Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN JIWA

KELUARGA GANGGUAN: HALUSINASI


Lahan Praktik : Warga RW 09 Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah

Disusun oleh ;
Alita Mei Rosfyanita 1106053331
Dwanti Retno Asih 1106053104
Hanun Isna Mutia
1106012520

PROGRAM PROFESI NERS STASE KEPERAWATAN JIWA


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK. 2015

I.

ANALISIS DATA
Data

Masalah Keperawatan

1. Ibu dan kakak mengatakan klien


sering melihat bayangan hitam dan
kucing di rumahnya malam hari,
frekuensinya terus-menerus.
2. Ibu dan kakak mengatakan klien
sering marah tiba-tiba
3. Ibu dan kakak mengatakan klien tidak
pernah merasa sakit, sehingga tidak
mau dibawa ke rumah sakit
4. Ibu dan kakak mengatakan klien tidak
mau dinasehati sama orang yang lebih
muda dari usianya
DO :
1. Tampak klien gelisah saat halusinasi
muncul
DS:
1. Ibu dan kakak mengatakan setiap
malam klien terbangun karena cemas
dan sering bertanya tentang ketakutan
akan keselamatannya ke paman, atau
ibunya. Sebagai contohh klien sering
menanyakan kita akan selamat kan?
Tidak akan terjadi apa-apa kan?
2. Ibu dan kakak mengatakan klien
sering takut dengan kejadian yang
belum jelas terhadap dirinya
3. Ibu dan kakak mengatakan klien
tampak cemas terhadap benda-benda
disekitarnya misalnya karet karena
bisa mengancam dirinya
DS:
1. Ibu dan kaka klien mengatakan
tetangga pada bilang, kenapa kalau
klien keluar rumah bajunya yang itu
ya? Jangan dibedain. Menurut kaka
klien, baju klien tidak pernah
dibedakan, memang maunya pakai
baju yang seperti itu (kurang terlihat
pantas) tidak ada motivasi untuk rapi.
2. Kakak klien mengatakan klien jarang

Gangguan sensori persepsi: halusinasi


penglihatan

DS:

Ansietas

Defisit perawatan diri: berpakaian

mengganti bajunya dan emmakai baju


yang sudah tidak layak pakai, padahal
banyak pakaian yang bagus.

II.
III.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Data

IV.

Diagnosa
X.

1. Ibu dan kakak


XVII.
mengatakan klien XVIII.
sering melihat
bayangan hitam
dan kucing di
rumahnya malam
hari, frekuensinya
terus-menerus.
2. Ibu dan kakak
mengatakan klien
sering marah tibatiba
3. Ibu dan kakak
mengatakan klien
tidak pernah
merasa sakit,
sehingga tidak
mau dibawa ke
rumah sakit
4. Ibu dan kakak
mengatakan klien
tidak mau
dinasehati sama
orang yang lebih
muda dari usianya

XIX.
Gangguan
sensori
persepsi:
halusinasi
penglihata
n

V. Tujuan
TUM
XI.
TUK
Klien dapat XX.
Tuk 1 :
mengontrol XXI.
Klien dapat
halusinasiny
membina
a dan tidak
hubungan
mencederai
saling
orang lain
percaya
dan diri
sendiri

XXV.
XXVI.

TUK 2 :
Klien dapat

VI.
1.

Implementasi

VII.

Bina hubungan XXII.


saling percaya dengan
mengungkapkan prinsip
komunikasi terapentik.
a. Sapa klien dengan
ramah baik verbal
maupun non verbal
b. Perkenalkan diri
dengan sopan
c. Tanyakan nama
lengkap klien dan
nama panggilan yang
disukai klien
d. Jelaskan tujuan
pertemuan
e. Jujur dan menepati
janji
f. Tunjukan sikp simpati
dan menerima apa
adanya
2.
Beri perhatian
pada kebutuhan dasar
klien
1.
Adakan kontak seringXXVII.
dan singkat secara

Rasional

XIV.
XV. DO :
1. Bicara inkoheren,
nada tinggi, sering
bertanya saya tidak
kenapa-kenapa
kan?
2. Tampak klien
gelisah saat
halusinasi muncul
XVI.

mengenal
halusinasin
ya

bertahap
2.
Observasi tingkah laku
klien terkait dengan
halusinsinya; bicara dan
tertawa tanpa stimulus
memandang kekiri/ke
kanan/ ke depan seolaholah ada teman bicara
3.
Bantu klien mengenal
halusinasinya :
a. Tanyakan apakah ada
suara yang didengar
b. Jika klien menjawab
ada, lanjutkan : apa
apa yang dikatakan
c. Katakan bahwa
perawat percaya
klien mendengar
suara itu, namun
perawat sendiri tidak
mendengarnya
(dengan nada
bersahabat tanpa
menuduh atau
menghakimi)
d. Katakan bahwa klien
lain juga ada seperti
klien

4.

