Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia kerja saat ini banyak teknologi yang digunakan semakin berkembang, salah
satunya adalah cara untuk mengukur kinerja seorang pegawai dalam bekerja. Hal tersebut dapat
diukur dengan menggunakan metode work sampling. Work sampling merupakan aktivitas
pengukuran waktu kerja secara langsung terhadap aktivitas pegawai atau keadaan suatu mesin
untuk menentukan prosentase waktu yang dibutuhkan pada setiap kondisi (idle atau working).
Dengan work sampling kita dapat mencari rasio perbandingan antara aktivitas produktif dengan
aktifitas tidak produktif, mengukur tingkat kinerja (performance level) dari operator dan
menghitung prosentase dari berbagai jenis kegiatan kerja yang dilakukan oleh operator.
Penerapan work sampling yang diamati adalah kinerja operator pada pom bensin jalan
Bandung, Malang. Pengamatan ini bertujuan untuk dapat memahami,

menganalisis serta

melakukan pengolahan data pre work sampling dan work sampling.

Sehingga nantinya

didapatkan rasio perbandingan antara aktivitas produktif yang terdiri dari melayani pelanggan,
melakukan persiapan pengisian BBM, pengisian BBM, mengembalikan selang BBM pada
tempatnya dan melakukan pembayaran dengan aktivitas tidak profuktif yang terdiri dari personal
time, waiting, fatigue dan not available.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pengamatan ini adalah sebagai berikut :
1. Agar mahasiswa dapat memahami tentang pre work sampling dan work sampling.
2. Agar mahasiswa dapat mengaplikasikan work sampling dalam dunia kerja.
3. Agar mahasiswa dapat menganalisis keefektifan dan keefisiensian pegawai dalam bekerja.
4. Agar mahasiswa dapat mencari solusi dari permasalahan yang terkait dengan work
sampling.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pre-Work Sampling


Pre-work sampling adalah pengamatan yang pertama kali dilakukan yang bertujuan untuk
mengetahui jumlah sampel pengamatan yang dibutuhkan. Perhitungan jumlah pengamatan dapat
dihitung melalui rumus :
k 2 . p .(1 p)
p .(1 p)
N '=
S . p=k
2
'
atau
(S. p)
N

Dimana :
N = jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan
(N = jumlah pengamatan yang telah dilaksanakan)
P = probabilitas kejadian aktivitas tidak produktif
(1 p) = probabilitas kejadian aktivitas produktif
k = indeks tingkat kepercayaan (confidence level)
Tingkat kepercayaan 99% ; k = 3
Tingkat kepercayaan 95% ; k = 2
Tingkat kepercayaan 90% ; k = 1,65
s = indeks tingkat ketelitian (degree of accuracy)
Langkah Langkah dalam melakukan pre-work sampling adalah sebagai berikut :
1. Menentukan tujuan pengukuran.
2. Melakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada tidaknya sistem kerja yang baik.
3. Memilih operator.
4. Melakukan pemisahan kegiatan sesuai yang ingin didapatkan.
5. Membuat tabel pengamatan Pre-work Sampling.
6. Menyiapkan peralatan yang diperlukan berupa papan pengamatan, lembar pengamatan dan
alat tulis.
2.2 Work Sampling
Work sampling atau ratio delay study atau random observation method merupakan aktivitas
pengukuran waktu kerja secara langsung terhadap aktivitas operator atau keadaan suatu mesin
untuk menentukan prosentase waktu yang dibutuhkan pada setiap kondisi (idle atau working).
2.2.1

Prinsip Pengukuran Work Sampling


Berikut merupakan prinsip pengukuran Work Sampling :

1. Diaplikasikan untuk service jobs yang bervariasi, non-repetitive, dan memiliki siklus
panjang.
2. Mengambil sample dari pekerjaan yang diamati pada waktu tertentu yang ditentukan secara
random / acak (hukum probabilitas)

3. Menghitung banyaknya tally dan menetukan % working atau % idle (ratio delay-activity).
2.2.3

Analisis Data Work Sampling


Jumlah pengamatan dapat dihitung dengan menggunakan formulasi :
N '=

k 2 . p .(1 p)
( S . p )2

atau S . p=k

p .(1 p)
N

'

