Anda di halaman 1dari 12

Perbedaan nilai

hematokrit pada
sampel darah vena
degan darah kapiler
MAHASISWA
AAKMAL
NAMA : FREDERIKUS JAMAL
NIM : 13010014

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemeriksaan hematokrit merupakan salah

satu pemeriksaan darah khusus yang sering


dikerjakan di laboratorium berguna untuk
membantu diagnosa berbagai penyakit
diantaranya Demam Berdarah Dengue (DBD),
anemia, polisitemia vera dan diare berat.
(Sutedjo,2009:28). Pemeriksaan hematokrit
mengukur presentase melalui volume sel
darah merah (SDM) konsentrat dalam suatu
sampel darah. Konsentrat diperoleh dengan
melakukan sentrifus darah dalam tabung
kapiler. (Muttaqin dan Ramadhani,2009:116)

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Apakah ada perbedaan nilai hematokrit
metode mikro dengan menggunakan darah
vena dan darah kapiler ?

Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah :
1. Mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai
hematokrit metode mikro menggunakan
darah vena dan darah kapiler.
2. Mengetahui kelebihan darah vena.
3. Mengetahui kelebihan darah kapiler.

Faktor yang mempengaruhi


pemeriksaan hematokrit
1) Faktor Invivo

a.Eritrosit
b. Viskositas darah
c.Plasma
2) Faktor Invitro
a. Pemusingan / sentrifugasi
b. Antikoagulan
c.Suhu dan waktu penyimpanan sampel

d. Bahan pemeriksaan tidak tercampur


hingga homogen sebelum pemeriksaan
dilakukan.
e. Tabung hematokrit yang digunakan
tidak bersih dan kering.
F. Pembacaan yang tidak tepat.
g. Bila memakai darah kapiler tetesan
darah pertama harus dibuang karena
mengandung cairan interstitial.

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian dan Rancangan

Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian
penelitian deskriptif comparative yang
didukung dengan analisa laboratorium.
Penelitian deskriptif yang bertujuan untuk
membuat gambaran atau deskripsi tentang
suatu keadaan secara objektif, kemudian
dilakukan analisa statistik untuk melakukan
perbandingan dua variasi.

Populasi dan Sampel


1. Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak
50 orang daerah sawojajar malang pada bulan
mei tahun 2016 yang melakukan pemeriksaan
hematologi di Laboratorium.
2. Sampel
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak
40 orang dari populasi pasien daerah
sawojajar yang melakukan pemeriksaan
hematologi yaitu hematokrit di Laboratorium

Variabel dan Definisi


Operasional Variabel
1. Variabel

a) Variable bebas : darah vena dan darah


kapiler
b) Variable terikat : nilai hematokrit

2. Definisi Operasional Variabel

a) Perbandingan adalah dua objek yang berbeda


digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
menarik suatu kesimpulan dalam penelitian.
b) Nilai hematokrit adalah volume semua eritrosit
dalam 100 ml darah dan disebut % dari volume darah
itu.
c) Metode mikrohematokrit adalah suatu metode yang
digunaka untuk menentukan nilai hematokrit dimana
darah EDTA disentrifuge, sehingga sel-sel eritrositnya
akan dimampatkan. Tingginya kolom eritrosit diukur
dan dinyatakan dalam% dari darah tersebut.
d) Darah vena adalah darah yang diambil dari vena
mediana cubiti pada pasien di sawojajar malang.
e) Darah kapiler adalah darah yang diambil dari
pembuluh kapiler ujung jari pada pasien daerah
sawojajar malang.

PROSEDUR
pasien

Sampel darah vena+EDTA

sampel darah kapiler

Sampel darah kurang dari 6 jam


Pemeriksaan hematologi metode
Nilai hematokrit (%)

TERIMAKASIH..