Anda di halaman 1dari 30

KEJAYAAN MANUSIA DAN PERADABANNYA

SEBUAH INTISARI KEHIDUPAN DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI YANG PERNAH DICAPAI MANUSIA PADA MASA-MASA DAUD & SULAIMAN

An-Nahl.

043. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, 044. keterangan-keterangan (mu`jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, ************************************** Berikut ini dalil-dalil yang diambil dari sumber kitab suci Al-Quran dicantumkan secara acak di bawah ini;

An-Nisaa.

163. Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada

Ibrahim, Isma`il, ishak, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Al-Anaam.

084. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya`qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,

Al-Israa.

055. Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur (kepada) Daud.

Saba.

010. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya,

011. (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.

012. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

013. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hambahambaKu yang berterima kasih.

014. Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.

Shaad.

017. Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).

018. Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,

019. dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat ta`at kepada Allah.

020. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.

021. Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar?

022. Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

023. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan".

024. Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

025. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

026. Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia

akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

030. Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta`at (kepada Tuhannya).

031. (ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.

032. Maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan".

033. "Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku". Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.

034. Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.

035. Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi".

036. Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya,

037. dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,

038. dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu.

039. Inilah anugerah Kami, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.

040. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

Al-Baqarah.

102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

251. Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Al-Maaidah.

078. Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Al-Anbiyaa.

078. Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,

079. maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gununggunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.

080. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

081. Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

082. Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu,

An-Naml.

015. Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman".

016. Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".

017. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

018. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

019. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo`a: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

020. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

021. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".

022. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini,

023. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

024. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan

mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

025. agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

027. Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

028. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"

029. Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

030. Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

031. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri".

032. Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis (ku)".

033. Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan".

034. Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

035. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.

036. Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

037. Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina".

038. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

039. Berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".

040. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

041. Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal (nya)".

042. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri".

043. Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

044. Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".

Al-Hadiid.

025. Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Namun ada baiknya kita telusuri kisah-kisah kehidupan masa lalu itu dengan berlandaskan pada dalil ayat-ayat di atas. Berikut ini sekelumit apa yg terjadi pada masa lalu, khususnya perikehidupan masyarakat pada masa Nabi Daud dan pada masa-masa Sulaiman selanjutnya.

KEMAJUAN PESAT MASYARAKAT SEBELUM DAUD.

Keadaan dan kondisi masyarakat sebelum kelahiran Daud a.s. merupakan masyarakat yg sudah maju dalam segala bidang. Pertanian dan Industri Rumahan merupakan sektor utama penopang kehidupan masyarakatnya saat itu. Sektor perdagangan juga kian maju pesat. Tumbuhnya usaha-usaha kecil hingga menjadi perusahaan-perusahaan raksasa yang menguasai hampir seluruh perdagangan antar wilayah saat itu bisa di bilang menjadikan suatu negeri kala itu kuat dalam bidang ekonomi, atau dengan kata lain negeri yang makmur karena ditopang oleh ekonomi yang kuat dari berbagai sektor ekonomi. Dalam beberapa dekade kemunculan Daud ke dunia, banyak negeri kala itu sedang di landa kemerosotan ekonomi yang kian parah. Banyak perusahaan-perusahan kecil yang gulung tikar. Demikian pula dengan perusahaan-perusahaan raksasa yg dibangun atas kongsi dan kerjasama dari tiap-tiap individu didalamnya juga mengalami nasib yang sama. Kemerosotan moral pun melanda hampir di setiap negeri. Krisis kepercayaan juga hampir ada disetiap wilayah-wilayah yang lebih banyak kaum urbannya. Kekompakan antar kelompok-kelompok usaha mulai kelihatan lemah. Ini akibat dari setiap individu warga atau masyarakatnya yang mulai bergeser kepada kehidupan individualistis, serakah dan ketidak percayaan setiap orang terhadap yang lainnya. Politisi juga mulai saling gontok-gontokan, kaum cendikiawan juga mulai enggan memikirkan nasib negerinya ke depan. Hukum-hukum perikehidupan sudah tidak diindahkan lagi. Konsep-konsep ekonomi yang dulu di bangun atas dasar kebersamaan juga mulai ditinggalkan. Semuanya hanya mementingkan diri sendiri. Kecurangan-kecurangan mulai menggejala disetiap pelosok negeri. Para pemimpin negeri sudah mulai serakah. Mereka saling menindas, menjajah, dan membodohi masyarakat yang lainnya. Korupsi terjadi dimana-mana. Dengan kata lain yang kuat menindas yang lemah, yang ekonominya maju menjajah negeri yang ekonominya morat-marit, sebagian lagi ada yang membodohi negeri yang masih terbelakang atau negeri yang masyarakatnya masih tertutup dari dunia luar. Nilai mata uang merosot tajam. Inflasi di mana-mana. Mata uang yang beredar pada masa itu adalah sebuah lempengan perak yang diukir di dalamnya dan dikeluarkan serta diedarkan berdasarkan wilayah-wilayah dimana perusahaan dan perdagangan tersebut berada. Jadi setiap wilayah yang memiliki beberapa perusahaan dagang memiliki hak mengeluarkan sejenis mata uang yang dapat

diterima di seluruh pelosok negeri. Sungguh sistem yang rumit. Yang mengherankan bagaimana mereka dapat mengatur sistem ini dengan baik, padahal mata uang yang beredar dan dipakai pada saat itu sangat beraneka ragam bentuk dan nilai nominalnya. Mungkin saja sama dengan sistem yang kita pakai sekarang, dengan menggunakan standar mata uang (dollar, pound atau yen) sebagai acuan perdagangan global. Beberapa puluh tahun kemudian kondisi negeri-negeri pada saat itu bukan semakin baik, namun semakin suram kondisinya. Munculnya pengaruh-pengaruh ajaran sesat yang melanda hampir setiap negeri membuat wajah dunia kala itu makin kelam. Masyarakat dunia saat itu tak ubahnya bagaikan mendung yg menyelimuti daratan. Benar-benar masyarakat yang tidak realistis lagi terhadap keadaan yang di hadapinya saat itu. Membunuh dan memperkosa adalah sebuah kewajaran kala itu. Tak ada lagi aturan-aturan yang perlu untuk ditaati sebagai peraturan. Tak ubahnya peraturan tinggal peraturan, penyimpangan jalan terus. Setiap orang memaklumi apa yang diperbuat oleh orang lain, dan menanggap wajar apa yang dilakukan oleh masing-masing orang. Mereka hanya taat pada pemimpin mereka sendiri, ketimbang taat pada aturan yang berlaku saat itu. Karena pada saat itu peraturan-peraturan kehidupan atau norma-norma tertulis dibuat atas persetujuan atau konsep bersama dalam permusyawaratan yang mereka buat sendiri. Hal itu di buang jauh-jauh. Hanya yang ada adalah orang yang kuat dialah yang menjadi pemimpin, pemimpin yang kuat haruslah menjadi raja yang mengatur seluruh manusia. Maka tak heran banyak negeri-negeri kala itu berubah sistem kenegaraannya menjadi sistem pemerintahan yang sentralistik dan mengarah pada sistem monarkhi (kerajaan). Sebuah sistem yang berbeda dengan sistem kerajaan yang ada pada abad-abad sekarang. Namun seiring dengan perubahan dunia saat itu, muncullah beberapa negeri yang dideklarasikan oleh rakyatnya sendiri menjadi sebuah negeri baru, negeri yang dibangun atas titah dan tahta seorang raja. Masyarakat dunia saat itu mulai kelihatan membaik. Kehidupan pulih kembali. Tatanan sosial dibangun, tatanan ekonomi pun di bangun atas kesadaran dari rakyatnya sendiri. Dibawah titah sang raja dan bentuk pemerintahan Monarkhi rupanya memberi sedikit banyaknya perubahan ke arah yang lebih baik. Negerinegeri yang menerapkan konsep ini banyak di tiru oleh negeri-negeri lainnya kala itu. Banyak pula yg menerapkan konsep monarkhi namun masih memakai aturan-aturan masa lalu yang kelam. Negeri-negeri seperti ini rupanya menjadi ancaman baru terhadap negeri-negeri yang sudah makmur dan mapan ekonominya saat itu. Penindasan dan pertikaian banyak dipicu oleh negeri-negeri ini. Akibatnya perangperang lokal antar wilayah dan perebutan wilayah-wilayah subur untuk mereka kuasai telah menciptakan bencana baru dalam tatanan kehidupan dunia kala itu. Kerusakan banyak terjadi. Bukan hanya kerusakan alam akibat perang mereka, tapi juga kerusakan moral akibat pengaruh ajaran-ajaran perikehidupan yang disebarkan oleh beberapa negeri yang serakah dan tak beradab itu. Kekuatan angkatan bersenjata lebih banyak dipamerkan kepada dunia. Pamer kekuatan negeri menjadi ajang bergengsi saat itu. Muncullah Daud, sang pemuda tegap yang gagah dengan perawakan besar dan tinggi yang dibilang rata-rata kala itu, di sebuah negeri yang subur dan makmur, yang diperintah oleh seorang raja bengis yang baik hati dan bijaksana. Kebengisannya hanya ditampakkan kepada orang yang dianggapnya musuh olehnya. Thalut nama sang raja itu. Ialah sang raja yang telah membawa negeri itu makmur dan tergolong negeri yang ekonominya kuat pada masanya.. Peradaban di negeri itu maju pesat. Pendidikan merebak ke pelosok-pelosok wilayah. Kaum cendikiawan dan ilmuwan banyak yang muncul dari negeri ini. Negeri dimana Daud tinggal saat itu. Masyarakatnya tergolong pandai-pandai. Bisa di bilang prosentase orang yang buta huruf sekiatar nol persen. Hampir seluruh masyarakatnya berpendidikan tinggi, hingga banyak penulis-penulis berbakat menjadi kontribusi utama dalam bidang pendidikan di sana. Banyak kaum cendikiawan dan kaum intelekual yang menulis buku. Sehingga banyak masyarakatnya yang gemar membaca. Buku atau kertas pada masa itu sudah terbentuk dalam lembaranlembaran seperti pada masa-masa kita sekarang ini. Hanya saja sebagian masih ditulis tangan dan sebagian lagi ada yang sudah di cetak dengan mesin-mesin cetak sederhana (semacam stensil/handpress). Teknologi pada masa itu bisa dibilang mulai bangkit dan muncul bagaikan sebuah revolusi industri yang pernah terjadi di Inggris pada abad-abad ke 16 M. Namun tehnik-tehnik manual masih mendominasi setiap peralatan-peralatan yang digunakan masyarakatnya pada masa itu. Penemuan-penemuan baru dari

