Anda di halaman 1dari 10

1.

Sistem Pedestrian Road di Jerman


Sistem transportasi di jerman sangatlah bagus,sehingga memanjakan kita dalam

berpergian,karena sistemnya benar-benar tertata rapi.Pedestrian road juga disediakan untuk


pejalan kaki dan warga yang menggunakan sepeda angin,sehingga sepeda tidak bercampur
di jalan raya dan memacetkan jalan.Dan di pedestrian road,tidak diperkenan kan adanya
pedagang kaki lima yang berjualan.di dalamnya.Hal ini jelas sangat memihak pada
pengguna trotoar di jerman,berbanding dengan Indonesia,trotoar justru dikuasai pedagang
kaki lima dan parkir kendaraan yang sembarangan,sehingga sangat sulit untuk
bertransportasi dengan sepeda angin dan berjalan kaki di trotoar,dan cenderung di jalan
raya,sehingga memacetkan jalan.berikut ini adalah 3 tipe pedestrian road:
a) Full Pedestrian Street
Full Pedestrian Street diciptakan dengan cara menutup ruas jalan yang semula
digunakan untuk lalu lintas kendaraan bermotor.Ruas jalan tersebut kemudian ditingkatkan
kualitasnya dengan cara memasang pelapis jalan,memasang landskap dan memasang
lampu.Disini pejalan kaki dan sepeda angin lebih diprioritaskan daripada kendaraan
bermotor.Kendaraan bermotor tidak diperkenankan melewati daerah ini kecuali pada saat
kendaraan bongkar muat pada jam jam tertentu,dan ketika ada keadaan darurat saja.Di
Kota Munich pedestrian road lurus memanjang tanpa dipotong lalu lintas.Jalan Maliboro di
jogjakarta sebenarnya juga akan dikonsep seperti ini,namun belum terealisasikan hingga
saat ini.
b) Transit Pedestrian Street
Transit Pedestrian Street diciptakan dengan membebaskan area tersebut dari
semua kendaraan pribadi,sehingga hanya ada Trem,Bus atau kereta.Tapi harus berjalan
lambat karena berdampingan dengan pedestrian dan pejalan kaki.Jika ada keadaan darurat
kendaraan seperti ambulan,mobil polisi, boleh melewati jalur ini.Transit Pedestrian Street
dapat ditemukan di Frankfurt dan Munich.
c) Semi Pedestrian Street
Di Semi Pedestrian Street,jumlah volume lalu lintas kendaraan diupayakan
berkurang dan permukaan jalur kendaraan disamakan dengan jalur pedestrian.Lalu lintas
harus berbagi dengan pejalan kaki dan mengutamakan pejalan kaki.Perencanaan
lingkungan area ini harus berorientasi kepada skala manusia,dan kecepatan kendaraan
harus dibatasi sampai pada tingkat yang tidak membahayakan keselamatan pejalan kaki.

Menyebrang jalan harus ditempat seharusnya. Ada logonya orang menyebrang dan ada tanda
garis-garis di tempat pejalan kaki boleh nyebrang. Kendaraan akan berhenti. Pada tempat
penyebrangan tersebut pejalan kaki di istimewakan, kalau ada kendaraan tidak mau berhenti pas
pejalan kaki lewat dan terjadi kecelakaan, yang menanggung yang punya kendaraan. Kalau naik
mobil dari jauh sudah lihat tanda tempat penyebrangan, ya kita turunkan kecepatan, siapa tahu pas
ditempat itu tiba-tiba ada orang nyebrang, susah kan berhenti mendadak.

Tempat Penyeberangan pejalan kaki dengan zebra crossing. Ditempat ini pejalan kaki
bisa langsung nyebrang. Pengendara pasti akan berhenti kalau ada pejalan kaki lewat.
Sumber foto de.wikipedia

Ada pula tempat penyebrangan dengan lampu merahnya, jadi kalau mau menyebrang harus
tekan tombolnya. Kalau tidak ditekan sampai tahun depan juga kamu tidak bisa lewat. Pernah ada loh
yang ngomong rusak nih lampu merah, sudah lama ko tanda boleh nyebrangnya tidak
hijau yaa . Saya yang baru datang senyum-senyum saja sambil berpikir pasti turis nih yang mau
lewat haha lalu saya tekan tombolnya ;) .
Ada juga tempat penyebrangan tanpa tanda garis-garis di jalanannya, maka pejalan kaki
harus menunggu sampai mobil tidak ada yang lewat lagi (biasanya di jalan kecil ko, kalau jalan raya
yang luas tahun depan dong jalanannya baru kosong haha).
Kalau beruntung pengemudi mobil akan nyuruh kamu lewat duluan (banyak juga pengendara yang
baik loh. Kalau ibu hamil, bawa kereta dorong anak, atau lansia mau nyebrang, sering mobilnya
berhenti dan kita disuruh jalan/nyebrang). Kalau kita langsung nyebrang pada jalan yang tidak ada
tanda penyebrangan (jalanannya tidak ada tanda garis-garis) kalau ke tabrak ya itu salah kamu, dan
asuransi tidak akan menanggung kerugian atau biaya pengobatan. Dulu sayasotoy (sok tahu) saya
kira disemua tempat penyebrangan pejalan kaki bebas nyebrang semaunya, ternyata kalau tidak ada
tanda garis dijalannya ya gitu nyebrang kalau jalanannya kosong. Saya baru tahu setelah nanya ke
bapaknya Benjamin

