Anda di halaman 1dari 23

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA

Nomor Status

: 063534

FAKULTAS KEDOKTERAN

Nomor Registrasi

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

Tahun

: 2015

PALEMBANG

Tanggal Masuk

: 10 Des 2015

Tanggal Meninggal

:-

STATUS PASIEN JIWA


Nama

: Tn. A

Laki-laki/Perempuan

Tanggal Lahir/Umur : 30 tahun

Tempat Lahir : Palembang

Status Perkawinan

: Menikah

Warna Negara : Indonesia

Agama

: Islam

Suku Bangsa : Sumatera

Tingkat Pendidikan

: Tamat Sekolah

Pekerjaan

: Supir Angkot

Dasar (SD)
Alamat dan nomor telepon kelurga terdekat pasien : Jakabaring, Palembang
Dikirim Oleh : Ibu Os
Nama Mahasiswa

: Maya Dwinta Sentani, S.Ked

NIM

: 70 10 016

Bangsal

: IGD
MENGETAHUI
SUPERVISOR

(Dr. Latifah, Sp. KJ, M. Kes)

STATUS PRESENS TANGGAL : 10 DESEMBER 2015


STATUS INTERNUS
Keadaan Umum
1. Keadaan umum
2. Kesadaran
3. Tanda vital

: Baik
: Compos mentis terganggu
: TD : 130/80 mmHg
N

: 108 x/menit

RR : 20 x/menit
Temp : 36,80C
4. Kepala
5. Thorax

: Normocephali, conj. palpebra anemis (-), sklera ikterik (-)


: Jantung
: SI-SII normal, suara tambahan (-)
Paru

6. Abdomen
7. Ekstremitas

: vesikuler normal (+)

: Datar, lemas, nyeri epigastrium (-), BU (+) normal,


pembesaran hepar dan lien (-)
: Hangat, edema (-), sianosis (-)
STATUS NEUROLOGIKUS

1. GCS

2. Fungsi sensorik
3. Fungsi motorik

: 15
E

: Membuka mata spontan (4)

: Berbicara spontan (5)

: Gerakan sesuai perintah (6)


: Tidak terganggu
:
Kekuatan otot

Tonus otot

5
5
N
N
5
5
N
N
4. Ekstrapiramidal sindrom : Tidak ditemukan gejala ekstrapiramidal seperti
tremor (-), bradikinesia (-), dan rigiditas (-).
5. Refleks fisiologis
: Normal
6. Refleks patologis
: Tidak ditemukan reflex patologis.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM YANG DIPERLUKAN


Darah Rutin

tidak dilakukan

Khusus

Urine Rutin

tidak dilakukan

Khusus

Tinja Rutin

tidak dilakukan

Khusus

Liquor Serebrospinalis (Pungsi Lumbal) tidak dilakukan


PEMERIKSAAN ELEKTROESENSEFALOGRAM (EEG)
Tidak dilakukan
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
BRAIN COMPUTERIZED TOMOGRAPHY SCANNING (CT-SCAN
OTAK)
Tidak dilakukan