Dimana :
N = jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan
(N = jumlah pengamatan yang telah dilaksanakan)
P = probabilitas kejadian aktivitas tidak produktif
(1 p) = probabilitas kejadian aktivitas produktif
k = indeks tingkat kepercayaan (confidence level)
Tingkat kepercayaan 99% ; k = 3
Tingkat kepercayaan 95% ; k = 2
Tingkat kepercayaan 90% ; k = 1,65
s = indeks tingkat ketelitian (degree of accuracy)
Apabila data yang diambil didapat N < N maka peneliti perlu menambahkan jumlah
pengamatan sebaliknya jika N > N maka data pengamatan telah cukup dan work sampling dapat
dihentikan.
Untuk menghitung tingkat ketelitian (S) , dapat digunakan rumus :
S . p=k

p(1p)
N

Waktu Standar dan Output dapat dicari dengan menggunakan rumus :


1. Total jam pengamatan = ..... hari x ..... jam x .... operator
( working ) x ( totaljampengamatan ) x (ratarataPR)
2. WaktuNormal=
totaloutputsaatpengamatan
3.
4.

Waktustandar=WaktuNormalx
OutputStandar

1
Waktustandar

100
100 idle

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Langkah Langkah Pengukuran Work Sampling
Berikut
ini adalah
langkah-langkah
waktu kerja:
Catat semua
informasi
yang berkaitan
denganpengukuran
operasi kerja

Bagi operasi ke dalam elemen-elemen kegiatan Perhitungan waktu & output baku

Amati, ukur, dan catat waktu dari elemen-elemen kegiatan kerja


Penetapan waktu longgar

Tes dan evaluasi kenormalan, keseragaman danRating


kecukupan
performance
data
& perhitungan kenormalan data

Gambar 3.1 Langkah-Langkah Pengukuran Waktu Kerja

3.2 Prosedur Pengukuran Kerja


Prosedur yang dilakukan dalam melakukan pengamatan ini adalah sebagai berikut:
nghitung waktu
output standard
1. &Menetapkan
lokasi dan jumlah operator yang akan diamati.
2. Menetapkan jumlah pengamatan.
3. Menentukan waktu random.
4. Membuat tabel pengamatan.
5. Melakukan pengamatan.
6. Mengolah data.
7. Menarik kesimpulan.
Penetapan waktu longgar

3.3 Langkah-Langkah Pengukuran Kerja di Kafetaria Teknik

Menentukan jumlah operator


Menghitung rating perofrmance dan waktu normal

elemen kerja yaitu membuat makanan & minuman, mengantar pesanan, transaksi dengan pelanggan

Melakukan pengamatan work sampling di kafetaria teknik

Gambar 4.3 Langkah-Langkah Pengukuran Pengukuran Kerja di Kafetaria Teknik

kap data pengamatan work sampling dan menghitung jumlah pengamatan yang harus dilakukan

BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Pengumpulan Data
Berikut merupakan pengumpulan data yang dilakukan pada Kafetaria Teknik, Universitas
Brawijaya.
4.1.1 Deskripsi Objek Pengamatan
Kafetaria teknik (kaftek) adalah tempat yang selalu ramai dikunjungi oleh mahasiswa teknik.
Selain untuk makan dan minum, tempat ini juga biasanya digunakan untuk mengerjakan tugas
atau sekadar mengobrol. Sebagai objek pengamatannya adalah operator kaftek. Kami mengamati
aktivitas apa saja yang dilakukan oleh operator kaftek tersebut.
4.1.2 Waktu Pengamatan
Pengamatan ini dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu :
1. Untuk pengambilan data Pre-Work Sampling, dilaksanakan pada hari Senin, 9 Desember
2013. Pengamatan dilakukan selama 2 jam, mulai pukul 10.00 -12.00 WIB, sebanyak 400
data.
2. Untuk pengambilan data Work Sampling pertama, dilaksanakan pada hari Selasa, 10
Desember 2013. Pengamatan dilaksanakan selama 2 jam, mulai pukul 11.00-13.00 WIB,
sebanyak 400 data.
3. Untuk pengambilan data Work Sampling kedua, dilaksanakan pada hari rabu, 11 Desember
2013. Pengamatan dilakukan selama 2 jam, mulai pukul 10.00-12.00 WIB, sebanyak 400
data.
4.1.3 Jumlah Operator

Jumlah operator kaftek, yang diamati aktivitasnya, untuk pengamatan kali ini adalah
sebanyak 3 operator.

