Anda di halaman 1dari 29

AKUNTANSI KEUANGAN

DAERAH
BAB 5
STRUKTUR ANGGARAN
PEMERINTAH DAERAH

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
ABDUL ROHMAN, SE MSi

TUJUAN INSTRUKSIONAL
UMUM
Setelah mempelajari materi ini ,
mahasiswa
diharapkan
dapat
memahami
operasionalisasi
anggaran dipemerintah daerah dari
sisi struktur anggaran dan kode
akunnya

TUJUAN INSTRUKSIONAL
KHUSUS
Setelah mempelajari materi ini
mahasiswa dapat memahami :
Memahami struktur Anggaran
Pendapatan Daerah
Memahami struktur Anggaran Belanja
Daerah
Memahami struktur Anggaran
Pembiayaan Daerah
Memahami kode akun pendapatan,
belanja, pembiayaan Daerah

A. STRUKTUR ANGGARAN
PENDAPATAN

Struktur
Anggaran
Pendapatan Daerah dirinci
menurut
Kelompok
Pendapatan yang meliputi
Pendapatan Asli Daerah,
Dana Perimbangan dan
lain-lain Pendapatan yang sah

B. SUSUNAN PENDAPATAN
DAERAH
Pendapatan
Daerah dirinci menurut Kelompok,

Jenis, Obyek dan Rincian Obyek Pendapatan


Struktur pendapatan pada tingkat kelompok
meliputi :
Pendapatan Asli Daerah
Dana Perimbangan
Dan lain-lain Pendapatan yang sah

Setiap kelompok Pendapatan dirinci lebih lanjut


menurut jenis pendapatan
Setiap jenis pendapatan dirinci lebih lanjut
menurut obyek pendapatan
Setiap obyek pendapatan dirinci lebih lanjut
menurut rincian obyek pendapatan

Susunan
Nama
dan
Kode
Rekening
Pendapatan yang mencakup Kelompok,
Jenis, Obyek dan Rincian Obyek Pendapatan
disajikan
dalam
Lampiran
Struktur
Pendapatan dirinci menurut Kelompok
Pendapatan yang meliputi Pendapatan Asli
Daerah, Dana Perimbangan dan lain-lain
Pendapatan yang sah.

C. DESKRIPSI PENDAPATAN
DAERAH
PENDAPATAN ASLI
DAERAH
Pendapatan Asli Daerah adalah semua penerimaan

daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah.


Pajak Daerah adalah penerimaan daerah yang berasal
dari pungutan pajak.
Retribusi Daerah adalah penerimaan daerah yang
berasal dari retribusi daerah
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
adalah penerimaan daerah yang berasal dari hasil
perusahaan milik daerah dan pengelolaan kekayaan
daerah yang dipisahkan.
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah adalah
penerimaan dari PAD yang bukan klasifikasi PAD yang
disebutkan sebelumnya.

PENDAPATAN ASLI
DAERAH

DANA PERIMBANGAN

Dana Perimbangan adalah dana yang


bersumber
dari
penerimaan
anggaran pendapatan dan belanja
Negara yang dialokasikan kepada
daerah untuk membiayai kebutuhan
daerah.
Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak
adalah dana yang bersumber dari
penerimaan anggaran pendapatan
dan belanja Negara yang dalokasikan
kepada daerah sebagai bagian bagi

Dana Alokasi Umum adalah dana yang


bersumber dari penerimaan anggaran
pendapatan dan belanja Negara yang
dialokasikan kepada daerah dalam bentuk
block grant yang pemanfaatan diserahkan
sepenuhnya kepada daerah.
Dana Alokasi Khusus adalah dana yang
bersumber dari penerimaan anggaran
pendapatan dan belanja Negara yang
dialokasikan
kepada
daerah
yang
pemanfaatan
untuk
suatu
tujuan
tertentu/khusus.

Dana Perimbangan

LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SYAH

Lain-lain Pendapatan yang Sah


adalah penerimaan lain-lalin
yang
bukan
berasal
dari
klasifikasi
Pendapatan
Asli
Daerah dan Dana Perimbangan
seperti
yang
dijelaskan
sebelumnya.

