Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

JULI 2014 | www.feb.ugm.ac.id/ebnews

EDISI #18

ISSN: 2087-5967

PREFACE
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas
karunia-Nya pada 12 Mei 2014 Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menerima anugerah akreditasi
dari badan akreditasi internasional, Association to Advance
Collegiate Schools of Business (AACSB International). EB News edisi
ini dipenuhi oleh semangat serta semarak kebahagiaan seluruh
civitas academica FEB UGM terhadap prestasi tersebut.
Setelah perjuangan dan penantian panjang selama delapan
tahun, fakultas tercinta kini membuktikan kualitas dan prestasinya
di kancah internasional. Prestasi ini bukanlah akhir dari perjuangan
kita, melainkan langkah baru dalam menata masa depan fakultas.
Semangat serta harapan untuk menjadi lebih baik lagi selalu
ditanamkan untuk masa depan cerah.
What’s Up FEB yang selalu mengulas berita terbaru di FEB
UGM kali ini menampilkan prestasi-prestasi membanggakan dari
mahasiswa FEB UGM. Tampil lain dari edisi-edisi sebelumnya,
khusus pada edisi kali ini Alumni Corner mengulas rubrik istimewa
yang berisi testimonial dari narasumber Faculty Advisory Board
mengenai akreditasi AACSB International yang telah diperoleh FEB
UGM.
News from Abroad yang selalu menarik untuk dibaca kini
disampaikan langsung dari Jepang oleh Aprilia Beta Suandi, S.E.,
M.Ec. Pengalaman serta kisah berharga yang dimilikinya semoga
dapat menginspirasi pembaca.
Semakin merentangakan jalinan kerja sama dengan universitas
di luar negeri, kerja sama terbaru FEB UGM dengan Universitas
ISCTE, Lisbon, Portugal diberitakan dalam rubrik Partnerships.
Selain itu, masih banyak rubrik lainnya seperti Lecturer’s Article
yang ditulis oleh Akhmad Akbar Susamto, M.Phil., Ph.D (Cand).

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id

Dengan semangat Akreditasi AACSB International, mudahmudahan segenap civitas academica semakin memberikan
kontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas. Bravo FEB!!
Teruskan perjuanganmu untuk masa depan bangsa!
Juli 2014

W: http://www.feb.ugm.ac.id

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D
Dekan

Penanggung Jawab

Pengarah

Tim Liputan

Muhammad Edhie Purnawan,
M.A., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Pengabdian Kepada Masyarakat,
Alumni dan Kerjasama)

Prof. Wihana Kirana Jaya,
M.Soc.Sc, Ph.D
(Dekan)

Aina Vidya Tama
Hestining Kurniastuti
Muhammad Ikhsan Brilianto
Farida Fathonah
Nadia Fitriani
Azka Azifa
Nela Navida

B.M. Purwanto, MBA., Ph.D
(Wakil dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt.
(Wakil Dekan Bidang Keuangan
Administrasi dan Sumber Daya
Manusia)
Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Perencanaan
dan Teknologi Informasi)

I

EB News JULI 2014

Teknologi Informasi
Muhammad Ali Faiq

Artistik
Nisita Putri Rahayu
Mario Rosario Wisnu Aji

17

Special Report
AACSB Accreditation

CONTENTS
What’s Up FEB
Economic Jazz Mengundang
Gitaris Ternama
Berbaur dalam International
Culture Festival

1

25

Lecturer’s Article

Akhmad Akbar Susanto. SE., M.Phil., Ph.D (Cand)

2

Buah Manis Perjuangan di
Kompetisi Internasional
S1

1

MAGISTER MANAJEMEN

5

MAGISTER EKONOMIKA
PEMBANGUNAN

8

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR

11

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

13

MAGISTER AKUNTANSI

15

Who’s Who

21

Advetorial

22

Partnership

23

Scholarship and Recruitment

24

Around Bulaksumur

33

FEB in Pictures

35

Unit News

36

Upcoming Event

37

Facilities

39

27

News from Abroad
Aprilia Beta Suandi, S.E.,M.Ec.

29

Alumni Corner
Testimoni tentang AACSB dan FEB UGM

31

Student Corner
Adhitia Dwi Saputra
EB News JULI 2014

II

WHAT’S UP FEB S1

Economic Jazz Mengundang
Gitaris Ternama

S

etelah sukses mengadakan acara
di penghujung tahun 2013 lalu
dengan Casiopea sebagai pengisi
acara, tahun ini Economic Jazz (Ejazz)
berhasil mengundang gitaris fussion
legendaris Lee Ritenour dan sahabatnya
Phil Perry pada vocal. Lebih dari itu,
kedatangan Lee Ritenour tidak sendiri
karena didampingi oleh putra semata
wayangnya, Westly Ritenour yang
bertugas memegang drum, Benjamin
Sepherd pada bas, Otmaro Ruiz pada
grand piano, dan Feed Screuders pada
gitar. Mereka berkolaborasi dengan
Michael Paulo, musisi saxophone, yang
sudah tiga kali mengisi acara Economic
Jazz. Hal ini menjadi kebanggaan bagi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM
karena dapat mengadakan acara ber-

1

EB News JULI 2014

taraf international dengan musisi-musisi hebat sepanjang masa.
Lee Ritenour yang sudah bermusik
sejak 16 tahun merupakan gitaris
terbesar di dunia untuk aliran jazz
fussion dan pemenang grammy
award pada tahun 1986 . Phil Perry
yang sudah mendapingi Lee sejak
1970 merupakan musisi dan former
grup soul The Montclairs. Pada
konser yang diselenggarakan di Grha
Sabha Pramana ini, mereka berduet
membawakan You Send Me, Perfect
Island, Night Rythms, Stone Flower, dan
Wes Bond.
Tidak hanya musisi dunia saja, Dr.
A. Tony Prasetiantono, M.Sc., selaku
promotor juga mengundang musisi jazz
lokal seperti
Monita
Tahalea dan
RAN. Monita
tampil
memukau
dengan
balutan
busana putih
menyanyikan
delapan lagu,
diantaranya
Kisah yang
Indah, I Love
you, Di Batas
Mimpi, dan

Jumpa Pertama. Sedangkan tiga pria
tampan; Rayi, Asta, dan Nino, tampil
enerjik membawakan sebelas lagu.
Beberapa diantaranya Hanya Untukmu,
Salah Tingkah, Hari Baru, Sepeda, Jadi
Gila, Kita Bisa, dan Pandangan Pertama.
Kesuksesan Economic Jazz merupakan buah kerja sama dengan berbagai
pihak seperti Bank Permata, Pertamina,
Astra Daihatsu Motor, Garuda, dan lainlain. Komisaris Bank Permata bahkan
menyampaikan akan terus mendukung
Ejazz ke depan. Tony pun optimis
bahwa Ejazz ke-20 mendatang akan
mampu mendatangkan Dave Koz yang
merupakan pemain saxophone dunia
dengan lagunya, You Make Me Smile
yang menjadi hits. [Azka]

S1 WHAT’S UP FEB
(Mahasiswa Ilmu Ekonomi 2011) mengharumkan nama FEB dengan berhasil memborong
juara. Gelar juara yang diraih yaitu the 3rd best
speaker oleh nama Nurul Wakhidah, the most
favorite speaker oleh Dyah Pritadjati, dan the
best team work.

Mahasiswa FEB
Meraih Juara di
Lomba Debat OJK

A

jang Lomba Debat yang diselenggarakan
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada
Selasa (3/6) di Hotel Aryaduta, Jakarta
menjadi pengalaman berharga bagi tiga mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Pasalnya, pada
lomba itu Nurul Wakhidah (Mahasiswa Ilmu
Ekonomi 2011), Dyah Pritadjati (Mahasiswa
Ilmu Ekonomi 2010), dan Setia Adi Nugraha

Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D.,
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Kolaborasi,
Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat,
yang juga sebagai dosen pembimbing hadir
dan membimbing langsung di Jakarta. Tim
UGM juga mendapatkan dukungan langsung
dari anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
FEB UGM yang pada waktu yang sama melakukan program kerja studi banding di universitas
dan institusi di Jakarta dan Bandung.
Lomba ini merupakan bagian dari sosialisasi otoritas yang baru berdiri di Indonesia
ini di kalangan mahasiswa. Dalam lomba
tersebut, Tim UGM berhadapan dengan Tim UI.
Debat dengan konsep modern ini mengangkat
masalah yang aktual tentang keberadaan OJK.
mengadakan hubungan kerja sama dengan
negara lain melalui berbagai program seperti
pertukaran pelajar maupun pengajar. Salah satu
sub organisasi yang berada dibawahnya, Global
Leadership Forum (GLF), yang beranggotakan
mahasiswa baik dari dalam maupun dari luar
negeri melakukan kegiatan bersama, salah
satunya ialah Cultural Immersion Day.

Berbaur dalam
International Cultural
Festival

F

akultas Ekonomika dan Bisnis Universitas
Gadjah Mada (FEB UGM) tidak hanya menjadi
tempat belajar, tapi juga berkumpul bagi
orang-orang dari berbagai latar belakang, baik
agama, budaya, ras, dan kebangsaan. Office
of International Affairs (OIA) bertugas untuk

Buah Manis Perjuangan
di Kompetisi Internasional

S

olBridge International School of
Business, Korea Selatan menjadi saksi
bisu kemenangan tim Indonesia yang
diwakili oleh Universitas Gadjah Mada (UGM)
dalam kompetisi Spring 2014 SolBridge Asian
Thought Leaders Case Competition (22-27/03)
silam. Adalah Yuliana, Tara Mahdiani, dan
Lay Monica Ratna Dewi, mahasiswi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM yang berhasil
menaklukan kasus bisnis yang diujikan dan
berhasil keluar sebagai juara pertama pada
ajang bergengsi tersebut. Prestasi yang mereka
raih ini berhasil mengharumkan nama bangsa
di kancah internasional.
Dalam kompetisi yang bertemakan
“Asian Company Growth Strategy in a Globally
Competitive Environment” tersebut, ke-32
peserta diharuskan memecahkan kasus bisnis

Cultural Immersion Day merupakan program
yang dibuat dengan maksud memperkenalkan
budaya Indonesia ke mahasiswa asing maupun
sebaliknya. Dengan demikian, akan tercipta
keselarasan antar budaya yang timbul akibat
interaksi antar mahasiswa. Hal ini juga merupakan
salah satu bentuk promosi budaya. Salah
satu acara dalam program tersebut adalah
International Cultural Festival (ICF) yang baru mulai
diselenggarakan tahun ini (26/5) silam. ICF tidak
semata-mata dilaksanakan untuk perkenalan
mengenai robotic vacuum cleaner LG Hombot.
Mereka harus memberikan analisis mengenai
cara-cara yang sebaiknya ditempuh oleh
LG agar produk besutannya tersebut dapat
mendobrak pasar internasional. Pasalnya,
produk unggulan LG tersebut saat ini masih
kalah bersaing.
Tim UGM mengusulkan agar LG melakukan
serangkaian market research terlebih dahulu
sebelum terjun ke pasar. Mereka juga
menekankan pentingnya promosi melalui
Korean Drama atau Korean Reality Show
untuk menarik konsumen internasional.
Tidak menyangka, pada akhirnya merekalah
yang dinobatkan sebagai pemenang. Usaha
keras mereka selama persiapan hingga
menjelang presentasi pada hari perlombaan
membuahkan hasil yang manis.
Monic dan Yuliana mengungkapkan bahwa
mereka juga memiliki kesempatan untuk
berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa
dari negara lain yang juga mengikuti kompetisi

Terdapat 10 mosi debat yang wajib dipelajari
oleh kedua tim yang kemudian dikerucutkan
menjadi dua mosi. Debat berlangsung panas
dan menarik karena semua pembicara dalam
tim bebas untuk melakukan sanggahan.
Tim UGM puas dengan prestasi yang
mereka raih. Anggota tim juga merasa sangat
beruntung sekali dapat mengikuti lomba ini
karena dapat bertemu langsung dan berdiskusi
dengan banyak tokoh terkemuka. Acara tersebut dibuka oleh Anggota Dewan Komisioner
OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono. Dewan juri
yang menilai antara lain, Prof. Adler Manurung,
Dr. Jerry M serta juri dari pihak OJK Dr. Djonieri.
Meraih beberapa predikat, tim berhak
membawa pulang trofi, sertifikat, dan uang
pembinaan. Tidak hanya itu, fakultas juga
memberikan apresiasi berupa uang pembinaan bagi tim. Hal ini merupakan komitmen
fakultas untuk menyebarkan semangat berprestasi di kalangan mahasiswa FEB. [ibe]
budaya saja, akan tetapi juga merupakan bentuk
penggalangan dana untuk bakti sosial.
Acara yang berlangsung di Plaza FEB UGM
dari sore hingga malam ini berjalan dengan
meriah. Dr. Rangga Almahendra, S.T.,M.M., manajer
OIA FEB UGM, memberikan sambutan sekaligus
membuka acara. Acara ini diramaikan oleh booth
dan penampilan dari mahasiswa Indonesia,
Perancis, Korea, Turkey, dan Jepang. Selain itu,
terdapat pula suguhan berupa Karawitan, Tari Saman, Tari Bali, dan orkestra yang dibawakan oleh
Gadjah Mada Chamber Ochestra (GMCO). Untuk
menfasilitasi peserta yang datang, tersedia pula
Food Bazaar di sepajang sisi plaza, “Puji syukur,
acara ini berlangsung lancar sekali,” ungkap
Cleossa Lydwina selaku ketua acara. Ia memiliki
harapan agar acara ini dapat diselenggarakan
kembali tahun depan dan melibatkan lebih
banyak negara. [Azka]
ini. Mereka bahkan melakukan tukar souvenir.
Keduanya juga mengaku tidak menyangka
sama sekali bila akhirnya mereka dapat
keluar sebagai pemenang dan mengalahkan
pesaing-pesaing lain yang sangat kompetitif.
“Kesenangan atas kemenangan hanya terasa
satu hari saja, tapi mendapatkan pengalaman
dan teman baru jauh lebih berharga dan
membahagiakan saat saya merefleksikannya
kembali,” ujar Monic.
Mengikuti kompetisi di ajang internasional
ini memberikan pengalaman berharga bagi
ketiganya. Bagi Monic, mengikuti kompetisi
juga berarti memiliki harapan untuk belajar
menghadapi ketakutan akan kegagalan.
Yuliana pun mengaku bahwa ia masih akan
terus berkompetisi karena ia mendapatkan
banyak hal di luar hal yang bisa ia dapatkan di
kelas. Prestasi yang mereka torehkan berhasil
menambah daftar catatan biru bagi FEB UGM.
Sekali lagi, selamat! [Nadia]

EB News JULI 2014

2

WHAT’S UP FEB S1

IMAGAMA
Wajah Baru Himpunan
Akuntansi
Kepengurusan IMAGAMA tahun ini
membawa suasana yang berbeda.
Mengusung nama “Embun Pagi”,
Edwin A. Indriantoro dan segenap
anggotanya bermaksud membawa
Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah
Mada (IMAGAMMA) sebagai organisasi
yang selalu ada, menggerakkan,
dan mengawali hari-hari mahasiswa
Akuntansi. Tujuan utamanya ialah
mengembangkan kemampuan baik
akademik maupun softskill. Oleh karena
itu, jumlah program kerja yang ada
dipangkas sepertiga agar mahasiswa
Akuntansi dapat fokus dalam

berkegiatan. “Kuantitas event bukan
perihal utama, melainkan kualitas,”
ungkap Edwin.
Salah satu program kerja yang baru
selesai dilaksanakan adalah Gadjah
Mada Accounting Days (GMAD). Program
ini terdiri dari beberapa acara. Acara
pertama dibuka dengan National
Seminar yang dihadiri oleh Wakil
Menteri Keuangan. Acara selanjutnya
adalah National Accounting Olympiad
yang dijuarai oleh Universitas Trisakti.
Jogja International Conference yang
berhasil mengundang beberapa

pembicara terkenal seperti staff ahli
Ganjar Pranowo, Imam Bashar Arafat
sebagai president of Islamic Affairs
Council of Maryland, Prof. Dr. Sara
Kaur sebagai Gill Executive Director
of AsiaEngage, dan Ersa Tri Wahyuni
sebagai Advisor Indonesian Institute of
Accuntants. Terakhir, Jogja Amazing
Race dan Gathering Night sukses
menutup acara. Edwin berharap
dengan beragam kegiatan yang ada,
IMAGAMA dapat memberikan nilai
tambah dan mempererat hubungan.
antar mahasiswa Akuntansi. [Azka]

