Anda di halaman 1dari 8

Nama Peserta: dr.

Monica Ayudhia
Nama Wahana: RSUD Cengkareng
Topik: Visum et Repertum
Tanggal (Kasus): 07-07-2015
Nama Pasien: Ny. TS
No RM: 44-30-45
Tanggal Presentasi:
Nama Pendamping: dr. Hanny Dewajanti
Tempat Presentasi: Komite Medik RSUD Cengkareng
Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Masalah
Istimewa
Diagnostik
Manajemen
Neonatus

Bayi Anak Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: Ny. TS, 43 tahun, wanita, datang dengan surat pengantar dari kepolisian untuk
dibuatkan Visum et Repertum karena dipukul oleh teman lakilakinya kurang lebih 12 jam
SMRS. Pasien mengaku ditonjok pada bagian mata kiri dan tulang pipi kanan. Pasien
mengatakan juga bahwa kepala dibenturkan ke lantai dan kepala sebelah kanan yang
membentur lantai. Pasien juga mengaku ditonjok di bagian paha kiri, pundak belakang,
dan dada. Pasien ditonjok dengan menggunakan tangan kosong. Pasien juga mengaku jari
tengah dan jari manis tangan kiri ditarik ke belakang hingga merasa jarinya hampir patah.
Sekarang yang dirasakan pasien adalah nyeri dan pusing.
Tujuan: untuk mempelajari pembuatan visum et repertum
Tinjauan Pustaka
Riset
Audit
Kasus
Bahan Bahasan:
Email
Pos
Presentasi dan Diskusi
Cara Membahas: Diskusi
Data Pasien
Nama: Ny. TS
No Registrasi: 44-30-45
Nama Klinik: IGD
Telpon:
Terdaftar Sejak: 07-07-2015
Data Utama dan Bahan Diskusi
1. Diagnosis / Gambaran Klinis
Luka Memar
2. Riwayat Pengobatan
Pasien belum diberikan pengobatan untuk luka memarnya
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit
Riwayat perlakuan seperti ini sebelumnya pernah dialami oleh OS dari pelaku yang sama
Riwayat penyakit paru (-)
Riwayat penyakit jantung (-)
Riwayat alergi (-)

4. Riwayat Keluarga
Tidak ada riwayat penyakit kronis dalam keluarga
5. Lain-lain: Daftar Pustaka
1. Syamsuhidayat R, de Jong Wim. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran. EGC,2004.
2. Karakata S, Bachsinar B. Bedah Minor. Jakarta: Hipokrates, 1996.
3. Budiyanto, Arif, Wiadiatmaka, Wibisana. Ilmu Kedokteran Forensik. Jakarta: Bagian
Kedokteran Forensik Kedokteran Universitas Indonesia,1997.
4. Hoediyanto A, Hariadi. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Surabaya. Departemen Ilmu
Kedokteran Forensik dan Medikolegal Kedokteran Universitas Airlangga,2010.
1

5. Soegandhi R. Arti dan Makna Bagian-Bagian Visum et Repertum edisi 2. Bagian Ilmu
Kedokteran Foerensik FK-UGM, Yogyakarta.2001.
6. Soegandhi R. Pedoman Pemeriksaan Jenazah Forensik dan Kesimpulan Visum et
Repertum di RSUP Dr. Sardjito edisi 2. Bagian Ilmu Kedokteran Foerensik FK-UGM,
Yogyakarta.2001.
Hasil Pembelajaran
1. Kronologis terjadinya luka memar
2. Pembuatan visum et repertum

1. Subyektif

Datang dengan surat pengantar dari kepolisian untuk dibuatkan Visum et Repertum
OS membawa surat pengantar dari kepolisian untuk dibuatkan Visum et Repertum karena
OS dipukul oleh teman laki-lakinya kurang lebih 12 jam yang lalu. OS mengaku ditonjok

pada bagian mata kiri dan tulang pipi kanan.