4.1.4Aktivitas Working dan Not Working


Pada aktivitas kerja yang diamati, dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
1. Not Working, pada bagian not working aktivitas dibagi-bagi menjadi 4 aktivitas yaitu
personal time, waiting, fatigue, dan not available.
2. Working Activities, pada bagian ini aktivitas dibagi menjadi 4 aktivitas yaitu, membuat
minuman, mengantar minuman, transaksi pembayaran, dan membersihkan meja.
4.1.5Performance Rating
Pada pengamatan pre-Work Sampling dan Work Sampling yang kami lakukan pada kafetaria
teknik UB , kami menggunakan performance rating dengan skala :
4.1.6Pengumpulan Data Pre Work Sampling
Pada pengamatan untuk pengambilan data pre work sampling, data yang diambil sebanyak
data. Hasil pengamatan terlampir.
4.1.7Pengumpulan Data Work Sampling
Pada pengamatan work sampling, diambil data sebanyak data. Hasil pengamatan work
sampling terlampir.
4.2 Pengolahan Data
Berikut merupakan pengolahan data Work Sampling pada kafetaria teknik, UB.
4.2.1 Pengolahan Data Pre-work Sampling
Pada pre-work sampling ini, kelompok kami melakukan pengambilan data
pertama sebanyak 400 data. Dari pengamatan pre-work sampling, diperoleh
rekapitulasi data sebagai berikut :
Penga
Not Working
Working
PT
F
W
NA
MD
TP
D
C
matan
1 2 3 1 23 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
Jumlah 5 2 3 1 2 4 1 4 0 2 1 1 0 1 4 1 0 1 4 0 0 0 3 2
1
2
7 2 1
2 5
1
4 2
Total
102
156
%
11,24
6,98 1,94
19,38
22,09
0,78
15,89 21,7
Total % 39,54
60,46
Average Rating

Total Average Rating


Tabel 4.1 Rekap Pre-Work Sampling
Sumber: Pengolahan Data Primer

Setelah dilakukan rekap dari data pre-work sampling, dapat diketahui


rasio workingdan not working, berikut penyajian datanya dalam diagram pie:

Diagram Pre-Work Sampling Working dan Not Working

Not Working; 41%


Working; 59%

Gambar 4.2 Diagram pre-work samplingworking dan not working

Dari diagram pie di atas menunjukkan sebanyak 59% dari data


pengamatan pre-work sampling adala hkedua operator working dan sisanya
not working.
Sedangkan untuk rasio tiap elemen kerja dapat disajikan
sebagai berikut:

Diagram Pie pre-work sampling 'Working'

Pembayaran; 13% Melayani; 16%


Menaruh Selang; 6%
Persiapan Pengisian; 13%

Mengisi bensin; 53%

Gambar 4.3 Diagram pre work sampling working

Berdasarkan diagram pie di atas diketahui bahwa pada kegiatan pre-work


sampling di pom bensin jalan Bandung, dapat diketahui elemen kerja

melayani pembeli (I) sebesar 16% , elemen kerja persiapan pengisian bensin
(II) jumlah persentasenya sebesar 13%, sebesar 53% dari persentase
working adalah elemen kerja (III) mengisi bensin, pada elemen kerja
menaruh selang (IV) sebesar 5%, dan pada elemen kerja terakhir
pembayaran (V) sebesar 13%. Sedangkan rasio untuk not working dapat
disajikan dalam diagram pie di bawah ini:

Diagram Pie Pre-work sampling


'not working'
Personal Time; 14%
Not Available; 26%
Fatigue; 6%
Waiting; 54%

Gambar 4.4 Diagram pre work sampling not working

Berdasarkan diagram not working di atas pada kegiatan work sampling di


pom bensin jalan Bandung dapat diketahui jumlah persentase terbesar dari
tidak bekerja (not working) adalah menunggu (waiting), yaitu 54% dari total
not working. Sebesar 14% dari total not working diakibatkan oleh personal
time, sedangkan 6% not working diakibatkan oleh kelelahan (fatigue). Untuk
not working yang diakibatkan tidak tersedia (not available) sebesar 26% dari
total persentase not working.
Setelah diperoleh data pre-work sampling, untuk mengetahui jumlah
pengamatan yang diperlukan pada work sampling maka diperlukan
perhitungan jumlah pengamatan data. Berikut ini rumus dan perhitungan
jumlah pengamatan work sampling:
k 2 . p(1p)
'
N=
(s . p)2
Dimana :
N = jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan
(N = jumlah pengamatan yang telah dilaksanakan)
p = probabilitas kejadian aktivitas tidak produktif
(1-p) = probabilitas kejadian aktivitas produktif
k = indeks tingkat kepercayaan (confidence level)