HIMIESPA

Tingkatkan Komunikasi
Seiring Pertambahan Usia
Bertemakan Elegance in Simplicity,
suasana ulang tahun Ilmu Ekonomi
kali ini nampak berkelas. Tidak
seperti tahun sebelumnya yang
diselenggarakan sederhana di selasar,
kali ini panitia membawa konsep
berbeda dengan balutan busana
emas dan hitam. Acara ini merupakan
perayaan ulang tahun Ilmu Ekonomi
yang ke-33. Dihadiri oleh Ketua Jurusan
Ilmu Ekonomi, Prof. Tri Widodo, MEc.
Dev., Ph.D., dosen muda, Ryan Sanjaya,

S.E., M.I.Dec.,, dan dosen senior Dr.
Budiono Sri Handoko, M.A..
Dalam acara tersebut, Tri Widodo
berkesampatan menyampaikan
bahwa apapun program yang diambil
mahasiswa baik International Program
ataupun reguler sama-sama akan
mencetak ekonom di masa depan.
Beliau juga menyampaikan bahwa
yang perlu ditekankan adalah
bagaiamana mahasiswa Ilmu Ekonomi
dapat berkomunikasi dengan baik

karena perihal ilmu sudah tidak perlu
diragukan lagi. Ketua Himiespa sendiri,
Ibnu Thoriqul Aziz berkata, “Wadah
himpunan yang memang bercirikan
kekeluargaan, tak semestinya
mengesampingkan sikap sekaligus nilai
intelektualisme dalam tubuh Himiespa
(Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomired),” Oleh karena itu, kegiatan
yang mereka tekankah lebih kepada
pengembangan intelektual melalui
Departemen Kajian dan Intelektual.
[Azka]

IKAMMA

Himpunan Mahasiswa Jurusan
Terbaik se-Indonesia
“Menjadi himpunan mahasiswa
jurusan terbaik se-Indonesia,” tegas Ivan
ketika ditanya pertama kali berkaitan
dengan visi kepengurusannya. Cara
yang ditempuh beragam, yaitu
mengembangkan sumber daya manusia
terutama pengurus, menjunjung
tinggi profesionalisme, dan menjalin
hubungan dengan pihak eksternal.
Oleh karena itu, jurusan Manajemen
memiliki banyak sekali kegiatan karena
menurut Ivan dari kegiatan itulah
mahasiswa dapat belajar banyak hal.
Berkaitan dengan event-event yang
saling bertabrakan satu dengan yang
lain merupakan trade-off dari pilihan
itu sendiri.
3

EB News JULI 2014

Entrance merupakan kegiatan
yang baru saja selesai digarap oleh
anggota Ikatan Mahasiswa Manajemen
(IKAMMA). Kompetisi ini berupa lomba
amazing race dengan 30 peserta
dari dalam kota hingga Surabaya.
Selanjutnya, IKAMMA sedang sibuk
mempersiapkan Triple C; Career Day,
Charity Concert, dan Champion. Dengan
banyaknya kegiatan tersebut, Ivan
menyampaikan bahwa IKAMMA sangat
terbuka terhadap siapapun yang mau
berkerjasama dengan IKAMMA. Dengan
begitu, visi IKAMMA menjadi himpunan
mahasiswa jurusan terbaik se-Indonesia
dapat terwujud. [Azka]

WHAT’S UP FEB S1

SEF UGM
Menebar Kebaikan Melalui
Kelas Bahasa Arab
Kata siapa belajar bahasa itu harus
di bimbingan belajar dan merogoh
kocek yang tidak sedikit? Salah satu
mahasiswa semester dua jurusan Ilmu
Ekonomi, yakni Abdul Aziz dengan
senang hati membuka kelas bahasa
Arab secara gratis. Kelas dibuka
pada jeda kelas, pukul 12.30 sampai
13.30. Saat ini kelas itu telah memiliki
kurang lebih 15 siswa. Ketika ditanya
dari mana ide tersebut muncul, Aziz
menyampaikan bahwa ia mendapat
keinginan untuk berbagi itu selepas

BPPM EQUILIBRIUM
Bergerak Menebar
Edukasi
Badan Pers dan Penerbitan
Mahasiswa Equilibrium menjadi satusatunya wadah bagi mahasiswa S1 FEB
UGM untuk dapat menyuarakan suara.
Tidak sekadar berkaitan dengan isu
internal di FEB saja melalui EQ News
yang terbit 1 bulan sekali, organisasi
yang sering disebut EQ ini juga
membahas isu-isu eksternal melalui
majalah yang diterbitkan satu tahun
sekali. Februari lalu, EQ berhasil merilis
majalah yang ke-19 dengan judul
Menuju Landasan Temon. Di dalamnya,
dibahas tentang latar belakang
pendirian Bandara Kulon Progo,
tanggapan pemerintah, masyarakat
dan kontroversi yang ada. Tidak
sekadar berhasil menciptakan produk
karya tulis saja, EQ turut membantu
mengedukasi masyarakat melalui
kegiatan Equality (EQ Annual Event)
yang akan dilaksanakan bulan Oktober
nanti. Tema besarnya memadukan
fotografi dan jurnalistik. Penasaran?
[Azka]

kembali dari Temu Ilmiah Nasional
yang di selenggarakan oleh Forum
Silaturrahim Studi Ekonomi Islam
(FoSSEi) di Malang, Maret lalu. Ia
merasa memiliki tanggung jawab untuk
berbagi. Sebagai penerima juara I
pada Olimpiade Ekonomi Nasional, dia
bertekad untuk meluangkan waktu agar
dapat berbagi pada sesama. “Siapa saja
yang mau belajar bisa datang ke bilik
Sharia Ekonomi Forum (SEF) di lantai 3
sisi Barat,” ungkapnya. [Azka]

JMME

KMK

Muslim Economics Fair
2014

Bakti Sosial Bagi
Penyandang Cacat

Dalam rangka memberi corak
berbeda pada keriuhan suasana
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM,
Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi
(JMME) menyelenggarakan kegiatan
Muslim Economics Fair (MEF) 2014. Pada
tahun ketiganya, MEF telah berhasil
menyelenggarakan dua belas sub acara
dengan hanya 28 panitia saja. Diawali
dengan Pembukaan, Bazar, Talk Show
Muslimah, Talk Show Motivasi, Shariah
Entrepreneurship, Bedah Buku, Dialog
Aktivis, Tabligh Akbar, dan diakhiri
dengan Sarasehan serta penutupan.
Talk Show Muslimah mengundang
Peggy Melati Sukma sebagai penulis
dan Emeralda sebagai visualis
dakwah. Talk Show Motivasi berhasil
mengundang Saptuari, pemilik Kedai
Digital dan Akhi Rahman, founder akun
twitter man jaddwa wajada. Adapula
acara dialog aktivis yang dihadiri oleh
lembaga dakwah fakultas se-sosio
humaniora; Psikologi, Filsafat, dan Ilmu
Budaya. [Azka]

Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK)
tahun ini tidak sekadar memiliki visi
untuk mengharmoniskan hubungan
antar anggota dan meningkatkan
kompetensi dari anggota, namun juga
berbagi kepada masyarakat. Pada 27
Mei lalu, KMK baru saja mengadakan
bakti sosial di Panti Asuhan Hellen
Keller. Panti tersebut bukan sekadar
panti biasa karena menjadi rumah
bagi kurang lebih 15 anak penyandang
cacat. Dengan tema Be happy, be bright,
be you, KMK ingin berbagi kebahagiaan
walau dari hal kecil. Bersama dengan
sekitar 30 orang, KMK berhasil
melaksanakan acara tersebut. [Azka]

EB News JULI 2014

4

WHAT’S UP FEB MAGISTER MANAJEMEN

Diskusi Small Medium Enterprise
Bersama AAGSB UiTM

S

ebanyak 27 mahasiswa dan
satu dosen AAGSB Arshad Ayub
Graduate Business School
Universitas Teknologi Mara Malaysia
(AAGSB UiTM) mengunjungi kampus
Magister Manajemen Universitas Gadjah
Mada (MM UGM) Kampus Yogyakarta.
Kunjungan yang dilaksanakan Senin,
2 Juni 2014 lalu ini bertujuan untuk
diskusi dan sharing ilmu mengenai isu
terkini. Kedatangan tamu dari negeri

jiran ini disambut hangat langsung
oleh Direktur Program Studi MM UGM,
Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmesta
dan Kepala Bagian Office International
Affairs (OIA), Akhdy Prihantono.
Acara kunjungan AAGSB UiTM
diawali pukul 10.00 WIB dengan
sambutan dan diikuti dengan
pemaparan diskusi tentang “Small
Medium Enterprise (SME)” di Malaysia
oleh pihak AAGSB UiTM. Pada akhir

presentasi, Basu Swastha melakukan
pemaparan diskusi mengenai SME
yang ada di Indonesia, yang biasanya
dikenal dengan Usaha Kecil Menengah
(UKM). Acara kunjungan diakhiri pukul
11.30 WIB dengan foto bersama dan
serah terima cinderamata. Tak lupa
setelahnya, rombongan tamu AAGSB
UiTM pun melihat-melihat fasilitas
gedung MM UGM. [Nela]

M

enandai 10 tahun kemitraan
Rotterdam School of
Management, Erasmus
University (RSM) dan Magister
Manajemen Universitas Gadjah Mada
(MM UGM), gong trading ditabuh
oleh sekelompok bankir papan atas
Indonesia. Gong yang biasanya secara
tradisi digunakan untuk mengawali hari
perdagangan Euronext New York Stock
Exchange (NYSE) berdentum Kamis
(15/5) di Amsterdam pada perayaan
kerjasama penuh manfaat di antara
keduanya.

Dentum Gong Trading:

Perayaan 10 Tahun Kemitraan RSM

5

EB News JULI 2014

Masih dalam momen perayaan,
sekelompok bankir terkemuka
Indonesia menjelajahi negara-negara
Benelux untuk menghadiri sebuah
Program Wealth Management berskala
internasional, yang diselenggarakan
oleh RSM dan MM UGM yang juga
bekerjasama dengan Ikatan Bankir
Indonesia (IBI), Perhimpunan BankBank Umum Nasional (PERBANAS) dan
Asosiasi Bank Pembangunan Daerah
(ASBANDA). [Nela]

MAGISTER MANAJEMEN WHAT’S UP FEB

Sharing Session
Marketing Club:

Bicara Kiat Mengembangkan Bisnis

B

ulan Mei lalu, Marketing Club
dua kali mengisi agenda sharing
session Magister Manajemen
Universitas Gadjah Mada (MM UGM).
Dalam dua sesi, Marketing Club bicara
soal kiat-kiat mengembangkan bisnis.
Jumat (9/5), Marketing Club
mengusung tajuk “The Unoriginal
Bakpia”. Menghadirkan Tano
Nazogeaggi, pemilik Bakpia Pia.
Acara dilaksanakan di ruang kelas
405, gedung MM UGM. Bersama 50
mahasiswa yang turut hadir dalam
sesi berbagi ilmu bisnis ini, sharing
session berjalan secara interaktif dan
kondusif. Dalam penyampaian materi,
Tano mengupas pengalaman baik suka
maupun duka dalam mengembangkan
usahanya yang kini kian berkembang.

mengundang Kasfy Azis Utama. Pria
yang kerap disapa Tama ini merupakan
Creative Marketing Waroeng Group.
Dalam sesi sharing discussion kali ini,
Tama memaparkan sepak terjang
Waroeng Group dalam menjalankan
bisnisnya. Berbagai usaha pernah dijajal
oleh Waroeng Group, mulai dari bisnis
jual beli kamera bekas, usaha parcel,
susu segar, roti bakar, kentang, dan
kaos partai hingga akhirnya berlabuh
di usaha kuliner dengan mendirikan
Waroeng Steak and Shake.
Dalam paparannya, Tama pun
juga mengungkapkan mengenai basis

“spiritual company” yang kini sedang
digarap oleh Waroeng Group. Untuk
menuju spiritual company beberapa
program dilakukan oleh Waroeng
Group antara lain perilaku bebas
rokok, hafalan kitab suci Al Qur’an dan
Kajian Rutin untuk karyawan, “One
Day One Juz” untuk setiap gerai, dan
pelaksanaan ibadah sholat dhuha dan
sholat fardhu awal-waktu berjamaah.
Sedikit demi sedikit program-program
ini akan terus dikembangkan sehingga
suatu saat nanti Waroeng Group mampu
menjadi sebuah spiritual company.
[Nela]

Dalam kesempatan ini, beberapa
rekan Tano yang tergabung dalam
komunitas “Yogya Berdagang” pun
ikut hadir. Komunitas ini merupakan
perkumpulan pemuda yang telah
terjun ke dunia bisnis dan di dalamnya
mereka saling bekerja sama sehingga
informasi bisnis berjalan dinamis. Di
akhir acara sharing session, para peserta
pun masih bersemangat. Antusiasme
tidak padam karena diakhiri dengan
acara pembagian doorprize di sesi tanya
jawab.
Di lain hari, Jumat (23/5), Marketing
Club kembali menghadirkan sharing
session. Bertajuk “Go National with
Spiritual Company”, Marketing Club
EB News JULI 2014

6

WHAT’S UP FEB MAGISTER MANAJEMEN

Buah Manis Usaha
Mahasiswa MM UGM dalam Kompetisi
Master Journey in Management (MJM)

L

agi. Usaha enam mahasiswa
Magister Manajemen Universitas
Gadjah Mada (MM UGM )
menghasilkan buah yang manis.
Dalam kompetisi Master Journey
in Management (MJM) yang
diselenggarakan oleh Management
Research Center (MRC) Departement
of Management Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia (FEUI), MM
UGM berhasil memboyong dua juara,
yaitu dari tim The Hawk dan tim The
Researcher.
Setelah melaju dalam babak
7

EB News JULI 2014

final yang dilaksanakan Kamis
(17/4) di Auditorium FE UI, tim The
Researcher beranggotakan Yodi
Kharismanto, Rice Mutiarasari, dan
Rifqa berhasil menempati posisi juara
ketiga. Sementara itu tim The Hawk
beranggotakan Lisa Puspita, Putra Rizqi
Agung Usman, dan Very Marcus Manu
memboyong gelar juara harapan satu.
Kompetisi MJM ini bertujuan
untuk membangun ilmu manajemen
dari lingkungan akademisi agar dapat
diterapkan secara nyata dalam praktik
bisnis. Selain itu, kompetisi ini juga

memiliki tujuan untuk mencari gagasan
dan pemecahan masalah baru dari
proyek yang menjadi topik dari kegiatan
MJM. Kompetisi yang diikuti mahasiswa
pascasarjana dari seluruh Indonesia
ini pun turut melakukan diseminasi
dan diskusi tentang berbagai bidang
yang ditekuninya, khususnya di bidang
manajemen. Tak ketinggalan, kompetisi
MJM ini juga diselenggarakan guna
membangun jaringan antara akademisi
dengan mahasiswa dan para praktisi
manajemen di Indonesia. [Nela]

MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN WHAT’S UP FEB

Tasyakuran Dies Natalis Ke-19 Program
Studi MEP FEB UGM

P

rogram Studi MEP FEB UGM
merayakan ulang tahunnya
yang ke-19 pada 3 Juni silam.
Untuk memperingati hari lahirnya
ini, Program Studi MEP FEB UGM
menyelenggarakan acara tasyakuran.
Acara dimulai jam 12.00 WIB dan dibuka
dengan sambutan dari Prof. Lincolin
Arsyad, Ph.D., Ketua Pengelola Program
MEP FEB UGM.
“Ibarat seorang gadis, usia 19
adalah usai yang ranum, cantik, dan
banyak peminatnya,” ujar Lincolin
Arsyad. Sesuai tagline nya, Committed
to Development, Program Studi
MEP FEB UGM berusaha untuk turut
mengabdikan diri pada pembangunan
daerah. “Khusus tahun ini, acara dies
dilaksanakan secara sederhana tetapi

semoga tidak mengurangi arti milad
MEP,” tambahnya.
Acara tumpengan ini dihadiri
oleh segenap manajemen FEB UGM,
perwakilan dosen, perwakilan alumni,
perwakilan mahasiswa, pengelola dan
karyawan Program Studi. “Cikal bakal
Program MEP adalah pelatihan Kursus
Keuangan Daerah (KKD),” kata Prof.
Wihana Kirana Jaya, Ph.D., Dekan FEB
UGM, dalam sambutannya. Ini bermula
dari banyaknya minat peserta pelatihan
KKD yang ingin melanjutkan pendidikan
S2 dalam bidang pembangunan
daerah maka dibentuk Tim 6 yang
menindaklanjuti pembentukan Program
Studi MEP FEB UGM. Tim 6 ini terdiri
dari Prof. Dr. Insukindro, M.A., Prof. Dr.
Mardiasmo, M.B.A., Prof. Wihana Kirana

Jaya, Ph.D., Dr. Wahyu Widayat, M.Ec.,
Dr. B.M. Purwanto, M.B.A., dan Dr. Faried
Widjaya Mansoer, M.A..
“Untuk menjadi terkemuka
di Asia, kita harus punya evidence
based data dan juga mempunyai
inovasi,“ lanjutnya. Dijelaskan pula
bahwa Program Studi MEP juga
harus mempunyai kelas premium dan
research dashboard. Acara potong
tumpeng ini sendiri dilakukan oleh
Ketua Pengelola, Prof. Lincolin Arsyad,
Ph.D., didampingi oleh Sekretaris
Program Studi Bidang Administrasi
dan Keuangan, Bayu Sutikno, Ph.D..
Tumpeng lalu diserahkan kepada Dekan
FEB UGM, Prof. Wihana Kirana Jaya,
Ph.D. [Azka]

EB News JULI 2014

8

WHAT’S UP FEB MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN

Kunjungan Delegasi
Universitas Malaya

P

rogram Studi MEP FEB UGM
menerima kunjungan delegasi
Universitas Malaya dalam rangka
mempererat kerjasama antara UGM
dan Universitas Malaya (06/06). Dalam
kunjungannya, Universitas Malaya
mengirimkan tiga delegasi yang berasal
dari Fakultas Bina Alam Program Studi
Sarjana Estate Manajemen, yakni Prof.
Dr. Sr. Wan Nor Azriyati Wan Abd Aziz,
Dr. Zainur Nisham B. Musa dan Ainoriza
Mohd Aini. Delegasi yang dipimpin oleh
Prof. Dr. Sr. Wan Nor Azriyati Abd Aziz
ini diterima langsung oleh Pengelola
Program Studi MEP FEB UGM, Prof.
Lincolin Arsyad, Dr. Akhmad Makhfatih,
dan Bayu Sutikno, Ph.D.
Kegiatan kunjungan ini membahas
dan menjajaki kerja sama antara

9

EB News JULI 2014

dua program studi. Sebagai bentuk
dimulainya kerja sama, Universitas
Malaya akan mengirimkan sekitar 45
mahasiswanya pada bulan Agustus
nanti. Para mahasiswa tersebut akan
melakukan kajian dan diskusi mengenai
penilaian aset dan properti bersama
dengan mahasiswa, dosen, dan staf di
Program Studi MEP FEB UGM.
Prof. Dr. Sr. Wan Nor Azriyati Abd
Aziz menjelaskan bahwa dipilihnya
Program Studi MEP FEB UGM karena
konsentrasi Manajemen Aset dan
Penilaian Properti di MEP FEB UGM
memiliki kesamaan dengan program
studi mereka. “Sebagai salah satu
Daerah Istimewa di Indonesia, ternyata
kota Yogyakarta mempunyai daya tarik
tertentu terhadap bidang studi yang

mereka pelajari, yaitu pengelolaan
properti,” ujarnya. Selain itu, Wan
Nor Azriyati Abd Aziz menambahkan
bahwa para mahasiswa tertarik untuk
mengetahui tentang sistem penilaian
tanah, kepemilikan, dan pemanfaatan
tanah serta market property di kota
Yogyakarta.
Rencana kerja sama ini disambut
baik oleh Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D
selaku Ketua Program Studi MEP FEB
UGM. Selain membahas kerja sama,
pada kesempatan ini juga dilakukan
sharing dan tukar informasi mengenai
challenge dan opportunity dari masing
masing program studi. [Azka]

MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN WHAT’S UP FEB

Sarasehan Pengelola
Prodi Magister Ekonomika
Pembangunan Terapan

D

alam rangka pengembangan Prodi Magister Ekonomika Terapan
di Indonesia, Program MEP FEB
UGM menyelenggarakan Sarasehan
Pengelola Prodi Magister Ekonomika
Terapan. Penyelenggaraan Sarasehan
tersebut bertempat di kampus MEP
FEB UGM pada hari Jumat, 6 Juni 2014.
Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini
merupakan perwakilan dari universitas
yang memiliki prodi Magister Ekonomika Terapan di Indonesia. Sepuluh
prodi hadir dalam acara Sarasehan
Prodi Magister Ekonomika Terapan,
yang terdiri dari Universitas Indonesia
(UI), Universitas Diponegoro (UNDIP),
Universitas Cenderawasih (UNCEN),
Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Universitas Trisakti, Universitas
Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas
Mataram (UNRAM), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Pembangunan
Nasional Yogyakarta (UPN) dan. Kegitan
ini adalah salah satu bentuk tanggung
jawab dalam meningkatkan standar
kualitas pembelajaran yang baik di
Bidang Ekonomika Terapan.

Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D mengatakan bahwa era globalisasi dan
Masyarakat Ekonomi ASEAN akan
diberlakukan pada tahun 2015 sehingga
perguruan tinggi dituntut meningkatkan tenaga profesional yang berpengetahuan luas dan berintegritas tinggi.
“Persaingan saat ini, bukan antar prodi
di Indonesia melainkan dengan prodi
dari luar negeri,” imbuhnya. Merujuk
dari permasalahan tersebut, dengan
bertujuan untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia di Indonesia,
maka dibentuk Asosiasi Program
Magister Ekonomika Terapan (APMETI).
Asosiasi ini dibentuk untuk menyusun
strategi bagaimana meningkatkan
kualitas belajar mengajar di magister
ekonomi terapan. Selain itu, asosiasi
ini juga dibentuk agar dapat bersaing
dengan universitas internasional secara
global.

yaitu berbagi pengalaman dalam
pengelolaan prodi, transfer kredit antar
program studi, kuliah tamu, dan pengkajian kurikulum program studi. Selain
itu, juga akan terjadi pengembangan
jejaring kerjasama di tingkat nasional
dan internasional. [Azka]

Kegiatan Sarasehan tersebut
menghasilkan sebuah Deklasrasi Pembentukan Asosiasi Program Magister
Ekonomika Terapan (APMETI). Beberapa
manfaat dengan keberadaan APMETI,
EB News JULI 2014

10

WHAT’S UP FEB MAGISTER SAINS DAN DOKTOR

East Asia Policy Dialogue
Bersama Wakil Presiden
Sebagai inisiasi kerjasama dengan
Economic Research Institute for East
Asia (ERIA) dan Sekretariat Wakil
Presiden Republik Indonesia (Satwapres
RI), Program MSi-Doktor bekerjasama
dengan East Asia Policy Dialogue
Economic Research Institute for East Asia
(ERIA) dan Sekretariat Wakil Presiden RI
mengadakan dialog ber tema Leveling up
Indonesia’s Value Added. Para pembicara
adalah Prof. Iwan Jaya Aziz (Head
Office of Regional Economic, IADB),
Dr. Fukunari Kimura (Chief Economist
ERIA), dan tamu kehormatan, Wakil
Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr.
Boediono. Dialog ini dimoderatori oleh
Dr. Tony Prasetiantono dengan gayanya
yang menghibur namun intelek.
“Terdapat tiga well-proven
methods untuk menjaga stabilitas
perekonomian nasional: kebijakan
fiskal dan moneter yang penuh kehatihatian; sektor keuangan yang sehat;
dan utang pemerintah dan swasta yang
dikontrol,” jelas Boediono. Boediono lalu
menekankan bahwa bangsa Indonesia
harus terus meningkatkan kreativitas
guna menciptakan nilai tambah yang
berkelanjutan.Iwan jaya Azis berbicara
mengenai besarnya peran dan dampak
11

EB News JULI 2014

sektor keuangan bagi perekonomian
dunia. Aziz juga menyajikan data
pertumbuhan perdagangan internasional
di Asia. “Agar kompetitif, negara
memerlukan kebijakan yang mendukung
suasana berkompetisi dan produktif,”
ungkap Aziz. Fukunari Kimura
mengatakan bahwa daya saing dan nilai
tambah suatu negara dapat ditingkatkan
dengan partisipasi dalam jaringan

produksi internasional, sistem logistik
yang lebih baik, dan aglomerasi industri
yang efisien.
Di hari yang sama, Program MSiDoktor menyelenggarakan kuliah umum
yang diberikan oleh Dr. Lili Yan Ing
(peneliti ERIA), Prof. Dr. Ari Kuncoro
(Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia), dan Dr. Sjamsu Rahardja
(Senior Economist World Bank). [Nela]

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR WHAT’S UP FEB

Monitoring Mahasiswa MSi di IUJ dan Perluasan Kerjasama dengan
Rikkyo University, Kyoto University, dan Ritsumeikan University
Saat ini terdapat 15 mahasiswa Program Double Degree MSi yang sedang
belajar di International University of
Japan (IUJ). Kelimabelas mahasiswa
ini merupakan pegawai dari berbagai
kabupaten/kota di Provinsi Sumatera
Utara. Program ini dibiayai oleh APBD
Provinsi Sumut dan merupakan modifikasi dari tailor made curriculum yang
diinisiasi oleh Program MSi dengan
Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu
untuk mengintegrasikan aspek mikro
dengan aspek makro dalam public
finance.

Kunjungan ke Rikkyo University,
Kyoto University, dan Ritsumeikan University dilakukan dalam rangka memperluas
network Program MSi-Doktor di Jepang.
Perluasan network diperlukan mengingat di tahun 2014-2015 Pemprov Sumut
merencanakan untuk mengirimkan 35
pegawainya untuk mengikuti Program
Double Degree. Dengan Rikkyo University,
Program Double Degree akan meng-copymode program yang diselenggarakan dengan IUJ dan akan diperluas ke departemen
Manajemen. Dengan Kyoto University,

Program MSi-Doktor akan bekerjasama dalam
menyelenggarakan graduate students workshop dan kolokuium. Program MSi-Doktor
juga akan mengundang mahasiswa program
doktor di Kyoto University untuk mempresentasikan paper dalam kolokuium yang
diselenggarakan di November 2014. Dengan
Ritsumeikan University, Program Double
Degree akan diselenggarakan dengan desain
yang telah ada dengan IUJ. Di samping itu,
School of Economics Ritsumeikan University
juga menyambut baik usulan kerjasama dalam
bidang riset dan komunikasi hasil penelitian.

CEO Talk The Walk
Pengelolaan BUMN Telah Menyimpang dari UUD 1945

R

abu (21/5) CEO Talk The Walk
kembali hadir di FEB UGM.
Kegiatan yang berlangsung di
Auditorium BRI MSi ini menghadirkan
Presiden dan CEO PT Dahana, Dr. Fajar
Harry Sampurno Kuffal, MBA. PT Dahana
merupakan perusahaan di bawah

BUMN yang bergerak di bidang industri
bahan
peledak.
Sebelum
acara
berlangsung, para peserta CEO Talk The
Walk tercurahkan perhatiannya pada
bahan-bahan peledak yang ikut dibawa
Fajar pada kegiatan ini.

Acara CEO Talk The Walk
ini diawali dengan presentasi
mengenai PT Dahana dan
dilanjutkan dengan pemaparan
mengenai pengelolaan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) yang
telah menyimpang dari UUD
1945. “Sejauh ini pengelolaan
pengembangan BUMN
menyimpang dari tujuan awal
pendiriannya,” ujar Fajar. Dia
memaparkan bahwa seharusnya
kebijakan pengelolaan BUMN
seharusnya berdasarkan pasal
33 UUD 1945 yaitu bumi, air, dan
kekayaan alam yang menguasai
hidup orang banyak dikuasai
negara. Di akhir pemaparan
Fajar juga mengatakan bahwa
ke depannya diharapkan ada
kejelasan kebijakan yang
mengatur BUMN sehingga
tidak merugikan kesejahteraan
masyarakat. [Nela]

EB News JULI 2014

12

WHAT’S UP FEB PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

Kuliah Umum Mahasiswa
Pendidikan Profesi Akuntansi
FEB UGM

S

udah menjadi tradisi bagi
Pendidikan Profesi Akuntansi
(PPAk) Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM) menyelenggarakan Kuliah
Umum Bagi Mahasiswa Baru PPAk FEB
UGM. Kuliah umum mahasiswa baru
untuk Angkatan 28 ini diselenggarakan
di Auditorium BRI Gedung Magister
Sains dan Doktor Universitas Gadjah
Mada dan pada kesempatan tersebut
bertindak selaku pembicara adalah
Ahmad Baraba. Ia merupakan Komisaris
Independen Bank Jabar yang juga
merupakan alumni FEB UGM.
Kuliah Umum dihadiri oleh 130
mahasiswa baru PPAk dan dibuka
oleh Ketua Pengelola, Dr. Hardo
Basuki, M. Soc., Sc., CSA., Akt. Dalam
kuliah umum ini Achmad Baraba
menyampaikan materi “Peran Akuntan
dalam Penerapan Good Corporate
Governance (GCG-red)”. Ada 3 poin yang
disampaikan yaitu pengertian GCG,
profesi akuntan dalam kaitan dengan
penerapan GCG dan yang terakhir
adalah bahwa akuntan merupakan
salah satu komponen dalam
keberhasilan penerapan GCG.
Kuliah umum berjalan menarik
dilihat dari antusiasme peserta dalam
mengikuti acara tersebut dan dari
banyaknya pertanyaan yang diajukan.
Setelah pemaparan dari Ahmad Baraba
selesai, acara dilanjutkan dengan
penjelasan akademik yang disampaikan
oleh Kepala Bagian Akademik PPAk
FEB UGM Jufri, S.HI., M.Hum. Dalam
13

EB News JULI 2014

sesi ini disampaikan hak dan kewajiban
mahasiswa selama menempuh studi
di PPAk FEB UGM, misalnya hak cuti,
minimal kehadiran, sistem penilaian,
dan sebagainya. Acara kuliah umum
berlangsung sukses dan ditutup pada
pukul 12.15 WIB.
Membangun Good Corporate
Governance
Pendidikan PPAk FEB UGM
menyelenggarakan seminar dengan
tema ”Membangun Good Governance
Industri Jasa Keuangan Melalui
Penerapan Combined Assurance”.
Acara ini diselenggarakan pada hari
Jumat, 25 April 2014 dan diikuti
oleh 137 peserta di Auditorium BRI
Gedung Magister Sains dan Doktor
FEB UGM.
Seminar dibuka oleh Sekretaris
Pengelola Program PPAk FEB
UGM, Drs. Laurentius Suparwoto,
M.Sc., CMA.,CA., Ak. Hadir sebagai
pembicara Anis Baridwan, Deputi
Komisioner Bidang Audit Internal,
Manajemen Resiko dan Pengendalian
Kualitas (AIMRPK) dan Bayu
Kariastanto, selaku Direktorat
Pengendalian Kualitas Otoritas
Jasa Keuangan (OJK). Kedua
pembicara ini menyampaikan materi
diantaranya adalah Perkembangan
Konsep Combined Assurance,
Penerapan Combined Assurance
di OJK, Otoritas Jasa Keuangan
dan Peran Akuntan di Industri Jasa