STATUS PSIKIATRIKUS
ALLOANAMNESIS (Boleh lebih dari satu sumber)
Diperoleh dari

: Erlini

Umur

: 54 tahun

Alat dan nomor telepon

: Jakabaring, Palembang

Pendidikan

: SD

Hubungan dengan pasien

: Ibu kandung

A. Keluhan Utama
Os sering mengamuk dan marah-marah tanpa sebab sejak 3 hari
yang lalu.
B. Riwayat Perjalanan Penyakit
Sejak 3 tahun yang lalu saat masih tinggal dibatam, os mulai
mengalami perubahan tingkah laku. Os mulai sering marah-marah dengan
permasalahan kecil. Os sering susah tidur pada malam hari, dan menurut
istri os, os suka bicara sendiri saat malam hari. Os juga suka mengaku ke
teman-temannya di Batam kalau os adalah orang kaya raya dan punya
banyak uang di Palembang. Keluarga sempat membawa os ke paranormal,
dan setelah berobat dari paranormal keluhan os menghilang. Takut keluhan
os kembali berulang, os dan istri memutuskan untuk kembali pindah ke
Palembang.
Sejak 1 minggu yang lalu, os sempat bertengkar dengan istrinya. Os
menginginkan pindah dari rumah mertuanya, namun istrinya tidak mau
pindah karena tidak mau meninggalkan ibunya yang sudah tua. Os merasa
kalau mertuanya tidak suka dengan os yang menumpang dirumah mertuanya
karena penghasilan os yang pas-pasan. Os juga sering merasa seolah-olah
preman yang punya banyak daerah kekuasaan.
Sejak 3 hari yang lalu os mulai suka marah-marah tanpa sebab. Os
juga sama sekali tidak tidur saat malam hari, dan mulai kembali bicara
sendiri seperti ada teman mengobrol. Teman-teman os sesama supir angkot

juga mengeluh pada istri os, menurut mereka os menjadi sering marahmarah dan mengatakan mereka suka merebut penumpang os. Os juga
sempat bertengkar hebat dengan istrinya, os menuduh istrinya berselingkuh
karena saat os pulang ke rumah istri os tidak ada dirumah.
Os kemudian dibawa ke Rumah Sakit Dr. Ernaldi Bahar pada tanggal
10 Desember 2015 karena ibu Os merasa khawatir pada keadaan dan
perilaku anaknya yang mudah marah serta selalu curiga tersebut.
C

Riwayat Premorbid
Bayi

: Lahir spontan, cukup bulan


Anak-anak

D.

Remaja

: Mudah bergaul, termasuk anak yang berprestasi disekolah

Dewasa

: sesuai kondisi sekarang.

Riwayat Kondisi Medis Umum

E.

: Periang, suka membantu orang tua.

Riwayat trauma kapitis tidak ada


Riwayat asma tidak ada
Riwayat kejang tidak ada
Riwayat hipertensi tidak ada
Riwayat diabetes mellitus tidak ada
Riwayat alergi tidak ada
Riwayat konsumsi alkohol dan NAPZA tidak ada

Riwayat Pekerjaan
Os sempat bekerja sebagai satpam di Batam 3 tahun yang lalu,
kemudian berhenti karena os memutuskan pindah ke Palembang dan
sekarang os bekerja sebagai supir angkot

F.

Riwayat Pernikahan
Os sudah menikah

G.

Riwayat Sosial Ekonomi

Os tinggal bersama mertua, istri, dan anaknya. Kebutuhan rumah


tangga dipenuhi oleh Os, Os bekerja sebagai supir angkot. Kesan : ekonomi
menengah kebawah.
H.

Riwayat Keluarga
Riwayat keluarga dengan gejala penyakit yang sama pada keluarga Os
disangkal.

Os, 30 th

AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI


Wawancara dilakukan satu kali yaitu pada tanggal 10 Desember 2015 pukul
21.45 WIB di IGD RS. Dr. Ernaldi Bahar. Pada saat wawancara penderita dalam
keadaan tenang, penampilan penderita bersih dan rapi. Penderita mengenakan
baju kaos berwarna coklat dan celana jeans, penderita beralas kaki berupa sandal
jepit. Wawancara dilakukan penderita dan pemeriksa dengan cara duduk
berhadapan, wawancara dilakukan dalam bahasa palembang.

PEMERIKSA

PASIEN

INTERPRETASI

Malem Pak.

Iyo malem mbak (Os

(PSIKOPATOLOGI)
Sikap kooperatif

Pemeriksa

tersenyum menjawab spontan sambil


sambil menatap mata Os tersenyum, menatap mata

pemeriksa)
Namonyo siapo pak?
Andika mbak (Os
menatap pemeriksa)
Umurnyo berapo pak? Umur lah 30 tahun
Pak, saya Maya, dokter Oh dokter, iyo boleh
muda disini. Kito boleh dok (Os mengangguk
ngobrol-ngobrol bentar sambil
ye?
Bapak

tau

menatap

Perhatian adekuat
Kontak

fisik

mata (+) baik, verbal


(+)

