Anda di halaman 1dari 3

Cara Sterilisasi Alat Suntik

Share this history on :

Untuk dapat diketahui bahwa hirarki penggurangan dampak buruk napza bagi pengguna
napza suntik dalam meminimalisir penularan HIV dan virus lainnya memiliki rangkaian
sebagai berikut, yaitu: jangan mengunakan napza; jika tetap memaksa memakai napza maka
disarankan mengunakan cara melalui oral (mulut); jika cara oral tidak dapat dilakukan, maka
disarankan mengunakan melalui peralatan yang steril; jika peralatan steril tidak dapat
dilakukan maka disarankan mengunakan penyeteril peralatan.
Penyeterilan peralatan dalam hal ini adalah alat suntik. Dalam penyeterilan alat suntik
memiliki prosedur yang terdiri dari tiga langkah dasar:
(1) Membersihkan alat suntik untuk menghilangkan darah, gumpalan darah, dan bahan
organik lainnya;
(2) Desinfektan atau pemutih, dan;
(3) Membilas dengan air bersih untuk menghilangkan pemutih.
Sebaiknya sebelum melakukan proses penyeterilan ini, agar dapat diketahui bahwa akan lebih
baik untuk membilas alat suntik dengan air putih terlebih dahulu sebelum melakukan
penyeterilan. Hal ini diperlukan untuk membersihkan darah, baik berupa gumpalan darah;
darah kering yang biasanya virus dapat tertanam (beku); maupun berbentuk protein yang
dapat mengkristal hingga darah tidak nampak oleh mata di tabung maupun jarum pada alat
suntik.
Setelah itu, prosedur penyeterilan dengan pemutih dapat dilakukan. Adapun proses ini dapat
di uraikan sebagai berikut:
1. Sebaiknya penyeterilan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada saat alat suntik telah
digunakan dan lagi sebelum kembali menggunakan alat suntik tersebut.
2. Sebelum menggunakan pemutih, cuci alat suntik dengan air putih. Bilas hingga darah tidak
terlihat oleh mata, lakukan ini berulang kali, minimal dua kali pencucian.
(cara pencucian yaitu dengan memasukan air melalui alat suntik hingga air mencapai separuh
dari tabung kemudian di kocok dengan keras, lalu air di buang dengan cara disemprotkan
melalui jarum suntik)

3. Jangan menaruh air yang digunakan untuk membilas dan / atau pemutih kembali ke dalam
wadah yang sama. Lebih baik gunakan wadah yang sekali pakai, misal; gelas aqua,
sendok,dll.

4. Setelah alat suntik di cuci dengan air putih. Lakukan melalui cara yang sama dengan
menggunakan pemutih minimal 30 detik sambil di kocok dengan keras. Pencucian dengan
pemutih ini lakukan sebanyak minimal dua kali.

5. Setelah menggunakan pemutih, bilas alat suntik dan dengan air putih berulang-ulang
hingga bau pemutih tidak pekat di tabung. Pembilasan ini jangan menggunakan kembali air
yang digunakan untuk pembilasan awal. Lebih baik gunakan dengan air bersih yang baru
sekaligus wadahnya karena dapat dimungkinkan bahwa air pembilasan awal telah
terkontaminasi

6. Pastikan tidak terdapat air bekas pembilasan di alat suntik dengan memompa ulang berkalikali alat suntik tanpa isi
7. Alat suntik siap digunakan kembali
Perhatian!!.
Untuk di ketahui bahwa sebaiknya anda menggunakan alat suntik yang baru untuk sekali
pakai. Alternatif ini hanya merupakan solusi terakhir jika anda tidak dapat memperoleh /
membawa alat suntik baru.