Kelompok kami menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 90%


sehingga nilai k yang digunakan adalah 1,65. Untuk tingkat ketelitian yang
digunakan, maka dibuat perbandingan nilai tingkat ketelitian antara 5-10%,
berikut perhitungannya:
4.2.2 Work Sampling
Pada data sebelumnya (pre-work sampling), terdapat 400 data dengan
jumlah data. Setelah dilakukan perhitungan jumlah pengamatan, ternyata
data tersebut belum memenuhi sehingga dilakukan pengambilan data lagi.
Berikut adalah rekapan dari jumlah pengamatan work sampling yang telah
kelompok kami analisis:
Tabel 4.3 Rekap Work Sampling

Penga
matan

Not Working
PT
F
1 2 3 1 23
Jumlah 5 2 3 1 2 4
1
2
Total
102
%
11,24
6,98
Total % 39,54
Average Rating
Total Average Rating

W
NA
1 2 3 1 2
1 4 0 2 1
7 2
1,94

3
1
1

19,38

Working
MD
1 2 3
0 1 4
2 5
156
22,09
60,46

TP
D
C
1 2 3 1 2 3 1 2
1 0 1 4 0 0 0 3
1
4
0,78

15,89

3
2
2

21,7

Sumber: Pengolahan Data Primer

Operator 1
Operator 2
Operator 3
Jumlah

Working
42
46
68
156

Not Working
45
39
18
102

Untuk mengecek apakah jumlah data yang diambil telah memenuhi,


maka dihitung kembal inilai N nya. Kelompok kami menggunakan tingkat
kepercayaan sebesar 90% sehingga nilai k yang digunakan adalah 1,65.
Untuk tingkat ketelitian yang digunakan, maka dibuat perbandingan nilai
tingkat ketelitian antara 5-10%, berikut perhitungannya
Tabel 4.5 Hasil Pengamatan Work Sampling

Pengamat N
an
Pre-work
400
sampling
Hari ke-1 Pre-WS + WS H1

Keterangan

80
0
76

N < N, maka data tidak


cukup
N > N, maka data cukup

=400 + 400
= 800

Dari data yang sudah dikumpulkan diketahui jumlah data yang


didapatkan sudah mencukupi dari jumlah N (data yang seharusnya diambil).
Data yang telah didapat sebanyak 800 data dimana lebih besar dari jumlah
N yaitu sebanyak 768 data.
Dapat dilakukan perhitungan untuk mengetahui waktu normal, waktus
tandar, dan output standar dengan total output pengamatannya adalah 69
mobil. Yang mana perhitungannya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6 Waktu Normal WaktuStandar Output Standar

Total Jam
Pengamatan

Perhitungan
= jumlah hari x jumlah jam x jumlah
operator
= 2 hari x 2 jam x 2 operator
= 8 jam = 28800 detik

Tabel 4.6 Waktu Normal WaktuStandar Output Standar (Lanjutan)

Perhitungan
=
Waktu
Normal

( working ) x ( total jam pengamatan ) x(ratarata PR)


total output saat pengamatan
=

58 x 28800 detik x 1,04328


69

= 252,56detik
= Waktu normal
Waktu
Standar

100
= 252,56 100 42
= 435,45 detik
1
= waktu standar

Output
Standar

1
435,45

= 0,0023

100
100 idle

Dari tabel perhitungan diatas, didapatkan total jam pangamatannya


adalah 8 jam. Waktu normal yang dibutuhkan oleh operator SPBU untuk
melakukan satu siklus pengisian bensin adalah sebesar 252,56 detik.
Sedangkan waktu standar operator SPBU yang telah memperhitungkan
jumlah idle, adalah 435,45detik.
Untuk mengecek tingkat ketelitian yang digunakan pada work sampling
ini, maka dapat digunakan rumus sebagai berikut:
S . p=k

p .(1 p)
N'

S .0,42=1,65

0,42 .(10,42)
800

S=0,07=7
Setelah dilakukan perhitungan terhadap s (tingkat ketelitian) setelah
work sampling dilakukan, ternyata didapatkan besar s yang tetap yaitu
sebesar 7% (0,07).
4.2.3 Rasio Produktif dan Tidak Produktif Work Sampling