Verbalisasi jelas

Cara bicara jelas

Orientasi

personal

baik
pemeriksa)
dak Dirumah sakit jiwa yo, Orientasi tempat baik

sekarang lagi dimano?

renaldi

bahar

apo

namonyo
Tau dak ngapo dibawak Ntah lah ibu aku makso Tilikan derajat 1
kesini?

pegi, dak dituruti dak


lemak pulo kito sebagai

anak ni.
Iyo jugo pak yee. Kalo Hari kamis ini dok. Biso Orientasi waktu baik
hari ini tau dak hari agek
apo?

be

dak

nanyo-

nanyonyo dok. Kasian


anak aku nak tedok
(ekspresi
tampak
menunjuk

wajah
malas,

os

sambil
anaknya

dikursi belakang)
Nah kito nak tanyo- Ibu aku itu dok. Dok Orientasi orang baik
tanyo dulu dikit lagi pak boleh aku pake kopiah
yo, gek baru tedokke aku yo. Kareno sebagai
anaknyo.

Itu

(+),

yang umat Islam kito harus

megang anaknyo siapo selalu mengingat Allah


pak? (Bertanya sambil S.W.T.

menunjuk ibu Os)


Iyo boleh, pakelah pak. Kalo masalah pribadi
Samo siapo pak tinggal cak itu maaf nian ibu
dirumah?

dokter, rasonya dak bener


kalo

nak

dijawab.

(ekspresi wajah os tibatiba

berubah,

tidak

suka

tampak

mendengar

pertanyaan pemeriksa)
Oh iyo maaf pak yo. Aii idak pulo dok,
Pak

kato

ibunyo sewajarnyo be kito ni

sekarang-sekarang
mulai

sering

ini marah. Yo kalo ado yang

marah- salah yo marah, kalo dak

marah pak yo? Ngapo ado yang salah ngapo nak


marah-marah pak?
marah.
Tapi
kato
ibunyo Itu wajar aku marah,
sempet

ado

ribut penumpang aku direbut

kemaren samo kawan- galo. Mano dak marah.


kawan

narik

angkot

pak?
Direbut cak mano pak Dak tau jugo aku, dari
penumpangnyo?

pangkal tu lah diambek


galo penumpang aku. Yo
kito

ni

nyari

harusnyo

duet
besaing

sehatlah yo.
Mungkin kebetulan be Aii mano ado pulo, tau
dak

penumpangnyo nian aku mereka tu cak

naek di angkot kawan mano.


bapak.
Iyolah pak yo. Oh iyo Tolong nian bu ye, apo
pak, kemaren kato ibu urusan pribadi aku dak
sempet

marah-marah biso

jawabnya.

Minta

Waham curiga

pulo dirumah? Ngapo maaf nian aku.


pak?
Yosudah dak ditanyo Kapan pulo dok aku

Halusinasi visual (-)

lagi

Halusinasi auditorik

pak

yo.

Bapak ngomong

dewek,
katonyo ado ngomong bukannyo aku gilo.
dewek, ngomong samo
siapo pak?
Dak ado samo sekali Dak katek dok.
galak tedenger suarosuaro cak bisikan kayak
itu pak?
Oh cak

itu,

kalo Katek jugo dok.

tejingok bayangan cak


itu ado dak pak?
Katek pak yee. Bapak Hhhaa
sekarang ngeraso lagi dok,

jangan
banyak

dikato
wong

cak ado yang nak jahatin ngincer aku ni. Wong


bapak dak?

megang daerah cak aku


ni

megang

daerah

mano pak?

wajar

kalo

diselesaike.
cak Yo

nak

semacem

premannyolah, tapi yo

dak pulo nak ditakutke.


Oh preman,lah lamo Yo cak itu, dak pulo aku
pak jadi preman?

nak

banyak

cerito.

Yosudah dok yo, cukup


sekian dan terimakasih.
Mungkin

dilain

waktu

ada perjumpaan lagi.


