Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KASUS BEDAH DIGESTIF

SEORANG PRIA 69 TAHUN DENGAN


HERNIA SKROTALIS DEKSTRA REPONIBEL
Diajukan guna melengkapi tugas Kepaniteraan Umum (PANUM) II Bagian Ilmu Bedah Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro

Disusun oleh :
Dwi Widyani Rosnia Savitrie (22010110120017)
Yosef Aji Gatra K (22010110120018)
Dinda Sekar Paramitha (22010110120033)
Mentari Satyatami (22010110110034)

Mentor Senior
dr. Kunsemedi Setyadi, Sp.B-KBD

Mentor Residen
dr. Edmond Rukmana

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO


SEMARANG
2014

I. IDENTITAS PASIEN
Nama
Nomor Rekam Medis
Jenis Kelamin
Usia
Alamat
Pekerjaan

: Tuan S
: C410673
: Laki-laki
: 69 tahun
: RT 4 RW 2 Sekayu
: Pedagang

II. DAFTAR MASALAH


No
Masalah Aktif
.
1.
Benjolan di kantung
pelir kanan yang
tidak dapat
dimasukkan kembali
III.

IV.

Tanggal

No.

Masalah pasif

Tanggal

13
September
2014

KELUHAN UTAMA
Benjolan di kantung pelir kanan yang tidak dapat dimasukkan kembali
ANAMNESIS
Autoanamnesis pada tanggal 13 September 2014 pukul 10.00 WIB di bangsal geriatri.
- Riwayat Penyakit Sekarang :
4 bulan sebelum masuk rumah sakit timbul sebuah benjolan yang dapat keluar masuk di
lipat paha kanan. Benjolan berukuran sebesar telur ayam dan hanya timbul saat
mengangkat barang dagangan. Benjolan dapat masuk kembali saat istirahat dan
berbaring. Tidak ada nyeri, demam, mual, muntah, gangguan BAK dan gangguan BAB.
Pasien tidak memeriksakan ke dokter dan tidak mengkonsumsi obat.
2 hari yang lalu pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan benjolan yang muncul
di kantung pelir kanan saat menimba air di sumur pada pagi hari. Benjolan berukuran
sebesar kepalan tangan dan tidak dapat dimasukkan kembali. Tidak ada nyeri, demam,
mual, muntah, gangguan BAB dan gangguan BAK. Pasien dirawat inapkan di bangsal.
- Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat pernah sakit yang sama tahun 2013 dengan hernia inguinalis lateralis sinitra
Riwayat penyakit diabetes melitus, hipertensi, tumor, penyakit jantung dan ginjal
disangkal.
-

Riwayat Penyakit Keluarga :


Riwayat penyakit diabetes mellitus dan hipertensi dalam keluarga disangkal.

Riwayat social ekonomi :

Pasien bekerja sebagai pedagang, pendidikan terakhir pasien tingkat SMP, pembiayaan
dengan BPJS.
V. PEMERIKSAAN FISIK
1. Status General
a. KeadaanUmum : Baik
b. Kesadaran
: Compos mentis
c. Tanda Vital
:
Tekanan darah: 130/80 mmHg
Nadi
: 80 kali/menit
RR
: 20 kali/menit
Suhu
: 37 C
d. Kepala : mesosefal, benjolan (-)
e. Mata
: ptosis (-/-),conjungtiva palpebra anemis (-/-), sclera ikterik (-/-)
f. Hidung : discharge (-), deviasi septum (-)
g. Telinga : discharge (-)
h. Mulut
: bibir sianosis (-), ukuran lidah normal, mukosa orofaring normal.
i. Leher
: Pembesaran limfonodi dan kelenjar tiroid (-)
j. Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tampak pada SIC 5 Linea axilaris anterior sinistra
Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC 5 Linea axilaris anterior sinistra, amplitude
seperti tepukan ringan, thrill (-).
Perkusi : Batas kanan atas SIC 2 Linea Parasternal Dextra
Batas kanan bawah SIC 4 Linea Parasternal Dextra
Batas kiri atas SIC 2 Linea Parasternal Sinistra
Batas kiri bawah SIC 5 Linea axilaris anterior sinistra
Auskultasi : S1>S2, bising (-), gallop (-)
k. Paru
Inspeksi : - Statis
: Hemitoraks kanan sama dengan kiri
- Dinamis : Hemitoraks kanan sama dengan kiri
Palpasi : Stem fremitus kanan sama dengan kiri
Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru
Auskultasi: SD vesikuler, suara tambahan (-/-)
l. Abdomen
Inspeksi
: Datar, venektasi (-), gambaran gerak usus (-), benjolan (-)
Auskultasi : Bising usus(+) N, metallic sound (-)
Palpasi
:Supel, nyeri tekan (-), defans muskuler (-), hepar : tepi tajam, permukaan
tidak berbenjol-benjol
Perkusi
: Timpani, pekak alih (-)
m. Genital : Laki-laki sirkumsisi dalam batas normal

n. Ekstremitas
Sianosis
Akraldingin
Edema
Capillary Refill

Superior
-/-/-/<2/<2

Inferior
-/-/-/<2/<2

2. Status Lokalis
Skrotum dekstra (saat pasien berbaring)
Inspeksi : Hiperemis (-)
Palpasi : Hangat, nyeri tekan (-), teraba 1 buah testis. Finger test : teraba anulus
inguinalis eksternus, saat pasien diminta mengejan teraba benjolan yang menyentuh
ujung jari.
Skrotum dekstra (saat pasien mengejan) :
Inspeksi : Hiperemis (-), 1 buahbenjolan, bentuksepertibuah pear
Palpasi :Perabaan hangat, permukaanya tidak berbenjol benjol, nyeri tekan (-),
berukuran sebesar kepalan tangan, konsistensi kenyal, terfiksir, tidak
melekat pada kulit, terpisah dengan testis, teraba 1 buah testis.
VI. DIAGNOSIS KERJA : Hernia skrotalis dekstra reponibel
Diagnosis komorbid : Kardiomegali
Diagnosis banding : Hidrocele
VII.

INITIAL PLAN
Dx :Hernia skrotalis dekstra reponibel
Mx : - Pemeriksaan laboratorium lengkap : Darah rutin, studi koagulasi, kimia klinik
(GDS, Ureum, Kreatinin, Elektrolit)
- EKG
- Rontgen toraks PA
Tx : Rencana herniorapi + MESH
Ex :Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit yang diderita,
penatalaksanaan yang dapat dilakukan dan prognosis penyakit apabila dilakukan
tindakan ataupun tidak.