Keuangan
Antusiasme peserta dalam seminar
ini cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh
banyaknya pertanyaan yang diajukan
yang meliputi peran OJK, independensi
OJK, karier di OJK, dan lain sebagainya.
Acara ini berjalan lancar sampai selesai
dan ditutup tepat pada pukul 11.30 WIB.
Pelatihan Magang Angkatan 27
Untuk mewujudkan PPAk FEB
UGM menjadi penyelenggara Program
Pendidikan Profesi Akuntansi
terkemuka, serta untuk menciptakan

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI WHAT’S UP FEB
lulusan yang unggul dan professional.
Oleh karena itu, diperlukan latihan
penerapan ilmu pengetahuan yang
didapat dibangku kuliah pada dunia
nyata (kerja), khususnya dunia
kerja akuntansi dan auditing. Hal ini
dimaksudkan agar setiap lulusan PPAk
FEB UGM betul-betul siap kerja dan
bersaing dalam dunia global.
Praktek Pemagangan Profesi
Akuntansi (P3A) merupakan sarana
yang tepat guna mewujudkan cita-cita
tersebut. Di samping sebagai sarana
pembelajaran dan pelatihan, P3A juga
menjadi sarana untuk mendapatkan
pelajaran dan pengalaman baru bagi
mahasiswa sebelum benar-benar terjun
ke dunia kerja sesungguhnya. Oleh
karena itu, dengan dilaksanakannya
program P3A, diharapkan lulusan
PPAk FEB UGM menjadi lulusan yang
berkualitas, unggul, dan mampu
menjadi solusi di dunia kerja.
Praktek Pemagangan Profesi
Akuntansi merupakan kegiatan
kurikuler yang diwajibkan bagi
seluruh mahasiswa Program PPAk FEB
UGM sebagai wahana pelatihan dan
sekaligus praktik bagi para mahasiswa
atas ilmu yang didapat di bangku
perkuliahan. Sebagai calon akuntan,
praktisi akuntansi dan auditing, para
mahasiswa diwajibkan mengikuti
kegiatan ini guna memperoleh
pengalaman langsung di lapangan.
Sehingga diharapkan mampu
memenuhi tuntutan persyaratan untuk
menjadi profesional di berbagai bidang,
khususnya bidang akuntansi dan
auditing. Tujuan pelatihan pemagangan
adalah sebagai berikut:

1. Memberikan latihan dan
bimbingan terhadap mahasiswa,
sehingga dapat menghasilkan
lulusan yang memiliki pengetahuan,
keterampilan, sikap dan nilai-nilai
sebagai profesional di bidang
Akuntansi.
2. Menghasilkan calon-calon praktisi
yang lebih peka terhadap sejumlah
permasalahan yang muncul di
lapangan.
3. Mendekatkan peranan dan
fungsi Program Pendidikan Profesi
Akuntansi FEB UGM dengan dunia
industri yang relevan
Sedangkan fungsi praktik
Pemagangan Profesi Akutansi adalah
sebagai berikut:
1. Merealisasikan Tri Dharma
Perguruan Tinggi
2. Mempersiapkan dasar-dasar
teoritis terhadap kenyataan dalam
bidang akuntansi dan auditing
3. Membina dan mengembangkan
nilai-nilai positif pada mahasiswa
Program Pendidikan Profesi
Akuntansi FEB UGM
Sebagai tahap awal kegiatan
magang, mahasiswa memulainya
dengan kegiatan pelatihan magang.
Pelatihan magang merupakan sarana
untuk mempersiapkan mahasiswa
yang akan mengikuti magang untuk
memiliki wawasan dan persiapan
yang cukup dalam mengikuti kegiatan
magang.
Kunjungan ke Universitas Indonesia
dan Lembaga Sertifikasi di Jakarta

(FEB UGM) melakukan Studi Banding di
Program Profesi Akuntansi dan Magister
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia (FE UI). Dalam studi banding
ini, rombongan Maksi terdiri atas Prof.
Dr. Gudono, MBA. dan Drs. Ahmad Jamli,
M.A. sebagai pimpinan rombongan
beserta 3 orang staf. Sedangkan
rombongan PPAk dipimpin oleh Drs.
Laurentius Suparwoto, M. Sc. bersama
dengan 5 orang staf. Rombongan PPAk
dan Maksi FEB UGM diterima oleh
Direktur Pengelola Program Profesi
dan Magister Akuntansi UI Dr.Gede
Hardja Wasistha, CMA beserta Sekretaris
Program, Rafika.
Tujuan studi banding ini adalah
untuk berdiskusi mengenai kurikulum
profesi yang baru serta model
pengelolaan Prodi Profesi Maksi UI
dari segi pengelolaan SDM, Keuangan,
Anggaran dan lain-lain. Setelah acara
selesai, rombongan Maksi bertolak
menuju Yogyakarta, sedangkan
rombongan PPAk meneruskan
perjalanan ke Yayasan Pengembangan
Internal Audit. Di hari berikutnya,
Rombongan PPAk mengunjungi
Lembaga Pengembangan Fraud
Auditing dan yang terakhir mengunjungi
Badan Penyelenggara Ujian Sertifikasi
Konsultan Pajak. Maksud kunjungan
ke lembaga-lembaga tersebut di atas
adalah untuk mendapatkan informasi
yang jelas mengenai ujian sertifikasi
yang diselengarakan serta menggali
kemungkinan potensi kerjasama
di waktu-waktu mendatang. Acara
kunjungan ini berlangsung sukses dan
rombongan bertolak di Yogyakarta pada
sore harinya. [Ibe]

Pada tanggal 14 – 15 April 2014,
Program PPAK dan Program Magister
Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
EB News JULI 2014

14

WHAT’S UP FEB MAGISTER AKUNTANSI

Pelepasan Wisudawan
Program Magister Akuntansi
FEB UGM Periode 24 April 2014

P

ada tanggal 24 April 2014
dilaksanakan pelepasan wisuda
Program Magister Akuntansi
(MAKSI) FEB UGM. Wisuda kali ini
diikuti oleh 32 lulusan, yakni 18 lulusan
pria dan 14 lulusan wanita. Tujuh
mahasiswa meraih predikat Cumlaude,
yaitu Agung Setio Utomo dengan IPK
3,98, Kholiq Hasyadi dengan IPK 3,95,
Ester Ayu H mempunyai IPK 3,89, Zul
Qadri A. Sadik dengan IPK 3,86, Ninuk
Sri Winarni dengan IPK 3,86, Sang Ayu
Putu Piastini Gunaasih dengan IPK
3,80, dan Solikhin dengan IPK 3,77.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh Wakil

15

EB News JULI 2014

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Prof. Dr. Slamet Sugiri, MBA., Ketua
Program Studi Magister Akuntansi
Prof. Gudono, MBA., Ph.D., CMA., Ak.,
Sekretaris Program Studi Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan oleh Dr.
Rusdi Akbar, M.Sc., CMA., Ak., Sekretaris
Program Studi Bidang Administrasi
dan Keuangan Dr. Ahmad Jamli, MA.
serta para karyawan Program Magister
Akuntansi dan pendamping wisuda.
Beberapa pidato disampaikan
pada pelepasan wisudawan
tersebut. Agung Setio Utomo sebagai
lulusan berpredikat Cumlaude

menyampaikan curahan rasa syukur
atas keberhasilannya dan temanteman menyelesaikan studi. Selain
itu, Prof. Gudono, MBA., Ph.D., CMA.,
Ak., Pimpinan Program MAKSI juga
menyampaikan harapan kepada
alumni untuk tetap menjaga nama baik
almamater dan tetap saling menjalin
komunikasi baik antar wisudawan
maupun dengan Program MAKSI FEB
UGM. Acara pelepasan wisuda ini
diakhiri dengan makan siang dan foto
bersama. [Ibe]

MAGISTER AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

Workshop Akuntansi Keuangan
Daerah Berbasis Akrual

P

rogram Magister Akuntansi
(MAKSI) Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada (FEB UGM) bekerja sama dengan
Pemerintah Kabupaten Manokwari
melaksanakan workshop di MAKSI
selama 20 hari. Workshop dengan tema
“Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis
Akrual” ini dilaksanakan mulai tanggal
12 Mei hingga 11 Juni 2014. Workshop
dibuka dengan sambutan dari Kepala
Dinas PPKAD Manokwari, Ferry Lukas,
S.H., dan Direktur Program MAKSI FEB
UGM, Prof. Gudono, MBA., Ph.D.,CMA.,
Ak.
Workshop diikuti oleh 10 peserta
dengan pembicara antara lain: Dr.
Rusdi Akbar M.Sc., CMA., Ak., Prof. Dr.
Abdul Halim, MBA., Arief Surya Irawan,

S.E., M.Com., Irwan Taufik Ritonga,
M.Bus., Ph.D., Mahfud Sholihin, M.Acc.,
Ph.D., Ahmad Amin, S.E., M.Sc, Rijadh
Djatu Winardi, S.E., M.Sc., Ahmad Zaki,
S.E. Workshop terbagi atas beberapa
sesi, yakni sesi teori, sesi praktik atau
latihan, sesi diskusi (sharing), dan
kunjungan lapangan.
Sesi kunjungan lapangan
dilaksanakan pada hari Senin, 9 Juni
2014 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan, Asset Daerah (DPPKA)
Provinsi DI Yogyakarta, dan hari
Selasa, 10 Juni 2014 di DPPKA Kab.
Sleman. Selama kunjungan ke DPPKA
Provinsi D.I. Yogyakarta, rombongan
diterima oleh Kepala Bidang Akuntansi,
Wiyos Santoso, S.E., M.Acc. yang juga
merupakan alumni MAKSI bersama

beberapa Staf Bidang Akuntansi.
Sedangkan, di DPPKA Kabupaten
Sleman, peserta diterima oleh Dra. Rini
Murti Lestari, M.M. (Kepala DPPKA Kab.
Sleman).
Selain diisi dengan diskusi tentang
penerapan sistem akuntansi akrual
di masing-masing SKPD, para peserta
juga sempat melihat langsung sistem
yang digunakan oleh DPPKA Provinsi
D.I. Yogyakarta. Penutupan workshop
dilaksanakan hari Rabu tanggal 11
Juni 2014 di Ruang Audio Visual FEB
UGM, acara tersebut dihadiri oleh
Prof. Dr. Abdul Halim, MBA., Arif Surya
Irawan, S.E., M.Com, Ferry Lukas, S.H.
(Kepala Dinas Pemerintah Kabupaten
Manokwari), dan segenap panitia
penyelenggara serta para peserta. [Ibe]

Pertemuan Mahasiswa STAR-BPKP
Angkatan I & II dengan Tim STAR-BPKP

T

im STAR beserta perwakilan
Asian Development Bank (ADB)
mengadakan kunjungan ke
Magister Akuntansi (MAKSI) FEB UGM
untuk melakukan monitoring dan
evaluasi kegiatan STAR-BPKP. Kegiatan
tersebut dilakukan pada tanggal 21
Mei 2014. Kunjungan kali ini terdiri atas
dua sesi, yaitu sesi pertemuan antara
Tim STAR dan Pengelola Program STAR
di MAKSI dan dilanjutkan dengan sesi
pertemuan dengan para mahasiswa
penerima beasiswa.
Sesi pertemuan antara Tim STAR
dan Pengelola Program STAR di MAKSI
dilaksanakan di ruang rapat MAKSI

dan dihadiri oleh Deeny Uli Rosa
Simanjuntak (Project Implementation
Officer ADB,) Wiwik Adianto (Konsultan),
Rina Basuki (Bagian Kontrak &
Kerjasama), Ario (Bagian Kurikulum)
dan dari pihak MAKSI diwakili oleh
Dian Asmara Djati, S.S. (Kepala Bagian
Admisi), Dr. Rusdi Akbar, M.Sc., CMA., Ak
(Sekretaris Prodi Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan), Dr. Ahmad Jamli, M.A.
(Sekretaris Prodi Bidang Keuangan dan
Umum).
Sementara itu, sesi pertemuan
dengan mahasiswa diselenggarakan
di Ruang Kertanegara FEB UGM
dan dihadiri oleh mahasiswa STAR

BPKP angkatan pertama sebanyak
35 mahasiswa dan 10 orang pada
angkatan kedua. Selama sesi diskusi
dengan mahasiswa, banyak masukanmasukan yang diberikan oleh para
mahasiswa kepada Tim STAR agar
pelaksanaan program ke depan dapat
berjalan dengan lebih baik dan lancar.
Tim STAR berharap semua mahasiswa
yang menerima beasiswa STAR BPKP
Batch 1 dan 2 dapat memanfaatkan
kesempatan belajarnya secara optimal
sehingga dapat meningkatkan kualitas
dan kinerja di instansi masing-masing.
[Ibe]

EB News JULI 2014

16

SPECIAL REPORT

SPECIAL REPORT - AACSB
INTERNATIONAL

17

EB News JULI 2014

SPECIAL REPORT

EB News JULI 2014

18

SPECIAL REPORT

Meraih Akreditasi
AACSB

M

elakukan hal yang belum pernah
dilakukan tidaklah mudah.
Begitu pula dengan perjuangan
16 tahun Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB
UGM) dalam usahanya memperoleh
pengakuan internasional melalui
akreditasi The Association to Advance
Collegiate Schools of Business (AACSB)
sejak 1999. Perjuangan itu akhirnya
berbuah manis pada 12 Mei 2014.
FEB UGM menjadi fakultas pertama di
Indonesia bersama dengan 711 fakultas
lain di seluruh dunia yang berhasil
mengantongi akreditasi itu.
Tidak dipungkiri bahwa FEB UGM
sempat pesimis dan keinginan untuk
mundur dari perjuangan meraih AACSB.
Perjuangan tersebut terjal dan terdapat
pula kesulitan dalam memenuhi syaratsyarat yang ditetapkan oleh AACSB.
Selain itu, investasi yang dikeluarkan
pun tidak sedikit. Tantangan perubahan
badan hukum perguruan tinggi dari
Badan Hukum Milik Negara (BHMN)
menjadi Badan Layanan Umum (BLU)
juga dihadapi. Akan tetapi, terbayar
sudah perjuangan panjang tersebut.
Akreditasi AACSB merupakan prestasi
yang luar biasa. Sebuah platform
akreditasi yang diimpi-impikan oleh
19

EB News JULI 2014

hampir seluruh sekolah bisnis di
dunia. Akreditasi tersebut merupakan
akreditasi sekolah bisnis paling unggul
dibandingkan akreditasi lain seperti
Triple Crown dan Equis. Jika ditanya
mengenai kualitas, maka tidak perlu
diragukan lagi bahwa FEB UGM telah
memenuhi Global Competitiveness
Standard.
Apa itu AACSB?
AACSB International merupakan
asosiasi pendidikan dan bisnis
yang berangotakan lebih dari 1.400
organisasi di seluruh dunia. Berkantor
pusat di Tampa, Florida, USA, organisasi
menawarkan akreditasi bagi badan
atau institusi yang memberikan gelar
sarjana, master, hingga doktor dalam
bidang bisnis dan akuntansi. Dari 15.727
anggota AACSB di seluruh dunia, hanya
5% yang terakreditasi, dan FEB UGM
menjadi pelopor di Indonesia.
Sedikitnya organisasasi yang
berhasil memperoleh akreditasi AACSB
karena proses dan kualifikasi ketat yang
diterapkan. Sejak tahun 2006, ketika
FEB bergabung menjadi anggota AACSB,
16 tahapan untuk mencapai akreditasi
harus dilalui dan akhirnya berhasil

terpenuhi hingga 2013. Keenambelas
tahapan tersebut antara lain: AACSB
Membership, Pre-Accreditation Eligibility
Application Submission, Eligibility
Application Accepted, Accreditation Plan
Submission, Accreditation Plan Accepted
by PAC and IAC, Assurance of Learning
Workshop, Progress Report Submission
to IAC to review (year 1), Progress Report
Submission to IAC to review (year 2),
Mentor visit by Michael Tearney & Eileen
Peacock, Progress Report Submission
to IAC to review (year 3), Assurance of
Learning Workshop, Invitation by IAC
to submit SER and confirm PRT visit,
Submission of the Self-Evaluation Report,
AACSB Peer Review Team visit. Setelah
proses tersebut berhasil dilalui, evaluasi
rutin pun tetap dilakukan.
Perjuangan Panjang
Komitmen dan kerja keras secara
kontinyu merupakan kunci dari
keberhasilan ini. Diawali oleh Prof. Dr.
Bambang Sudibyo, MBA. berangkat
ke Perancis dan mengunjungi Kantor
Pusat AACSB yang mendorong Prof.
Ainun Na’im, MBA., Ph.D. menginisiasi
untuk mendaftarkan FEB UGM
menjadi anggota AACSB, kemudian