sebuah teknologi demikian pesatnya di negeri itu. Logam-logam mulia semacam emas, perak, perunggu rupanya bukanlah barang mahal di sana. Emas atau perak pada masa itu sangat banyak dijumpai pada berbagai peralatan yang berbau teknologi. Berbeda dengan pada masa kita sekarang ini, dimana emas atau perak menjadi barang mahal yang sulit dijumpai pada barang-barang dan peralatan-peralatan yang biasa kita gunakan sehari-hari. Logam-logam lain semacam besi, baja dan alumunium belum dikenal pada masa itu. Daud, sebelum ditetapkan Allah menjadi Nabi, adalah seseorang yang memiliki temperamen tinggi, emosinya meluap-luap, kasar dan keras pendiriannya. Banyak masyarakat sekitarnya yang menilai Daud sebagai seorang yang kurang sopan dan kurang bijaksana dalam memutuskan suatu masalah. Terkadang main tangan dalam menuntaskan perkara pribadinya. Namun dari sifat-sifat buruknya itu ada satu sifat yang nampak pada dirinya. Antusias dan Tekun. Ya, antusiasme dirinya dan ketekunan dirinya tehadap sesuatu yang belum diketahuinya, entah itu bersifat keilmuan ataukah pengetahuan yang bagi sebagian orang dianggapnya sepele, merupakan cikal bakal yang menuntun dirinya kelak menjadi seorang peneliti yang handal, kelak menjadi seorang pemikir yang jenius, yang membawa kebesaran namanya dikemudian hari. Daud tumbuh menjadi seorang yang terpelajar, berdedikasi dan berwibawa di mata orang sekitarnya. Otaknya cerdas, pikirannya selalu menghasilkan ide-ide cemerlang, yang bagi sebagian orang yang belum mengenalnya akan menganggapnya sebagai orang yang punya ide gila . Reputasinya dikalangan kaum intelektual sangat bagus dan sering mendapat pujian karena tekad dan kenekatannya dalam bertindak dan berbuat. Menjelajahi bukit dan pegunungan tanpa alas kaki merupakan ide konyol yang banyak dicemooh orang. Bagi Daud itu merupakan tantangan yang sering ia lakukan dalam setiap kesempatan. Kecintaannya terhadap alam ditambah kegemarannya meneliti sesuatu yang berhubungan dengan keilmuan yang digelutinya merupakan perpaduan yang membawa keharmonisan hidup bagi dirinya. Alhasil, Daud pada suatu ketika saat ia menjelajah sebuah pegunungan di negeri itu, ia menemukan sesuatu benda yang menurut penyelidikan dan penelitiannya itu mempunyai karakteristik aneh. Benda ini mempunyai kepadatan bentuk dan kekerasan yang tinggi, yang pada waktu itu ia banyak membandingkan benda hasil penemuannya itu dengan logam-logam keras yang ada pada masa itu. Ia melanjutkan penelitiannya atas temuannya itu sampai ia dapat menyimpulkan jenis benda apakah yang telah ditelitinya itu. Referensi dan data-data ilmu ia kumpulkan. Kemudian ia melakukan tesis dan antitesis, melakukan hipotesa sederhana, mendiskusikan dengan rekan-rekannya. Sampailah pada tahap uji coba terhadap temuannya itu. Singkat kata, hasil kesimpulan yang ia peroleh adalah bahwa benda kecil yang keras itu termasuk kategori logam berat, semacam besi. Proyek uji coba yang dilakukan Daud, dikerjakan bersama-sama dengan kelompok peneliti lainnya. Hingga mereka terheran-heran dengan karakteristik magnetik yang ada pada butiran logam kecil itu. Adakalanya butiran-butiran itu saling melekat, dan kadang saling menolak dalam kondisi yang disesuaikan oleh Daud pada penelitiannya tersebut. Proyek penelitiannya mulai dikembangkan. Tahapan-tahapan ujicoba dilakukan. Bertahun-tahun hal tersebut dikerjakan oleh Daud. Setiap hasil yang dia peroleh dari proyeknya tersebut, ia tuangkan ke dalam bentuk tulisan-tulisan singkat. Banyak sudah hasil-hasil tulisannya yang menjadi konsep-konsep keilmuannya atas dasar pemikiran dan pengkajiannya itu. Teori-teori ilmu yang diterapkan Daud seringkali membuahkan hasil yang gemilang. Di negeri itu memiliki sebuah peraturan yang di keluarkan oleh pihak kerajaan dan selalu ditaati oleh segenap rakyatnya, bahwa setiap hasil penemuan-penemuan baru wajib dilaporkan dan diberikan kepada pihak kerajaan untuk dikembangkan dan digunakan kepada seluruh rakyatnya. Hal inipun di lakukan oleh Daud. Hasil-hasil penemuannya yang spektakuler juga diserahkan kepada pihak kerajaan. Perlu di ketahui pula, ada beberapa penemuan sebelumnya yang juga telah memberikan kontribusi yang besar terhadap negeri itu, seperti Penerangan Malam Hari, yang merupakan penemuan yang sangat

berharga dan raja sangat menyukainya. Penerangan atau energi cahaya yang kita kenal seperti sekarang, ternyata sudah ditemukan dan banyak dipakai pada masa itu. Dengan mencampurkan beberapa unsurunsur tertentu dan larutan-larutan khusus, dapat menghasilkan cahaya yang terang, yang energinya diambil pada siang hari dan di fungsikan pada malam hari. Tentang bagaimana alat itu bekerja dan bagaimana proses pembuatannya menjadi sebuah teka-teki bagi kita di jaman sekarang ini. Kita hanya dapat membandingkan alat yang serupa itu dengan tehnik-tehnik fluorecent yang kita kenal di jaman kita. Atau dengan metode baterei. Namun metode baterei pada jaman Daud sudah banyak digunakan setelah metode fluorecent itu muncul dan digunakan pada saat itu. Rasanya dengan metode apa mereka menggunakan energi untuk penerangan mereka pada malam hari masih menjadi hal yang sulit untuk kita pahami. Bisa jadi tehnik-tehnik mereka kita anggap luar biasa, karena hasil-hasilnya yang mengagumkan pada masa itu. Apakah tehnik-tehnik kita di jaman ini bisa di bilang ketinggalan jaman atau kuno? Atau teknik yang digunakan oleh kita merupakan tehnik-tehnik pengulangan masa lalu, yang mana hal tersebut masih menjadi penemuan yang masih merangkak pada masa itu? Sebuah fenomena yang menghasilkan tanda tanya besar bagi kita saat ini.

KEMAJUAN PERADABAN DAUD.

Beberapa puluh tahun kemudian, perubahan besar telah terjadi dinegeri itu. Hasil-hasil penemuan Daud berupa biji besi telah menghantarkan negeri itu menjadi negeri yang maju. Raja membiayai seluruh proyek-proyek penting dalam rangka pengembangan teknologi yang dihasilkan oleh Daud ini. Rupanya Daud dapat mencuri perhatian sang raja. Akhirnya raja menganugerahkan Daud sebuah penghargaan tertinggi atas penemuannya tersebut. Bukan hanya itu saja, raja pun melihat hasil tulisan Daud yang isinya sangat membuatnya kagum terhadap pemikiran dan pengkajian Daud dalam berbagai lapangan keilmuan. Konsep-konsep keilmuannya banyak dipuji orang dan raja pun memberikan gelar kehormatan serta memberikan tempat bagi Daud untuk duduk dalam pemerintahannya. Hal ini disambut baik oleh Daud. Ia memenuhi titah sang raja untuk duduk dalam tampuk pemerintahan. Pengolahan biji besi menjadi berbagai peralatan yang membantu segenap pekerjaan manusia, telah menggantikan berbagai peralatan yang telah digunakan sebelumnya. Proyek-proyek raksasa dalam pengolahan dan peleburan besi dibangun. Explorasi terhadap tambang biji besi ditingkatkan. Generatorgenerator pembangkit listrik dibangun diberbagai wilayah. Proyek pembangkit listrik ini dihasilkan dari energi air sungai yang kemudian dialirkan ke setiap kota yang memerlukannya. Sebuah konsep pembangunan yang luar biasa. Penataan kota pun tak luput dari pemikiran Daud. Ia menata kotanya dengan rapih. Bisa di bilang negeri itu benar-benar negeri yang indah. Daud mengatur dan menata wilayah-wilayah yang diperuntukan untuk industri, perkantoran, pemukiman dan perhutanan. Konsep perhutanan yang satu ini adalah yang menjadi fokus perhatian Daud. Ia tahu persis bahwa hutan adalah paru-paru kota yang dapat mensirkulasi udara kotor menjadi bersih kembali. Sekaligus sebagai wadah pelestarian alam yang didalamnya perlu dilestarikan satwa-satwa yang ada. Keharmonisan alam lingkungan menjadi tumpuan harapannya. Ia juga mempelajari berbagai kehidupan satwa-satwa, termasuk mempelajari burung-burung. Ia mempelajari bagaimana satwa ini bisa mengetahui tempat-tempat yang jauh, bisa mengetahui berbagai musim yang akan datang di kemudian hari, dan kembali ke tempatnya semula, serta bagaimana satwa ini dapat mengetahui jenis dan kelompoknya sendiri, padahal bentuk mereka sama semua. Sungguh, ia sangat tertarik mempelajari satwa-satwa itu terutama jenis unggas. Sektor pertanian juga ikut diperhatikan. Sistem drainase dan pengairan juga menjadi pertimbangan penting, karena semua itu harus diselaraskan. Pemikiran Daud sangat tajam. Naluri dan intuisinya berperan penting. Daya nalarnya pun luar biasa. Ilmu pengetahuannya diperolehnya dari sejak lama, hingga ia sendiri menjadi sumber ilmu itu sendiri. Zabur adalah sebuah kumpulan ilmu

pengetahuan yang telah dihasilkan oleh Daud. Sebuah hasil pemikiran otaknya yang cemerlang. Rupanya Tuhan telah mengaruniakan kepada orang ini kepandaian yang luar biasa. Memberikannya ilham-ilham penting berupa ilmu, kepahaman dan sebagainya kepada diri orang ini. Ya, Daud sosok hamba Allah yang telah dipilih sebagai orang yang istimewa diantara mereka.

DAUD MENGENAL TUHAN.