OS mengaku kepalanya dibenturkan ke lantai dan kepala bagian kanan yang menyentuh

lantai.
OS mengaku ditonjok juga pada paha kiri, pundak kanan dan dada.
OS mengaku jari tengah dan jari manis tangan kanan ditarik kebelakang hingga pasien

kesakitan.
OS ditonjok dengan menggunakan tangan kosong. Luka-luka belum diobati.

2. Objektif
Hasil pemeriksaan fisik didapatkan:
Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda Vital
:
Keadaan Umum :
Kesadaran
:
Tekanan Darah :
Nadi
:
Pernapasan
:
Suhu
:
Status Generalis
:
Kepala
:
Mata
:

tampak sakit ringan


compos mentis (GCS 15)
110/80 mmHg
72 kali/menit
20 kali/menit
36 oC
dalam batas normal
konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat, isokor
(3mm/3mm), refleks cahaya +/+
dalam batas normal
pergerakan dada simetris
bunyi napas vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/bunyi jantung I dan II reguler, murmur (-), gallop (-)
supel, nyeri tekan (-), bising usus (+) normal

THT
Thorax
Paru
Jantung
Abdomen

:
:
:
:
:

Ekstremitas

: akral hangat, CRT < 3 detik, edema (-)

Status Lokalis
1. Regio Wajah dan Kepala
- Terdapat luka memar pada palpebra sinistra
- Terdapat luka memar pada tulang pipi kanan dengan ukuran 2x2 cm berwarna
-

kebiruan
Terdapat luka memar di dahi kanan diatas alis dengan ukuran 1x1 cm berwarna

kebiruan
Terdapat hematoma pada kepala belakang kanan dengan jarak 10 cm dari batas

rambut belakang dan 5 cm dari garis tengah tubuh, luka memar ukuran 2x1 cm
2. Regio Manus Dextra
- Terdapat luka memar pada regio phalangmetacarpal digiti III dan IV manus dextra
dengan ukuran 3x1 cm berwarna kebiruan
- Terdapat luka memar region skapularis dextra ukuran 3x1 cm berwarna kebiruan
3. Regio Femoralis Sinistra
Terdapat luka memar di region femoralis lateral sinistra dengan jarak 15 cm diatas bats
lutut dengan ukuran 7x4 cm berwarna kebiruan
3. Assessment
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik diagnosis pasien ini adalah vulnus
contossum.
Vulnus atau luka adalah terjadinya gangguan kontinuitas suatu jaringan, sehingga terjadi
pemisahan jaringan yang semula normal. Kasus vulnus biasabnya disebabkan oleh trauma
benda tajam atau benda tumpul. Vulnus dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya antara
lain saddle druck (luka dipunggung akibat pemasangan pelana yang tidak sempurna),
strackle (luka di bagian medial kaki), vulnus punctio (luka akibat tusukan benda tajam),
vulnus serrativa (luka akibat goresan kawat), vulnus incisive (luka akibat tusukan benda
tajam), vulnus traumatic (luka akibat hantaman benda tajam)
Tipe vulnus
a) Vulnus Laceratum (laserasi/robek)
Disebabkan karena benturan dengan benda tumpul, dengan cirri tepi luka tidak rata
dan perdarahan sedikit karena mudah terbentuk cincin thrombosis akibat pembuluh
darah yang hancur dan memar.
b) Vulnus Excoriasi (luka lecet)
Merupakan luka yang paling ringan dan paling mudah sembuh. Terjadi karena
gesekan tubuh dengan benda-benda rata misalnya semen, aspat atau tanah.
c) Vulnus Punctum
Penyebabnya adalah benda runcing tajam atau sesuatu yang masuk ke dalam kulit.
Merupakan luka terbuka yang dari luar nampak kecil tapi dalamnya mungklin rusak
berat, jika yang mengenai abdomen atau thorax disebut vulnus penetrosum (luka
tembus)
3

d) Vulnus Contossum (luka memar)