Lain-lain Pendapatan
Yang syah

D. STRUKTUR ANGGARAN BELANJA


DAERAH
Susunan Belanja Daerah
Belanja Daerah dirinci menurut Bagian, Kelompok, Jenis,
Obyek dan Rincian Obyek Belanja.
Bagian Belanja terdiri atas: belanja langsung dan belanja
tidak langsung
Belanja tidak langsung teridri dari jenis belanja: belanja
pegawai, belanja bunga, subsidi, hibah, bantuan social,
belanja bagi hasil, bantuan keuangan, dan belanja tidak
terduga.
Belanja langsung terdiri dari jenis belanja: belanja
pegawai, belanja barang dan jasa, belanja modal
Setiap jenis belanja dirinci lebih lanjut menurut obyek
Belanja.

Setiap obyek Belanja dirinci lebih


lanjut menurut rincian obyek Belanja.
Susunan Nama dan Kode Rekening
Belanja yang mencakup Bagian,
Kelompok, Jenis, Obyek dan Rincian
Obyek Belanja disajikan dalam
Lampiran.

Deskripsi Belanja Daerah


Belanja Langsung adalah
belanja yang
eksistensinya dipengaruhi
secara langsung oleh
adanya kegiatan yang
direncanakan
(terprogram).
Belanja Tidak Langsung
adalah belanja yang
eksistensinya dipengaruhi
tidak secara langsung
oleh adanya kegiatan
yang direncanakan
(terprogram)

DESKRIPSI BELANJA TIDAK


LANGSUNG

Belanja Pegawai (Belanja Tidak Langsung) adalah


semua pengeluaran daerah untuk pegawai atau
personel.
Belanja Bunga; Belanja bunga digunakan untuk
menganggarkan pembayaran bunga utang yang
dihitung atas kewajiban pokok utang (Principal
outstanding) berdasarkan perjanjian pinjaman
jangka pendek, jangka menengah, dan jangka
panjang.
Belanja Subsidi; Belanja subsidi digunakan untuk
menganggarkan bantuan biaya produksi kepada
perusahaan/lembaga tertentu agar harga jual
produksi/jasa yang dihasilkan dapat terjangkau
oleh masyarakat banyak.
Belanja Hibah; Belanja hibah digunakan untuk
mengganggarkan pemberian hibah dalam bentuk

Belanja Bantuan Sosial; Bantuan social digunakan untuk


menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang
dan/atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Belanja bagi hasil; Belanja bagi hasil digunakan untuk
menganggarkan dana bagi hasil yang bersumber dari
pendapatan
provinsi
kepada
kabupaten/kota
atau
pendapatan kabupaten/kota kepada pemerintah desa atau
pendapatan pemerintah daerah tertentu kepada pemerintah
daerah lainnya sesuai dengan ketentuan perundangundangan.
Belanja Bantuan keuangan; bantuan keuangan digunakan
untuk menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat
umum atau khusus dari provinsi kepada kabupaten/kota,
pemerintah desa, dan kepada pemerintah daerah lainnya
atau dari pemerintah kabupaten/kota kepada pemerintah
desa dan pemerintah daerah lainnya dalam rangka
pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan.
Belanja tidak terduga adalah belanja untuk kegiatan yang
sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang seperti

Belanja Tidak
Langsung

DESKRIPSI BELANJA LANGSUNG

Belanja pegawai (bagian belanja langsung);


berupa
honorarium/upah
dalam
rangka
melaksanakan kegiatan pemerintahan
Belanja barang dan jasa, yaitu belanja yang
digunakan
untuk
pengembalian/pengadaan
barang yang masa manfaatnya kurang dari 12
bulan
dan/atau
pemakaian
jasa
dalam
melaksanakan kegiatan pemerintahan.
Belanja modal, yaitu pengeluaran yang dilakukan
dalam
rangka
pembelian/pengadaan
atau
pembangunan asset berwujud yang mempunyai
masa manfaat lebih dari 12 bulan untuk
digunakan dalam kegiatan pemerintahan.