Daud memang belum kenal siapa itu Tuhan. Pengetahuannya tentang Tuhan belum ada dalam otaknya. Sedikit demi sedikit otaknya mulai merenungkan. Yang dipikirkan hanyalah siapa yang telah menciptakan ini itu sehingga ini itu ada disini. Itu saja yang selalu terlintas dalam benaknya. Tak pernah ada yang mengajarkannya soal Tuhan. Daud belum tahu apa makna Tuhan bagi semuanya itu. Tetapi setiap angan-angannya melambung jauh ke depan selalu saja tertuju kepada sesuatu yang mengatakan kau harus begini...kau harus begitu. Berulang-ulang ia mengalami hal itu, tanpa tahu siapa yang berkata dalam angan-angannya itu. Akhirnya ia menyadari bahwa ada sesuatu yang luar biasa yang menyelingkupi dirinya. Suarasuara yang menggema dalam pikirannya itu selalu mengikutinya. Kadang pada saat merenung suara-suara itu berbisik dan mengajaknya berdialog. Pada awalnya ia tidak menggubrisnya. Ia menganggap itu semua hanyalah suara hatinya saja. Namun ia sedikit bingung saat suara hatinya disambut oleh suara-suara yang selalu ada dalam benaknya itu. Terjadi dialog antara suara hatinya dengan suara tersebut. Daud merasa ketakutan dan cemas. Ia menganggap setan telah bersemayam di otaknya. Ia harus menyingkirkan itu semua. Tapi ia tidak sanggup menepis suara-suara itu. Tetap saja suara-suara itu ada dalam kepalanya. Akhirnya Daud pasrah. Banyak orang disekitarnya yang melihat tingkah Daud pada saat mengalami hal ini, dan tidak sedikit yang menganggap Daud itu seperti orang yang kesurupan. Tabib-tabib disana menganggap Daud mengalami halusinasi syndrom. Semua perkiraan dan persangkaan orang terhadap dirinya meleset. Sesungguhnya apa yang ia alami adalah fenomena luar biasa yang jarang dialami oleh setiap orang. Dan apa yang terjadi pada diri Daud sesungguhnya suara-suara malaikat yang menyeru dan menegur dirinya. Pada awalnya memang terasa aneh dan membuat seluruh kepala terasa pusing akibat dari yang ditimbulkan suara tersebut. Apabila Daud mempasrahkan diri atau membiarkan suara itu bercokol di kepalanya, rasa pusing itu hilang. Kini ia merileksasikan dirinya dan mulai menerima suara itu. Terjadi dialog yang intens antara suara hatinya dengan suara itu. Seolah-olah diri Daud hanya menjadi pendengar yang setia. Pengalaman aneh yang luar biasa itu bagi Daud kini dianggapnya sebagai hal yang menakjubkan. Dirinya mulai menyadari dan membenarkan apa yang dikatakan suara itu terhadap dirinya. Ia menerima pula setiap kebenaran yang disampaikan suara tersebut. Seluruh amanat-amanat penting dari suara itu diperhatikan baik-baik. Dan tak jarang pula dijadikan sebagai sandaran keluh kesah dirinya. Satu hal yang berharga bagi dirinya adalah kini ia mulai tahu dan memahami apa yang dimaksud dengan penguasa segalanya. Suara-suara itu rupanya telah memasukkan suatu ajaran penting kedalam pikirannya, bahwa segala sesuatu itu ada yang memberikan sebelumnya. Kecerdasan otaknya, ilmu yang telah dihasilkan dari kecerdasannya, dan juga segala sesuatu yang diperbuat dari ilmunya merupakan halhal yang telah digariskan sebelumnya dan telah ditentukan kadarnya. Semua itu terjadi pada diri Daud, dan ia menerima kebenaran itu. Nah, dari sinilah Daud mulai mengenal siapa itu sang penguasa atas semua itu. Jibril sang malaikat agung telah memberikan pengertian-pengertian awal tentang makna ketuhanan, dan belum sampai pada penjelasan siapa itu Tuhan. Tetapi ini adalah pengertian yang sangat berharga bagi seseorang yang kala itu masih dalam kondisi tidak mengenal arti ketuhanan bagi dirinya. Atau dengan kata lain kita menilai orang yang dalam kondisi itu disebut sebagai kafir, yakni tidak kenal apa itu Tuhan, tidak kenal siapa itu Tuhan, dan sebagainya. Daud, sosok yang memang telah dipilih Tuhan untuk mengemban amanat-amanat penting di kemudian hari. Dan Jibril memperhatikan sosok ini

dan memberikan naungan berupa perlindungan, dan pengajaran-pengajaran berbagai macam keilmuan kepada Daud. Jibril adalah malaikat yang sangat cerdas pengetahuannya tentang sesuatu. Dan Jibril pula sebagai makhluk kepercayaan Tuhan yang dipilih untuk menjalankan amanat-amanatNya.

KEKACAUAN DUNIA DAN PROBLEMATIKANYA.

Beberapa puluh tahun kemudian, negeri dimana Daud itu kini memerintah menjadi sebuah negeri yang sangat maju. Pemerintahan kerajaan Thalut telah memberi mandat khusus kepada Daud untuk memegang penuh tampuk pimpinan. Daud kini menjadi wakil raja, namun dengan kewenangan penuh yang diberikan Thalut. Ini merupakan sebuah sistem birokrasi yang unik. Semua rakyatnya kini tunduk dan patuh dengan kepemimpinan Daud. Karena mereka sudah mengetahui sebelumnya bahwa sosok ini memang telah memperhatikan rakyatnya dan telah mensejahterakannya pula. Maka tak heran kalau Daud lebih dieluk-elukan rakyatnya daripada rajanya sendiri, Thalut. Hal ini membuat Daud semakin bangga terhadap dirinya. Kemajuan dan kemahsyuran negerinya terdengar sampai ke negeri-negeri lain. Banyak orangorang dari negeri tetangga yang belajar ke negerinya itu. Pertukaran kebudayaan dan pertukaran pelajar antar negeri tetangga adalah salah satu kontribusi dari negerinya untuk dunia pada saat itu. Niat baik tidak selamanya disambut dengan kebaikan. Ada saja halangan dan hambatan yang melintang. Peta politik dunia pada waktu itu agak sedikit kurang menguntungkan bagi negerinya. Negeri-negeri yang merasa kurang beruntung menjadi semakin minder dalam kancah internasional. Banyak negeri tetangga yang mencoba mengobok-obok pemerintahan Daud. Namun Daud sudah mengetahui hal tersebut. Negeri tetangga yang merasa iri dengan Daud, berusaha mencari cara untuk menguasainya. Tak jarang batasbatas wilayahnya dipersempit dengan cara-cara curang. Sebagian wilayahnya ada yang dianeksasi secara langsung oleh negeri lain. Daud tidak tinggal diam. Ia mengirim pasukan-pasukannya ke daerah-daerah perbatasan. Menghadapi tentara asing yang telah memasuki wilayahnya adalah bukan perkara mudah. Keterbatasan jumlah tentara Daud serta kemampuan perangnya sangat minim di banding dengan tentara musuh yang jumlahnya banyak dan kuat dari segi fisiknya. Daud berusaha berpikir untuk mencari cara menghadapi musuh-musuhnya itu. Kemudian ia membuat program khusus dalam rangka menghadapi perang yang akan ia mulai nanti. Program itu adalah bagaimana caranya mempercepat industrialisasi di bidang pertahanan dan keamanan negerinya. Seluruh ilmuwan-ilmuwan dikumpulkan dan dipekerjakan dalam bidang militer, penemuan-penemuan persenjataan baru dibuat dan dikembangkan. Pabrik-pabrik industri berat lebih di arahkan kepada pembuatan mesin-mesin perang yang semuanya diciptakan dari pengolahan logam yang memang sumbernya lebih banyak di negeri itu. Persenjataan dan mesin-mesin perang merupakan teknologi baru yang belum dikenal oleh negeri lain. Bagi Daud hal itu sangat menguntungkan, karena teknologi baru bisa terealisasi dan terwujud langsung pada saat ia membutuhkan sekali guna menghadapi perang nanti. Persengketaan wilayah sangat membuat geram Daud dan pemerintahannya. Raja Thalut memberi maklumat perang terhadap pasukan asing yang tidak segera angkat kaki dari negerinya itu. Demikian pula dengan Daud. Seluruh pikiran dan tenaganya dicurahkan untuk mengantisipasi dan menyelesaikan persengketaan wilayah di negerinya itu. Dalam tempo beberapa tahun, program itu selesai sesuai perencanaan yang telah dibuat Daud sebelumnya. Mesin-mesin perang semacam Tank/Panser yang kita kenal sekarang rupanya telah ada sejak masa Daud dahulu. Ya, sangatlah mencengangkan, bahwa Daud mampu membuat mesin-mesin perang yang canggih yang belum bisa diduga oleh musuh-musuhnya itu. Persenjataanpun merupakan hal yang baru dan yang lebih menakjubkan lagi, bahwa Daud mampu menciptakan senjata-senjata dengan hulu ledak yang hebat. Kita tidak bisa memperkirakan apakah Daud lebih banyak menggunakan bubuk mesiu atau tidak. Yang pasti ledakan-ledakan yang keluar dari senjata-senjata buatannya itu bisa dibilang hampir

