Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN TETAP

UTILITAS
PENGOPERASIAN BOILER

Disusun Oleh: Kelompok 2


Kelas 5 KD

Nama:
1. Maria Ulfa Srisundari
2. Maryama Nancy Hidayat
3. Mega Silvia
4. Millahi Nursyafaah
5. Muhammad Dody Afrilyana
6. Rena Nuryana
7. Rifa Nurjihanty

(061330401014)
(061330401015)
(061330401016)
(061330401017)
(061330401018)
(061330401019)
(061330401021)

Instruktur: Ibnu Hajar,S.T,M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
2015

PENGOPERASIAN BOILER

1. TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa dapat memahami pengoperasian boiler
Menentukan efesiensi boiler
Menghitung BHP
2. ALAT YANG DIGUNAKAN
Ember
Termometer dan stopwatch
Seperangkat rangkaian boiler
3. BAHAN YANG DIGUNAKAN
Air
Steam
4. DASAR TEORI
Sistem Kerja Boiler
Boiler berfungsi sebagai pesawat konversi energi yang mengkonversikan
energi kimia (potensial) dari bahan bakar menjadi energi panas. Boiler terdiri dari
dua komponen utama yaitu :
1. Dapur (furnace), sebagai alat untuk mengubah energi kimia menjad
energi panas.
2. Alat penguap (eveporator) yang mengubah energi pembakaran (energi
panas) menjadi energi potensial uap.
Kedua komponen tersebut di atas telah dapat untuk memungkinkan sebuah boiler
untuk berfungsi. Sedangkan komponen lainnya adalah :
1. Corong asap dengan sistem tarikan gas asapnya, memungkinkan dapur
berfungsi secara efektif.
2. Sistem perpipaan, seperti pipa api pada boiler pipa api, pipa air pad
boiler pipa air memungkinkan sistem penghantaran kalor yang efektif
antara nyala api atau gas panas dengan air boiler.
3. Sistem pemanas uap lanjut, sistem pemanas udara pembakaran serta
sistem pemanas air pengisi boiler berfungsi sebagai alat untuk menaikan
efisiensi boiler.
Agar sebuah boiler dapat beropersi dengan aman, maka perlu adanya
sistem pengamanan yang disebut apendasi.Sistem boiler terdiri dari sistem umpan,

sistem steam, dan sistem bahan bakar. Sisitem air umpan menyediakan air untuk
boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Sistem steam
mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan
melalui sistem pemipan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan
steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan.
Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan
bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang
digunakan dalam sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang
digunakan sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk diubah menjadi steam disebut air umpan.
Ada dua sumber air umpan: 1. Kondensat atau steam yang mengembun yang
mengembun ke proses. 2. Air make up (air baku yang sudah diolah) yang harus
diumpankan dari luar ruang boiler ke plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi
boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air
umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.
Untuk menjaga sistem kerja dan unjuk kerja boiler agar tetap baik dan
tahan lama, maka perlu dilakukan pengolahan air umpan boiler yang dapat
dijelaskan sebagai berikut :
Pengolahan Air Umpan Boiler
Memproduksi steam yang berkualitas tergantung pada pengolahan air yang
benar untuk mengendalikan kemurnian steam, endapan dan korosi. Sebuah boiler
merupakan bagian dari sistim boiler, yang menerima semua bahan pencemar dari
sistim didepannya. Kinerja boiler, efisiensi, dan umur layanan merupakan hasil
langsung dari pemilihan dan pengendalian air umpan yang digunakan dalam
boiler.
Jika air umpan masuk ke boiler, kenaikan suhu dan tekanan menyebabkan
komponen air memiliki sifat yang berbeda. Hampir semua komponen dalam air
umpan dalam keadaan terlarut. Walau demikian, dibawah kondisi panas dan
tekanan hampir seluruh komponen terlarut keluar dari larutan sebagai padatan

partikuat, kadang-kadang dalam bentuk Kristal dan pada waktu yang lain sebagai
bentuk amorph. Jika kelarutan komponen spesifik dalam air terlewati, maka akan
terjadi pembentukan kerak dan endapan. Air boiler harus cukup bebas dari
pembentukan endapan padat supaya terjadi perpindahan panas yang cepat dan
efisien dan harus tidak korosif terhadap logam boiler.
Proses Kerja Boiler
cairan dan menjalankan suatu mesin (commercial and industrial boilers),
atau membangkitkan energi listrik dengan merubah energi kalor menjadi energi
mekanik kemudian memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik
(power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan kedua sistem boiler
tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan
energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur
rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat
recovery boiler. Komponen-komponen dalam boiler, antara lain :
a. Furnace
Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa
bagian dari furnace diantaranya : refractory, ruang perapian, burner,
exhaust for flue gas, charge and discharge door.
b. Steam Drum
Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan
pembangkitan steam. Steam masih bersifat jenuh (saturated steam).
c. Superheater
Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim
melalui main steam pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau
menjalankan proses industri.
d. Air Heater
Komponen ini merupakan sebuah ruangan pemanas yang digunakan
untuk memanaskan udara luar yang diserap untuk meminimalisasi udara
yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku pembakaran.
e. Economizer
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk
memanaskan air dari air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya
maupun air umpan baru.
f. Safety Valve

Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan


dimana tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan
steam.
g. Blowdown Valve
Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan
yang berada di dalam pipa steam. (Aris Febriantaras Sense)
5. LANGKAH KERJA
a. Menyalakan boiler
Menyalakan aliran listrik (panel

utama, panel boiler dan saklar

darurat)
Memutar saklar kendali pompa air ke arah on
Membuka katup blow down untuk beberapa saat (5-10 detik) guna
membuang kerak yang mengendap di bagian bawah boiler. Memeriksa
permukaan air dari gelas pengamat supaya tidak dibawah batas
terendah, bila melewati pompa air harus menyala untuk mengisi boiler

sampai batas atas.