SPECIAL REPORT
beliau menjadi Wakil Rektor UGM dan
dilanjutkan oleh Prof. Dr. Lincolin Arsyad
M.Sc. Untuk memperoleh akreditasi
AACSB terdapat 21 Standar yang harus
dipenuhi. Standar tersebut terbagi
dalam konsentrasi Manajemen Stratejik,
Partisipasi, dan Kurikulum. Tidak ada
yang luput dari penilaian standar
evaluasi dari pengajar, mahasiswa,
hingga karyawan. Menyatukan visi
segenap komponen fakultas untuk
berjuang bersama serta bekerja
keras untuk meraih akreditas AACSB
tidaklah mudah. Perlu keterlibatan
dengan segala pihak, termasuk pihak
lain seperti perusahaan, industri,
dan organisasi pendidikan lain yang
berkaitan.
Selanjutnya, Prof. Marwan Asri,
MBA., Ph.D menggantikan Prof.
Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc. sebagai
dekan. Di periodenya, segala upaya
terus dikerahkan untuk memenuhi
persyaratan-persyaratan yang tidak
mudah. FEB UGM menunjuk mentor
untuk memandu dalam memenuhi
persyaratan-persyaratan AACSB. Pada
periodenya juga dibangun sarana
pendidikan baru di FEB UGM yang
sangat monumental, yaitu Pertamina
Tower. Gedung ini sangat menunjang
proses perbaikan infrastruktur dan
proses belajar mengajar di FEB UGM.
Kemudian barulah ketika Prof.
Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D
menjadi dekan hingga saat ini, AACSB
yang dimimpikan tersebut dapat diraih.

Pada bulan Maret 2014 AACSB Peer
Review Team datang ke Yogyakarta
dan Jakarta untuk meninjau secara
langsung kualitas FEB UGM. Kerja keras
pun terbayar lunas. Akhirnya, FEB UGM
mendapatkan akreditasi AACSB.
Wihana menyampaikan, ditengahtengah kesempatan pada acara
syukuran AACSB, perlunya dukungan
dari pemerintah melihat akreditasi
ini tidak terbilang murah. FEB UGM
harus dapat menjamin kualitas dosen,
karyawan, dan tentunya fasilitas untuk
dapat memberikan layanan terbaik bagi
mahasiswa, “Masalahnya kampus ini
bukan kampus swasta, tapi negeri yang
merupakan tanggung jawab pemerintah
juga,” tegasnya.
Dampak dan Usaha
Peningkatan Kualitas
Setelah merayakan
euforia dalam
memperoleh akreditasi
ini, FEB UGM dituntut
untuk terus menjaga
dan meningkatkan
pelayanannya. Salah
satu persyaratan yang
harus dipenuhi adalah
berkaitan dengan
kualitas pengajar
atau dosen. Dosen
haruslah pengajar yang
Academically Qualified
dan memberikan
kontribusi intelektual
melalui jurnal yang
dipublikasikan secara
internasional. Dengan
adanya persyaratan
tersebut, dosen
dituntut untuk tidak
sekadar mengajar saja,

melainkan juga mengadakan penelitian
dan riset untuk menghasilkan karya
tulis. “Hal ini akan berdampak secara
langsung kepada mahasiswa karena
dosen akan memberikan materi tidak
sebatas textbook saja,” ungkap Prof. Dr.
Indra Wijaya Kusuma, MBA, CMA selaku
manajer pengelola AACSB.
Selain itu, karyawan juga akan
terkena imbas dengan adanya
mobilisasi dan pertukaran pelajar
sehingga dituntut untuk bekerja
secara profesional. Bagi mahasiswa,
kesempatan untuk going global melalui
konferensi atau pertukaran pelajar
pun semakin lebar karena banyaknya
perguruan tinggi yang mengajak untuk
bekerja sama. Hingga saat ini Office
of International Affairs (OIA) FEB UGM
sudah kewalahan menanggapi ajakan
kerja sama yang masuk. Terlebih
lagi, lulusan dari sekolah yang sudah
terakreditasi oleh AACSB memiliki
kesempatan yang lebih luas dan
dipercaya oleh perusahaan-perusahaan
nasional maupun internasional
karena menimba ilmu di tempat yang
kualitasnya terjamin. Dunia bisnis
internasional tidak ragu lagi memilih
tenaga professional lulusan FEB UGM
karena sudah berstandar internasional.
Proses akreditasi AACSB belum
berhenti. Masih ada pekerjaan rumah
yang harus disadari oleh semua pihak.
Gelar AACSB ini tidak lantas membuat
FEB UGM jumawa, akan tetapi hal ini
menjadi tantangan baru bagi semua
pihak untuk mempertahakan gelar
akreditasi ini. Semua pihak harus
benar-benar memenuhi standar ketika
mengajukan AACSB di kehidupan nyata.
[Azka & Ibe]

EB News JULI 2014

20

WHO’S WHO

Muhammad Ansor

Bekerja untuk Kebaikan

P

ria paruh baya itu berjalan pelan
sambil memanggul tas hitam
selempangnya. Di tangan kirinya
tergenggam beberapa amplop cokelat
berisi surat yang akan diantarkannya.
Adalah Muhammad Ansor, karyawan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)
yang kesehariannya bekerja di Bagian
Umum, Perlengkapan, dan Keuangan
untuk mengantarkan surat.
Ansor sendiri telah mengabdi
pada fakultas sejak 1996 di bagian
umum. Selama bekerja itu pula, ia
telah beberapa kali mengalami rotasi
di berbagai bagian yang berbeda.
Terakhir, ia diberikan amanah untuk
bertugas mengantarkan surat ke
berbagai institusi, baik di dalam UGM
maupun di luar UGM.
Ketika ditanya apakah ia
menyenangi pekerjaannya, Ansor
menjawab dengan yakin bahwa ia
merasa puas. Ia menjadi tahu keadaan
sekeliling. Selain itu, pergaulannya
juga bertambah luas. Meski demikian,
seperti dua sisi mata uang, terkadang
Ansor juga menghadapi beberapa
permasalahan dalam melakoni
pekerjaannya. Misalkan saat harus
antri berjam-jam untuk menyelesaikan
administrasi.
21

EB News JULI 2014

Namun demikian, bagi Ansor,
berbagai masalah itu tidak menjadi
kendala yang berarti. Ia tetap merasa
bersyukur atas pekerjaannya. “Semua
itu berawal dari niat supaya tidak
patah semangat,” tuturnya kepada Tim
EBNews. Ansor melakoni pekerjaannya
dengan profesional untuk kebaikan
pekerjaan itu sendiri. Ia tidak ingin
mengecewakan orang-orang yang ada
di sekitarnya, yakni atasan, rekan kerja,
apalagi keluarganya.
Penobatan dirinya sebagai
karyawan berprestasi, baik di tingkat
fakultas maupun universitas tidak
menjadikannya tinggi hati. Ia tidak
menyangka bahwa predikat tersebut
disematkan kepadanya. Dengan tersipu,
Ansor mengungkapkan pendapatnya
mengenai hal itu, “ Saya tidak
menyangka mendapat penghargaan.
Saya sangat bersyukur. Ketika bekerja
yang penting all out.”
Bagi Ansor, bekerja adalah untuk
ibadah dan kebaikan pekerjaan itu
sendiri. Ansor tidak pernah merasakan
kejenuhan dalam bekerja. Hal tersebut
terjadi karena ia selalu mengingat
kembali niatnya untuk bekerja. Niat
tersebut selalu ada karena kebaikan.
[Nadia]

Penobatan dirinya
sebagai karyawan
berprestasi, baik di
tingkat fakultas maupun
universitas tidak
menjadikannya tinggi
hati.

ADVETORIAL

Berkompetisi adalah
Pengalaman Berharga
Bagi Yuliana, kompetisi yang ia ikuti di Korea ini
memberikan pengalaman yang tidak tergantikan.

P

restasi gemilang di kancah
kompetisi internasional menjadi
kebanggaan abadi yang tidak
mudah dilupakan begitu saja. Yuliana,
mahasiswi International Undergraduate
Program (IUP) di Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), berhasil
mengharumkan nama fakultas, juga
universitas pada kompetisi business
case tingkat internasional, Spring 2014
SolBridge Asian Thought Leaders Case
Competition.
Ketertarikan Yuliana untuk
mengikuti kompetisi bertaraf internasional pada awalnya muncul karena ia
memiliki kewajiban untuk melakukan
international exposure sebagai mahasiswa IUP. Ia memilih untuk mengikuti
kompetisi karena hal itu tidak mengharuskannya mengeluarkan biaya yang
terlalu banyak. Gadis Solo ini pun tidak
menyangka bahwa ia dan tim berhasil
meraih kemenangan di ajang tersebut.
Ini pun baru kali keduanya mengikuti
ajang kompetisi sejenis di tingkat
internasional.

Yuliana bercerita kepada Tim EBNews bahwa ia dan tim hanya memiliki
waktu efektif selama 24 jam untuk
mengerjakan kasus bisnis yang diberikan. Sebelum tiba di Korea, mereka
memiliki waktu yang sangat terbatas
pula. Mereka harus bertemu setiap
hari demi mempersiapkan diri dengan
maksimal. Kesibukan masing-masing
anggota tim membuat mereka kesulitan
menemukan waktu yang tepat untuk
berkumpul. “Persiapan lombanya
berat. Setiap hari harus membagi waktu
antara kuliah, tugas, dan persiapan,”
tuturnya.
Ajang ini tentunya mengumpulkan
berbagai tim yang tidak bisa dianggap
remeh dari berbagai universitas ternama di dunia. Yuliana dan kawan-kawan
pun merasakan hal itu. Kompetisi ini begitu ketat. Mahasiswa-mahasiswa lain
yang menjadi lawan mereka pun tidak
ada yang bisa diremehkan. Yuliana berkata, “Peserta lain menunjukkan ambisi
yang sangat tinggi.” Namun, mereka
tidak berkecil hati dan justru menjadikan hal itu sebagai pemicu. Kerja keras

mereka pun membuahkan hasil yang
memuaskan.
Bagi Yuliana, kompetisi yang ia ikuti
di Korea ini memberikan pengalaman
yang tidak tergantikan. Kultur Asia yang
kental menjadikannya dapat bergaul
dengan kompetitor-kompetitor dari
negara lain. Tidak ada yang merasa bahwa lawan di kompetisi harus dianggap
seterusnya sebagai lawan. Hal ini tidak
ia rasakan ketika ia mengikuti kompetisi
sejenis di Belanda. “Kami juga saling
bertukar souvenir,” tambahnya.
Yuliana pun mengaku bahwa ia
masih sangat penasaran sehingga ia
berniat untuk terus mengikuti lomba
sejenis. Karena ia memiliki minat yang
tinggi pada business case, maka ia
memilih mengikuti lomba yang sesuai
dengan minatnya tersebut. Pengalaman
selama berkompetisi pun sangat berharga baginya. Sehingga, ia tidak ingin
berhenti. “Pengalaman seperti ini bukan hal yang bisa didapatkan di bangku
kuliah. Dengan pernah keluar (ke luar
negeri-red), jadi memiliki benchmark
yang lebih tinggi,” ujarnya. [Nadia]

EB News JULI 2014

22

PARTNERSHIP

Komitmen FEB UGM Kembangkan
Perbankan Syariah

Sektor perbankan syariah yang
semakin menggeliat di Indonesia
tampaknya kian memantapkan
komitmen Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada (FEB UGM) untuk turut serta
mengembangkan perbankan syariah.
Pada hari Jumat (9/05) FEB UGM
menggandeng tujuh perbankan
syariah, yakni PT. Bank Syariah Mandiri,
PT. Bank BNI Syariah, PT. Bank BRI
Syariah, PT. Bank Muamalat Indonesia,
Tbk, PT. Bank Mega Syariah, PT. Bank
Permata Syariah dan PT. Bank CIMB
Niaga. Kerja sama ini ditunjukan untuk
mengembangkan perbankan syariah
pada bidang akademik maupun praktek

pengelolaan perbankan syariah di
lndonesia.
Acara penandatanganan Perjanjian
Kerja Sama (PKS) dihadiri oleh
perwakilan masing-masing perbankan
syariah. Direksi PT Bank Mandiri
Syariah, Achmad Syamsudin hadir
dalam sesi penandatanganan (Direksi
dari perbankan syariah lainnya akan
melakukan tanda tangan di tempat
terpisah). Sedangkan pihak FEB UGM
sendiri diwakili oleh Prof. Wihana Kirana
Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D selaku dekan.
Dengan ditandatanganinya PKS
FEB UGM dengan ketujuh bank syariah,
kesempatan mahasiswa program S1,
S2, dan S3 untuk melakukan internship

di perbankan syariah semakin terbuka
lebar. Bahkan, beasiswa berupa SPP,
hadiah, dan hibah juga ditawarkan bagi
mahasiswa. Penyelenggaraan Pelatihan
Perbankan Syariah dalam bidang
manajemen, keuangan, dan akuntansi
tentunya akan sering dilakukan di FEB
UGM. Sementara itu, alumni ataupun
mahasiswa FEB UGM semester akhir
dapat mengikuti program seleksi atau
rekrutmen pegawai dan pelatihan SDM
Perbankan Syariah karena kegiatan
tersebut juga akan diselenggarakan
berkat kerja sama ini. Ditambah lagi,
kajian bersama Regulasi Perbankan
Syariah dan kuliah umum akan
menjadi agenda yang dinanti. Siap-siap
mendaftar ya! [Ai]

Double Master Degree Program
di ISCTE - University Institute of
Lisbon
Partnership Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM) dengan ISCTE - University
Institute of Lisbon, Portugal pada level
undergraduate sudah terjalin sejak
tahun 2007. Kini, FEB UGM dengan
ISCTE University Institute of Lisbon
memperluas kerja sama, kali ini pada
level graduate program untuk double
master degree. Memorandum of
Understanding (MoU) ditandantangani
oleh Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno,
M.Soc., Sc., Dekan FEB UGM, Prof.
Wihana Kirana Jaya, M.Soc. Sc., Ph.D.
dan Ketua Program Magister Manajemen
UGM, Prof. Basu Swastha Dharmmesta,
MBA., Ph.D. Penandatanganan dari
23

EB News JULI 2014

pihak ISCTE - University Institute of
Lisbon Rektor ISCTE - University Institute
of Lisbon sendiri dilakukan oleh Prof.
Luís Antero Reto, Dekan ISCTE Business
School-University Institute of Lisbon,
Prof. Mohamed Azzim, dari International
Exchange Programmes in Management
Prof. António Robalo.
Kerja sama yang disepakati
ini memiliki skema 1+1, sehingga
pada tahun pertama mahasiswa
harus menempuh studi di UGM dan
melanjutkan studinya di ISCTE University Institute of Lisbon pada tahun
kedua. Namun, pada keadaan tertentu,
semester kedua dapat ditempuh di
ISCTE - University Institute of Lisbon.