Nah nak kemano pak, Mohon maaf, pamit dulu
belum

selesai

nanyo-nanyonyo?

kito dok yo. (Os beranjak


dari

kursi

mengangkat

sambil
kedua

(-)

10

tangannya

keatas,

lalu

berjalan keluar menyapa


satpam diluar)

11

IKHTISAR DAN KESIMPULAN PEMERIKSAAN PASIKIATRI


(AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI)
KEADAAN UMUM
Kesadaran/Sensorium

: Compos mentis

Perhatian

: Ada

Sikap

: Kooperatif

Inisiatif

: Ada

Tingkah laku motorik

: Normoaktif

Karangan/Tulisan/Gambaran (bila ada lampirkan) : tidak dilakukan pemeriksaan


Ekspresi Fasial

: Wajar

Verbalisasi

: Jelas

Cara Bicara

Kontak Psikis

: Kontak Fisik

: Ada

Kontak Mata

: Ada

Kontak Verbal

: Ada

: Lancar

KEADAAN KHUSUS (SPESIFIK)


1. Keadaan Afektif

: Afek : Sesuai

2. Hidup Emosi

Mood : iritabel

Stabilitas

: Labil

Dalam-dangkal

: Normal

Pengendalian

: Tidak terkendali

Adekuat-inadekuat

: Adekuat

Echt-Unecht

: Echt

Skala Diferensiasi

: Normal

Einfuhlung

: tidak bisa diraba

Arus Emosi

: Cepat

rasakan
3. Kedaan dan Fungsi Intelek
Daya ingat

: Baik

Daya konsentrasi

: Adekuat

Orientasi

: Tempat

: Baik

Waktu

: Baik

Personal

: Baik

Luas Pengetauan umum dan Sekolah

: Sesuai taraf pendidikan

12

Discriminative Judgement

: Baik

Discriminative Insight

: Terganggu

Dugaan taraf intelegensi

: Rata-rata

Kemunduran intelektual (demensia, dsb) : Tidak ada


4. Kelainan Sensasi dan Persepsi
Ilusi

: Tidak ada

Halusinasi : Ada
5. Keadaan Proses Berpikir
Psikomotilitas

: Cepat

Mutu Proses Berpikir

: Terganggu

Arus Pikiran
Flight of ideas Ada

Inkoherensi

Tidak ada

Sirkumstansial Tidak ada

Tangensial

Tidak ada

Terhalang

Tidak ada

Terhambat

Tidak ada

Perseverasi

Tidak ada

Verbigerasi

Tidak ada

Pola sentral

Tidak ada

Rasa permusuhan/dendam

Ada

Waham

Ada

Fobia

Tidak ada

Hipokondria

Tidak

Isi Pikiran

Ada
Konfabulasi

Tidak ada

Perasaan Inferior Tidak ada

Banyak sedikit isi pikiran

Banyak

Perasaan berdosa/salah

Tidak
Ada

Pemilikan Pikiran
Obsesi

Tidak ada

Alienasi

Tidak ada

Bentuk Pikiran
Autistik/dereistik

Ada

Simbolik Tidak ada

Paralogik

Tidak ada

Simetrik Tidak ada

Konkritisasi

Tidak ada

Lain-lain Tidak ada

13

6. Keadaan Dorongan Instinktual dan Perbuatan


Abulia/Hipobulia

Tidak ada

Vagabondage Tidak ada

Stupor

Tidak ada

Pyromania

Tidak ada

Raptus/Impulsivitas

Tidak ada

Mannerisme

Tidak ada

Kegaduhan Umum

Tidak ada

Autisme

Tidak ada

Deviasi Seksual

Tidak ada

Logore

Ada

Ekopraksi

Tidak ada

Mutisme

Tidak ada

Ekolalia

Tidak ada

Lain-lainn

Tidak ada

7. Kecemasan (anxiety) yang terlihat secara nyata (overt) (ada, tidak ada)
Tidak ada
8. Reality Test Ability
Terganggu

14

PEMERIKSAAN LAIN-LAIN
1. Evaluasi psikologik (oleh Psikolog)

: Tidak dilakukan

2. Evaluasi sosial (oleh Ahli Pekerja Sosial)

: Tidak dilakukan

3. Evaluasi lain-lain

: Tidak dilakukan

(Bila ada hasilnya dilampirkan)

15

RESUME
I.