mirip dengan teknologi persenjataan yang kita kenal sekarang. Raja Thalut dibuat kagum dengan hasil kerja pemerintahannya dibawah kepemimpinan Daud. Genderang perang telah ditabuh. Segala persiapan sudah lengkap. Komando perang dipegang langsung oleh Daud. Seluruh tentaranya diberi motivasi agar tetap tegar dalam menghadapi musuh. Kemudian dikirim beberapa pasukan pengintai ke daerah perbatasan yang dikuasai musuh. Memasuki medan pertempuran tentara musuh merasa aneh dengan pasukan tentara Daud. Mereka melihat para tentara Daud tidak membawa persenjataan perangnya, seperti panah atau tombak yang biasa di pakai untuk berperang. Mereka heran melihat tentara Daud hanya membawa sebatang atau sepucuk benda hitam mengkilap yang berbentuk panjang. Pasukan tentara musuh mengira bahwa pasukan Daud sudah dalam kondisi menyerah. Tiba-tiba terdengar suara ledakan serentak. Tidak lama kemudian beberapa tentara musuh jatuh terkapar dan tergeletak di tanah. Hal ini membuat tentara yang lainnya menjadi kebingungan dengan keadaan tersebut. Melihat kawan-kawannya tergeletak bersimbah darah dan tak bernyawa lagi, maka seluruh pasukan yang melihatnya lari tunggang langgang ketakutan. Sungguh fenomena yang menakjubkan dari perang ini. Tentara musuh kini semakin menyadari bahwa benda hitam mengkilap itu adalah senjata aneh yang baru pertama kali dilihat oleh mereka. Senjata ini telah menjadi momok yang menakutkan bagi tentara yang lainnya. Ya, itulah kehebatan Daud dalam menciptakan senjata. Ia mampu mengolah besi menjadi berbagai persenjataan tempur. Termasuk mesin-mesin semacam tank/panser atau apapun namanya. Dengan mengandalkan sumber energi listrik yang tersimpan dalam baterei khusus yang diciptakan dari bahan-bahan yang mengandung zat-zat tertentu yang dapat menyimpan dan menghasilkan energi listrik yang besar guna menggerakkan mesin-mesin perangnya tersebut. Pengetahuan akan unsur-unsur penting yang mempunyai karakteristik tertentu dari sebuah benda atau sejenis zat khusus, merupakan pengetahuan yang sudah lama dikuasai oleh Daud sejak berpuluhpuluh tahun yang silam, yang sebagiannya adalah hasil penemuan para ilmuwan di negeri tersebut. Luar biasa, itulah hasil yang dicapai oleh negerinya pada waktu itu. Kemenangan telak yang diraih Daud bersama pasukan tentaranya telah membuat Raja Thalut ikut bangga. Rakyat pun ikut bergembira atas kemenangan ini. Tidaklah demikian dengan Daud. Daud masih menyisakan sedikit pekerjaan rumahnya, yaitu mengusir mundur seluruh pasukan asing dari negerinya, mengembalikan patok batas wilayah negerinya kepada kondisi batas semula, dan yang terakhir adalah berusaha memperluas wilayah negerinya hingga seluas-luasnya di kemudian hari. Yang terakhir ini bisa dibilang suatu ambisi besar dari diri Daud terhadap kekuasaan yang ia miliki. Ia memang mempunyai ambisi besar untuk dapat menguasai negeri-negeri lain, agar seluruh negeri tunduk kepadanya. Tersiarnya kabar atas kemenangan telak Daud dalam pertempuran sampailah ke negeri Jalut. Jalut adalah penguasa suatu negeri dimana jumlah rakyatnya sangat banyak dan wilayah negerinya yang luas, dan rakyatnya yang berperawakan besar-besar dan tinggi-tinggi. Berita itu telah membuat Jalut penasaran dengan Daud. Jalut telah lama mengetahui bahwa negeri dimana Daud memerintah saat itu, adalah negeri kecil dengan penduduk yang sedikit. Ia merenungkan dan bertanya dalam dirinya, mengapa negeri itu menang melawan negeri-negeri penjajah yang tergolong kuat-kuat bala tentaranya. Apa yang menyebabkan negeri kecil itu mampu mengalahkannya. Pikiran dan rasa penasaran Jalut tak dapat dibendung lagi. Kemudian ia mempersiapkan sebuah rencana besar untuk menginvasi negerinya Daud secara frontal dan tiba-tiba, agar ia dapat melihat apakah Daud mampu menghadapi negerinya yang besar dan kuat itu. Ia ingin menguasai sepenuhnya negeri Daud dan meruntuhkan kerajaan Thalut hingga ke akar-akarnya dan memusnahkan seluruh peradaban yang ada di negeri itu. Demikianlah apa yang ada dalam rencana Jalut tersebut. Beberapa tahun kemudian benarlah apa yang direncanakan pemerintahan Jalut itu, bahwa ia akan segera menguasai negeri Thalut agar semuanya berada dalam kekuasaannya. Invasi besar-besaran dilakukan. Beberapa penduduk negeri Thalut yang berada di perbatasan banyak yang tewas dibantai oleh bala tentara Jalut dengan kejamnya. Benar-benar sebuah genosida yang tak tanggung-tanggung dilakukan oleh pasukan Jalut. Berita ini sampai ke pusat kota, pemerintahan kerajaan Thalut. Kondisi negeri itu dalam keadaan siaga penuh. Raja memberlakukan darurat penuh dan seluruh aktifitas ekonomi dihentikan

sementara. Daud sang panglima tertinggi kerajaan menyiagakan seluruh bala tentaranya agar bersiap-siap menghadapi perang terbuka guna mengusir pasukan Thalut dari tindakan invasinya yang semena-mena itu. Mesin-mesin perang dikerahkan menuju ke perbatasan yang dikuasai Jalut. Perang Frontal berlangsung hanya beberapa jam saja. Hasilnya sungguh diluar perkiraan Jalut, bahwa bala tentaranya banyak yang tewas. Prajuritnya yang tergolong perkasa dan tegap-tegap itu tak berarti sama sekali menandingi para prajurit Daud dalam perang tersebut. Mendengar banyak prajuritnya yang tewas di medan pertempuran itu, Jalut menjadi berang mendengar hal itu. Ia menambah lagi pasukannya ke wilayah negeri itu. Tak tanggung-tanggung yang dikirim kesana, puluhan ribu tentaranya dikerahkan untuk menginvasi kerajaan Thalut. Hal ini tidak membuat gentar Daud yang mendengar kabar itu, bahwa Jalut mengirimkan puluhan ribu tentaranya ke wilayah Daud dengan prajurit yang tergolong tangguhtangguh. Daud berpikir bahwa jumlah tentaranya tidak sebanding dengan jumlah tentara Jalut yang banyaknya empat kali lipat itu. Daud memanggil seluruh staf-stafnya untuk mendiskusikan perang tersebut. Kesepakatan dengan para staf kerajaan adalah keputusan untuk menggunakan senjata pemusnah masal yang baru-baru itu diuji cobakan oleh pihak militer kerajaan Thalut. Hasilnya adalah benar-benar Daud menggunakan senjata itu untuk tujuan mempersingkat peperangan yang terjadi, dan menyudahi konflik itu agar tidak berkepanjangan. Raja Thalut merestui penggunaan senjata tersebut. Senjata baru yang digunakan Daud dalam menghadapi perang dengan pasukan Jalut adalah senjata pemusnah massal yang memiliki daya ledak sedang. Senjata jenis ini dikenal di jaman kita dengan nama Rudal (Peluru Kendali). Ya, teknologi rudal pada saat itu merupakan teknologi yang sedang dikembangkan oleh kerajaan Thalut, dan masih dalam tahap uji coba. Jadi jelas ini merupakan kesempatan kedua Daud dalam menggunakan senjata-senjata baru pada saat keadaan negerinya sedang genting. Rudal-rudal disiapkan di setiap markas militer yang dekat dengan wilayah perbatasan yang dikuasai Jalut. Daud memerintahkan tentaranya untuk mundur dari wilayah-wilayah tempur. Hal ini merupakan inisiatif Daud agar para tentaranya tidak menjadi sasaran dari rudal-rudalnya sendiri. Para komandan-komandan tempurnya mengkondisikan pasukannya agar memancing pasukan Jalut memasuki wilayahnya lebih dalam lagi, tepatnya memancing mereka masuk dalam jarak tembak rudalnya yang sudah disiapkan itu. Pasukan Jalut tidak menyadari strategi yang diterapkan pasukan Daud. Akhirnya pasukan tentara Jalut benar-benar menjadi sasaran empuk bagi rudal-rudal Daud. Peluru Kendali yang menghantam wilayah tersebut sungguh dahsyat. Terbukti dengan sekali ditembakkan beberapa prajurit Jalut tewas terkena ledakan rudal tersebut. Bala tentara Jalut tidak menyadari hal tersebut. Mereka sungguh dibuat terkejut dengan ledakan besar yang memekakkan telinga tersebut. Mereka, para prajurit Jalut dibuat bingung dengan kondisi di medan pertempuran itu. Mereka bingung karena tidak ada satupun prajurit Daud yang mereka hadapi, namun mereka hanya menghadapi serangan-serangan rudal yang entah darimana mereka tidak bisa menduganya. Tentara Jalut yang perkasa itu dibuat kocar-kacir oleh pasukan Daud. Mereka ditumpas habis oleh pasukan Daud. Luar biasa, kemenangan telak bagi pasukan Daud dalam menghadapi pasukan Jalut. Di dalam negerinya Jalut merasakan pukulan berat atas kekalahan tentaranya dalam menginvasi kerajaan Thalut. Ia tidak habis pikir, mengapa hal itu dapat terjadi. Padahal ia telah sering menganeksasi suatu negeri dan memusnahkan suatu bangsa hanya dalam tempo singkat. Namun tidak demikian dengan kerajaan Thalut ini. Kegundahan melanda raut wajahnya, serta kecemasan akan teknologi perang yang dimiliki oleh kerajaan Thalut itu. Pemerintahan Jalut memutuskan suatu langkah besar ke depan yakni menghadapi peperangan selanjutnya dengan rencana besar-besaran untuk menyerbu negeri Thalut itu. Jumlah pasukan yang akan dikerahkan tidak tanggung-tanggung, sangat banyak jumlahnya hingga puluhan ribu prajurit setianya yang akan kembali merebut kerajaan Thalut nanti. Setelah persiapan diadakan, dan perbekalan penuh pada setiap pasukannya, Jalut mengambil strategi lain, yakni mengepung kerajaan Thalut dari berbagai penjuru arah. Dari arah selatan dan utara menembus barikade pasukan Daud, dan dari arah timur dan barat Jalut memerintahkan para prajuritnya untuk membantai setiap orang yang setia kepada kerajaan Thalut, tidak peduli wanita maupun anak-anak.

