Anda di halaman 1dari 2

Dens evaginatus

Dens evaginatus adalah suatu anomali pertumbuhan, terdiri dari tonjol ekstra yang
langsing, runcing pada permukaan oklusal atau ridge bukal triangular. Beberapa
laporan yang ada, anomali ini sering terjadi pada keturunan Mongoloid seperti : China,
Thailand, Melayu, Indian dan Eskimo. Anomali ini juga ditemukan pada orang-orang
Negro dan Kaukasia, tetapi sangat jarang. Anomali kelainan ini mempunyai banyak
nama terutama dalam bahasa Inggeris, tetapi paling tepat mungkin disebut
tuberkulum evaginatus. Tuberkel ini terdiri dari lapisan luar enamel, inti dentin dan
perluasan pulpa yang tipis. Secara klinis turbekel ini penting karena segera sesudah
muncul akan mengalami keausan atau patah yang dalam banyak kasus menyebabkan
pulpa terbuka.
Maimun T.Hermina, Drg.PROTEKSI PADA DENS EVAGINATUS DENGAN PIT DAN
FISSURE SEALANT Fakultas Kedokteran Gigi Bagian Pedodonsia Universitas
Sumatera Utara.2003

Dens invaginatus

Dens

Salah satu bentuk kelainan morfologi gigi adalah dens invaginatus. Kelainanini ditandai
dengan adanya invaginasi mahkota gigi dan akar pada saat sebelumkalsifikasi terjadi. Dikenal
ada dua bentuk dens invaginatus, yaitu dens invaginatuskoronal dan dens invaginatus
radikuler. Pada umumnya invaginasi yang terjadi cukupbesar sehingga terlihat seperti gigi di
dalam gigi. Oleh karena itu kelainan ini dikenaljuga sebagai dens in dente.

Dens invaginatus terjadi pada saat pertumbuhan benih gigi yang berhubungandengan
retardasi maupun stimulasi fokal pertumbuhan. Selain itu dapat pula terjadikarena adanya
tekanan eksternal di sekitar benih gigi. Pada gambaran radiografistampak gambaran
radioopak mulai dari arah cingulum sampai ke akar dengandensitas yang sama
dengan email.

Slootweg. 2007. Dental Pathology. Berlin: Springer


Gigi Hutchinson dan Mulberry Molar

Gigi Hutchinson dan Mulberry molar ditemukan pada penderita sifilis kongenital yang terjadi
akibat infeksi dari ibu melalui plasenta ke janin yang telah mencapai tahap perkembangan
gigi tetap. Patogenesis dari kelainan ini adalah bakteri Treponema palidum menyebabkan
reaksi radang kronis, fibrosis dalam folikel gigi sehingga terjadi perubahan dalam penekanan
pada sel ameloblas dan menyebabkan terjadinya hipoplasia, dan proliferasi epitel
odontogenik ke dalam papilla dentis sehingga terbentuk takik. Secara klinis gigi insisif
terlihat kecil, bentuk menggembung dibagian tengah atau mengalami invaginasi menguncup
ke arah insisal, pada gigi molar bentuk seperti bulan, permukaan kasar, banyak ceruk dan
tonjolan.

Sudiono Janti. Gangguan Tumbuh Kembang Dentokraniofasial. Jakarta: EGC; 2007.