E. STRUKTUR ANGGARAN
PEMBIAYAAN DAERAH
Susunan Pembiayaan Daerah
Struktur Pembiayaan dirinci menurut Kelompok
Pembiayaan yang meliputi Sumber Pembiayaan
yang merupakan Penerimaan Daerah dan
Pengeluaran Daerah.
Setiap kelompok pembiayaan dirinci menurut
Jenis Pembiayaan.
Setiap Jenis Pembiayaan dirinci menurut Obyek
Pembiayaan
Setiap Obyek Pembiayaan dirinci menurut Rincian
Obyek Pembiayaan.

Deskripsi Pembiayaan Daerah


Penerimaan Pembiayaan, merupakan sumber
pembiayaan dari arus kas masuk
SiLPA Tahun Anggaran Sebelumnya, akumulasi sisa
lebih perhitungan anggaran tahun-tahun
sebelumnya
Pencairan Dana Cadangan, penerimaan dana
cadangan yang cair pada periode berjalan.
Hasil Penjualan kekayaan Daerah yang Dipisahkan,
merupakan penerimaan pembiayaan dari hasil
penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan

Penerimaan Pinjaman Daerah, merupakan arus


penerimaan pembiayaan dari hasil pinjaman
daerah.
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah,
merupakan arus penerimaan pembiayaan dari
hasil penerimaan kembali pinjaman daerah
Penerimaan Piutang, merupakan arus penerimaan
pembiayaan dari hasil penerimaan piutang atau
penerimaan daerah yang bersumber dari
pelunasan piutang yang diterima dari pihak ketiga
atau debitur dan akan mengurangi piutang daerah

PRINSIP-PRINSIP ANGGARAN
Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran
dalam penyusunan anggaran seperti diatas adalah:
Prinsip pendapatan dikurangi belanja bias menghasilkan
kondisi surplus (termasuk jumlah nol) ataupun deficit.
Jika terjadi surplus harus dialokasikan pada pembiayaan
pengeluaran
Jika terjadi deficit harus ditutup dari penerimaan
pembiayaan
Setelah diselesaikan dengan mekanisme pembiayaan
(baik pengeluaran maupun penerimaan) maka harus
terjadi komposisi SILPA atau sisa lebih. Tidak boleh
terjadi sisa kurang pada saat penyusunan anggaran. Hal
ini lain dengan realisasi anggaran.

Pengeluaran Pembiayaan, merupakan sumber


pembiayaan dari arus kas masuk
Pembentukan Dana Cadangan, pengeluaran sejumlah
dana untuk membentuk dana cadangan pada periode
berjalan
Investasi Pemerintah Daerah, pengeluaran daerah yang
digunakan untuk penyertaan modal (saham) dan obligasi
pada organisasi bisnis
Pembayaran Pokok Utang, adalah pengeluaran daerah
yang digunakan untuk membayar utang pokok yang
jatuh tempo
Pemberian Pinjaman, pengeluaran daerah yang
bersumber dari dana milik pemerintah daerah yang
diberikan kepada peminjam yang harus dikembalikan
dikemudian hari sesuai dengan perjanjian yang
disepakati antara pemda dengan peminjam

KODE REKENING
Urutan kodifikasi secara nasional adalah sebagai berikut:
Kode Urusan, urusan dibedakan menjadi dua yakni urusan wajib
dengan kode angka 1 dan urusan pilihan dengan kode angka 2
Kode Organisasi, yakni kodifikasi urutan organisasi
Kode Program, program secara nasional telah disusun secara
baku urutan kode masing-masing program
Kode Kegiatan, merupakan urutan kode daftar kegiatan yang
secara nasional juga telah dibakukan
Kode bab/bagian, merupakan kode nasional untuk urutan kode
APBD dan neraca
Kode Kelompok
Kode Jenis
Kode Obyek
Kode Rincian Obyek

Susunan Kode Rekening


Urusan
dan
Fungsi

Organis
asi

Program

Kegiata
n

Akun

Kelomp
ok

Jenis

Obyek

Rincian
Obyek