajukan secara parsial dengan ketentuan :
-

Apabila thitung > ttabel bahwa variabel bebas dapat menerangkan bahwa

terdapat pengaruh antara 2 variabel yang diteliti.


Apabila thitung < ttabel bahwa variabel bebas dapat menerangkan bahwa tidak
terdapat pengaruh antara 2 variabel yang diteliti.
Uji tini dilaukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel pada signifikan

5% ( = 0,05)
Maka berdasarkan hasil pengujian pada variabel Pengembangan Karir
(X3) dengan menggunakan bantuan SPSS diperoleh thitung sebesar 0.206 Maka bila
dibandingkan dengan ttabel pada signifikan = 5%, yakni sebesar 1.660 dapat
dilihat bahwa thitung lebih kecil dari ttabel (0.206 < 1.660) dan tingkat signifikan 0,05
< 0,837. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Pengembangan

19

Karir (X3) tidak berpengaruh Positif dan tidak signifikan terhadap variabel
Kepuasan Karyawan pada Bank Riau Kepri
Berdasarkan hasil pengujian pada variabel Kompensasi (X2) dengan
menggunakan bantuan SPSS diperoleh thitung sebesar 5,358. Maka bila
dibandingkan dengan ttabel pada signifikan = 5%, yakni sebesar 1.660 dapat
dilihat bahwa thitung lebih kecil dari ttabel (5,358 > 1.660) dan tingkat signifikan 0,05
> 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Harga (X2) tidak
berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Karyawan dalam Bekerja
pada Bank Riau Kepri.
Berdasarkan hasil pengujian pada variabel Budaya Organisasi (X1) dengan
menggunakan bantuan SPSS diperoleh thitung sebesar 4,950. Maka bila
dibandingkan dengan ttabel pada signifikan = 5%, yakni sebesar 1.660 dapat
dilihat bahwa thitung lebih kecil dari ttabel (4,950 > 1.660) dan tingkat signifikan 0,05
> 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variable Budaya Organisasi
(X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Karyawan
dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri.
Berdasarkan hasil uji hipotesi yang dilakukan diketahui keempat variabel
penelitian yakni Budaya Organisasi, Kompensasi, Pengembangan karir, pada
Bank Riau Kepri, dimana variabel yang paling dominan mempengaruhi Kepuasan
Kerja adalah Kompensasi (X2) dan Budaya Organisasi (X1). Hal ini disebabkan
Kompensasi dan Budaya organisasi sangatlah penting, karna dapat mempengaruhi
Kepuasan Karyawan dalam bekerja di Bank Riau Kepri.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda
(multiple regresion) dimaksudkan untuk mencari pengaruh antara variabel bebas

20

dengan (Kepuasan Karyawan) yaitu Budaya Organisasi (X1), Kompensasi (X2),


dan Pengembangan Karir (X3) berpengaruh terhadap Kepuasan Karyawan (Y)
dalam Bekerja pada Bank Riau Kepri. Berdasarkan data tabel 5.8 diatas, dapat
diperoleh model persamaanregresi linier berganda sebagai berikut:
Y = a + 1 1 + 2 2 + 3 3 + 4 4 +
Dengan hasil sebagai berikut:
Y = 9,619 + 4,950 1 + 5,358 2 + 0,206 3 +
Bari persamaan regresi menunjukkan koefisien regresi dari 1, 2, 3, 4 bernilai
positif dan negatif. Hal ini menunjukkan variabel-variabel bebas yang bernilai
positif apabila ditingkatkan persamaannya akan menimbulkan peningkatan pula
pada variabel terikatnya, sedangkan yang bernilai negatif akan menimbulkan
pengurangan pada variabel terikatnya seperti:
e. Konstanta sebesar 9,619, artinya jika Budaya Organisasi, harga, promosi
dan tempat (X) nilainya 0, maka keputusan nasabah (Y) nilainya positif
yaitu sebesar 9,619
f. Nilai koefisien variabel Budaya Organisasi (X 1) sebesar 4,950 artinya
terdapat pengaruh negatif antara variabel Budaya Organisasi terhadap
kepuasan Karyawan jika ada penurunan nilai Budaya Organisasi terjadi
kenaikan Kepuasan karyawan variabel Budaya Organisasi tetap.
g. Nilai koefisien variabel Kompensasi (X2) sebesar 5,358 artinya ada
pengaruh positif antara variabel Kompensasi terhadap Kepuasan
Karyawan jika ada kenaikan nilai harga terjadi kenaikan Kepuasan
Karyawan variabel harga tetap.
h. Nilai koefisien varibel Pengembangan Karir (X3)= 0,206 artinya tidak ada
pengaruh antara variabel Kompensasi terhadap Kepuasan Karyawan

21

Lampiran 1 Tabel F

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
22

38.
39.
Lampiran 2. Tabel t
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.

23

24