Alhasil, sungguh tragis dan benar-benar Jalut membantai banyak orang di negeri Thalut itu. Bagaikan genosida yang pernah dilakukan Adolf Hitler pada zaman Nazi di Jerman dulu. Raja Thalut yang mendengar kabar bahwa banyak rakyatnya di wilayah timur dan wilayah barat mengalami nasib tragis dibantai oleh bala tentara Jalut, telah membuatnya pilu dan geram atas perilaku Jalut ini. Thalut memerintahkan Daud agar mengirimkan pasukannya ke wilayah timur dan wilayah barat. Namun Daud menolak perintah Thalut. Daud memberikan alasan matang atas apa yang menjadi sikapnya tersebut. Ia menjelaskan kepada rajanya bahwa seandainya ia mengirimkan pasukan ke wilayah barat atau timur, maka wilayah kota akan mengalami kekosongan tentara yang menjaga kerajaan. Ia khawatir dengan serangan yang berasal dari utara dan selatan. Daud tahu persis strategi yang digunakan Jalut dalam perang ini. Kekosongan tentara Daud di tengah-tengah kota akan dimanfaatkan Jalut untuk melakukan penyerbuan langsung ke jantung pusat kerajaan. Jumlah pasukan Daud yang sedikit menjadi pertimbangannya dalam membantah perintah sang raja. Akhirnya Thalut pun mengerti apa yang menjadi pertimbangan Daud itu. Kali ini strategi Daud sangat jitu. Ia mengirimkan pasukan tank dan pansernya ke wilayah utara dan selatan guna menghadapi konfrontasi langsung dengan prajurit Jalut yang lebih besar jumlahnya di tempatkan di kedua wilayah ini. Sementara itu ia hanya mengirimkan sebagian pasukan infantrinya yang dibekali dengan senjata-senjata api yang mematikan guna menghadapi prajurit Jalut di wilayah barat dan timur, sekaligus mencoba untuk mengevakuasi rakyatnya dari kekejaman tentara Jalut. Rudal-rudal dipersiapkan di pusat kota untuk mengantisipasi kondisi perang di wilayah utara dan selatan. Bala tentara Jalut yang berada di wilayah barat dan timur berhasil dipukul mundur, namun korban banyak yang berjatuhan lebih banyak dari pihak rakyat yang tidak berdosa. Ya, banyak anak-anak dan wanita yang menjadi korban keberingasan tentara Jalut. Walaupun tentara Daud terlambat mengantisipasi serangan tentara Jalut, namun mereka setidaknya telah berhasil memperkecil jumlah korban lebih banyak lagi. Dan tidak sedikit pula bala tentara Jalut yang tewas di tangan pasukan bersenjata kerajaan Thalut. Peperangan yang terjadi di wilayah utara dan selatan juga semakin seru dan menegangkan. Banyak pasukan Jalut yang semakin beringas tanpa peduli lagi dengan apa yang mereka hadapi saat itu. Mereka seakan-akan tidak takut lagi berhadapan dengan alat-alat berat dari pasukan Daud yang diarahkan kepada mereka. Apa mau dikata, peralatan perang yang bukan tandingan mereka itu bukanlah hal kecil yang harus dilawan begitu saja. Namun tekad dan keberingasan bukan pula tandingan akan sebuah teknologi perang yang dimiliki kerajaan Thalut. Hasilnya adalah korban-korban yang tewas mengenaskan di ujung senjata-senjata canggih yang dimiliki pasukan Daud itu. Medan pertempuran tersebut bagaikan ajang pembantaian. Puluhan ribu pasukan Jalut tewas berguguran tak kuasa menghadapi tank-tank dan panser-panser Daud. Pasukan Daud berhasil memukul mundur pasukan Jalut. Bahkan dalam pelariannya tersebut, Jalut yang berada di tengah-tengah pasukannya yang melarikan diri tersebut berhasil digempur habis dan Jalut sendiri tewas beserta bala tentaranya itu. Tamatlah sudah Jalut sang diktator yang haus darah dan gila perang itu di tangan Daud. Kondisi negeri itu kini pulih kembali. Keamanan dan ketentraman terjamin hingga beberapa tahun kemudian. Tidak demikian halnya dengan kondisi kesehatan raja Thalut. Sepeninggalnya Thalut, Daud menaiki tahta kerajaan dengan aklamasi dari seluruh rakyatnya yang memilih dirinya meneruskannya sebagai raja pemimpin di negeri tersebut. Ya, Daud telah menjadi raja dan memerintah rakyatnya dengan kebijakan-kebijakan politiknya yang membawa kemajuan dan pembaharuan di dalam negeri yang dipimpinnya itu. Banyak bangsa-bangsa lain yang meminta suaka politik ke negeri Daud dan tidak sedikit pula negeri-negeri lain yang meminta kepedulian negeri Daud untuk menyelesaikan problema-problema yang di hadapi oleh masing-masing negeri. Konsep-konsep hukum dan kebijaksanaan banyak ditiru oleh negeri lain, dan banyak pula konsep-konsep bernegara dipakai oleh setiap negeri yang ada pada masa itu. Konsep-konsep pembangunan dan perikehidupan banyak membawa keberhasilan yang gemilang di setiap negeri yang mencontoh negeri Daud ini. Benar-benar suatu kejayaan yang pernah diukir oleh seorang manusia seperti Daud ini. Seorang hamba pilihan Tuhan yang diangkatNya sebagai

nabi pilihan, orang terkuat pada masanya, yang telah diberinya ilmu dan kebijaksanaan dalam dirinya dari Tuhan yang Maha Pengasih. Daud pula sosok yang memegang teguh prinsip-prinsip ketegasan dan keuletan dalam berbuat dan bekerja demi masa depannya itu. Allah telah membimbingnya dan mengajarinya berbagai ilmu pengetahuan hingga Daud mampu melahirkan teknologi yang bagi kita itu mustahil ada pada masa itu. Ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi pada masa Daud bukanlah hal yang mustahil pernah ada. Seandainya kita merujuk pada kisah-kisah yang tersebut dalam Quran dan berbagai penemuan-penemuan arkeolog dan antropolog yang mengungkapkan semua kisah dan peradaban manusia pada masa lalu, kita akan semakin percaya walaupun pikiran kita masih diselimuti keraguan akan sebuah kebenaran, bahwa pada masa lalu manusia memang benar-benar telah mengalami kemajuan yang monumental dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekalipun kita menolak bahwasannya peradaban yang dialami manusia pada abad sekarang ini adalah sebuah peradaban yang masih kalah jauh dibandingkan dengan peradaban yang pernah dicapai pada abad-abad yang lalu. Sebuah peradaban dan kemajuan ilmu yang sungguh luar biasa dan sulit diterima akal kita saat ini. Karena memang apa yang telah dicapai oleh manusia pada masa lalu belum dapat kita sejajarkan dengan kondisi kita pada masa kini. Namun patutkah kita menepis dari apa yang telah diselidiki para ilmuan yang telah membawa kita ke abad-abad yang silam dari berbagai hasil penemuan dan penelitiannya itu, untuk dapat kita renungkan dan kita pikirkan kembali, hingga kita percaya bahwa keadaannya memang seperti itu.

PERADABAN SULAIMAN DAN KEMAJUAN TEKNOLOGINYA.

Sulaiman adalah sosok manusia yang memiliki kecerdasan tinggi. Ia adalah keturunan Daud yang pada periode-periode sebelum kelahiran Sulaiman, Daud memerintah sebagai raja. Kini Sulaiman pun mewarisi itu semua. Ya, Sulaiman pun menjadi raja dinegerinya, menggantikan Daud yang telah di panggil oleh Tuhannya. Sejak Sulaiman menjadi raja di negerinya, kemajuan demi kemajuan sangat pesat tumbuh dan berkembang. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kala itu, pembangunan pun tumbuh pesat. Sungguh negeri makmur dan kaya raya di bawah kepemerintahan Sulaiman. Penemuanpenemuan baru telah mendorong tumbuhnya industri-industri maju di dalam negeri. Hampir di setiap sendi-sendi kehidupan dan perekonomian teknologi selalu menopangnya. Apalagi di bidang research dan pengembangan ilmu pengetahuan sungguh luar biasa. Sulaiman memang pribadi yang haus akan research dalam lapangan ilmu pengetahuan dan sangat tertarik kepada penemuan-penemuan baru dalam hal pengaplikasian teknologi baru. Pusat pembangkit listrik tenaga air yang banyak tersebar di wilayah itu, kini diperbaharui dengan kemajuan teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir. Rupanya teknologi nuklir ini bukanlah hal baru seperti di jaman kita ini, namun kemampuan Sulaiman untuk mengaplikasikan nuklir dalam berbagai proyek-proyek pembangkit listrik merupakan hal yang pernah ada. Disamping itu pula pengembangan konsep-konsep reaktor untuk berbagai aplikasi lainnya pun di bangun dan dikembangkan. Hingga hasil-hasil yang di capai negerinya itu sungguh luar biasa. Konsep-konsep pembangunan yang di wariskan Daud telah dipakai dan dikembangkan lebih lanjut pada tingkat yang dibilang monumental dalam sejarah peradaban manusia. Kemajuan yang dicapai oleh berbagai negeri pada masa itu pun bisa dibilang luar biasa. Banyak negeri-negeri lainnya yang tergolong negeri yang maju dan modern dalam berbagai lapangan kehidupan. Kemandirian suatu bangsa pada jaman itu bisa dinilai sangat baik. Karena hampir setiap negeri mempunyai kemampuan yang mandiri dalam membangun bangsa dan negaranya, tanpa ada bantuan dan campur tangan negara lain. Ada negeri yang dalam tempo beberapa puluh tahun sudah menjadi negeri yang kokoh, makmur, dan menjadi mandiri, karena segalanya telah ada dan digunakan dengan sebaikbaiknya demi kemakmuran bangsa dan negaranya. Semua itu jelas pula ditopang dari sektor ekonominya yang mampu menjadi kontribusi penting dalam merealisasikan negerinya menjadi negeri yang makmur. Pembangunan demi pembangunan di biayai oleh keuangan negara yang kuat. Proyek-proyek pembangunan cepat terealisasi dengan baik, dan hasilnya langsung bisa dinikmati rakyatnya. Kesejahteraan seperti ini rupanyanya telah terwujud pula pada masa lalu. Salah besar bila kita menilai bahwa pada masa dahulu kala kesehjateraan hidup masih menjadi mimpi buat semua orang pada masa itu. Tidak, justru kesejahteraan hidup suatu bangsa pada masa itu sangat besar dirasakan oleh setiap orang di berbagai belahan bumi manapun. Kesehjateraan hampir merata dirasakan oleh setiap individu dalam suatu negeri. Berbeda dengan kondisi di jaman kita ini, dimana kesejahteraan hidup belumlah merata dirasakan oleh setiap manusia. Banyak terjadi ketimpangan sosial dan tingkat kesejahteraan yang sangat jauh berbeda dari setiap negara di belahan bumi manapun. Di jaman kita ini ada negeri yang kondisinya memprihatinkan, ada negara-negara miskin dan terbelakang, ada negara-negara berkembang, dan ada sejumlah kecil negara-negara maju. Dan itu pun bisa dihitung berapa negara yang tergolong makmur. Kondisi pada jaman Sulaiman seluruh manusia hampir merasakan yang namanya kesejahteraan bahkan kemakmuran. Tidak adalagi yang namanya kehidupan mengenaskan atau memprihatinkan. Semua orang terpenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai sarana dan prasarana maupun fasilitas-fasilitas tersedia bagi seluruh umat manusia pada jaman itu. Seluruh kehidupan selalu dihiasi dengan peralatan dan perlengkapan berteknologi tinggi dan terbilang sangat maju. Kemewahan hidup mewarnai hampir seluruh kehidupan manusia saat itu. Benar-benar kehidupan yang baru bisa dirasakan sedikitnya di jaman sekarang ini. Ya, peradaban dan kemajuan teknologi pada masa itu sungguh jauh berbeda dengan keadaan kita sekarang ini. Keberhasilan hidup yang mapan sesungguhnya pernah di capai lebih dulu oleh manusia pada jaman itu. Aneh memang, apabila kita menilai bahwa kehidupan pada masa lalu itu sudah maju. Padahal selama ini kita menganggap kehidupan pada jaman dahulu kala itu masih primitif dan terbelakang sama sekali. Tidak, sesungguhnya kehidupan pada jaman dahulu itu sudah sangat maju. Peradaban-peradaban mereka yang hilang terpendam oleh masa, kini terungkap oleh para ilmuwanilmuwan kita di jaman sekarang ini, sudah banyak membuktikan bahwa pada masa lalu, pada jaman