IDENTIFIKASI

Nama

: Tn. A

Umur

: 30 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Status Perkawinan

: Menikah

Suku/Bangsa

: Sumatera / Indonesia

Pendidikan

: Tamat SD

Pekerjaan

: Supir Angkot

Agama

: Islam

Alamat

: Jakabaring, Palembang

Datang ke RS

: Kamis, 10 Desember 2015

Cara ke RS

: Diantar oleh Ibu kandung

Tempat Pemeriksaan

: IGD RS. dr. Ernaldi Bahar


Tanggal 10 Desember 2015

II.

STATUS INTERNUS
1. Keadaan umum
2. Kesadaran
3. Tanda vital

: Tampak sakit sedang


: Compos mentis
: TD : 130/80 mmHg
N

: 108 x/menit

RR

: 20 x/menit

Temp : 36,80C
4. Kepala
5. Thorax

: Normocephali, conj. palpebra anemis (-), sklera


ikterik (-)
: Jantung : SI-SII normal, suara tambahan (-)

6. Abdomen

Paru
: vesikuler normal (+)
: Datar, lemas, nyeri epigastrium (-), BU (+)

7. Ekstremitas

normal, pembesaran hepar dan lien (-)


: Hangat, edema (-), sianosis (-)

16

III. STATUS NEUROLOGIKUS


1. GCS: 15
E : Membuka mata spontan (4)
V : Berbicara spontan (5)
M : Gerakan sesuai perintah (6)
2. Fungsi sensorik : Tidak terganggu
3. Fungsi motorik : Kekuatan otot
N
N

4.

N5
N5

tonus otot

5
5
Ekstrapiramidal sindrom :

Tidak ditemukan gejala ekstrapiramidal seperti tremor (-), bradikinesia (-),


dan rigiditas (-).
5. Refleks fisiologis : Normal
6. Refleks patologis : Tidak ditemukan reflex patologis.

17

IV.

STATUS PSIKIATRI
Sebab Utama

: Os sering mengamuk dan marah-marah tanpa


sebab sejak 3 hari yang lalu.

Keluhan Utama : Selalu curiga


Riwayat Perjalanan Penyakit

Sejak 3 tahun yang

Sejak 1 minggu

Sejak 3 hari yang

Os kemudian

lalu saat masih tinggal

yang lalu, os

lalu os mulai suka

dibawa ke

dibatam, os mulai

sempat bertengkar

marah-marah tanpa

Rumah Sakit Dr.

mengalami perubahan

dengan istrinya. Os

sebab. Os juga sama

Ernaldi Bahar

tingkah laku. Os mulai

menginginkan

sekali tidak tidur saat

pada tanggal 10

sering marah-marah

pindah dari rumah

malam hari, dan mulai

Desember 2015

dengan permasalahan

mertuanya, namun

kembali bicara sendiri

karena ibu Os

kecil. Os sering susah

istrinya tidak mau

seperti ada teman

merasa khawatir

tidur pada malam hari,

pindah karena

mengobrol. Teman-

pada keadaan

dan suka bicara sendiri

tidak mau

teman os sesama supir

dan perilaku

saat malam hari. Os

meninggalkan

angkot juga mengeluh

anaknya yang

juga suka mengaku ke

ibunya yang sudah

pada istri os, menurut

mudah marah

teman-temannya kalau

tua. Os merasa

mereka os menjadi

serta selalu

os adalah orang kaya

kalau mertuanya

sering marah-marah

curiga tersebut.

raya Keluarga sempat

tidak suka dengan

dan mengatakan

membawa os ke

os yang

mereka suka merebut

paranormal, dan

menumpang

penumpang os. Os

setelah berobat dari

dirumah

juga sempat

paranormal keluhan os

mertuanya karena

bertengkar hebat

menghilang. Takut

penghasilan os

dengan istrinya, os

keluhan os kembali

yang pas-pasan.

menuduh istrinya

berulang, os dan istri

berselingkuh karena

memutuskan untuk

saat os pulang ke

kembali pindah ke

rumah istri os tidak

palembang.

ada dirumah.