Produktif dan Tidak Produktif


Not Working; 42%
Working; 58%

Gambar 4.5 Diagram piework samplingproduktifdantidakproduktif

Berdasarkan diagram pie di atas dapat diketahui bahwa pada kegiatan 2


operator yang diamati pada pom bensin di jalan Bandung termasuk kegiatan
produktif. Hal ini terjadi karena perbandingan persentase antara working
(58%) lebih besar dari persentase not working (42%).
4.2.4 Rasio Work Sampling - Working

Diagram Pie Elemen 'working'


Pembayaran; 13% Melayani; 15%
Persiapan
Menaruh Selang;
4% Pengisian; 9%

Mengisi bensin; 59%

Gambar 4.5 Diagram Pie Rasio Workingdari Work Sampling

Berdasarkan diagram working di atas pada kegiatan work sampling di


pom bensin jalan Bandung, dapat diketahui elemen kerja melayani pembeli
(I) sebesar 15%, elemen kerja persiapan pengisian bensin (II) jumlah
persentasenya sebesar 9%, sebesar 59% dari persentase working adalah
elemen kerja (III) mengisi bensin, pada elemen kerja menaruh selang (IV)
sebesar 4%, dan pada elemen kerja terakhir pembayaran (V) sebesar 13%.
4.3.5 Rasio Work Sampling - Not Working

Diagram Pie Not Working


Not Available; 20%
Fatigue; 4%Personal Time; 20%
Waiting; 56%

Gambar 4.6 Diagram Pie Rasio Not Working pada Work Sampling

Berdasarkan diagram not working di atas pada kegiatan work sampling di


pom bensin jalan Bandung dapat diketahui jumlah persentase terbesar dari
tidak bekerja (not working)adalah menunggu (waiting), yaitu 56% dari total
not working. Sebesar 20% dari total not working diakibatkan oleh personal
time, sedangkan 4% not working diakibatkan oleh kelelahan (fatigue). Untuk
not working yang diakibatkan tidaktersedia (not available) sebesar 20% dari
total persentase not working.

BAB V
ANALISA DAN SARAN

Pengamatan yang kami lakukan yaitu aktivitas yang dilakukan operator


pada SPBU jalan bandung. Pengamatan tersebut terdiri dari beberapa
elemen kerja, yaitu: melayani pembeli,mempersiapkan pengisian BBM sesuai
dengan permintaan pembeli, melakukan pengisian bensin, mengembalikan
selang bensin pada tempatnya dan melakukan transaksi pembayaran.
Pada pengamatan pre-work sampling,jumlah pengamatan yang dilakukan
adalah sebanyak 400 pengamatan dengan 2 operator yang diamati
aktivitasnya. Pengamatan dilakukan pada hari Rabu jam 11.00 13.00. Dari
hasil uji kecukupan data dengan tingkat kepercayaan sebesar 90% dan
tingkat ketelitian sebesar 7% didapatkan hasil jumlah pengamatan yang
harus dilakukan sebesar 800 pengamatan, sehingga dilakukan pengamatan
ulang pada hari Selasa pukul 10.00-12.00. dari hasil pengamatan work
sampling didapatkan jumlah pengamatan yang harus dilakukan (N) adalah
768 pengamatan sehingga data pengamatan yang kami lakukan telah
mencukupi (N = 768 <800 = N) .
Dari hasil pengolahan data, didapatkan rasio antara waktu working
sebesar 58% dan waktu not working sebesar 42% , dimana lebih banyak
prosentase waktu produktif daripada waktu tidak produktif karena
pengamatan yang dilakukan terjadi pada hari aktif. Namun , perbandingan
rasio keduanya hampir sama besarnya hal ini dikarenakan ketika
pengamatan berlangsung baik dalam keadaan hujan yang menyebabkan
terjadinya idle dalam jangka waktu yang cukup lama.
Rasio aktivitas working pada pengamatan work sampling adalah 15%
melayani pembeli, 9% melakukan persiapan, 59% mengisi bensin 4%
menaruh selang dan 13% melakukan transaksi pembayaran. Dari rasio
tersebut dapat dilihat bahwa prosentase aktivitas pengisian bensin cukup
besar , dimana operator mengisi bensin sesuai dengan permintaan dari
pelanggan. Dari aktivitas pengisian bensin yang kami amati, operator sering
melakukan kegiatan lain selama pengisian bensin dimana ketik pengisian
bensin berlangsung operator melakukan aktivitas lain seperti mengobrol
dengan operator lain, hal ini menunjukan kurang profesionalitas dari
operator. Selain itu dari pengamatan yang kami lakukan, operator cukup
lama dalam melakukan transaksi pembayaran karena terkadang operator
lambat dalam memberikan uang kembalian karena penempatan uang di laci
tidak teratur.Seharusnya untuk mempersingkat waktu transaksi, operator
memilah uang sesuai dengan nominalnya seperti seribu , 10 ribu , 20 ribu
sehingga operator tidak lama dalam memberikan uang kembalian. Ketika
pelanggan akan membayar dengan menggunakan debit card , mesin debit
card yang tersedia di pom bensin hanya ada satu, yang menyebabkan