Bila sudah siap dan aman, memutar saklar pengendali blower dan
burner ke arah on. Menekan tombol yang menyala pada blower untuk

mengaktifkan blower dan burner.


Mengamati bahwa blower menyala lebih dahulu disusul burner 1 dan
burner 2. Bila blower dan burner mati dengan tiba-tiba. Memeriksa

lagi aliran bahan bakar solar.


Mengamati sampai tekanan didalam boiler tercapai sesuai yang
diinginkan (cocokan dengan pengetesan di kontrol tekanan) dan

pembakaran berhenti.
Menggunakan uap/steam yang dihasilkan atau dicoba dibuang dengan
membuka saluran ke unit pemakaina atau saluran pembuangan
sehingga tekanan dalam boiler turun sampai pembakaran mulai lagi

diinginkan (cocokan dengan pengesetan di kontrol tekanan)


Apabila kontrol tekanan tersebut bekerja dengan baik, boiler bisa
ditinggal beberapa waktu sampai unit proses selesai menggunakan.

b. Menghitung laju alir steam

Mengisi ember dengan aquadest sebanyak setengah dari volume

ember
Menimbang ember tersebut kemudian diletakkan dibawah saluran

pembuangan uap.
Penguapan dilakukan selama 2 menit dan setelah selesai mengukur

temperatur uapnya dan menimbang berat ember tersebut.


Menimbang berat ember kosong dan menghitung laju alir.

6. DATA PENGAMATAN
1. Waktu pengamatan
2. Volume solar yang terpakai
3. Jari-jari tangki penampung solar
4. Tinggi awal tangki penampung solar
5. Tinggi akhir tanki penampung solar
6. HHV
7. Suhu air umpan
8. Tekanan steam (gauge)
9. Suhu steam
10.
Entalpi steam pada tekanan 6 kg/cm2
11.
Entalpi air umpan pada suhu 25C
12.

Volume solar yang terpakai

13. Laju alir solar


volume solar yang terpakai
waktu pengamatan

: 72 menit
: 5,024 liter
: 40 cm
: 3,9 cm
: 38 cm
: 44775 kj/kg
: 25C
: 6 kg/cm2
: 135C
: 2756,162 kj/kg
: 104,89 kj/kg
r2 t
= 3,14 x (40 cm)2 x 1 cm
= 5024 cm3
= 5,024 liter
=

5,024 liter
72 menit

= 0,0697 L/menit
= 6,97 x 10-5 m3/menit
= (2756,162 104,89) kj/kg

14. Kalor laten

= 2651,272 kj/kg
15. Laju penggunaan steam

= laju alir x waktu


= 0,0667 kg/menit x 72 menit
= 48,024 kg

7. PERHITUNGAN
a. Perhitungan neraca energi yang diberikan solar
Q1
= laju alir x p solar x HHV solar x waktu
Dimana : Q1
= kalor yang dilepas dari pembakaran solar
HHV = 44775 kj/kg
Q1

= 6,97 x 10-5 m3/menit x 950 kg/m3 x 44775 kj/kg x

72 menit
= 213463,917 kj
b. Perhitungan energi yang diterima steam
Q2
= m x kalor laten
= 48,024 kg x 2651,2727 kj/kg
= 127324,68 kj
c. Perhitungan efisiensi boiler
Efesiensi

energi yang diterima steam (Q2)


energi yang diberikan solar(Q 1)

127324,68 kj
213463,917 kj

= 59,64 %

x 100%

x 100%

8. ANALISIS PERCOBAAN
Percobaan kali ini mengenai Pengoperasian Boiler. Tujuan pengoperasian
ini untuk menghitung efisiensi boiler. Sebelum pengoperasian dimulai, bahan
bakar dipanaskan trelebih dahulu dengan maksud agar minyak mudah dipisahkan
atau dibersihkan dari kotoran serta mencapai viskositas pengabutan yang
sempurna dan dengan suhu setinggi mungkin minyak dengan mudah dipompakan
sampai di pembakaran.
Dari proses pembakaran dihasilkan H2O. Air yang menyebabkan
perbedaan jumlah panas yang dihasilkan. Untuk dapat mencapai pembakaran
sempurna perbandingan jumlah minyak dan udara harus baik. Pengoperasian
boiler dilakukan untuk mengetahui laju alirnya yaitu sebesar 6,97 x 10 -5 m3/menit
dengan suhu steam 135 C. Dengan mengetahui laju alir, waktu pengamatan, dan
suhu diperoleh efisiensi boiler sebesar 59,64 %. Dari hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan bahwa boiler tersebut masih layak digunakan. Untuk meningkatkan
efisiensinya maka perlu dilakukan pembersihan bagian dalam boiler untuk
menghilangkan kerak, korosi, dll.
9.KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Efisiensi boiler sebesar 59,64 %
2. Laju alir solar 6,97 x 10 -5 m3/menit, suhu steam 135C, dan suhu air
umpan 25 C.
3. Hal- hal yang mempengaruhi efisiensi boiler adalah bahan bakar yang
digunakan, kualitas air umpan boiler, faktor pengotor, kondisi
boiler,dll.
11. DAFTAR PUSTAKA

Jobsheet.2015. Petunjuk Praktikum Utilitas. Politeknik Negeri Sriwijaya.


Palembang: POLSRI

Anda mungkin juga menyukai