5.

XXX.
XXXI.

XXXII.

TUK 3 :
Klien dapat
mengontrol
halusinasin
ya

1.

2.

3.

e. Katakan bahwa
perawat akan
membantu klien.
Diskusikan dengan
klien : Situasi yang
menimbulkan/tidak
menimbulkan halusinasi (
jika sendiri, jengkel /
sedih)
Waktu dan frekuensi
terjadinya halusinasi
(pagi, siang sore, dan
malam atau sering dan
kadang-kadang)
Identifikasi bersama klien
XXXIII.
cara atau tindakan yang
dilakukan jika terjadi
halusinasi (tidur, marah,
menyibukan diri dll)
Diskusikan manfaat dan
cara yang digunakan
klien, jika bermanfaat beri
pujian
Diskusikan cara baru
untuk memutus/
mengontrol timbulnya
halusinasi :
a. Katakan : saya tidak

mau dengar/lihat
kamu (pada saat
halusinasi terjadi)
b. Menemui orang lain
(perawat/teman/angg
ota keluarga) untuk
bercakap cakap atau
mengatakan
halusinasi yang
didengar / dilihat
c. Membuat jadwal
kegiatan sehari hari
agar halusinasi tidak
sempat muncul
d. Meminta
keluarga/teman/
perawat menyapa
jika tampak bicara
sendiri
4. Bantu Klien memilih dan
melatih cara memutus
halusinasi secara bertahap
5. Beri kesempatan untuk
melakukan cara yang
dilatih. Evaluasi hasilnya
dan beri pujian jika
berhasil
6. Anjurkan klien mengikuti

terapi aktivitas kelompok,


orientasi realita, stimulasi
persepsi
XXXIV.
XXXV.
XXXVI.
XXXVII.
XXXVIII.
XXXIX.
XL.
XLI.
XLII.
XLIII.
XLIV.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

XLV.
XLVI.

Nama Perawat: Alita, Dwanti, Hanun

Nama klien/ No.CM: Bapak W

Ruangan/RW:

09
XLVII.

IMPLEMENTASI TINDAKAN KEPERAWATAN

Tanggal: 28/ 10/ 2015


Jam:
L.
10.00-10.45
LI.
DS:
LXIII.
7. Kakak bertanya bagaimana itu kondisi adik saya?
8. Ibu dan kakak mengatakan klien sering melihat bayangan
LXIV.
hitam dan kucing di rumahnya malam hari, frekuensinya terus- LXV.
menerus.
LII.
LXVI.
9. Ibu dan kakak mengatakan klien sering marah tiba-tiba
LXVII.
LIII.
LXVIII.
10. Ibu dan kakak mengatakan klien tidak pernah merasa sakit,

XLVIII.

EVALUASI (SOAP)

XLIX.

S: Keluarga mulai memahami tentang halusinasi dan mau


merawat anggota keluarga yang mengalami halusinasi
O : Setelah dijelaskan tentang halusinasi, keluarga sudah
mulai tenang
A: Gangguan sensori persepsi: halusinasi penglihatan

sehingga tidak mau dibawa ke rumah sakit


LIV.
11. Ibu dan kakak mengatakan klien tidak mau dinasehati sama
orang yang lebih muda dari usianya
LV.
LVI.
DO:
1. Klien tampak gelisah dan ketakutan dengan halusinasinya
LVII.
LVIII.
Dx: Gangguan sensori persepsi: halusinasi penglihatan
LIX.
LX.
T : 1. Mengenali halusinasi kepada keluarga (pengertian, tanda
gejala, akibat)
LXI.
LXII.
RTL:
1. Evaluasi tentang halusinasi
2. Menghardik halusinasi
LXX.
LXXI.

LXIX.

P : 1. Cara menghardik halusinasi


2. Memotivasi keluarga untuk merawat anggota keluarga
yang halusinasi