Disini kulit tidak apa-apa, pembuluh darah subkutan dapat rusak sehingga terjadi
hematom. Bila hematom kecil, maka ia akan diserap oleh jaringan sekitarnya, bila
hematom besar, maka penyembuhan akan berjalan lama.
e) Vulnus Scissum/Insivum (luka sayat)
Tepi luka tajam dan licin. Bila luka sejajar dengan garis lipatan kulit, maka luka tidak
terlalu terbuka. Bila memotong pembuluh darah, maka darah sukar berhenti karena
sukar terbentuk cincin thrombosis (trombose ring)
f) Vulnus Sclopetrum (luka tembak)
Penyebabnya adalah tembakan,granat,dsb. Pada pinggiran luka tampak kehitaman,
bisa tidak teratur kadang ditemukan corpus alienum. Kemungkinan infeksi dengan
bakteri anerob dan ganggren gas lebih besar.
g) Vulnus Morsum (luka gigitan)
h) Disebabkan oleh gigitan binatang, kemungkinan terjadinya infeksi tergantung dari
bentuk gigi.
i) Vulnus Perforatum (luka tembus)
Akibat panah, tombak atau proses infeksi yang meluas hingga melewati selaput serosa
atau epitel organ jaringan
j) Vulnus Amputatum (luka terpotong)
Luka potong disebabkan oleh benda tajam ukuran besar/berat, gergaji. Luka
membentuk lingkaran sesuai organ yang dipotong. Perdarahan hebat, risiko infeksi
tinggi, terdapat gejala panthom limb.
k) Vulnus Combustion (luka bakar)
Penyebabnya karena thermal, radiasi, elektrik maupun kimia. Jaringan kulit rusak
dengan berbagai derajat.
Fase peyembuhan luka
a) Fase Inflamasi : berlangsung mulai terjadi luka sampai hari ke 5.Terjadi akibat sel
mast dalam jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamin yang meningkatkan
permiabilitas kapiler sehingga terjadi eksudasi cairan, penumpukan sel radang disertai
vasodilatasi setempat yang menyebabkan udem dan pembengkakan yang ditandai
dengan warna kemerahan karena kapiler melebar (rubor), suhu hangat (kalor), rasa
nyeri (dolor) dan pembengkakan (tumor).
b) Fase Proliferasi / Fibroplastic / Granulasi : terjadi mulai akhir fase inflamasi sampai
akhir minggu ke 3. Pada fase ini luka dipenuhi sel radang, fibroblast dan kolagen,
membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus
yang disebut jaringan granulasi. Proses ini baru berhenti setelah ephitel saling
menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka.
c) Fase penyudahan / Pematangan: fase ini berlangsung berbulan bulan dan dinyatakan
berakhir jika semua tanda radang telah hilang. Pada fase ini terjadi proses pematangan
4

yang terdiri penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan
gaya grafitasi, dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru dibentuk.
Klasifikasi Penyembuhan
a) Penyembuhan Primer (sanatio per primam intentionem)
Didapat bila luka bersih, tidak terinfeksi, dan dijahit dengan baik.
b) Penyembuhan sekunder (sanatio per secundam intentionem)
Didapat pada luka yang dibiarkan terbuka
Luka diisi jaringan granulasi dimulai dari dasar terus naik sampai penuh
Ephitel menutup jaringan granulasi mulai dari tepi
Penyembuhan
c) Penyembuhan Primer tertunda atau Penyembuhan dengan jaringan tertunda
Luka dibiarkan terbuka
Setelah beberapa hari ada granulasi baik dan tidak ada infeksiLuka dijahit
Penyembuhan
4. Plan
Wound toilet
Pembuatan Visum et Repertum
Visum et Repertum (VeR) adalah keterangan tertulis yangdibuat dokter atas permintaan tertulis
(resmi) penyidiktentang pemeriksaan medis terhadap seseorang manusia baik hidup maupun
mati ataupun bagian dari tubuh manusia,berupa temuan dan interpretasinya, di bawah sumpah
dan untuk kepentingan peradilan.
Dasar hukum VeR adalah sebagai berikut:
Pasal 133 KUHAP menyebutkan:
(1)Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilanmenangani seorang korban baik luka,
keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yangmerupakan tindak pidana, ia
berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau
dokter dan atau ahli lainnya.
(2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara
tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan
luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.
Yang berwenang meminta keterangan ahli adalah penyidik dan penyidik pembantu
Struktur Visum et Repertum. Unsur penting dalam VeR yang diusulkan oleh banyak
ahli adalah sebagai berikut :
1. Pro Justitia
Kata tersebut harus dicantumkan di kiri atas, dengan demikian VeR tidak perlu bermeterai.
5

