Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bioanorganik merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang
spesi-spesi logam yang membentuk senyawa anorganik dan memiliki fungsi
tertentu di dalam tubuh makhluk hidup. Berdasarkan penelitian diketahui ada
banyak sekali reaksi-reaksi kimia yang melibatkan ion logam pada sistem
biologis makhluk hidup. Ion logam tersebut ternyata mampu membentuk
senyawa yang berfungsi kusus di dalam tubuh. Ion logam yang dibutuhkan
tubuh itu seperti Fe, Cu, Zn, Mg dan disebut sebagai unsur logam essensial.
Sistem biologis makhluk hidup yang kompleks tentu memiliki banyak unit
berupa enzim, molekul, dan senyawa yang masing-masing memiliki funsgsi
spesifik di dalamnya. Dalam kaitanya dengan bioanorganik yaitu senyawa
logam di dalam tubuh yang berikatan dengan organik dan membentuk suatu
fungsi tertentu demi kelangsungan sistem biologis.
Studi tentang bionaorganik telah memberikan pengetahuan tentang
fungsi dan bagaimana logam Fe bekerja pada Hemoglobin (Hb), serta logam
Mg pada Klorofil. Logam-logam tersebut menjadi situs aktif dalam
pembentukan kompleks koordinasi dengan ligan yang mekanisme dan interaksi
nya menjadikan penting dalam sistem biologis. Seperti Enzim, merupakan
molekul yang berfungsi dalam mempercepat jalanya reaksi (katalis) dengan
cara menyediakan pathway (jalan lain) yang lebih cepat dan menurunkan
energi aktivasi. Enzim diantaranya terdapat yang berasal dari ion logam yang
berikatan dengan ligan membentuk senyawa kompleks dan berfungsi dalam
sistem biologis sebagai katalis, yaitu enzim nitrogenase. Enzim ini dimiliki
oleh bakteri yang dapat menambat nitrogen. Dalam makalah ini kemudian akan
dijelaskan tentang mekasnisme, struktur enzim nitrogenase sebagai senyawa
kompleks yang berfungsi dalam sistem biologis.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud enzim nitrogenase?
2. Bagaimana enzim nitrogenase dalam siklus nitrogen?
3. Bagaimana kompleks dan peran enzim nitrogenase dalam sistem
biologis?
C. Tujuan
1. Mengetahui tentang enzim nitrogenase.
2. Mengetahui enzim nitrogenase dalam siklus nitrogen.
3. Mengetahuin dan memahami peran enzim nitrogenase dalam sistem
biologis.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Enzim Nitrogenase (Fe-S)
Nitrogenase adalah enzim yang dapat mereduksi gas nitrogen
di udara menjadi amonia (NH3). Gas nitrogen sendiri berada di alam
sebanyak 78% Bahkan dengan satuan luas satu acre (0,46 ha) diperkirakan
tanah mengandung kurang lebih 30.000 ton nitrogen bebas (Jeneng, 1998).
Nitrogen yang berada di udara ini tidak dapat langsung digunakan
oleh tumbuhan, karena N2 sulit bereaksi (bersifat relatif stabil) sehingga
diperlukan energi besar untuk memecahnya. oleh karena itu perlu diubah
terlebih dahulu menjadi bentuk lain, salah satunya molekul amonia (NH3).
Pada tumbuhan tinggi umumnya, sumber nitrogen yang paling banyak
diserab adalah NO3 dan NH4+ (Salisburry et al., 1985).
Enzim nitrogenase terbagi menjadi dua sub unit protein yaitu:
a. dinitrogen reduktase yang memiliki molekul protein Fe dan bersifat
b.

labil terhadap asam,


dinitrogenase yang memiliki molekul protein Mo-Fe sensitif dengan
O2.
Nitrogenase akan menjadi inaktif apabila terdapat oksigen yang

bereaksi dengan komponen Fe dari protein. Enzim nitrogenase ini dimiliki


oleh beberapa bakteri penambat nitrogen, yaitu bakteri nonsimbiotik
seperti Azotobacter dan bakteri simbiotik seperti Rhizobium-Legum.
Nitrogen harus berikatan dengan unsur lain seperti halnya hidrogen
sehingga

akan

membentuk

persenyawaan

dan

dapat

digunakan.

Mikroorganisme yang menambat N2, menggunakan enzim nitrogenase


sebagai pengikat N bebas sehingga bakteri ini

mempunyai pengaruh

terhadap sifat fisik dan kimia tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah
(Supriyadi, 2009).
Nitrogenase

merupakan

enzim

yang

digunakan

oleh

mikroorganisme untuk mengkatalisis pemecahan ikatan rangkap tiga pada

senyawa nitrogen dan

berperan untuk mengikat 3 atom hidrogen ke

nitrogen sehingga menghasilkan senyawa amonia.


