Anda di halaman 1dari 12

Hubungan Dokter

Pasien Lawan Jenis


Sari
Sania
097111
15

Wuri
Atmaja
10711205

a,
k
ti
e
a
d
a
p
h
u
r
a
g
erpen
b
n
a
k
a
a
y
a
d
u
b
h
kan
Pengaru
a
g
n
a
y
ri
a
h
ir
a
h
ku se
moral, dan perila
ng
ra
o
e
s
e
s
r
te
k
a
r
a
k
membentuk

adanya
l
a
n
e
g
n
e
m
k
a
d
ti
i
in
g
Pergaulan sekaran
i-laki
k
la
n
a
d
n
a
u
p
m
re
e
p
pembatas antara

Hal tersebut juga akan berpengaruh


pada pekerjaan seseorang, seperti
misalnya pekerjaan profesi di bidang
kesehatan

Jika dilihat da
ri sudut pand
a ng a g a m a ,
tentu akan be
rbeda

Karena agama mengenal suatu batasan


antara laki-laki dan perempuan

Dalam pembahasan ini akan


dijelaskan mengenai
Bagaimana

Bagaimana

Pandangan

hukum negara

islam mengenai

mengaturnya

hubungan

terkait kode

pasien dokter

etik

lawan jenis.

kedokteran.

Hubungan Pasien Dokter


Lawan Jenis menurut
Hukum Islam
(H.R Muslim)

Janganlah
seorang lelaki
melihat kepada
aurat lelaki
(yang lain), dan
janganlah
seorang wanita
melihat kepada
aurat wanita
(yang lain)

Zina kedua
mata adalah
(H.R Muslim)
dengan melihat. Zina
kedua telinga dengan
mendengar. Zina lisan
adalah dengan berbicara.
Zina tangan adalah
dengan meraba
(menyentuh). Zina kaki
adalah dengan
melangkah. Zina hati
adalah dengan
menginginkan dan
berangan-angan. Lalu
kemaluanlah yang nanti
akan membenarkan atau

Dari pendapat para ulama


munculah berbagai macam
syarat :
Pertama,bila dalam suatu golongan hanya terdapat satu
dokter

yg

mampu

menangani

pasien

sesuai

kompetensinya,maka boleh.
Kedua,pada kondisi gawat darurat, maka hukumnya adalah
boleh.
Ketiga,tidak melihat apakah dokter tersebut muslim/non
muslim, yg penting dokter tersebut lebih berkompeten dalam
menangani pasien maka hukumnya boleh.
Keempat,terbebas dari potensi timbulnya fitnah.
Kelima,pasien

ditemani

melakukan pemeriksaan.

oleh

uhrimnya

saat

dokter

Janganlah
seseorang lakilaki berkhalwah
dengan seorang
wanita, dan
janganlah
seorang wanita
bepergian kecuali
seorang mahram
menyertainya.
(HR.Bukhari
Muslim)

" Hendaklah
mereka menahan
pandangannya, dan
kemaluannya, dan
janganlah mereka
menampakkan
perhiasannya,
kecuali yang
(biasa) nampak
dari padanya
(QS.An-Nur
(24):31)

"Hendaklah mereka
mengulurkan
jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka".
yang demikian itu
supaya mereka lebih
mudah untuk
dikenal, karena itu
mereka tidak
diganggu dan Allah
adalah Maha
Pengampun lagi
Maha Penyayang"..
(QS. Al-Ahzab (33)
ayat 59)

Hubungan Pasien Dokter


menurut Aspek Hukum

Hubungan Pasien Dokter menurut


Aspek KODEKI
Undang-Undang
Nomor 29 tahun
2004 Tentang Praktik
Kedokteran
Etika profesi
kedokteran
Sikap
profesionalisme
seorang dokter
Dealing with task
Dealing with oneself
Dealing
with
others

Undangundang Nomor
29 tahun 2004
tentang
praktik dokter
paragraf 7

Undangundang
Nomor 29
tahun 2004
tentang
praktik dokter
paragraf 6

HAK dan KEWAJIBAN PASIEN


dan DOKTER

KESIMPULAN
Hubungan dokter dan pasien
Terjalin seperti halnya provider dan
konsumen
Dari segi agama mengatur adanya
mahram dan melarang memperlihatkan
aurat dan khalwat
Pandangan hukum melaksanakan
tanggung jawab sesuai prosedur yang
tepat dan pasien merasa puas