Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN

BRONKOPENEUMONIE

OLEH:
IZQHIR RAHMA CIPTA
220112150030

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXX STASE ANAK


UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
BANDUNG

2015

I. Pengertian.
Bronkopneumonia menurut Ngastiyah, 1997 dan Lab/UPF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr.
Soetomo, 1994 merupakan salah satu pembagian dari pneumonia menurut dasar anatomis.
Pneumonia adalah radang paru-paru yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam, seperti
bakteri, virus, jamur, dan benda-benda asing (Ngastiyah, 1997). Menurut Lab/UPF Ilmu
Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, 1994 pneumonia adalah radang pada parenkim paru.
II. Etiologi.
1. Bakteri : Pneumokokus merupakan penyebab utama pneumonia, dimana pada anak-anak
serotipe 14, 1, 6, dan 9, Streptokokus dimana pada anak-anak dan bersifat progresif,
Stafilokokus, H. Influenza, Klebsiela, M. Tuberkulosis, Mikoplasma pneumonia.

2. Virus : Virus adeno, Virus parainfluenza, Virus influenza, Virus respiratori sinsisial.
3. Jamur : Kandida, Histoplasma, Koksidioides.
4. Protozoa : Pneumokistis karinii.
5. Bahan kimia :
a. Aspirasi makanan/susu/isi lambung
b. Keracunan hidrokarbon (minyak tanah, bensin, dan sebagainya).
III. Gambaran Klinik
Mendadak panas tinggi, nyeri kepala/dada (anak besar), batuk, sesak, takipnea, napas
cuping hidung, sianosis, kaku kuduk, distensi perut.
IV.Penatalaksanaan.
Pada penyakit yang ringan, mungkin virus tidak perlu antibiotic. Pada penderita yang
rawat inap (penyakit berat) harus segera diberi antibiotic. Pemilihan jenis antibiotic
didasarkan atas umur, keadaan umum penderita dan dugaan kuman penyebab.
1. Umur 3 bulan-5 tahun, bila toksis mungkin disebabkan oleh Streptokokus pneumonia,
Hemofilus influenza atau Stafilokokus. Pada umumnya tidak dapat diketahui kuman
penyebabnya, maka secara praktis dipakai :
Kombinasi :
Penisilin prokain 50.000-100.000 KI/kg/24jam IM, 1-2 kali sehari, dan Kloramfenikol
50-100 mg/kg/24 jam IV/oral, 4 kali sehari.
Atau kombinasi :
Ampisilin 50-100 mg/kg/24 jam IM/IV, 4 kali sehari dan Kloksasilin 50 mg/kg/24 jam
IM/IV, 4 kali sehari.
Atau kombinasi :
Eritromisin 50 mg/kg/24 jam, oral, 4 kali sehari dan Kloramfenikol (dosis sda).
2. Umur < bulan, biasanya disebabkan oleh : Streptokokus pneumonia, Stafilokokus atau
Entero bacteriaceae.
Kombinasi :
Penisilin prokain 50.000-100.000 KI/kg/24jam IM, 1-2 kali sehari, dan Gentamisin 5-7
mg/kg/24 jam, 2-3 kali sehari.
Atau kombinasi :
Kloksasilin 50 mg/kg/24 jam IM/IV, 4 kali sehari dan Gentamisin 5-7 mg/kg/24 jam, 23 kali sehari.
Kombinasi ini juga diberikan pada anak-anak lebih 3 bulan dengan malnutrisi berat
atau penderita immunocompromized.
3. Anak-anak > 5 tahun, yang non toksis, biasanya disebabkan oleh :
Streptokokus pneumonia :

Penisilin prokain IM atau

Fenoksimetilpenisilin 25.000-50.000 KI/kg/24 jam oral, 4 kali sehari atau

Eritromisin (dosis sda) atau

Kotrimoksazol 6/30 mg/kg/24 jam, oral 2 kali sehari.

Mikoplasma pneumonia : Eritromisin (dosis sda).


4. Bila kuman penyebab dapat diisolasi atau terjadi efek samping obat (misalnya alergi)
atau hasil pengobatan tidak memuaskan, perlu dilakukan reevaluasi apakah perlu
dipilih antibiotic lain.
5. Lamanya pemberian antibiotic bergantung pada :
-

kemajuan klinis penderita

jenis kuman penyebab

Indikasi rawat inap :


1. Ada kesukaran napas, toksis.
2. Sianosis
3. Umur kurang dari 6 bulan
4. Adanya penyulit seperti empiema
5. Diduga infeksi Stafilokokus
6. Perawatan di rumah kurang baik.
Pengobatan simptomatis :
1. Zat asam dan uap.
2. Ekspetoran bila perlu
Fisioterapi :
1. Postural drainase.
2. Fisioterapi dengan menepuk-nepuk.
Masalah pemenuhan kebutuhan dasar (pohon masalah).