2. Pendahuluan
Pendahuluan memuat: identitas pemohon Visum et Repertum, tanggal dan pukul diterimanya
permohonan VeR, identitas dokter yang melakukan pemeriksaan, identitas subjek yang
diperiksa : nama, jenis kelamin, umur, bangsa, alamat, pekerjaan, kapan dilakukan
pemeriksaan, dan tempat dilakukan pemeriksaan.
3. Pemberitaan (Hasil Pemeriksaan)
Memuat hasil pemeriksaan yang objektif sesuai dengan apa yang diamati, terutama dilihat dan
ditemukan pada korban atau benda yang diperiksa. Pemeriksaan dilakukan dengan sistematis
dari atas ke bawah sehingga tidak ada yang tertinggal. Deskripsinya juga tertentu yaitu mulai
dari letak anatomisnya, koordinatnya (absis adalah jarak antara luka dengan garis tengah
badan, ordinat adalah jarak antara luka
dengan titik anatomis permanen yang terdekat), jenis luka atau cedera, karakteristik serta
ukurannya. Rincian tersebut terutama penting pada pemeriksaan korban mati yang pada saat
persidangan tidak dapat dihadirkan kembali. Pada pemeriksaan korban hidup, bagian
pemberitaan terdiri dari:
a.Pemeriksaan anamnesis atau wawancara mengenai apa yang dikeluhkan dan apa yang
diriwayatkan yang menyangkut tentang penyakit yang diderita korban sebagai hasil dari
kekerasan/tindak pidana/diduga kekerasan.
b. Hasil pemeriksaan yang memuat seluruh hasil pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun
pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya. Uraian hasil pemeriksaan
korban hidup berbeda dengan pada korban mati, yaitu hanya uraian tentang keadaan umum
dan perlukaan serta hal-hal lain yang berkaitan
dengan tindak pidananya (status lokalis).
c. Tindakan dan perawatan berikut indikasinya, atau pada keadaan sebaliknya, alasan tidak
dilakukannya suatu tindakan yang seharusnya dilakukan. Uraian meliputi juga semua temuan
pada saat dilakukannya tindakan dan perawatan tersebut. Hal tersebut perlu diuraikan untuk
menghindari kesalahpahaman tentang tepat/tidaknya penanganan dokter dan tepat/tidaknya
kesimpulan yang diambil.
d.Keadaan akhir korban, terutama tentang gejala sisa dan cacat badan merupakan hal
penting untuk pembuatan kesimpulan sehingga harus diuraikan dengan jelas.
Pada bagian pemberitaan memuat 6 unsur yaitu anamnesis, tanda vital, lokasi luka pada
tubuh, karakteristik luka, ukuran luka, dan tindakan pengobatan atau perawatan yang
diberikan.
4. Kesimpulan
6

