Anda di halaman 1dari 5

Harimau

di Sungai
Turun, Moba! Gajah bagus! Deedee,
anak kecil orang Burma itu turun dari
gajahnya dan menepuk-nepuk kepala si
gajah.
Sejak Moba masih bayi Deedee
sudah melatihnya. Gajah Asia, Moba
tidak sebesar sepupunya, gajah Afrika.
Ia adalah gajah yang baik dan lemah
lembut, dan setiap orang senang melihat
Moba datang ke desa. Tidak ada yang
takut kepada Moba karena Deedee
sudah melatihnya dengan baik, dan
Moba berhati-hati agar tidak menginjak
barang atau siapa pun di desa.
Hari ini kita akan ke sungai, Moba,
sebab kamu harus mandi.
Moba bergerak di antara
pepohonan, senang akan pergi ke
sungai. Ia mengangkat belalainya dan
mengeluarkan suara bagaikan terompet.
Burung-burung beterbangan dan
monyet-monyet berlompatan dari
cabang ke cabang di sekitar Moba. Ia
bergerak semakin cepat, sangat ingin
untuk segera tiba di sungai, dan itu dia.
Moba mengangkat belalainya lagi dan
mengeluarkan suara tiga kali.

Air, air! Deedee berseru dengan gembira, dan tergelak-gelak.


Deedee selalu gembira apabila Moba gembira.
Moba masuk ke air dan mulai minum dengan belalainya yang panjang.
Deedee mulai menyikat seluruh tubuh gajah tersayangnya itu, mencuci
lumpur yang sudah mengering dan serangga-serangga kecili dari kulitnya
yang keras. Sementara itu, Moba sibuk bermain-main air sebagaimana
yang gemar dilakukan oleh seekor gajah.
Tiba-tiba Deedee sadar burung-burung tidak lagi berkicau. Deedee
segera melihat berkeliling. Dia belajar dari ayahnya bahwa apabila
burung-burung terbang pergi dan monyet-monyet gelisah dan memanjat
lebih tinggi, kemungkinan ada harimau yang mendekat.
Jantungnya mulai berdebar keras, dan Moba mulai menghempashempaskan belalainya sebagaimana dilakukannya jika ia gugup dan ingin
beranjak pergi.
Ssshh, Moba! Deedee menepuk-nepuk belalainya. Tidak apa-apa.
Diamlah.

Deedee memanjat ke punggung Moba untuk bisa melihat berkeliling dengan lebih
baik. Dia bisa melihat ada yang bergerak di pepohonan di seberang sungai, tetapi dia
tidak bisa melihat apa itu.
Mungkin monyet yang terluka, pikir Deedee. Tetapi tidak, sekarang ia mengaum, dan
monyet tidak mengaum!
Deedee takut, jadi dia melakukan apa yang diajarkan ayahnya apabila dia merasa
seperti itu. Dia berdoa: Tuhan Yesus, tolong jangan biarkan apa pun terjadi terhadap aku
dan Moba. Tolonglah agar Moba tenang.

Harimau itu semakin dekat sepertinya dia mau minum dari


sungai, tetapi berhenti ketika melihat Moba dan Deedee
ada di tengah-tengah sungai. Harimau yang lapar terkadang
menyerang gajah, dan Deedee tidak tahu kapan si harimau
terakhir kali makan.

Kelihatannya harimau itu menunggu


agar Deedee dan Moba keluar dari
sungai, dan Deedee tidak tahu berapa
lama Moba bisa sabar menunggu.
Yesus, apa yang sebaiknya aku
lakukan?
Berdirilah di punggung Moba dan
angkat tanganmu ke udara dan
mintalah bantuan, Deedee mendengar
suara lembut di dalam benaknya.

Deedee mematuhi suara itu, meskipun dia takut, dan mengangkat


tangannya ke udara sambil berteriak minta tolong. Harimau itu
berhenti. Pada saat itu, Moba juga mulai membunyikan suara
terompetnya keras-keras.
Para penduduk desa mendengar suara ribut-ribut dan berlarian
ke sungai, bersenjatakan tongkat dan pemukul, berseru-seru dan
memukul-mukul panci. Semakin dekat para penduduk desa, semakin
keras teriakan dan bunyi-bunyian itu, dan akhirnya harimau pun
melarikan diri kembali ke hutan, menjauh dari desa, menjauh dari
sungai dan menjauh dari Deedee dan Moba.
Deedee mengisahkan tentang harimau yang datang ke sungai. Dia
juga menyampaikan,
Aku berdoa, dan Yesus menyelamatkan aku dari harimau. Aku
mematuhi saja apa yang dikatakan Yesus kepadaku.

Deedee gembira karena tahu bahwa Tuhan melindungi Moba dan dirinya. Dia tahu bahwa jika dia kelak bertemu harimau
lagi, dia tahu apa yang akan dilakukannyadia akan berdoa.
Semua penduduk desa kembali ke desa untuk bekerja, dan Moba perlahan-lahan keluar dari sungai dan berjalan pulang.
Selagi Deedee menunggang Moba melalui hutan, dia mendendangkan lagu gembira seraya berpikir tentang pertolongan
luar biasa dan nasihat yang Tuhan berikan kepada mereka yang mengasihi Dia dan yang meminta pertolongan.
Ketika mereka semakin dekat dengan desa, Deedee menepuk-nepuk kepala Moba. Ayo, Moba, mari kita cari makanan.
Sewaktu Deedee memberi jerami makanan Moba, anak-anak desa berkumpul untuk mendengarkan cerita Deedee yang
menakjubkan itu.

SELESAI

Author unknown. Illustrations by Alvi. Design by Stefan Merour.


Published by My Wonder Studio Copyright 2015 by The Family International