Anda di halaman 1dari 8

Pengaruh Smartphone Terhadap Mahasiswa

Anggil Agusta1, Muhamad Aris2


Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
anggilagusta@gmail.com1, ariskyun@gmail.com2
ABSTRAK
Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi dengan
fungsi yang menyerupai komputer. Bagi beberapa orang, telepon pintar merupakan telepon yang
bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar
yang mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, telepon pintar hanyalah merupakan
sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti e-mail (surat elektronik), internet dan
kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik dan penyambung VGA.
Dengan kata lain, telepon pintar merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah
telepon. Pengguna smartphone yang membludak di Indonesia seakan telah membudaya di masyarakat
Indonesia. Salah satu pengaruh smartphone dalam hal interaksi sosial yaitu meningkatnya ruang
individual manusia karena telah memperoleh informasi melalui media komunikasi yang canggih. Orang
akan lebih menyukai mengutak-atik smartphone-nya daripada bersosialisasi dengan orang lain di
sekitarnya. Penelitian ini menggunakan sistem penelitian kualitatif dengan melakukan survei berupa
angket.
Kata Kunci : Smartphone, Mahasiswa
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak pertengahan abad ke-20 hingga kini, dunia mengalami perkembangan teknologi
yang sangat deras. Berbagai macam penemuan menghiasi kehidupan masyarakat modern.
Keinginan dan ketidakpuasan merupakan salah satu faktor pendorong perubahan sosial terutama
perkembangan teknologi.
Sebuah teknologi pada hakikatnya diciptakan untuk membuat hidup manusia menjadi
semakin mudah dan nyaman. Kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini membuat hampir
tidak ada bidang kehidupan manusia yang bebas dari penggunaannya, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Seiring arus globalisasi dengan tuntutan kebutuhan pertukaran informasi
yang cepat, peranan teknologi komunikasi menjadi sangat penting.
Ada banyak varian gadget yang kini tersebar di Indonesia khususnya seperti smartphone,
tablet, komputer, dan laptop. Pengguna gadget yang membludak di Indonesia bisa dilihat
langsung di tempat-temat umum seperti sekolah, stasiun, terminal, halte bahkan di bus
sekalipun. Pengguna alat sosial media ini seakan telah membudaya di masyarakat Indonesia.
Saat ini, siapa pun, kapan pun, dan di mana pun kita akan melihat setiap orang sedang
berinteraksi dengan smartphone-nya. SMS, telepon, internet, game, email, dan lain-lain akan
dilakukan dalam interval waktu yang cukup singkat.
1.2 Landasan Teori
1.2.1
Smartphone
Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan
pengunaan dan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang
menentukan arti ponsel cerdas. Bagi beberapa orang, ponsel cerdas merupakan telepon
yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan
hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, ponsel

cerdas hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti email,
internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik
(baik sebagaimana jadi maupun dihubung keluar) dan penyambung VGA. Dengan kata
lain, ponsel cerdas merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah
telepon.( https://id.wikipedia.org/wiki/Ponselcerdas)
1.2.2
Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan
tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket merupakan sebuah
pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari
responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Tujuan penyebaran angket
ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan responden tanpa
merasa khawatir bila responden memberi jawaban yang tidaak sesuai dengan kenyataan
dalam pengisian daftar pertanyaan. Disamping itu, responden mengetahui informasi
tertentu yang diminta. (https://id.wikipedia.org/wiki/Angket)
1.2.3
Komunikasi
Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang,
kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar
terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Pada umumnya, komunikasi dilakukan
secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada
bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan
dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya
tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi
dengan bahasa nonverbal.( https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi)
1.2.4

Multimedia

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan


teks, suara, gambar, animasi, audio dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link)
sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi.
Multimedia sering digunakan dalam dunia informatika. Selain dari dunia informatika,
multimedia juga diadopsi oleh dunia game, dan juga untuk membuat website.
Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia
pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun
secara sendiri-sendiri atau otodidak. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media
profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan
dalam sistem e-learning.( https://id.wikipedia.org/wiki/Multimedia)
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumusakan masalah sebagai berikut :
1. Alasan apa mahasiswa menggunakan smartpone?
2. Apakah pemakaian smartphone menunjang kegiatan akademis mahasiswa?
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui alasan mahasiswa menggunakan smartphone.
2. Untuk mengetahui smartphone dapat menunjang kegiatan akademis
mahasiswa.