lamanya terjadinya transaksi sehingga terjadi antri pelanggan. Seharusnya


pada SPBU ini terdapat minimal dua mesin debit card sehingga
mempercepat transaksi.
Rasio aktivitas not working pada pengamatan work sampling adalah 56%
waiting , 20% personal time , 20% not available dan 4% fatigue. Dapat
diamati dari data bahwa prosentase waiting merupakan prosentase terbesar.
Dengan adanya prosentase yang cukup besar ini dapat meningkatkan
kejenuhan dari operator, untuk itu disarankan bagi pengelola untuk
menyediakan fasilitas fasilitas tertentu bagi operator sehingga kinerja
operator dapat meningkat. Prosentase not available pada rasio not working
ini cukup besar, dikarenakan ketika pengamatan pre work sampling
berlangsung, operator meninggalkan tempat kerjanya dalam waktu cukup
lama, sehingga pekerjaan operator tersebut digantikan oleh operator lain.
Hal ini menyebabkan terjadinya antrian dari pelanggan karena satu operator
melayani dua pelanggan sekaligus , hal ini dapat dihindari dengan cara
mengefektifkan kerja dari operator yang bertugas sebagai cleaning service
untuk melayani pelanggan sementara. Meskipun prosentanse fatigue dari
aktivitas not working ini kecil, namun operator terlihat lelah karena berdiri
dalam waktu yang lama, menurut pengamatan kami, pada stasiun kerja
operator tidak disediakan kursi, oleh karena itu sebaiknya pihak pengelola
SPBU memberikan fasilitas kursi bagi operator untuk mengurangi tingkat
kelelahan operator. Dengan berkurangnya kelelahan operator, dapat
diperoleh performansi operator yang meningkat.
Dari rata-rata performance rating yang kami berikan untuk aktivitas
melayani pelanggan adalah 106,3%, karena menurut kami operator pada
SPBU Jl. Bandung ini cukup ramah dalam melayani pelanggan dan tanggap
dalam melakukan pekerjaannya. Untuk aktivitas persiapan pengisian bensin ,
performance rating yang kami berikan sebagian besar adalah 104,3 karena
operator telah memiliki kemampuan yang baik dalam mengoperasikan alat
pengisi bensin. Untuk aktivitas pengisian bensin rata rata performance
rating yang kami berikan sebesar 100,8% karena terkadang operator kurang
cekatan dalam melakukan proses tersebut dan kurang profesional. Untuk
aktivitas menaruh selang didaptkan hasil rata rata performance rating
sebesar 102,23% dimana operator cepat dalam melakukan prosesnya. Dan
untuk aktivitas pembayaran, rata rata performance ratingnya adalah
100,6% karena operator cukup lama dalam melakukan transaksi
pembayaran.
Dari perhitungan waktu normal operator dalam melayani 1 mobil adalah
252,56 detik atau sebesar 4 menit , merupakan waktu yang ideal dalam
melayani satu pelanggan. Sedangkan waktu standar nya adalah sebesar 7

menit , menurut kami waktu ini terlalu lama dalam melayani satu pelanggan
diakibatkan waktu longgar dari operatornya yang terlalu besar. Untuk
menguranginya operator harus lebih efisien dalam melakukan pekerjaannya.

Job Description
Agnes Novita Ningtyas : membuat tabel pengamatan, menulis kegiatan
operator 2 pada tabel pengamatan, menyusun laporan.
Ajeng Ayu : mengamati kegiatan operator 2, menyusun laporan.
Denira Fitria : melihat waktu saat pengamatan , menyusun laporan.
Rasyidah Arifi : mengamati kegiatan operator 2, menyusun laporan.
S.H. Mutiara : menulis kegiatan operator 1 pada tabel pengamatan,
menyusun laporan.