18

V.

RIWAYAT PREMORBID
Bayi

: Lahir spontan, cukup bulan


Anak-anak

VI.

: Periang, suka membantu orang tua.

Remaja

: Mudah bergaul, termasuk anak yang berprestasi disekolah

Dewasa

: sesuai kondisi sekarang.

RIWAYAT PERKEMBANGAN ORGANOBIOLOGIK


Tidak ditemukan faktor genetik gangguan kejiwaan.

VII. RIWAYAT PENDIDIKAN


Os sekolah tamatan Sekolah Dasar (SD).
VIII. RIWAYAT PEKERJAAN
Os sempat bekerja sebagai satpam di Batam 3 tahun yang lalu,
berhenti karena os memutuskan pindah ke Palembang dan sekarang os
bekerja sebagai supir angkot.
IX.

RIWAYAT SOSIAL EKONOMI


Os tinggal bersama mertua, istri, dan anaknya. Kebutuhan rumah
tangga dipenuhi oleh Os, Os bekerja sebagai supir angkot. Kesan : ekonomi
menengah kebawah.

X.

RIWAYAT KELUARGA
Riwayat keluarga dengan gejala penyakit yang sama pada keluarga Os
disangkal.

19

Os, 30 th
PSIKOPATOLOGI
I.

KEADAAN UMUM
Compos mentis, perhatian kuat, sikap kooperatif, kontak verbal (+),
fisik (+), mata (+), inisiatif ada, ekspresi wajah wajar, verbalisasi jelas,
bicara lancar.

II.

KEADAAN SPESIFIK

Keadaan Afektif

: Sesuai

Keadaan Emosi

Mood : Iritabel

: Labil, tidak terkendali, kedalaman

normal, echt, masih tidak bisa dirabarasakan, skala


diferensiasi normal, arus emosi cepat.

Keadaan dan Fungsi Intelektual

Daya

ingat,

konsentasi dan orientasi baik, Disscriminative judgement


baik, Disscriminative Insight terganggu, Kemunduran
intelektual tidak ada

Kelainan

Sensasi

dan

Persepsi

: Halusinasi ada, Ilusi tidak


ada.

20

Keadaan Proses Berfikir

Psikomotilitas cepat, mutu pikiran


terganggu, waham curiga.

Anxietas

: Tidak ada

RTA

: Terganggu dalam hal pikiran,


perasaan, dan perbuatan.
FORMULASI DIAGNOSTIK

Berdasarkan wawancara psikiatri didapatkan informasi bahwa penderita


seorang laki-laki berusia 30 tahun, asal Palembng, beragama islam, dengan
pendidikan terakhir SD, penderita merupakan seorang supir angkot. Penderita
dibawa ke RS. Dr. Ernaldi Bahar Palembang pada Kamis, 10 Desember 2015
dengan keluhan mengamuk dan sering marah-marah tanpa sebab sejak 3 hari
sebelum ke Rumah Sakit.
Penderita kooperatif dalam bercerita dan menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh pemeriksa, jika ada pertanyaan yang jawabannya tidak sesuai akan
dikoreksi keluarganya.
Suasana mood penderita iritabel dan afek sesuai. Selama pembicaraan
penderita bicara lancar, spontan, volume suara cukup, intonasi kadang meninggi
dan kadang normal, artikulasi jelas dan isi pembicaraan bisa dimengerti.
Gangguan persepsi berupa halusinasi ada dan ilusi disangkal. Isi pikiran
waham curiga. Dalam penilaian realitas pada penderita terganggu dalam hal
pikiran, perasaan, perbuatan, dan perilaku. Pada pemeriksaan fisik interna dan
pemeriksaan fisik lain tidak ditemukan adanya kelainan.
Dalam pertimbangan tilikan terhadap penyakit, termasuk tilikan derajat 1,
penderita tidak menyadari keadaan sakitnya. Selama wawancara psikiatri,
penjelasan yang diberikan penderita kurang bisa dipercaya.
Berdasarkan riwayat penderita, tidak ditemukan adanya kejadian yang
mencetuskan perubahan pola perilaku dan psikologis yang bermanifestasi
timbulnya gejala dan tanda klinis yang khas berkaitan dengan adanya gangguan