ISPA
Daya tahan tubuh menurun
Penyakit menahun
Aspirasi

Infeksi dan peradangan pada parenkim paru :


bronkopneumonia
Perubahan membran kapiler
alveolar

Gangguan pertukaran gas

Hipertermi

Dyspnea, malas minum,


berat badan menurun

Hipersekresi mukus

Penumpukan mukus

Tidak efektif bersihan jalan napas

Gangguan nutrisi : kurang dari


kebutuhan tubuh

Gangguan keseimbangan
cairan dan elektrolit

A. Diagnosa keperawatan.
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d. produk mukus berlebihan dan kental, batuk
tidak efektif.
2. Gangguan pertukaran gas b. d. peerubahan membrane alveolar.
3. Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake inadekuat.
4. Hipertermi b.d proses inflamasi paru

B. Perencanaan Keperawatan
Diagnosa
Keperawatan

Tujuan dan kriteria


hasil
Ketidakefektifan
Jalan napas pasien1.
bersihan jalan napasakan paten dengan
b.d. produk mukuskriteria hasil jalan2.
berlebihan
dannapas bersih, batuk
kental, batuk tidakhilang,
x ray3.
efektif.
bersih, RR 15 35
X/menit.

4.

5.
6.
Gangguan
Pertukaran
gas1.
pertukaran gas b. d.normal bagi pasien2.
peerubahan
dengan
criteria
membrane alveolar. PaO2 = 80-100
mmHg, pH darah3.
7,35-7,45
dan4.
bunyi napas bersih.

5.

Perubahan
nutrisiStauts
nutrisi
1
kurang
daridalam
batas
kebutuhan tubuh b.dnormal
dengan
2
intake inadekuat.
criteria
BB
31
bertambah
kg/minggu, tidak
4
pucat,
anoreksia
hilang,
bibir
lembab

Hipertermi
b.dSuhu tubuh dalam
1.
proses
inflamasibatas
normal
paru
dengan
criteria
2.
hasil suhu 372 0C,
kulit hangat dan
3.
lembab, membrane
mukosa lembab.

4.
5.

Perencanaan Keperawatan
Intervensi

Rasional

Menetukan adekuatnya pertukran gas dan


luasnya obstruksi akibat mucus.
Infeksi ditandai dengan secret tebal dan
Kaji karakteristik secret
kekuningan
Beri
posisi
untukMeningkatkan pngembangan diafragma
pernapasan yang optimalNebulizer membantu menghangatkan dan
yaitu 35-45 0
mengencerkan
secret.
Fisioterapi
Lakukan nebulizer, danmembantu merontokan secret untuk
fisioterapi napas
dikeluarkan.
Menghambat
pertumbuhan
mikoroorganisme
Beri agen antiinfeksi sesuaiCairan adekuat membantu mengencerkan
order
secret sehingga mudah dikeluarkan
Berikan cairan per oral
atau iv line sesuai usia
anak.
Tanda ini menunjukkan hipoksia
Kaji tingkat kesadaran
Observasi warna kulit danMenentukan adekuatnya sirkulasi dimana
penting untuk pertukaran gas ke jaringan
capillary refill
Deteksi jumlah Hb yang ada dan adanya
Monitor ABGs
infeksi
Atur oksigen sesuai order Meningkatkan pertukaran gas dan
mengurangi kerja pernapasan
Kurangi aktivitas anak
Mengurangi kebutuhan akan oksigen
Mendokumentasikan peristaltis usus yang
Auskultasi bunyi usus
dibutuhkan untuk digesti.
Kaji kebutuhan harian anak Membantu menetapkan diet individu anak
Hal ini menentukan penyimpanan lemak
Ukur
lingkat
lengan,dan protein.
ketebalan trisep
Nutrisi meningkat akan mengakibatkan
Timbang berat badan setiappeningkatan berat badan.
hari.
Memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Auskultasi bunyi napas

Berikan diet pada anak


sesuai kebutuhannya
Ukur suhu tubuh setiap 4Indikasi jika ada demam
Leukositosis indikasi suatu peradangan
jam
dan atau proses infeksi
Monitor jumlah WBC
Megnurangi demam dengan bertindak
pada hipotalamus
Atur agen antipiretik sesuaiMemfasilitasi kehlangan panas lewat
order.
konveksi
Tingkatkan
sirkulasiMemfasilitasi kehilangan panas lewat
ruangan
dengan
kipaskonduksi
angina.
Berikan kompres air biasa