Memuat hasil interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dari fakta yang
ditemukan sendiri oleh dokter pembuat VeR, dikaitkan dengan maksud dan tujuan
dimintakannya VeR tersebut. Pada bagian ini harus memuat minimal 2 unsur yaitu jenis luka
dan kekerasan dan derajat kualifikasi luka. Hasil pemeriksaan anamnesis yang tidak didukung
oleh hasil pemeriksaan lainnya, sebaiknya tidak digunakan dalam menarik kesimpulan.
Pengambilan kesimpulan hasil anamnesis hanya boleh dilakukan dengan penuh hati-hati.
Kesimpulan VeR adalah pendapat dokter pembuatnya yang bebas, tidak terikat oleh pengaruh
suatu pihak tertentu. Tetapi di dalam kebebasannya tersebut juga terdapat pembatasan, yaitu
pembatasan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, standar profesi dan ketentuan hukum yang
berlaku. Kesimpulan VeR harus dapat menjembatani antara temuan ilmiah dengan manfaatnya
dalam mendukung penegakan hukum. Kesimpulan bukanlah hanya resume hasil pemeriksaan,
melainkan lebih ke arah interpretasi hasil temuan dalam kerangka ketentuan-ketentuan hukum
yang berlaku.
5. Penutup
Memuat pernyataan bahwa keterangan tertulis dokter tersebut dibuat dengan mengingat
sumpah atau janji ketika menerima jabatan atau dibuat dengan mengucapkan sumpah
atau janji lebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan serta dibubuhi tanda tangan dokter
pembuat VeR.
PRO JUSTICIA
VISUM ET REPERTUM
No. / RSUDC/VER/ /2015
Yang bertandatangan dibawah ini dr. Maryam, Dokter Umum di RSUD Cengkareng
Jakarta Barat, menerngkan bahwa berdasarkan permintaan tertulis dari surat saudara..
Pangkat.NRP. Jabatan. Tanggal dua puluh enam bulan Juni tahun dua ribu lima
belas, Nomor Polisi:, maka dengan ini menerangkan bahwa pada tanggal tujuh Juli
tahun dua ribu lima belas pukul.. Waktu Indonesia Bagian Barat bertempat di RSUD
Cengkareng Jakarta Barat, telah dilaksanakan pemeriksaan terhadap korban dengan
nomor registrasi 44/36/45 yang menurut surat tersebut adalah
Nama
: Ny. Tjong Seha
Jenis Kelamin
: Perempuan
Tempat/tanggal lahir : Jakarta, Maret 1972
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama
: Islam
Pekerjaan
: tidak bekerja
Alamat
: Cengkareng, Jakarta Barat
7

HASIL PEMERIKSAAN
Dari hasil pemeriksaan didapatkan
Kepala

: Terdapat luka memar pada kelopak mata kiri, terdapat luka

memar pada tulang pipi kanan dengan ukuran dua kali dua sentimeter, terdapat luka
memar di dahi kanan diatas alis dengan ukuran satu kali satu sentimeter, terdapat luka
memar pada kepala belakang kanan dengan jarak sepuluh sentimeter dari batas rambut
belakang dan lima sentimeter dari garis tengah tubuh, luka memar berukuran dua kali
satu sentimeter.
Leher
Dada
Perut

: Tidak ada tanda-tanda kekerasan


: Tidak ada tanda-tanda kekerasan
: Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Anggota gerak atas

: Terdapat luka memar pada punggung tangan kanan dibagian sendi

jari tengah dan jari manis dengan ukuran tiga kali satu sentimeter, terdapat luka memar di
bagian tulang bahu belakang kanan dengan ukuran tiga kali satu sentimeter. Anggota
gerak bawah : Terdapat luka memar di bagian paha kiri bagian luar dengan jarak lima
belas sentimeter diatas batas lutus dengan ukuran tujuh kali empat sentimeter.
Lain-lain

: Tidak ada tanda-tanda kekerasan

KESIMPULAN
Pada pemeriksaan korban laki-laki berusia tujuh tahun ditemukan luka memar di daerah
wajah, kepala, bahu belakang kanan, pungung tangan kanan, dan paha kiri disebabkan
oleh benda tumpul.
Luka tersebut tidak mengakibatkan penyakit/halangan dalam menjalankan pekerjaan
sehari-hari. Demikianlah Visum et Repertum ini saya buat dengan sejujur-jujurnya dan
menggunakan ilmu yang sebaik-baiknya mengingat sumpah jabatan sesuai dengan KUHP
Cengkareng, 7 Juli 2015
Dokter Pemeriksa
dr. Maryam