21

kejiwaan serta ditemukan adanya distres dan disabilitas ringan dalam kehidupan
sehari-hari.
Pada pemeriksaan status internus status dan neurologi tidak ditemukan
kelainan yang mengindikasikan adanya gangguan medis umum yang secara
fisiologi dapat menimbulkan disfungsi otak serta mengakibatkan gangguan
kejiwaan yang diderita selama ini. Dengan demikian, gangguan mental oganik
(F00 F09) dapat disingkirkan sebagai diagnosis.
Pada wawancara psikiatri tidak ditemukan penderita memiliki riwayat
minum-minuman beralkohol serta penderita tidak pernah mengkonsumsi obatobatan terlarang sehingga kemungkinan gangguan mental akibat zat psikoaktif
(F10 F19) juga dapat disingkirkan.
Pada diagnosis multiaksial aksis I ditemukan adanya halusinasi auditorik
serta gejala positif lainnya seperti waham curiga. Pada penderita ditemukan
bebagai gejala definitif adanya skizofrenia. Maka, diagnosis pada penderita ini
termasuk dalam F20.0 Skizofrenia Paranoid.
Pada diagnosis multiaksial aksis II tidak ada diagnosis.
Pada aksis III tidak ada diagnosa.
Pada aksis IV masalah berkaitan dengan masalah keluarga
Pada aksis V didapatkan Global Assessment of Functioning (GAF) Scale 6051 gejala sedang (moderate), disabilitas sedang.

22

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
Aksis I

: F 20.0 Skizofrenia paranoid

Aksis II

: Tidak ada diagnosis

Aksis III

: Tidak ada diagnosis

Aksis IV

: Masalah dengan keluarga

Aksis V

: GAF Scale 60-51


DIAGNOSIS DIFERENSIAL

1. F 20.5 Skizofrenia Residual


TERAPI
A. Psikofarmaka
1. Chlorpromazine (CPZ) dosis anjuran 150-600 mg/hari. Pada penderita
diberikan dosis 1 x 50 mg
2. Risperidon dosis anjuran 2-6 mg/hari. Pada penderita diberikan 2 x 1mg.
3. THP dosis rata-rata perhari terbagi dalam 2-3 kali sehari. Pada penderita
diberikan dosis 2x 1mg.
B. Psikoterapi
1. Terhadap penderita
a. Memberikan edukasi terhadap penderita agar memahami
gangguannya lebih lanjut, cara pengobatan dan penanganannya,
efek samping yang dapat muncul, pentingnya kepatuhan dan
keteraturan dalam minum obat.
b. Intervensi langsung dan dukungan untuk meningkatkan rasa
percaya diri individu, perbaikan fungsi sosial, dan pencapaian
kualitas hidup yang baik.
c. Memotivasi penderita agar tidak merasa putus asa dan semangat
dalam menjalani hidup.
2. Terhadap keluarga
a. Memberikan pendidikan tentang gangguan yang diderita Os,
termasuk gejala-gejalanya, perjalanan penyakit, pengobatan, dan
lain-lain.

23

b. Memberikan informasi dan memonitor efek pengobatan.


c. Meningkatkan komunikasi dan keterampilan pemecahan
masalah dalam keluarga.
d. Mondorong pasien dan keluarga untuk mengembangkan kontak
sosial.
C. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan Laboratorium Rutin (Darah Rutin dan Urin Rutin)
b. Rontgen Thorax
c. EEG
PROGNOSIS
a. Quo ad vitam

: dubia ad bonam

b. Quo ad sanasiam

: dubia ad bonam

c. Quo ad fungsionam

: dubia ad bonam