Anda di halaman 1dari 3

TUGAS BHS.

INDONESIA
ANEKDOT KUHP KASIH UANG HABIS PERKARA

X MIA 5
NAMA KELOMPOK :
1.
2.
3.
4.

FAURIEL IQBAL P.
MOH. FARIS AJI P.
MOH. FIDO N. F.
VIRGI ANDJAR SARI S.

SMA NEGERI 5 KEDIRI


TUGAS 1
1. Apakah yang membuat teks tersebut digolongkan teks anekdot ?
Jawab : Karena teks tersebut mengandung ciri-ciri anekdot, seperti sindiran /
kritikan berupa lelucon yang ditujukan untuk tujuan tertentu.
2. Ciri apa saja yang menandai teks anekdot ?
Jawab : ada sindiran / kritikan
- Ceritanya lucu
- Memiliki tujuan tertentu

- Ceritanya mengandung pesan


3. Siapakah partisipan yang digambarkan dalam anekdot tersebut ?
Jawab : Dosen, ali, ahmad, dan mahasiswa.
4. Apakah cerita pada anekdot tersebut betul-betul terjadi atau hanya rekaan ?
Jawab : Hanya rekaan, tidak mungkin seorang mahasiswa berani menjawab
menjawab pertanyaan dengan tidak serius.
5. Jika betul-betul terjadi, beranikah mahasiswa menjawab pertanyaan dengan tidak
serius ?
Jawab : Tergantung mahasiswa nya, karena tidak semua mahasiswa berani
melakukan sindiran tersebut dalam kegiatan perkuliahan.
6. Singkatan KUHP pada anekdot tersebut diplesetkan, apakah maksud dan pesan
teks yang dikandung ?
Jawab : KUHP Kasih Uang Habis Perkara mengandung pesan bahwa belakangan ini
sedang marak terjadi kasus suap-menyuap antara petinggi kejaksaan dengan
kliennya (tersangka).
7. Diskusikan secara berkelompok siapa yang dikritik lewat sindiran teks tersebut !
Jawab : Para petinggi kejaksaan
8. Apakah sindiran itu sampai yang dituju ?
Jawab : Tidak, walaupun sebagian besar masyarakat tahu tentang kasus tersebut,
tetap saja para petinggi kejaksaan dengan santai dan bebas
menerima/melakukan kasus suap-menyuap.
9. Tunjukkan unsur lucu/konyol yang terdapat pada teks tersebut !
Jawab : Seorang mahasiswa memplesetkan kepanjangan dari KUHP menjadi
Kasih Uang Habis Perkara.
10.
jelaskan reaksi yang terjadi pada diri dosen dan mahasiswa !
Jawab : Mahasiswa tertawa terbahak-bahak dan dosen menggeleng-gelengkan
kepala.

TUGAS 2

1. Apakah abstraksi itu sama dengan pembukaan ?


Jawab : Tidak sama, karena pembukaan tidak didahului perbuatan, dan biasanya
pembukaa didahului salam atau sapaan.
2. Berfungsi sebagai apakah abstraksi itu ?
Jawab : Supaya pembaca paham dan tertarik dengan pembicaraan yang akan
dibicarakan.
3. Apakah orientasi berfungsi untuk membangun konteks perkuliahan ?
Jawab : Iya, dengan adanya orientasi konteks perkuliahan akan lebih mudah
terbangun dan calon peserta didik tidak akan terkejut dengan perkuliahan
yang sebenarnya karena telah mengenal konsepnya di masa ospek.

4. Seandainya krisis dimaknai sebagai saat terjadinya ketidakpuasan/kejanggalan,


ketidakpuasan/kejanggalan apa yang dimaksud ?
Jawab : Ketidakpuasan dan kejanggalan pada bahasa yang digunakan, tidak
mendapat apa yang diinginkan dan kejanggalan dalam suatu masalah.
5. Setujukah kalian reaksi itu berkenaan dengan tanggapan yang diberikan oleh
mahasiswa atau dosen tentang plesetan KUHP itu ?
Jawab : Setuju, karena dengan reaksi mahasiswa, semua menjadi tertawa dan dosen
menggeleng gelengkan kepala.
6. Berikan penjelasan seandainya kalian setuju atau tidak setuju bahwa koda sama
dengan penutup ?
Jawab : Setuju, karena penutup juga bagian akhir dari sebuah pembicaraan.