tertentu, peradaban mereka sungguh luar biasa, dan sulit diterima akal kita sekarang ini. Penelitian kita masih berlanjut dan berada pada tahap-tahap pengeksplorasian terhadap kebudayaan-kebudayaan dan peradaban mereka yang telah hilang dan punah tersebut. Akankah akal kita dapat meyakini bahwa suatu peradaban maju telah dialami oleh suatu negeri pada jaman dahulu kala? Apakah kita merasa aneh dengan apa yang telah mereka perbuat terhadap kemajuan-kemajuan peradabannya itu? Tak disangkal lagi, memang seperti itulah kondisinya. Perkembangan kehidupan di negeri Sulaiman sedikit banyaknya berbeda dengan negeri-negeri tetangganya. Negeri Sulaiman tergolong negeri yang sangat maju melampaui tingkat kemajuan negerinegeri yang lain. Namun kemajuan yang telah dicapai olehnya masih dirahasiakan dan tertutup bagi negeri lain untuk bisa mengakses segala perkembangan dan kemajuan negerinya khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini tak ubahnya seperti di jaman kita sekarang ini, sebagai contoh; negeri Amerika yang memiliki ilmu pengetahuan dalam bidang Nuklir, tidak semua negara mendapatkan akses ilmu tentang nuklir, demikian pula dengan Komputerisasi, tidak semua negara memiliki akses ilmu tentang komputer, semua itu masih menjadi rahasia besar bagi negeri Amerika. Negara lain hanya menjadi penerima dan pemakai dari aplikasi ilmu itu, bukan menjadi negeri yang memiliki ilmu tersebut. Pemilik dan pengetahuan ilmu tersebut selengkapnya hanya diketahui dan dimiliki oleh Amerika Serikat. Perumpamaan seperti inilah yang terjadi pada masa Sulaiman dulu. Seluruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lahir dan tercipta di negeri ini, dimana Sulaiman memerintah menjadi raja pada masa itu. Para sarjana dan ilmuwan-ilmuwan lainnya dengan leluasanya mampu melahirkan hal-hal baru yang membawa kemajuan berharga. Hal ini dimungkinkan karena kondisi negeri itu yang membuat rakyatnya memiliki kebebasan berpikir dan berbuat tanpa ada ancaman maupun paksaan dari pihak manapun termasuk pihak kerajaan yang tidak berniat mengintervensi kehidupan pribadi dari masing-masing individu yang ada. Semua aturan, norma-norma hukum sudah di gariskan oleh Sulaiman selaku kepala negara dan kepala pemerintahan. Rakyatnya tinggal mematuhi aturan-aturan konstitusi negerinya dan menjalankan aturan tersebut dengan baik. Pihak kerajaan sangat perhatian terhadap perkembangan yang terjadi di dalam negerinya dan terhadap apa yang dihasilkan oleh rakyatnya, sebagaimana halnya dulu pada masa Daud masih menjadi raja. Sulaiman selalu memberi dukungan penuh, terutama bidang pendidikan. Banyak kaum terpelajar dinegeri itu yang mendapatkan program beasiswa dari kerajaan. Sehingga banyak rakyatnya yang berlomba-lomba menuntut ilmu sepandai-pandainya, hingga mendapatkan program beasiswa yang menjamin masa depannya. Program beasiswa banyak melahirkan para pemikir dan ilmuwan-ilmuwan hebat yang kala itu menjadi kontribusi utama dalam perkembangan dan kemajuan negerinya tersebut. Sulaiman adalah raja yang ambisius. Ambisinya besar terhadap sesuatu yang membawa keserasian dan keselarasan dalam hidup termasuk sesuatu yang membuat pamornya di mata semua orang semakin tinggi dan dihormati semua orang. Ia bukanlah seorang raja yang cuma sekedar punya tahta, namun kepandaian otaknya melebihi raja-raja lainnya pada zaman itu. Antusisme terhadap suatu ilmu rupanya menitis dalam dirinya yang berasal dari sifat-sifat Daud dahulu. Kini Sulaiman memiliki sifatsifat itu. Bahkan lebih dari apa yang dulu pernah Daud lakukan, bahwa Sulaiman bukan cuma tertarik pada ilmu pengetahuan ilmiah saja, tapi juga ia belajar bagaimana menguasai ilmu-ilmu non ilmiah, seperti mengetahui alam ghaib atau alam tak nampak. Bahkan juga mempelajari bagaimana caranya berinteraksi dengan makhluk-makhluk gaib sebangsa jin, setan atau malaikat. Semua ilmu-ilmu tentang supranatural ini diperoleh dari para pakar yang telah menguasai ilmu tersebut. Dan Sulaiman mempelajarinya dan sekaligus berusaha mengembangkan ilmu tersebut untuk tujuan-tujuan yang hanya diketahui sendiri olehnya. Alhasil, dalam tempo beberapa tahun saja Sulaiman sudah menguasai ilmu ghaib atau supranatural seperti kebanyakan orang pada masa itu yang menguasai ilmu keparanormalan. Tingkat kemampuan Sulaiman malah lebih tinggi dibanding para pakarnya yang dulu pernah mengajarinya tentang ilmu tersebut. Sulaiman bukan cuma mampu berinteraksi dengan makhluk-makhluk ghaib sebangsa jin, setan, tapi ia juga mampu menguasai makhluk-makhluk tersebut dan menundukkannya guna

kepentingan yang diinginkannya. Tak jarang selama ia menggeluti dunia ghaib, ia mendapat tantangan hebat dari bermacam-macam makhluk ghaib yang ia temui selama itu. Pergulatan pun sering ia alami terhadap setan-setan yang buas dan tak kenal ampun, namun semua ulah dari makhluk-makhluk itu dapat diselesaikan dengan baik oleh Sulaiman. Ilmu Sulaiman lebih tinggi dari mereka. Perdebatan tak terelakan apabila beberapa makhluk ghaib tak sependapat terhadap sesuatu yang Sulaiman maksudkan. Sulaiman mengetahui bagaimana cara membungkam mereka agar para makhluk ghaib tersebut tidak menentang dirinya, bahkan dengan ilmunya Sulaiman mampu membuat diri mereka tak berkutik sama sekali alias tidak mampu berbuat apa-apa terhadap sesuatu. Itu semua karena ketekunan Sulaiman dalam menuntut ilmu tersebut dan mengembangkannya sendiri sehingga ia berhasil menemukan sesuatu yang baru terhadap ilmu tersebut, yang mana tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Sungguh suatu anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan terhadap dirinya itu. Ia sosok yang kita anggap bukan cuma mampu dalam dunia fisika saja, tapi juga dalam dunia metafisika ia mampu berbuat apa saja. Hebat, kita nilai sosok manusia langka, dimana ada seorang manusia yang mampu menguasai ilmu dua dunia; dunia nyata dan dunia ghaib, itulah Sulaiman. Adakah manusia di jaman kita sekarang ini yang seperti Sulaiman? Rasanya mustahil ada, atau mungkin memang ada? BJ.Habibie saja yang mampu dalam dunia fisika, belum tentu mampu dalam dunia metafisika. Habibie mampu membuat pesawat terbang, tapi apa ia mampu membuat para jin atau setan tunduk pada dirinya, dan mereka para jin tersebut mengakui kehebatan Habibie? Belum tentu, wallahualam.

KEGHAIBAN ATAU KEANEHAN TAK BERDASAR.

Ilmu ghaib yang dimiliki Sulaiman pada masa itu merupakan buah dari hasil ketekunan belajar Sulaiman terhadap ilmu tersebut. Dan tidak menafikan kemungkinan, bahwa Tuhan memang benar-benar memberikan anugerah tersebut hanya kepada dirinya. Disamping anugerah kemampuan Sulaiman dalam dunia fisika, dimana banyak manusia pada jaman itu menganggap bahwa hal-hal yang dihasilkan dalam kemajuan teknologi merupakan bentuk-bentuk keanehan baru selain keanehan-keanehan yang memang banyak terjadi di kalangan manusia pada masa itu. Tidaklah sulit membedakan keanehan tersebut bilamana dalam otak manusia mampu memikirkan sebab akibat yang realistis, dan bukan meyakini sepenuhnya bahwa anggapan-anggapan itu mustahil bagi akal. Membuka pintu tanpa menyentuhnya bukanlah fenomena yang aneh apabila mereka berfikir untuk mewujudkannya itu berdasarkan teori-teori fisika. Di jaman kita saja hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak aneh lagi. Banyak tempat yang menggunakan teknologi sensor gerak atau suara, yang mampu membuka pintu dengan sendirinya tanpa disentuh. Ya, sistem motorik dan penggabungan sensor gerak adalah jawaban yang menutup anggapananggapan bahwa hal ini aneh bagi manusia awam. Keghaiban dan keanehan merupakan dua hal yang masih menjadi momok pembicaraan orang pada masa itu. Sebagian orang meyakini bahwa ada beberapa orang yang memiliki kemampuan supranatural tanpa dasar ilmu fisika. Seperti membuka pintu hanya mengucapkan mantera-mantera, lalu terbukalah pintu itu. Tapi pada masa Sulaiman menjadi raja, dua hal ini bisa di balik semudah membalikan telapak tangan. Kemampuan teknologi yang dimiliki manusia pada masa itu, sudah memberikan jawaban yang realistis guna mematahkan pendapat sebagian orang yang beranggapan bahwa orang semakin banyak menggunakan sihir. Sulaiman salah satu orang yang menentang pendapat tersebut, bahwa apa yang selama ini dikerjakannya adalah berdasarkan teori-teori fisika, bukan berdasarkan teori metafisika. Ini bukan lagi bentuk keanehan tanpa dasar akal. Ya, akal-lah yang bisa menjawab semua keanehan-keanehan tersebut. Sulaiman sudah banyak memunculkan keanehan-keanehan baru yang bagi orang awam itu mustahil terjadi. Sulaiman membuktikan kepada orang-orang, bahwa dengan teori fisika manusia mampu membuat benda berat terbang di udara tanpa penopang di bawahnya, dengan teori fisika manusia mampu meluncurkan dan mengarahkan benda-benda besar ke arah mana saja yang diinginkannya, bergerak diatas

tanah, di udara, atau di atas air. Bahkan dengan teori fisika Sulaiman mampu membawa badan atau jasad manusia ke suatu tempat yang jauh tanpa menggerakkan badannya itu. Sulaiman pun mampu mendeteksi gejala-gejala alam seperti bakal terjadi gunung meletus, akan terjadi gempa bumi di kemudian hari hanya dengan ilmu fisika, atau bahkan menciptakan benda-benda seperti layaknya perilaku satwa unggas seperti burung dan serangga, hanya dengan teori ilmu fisika. Keanehan apalagi yang akan dikatakan orang, padahal itu semua sudah dihadirkan Sulaiman kepada semua orang. Tragis, asumsi sebagian orang yang tidak berdasarkan akal sehat. Sulaiman hanya dapat tertawa melihat orang-orang awam merasa aneh terhadap apa yang ada di depan mata mereka. Orangorang awam pada masa itu merasa aneh melihat sebuah benda melayang di udara dan menghembuskan angin yang sangat besar. Orang-orang awam pada masa itu pun aneh dengan sebuah benda seperti kuda namun bisa berhenti mendadak dan berlari kencang dan semakin kencang berlari. Orang-orang awam pada masa itu merasa aneh melihat diri mereka ada dalam sebuah kaca besar, namun dalam ukuran yang berbeda, bergerak dan bersuara persis seperti diri mereka. Apakah ini disebut keanehan? Ya, aneh bagi kita...mengapa teknologi yang seperti itu sudah ada pada masa Sulaiman? Bukankah teknologi seperti itu baru muncul di abad-abad sekarang? Untuk mencari jawabannya, bertanyalah pada ilmuwan yang hingga sekarang masih terus menggali bukti-bukti sejarah masa lalu dan membandingkannya dengan data-data ilmu yang ada pada masa sekarang. Aneh atau realistis? Wallahualam. Quran sudah menjelaskan hal tersebut secara global apa yang terjadi pada masa Sulaiman.