Jumlah mahasiswa yang dapat
mengikuti program ini dibatasi hanya
dua orang dalam satu tahun. Setelah
menyelesaikan double master degree
program, mahasiswa akan memiliki dua
gelar Master of Business Administration
(MBA) dari UGM dan Master of Science
(M.Sc) dari ISCTE - University Institute of
Lisbon.
Saat ini telah terdapat satu
mahasiswa Master Manajemen FEB
UGM yang sudah mendapatkan letter
of acceptance dari ISCTE - University
Institute of Lisbon sesaat setelah proses
penandatanganan MoU. Andakah
berikutnya? [Ai]

SCHOLARSHIP AND RECRUITMENT

Peluang Karir di PT Bank
Mandiri Syariah
PT Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan bank syariah terkemuka dan
terbesar di Indonesia. Didirikan sejak tahun 1999, BSM menaruh perhatian lebih
kepada kualitas sumber daya manusianya. Kali ini, BSM mencari bibit-bibit unggul
untuk bergabung dalam program Management Development (MDP). Program
MDP merupakan program pengembangan talenta BSM untuk mengantisipasi
perkembangan dan tantangan industri Perbankan Syariah. Bagi anda yang memiliki
kepercayaan diri, komunikasi yang baik, motivasi tinggi, serta menyukai tantangan,
program ini tentunya tepat untuk anda! [FF]
Posisi

Management
Development
Program

Pendidikan
Lulusan S1
Manajemen/
Akuntansi/
Ekonomi dengan
IPK > 3,01

Kode

Batas akhir

MDP

-

Informasi lebih lanjut :
http://www.syariahmandiri.co.id/category/karir/lowongan/management-developmentprogram/

AMINEF Fulbright Senior
Research Program Scholarship
2015/2016
Program Beasiswa Fulbright pertama kali diselenggarakan di Amerika Serikat
pada tahun 1946. Program ini bertujuan untuk meningkatkan serta menguatkan
jalinan komunikasi dan pemahaman yang saling menguntungkan antara Amerika
Serikat dan negara-negara lain, termasuk Indonesia. Sejak diselenggarakannya
program ini, terdapat 46.100 orang penerima beasiswa yang melakukan penelitian
dan mengajar di berbagai universitas di Amerika Serikat. Program Beasiswa
Fulbright untuk Senior Research ini diperuntukkan khusus bagi para peneliti yang
mempunyai keinginan dan ketertarikan untuk melakukan penelitian dalam bidang
ekonomi, politik, sosial budaya, serta bertukar pikiran untuk kepentingan bersama.
[FF]
Nama Beasiswa

Pendidikan

Batas Akhir

Fulbright Senior Research Program
2015/2016

Doctoral Degree

31 Agustus 2014

Informasi lebih lanjut :
http://www.aminef.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=12&Itemid=103

EB News JULI 2014

24

LECTURER’S ARTICLE
Bagaimana mengharapkan
anak-anak muda menjadi
entrepreneur yang bekerja keras
mengembangkan usaha, bila
hasil yang bisa didapatkan dari
kerja keras tersebut jauh lebih
kecil dari pendapatan seorang
petualang politik? Bagaimana
mengharapkan perusahaanperusahaan domestik berinovasi
dan berekspansi mengejar
pangsa pasar global, bila dengan
marking-up dan menyuap
pejabat sudah cukup untuk
mendapatkan return yang
fantastis?

Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil.,Ph.D (Cand)

Presiden Terpilih
dan Tantangan Ekonomi

M

ungkin Prabowo Subianto,
mungkin juga Joko Widodo.
Namun, siapapun dari kedua
calon presiden tersebut yang terpilih
pada 9 Juli 2014 nanti, pasti tak akan
bisa dengan mudah mengarahkan
Indonesia menuju bangsa yang
makmur, adil, maju dan mandiri.
Setidaknya, tak akan semudah
ungkapan-ungakapan janji tim sukses
mereka saat berkampanye.
Indonesia memang telah masuk
ke dalam sepuluh besar perekonomian
dunia berdasarkan perhitungan
purchasing power parity (PPP) versi
Bank Dunia atau lima belas besar
perekonomian dunia berdasarkan
perhitungan nilai tukar berlaku
terhadap dolar Amerika Serikat.
Namun, pendapatan nasional per
kapita Indonesia masih sekitar 3,42
dolar atau hanya beberapa poin
lebih tinggi dari ambang batas antara
negara-negara berpendapatan rendah
(low income countries) dengan negaranegara berpendapatan menengah
bawah (lower-middle income countries).
Untuk bisa segera mengurangi
ketertinggalan dari negara-negara yang
berpendapatan lebih tinggi, Indonesia
25

EB News JULI 2014

harus tumbuh secara konsisten minimal
7 persen per tahun. Sayangnya,
dalam beberapa waktu terakhir, laju
pertumbuhan ekonomi Indonesia
justru menurun. Publikasi dari Badan
Pusat Statistik (BPS) pada bulan Mei
2014 lalu bahkan menunjukkan bahwa
pertumbuhan ekonomi Indonesia
year-on-year kuartal pertama hanya
5,21 persen atau terendah sejak tahun
2010. Itu pun dengan catatan bahwa
pertumbuhan ekonomi yang tercapai
masih fakir kualitas. Bukan hanya tak
banyak menciptakan lapangan kerja
atau mengurangi angka kemiskinan,
pertumbuhan ekonomi yang dicapai
selama ini juga diikuti oleh naiknya
derajat kesenjangan, baik kesenjangan
antar kelompok pendapatan maupun
kesenjangan antar wilayah.
Upaya untuk mempercepat laju
pertumbuhan ekonomi terbentur
kendala-kendala klasik seperti
keterbatasan kapasitas infrastruktur,
kapasitas teknologi dan kapabilitas
inovasi. Terkait kapasitas infrastruktur,
catch-up index yang dipublikasikan
oleh Kelompok Kerja untuk Daya
Saing Indonesia (KKDSI), Universitas
Gadjah Mada (UGM) menunjukkan

bahwa Indonesia hanya berada pada
peringkat ke-47 dari 50 perekonomian
utama dunia. Kapasitas infrastruktur
mencakup ketersediaan jaringan
jalan raya, rel kereta api dan bandar
udara, baik yang dinyatakan secara
keseluruhan maupun per kapita. Begitu
juga, kapasitas infrastruktur mencakup
tingkat konektivitas perhubungan laut,
jaringan telepon kabel dan telepon
seluler, jaringan internet, proporsi
pengguna internet dan akses terhadap
energi listrik dan energi primer.
Sementara, terkait kapasitas teknologi
dan kapabilitas inovasi, peringkat
Indonesia masing-masing berada pada
urutan ke-47 atau nomor ke-4 dari
bawah.
Langkah presiden terpilih untuk
untuk meningkatkan kapasitas
infrastruktur, kapasitas teknologi dan
kapabilitas inovasi tak akan mudah
mengingat kemampuan anggaran
pemerintah juga terbatas. Pertama,
rasio penerimaan pajak pemerintah
masih relatif kecil. Berdasarkan data
Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan,
rasio penerimaan pajak terhadap
produk domestik bruto (PDB) Indonesia
hanya berkisar 12%. Padahal, rata-rata

LECTURER’S ARTICLE
rasio penerimaan pajak di negaranegara berpendapatan rendah saja
sudah mencapai 14,3 persen dan
di negara-negara berpendapatan
menengah bawah mencapai 19 persen.
Kedua, ruang fiskal yang dimiliki oleh
pemerintah justru terus menyempit.
Dari total 100 persen anggaran belanja
dalam APBN, sekitar 85 persen di
antaranya sudah terkapling-kapling,
dalam arti harus dialokasikan untuk
belanja-belanja tertentu yang mengikat.
Merujuk bunyi Pasal 31 ayat 4
Undang-Undang Dasar 1945 hasil
amandemen, pemerintah berkewajiban
mengalokasikan 20 persen anggaran
belanja untuk pendidikan. Pemerintah
juga berkewajiban menyisihkan
anggaran untuk tunjangan fungsional,
tunjangan profesi, maslahat tambahan
dan tunjangan khusus untuk guru
sesuai Pasal 49 Undang-Undang No. 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Pasal 16 Undang-Undang
No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen. Lebih jauh, pemerintah harus
mengalokasikan 5 persen dari anggaran
belanja untuk kesehatan sesuai Pasal
171 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan. Terkait dengan
pertahanan nasional, Pasal 25 UndangUndang No. 3 Tahun 2002 tentang
Pertahanan Negara mewajibkan
pemerintah mengalokasikan
anggaran belanja untuk pengadaan
dan pemeliharaan alat utama sistem
persenjataan.
Di samping itu, sesuai amanat
Undang-Undang No. 33 Tahun 2004
tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Daerah, Undang-Undang No. 18 Tahun
2001 tentang Otonomi Khusus bagi

Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
(NAD) dan Undang-Undang No.
21 Tahun 2001 tentang Otonomi
Khusus bagi Papua, pemerintah
juga berkewajiban mengalokasikan
minimal 26 persen dari penerimaan
dalam negeri neto untuk dana alokasi
umum (DAU), dana bagi hasil dan dana
otonomi khusus. Terakhir, dengan
telah disahkannya Undang-Undang
No. 6 Tahun 2014 tentang Desa,
pemerintah juga harus mengalokasikan
sebagian anggaran belanja APBN untuk
masyarakat desa.
Besarnya anggaran belanja
yang harus dialokasikan untuk
subsidi bahan bakar minyak (BBM)
semakin mempersempit ruang fiskal
pemerintah. Tahun ini, nilai subsidi
BBM diperkirakan akan membengkak
dari Rp 210,7 triliun menjadi Rp 246,49
triliun atau sebesar 22 persen dari total
keseluruhan APBN yang berjumlah
sekitar Rp 1.842,5 triliun.
Persoalan kelembagaan juga
menjadi kendala tersendiri. Meskipun
penciptaan stabilitas politik dan
keamanan telah relatif berhasil,
tetapi tata pemerintahan, efisiensi
birokrasi dan penegakan hukum
secara umum masih jauh dari harapan.
Konsekuensinya, tidak hanya kegiatan
investasi dan bisnis terhambat, tetapi
yang lebih gawat adalah rusaknya
struktur insentif dalam perekonomian,
di mana reward dan punishment jatuh
kepada individu-individu atau perilakuperilaku yang salah.
Bagaimana mengharapkan anakanak muda menjadi entrepreneur yang
bekerja keras mengembangkan usaha,
bila hasil yang bisa didapatkan dari
kerja keras tersebut jauh lebih kecil dari

pendapatan seorang petualang politik?
Bagaimana mengharapkan perusahaanperusahaan domestik berinovasi dan
berekspansi mengejar pangsa pasar
global, bila dengan marking-up dan
menyuap pejabat sudah cukup untuk
mendapatkan return yang fantastis?
Sebagai bagian dari bangsa
Indonesia, saya tentu berharap
bahwa presiden terpilih akan segera
membawa banyak perbaikan. Akan
tetapi, secara obyektif tidak realistis
untuk menggantungkan harapan
terlalu tinggi. Terlebih, dengan ketatnya
persaingan pemilihan presiden, semua
kubu harus mengakomodir dukungandukungan, termasuk dari para politisi
dan pengusaha bermasalah yang pada
waktunya nanti pasti akan meminta
“imbalan” sesuai kepentingan masingmasing. Perilaku rent seeking mungkin
berlanjut, rules of the game yang
bersifat ekstraktif (lihat, Acemoglu &
Robinson 2012) mungkin juga tetap
berjalan.
Pemilihan presiden merupakan
amanat konstitusi. Tetapi bukan
berarti bahwa semua energi harus
dihabiskan untuk memikirkannya,
apalagi sampai membiarkan diri larut
ke dalam konflik dukung-mendukung
salah satu dari kedua calon. Ketimbang
sibuk menyebarkan black campaign
atau memberikan pembenaran yang
berlebihan dan tak masuk akal atas
janji-janji utopis tim sukses calon
presiden, akan lebih baik bila kita tetap
fokus bekerja dan berkontribusi untuk
kemajuan bangsa.
Nanti, ketika tiba waktu pelantikan,
kita dukung siapa pun presidennya.
Mungkin dengan pujian, mungkin juga
dengan kritikan!

Keluarga Besar
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
turut berduka cita atas meninggalnya:
Drs. Wahib Suyitno, M.Arg. (Alm)
(Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UGM)
Ary Triatmojo (Alm)
(Mahasiswa IUP FEB UGM Angkatan 2010)
Musiyana (Alm)
(Staf Bagian Akademik S1 FEB UGM)
Semoga almarhum semuadiberikan tempat terbaik di sisi-Nya

EB News JULI 2014

26

NEWS FROM ABROAD

Aprilia Beta Suandi, S.E.,M.Ec.

Berbagi Cerita dari Tokyo

J

epang adalah negara yang
memiliki keunikan di setiap
musimnya. Musim semi, saat
semester baru perkuliahan dan sekolah
dimulai, selalu dipenuhi dengan
indahnya sakura. Di musim ini, orangorang biasanya pergi melihat bunga
sakuran bermekaran di taman-taman,
atau lebih dikenal dengan hanami.
Ketika musim panas, suara serangga
mulai terdengar dan anak-anak kecil
berlarian membawa keranjang kecil
untuk mencari serangga. Festival
kembang api (hanabi) pun mulai
banyak digelar. Musim gugur, ketika
cuaca kembali menjadi sejuk, akan
dihiasi dengan daun-daun yang
menguning dan daun maple yang
memerah. Dan ketika udara dingin
mulai datang, orang-orang pun bersiap
mengeluarkan kembali peralatan ski
atau snowboard-nya, kemudian menuju
daerah pegunungan untuk berolahraga
musim dingin. Tahun baru yang dilewati
27

EB News JULI 2014

ketika musim dingin menjadi salah
satu penghangat dinginnya udara,
karena di saat inilah orang-orang mudik
dan menghabiskan waktu di tengah
kehangatan keluarga di kampung
halaman.

menyelesaikan studi S2 saya di Nagoya
University, saya pun kembali berburu
kampus untuk S3. Pilihan saya jatuh
kepada Graduate School of Commerce,
Waseda University, yang berlokasi di
Shinjuku, Tokyo.

Saya beruntung memiliki
kesempatan untuk merasakan
keindahan alam dan menikmati uniknya
budaya Jepang. Ketika mendaftar
beasiswa Mobukagakusho atau MEXT
(Ministry of Education, Culture, Sports,
Science and Technology), saya tidak
menyangka akan menjadi salah satu
kandidat terpilih. Saat itu, saya sedang
dalam masa menunggu pengumuman
beberapa beasiswa, dan beasiswa
pemerintah Jepang inilah yang pertama
kali memberikan kepastian grant-nya
untuk studi saya. Apalagi kesempatan
untuk melanjutkan S3 juga diberikan,
dengan syarat studi S2 mendapatkan
hasil yang memuaskan. Ketika

Lahir dan tumbuh di Yogyakarta,
membuat saya lebih terbiasa dengan
kehidupan kota kecil. Alhasil, saya
cukup khawatir ketika harus pindah
ke Tokyo. Sebagai kota terpadat di
Jepang dan juga satu kota metropolitan
terbesar di dunia. Ritme kehidupan
yang cepat di Tokyo memaksa saya
untuk beradaptasi dengan cepat.
Kehidupan Kampus
Memilih kampus di Jepang
bukanlah hal yang mudah, apalagi
untuk para pelajar yang memilih
jurusan di bidang sosial dan memiliki
keterbatasan berbahasa Jepang.

NEWS FROM ABROAD
Beberapa universitas menawarkan
program berbahasa Inggris untuk
bidang sosial, tetapi biasanya program
tersebut memiliki cakupan yang luas,
seperti development atau policy studies.
Saya cukup beruntung karena bertemu
dengan supervisor saya saat ini, yang
bisa memahami keterbatasan saya
tersebut. Dengan pengalaman beliau
sebagai anggota Standards Advisory
Council di International Accounting
Standards Body (IASB) dan Financial
Accounting Standards Committee
di American Accounting Association
(AAA), beliau tidak keberatan untuk
membimbing saya dan tentunya
memperbolehkan saya untuk menulis
disertasi dalam Bahasa Inggris. Diskusi
mengenai riset pun kami lakukan dalam
Bahasa Inggris.

perhitungan yang matang. Apalagi
pengeluaran untuk tempat tinggal
merupakan bagian terbesar dari
pengeluaran bulanan. Belum lagi
key money, agency fee, asuransi, dan
segalam macam pengeluaran lainnya
yang harus dikeluarkan ketika pertama
kali pindah.