Berikut persamaan reaksi pembentukan amonia dari nitrogen
(Tjahjadi, 2007):
4e- + 0,5 N2 + 4 H+ + 8 ATP

NH3 + 0,5 H2 + 8 ADP + 8Pi

Fiksasi nitrogen dikatalisis oleh suatu kompleks enzim, yaitu


sistem nitrogenase, yang aktivitasnya masih belum dipahami sepenuhnya.
Karena sistem nitrogenase bersifat tidak stabil dan segera mengalami
inaktivasi oleh oksigen atmosfer, enzim ini sulit untuk diisolasi dalam
bentuk aktif dan dimurnikan. Produk fiksasi nitrogen stabil yang pertama
dikenali adalah ammonia (NH3), jadi proses keseluruhan dipandang terdiri
dari reduksi satu molekul nitrogen (N2) menjadi dua molekul ammonia
(Lehninger, 1982). Amonia tersebut dapat dipergunakan dalam bentuk
kehidupan lain, baik secara langsung atau setelah pengubahannya menjadi
senyawa terlarut lainnya, seperti nitrit, nitrat, atau asam amino (Lehninger,
1982).

B. Nitrogenase dalam Siklus Nitrogen


Di alam terjadi siklus N sebagai bagian dari proses aliran materi.
Nitrogen berada dalam berbagai bentuk dan keadaan dinamis mengikuti
perubahan fisik dan kimia dalam suatu daur nitrogen. Meskipun N 2 masuk
kedalam sel-sel daun bersama CO2 melalaui stomata, enzim-enzim yang
tersedia hanya mereduksi CO2 sehingga N keluar dari sel-sel daun secepat
mungkin. Sebagian besar N2 yang masuk tubuh tumbuhan telah mengalami
fiksasi (reduksi) N2 menjadi NH3 oleh bakteri yang proses-proses
pengubahan unsur N berada dalam siklus nitrogen.

Gambar 2. 1 Siklus Nitrogen (Salisbury, 1985)

Gas Nitrogen di udara yang jumlahnya 78% tersebut difiksasi


(mengalami reduksi) oleh enzim nitrogenase pada bakteri menjadi NH 3
dan amonium (NH4+). Proses-proses pengubahan dari amonia menjadi
nitrat disebut nitrifikasi. Sebaliknya, terjadi peristiwa pengubahan nitrat,
nitrit menjadi amonia atau N2 yang disebut denitrifikasi.
Proses nitrifikasi melibatkan bakteri nitrosomonas dan nitrobakter.
Pada proses pembusukan dari senyawa N-organik, akan dihasilkan ion-ion
amonia, yang prosesnya disebut amonifikasi.
C. Kompleks Senyawa Nitrogenase dan Perananya
SALISBURY dan ROSS (1995) mengemukakan bahwa nitrogenase
terdiri dari dua protein yang berlainan, sering disebut protein Fe dan
protein Fe-Mo. Protein Fe-Mo mempunyai 2 atom molibdenum dan 28
atom besi; protein Fe mengandung 4 atom besi di kelompok Fe4S4. Baik
molibdenum maupun besi menjadi tereduksi dan kemudian dioksidasi saat
nitrogenase menerima elektron dari feredoksin dan mengangkutnya ke N 2
untuk membentuk NH3. Adenosine Triphosphate (ATP) adalah bentuk
energi yang diperlukan dalam proses penambatan N 2. Protein Fe
mengangkut elektron ke protein Fe-Mo, disertai dengan hidrolisis ATP
menjadi Adenosine Diphosphate (ADP). Protein Fe-Mo kemudian

meneruskan pengangkutan elektron menuju N2 dan menuju proton untuk


membuat dua NH3 dan satu H2.
Shilov (1992) mengemukakan bahwa nitrogenase yang diisolasi dari
berbagai bakteri penambat nitrogen terdiri dari dua protein yaitu protein Fe
dan protein MoFe. Protein Fe terdiri dari satu Fe4S4 klaster, sedangkan
protein MoFe terdiri dari dua FeMo ko-faktor dan empat Fe4S4 klaster.
Berikut struktur dari kompleks Enzim Nitrogenase. Selama proses fiksasi
nitrogen secara biologis, gas nitrogen (N 2) direduksi menjadi ammonia
(NH3) oleh enzim nitrogenase.

Gambar 2. 2 Struktur Kofaktor Fe-Mo dalam Enzim Nitrogenase

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Enzim nitrogenase merupakan enzim yang oleh mikroorganisme
untuk uuntuk mengkatalis pemecahan rangkap tiga pada senyawa
nitrogen.
2. Fungsi enzim nitrogenase dalam siklus nitrogen adalah mengubah
N2 dalam tubuh menjadi NH3.
3. Enzim nitrogenase pada proses fiksasi nitrogen akan mereduksi
gan nitrogen menjadi ammonia secara biologi.
B. Daftar Pustaka
Purwoko, Tjahjadi. 2007. Fisiologi Mikroba. Jakarta: Bumi Aksara.
Tarigan, Jeneng. 1998. Pengantar Mikrobiologi. Jakarta : Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Salisbury F.G and Ross, C.W. 1985. Plant Physiol. California :
Wadsworth Publ. Company
Supriyadi, M. 2009. Pengaruh Pupuk Kandang Dan NPK Terhadap
Populasi Bakteri Azotobacter Dan Budi daya Cabai (Capsicum
Annum) (www.biosains.mipa.uns.ac.id). Diakses pada tanggal 16
Oktober 2015 pukul 13.00 WIB
Shilov, A.E. 1992. Intermediate complexes in chemical and biological
nitrogen fixation. Pure & Appl. Chem.