BEBERAPA PERADABAN TEKNOLOGI YANG DIMILIKI SULAIMAN.

Sulaiman adalah sosok raja sang penguasa atas segala-galanya. Ia pula yang menguasai alam jin dan setan serta makhluk-makhluk yang berada di dalamnya menghormati Sulaiman. Ia pula yang menguasai pengetahuan tentang hewan, menguasai berbagai penjuru alam semesta, serta menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan. Wajar saja segalanya tunduk pada sosok yang satu ini karena berbagai kemampuan yang dimilikinya tersebut. Orang-orang di negerinya sungguh memuja dirinya. Para jin dan setan sangat takut dengan kemampuan ilmunya yang tinggi tersebut. Kalangan ilmuwan pun banyak yang sejalan dan sehaluan dengan pemikiran dan daya nalarnya. Kemampuan dan talenta yang jarang dimiliki oleh sebagian orang, atau bahkan memang hanya Sulaiman yang memiliki itu semua. Kendaraan-kendaraan modern banyak tercipta dari negerinya. Sulaiman mampu mengolah kekayaan alam berupa bijih besi, timah, tembaga, dan lain-lain yang ada di negerinya tersebut. Perkembangan industri alat-alat berat sudah sangat maju kala itu. Hasil-hasil dari pengetahuan para ilmuwan menjadi kontribusi penting dalam kemajuan peradabannya yang kita bilang modern ini. Mereka mampu membuat berbagai kendaraan dengan sistem pengaturan udara. Mengarahkan tekanan udara yang kuat ke segala arah kemanapun mereka inginkan. Ya, kendaraan semacam helikopter yang kita kenal sekarang ini rupanya telah ada pada masa Sulaiman dulu. Kumparan kawat yang dihasilkan dari cairan tembaga mereka olah menjadi sebuah generator yang bila dialiri listrik menghasilkan medan magnetik kuat yang menggerakkan rotor. Rotor inilah cikal bakal berbagai alat yang mampu berputar seperti putaran baling-baling. Kipas baling-baling yang berputar kuat menghembuskan angin yang bertekanan tinggi, sehingga menjadi sistem pendorong dari berbagai kendaraan yang mereka buat. Mereka menciptakan kapal-kapal besar dengan tenaga mesin yang kuat sehingga kapal dapat melaju cepat di atas lautan yang luas. Mereka juga menciptakan kendaraan seperti helikopter yang memiliki kipas balingbaling besar, dimana tekanan angin yang kuat mempu mengangkat badan pesawat ke atas, dan mengarahkan tekanan angin ke arah mana saja, sehingga kendaraan tersebut dapat terbang dan melaju di udara. Di daratan pun mereka ciptakan kendaraan sejenis motor yang bisa dinaiki oleh satu orang atau lebih, layaknya sebuah kuda yang ditunggangi oleh seorang manusia.

Berbagai peralatan lain pun mereka ciptakan, yang pada intinya semua peralatan tersebut dapat membantu manusia dalam kehidupannya. Sulaiman tahu persis bahwa mengelola alam ini diperlukan bantuan teknologi untuk pengerjaannya, karena kemampuan manusia sangat terbatas. Mustahil manusia mampu menggerus perut bumi hanya dengan kedua tangannya. Pengeboran hasil tambang bumi seperti bijih besi, timah, tembaga, dan sebagainya diperlukan peralatan-peralatan logam yang kuat dengan kemampuan besar dan teknik-teknik yang canggih dan modern. Komputer pun sudah tercipta pada masa itu. Sistem komputerisasi diperlukan sebagai pengontrol berbagai peralatan yang dijalankan dengan teknologi tinggi. Dengan kata lain semua aplikasi teknologi, baik itu pada reaktor-reaktor pembangkit listrik, pabrik-pabrik alat berat, pertambangan maupun proyek-proyek besar pembangunan dalam skala raksasa, seperti pembuatan jalan raya, bandara, pelabuhan laut, rel kereta api, waduk-waduk besar untuk sistem pengairan dan pengendalian banjir, serta pembuatan istana-istana megah dan patung-patung besar sangat diperlukan sistem komputerisasi di dalamnya. Para arsitek dan ilmuwan bekerja dengan teknikteknik tinggi dan detail-detail khusus, yang semua itu di bantu dengan sistem komputerisasi yang canggih. Proyek-proyek luar angkasa pun dibangun pada masa itu. Satelit-satelit diciptakan dan diluncurkan di angkasa luar sana. Satelit membantu Sulaiman untuk memantau kondisi di langit sana, atau bahkan digunakan pula untuk memantau apa yang ada di bumi, seperti pemetaan wilayah, survey alam dan pegunungan, dan sekaligus ada beberapa satelit yang dijadikan sebagai mata-mata terhadap negeri-negeri lain dibelahan bumi manapun. Seperti yang pernah terjadi pada waktu satelite Sulaiman memantau negeri kerajaan Balqis. Satelit ini mampu mendeteksi dari ketinggian ribuan meter di udara, bahkan membuat peta wilayah dan detail-detail khusus dari sebuah istana kerajaan Balqis. Inilah yang pernah disodorkan seorang ilmuwan kepada Sulaiman perihal pembangunan sebuah istana megah persis seperti istana kerajaan Balqis pada waktu itu. Seluruh arsitektur bangunan ditiru persis hingga jenis dan ukuran bahan-bahan yang ada di dalam istana tersebut dengan menggunakan kemampuan satelit yang mampu mendeteksi dengan dimensi penuh hingga seluk beluk istana tersebut terbaca jelas dan menjadi pedoman ilmuwan itu untuk membangunnya kembali di negerinya atas permintaan dari Sulaiman. Kemampuan ilmuwan tersebut rupanya dapat menandingi kemampuan Jin Ifrit dalam hal pembangunan perumahan. Sulaiman sudah mengetahui bahwa dikalangan jin ifrit para arsitek ifrit hanya menguasai ilmu soal bangunan dalam tataran ilmu yang masih kurang. Mereka (ilmuwan Ifrit) hanya mengandalkan explorasi dengan penjajakan dan penelitian lapangan terlebih dahulu. Mereka membutuhkan waktu untuk melihat, memprediksi dan mencatat seluk-beluk sebuah bangunan sebelum mereka kembali menyusunnya guna menciptakan replika bangunan tersebut. Sekalipun hasil arsitektur mereka sangat bagus dan indah, namun memerlukan waktu beberapa tahun untuk merealisasikan terwujudnya sebuah istana yang megah tersebut. Oleh karena itu Sulaiman, hanya memberikan tender tersebut kepada seorang arsitek dari golongan manusia yang memiliki kemampuan cepat dalam penyelesaian proyek-proyek pembangunan perumahan khususnya proyek pembangunan istana kerajaan yang super megah ini. Dan hasilnya memang mengagumkan, hanya dalam tempo beberapa bulan saja proyek tersebut berhasil diselesaikan. Bahkan arsitek jenius ini mampu menambah dan memberikan sentuhan seni yang elegan pada setiap bagian dari istana tersebut. Lantai-lantai keramik yang mengkilap dengan corak-corak yang menawan yang berbeda dari lantai keramik yang pernah ada sebelumnya tidak dibutuhkan lagi dalam istana tersebut. Ia menggantinya dengan keramik-keramik licin yang terbuat dari bahan khusus semacam campuran katalis dan kaca yang menghasilkan bentuk dan corak yang sangat indah dan super mengkilap. Semua itu dikerjakan dengan teknik-teknik luar biasa serta bantuan alat-alat berat yang canggih untuk menciptakan itu semua. Karena tidak mungkin teknik penghalusan sebuah batu hingga mengkilap dapat dilakukan hanya dengan menggosok-gosokan kedua telapak tangan. Semua itu pasti dihasilkan dari pabrik-pabrik besar pengolahan keramik dan aksesoris bangunan lainnya yang super modern. Pahatan-pahatan dan ukiran patung yang memberikan kemiripan bentuk seratus persen pasti diawali dengan sketsa komputerisasi dengan ketepatan detail yang sekecilkecilnya dan tingkat akurasi yang tinggi pula. Ini mustahil dikerjakan dengan goresan pena oleh tangan manusia kemudian penjiplakan dilakukan dengan teknik yang sederhana. Sungguh luar biasa apa yang telah dihasilkannya itu. Sulaiman sangat menyukai keindahan istana barunya itu. Ia bersyukur dan berterimakasih atas terealisasinya pembuatan istana super megah tersebut.

Pembuatan istana barunya itu tidak memakan banyak biaya dan waktu, karena Sulaiman telah memberikan kesepakatan sebelumnya kepada kalangan jin dan setan untuk membantu proyek pembangunan itu. Titah sang Raja sangat dipatuhi bangsa jin dan setan. Titah ini berlaku bagi semua kerajaan bangsa jin dan setan yang berada di wilayah kerajaan Sulaiman untuk tetap taat dan setia kepada raja dan tehadap negerinya sendiri. Kontrak kerja yang diberikan pihak kerajaan Sulaiman dengan seluruh kerajaan bangsa jin dan setan adalah kerjasama aktif dalam segala sendi kehidupan khususnya dalam setiap proyek-proyek raksasa yang sedang digarap dan pembangunan yang sedang direncanakan. Dan setiap hasil-hasil pembangunan tersebut dapat pula dinikmati oleh setiap bangsa jin dan setan, serta selalu setia kepada aturan-aturan dari Sulaiman selaku raja sang penguasa seluruh alam. Tidak ada intervensi langsung dari pihak kerajaan jin dan setan sehubungan dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak kerajaan Sulaiman. Hukum yang berlaku dinegeri itu juga harus diberlakukan dinegeri bangsa jin dan setan. Sepremasi hukum hanya berada di tangan Sulaiman selaku raja sang penguasa seluruh alam. Bangsa jin dan setan hanya diberikan aturan khusus berupa larangan untuk berinteraksi langsung dengan bangsa manusia, dan hanya boleh berinteraksi dalam wujud yang bisa dilihat oleh semua manusia. Diperkenankan seluruh bangsa jin dan setan untuk melakukan ikatan kerjasama dengan bangsa manusia dalam hal-hal tertentu dan khusus dalam perikehidupan di dua alam (alam jin dan alam manusia). Konstitusi ini diberlakukan secara mutlak dan menyeluruh. Setiap rancangan pembangunan untuk negerinya itu, Sulaiman hanya mengandalkan kemampuan bangsanya sendiri, tanpa ada bantuan dari negeri-negeri tetangganya yang lain. Walaupun negeri-negeri lain itu sudah sangat maju peradabannya dan menjadi negeri-negeri yang modern pula, tapi hal ini tidak membuat kecil hati Sulaiman dalam membangun negerinya itu. Bahkan apa yang telah dilakukan Sulaiman sangat jauh melampaui kemajuan dari negeri tetangganya. Seperti negeri yang diperintah oleh ratu Balqis tersebut, adalah negeri yang sudah sangat maju dalam segala kehidupannya. Peradaban modern telah membuat ratu Balqis menjadi sombong terhadap negeri-negeri lainnya. Sesungguhnya apa yang telah dicapai oleh Balqis masih dibawah dari apa yang telah dicapai oleh Sulaiman. Di negeri Balqis memang rakyatnya banyak yang mengandalkan Matahari sebagai sumber energi yang banyak dipakai dalam setiap sendi kehidupan rakyatnya. Namun di negeri Sulaiman hal itu sudah lumrah dan banyak dipakai pada proyek-proyek luar angkasanya sebagai sumber energi yang dapat diandalkan. Sumber energi yang utama di negeri Sulaiman bukan hanya itu, tapi ia juga mampu mendaya gunakan sumber energi Nuklir untuk kehidupan rakyatnya. Sumber energi ini pun bisa tergolong murah. Disamping itu juga bantuan teknis dari berbagai kerajaan jin dan setan yang ada di negerinya merupakan keuntungan tersendiri dalam mencapai percepatan pembangunan menjadi negeri yang super modern menandingi tingkat kemajuan negeri Balqis tersebut. Inilah yang tidak diperhitungkan oleh Balqis atas kesombongannya itu. Balqis telah menganggap negeri Sulaiman adalah negeri yang masih belum maju peradabannya. Ia mengganggap proyek-proyek pembangunan di negeri Sulaiman terkesan tersendatsendat karena kurangnya dana untuk pembangunan negerinya itu. Balqis pernah memberikan bantuan dana dan bantuan teknis kepada Sulaiman untuk pembangunan di negerinya, namun hal itu di tolak oleh Sulaiman. Sulaiman menganggap bantuan dari negeri Balqis adalah penghinaan terhadap kerajaan dan bangsanya. Ia merasa Balqis tidak melihat negerinya dengan jelas, melihat kedalam apa yang telah dilakukan negerinya Sulaiman itu sekarang ini. Kalau seandainya Balqis melihat apa yang telah diraih negeri Sulaiman selama ini tentulah Balqis tidak akan bersikap seperti itu, yang oleh Sulaiman dianggap sebagai suatu penghinaan bagi bangsa dan negerinya. Sulaiman tidak butuh bantuan dari kerajaan Balqis, tapi yang ia butuhkan adalah pengakuan dari kerajaan Balqis dan negeri-negeri tetangganya yang lain bahwa negerinya ini telah menjadi negeri yang sangat maju dan sangat modern dalam segala peradabannya. Mengukur kemajuan suatu negeri bukan dilihat dari mampunya mereka membangun pusat-pusat kota dengan gedung-gedung tinggi yang menjulang ke langit dengan segenap kehidupannya yang modern, tapi lihatlah apa yang telah mereka raih dengan kesanggupan mereka menembus langit dan menciptakan kehidupan baru di luar sana, itulah yang menjadi obsesi Sulaiman terhadap suatu kemajuan. Kalau hanya sebatas membangun kota yang modern dengan biaya mahal dan teknik-teknik yang modern pula, hal itu bisa dibuktikan oleh Sulaiman. Ia mampu mendirikan kota-kota megah dan mewah serta bangunan-bangunan besar dan indah serta penataan kota yang bagus. Inilah yang harus dibuktikan kepada

semua negeri agar semuanya dapat melihat perkembangan peradaban Sulaiman pada masa itu. Pantaslah kalau Sulaiman menantang kerajaan Balqis untuk memberikan apresiasi atas segala kemajuan negerinya. Agar Balqis pun bisa melihat dan menilai sendiri negeri Sulaiman itu seperti apa. Pada kenyataannya kerajaan Balqis pun mengakui kehebatan negeri Sulaiman atas negerinya. Balqis belum bisa dibilang negeri yang sangat maju, karena ia belum memiliki segalanya. Tidak seperti negeri Sulaiman yang memiliki segalanya. Negeri Sulaiman ditata dengan baik. Pusat-pusat kota dibangun dengan megah. Kendaraan-kendaraan yang hilir mudik di atur dengan sangat teratur dan terlihat baik. Proyek luar angkasa memberikan kontribusi penting dalam menjelajahi alam semesta serta memberikan explorasi baru terhadap sumber-sumber penting di luar angkasa yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang ada bumi. Ilmu pengetahuan dan teknologi sudah mencapai tingkat yang monumental pada masa itu. Kendaraan-kendaraan super cepat mulai diciptakan sebagai sarana untuk menjelajahi luar angkasa. Seolah-olah jarak dan waktu bukan lagi sebagai halangan bagi Sulaiman dalam bepergian kemanapun ia suka. Kalangan ilmuwan dari golongan manusia dan dari golongan jin banyak membantu keinginan Sulaiman untuk berbuat lebih dari yang dibayangkan oleh sebagian orang di negeri lain. Benar-benar Sulaiman membawa negerinya kepada kejayaan besar yang pernah dicapai oleh umat manusia. Ia lah manusia pertama yang pernah menjelajahi luar angkasa dengan kendaraannya yang unik dan istimewa dalam pembuatannya. Kendaraannya mampu menembus batas-batas wilayah berbahaya bagi penerbangan yang kita anggap mustahil itu. Ya, Sulaiman pula yang memberikan pengetahuanpengetahuan baru terhadap manusia, bahwa sesungguhnya manusia mampu menembus luar angkasa dengan ilmunya. Hal itu sudah dibuktikan pada masa lalu, masa di mana ia pernah menjadi seorang raja, yang tidak ada kerajaan manapun yang dapat menandingi kerajaannya itu. Pada masa itu banyak umat manusia yang berkelana ke luar bumi, begitupun dari kalangan jin yang menikmati hasil-hasil dari kemajuan peradaban Sulaiman. Apakah kita menganggap hal ini bohong dan mustahil? Wallahualam. Quran sudah menjelaskan secara global tentang keadaan pada masa itu. Lantas mengapa peradaban Sulaiman bisa musnah begitu saja kalau seandainya memang benar peradabannya pada masa itu sudah demikian adanya? Sesungguhnya peradaban dan teknologi kerajaan Sulaiman tidaklah seluruhnya musnah begitu saja. Hanya saja kita di jaman sekarang ini belum menemukan satu pun dari sisa sisa peradaban Sulaiman pada masa lalu itu. Hilangnya sebuah peradaban tidaklah serta merta lenyap dalam sekejab, namun secara bertahap berangsur-angsur punah dan tersisa hanya sedikit atau sebagian kecil saja dari peradaban itu. Sebagai contoh pada masa sekarang ini; peradaban sepeda. Sepeda tidak akan kita temui di Amerika serikat atau Inggris sana, walaupun sepeda tercipta lebih dulu di sana. Mengapa? Karena sepeda telah punah, berganti dengan motor. Namun motor tidak juga kita jumpai di sana. Mengapa? Karena motor telah punah dan berganti dengan mobil, dan berganti pula dengan pesawat jet. Kini di sana banyak orang yang menggunakan pesawat jet pribadi. Banyakkah orang yang menggunakan motor di sana? Banyakkah orang yang menggunakan sepeda di sana? Kalau jawabnya tidak ada lagi orang yang menggunakan sepeda sekarang ini di Amerika sana, lantas kemana sepeda itu? Inilah kemusnahan suatu peradaban di sana. Tetapi peradaban sepeda masih tersisa di belahan bumi yang lain. Lihatlah di negeri China sana! Kita akan melihat banyak orang yang menggunakan sepeda. Apakah peradaban sepeda sudah musnah di negeri China? Tidak. Nah, begitulah perumpamaan sebuah peradaban. Kemusnahan dan kemunculan sebuah peradaban tidak ditentukan pada satu tempat. Dan kurun waktu dari kemusnahannya pun tidak mempengaruhi sebuah peradaban itu di nilai musnah dalam sekejab. Begitupun kemunculan suatu peradaban baru, tidak serta merta tersebar dan menyebar dalam sekejap, namun hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kondisi wilayah dan kemampuan orang-orangnya dalam beradaptasi terhadap perubahan-perubahan tersebut. Inilah yang patut menjadi kesadaran kita sebelum kita meyakini bahwa peradaban baik yang telah lalu dan terpendam sekian lama akan muncul kembali menjadi sebuah peradaban yang sama persis dari peradaban yang telah hilang atau musnah tersebut. Pembuktian-pembuktian bahwa peradaban dari masa ke masa sudah demikian halnya terjadi dan mengalami masa-masa pengulangan dapat ditelusuri dengan penelitian ilmiah dari para pakar arkeolog dan antropolog dalam mencari korelasinya terhadap kehidupan sekarang.

Allah lah yang mengetahui apa yang terpendam di langit dan di bumi, dan hanya orang-orang yang berakal lah yang mau mengambil pelajaran darinya. Apakah kita tidak mau mengambil pelajaran darinya itu? Wallahualam.

Penulis : Coco Al Mahdi. Sumber : Inspirasi dan analisa pribadi. Referensi : Al-Quran Dep.Agama RI. Kepustakaan : Sumber-sumber Ilmiah Hasil Penelitian para Ilmuwan Barat.

Anda mungkin juga menyukai