Meskipun demikian, saya tetap
harus mengikuti kelas seminar dalam
Bahasa Jepang, bersama teman-teman
di bawah bimbingan dosen yang
sama. Seminar ini menjadi tempat
kami berbagi cerita mengenai riset
kami, sehingga kami bisa mengetahui
penelitian yang sedang dikerjakan oleh
mahasiswa lain sekaligus mendapat
masukan untuk riset kami sendiri.
Tentunya, bahasa pengantar yang
digunakan adalah Bahasa Jepang. Kelas
yang berlangsung selama kurang lebih
3 jam ini membuat otak saya harus
bekerja ekstra keras untuk memahami
materi yang disampaikan.

Ketika pertama kali melihat
peta transportasi (kereta dan
subway) Tokyo yang rumit, saya
sempat berfikir untuk membatalkan
kepindahan saya ke Tokyo. Namun
ternyata gambar yang rumit tersebut
menandakan kemudahan untuk
berpindah tempat di Tokyo. Meskipun
saya tinggal di pinggiran Tokyo,
saya hanya membutuhkan waktu 35
menit dengan kereta untuk sampai di
stasiun terdekat dari kampus. Ini juga
tentunya memudahkan orang-orang
yang memilih tinggal di luar Tokyo dan
melaju untuk bekerja setiap harinya.
Saya tentunya tetap harus bersiap
dengan konsekuensi ketika rush hour,
yang berarti rela berdesak-desakkan
di kereta. Tetapi, yang membuat saya
kagum, semua orang tetap antri dengan
tertib untuk masuk kereta. Karena

Meskipun tidak mudah, temanteman dan juga dosen-dosen banyak
yang memahami sekaligus memberikan
kemudahan bagi saya agar dapat
tetap menikmati kehidupan kampus.
Selain itu, setahun sekali atau dua kali,
Waseda mengadakan kuliah umum di
bidang akuntansi dengan pembicara
dari luar negeri. Biasanya, mereka
memilih akademisi di bidang akuntansi
yang namanya sudah dikenal di dunia
internasional.

Pada akhirnya saya memutuskan
untuk tinggal di daerah pinggiran
Tokyo. Selain harga sewa yang lebih
murah, saya juga menikmati suasana
tenang yang berbeda dari sibuknya
pusat kota Tokyo. Adanya masjid,
toko, dan restoran halal juga membuat
daerah tersebut menjadi pilihan bagi
warga asing yang beragama Islam.
Dengan demikian, aktivitas keagamaan
bisa diikuti secara rutin oleh warga
sekitarnya.

jadwal kereta tepat waktu, saya pun
bisa memprediksi dengan mudah waktu
yang saya perlukan untuk pergi ke suatu
tempat.
Ketika saya sedang merasa bosan
dengan suasana belajar di kampus,
terkadang saya memilih untuk belajar
di perpustakaan kota yang lokasinya
tidak jauh dari rumah. Meskipun
buku-buku mengenai bidang riset saya
tidak banyak tersedia di sini, fasilitas
yang ditawarkan sangan membantu.
Misalnya, sama seperti perpustakaan
kampus, saya diperbolehkan untuk
mengajukan permohonan pembelian
buku untuk menjadi koleksi
perpustakaan. Membantu sekali,
bukan?
Saat ini, saya sedang berjuang
menyelesaikan studi doktoral saya.
Mengutip nasihat yang pernah
saya dapat, menjadi mahasiswa
PhD memerlukan kemandirian dan
tanggung jawab yang tinggi. Tidak
ada jadwal maupun tugas kuliah yang
menumpuk seperti halnya kehidupan
mahasiswa S1 atau S2, namun ada
timeline yang harus saya susun dan
tepati sendiri, supaya saya bisa
mencapai target riset yang diharapkan.
Dosen pembimbing juga memiliki
tanggung jawab untuk mengawasi
perkembangan studi mahasiswa
bimbingannya, tetapi kendali tetap ada
pada mahasiswa itu sendiri. Meskipun
banyak tantangan yang saya hadapi
di sini, kehidupan Jepang yang teratur
sangat membantu saya untuk lebih
berkonsentasi pada studi saya. Semoga
saya bisa segera mengaplikasikan ilmu
yang saya miliki di tanah air.

Oh iya, beberapa tahun terakhir ini,
informasi mengenai kehidupan Muslim
semakin dikenal oleh masyarakat
Jepang. Bahkan kampus-kampus pun
mulai menyediakan menu halal di
kantin dan menyediakan ruang sholat
bagi mahasiswa Muslim. Meskipun
belum semua gedung memiliki ruang
sholat, hal ini tentunya disambut
dengan gembira oleh mahasiswa
Muslim di Jepang.
Kehidupan di Tokyo
Sebagai kota dengan predikat kota
termahal di dunia, memilih tempat
tinggal di Tokyo tentunya memerlukan
EB News JULI 2014

28

ALUMNI CORNER

Testimoni tentang AACSB
dan FEB UGM
Pada edisi khusus ini, Faculty Advisory Board FEB UGM memberikan
testimoni mereka tentang akreditasi AACSB International dan
pengalaman mereka menuntut ilmu di FEB UGM

Status akreditasi AACSB bagi FEB UGM membedakan

lembaga pendidikan ini dengan sekolah
ekonomi dan bisnis di Indonesia yang lain.

FEB UGM menjadi bagian dari kelompok kecil yang secara
ekslusif menyandang predikat sebagai sekolah bisnis terbaik
di dunia. Akreditasi AACSB menegaskan bahwa FEB UGM
memiliki standar kualitas tertinggi di bidang akademis,
pengajaran, kurikulum, pembelajaran siswa, pengembangan
kelembagaan, kesadaran global (global awareness),dan
kualitas riset akademik. Belajar di FEB UGM juga memberikan
nilai tambah bagi para mahasiswanya berupa reputational value
karena sejarah pendiriannya sebagai lembaga pendidikan yg
dibangun dan dikembangkan dalam era perjuangan di awal
pendirian negara RI, juga karena letak geografis-nya berada
di tengah komunitas masyarakat yg dikenal sebagai pusat
kebudayaan. FEB UGM memberikan kesempatan yang luas
kepada para mahasiswanya untuk melakukan interaksi tidak
hanya dengan sektor korporasi, tetapi juga interaksi sosial
dengan komunitas setempat.
Rahmat Waluyanto
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

Prestasi yang gemilang! FEB UGM menjadi

fakultas pertama yang meraih akreditasi AACSB di
Indonesia. Melihat dan merasakan passion yang kuat
dari dulu hingga sekarang di seluruh lini, akreditasi
ini sangatlah pantas bagi FEB. Selain memiliki prestasi
akademik yang luar biasa, FEB telah mencetak alumni
dengan kiprah yang signifikan di sektor publik dan
swasta, juga di level nasional bahkan internasional.
Bangga menjadi bagian dari salah satu fakultas bisnis
terbaik di dunia.
Marwanto Harjowiryono
Direktur Jenderal Perbendaharaan

29

EB News JULI 2014

ALUMNI CORNER

Selamat atas prestasi FEB UGM meraih akreditasi
international AACSB. Ini menunjukkan
kemampuan FEB UGM dalam mengembangkan
kurikulum yg aplikatif serta mampu menghasilkan
alumni berkualitas, dan terbukti dapat duduk dalam
berbagai posisi penting di perusahaan swasta, maupun
di lingkungan birokrat. Semoga ke depan, FEB UGM
dapat meningkatkan komunikasi dan kerja sama yg erat
dengan seluruh alumni, sehingga mendapatkan akses
aplikasi yang terkini dalam dunia kerja maupun birokrasi
Jodjana Jody
Chief Executive Officer Astra Credit Companies
President Director PT Astra Sedaya Finance

Selamat kepada FEB UGM atas diraihnya Akreditasi
Internasional AACSB dan menjadi yang pertama di
Indonesia menerima akreditasi bergengsi tersebut.

Suatu prestasi yang patut dibanggakan.
Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar FEB
UGM yang secara konsisten mendidik mahasiswa untuk
menjadi pemimpin dengan pengetahuan dan integritas
yang kuat untuk memajukan masyarakat dengan tetap
mengedepankan nilai-nilai etika dan kerendah hatian.
Semoga semakin sukses dan semakin banyak mencetak
lulusan berkualitas yang bermanfaat bagi Bangsa dan
Negara Indonesia.
Friderica Widyasari Dewi
Direktur PT Bursa Efek Indonesia

Saya sebagai lulusan FEB UGM jurusan Manajemen
memperoleh banyak kemudahan dalam hidup, setelah
lulus saya mendaftar ke beberapa perusahaan dan
semuanya dipanggil sampai penempatan.

Ilmu yang saya dapat di FEB UGM
sangat membantu dalam pekerjaan saya,

sehingga di usia 36 tahun saya telah menjabat
sebagai direktur di perusahaan keuangan, dan dapat
memberikan lapangan pekerjaaan bagi yang lain. Besar
Harapan saya untuk FEB UGM dapat memberikan
kontribusi bagi perekonomian negara kita dan memiliki
terobosan-terobosan yang sesuai perkembangan jaman.
Ie Tjie Sing
Chief Executive Officer PT Reksa Finance

EB News JULI 2014

30

STUDENT CORNER

Adhitia Dwi Saputra

Menjajal Bisnis Sejak Kecil
Terinspirasi oleh ayahnya, Adithia Dwi
Saputra memulai berbagai bisnis. Mulai
dari berjualan alat tulis, gurame, lele,
hingga kini pancake durian. Tiap risiko
usaha ia terjang. Jiwa “pengusaha”
melekat pada sosoknya bak darah yang
mengalir di tubuhnya.

D

i sebuah bangku coklat sisi utara
gedung S1 Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Gadjah Mada (FEB
UGM), Adithia Dwi Saputra (21)
terlihat serius duduk di depan sebuah
layar monitor laptop. Rupanya ia
baru saja usai melakukan konsultasi
skripsi, meskipun begitu Adhit tetap
menyambut tim EB News dengan
ramah.
Kami lantas memulai percakapan
dari cerita soal prestasi yang baru
saja Adhit torehkan. Mahasiswa yang
gemar bermain sepak bola ini menjadi
pemenang kompetisi bisnis Datsun
Rising Challenge (DRC) Mei lalu di
Jakarta yang berhadiah uang tunai Rp
50 juta dan mobil Datsun Go+. Prestasi
yang ia capai rupanya bukan ia jalankan
secara instan. Mahasiswa yang memiliki
perawakan tenang ini telah menjajal
dunia wirausaha sejak ia duduk di
bangku sekolah menengah pertama.
Lengkapnya, simak nukilan wawancara
tim EB News dengan Adhit berikut ini:
Q : Sejak kapan Anda mulai berbisnis
dan hal apa yang membuat Anda
memulainya?
A : Dari SMP saya sudah ingin menjadi
wirausaha. Melihat ayah saya yang
awalnya bekerja sebagai General
Manager Sony Ericsson kemudian
keluar untuk memulai bisnis, membuat
saya melihat ‘wirausaha’ sebagai hal
yang menarik. Dulunya sempat jualan
pulsa. Di awal perkuliahan saya juga
berjualan binder yang saya ambil dari
supplier di Jakarta. Saya jual ke tokotoko kecil dan teman-teman kuliah.
Sebelum kompetisi DRC kemarin pun
saya sempat ternak gurame dan lele.
Namun, untuk sekarang saya lebih
fokus untuk berjualan pancake durian.
Q : Ide bisnis apa yang Anda tuangkan
31

EB News JULI 2014

dalam kompetisi Datsun Rising
Challenge (DRC) sehingga Anda bisa
menjadi pemenang?
A : Ide saya sebenarnya terinspirasi
ketika saya masih aktif di Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) tahun
2011 sampai 2013 kemarin. Di sebuah
program Desa Binaan di Gunung
Kidul, saya melihat situasi di sana
masih banyak penduduk tuna aksara
dan kekurangan air. Dari situlah saya
memiliki ide membuat packaging
makanan yang ramah lingkungan dari
kertas-kertas daur ulang yang setiap
buahnya bernilai 30 biji pohon. Biji
pohon tersebut nantinya ditanam
untuk memperbaiki kondisi Gunung
Kidul yang sering mengalami krisis air.
Pengerjaannya pun dilakukan oleh
masyarakat Gunung Kidul itu sendiri
yang masih tuna aksara, mereka saya
pekerjakan dan nanti pun akan saya
bimbing tiap akhir minggu untuk
pembinaan baca tulis dan sebagainya.
Q : Melihat dari ide bisnis Anda
saya melihat banyak nilai sosial di
dalamnya. Bagaimana pandangan
Anda sendiri tentang bisnis
sosial yang kini kian giat digarap
masyarakat?
A : Menurut saya, saat ini pahlawan
adalah entrepreneur. Siapa lagi yang
akan membawa Indonesia kepada
dunia global kalau bukan entrepreneur.
Dan siapa lagi yang akan mengelola
potensi-potensi luar biasa dari
Indonesia kalau bukan entrepreneur.
Dari situlah saya memandang bahwa
enterpreneur memang seharusnya wajib
untuk membangkitkan nilai-nilai sosial
dalam mengembangkan bisnisnya.
Q : Kegiatan apa saja yang sibuk Anda
lakukan semasa kuliah di samping

kegiatan bisnis?
A : Di samping kegiatan bisnis saya juga
aktif di berbagai kepantiaan dan BEM
selama dua tahun, dari tahun 2011
sampai tahun 2013. Di awal perkuliahan
saya juga sempat mengikuti Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) Merpati
Putih dan di Koperasi Mahasiswa
(Kopma) UGM. Selepas semester 5,
karena melihat teman yang sering ikut
serta dalam kompetisi, saya menjadi
tertantang untuk mencobanya. Sudah
5 kali ikut lomba, masuk final tapi gak
pernah menang. Ya, menangnya baru
lomba Datsun Go ini, ha ha.
Q : Nilai apa yang Anda pegang
dalam hidup sehingga Anda memiliki
kemauan untuk terus-menerus
mencoba hal-hal baru ?
A : Dari dulu saya suka berbagi. Kalau
tidak untuk berbagi untuk apa lagi? Dan
bagaimana kita bisa berbagi ke orang
lain kalau tidak punya kualitas diri?
Jadi menurut saya begitu, hidup untuk
berbagi dengan orang lain.
Q : Setelah lulus kuliah, apa yang
Anda ingin lakukan kedepannya?
A : Kalau muluk-muluknya sih
ingin jadi entrepeneur, saya ingin
mengembangkan social enterprise.
Namun, kita kan mau tidak mau harus
bekerja untuk orang lain terlebih
dahulu, entah menjadi dosen atau
asisten dosen, dan memang banyak
tawaran. Untuk setelah lulus, saya lebih
prefer untuk melanjutkan studi terlebih
dahulu. Saya ingin melanjutkan studi ke
luar negeri dengan beasiswa-beasiswa
yang tersedia. Kalau tidak dapat, saya
kan dapat hadiah mobil itu, mungkin
bisa saya jual. [Nela]

EXCHANGE STUDENTS’ COMENTS

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

When I travelled around Indonesia and told
people that I was an exchange student at UGM,
everyone said it is a great school. Indonesia is a
great country with so many different cultures.
Meeting other exchange students has been
becoming a really nice experience.