3. METODOLOGI PENELITIAN
2.1

Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian Alasan Penggunaan Smartphone di Kalangan
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang adalah metode deskriptif, terdiri dari satu variabel
dependen dan tiga variabel independen.
1

Variabel Penelitian
Variabel
Keterangan
Y
Alasan
pemakaian
smartphone
X1
Perkembangan
teknologi
X2
status sosial
X3

2.2

kegiatan
mahasiswa

Jenis
Variabel
Dependen
Variabel
Independen
Variabel
Independen
Variabel
Independen

Notasi
Y

X1tek
Xsos
Xkm

Teknik Pengambilan Sampel


Sampel yang digunakan pada penelitian terdiri dari 98 responden. Angka ini di dapat
dengan menghitung berdasarkan pada rumus slovin, yaitu pengambilan ukuran sampel
minimal dari suatu populasi dengan taraf signifikansi yang digunakan sebesar 10%.

n=

N
1+N 2

Keterangan :
n = ukuran sampel minimal
N = ukuran populasi
a =

taraf signifikansi (10%)


Kemudian untuk teknik sampling yang digunakan adalah dengan menggunakan metode
nonprobability samplin, sedagkan metode untuk penarikan sampelnya menggunakan metode
purposive sampling, yaitu menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu. Jadi syarat yang
harus dipenuhi sampel adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang menggunakan
smartphone.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara pengisian kuisioner. Kuisioner yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dengan menggunakan pertanyaan tertutup dan
terbuka awalnya masing-masing berjumlah 19 butir pertanyaan tertutup dan 5 butir pertanyaan
terbuka, sehingga total keseluruhan ada 24 butir pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut
telah dikelompokkan sebelumnya berdasarkan variabel. Kemudian untuk pertanyaan tertutup
dikelompokkan lagi ke dalam beberapa bentuk pertanyaan, yaitu pertanyaan dua pilihan,
pertanyaan pilihan ganda dan pertanyaan berskala.

Pengumpulan data dilakukan dua kali. Pengumpulan data yang pertama dimaksudkan
untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas. Kemudian setelah dilakukan uji validitas dan
reliabilitasnya, pertanyaan-pertanyaan penelitian tersebut disebar kembali sehingga didapat
data-data yang kemudian akan di olah.
Pertanyaan yang di uji validitasnya berjumlah 19 butir (yang termasuk pertanyaan
tertutup), kemudian setelah di uji validitasnya terdapat 12 butir. Setelah dilakukan uji validitas
kemudian 12 butir soal yang valid di uji reliabilitasnya, hasilnya 12 butir pertanyaan tersebut
reliable.
Teknik Analisis Data
Dalam penelitian diperlukan tahapan-tahapan penelitian yang memungkinkan peneliti
untuk tetap ada di jalur yang benar dan memeiliki langkah-langkah yang akan diambil dalam
penelitian. Tahapan ini berguna untuk sistematika proses penelitian yang akan mengarahkan
peneliti dengan patokan yang jelas sebagai gambaran dari proses penelitian yang digunakan
sebgai analisis data. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif yaitu dengan
membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai
fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.
4. PEMBAHASAN
Dari jumlah responden yang seharusnya terdiri dari 98 responden, tertanya hanya 80
responden yang mengisikan kuisioner tersebut sehingga kevalidan hanya 81.6%.
Berikut merupakan identifikasi dari segi penggunaan fitur yang digunakan pada smartphone
yang dimiliki oleh responden :
2 Tabel Penggunaan fitur

KE
T

Aspek Perkembangan Teknologi dalam Segi


Penggunaan Fitur
Mult
imedia

Ju

49

mlah
Pre
sentase

G
ame
3
3

64.5
%

O
ffice
2
7

4
3.4 %

S
osial
5
3

3
5.5 %

L
ainnya
2
0

6
9.7 %

2
6.3 %

Berdasarkan tabel diatas, mayoritas responden memilih fitur sosial dan multimedia sebagai
fitur pada smartphone yang paling banyak digunakan dan diminati dengan presentase lebih besar dari
50%. Sedangkan fitur game serta penggunaan office mendapatkan cukup perhatian yang lumayan
banyak dari responden yang ada, walaupun tidak sebanyak penggunaan fitur sosial serta multimedia.
Penggunaan fitur-fitur tersebut tentunya tidak akan pernah lepas dari penggunaan memori dari
smartphone itu sendiri, oleh karena itu berikut tabel mengenai seberapa persen memori yang
dimaksimalkan oleh responden :
3 Penggunaan Memori smartphone

KE

Aspek Perkembangan Teknologi dalam Segi Penggunaan


Memori

<=

26

25 %

55 %

56

>=

85 %

Tota

86 %

Jumlah

15

20

30

11

76

Presenta

19.7

26.3

39.5

14.5

100

se
%
%
%
%
%
Pada
tabel diatas diperlihatkan ternyata respon terbanyak, yaitu 39.5% dari responden memaksimalkan
penggunaan memorinya sebanyak 56 % hingga 85 %. Yang artinya pemaksimalan dari penggunaan
smartphone itu sendiri cukup tinggi. Bahkan sekitar 14.5 % responden memaksimalkan penggunaan
memori smartphone nya diatas 86 %. Walaupun begitu, tetap saja masih ada responden yang tidak
memaksimalkan penggunaan memori smartphone yang dimilikinya.
Sedangkan identifikasi dari kenyamanan dalam penggunaan internet terlihat pada tabel berikut :
4 Tabel Kenyamanan menggunakan Internet
Aspek Perkembangan Teknologi dalam Segi Kenyamanan Internet
KE
T

Sang
at
Tidak
Nyaman

Ju

mlah
Pre
sentase

Tidak
Nyaman

Bias
a Saja

2.6

2.6 %

Nya
man

Sang
at Nyaman

Tot
al

25

36

11

76

32.9

47.4

14.5

100

Ternyata dari segi kenyamanan dalam menggunakan internet, menurut tabel diatas penggunaan
smartphone lebih dominan dirasakan nyaman. Bahkan ada beberapa responden yang merasa sangat
nyaman dalam menggunakan smartphone sebagai media internet. Yang menarik dari responden yang
ada ini, ternyata ada saja yang merasa tidak nyaman dalam menggunakan smartphone sebagai media
internet, bahkan ada juga yang merasa sangat tidak nyaman dalam penggunaannya. Dari yang merasa
tidak nyaman sekitar 2.6 % dari total responden, sedangkan yang merasa sangat tidak nyaman dalam
penggunaan smartphone sebagai media internet sebanyak 2.6 % juga dari total reseponden.
Dari sekian fitur-fitur yang disediakan oleh smartphone yang ada, nilai kepuasan merupakan
faktor penting yang menjadikan alasan dari penggunaan smartphone ini. Sehingga penilaian
kepuasan juga dikaji dan dalam dilihat pada tabel berikut :
5 Tabel
terhadap

Kepuasan
fitur-fitur

Aspek Perkembangan Teknologi dalam Segi


Kepuasan Fitur
KE
T

S
angat
Tidak
Puas

Ju

mlah
Pre
sentase

T
idak
Puas
1

0
%

B
iasa
Saja

uas
3

1
.3 %

3
4
8.7 %

T
otal

7
4

3.4 %

S
angat
Puas

7
6

6
.6 %

1
00 %

Sangat tidak mungkin sepertinya suatu pengguna merasa tidak puas dalam menggunakan suatu
smartphone yang telah memiliki segudang fitur yang sangat menarik. Tetapi ternyata berdasarkan
tabel diatas, ada sekitar 1.3 % atau 1 orang dari 76 responden yang merasa tidak puas dengan fitur
yang disediakan oleh smartphone. Dan tidak sedikit pula yang merasa biasa saja mengenai
smartphone yang dimilikinya, yaitu sekitar 33 orang (43.4 %) yang ternyata hampir mendekati
setengah dari responden yang ada. Dan sisanya merasa telah puas dengan kinerja dari smartphone
yang dimilikinya, bahkan 6.6 % yaitu 5 orang dari 76 orang merasa sangat puas dengan fitur yang
dimilikinya.
Selain dari segi teknologi dari smartphone itu sendiri, pengujian yang dilakukan adalah dalam
aspek sosial. Gaya hidup merupakan salah satu dari aspek sosial, dan identifikasi dari gaya hidup
sebagai salah satu dari askep sosial adalah sebagai berikut :
6 Tabel pengaruh gaya hidup
Aspek Sosial dalam Segi
Gaya Hidup
KET
Y
a
Penggunaan
pribadi

untuk

Penggunaan
pekerjaan

untuk

Ti
dak

keperluan

90
.8 %

keperluan

9.
4%

47
.4 %

Tota
l
100
%

5
2.6 %

100
%

Banyak mahasiswa yang menggunakan smartphone yang sekarang digenggamnya hanya untuk
kepentingan pribadi. Dan hal tersebut sangat sesuai seperti pada tabel diatas bahwa 90.8 % dari
responden penggunaan smartphone hanya untuk keperluan pribadi. Tetapi dibalik hal tersebut
ternyata tidak sedikit juga yang menggunakan smartphone untuk keperluan pekerjaan yaitu sekitar
47.4 %. Artinya walaupun sekitar 90 % dari responden merasa bahwa smartphone digunakan untuk
kepentingan pribadi, hampir setengah dari jumlah responden juga menggunakan smartphone yang
dimilikinya untuk keperluan pekerjaan.
Selain faktor gaya hidup, faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi seseorang memiliki
smartphone. Ada kemungkinan lingkunganlah yang mendorong seseorang untuk memiliki
smartphone, dan berikut ini merupakan tabel identifikasi dari faktor tersebut :
7 Tabel tuntutan lingkungan
Aspek Sosial dalam Segi Tuntutan Lingkungan
KET

Tida
k
Sama
Sekali

Tida
k
Menuntut

Men
untut

Sang
at
Menuntut

Total

Jumla

11

h
Prese
ntase

45

14.5
%

16

50.2
%

21.1
%

76

5.3 %

100
%

Dari tabel diatas sebanyak 50 % dari total responden ternyata menyatakan bahwa lingkungan
tidaklah menuntut dirinya untuk memiliki suatu smartphone. Hanya sedikit sekali yang merasa
bahwa lingkungan menuntut dirinya untuk memiliki smartphone. Sekitar 21 % merasa lingkungan
menuntut dirinya untuk memiliki, sedangkan sekitar 5 % merasa lingkungan sangat menuntutnya
untuk memiliki suatu smartphone. Sehingga ternyata, walaupun ada beberapa yang merasa
lingkungan menuntut, tetapi secara dominan merasa bahwa lingkungan tidaklah menuntutnya dalam
memiliki smartphone.
Sebagai fungsi utama dari suatu smartphone yang berfungsi sebagai alat komunikasi suatu
relasi bisa saja bertambah atau tidak. Dan berikut ini tabel yang menjelaskan penambahan relasi
terhadap pada pengguna smartphone :
8 Tabel pertambahan relasi
Aspek Sosial dalam Segi Relasi
KET

Tida
k
Bertambah

Jumla

Sama
Saja

h
Prese

3.9 %

ntase

Berta
mbah

39

33

51.3
%

Sang
at
Bertambah

To
tal

43.4

1.3 %

76
10
0%

Dari tabel diatas, ternyata sekitar 43 % merasa relasi mereka menjadi bertambah. Artinya suatu
relasi ketika seorang mahasiswa menggunakan smartphone memiliki potensi untuk bertambah.
Tetapi mungkin juga terjadi bahwa relasi yang didapat ketika menggunakan smartphone sama saja
dengan tanpa menggunakan smartphone.
9 Tabel dalam segi wawasan
Aspek Kegiatan Mahasiswa dalam Segi Wawasan
KET

Jumla
h
Prese
ntase

Tida
k
Bertambah

Sama
Saja

2
2.6 %

Berta
mbah

28

41

36.8
%

53.9
%

Sang
at
Bertambah

Total

5
6.6 %

76
100
%

Sebanyak 53.9 % responden menyatakan wawasan mereka bertambah dengan menggunakan


smartphone. Dengan semakin diperluasnya akses internet oleh smartphone, menjadikan hal ini
memungkinkan. Sumber informasi yang memang sudah bisa kita dapat dari mana saja, kini bisa
diakses dimana saja dan kapan saja.
Dari analisa data secara deskriptif diatas, menunjukan bahwa pengguna smarthphone
dikalangan mahasiswa Universitas Negeri Semarang, mempunyai alasan mayoritas yaitu
menggunakan smarthphone untuk memafaatkan kemanpuannya yang memang smart . dengan
berbagai fitur yng tersedia dalam berbagai macam aplikasi, membuat sarana multimedia dalam
smartphone menjadi beragam. Halini bisa dimanfaatkan sebagai media belajar, mendapatkan
informasi terupdate, atau sekedar hanya sebagai media hiburan bagi penggunanya.
5. KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
Hasil survey menunjukan bahwa, alasan pengguna smartphone dikalangan mahasiswa
Universitas Negeri Semarang adalah untuk media sosial dan pemanfaatan multimedianya
sebagai sarana mencari informasi, belajar, ataupun sekedar menjadi hiburan bagi penggunanya.
Terbukti dengan adanya fitur sosial media sebanya 33 orang menyatakan relasi mereka menjadi
bertambah. Tidak ada unsur bahwa menggunakan smarthphone hanya untuk bergaya atau
meningkatkan gengsi penggunanya dalam kehidupan sosial mereka. Kemampuan smarthphone
yang mirip dengan komputer PC, memamang menjadi daya tarik yang besar bagi para pengguna
smarthphone. Dengan begitu banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh
pengguna smarthphone sebagai alat bantu dalam kegiatan sehari-hari ataupun sebagai hiburan.
4.2 Saran
Kita sebagai manusia yang berperilaku konsumtif harus bijak dalam menghadapi
perkembangan teknologi khususnya teknologi komunikasi, kita harus mampu menyaring mana
yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat.Apabila kita tidak mampu menyaring hal
tersebut, tentu saja kita akan terjerumus kedalam pengaruh teknologi itu sendiri yang tentunya
akan merugikan kita sendiri dan orang lain.
6. PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Angket
https://id.wikipedia.org/wiki/Ponselcerdas
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Multimedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Smartphone
http://cellphones.about.com/od/smartphonebasics/a/what_is_smart.htm
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/196412051990031BAMBANG_AVIP_PRIATNA_M/MENENTUKAN_UKURAN_SAMPEL.pdf.
Anggoro, M. Toha, dkk. 2008. Metode Penelitian. Jakarta:Universitas Terbuka.