Freitag, Oktober 11. 2013

Foto:
Colourbox.de
Untuk mencapai tempat yang tidak terlalu jauh dapat kita tempuh dengan berjalan kaki.
Biasanya di Jerman tersedia jalur pejalan kaki Fugngerzone. Ketika kita ingin
menyeberang jalan di Jerman, maka kita harus menyeberang di zebra crossdan tentunya
harus memperhatikan lampu lalu lintas, karena lampu lalu lintas di Jerman tidak hanya
ditujukan bagi kendaraan tetapi juga bagi pejalan kaki. Ada dua lampu lalu lintas di tiang
yang sama, satu untuk pengendara kendaraan bermotor dan satu lagi untuk pengendara
sepeda serta pejalan kaki. Jika lampu lalu lintas untuk pejalan kaki berwarna hijau, barulah
kita bisa menyeberang. Bahkan terkadang kita juga harus menekan tombol yang ada di
tiang lampu lalu lintas dan menunggu sampai tanda lampu untuk pejalan kaki berwarna hijau
ketika kita ingin menyebrang jalan.
Sepeda juga dapat kita gunakan untuk mencapai tempat tujuan yang tidak terlalu jauh.
Bersepeda merupakan salah satu kegiatan yang digemari dan jalur khusus untuk pengguna
sepeda juga tersedia di Jerman. Sama seperti pejalan kaki, para pesepeda juga wajib
mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Selain itu, para pesepeda di Jerman juga wajib
memeriksa kelengkapan sepedanya, misalnya apakah rem sepeda berfungsi dengan baik
atau apakah lampu di sepeda menyala dengan baik. Hal itu dimaksudkan untuk alasan
keselamatan, karena khususnya pada musim dingin, dimana matahari hanya bersinar dalam
waktu singkat, maka lampu sepeda adalah suatu hal yang penting. Khususnya bagi kita
yang baru berada di Jerman, kita juga harus waspada terhadap pengendara sepeda disana
karena kebanyakan dari mereka sering mengebut dan tentu saja ini bisa membahayakan
keselamatan.

Selain gemar bersepeda, warga Jerman juga senang bepergian dengan mobil. Sebagian
orang Jerman menggunakan mobil untuk bekerja, mengantar anak ke sekolah, belanja dan
lain sebagainya. Untuk mengendarai mobil di Jerman yang wajib dimiliki adalah Surat Izin
Mengemudi serta surat kelengkapan lainnya untuk kendaraan bermotor dan
juga Haftpflichtversicherung, yaitu asuransi untuk kejadian tak terduga saat kita
mengendarai mobil, misalnya kecelakaan. Pengendara mobil di Jerman sangat
menghormati pejalan kaki maupun pesepeda. Bagi kita (orang Indonesia) yang ingin
mengendarai mobil di Jerman, maka kita wajib memiliki SIM internasional.
Mengendarai mobil sendiri di Jerman memang merupakan alternatif berkendaraan yang
cukup nyaman, namun mobil bukanlah alat transportasi yang murah di Jerman, karena tentu
saja tidak sedikit pengeluaran yang diperlukan untuk mobil, misalnya bensin. Harga bensin
di Jerman tergolong mahal. Selain itu, karena alasan ramah lingkungan banyak warga
Jerman yang memilih bepergian dengan alat transportasi umum seperti S-Bahn
(Schnellbahn), yaitu kereta yang menghubungkan satu kota dengan daerah-daerah terdekat
yang ada di sekitar kota tersebut), U-Bahn (kereta bawah tanah), Straenbahn (sejenis trem
untuk angkutan dalam kota), bis ataupun taksi. Sedangkan untuk bepergian jauh seperti ke
luar kota, ada juga alat transportasi jarak jauh yang bisa kita manfaatkan di Jerman
seperti Zug (kereta api), bus, pesawat atau kita juga bisa menggunakanMitfahrgelegenheit,
yaitu dengan menumpang di mobil orang yang akan pergi ke tempat yang sama atau searah
dengan tujuan kita. Bepergian dengan menggunakan jasa Mitfahrgelegenheit adalah sebuah
pilihan hemat, biasanya kita hanya perlu membayar ongkos perjalanan dengan harga
murah, karena uang yang kita bayarkan hanya untuk mengganti biaya bensin saja. Namun,
tentu saja kita harus tetap waspada, apabila ingin menggunakan jasa ini