KRISTOFFER HEGGDAL
Agder University, Norway

I choose to go to UGM because a friend of mine told
me about his really great time here in advance.
He said that the subjects are really interesting,
as well as the cultures. Now I am here and he was
absolutely right with his opinion. This wouldn’t be
my last time I have been to Indonesia.
STEFFEN GERMAN

Reutlingen University, Germany

Universitas Gadjah Mada is a great opportunity for
international students to develop their cultural
awareness! So if you want to experience a totally new
culture, and if you want to have the opportunity to
develop yourself on many aspects I would advise to
choose for UGM for your semester exchange!
RUTGER BLOEMENKAMP

Avans University of Applied Sciences,
Breda, The Netherlands

EB News JULI 2014

32

AROUND BULAKSUMUR

Swaragama,
Suara Masyarakat Yogyakarta

H

ampir semua civitas academica
Universitas Gadjah Mada (UGM)
bahkan masyarakat Yogyakarta
pasti mengenal radio Swaragama. Radio
yang memiliki studio di Bulaksumur
UGM ini menjadi salah satu ikon radio di
Yogyakarta. Siaran yang renyah berikut
sajian program yang menarik membuat
radio dengan frekuensi 101.7 FM semakin mengudara di telinga pendengar.
Prestasi sukses Swaragama
bermula dari Laboratorium Telekomunikasi Teknik Elektro UGM. Di tahun
1996 beberapa kumpulan mahasiswa
Teknik Elektro mencoba mengotak-atik
radio pemancar yang rusak yang ada
di lab tersebut. Radio yang semula
hanya untuk iseng kemudian semakin
sentral perannya. Tugas dosen, tugas
ospek, dan berbagai isu tentang kampus
disampaikan melalui radio yang semula
namanya adalah “Jawara”. Kemudian
berbagai pihak mengusulkan agar
radio Jawara menjadi radio resmi milik
kampus UGM. Akan tetapi, masa orde
baru yang mengekang adanya media
massa serta gagalnya uji kelayakan
memupuskan harapan akan berdirinya
suatu radio kampus UGM.
Akhir 1998, ketika orde baru
runtuh, terdengar kabar bahwa
menteri penerangan akan memberikan
kesempatan seluas-luasnya bagi warga
untuk membangun media massa.
Bak gayung bersambut, kelompok
mahasiswa yang digawangi oleh
Muhammad Amirullah tersebut mulai
berkonsolidasi kembali. Berkalikali bernegosiasi dan berpresentasi
di hadapan pejabat rektorat UGM,
akhirnya Rektor UGM kala itu, Prof. Dr.
Ichasul Amal, M.A. menyetujui akan
berdirinya sebuah radio kampus UGM.
33

EB News JULI 2014

Bantuan subsidi dana sebesar Rp181
juta dari Universitas dimanfaatkan
Amir dan kawan-kawan secara baik
meskipun terbatas jika melihat di kala
itu biaya mendirikan stasiun radio
biasanya berada pada kisaran Rp 1-2
milyar.
Selama setahun mengurus berbagai
persyaratan, akhirnya keluarlah Izin
Siaran Radio (ISR) pada 27 Februari
1999. Nama yang dikehendaki oleh
masyarakat luas adalah Swaragama
yang sampai sekarang digunakan.
Siaran pertama kali Swaragama adalah
tanggal 27 Februari 2000. Swaragama
kemudian benar-benar menjadi radio
ikon UGM dan Yogyakarta dan terus
berkembang sampai sekarang.
Meskipun Swaragama sangat kental
di benak masyarakat sebagai radio milik
UGM secara utuh, akan tetapi hubungan
bisnis tetap dilakukan sebagaimana
mestinya. Karena memang tuntutan
persyaratan dalam membangun sebuah
stasiun radio seperti itu. UGM sebagai
universitas tidak boleh berstatus perseroan, maka dari itu UGM memiliki PT.
Gama Multi sebagai representasi UGM.
Swaragama juga merupakan perseroan
dengan nama PT. Swaragama Group.
Saat ini, PT. Gama Multi memiliki kurang
lebih 75 % saham kepemilikan di PT.
Swaragama Group. Studio di mana
swaragama berada saat ini pun menyewa per tahun kepada UGM sebesar 194
juta rupiah.
Kini program Swaragama semakin
variatif dan digemari masyarakat luas
meski berada di tengah gempuran
teknologi yang terus maju tetapi
mengikis tren radio. Swaragama selalu
menghadirkan inovasi untuk menarik
animo masyarakat. Para pendengar

setia Swaragama pasti hafal dengan
program Insomnia, Jogja Pagi, Your
Friends in the morning, Worrkaccino,
After Lunch, Zona Persada, dan Dream
Land. “Kami menyampaikan nilai
kepada masyarakat, tidak hanya
hiburan” tukas Muhammad Amirullah
sebagai pendiri sekaligus Direktur
Utama Swaragama. Semua program
yang ada di Swaragama memiliki nilainilai tertentu dan segmen masyarakat
tertentu pula.
Selain mengembangkan radio
Jogja Family untuk segmen radio
keluarga, Swaragama juga membangun
Swaragama Training Center (STC). Ini
adalah wujud bakti Swaragama kepada
UGM dan masyarakat luas untuk
bisa belajar tentang public speaking,
entrepreneur, dan lain sebagainya.
Harganya pun dipatok tidak mahal
agar semua masyarakat bisa turut
berpartisipasi dalam program tersebut.
Dalam perjalanannya Swaragama
mengalami berbagai tantangan dan
kendala. Akan tetapi, Swaragama
berprinsip bahwa tantangan sesulit
apapun, jika disiapkan dengan baik pasti bisa dihadapi. Selain itu, Swaragama
juga selalu berkomitmen untuk dapat
berdarma bakti kepada UGM. Hal ini diwujudkan melalui pemberian bantuan
sepeda kampus, mendukung penyelenggaraan event-event di UGM, dan
wujud nyata lainnya. Swaragama juga
sangat terbuka bagi civitas academica
UGM untuk mempelajari seluk beluk
penyiaran agar turut mengembangkan
kualitas mahasiswa UGM. Lebih luas
lagi, Swaragama benar-benar ingin
menjadi suara masyarakat Yogyakarta.
[Ibe]

EB News JULI 2014

34

FEB IN PICTURES

FEB IN PICTURES

Palmae FEB UGM dalam kegiatan pendakian massal
Gunung Merapi, 1982

35

EB News JULI 2014

UNIT NEWS

Buah Nyata Komitmen
Bank Sinarmas dan FEB UGM
dalam Membangun SDM

M

enyambut peluang yang
akan datang seiring dengan
dimulainya Asean Economic
Community (AEC) pada 2015,
merupakan tantangan tersendiri bagi
Indonesia khususnya Bank Sinarmas.
Dengan upaya serius, tapak demi
tapak Bank Sinarmas telah berupaya
mencetak sumber daya yang tangguh
untuk berkontribusi pada bangsa. Hal
ini telah sebagian terwujud dengan
penambahan kantor cabang syariah
yang tersebar diseluruh provinsi
di lebih dari 156 kota di Indonesia.
Bentangan sayap ini sesuai dengan
semboyan Bank Sinarmas, “The Great
Company with Exellence Culture”,
dalam mewujudkan visinya menjadi
bank terkemuka di Indonesia dengan
jaringan distribusi yang terintegrasi
dan layanan yang prima. Visi tersebut
dapat diraih dengan menciptakan agen
perubahan, yaitu Sumber Daya Manusia
(SDM) itu sendiri. Perusahaan dituntut
untuk membangun nilai-nilai budaya
kerja untuk menjadi mitra terbaik bagi

nasabah. Nilai-nilai tersebut antara lain
excellent service culture, competitive
and effective operation, dan good
governance and prudent.
Melihat pentingnya peran SDM
handal dalam rangka menciptakan
Bank Sinarmas untuk menjadi
perusahaan terkemuka yang mampu
berkompetisi di masa mendatang,
Bank Sinarmas bekerja sama dengan
Penelitian dan Pelatihan Ekonomi
dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomika
dan Bisnis (FEB) UGM mengadakan
“Pelatihan Management Development
Program (MDP) Bank Sinarmas
Angkatan I Tahun 2014.” Pelatihan
ini dibuka secara resmi oleh Prof.
Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D.
selaku Dekan FEB UGM pada Juni
lalu. Pembukaan ini juga dihadiri oleh
Direktur Kepatuhan PT. Bank Sinarmas
Tbk, Salis Teguh Hartono, M.M. dan
jajaran Human Capital Management
mereka.
Pelatihan yang akan berlangsung
selama dua bulan ini didahului

dengan proses rekrutmen dan seleksi
ketat pelamar hingga terpilih 30
orang. Pelatihan in ditujukan agar
menciptakan calon-calon pemimpin
masa mendatang Bank Sinarmas
yang memiliki kecakapan dalam
pengetahuan dan keterampilan
teknis perbankan. Dibutuhkan pula
calon pemimpin yang berwawasan
ekonomi dan bisnis terutama pada tiga
bidang utama, yaitu budaya layanan,
kemampuan manajerial perbankan,
dan kecakapan individu dengan
menjunjung etika, moral, kejujuran, dan
karakter pada nilai-nilai yang ada di
Bank Sinarmas.
Harapan kedua belah pihak,
Bank Sinarmas dan P2EB, hingga
akhir pelatihan pada tanggal 24
Juli 2014 mendatang pelatihan bisa
tercetak kader-kader yang sanggup
mengambil keputusan yang baik dan
bertanggungjawab. Hal ini merupakan
kekuatan utama Bank Sinarmas dalam
pengabdiannya pada seluruh nasabah.
[Azka]
EB News JULI 2014

36

UPCOMING EVENT

International Week 2014

I

nternational Week 2014 (IWEEK
2014) merupakan acara yang paling
dinantikan di pertengahan tahun
2014 ini. Pasalnya Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM) akan memperkenalkan
program akademik singkat yang akan
dilaksanakan rutin setiap tahun. Acara
yang didukung oleh ASEAN Graduate
Business and Economics Programs
(AGBEP) dan Global Leadership Forum
(GLF) ini dirancang untuk memfasilitasi
mahasiswa sarjana dan pascasarjana
untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih besar mengenai ASEAN. Topik
yang diangkat untuk mengawali IWEEK
tahun ini adalah “ASEAN Business
Environment”.
IWEEK 2014 yang akan
diselenggarakan mulai tanggal 25

37

EB News JULI 2014

Agustus hingga 30 Agustus 2014 ini
memiliki serangkaian agenda yang
padat, salah satu diantaranya adalah
Lecture Series. Pada kegiatan tersebut,
sesi perkuliahan akan dibawakan
oleh profesor-profesor dari berbagai
universitas di ASEAN dan juga dosendosen FEB UGM. Tentunya peserta akan
mendapatkan ilmu baru dari berbagai
perspektif akademik mengenai
lingkungan bisnis di ASEAN dari
acara ini. CEO Talk yang dijadwalkan
pada hari kedua akan menambah
pengalaman baru bagi peserta IWEEK
2014 untuk belajar langsung dari CEO
di Indonesia. Tak kalah menarik, makan
malam di kompleks Candi Prambanan
memberikan nuansa baru bagi peserta.
Sembari santap malam, peserta IWEEK
2014 dapat menikmati pemandangan

eksotik suasana Candi Prambanan di
malam hari. Selanjutnya, company visit
akan menjadi agenda pada hari ketiga
dan rangkaian IWEEK 2014 akan ditutup
dengan farewell party.
Pendaftaran peserta IWEEK 2014
dapat dilakukan online dengan mengisi
formulir di laman http://feb.ugm.
ac.id/iweek/registration.html dengan
batas akhir pendaftaran 30 Juni 2014.
Program ini terbuka bagi mahasiswa
program sarjana dan pascasarjana
UGM, mahasiswa dari universitas
partner FEB UGM, dan juga mahasiwa
dari universitas lain. Ingin mengambil
peran untuk membantu ASEAN sebagai
sebuah komunitas ekonomi tunggal
pada tahun 2015? Segeralah bergabung
dalam IWEEK 2014! [Ai]

Taste
the coffee
and enjoy
the view
of Yogyakarta
Enak Banget!

8th floor Pertamina Tower FEB UGM
@enakbanget_EB EB News JULI 2014 38

FACILITIES

Banking Corner Hadir
Melengkapi Corner di FEB

L

antai 4 Gedung Pertamina Tower
kembali terhiasi dengan adanya
Banking Corner. Pada hari Jumat
(6/6) secara resmi Banking Corner
diresmikan. Corner baru ini merupakan
salah satu bantuan dari bank BCA
dalam menunjang pengembangan
pendidikan di UGM. Selain memberikan
bantuan Banking Corner di FEB UGM,
BCA juga memberikan bantuan
berupa renovasi ruang musik Pusat
Kebudayaan Koesnadi Harjasoemantri
(PKKH) UGM. Komitmen BCA dalam
pendidikan dengan memberikan
=bantuan kepada UGM ini tidak terlepas
dari program yang diusungnya, yaitu
Bakti BCA.
Peresmian dan penyerahan
bantuan secara simbolis dilaksanakan
di Auditotium Djarum, Pertamina
Tower lantai 6 FEB UGM. Hadir dalam
peresmian tersebut, yaitu Cyrillius
Harinowo (Komisaris Independen BCA),
Inge Setiawati (Sekretaris Perusahaan
BCA), Pratikno (Rektor UGM), dan
Wihana Kirana Jaya (Dekan FEB UGM),
Ida Rochani Ida (Direktur PKKH UGM),
Sapto Rochmadi (Head of CSR BCA),
dan Sabar Purnomo (Kepala BCA KCU
Yogyakarta).
Dibangunnya Banking Corner
diharapkan mampu menunjang
aktivitas penelitian dosen ataupun
mahasiswa dan proses pembelajaran
39

EB News JULI 2014

di FEB UGM. Banking Corner dapat
menjadi sebuah sarana laboratorium
perbankan atau mini bank. Jika ada
dosen maupun mahasiswa yang sedang
melakukan penelitian dapat terbantu
dengan sarana yang ada di banking
corner, misalnya database data, fasilitas
pengolahan data, dan staf pengajar.
“Kami memang dalam kesempatan
ini baru memberikan bantuan berupa
sarana bangunan Banking Corner
di Pertamina Tower saja, tetapi
dalam waktu dekat kami juga akan
melengkapinya dengan staf pengajar”
tukas Cyrillius Harinowo. Hal tersebut
dikarenakan bantuan sarana saja akan
kurang optimal dalam menunjang
mahasiswa dalam mempelajari tentang
perbankan. Dengan adanya staf
pengajar ini, diharapkan mahasiswa
dapat bersinergi dan mengoptimalkan
fasilitas.
Bantuan BCA untuk menunjang
pendidikan ini bukanlah kali yang
pertama. Pada tahun 2012, BCA
memberikan bantuan serupa kepada
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unviersitas
Brawijaya. Selain itu BCA juga
memberikan bantuan berupa beasiswa
bakti BCA kepada mahasiswa terbaik
yang berada di 16 perguruan tinggi di
Indonesia, termasuk UGM. Melengkapi
pemberian bantuan beasiswa tersebut,
pada Jumat (23/5) BCA juga menggelar

seminar untuk mempersiapkan para
mahasiswa penerima beasiswa Bakti
BCA untuk memasuki dunia kerja di
Student Center Kampus, Universitas
Airlangga.
“FEB UGM sangat berterimakasih
atas bantuan Banking Corner ini
karena akan sangat menunjang sarana
di FEB UGM terlebih setelah meraih
akreditasi dari The Association To
Advance Collegiate Schools of Business
(AACSB)” ujar Wihana Kirana Jaya. FEB
UGM menjadi satu-satunya fakultas
ekonomika dan bisnis di Indonesia yang
meraih akreditasi AACSB International
dan ketujuh di ASEAN. Dampaknya
adalah FEB UGM akan memiliki
kontribusi intelektual yang lebih besar
kepada masyarakat dunia karena sudah
memenuhi global competitiveness
standard. Entitas Bisnis Internasional
akan mempertimbangkan betul lulusan
FEB karena memiliki kualitas standar
internasional.
Prestasi ini tentu sangat
membanggakan, sekaligus memberi
tantangan kepada FEB. Standar
kualitas internasional tersebut harus
dipertahankan, salah satunya research
culture. Banking corner ini diharapkan
dapat menjadi penunjang munculnya
berbagai penelitian berkualitas dengan
publikasi internasional. [Ibe]

EB News JULI 2014

40

41

EB News JULI 2014

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful