Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

MARET 2015 www.feb.ugm.ac.id/ebnews

EDISI #20

ISSN: 2087-5967

PREFACE
EBNews kembali hadir ke tangan pembaca sebagai
corong informasi mengenai serba-serbi berita yang
terjadi di FEB UGM. What’s up FEB, yang selalu mengupas
berita terbaru seputar FEB UGM kali ini akan mengulas
Temu Alumni ’75, welcome cocktail, wisuda, dan
kuliah umum profesor dari Glasglow. Selain itu, berita
mengenai penelitian, pelatihan dan seminar yang sukses
diselenggarakan oleh P2EB dan JIEB dapat dilihat pada
rubrik Unit News.
Cerita Inspiratif edisi kali ini akan menampilkan Faik
Fahmi, Director of Commercial & Business Development
PT Angkasa Pura II. News from Abroad dituliskan secara
khusus oleh dosen yang sedang menempuh pendidikan
S3 di Western Michigan University, Dini Ghuzini. Tak
ketinggalan, Lecturer’s Article akan memuat tulisan Bowo
Setiyono, dosen dari Departemen Manajemen yang
baru saja menyelesaikan pendidikan S3 di Université de
Limoges.
Sebagai penutup, kami mengundang semua civitas
academica, alumni dan masyarakat FEB UGM untuk turut
berkontribusi dan berperan aktif demi menyukseskan
Lustrum FEB UGM ke-12.
Maret 2015

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, PhD.
Dekan

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id
W: http://www.feb.ugm.ac.id

Penanggung Jawab

Pengarah

Tim Liputan

Muhammad Edhie Purnawan, M.A.,
PhD.
(Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Pengabdian Kepada Masyarakat,
Alumni dan Kerjasama)

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc,
PhD.
(Dekan)

Ananda Adi C
Hestining Kurniastuti
Jodista Giche K
Muhammad Ikhsan Brilianto
Nadia Fitriani
Nela Navida
Nur Mutiara S. Santosa

B.M. Purwanto, MBA., PhD.
(Wakil dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt.
(Wakil Dekan Bidang Keuangan
Administrasi dan Sumber Daya
Manusia)
Eko Suwardi, M.Sc., PhD.
(Wakil Dekan Bidang Perencanaan
dan Teknologi Informasi)

Teknologi Informasi
Muhammad Ali Faiq

Artistik
Bintang Rahmadi
Nisita Putri Rahayu
Mario Rosario Wisnu Aji

15

Special Report
Menyambut Dies Natalis ke-60 FEB UGM

CONTENTS
What’s Up FEB
Membedah Permasalahan
Ekonomi Indonesia

3

Membedah Peluang dan Risiko
Tantangan Ekonomi Asia

3

Mengenal Lebih Dekat Senat
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

5

S1

6

MAGISTER MANAJEMEN

7

MAGISTER AKUNTANSI

9

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR

11

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

13

Who’s Who

17

Others

17

Around Bulaksumur

18

Partnership

19

Scholarship and Recruitment

19

Advertorial

20

Exchange Students’ Comments

24

FEB in Pictures

30

Unit News

31

Facilities

35

21

Lecturer’s Article
Bowo Setiono

25

News from Abroad
Diny Ghuzini

27

Alumni Corner
Faik Fahmi

29

Student Corner
Nurul Wakhidah

WHAT’S UP FEB S1

Reuni Istimewa Kafe-75

“N

glumplukake balung seng
pisah”, istilah tersebut
barangkali tepat untuk
menggambarkan reuni yang diadakan
oleh alumni Fakultas Ekonomi (FE)
UGM —sekarang Fakultas Ekonomika
dan Bisnis (FEB), red— angkatan 1975
atau akrab disebut Kafe-75. Kalimat itu
berarti mengeratkan kembali persaudaraan yang telah lama terpisah.
Mengangkat tema “40 Tahun Paseduluran Kafe-75 UGM”, reuni akbar diadakan
pada 6-8 Februari 2015 dengan venue
utama di Java Village Resort, Dusun
Jlamprang, Pendowo Harjo, Sleman.
Menurut penuturan Ketua Pelaksana
Reuni, Sarwanto, acara kali ini tergolong
istimewa karena usia angkatan mereka
genap lima windu (40 tahun). “Reuninya
heboh sekali. Ada 90 orang anggota dan
60 orang anggota keluarga yang hadir,”
tuturnya.

1

EB News MARET 2015

Rangkaian acara reuni yang
diselenggarakan selama tiga hari
tersebut sangat beragam. Sarwanto
menyebutkan ada beberapa kegiatan
yang dilakukan oleh Kafe-75, di antaranya adalah makan bersama di SGPC Bu
Wiryo, foto bersama di Bulaksumur, donor darah bus keliling, audiensi ke FEB
UGM, wisata ke Kaliadem, kunjungan ke
Panti Wreda Abyasa Pakem, dan diakhiri
dengan makan siang di Rumah Makan
Jejamuran.
Tujuan reuni Kafe-75, yakni untuk
mengakrabkan anggotanya kembali
tergolong tercapai. “Banyak dari kami
yang sebelumnya pasif, kini mulai aktif
untuk menjalin kembali tali silaturahim.
Bahkan sampai ada merelakan tetap
datang dengan dituntun karena sakit,”
kenang Sarwanto. Ada beberapa keinginan dari anggota Kafe-75 yang ingin di-

wujudkan setelah reuni tersebut, salah
satunya adalah lebih meningkatkan
kerjasama dengan FEB UGM. Di samping
itu, para anggota Kafe-75 mengaku
tetap bersemangat untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan yang sesuai
dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kafe-75 rencananya akan reuni lagi
pada 2017,” pungkas Sarwanto sebagai
penutup. [Mutiara]

S1 WHAT’S UP FEB

Temu Alumni Kafe-80

P

ersahabatan kompak yang terjalin
oleh alumni Fakultas Ekonomi
(FE) UGM angkatan 1980 (Kafe
UGM -80) membuat mereka berkumpul kembali dalam acara Reuni Kafe
UGM ’80 pada 14 Februari 2015 lalu.
Tidak ada tema khusus yang dirancang
demi terselenggaranya reuni tersebut.
Menurut penuturan B.M. Purwanto,
dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis
(FEB) UGM selaku perwakilan Kafe UGM
’80, acara reuni kali ini fokus pada temu
kangen dan kepedulian sosial.
Rangkaian acara reuni Kafe
UGM -80 tergolong sederhana. Acara
diadakan pada Sabtu-Minggu, 14-15
Februari 2015. Sabtu pagi para alumni
berkumpul di Balairung UGM untuk
temu kangen, berfoto bersama, dan

menengok kelas mereka dahulu yang
ada di Gedung Pusat UGM. Setelah itu,
mereka kemudian menuju ke salah satu
sekolah di Sleman untuk mengadakan
bakti sosial. Acara puncak reuni Kafe
UGM ’80 sendiri diadakan di Balai Persada pada malam harinya. “Tidak ada
acara formal untuk reuni kali ini, setelah
acara pada hari Sabtu itu, Minggu
paginya kami langsung pulang,” ungkap
B.M. Purwanto.
Meski tidak ada acara yang formal,
B.M. Purwanto mengaku reuni kali ini
tetap berlangsung meriah. Menurutnya,
reuni Kafe UGM ’80 merupakan salah
satu acara reuni yang cukup besar karena dihadiri sampai tujuh puluh orang.
Untuk renaca ke depan, B.M Purwanto
menuturkan bahwa Kafe UGM ’80 belum

memiliki rencana pasti untuk mengadakan reuni kembali. Akan tetapi, hal
tersebut tidak menjadi penghalang
bagi Kafe UGM ’80 untuk saling bertegur
sapa dan menjaga kekompakan persahabatan mereka. “Kami adalah salah
satu angkatan yang kompak. Mereka—Kafe UGM ’80—yang ada di Jakarta
sebenarnya sering bertemu. Selain
itu, kami juga aktif melalui obrolan di
WhatsApp,” pungkas B.M. Purwanto.
[Mutiara]

S1 JURUSAN AKUNTANSI

Departemen Akuntansi FEB UGM
Kembali Berprestasi

D

epartemen Akuntansi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM
kembali mengibarkan namanya
di kancah nasional. Lewat dua tim perwakilannya, semua penghargaan dalam
Konferensi Mahasiswa Akuntansi 2015
berhasil disapu bersih. Tim UGM 1 yang
beranggotakan Ni Wayan Diah Puspita,
Noviati Wani, dan Adhistiya Virdhiayani
berhasil meraih Best Performance.

Sedangkan Tim UGM 2 yang beranggotakan Claudia Hanny, Nur Mutiara
Sholihah Santosa, dan Zoraida Gizela
berhasil meraih kategori Best Paper.
Penghargaan lain juga diraih oleh anggota Tim UGM 2, Claudia Hanny, sebagai
Most Favorable Delegate.

pan finalis yang sebelumnya telah lolos
seleksi paper dengan tema “Integrated
Reporting More Than a Financial Number”. Kedelapan finalis tersebut pada
babak sebelumnya, yaitu seleksi paper,
berhasil menyisihkan 42 tim lainnya
dari seluruh Indonesia. [Mutiara]

Konferensi yang diadakan oleh
Universitas Atmajaya Yogyakarta pada
12-14 Maret 2015 itu diikuti oleh dela-

EB News MARET 2015

2

WHAT’S UP FEB S1

Menguak Permasalahan
Ekonomi Indonesia

P

ada hari Jumat (20/3) Fakultas
Ekonomika dan Bisnis UGM
menyelenggarakan acara bedah
buku. Acara tersebut merupakan salah
satu rangkaian acara Eminent Person
Talk The Walk yang diadakan oleh FEB
UGM. Pada kesempatan tersebut, buku
yang dibedah adalah buku berjudul
“The Sum is Greater than The Parts”
karangan Benny Subianto (Peneliti
Universitas Harvard, Harvard Kennedy
School). Hadir pula sebagai pembicara,

Prof. Anwar Nasution (Dosen FEB UI),
dan moderator Muhammad Edhie Purnawan (Dosen FEB UGM).
The Sum is Greater than The Parts
menceritakan mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh
ekonomi Indonesia. Ekonomi Indonesia
masih terkotak-kotak seperti pada masa
VOC. Pernyataan tersebut diamini oleh
kedua narasumber. Terkotak-kotaknya
ekonomi Indonesia tersebut menyebabkan produksi dalam negeri Indonesia

kurang efektif. Akibatnya, produk Indonesia kalah bersaing dengan produk
negara lain. “Indonesia tidak masuk
dalam global supply chain”, kata Prof.
Anwar Nasution. Setiap permasalahan
dijelaskan dengan apik dalam tiap bab
buku tersebut. “Tidak adanya survei
kuantitatif dan kurangnya solusi yang
diberikan adalah kelemahan dari buku
ini”, tutur Benny Subianto.

Peluang dan Resiko Tantangan
Ekonomi Asia

S

ebagai rangkaian acara Eminent
Person Talk the Walk, FEB UGM
mengundang Dr Shang-Jin Wei (Chief
Economist Asian Development Bank/
ADB) dan Edimon Ginting PhD. (Deputy
Country Director, ADB Indonesia) sebagai pembicara seminar. Judul yang
diangkat pada seminar yang diselenggarakan pada hari Jumat (27/3) lalu
tersebut adalah ADB Seminar Asian
Development Outlook 2015: Financing
Asia’s Future Growth. ADB’s Asian Development Outlook merancang bahwa
pertumbuhan di Asia akan tumbuh
dengan stabil di angka 6.3% pada tahun
2015 dan 2016. Rancangan tersebut
didukung dengan dilakukannya upaya
memperkuat ekonomi industri besar

3

EB News MARET 2015

dan menurunnya harga komoditas
global saat ini.

modal karena meningkatnya tingkat
suku bunga di US.

Menanggapi upaya pertumbuhan
Asia ini, Dr Shang-Jin Wei mengatakan
bahwa terdapat beberapa pemicu
pertumbuhan kunci di Asia. Pemicupemicu penting tersebut adalah
perbaikan dalam DMCs, didapatnya
kembali kemajuan ekonomi, penurunan
harga komoditas, dan moderasi yang
dilakukan oleh People’s Republic of
China (PRC). Sementara, resiko yang
perlu diwaspadai dalam masa-masa
pertumbuhan ini adalah krisis utang
Yunani yang parah dan memperparah
resesi di Federasi Rusia, pertumbuhan
di China atau India yang lebih lambat
dari yang diharapkan, dan keluarnya

Pembuat kebijakan memiliki
peranan penting dalam pertumbuhan
ini. Pembuat kebijakan harus dapat
memastikan bahwa rumah tangga dan
perusahaan memiliki akses yang luas
terhadap keuangan. Perkembangan
finansial harus mendukung pertumbuhan, inklusi, dan stabilitas. “Hal yang
penting untuk menghadapi risiko tantangan ekonomi ini adalah intervensi
harus dikoordinasikan antara negara-negara Asia”, kata M. Edhie Purnawan
(Dosen dan Wakil Dekan di FEB UGM)
menanggapi presentasi tersebut.

S1 WHAT’S UP FEB

Sambutan Siswa Pertukaran
Pelajar pada Orientation Day

S

etiap tahunnya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM menerima
siswa pertukaran pelajar dari
universitas partner di seluruh dunia.
Pada Selasa (10/2) lalu, FEB kembali
menerima 25 mahasiswa dari 8 negara,
yaitu Jerman, Belanda, Austria, Jepang,
Thailand, Korea Selatan, Australia dan
Perancis. Pada kesempatan itu, pihak
fakultas bekerjasama dengan Kantor
Urusan Internasional dan perwakilan
mahasiswa yang tergabung dalam
Student Ambassador serta Global
Leadership Forum menyelenggarakan
orientasi bagi siswa pertukaran pelajar
tersebut.
Acara yang dilaksanakan selama 3
jam di Djarum Hall, Pertamina Tower itu
dibuka dengan sambutan oleh Dr. B.M.
Purwanto, M.B.A. selaku Wakil Dekan
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.
B.M. Purwanto memberi beberapa tips
hidup di Yogyakarta, seperti misalnya
rambu lalu lintas dan budaya mas-

yarakat secara umum. Acara selanjutnya ialah penampilan tari tradisional
dari Jawa Timur. Para peserta nampak
sangat antusias menonton pertunjukan
tersebut.
Setelah rangkaian sambutan,
acara dilanjutkan dengan perkenalan dari para mahasiswa pertukaran
pelajar, pihak fakultas, dan perwakilan
mahasiswa FEB UGM. Sempat membuat
gelak tawa di kalangan peserta ketika
Muhammad Edhie Purnawan, M.A., PhD.
selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Pengabdian kepada Masyarakat dan
Kerja Sama dan Alumni mengatakan,
“My name is Brad Pitt.”
Setelah saling mengenal, perwakilan dari tiap jurusan yang terdiri
atas Dr. Sahid Susilo Nugroho, M.Sc.
selaku Ketua Jurusan Manajemen, Mahfud Sholihin, PhD. selaku Ketua Jurusan
Akuntansi, serta Prof. Dr. Samsubar
Saleh, M.Soc.Sc. selaku Wakil Ketua
Jurusan Ilmu Ekonomi memaparkan

tentang syarat akademik serta mata
kuliah apa saja yang ditawarkan.
Mengingat pentingnya pemahaman tentang Indonesia, Dr. Rangga
Almahendra, S.T., M.M. selaku Kepala
Kantor Urusan Internasional FEB UGM
menjelaskan beragam fakta tentang
Indonesia. Beberapa di antaranya
adalah informasi mengenai jumlah
pulau, budaya, serta bahasa. Tak lupa
disampaikan pula aturan berpakaian
di FEB UGM yang dikenal dengan FEB’s
Way serta aturan kehadiran di kelas.
Acara ini ditutup dengan penyampaian agenda ke depan oleh perwakilan
Global Leadership Forum (GLF) yaitu
Welcoming Party, Education Trip ke Karimun Jawa, Sport Day, serta Welcoming
Cokctail di lantai 8 Pertamina Tower.
Seluruh peserta terlihat antusias menyambut tahun ajaran baru ini. [Azka]

EB News MARET 2015

4

WHAT’S UP FEB S1

Mengenal Lebih Dekat Senat
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

S

elama ini, dekanat dikenal sebagai otoritas tertinggi di lingkup
fakultas. Sebenarnya, terdapat
senat fakultas yang kedudukannya di
atas dekanat. Akan tetapi, masih kaburnya tugas pokok fungsi dan minimnya
sosialisasi tentang senat fakultas membuat banyak kalangan tidak menyadari
keberadaan senat.
“Dulu tugas senat sangat kabur
dan umum. Kini, saatnya mengembalikan kembali kedudukan senat ke
sebagaimana mestinya” ujar Prof. Dr.
Abdul Halim, M.B.A., Ak, Ketua Senat
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)
UGM. Ia menambahkan bahwa peran
senat seharusnya tidak hanya sebatas
formalitas atau hanya keperluan silaturahmi. Tetapi, senat harus benar-benar menjadi check and balances di
FEB UGM. Upaya revitalisasi ini mulai
intensif dilakukan sejak terpilihnya
dekan Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.
Sc., PhD. Kemudian, ditegaskan kembali
pada rapat fakultas terakhir. Wihana
mengatakan, “Ke depan fungsi (senat-red)
jauh meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.”
Pada hakikatnya, seharusnya senat
dapat berfungsi sebagai lembaga legislatif fakultas. Sementara itu, dekanat
berperan sebagai lembaga eksekutifnya.
Senat di FEB sebelumnya dirangkap
oleh penjabat dekan. Akan tetapi, senat
mulai dipisah dari jabatan dekan pada
saat kepemimpinan dekan Dr. Ainun
Na’im, MBA (2004-2007). Menjabat
sebagai ketua senat fakultas pertama
5

EB News MARET 2015

kala itu adalah Dr. Hargo Utomo, MBA.,
M.Com.
Setelah UGM menjadi Badan
Hukum Milik Negara (BHMN), terdapat
statuta baru yang mengatur terkait
operasional UGM. Dalam statuta tersebut dimandatkan adanya wali amanah
yang termasuk di dalamnya adalah
senat. Senat terdiri dari senat fakultas
dan senat universitas. Dengan adanya
mandat tersebut pula, kini keberadaan
senat terus direvitalisasi.
Pengadaan sekretariat senat fakultas
adalah sebuah langkah awal revitalisasi.
Lokasi sekretariat senat fakultas adalah
lantai dua sayap timur FEB UGM. Hal ini
berdasarkan pemikiran bahwa banyak
civitas akademika FEB UGM yang tidak
menyadari keberadaan senat fakultas
karena tidak memiliki ruang atau sekretariat sebagaimana dekanat. Bahkan,
kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh senat fakultas, seperti pidato
dekan dan pidato ilmiah banyak yang
menganggap dekanat sebagai penyelenggara kegiatan tersebut.
Program kerja senat fakultas diantaranya adalah rapat bulanan, pidato
dekan, dan pidato ilmiah. Pada rapat
bulanan topik yang seringkali dibahas
adalah kenaikan pangkat dosen-dosen
FEB UGM. Selain itu, senat berwenang
dalam mengesahkan rancangan anggaran fakultas dan pemilihan kepala
departemen, yaitu jurusan akuntansi,
manajemen, dan ilmu ekonomi. Jika
dulu senat hanya bertugas untuk
melakukan election (pemilihan), kini

menjadi selection (penyeleksian).
Sehingga, senat tidak hanya asal
menandatangani rancangan anggaran
ataupun calon kepala departemen.
Akan tetapi, benar-benar menyelenggarakan proses seleksi.
Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak
dalam bertugas dibantu oleh John Suprihanto, MIM., PhD. sebagai sekretaris
senat. Selain itu, anggota dari senat
fakultas adalah dekanat itu sendiri.
Sehingga, jika senat fakultas dapat
berfungsi dengan baik, maka dekanat
akan tunduk dengan peraturan maupun
keputusan yang dikeluarkan oleh senat.
Tentu hal ini akan memberikan dampak
positif juga terhadap kinerja dekanat.
Nantinya dekanat akan fokus terhadap
permasalahan eksternal, sementara
senat fokus terhadap permasalahan
internal.
Peraturan secara resmi tentang
koordinasi senat dan dekanat masih
dipersiapkan oleh pihak rektorat UGM.
Dalam implementasinya, tentu peraturan resmi tersebut kembali ke manajemen masing-masing fakultas. “Jangan
ah jalan aja. Kita FEB harus menjadi
ahli manajemen dan dapat dicontoh
fakultas. Jangan hanya FEB terkenal
dengan gedung pertamina yang tinggi
saja,” tegas Halim. Terlebih akreditasi
Association to Advance Collegiate
Schools of Business (AACSB) yang telah
diraih harus semakin mengukuhkan FEB
sebagai fakultas terbaik dalam berbagai
hal juga. [Ibe]

MAGISTER MANAJEMEN WHAT’S UP FEB

Menggandeng
Mitra Mancanegara
Bandai Namco Holdings
Inc. Dari Jepang

P

rogram Magister Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (MM
FEB UGM) terus melakukan upaya
internasionalisasi program pendidikan,
baik dalam penyelenggaraan program
pendidikan gelar maupun program
nongelar. Salah satu upaya tersebut
adalah meningkatkan kerjasama
dengan mitra dari Jepang yaitu
Bandai Namco Holdings Inc., sebuah
perusahaan raksasa dari Jepang yang
bergerak dalam bisnis Toy Hobby.
Mitra dari negeri sakura ini memiliki
banyak lisensi game, anime, dan
mainan. Rencananya, bersama MM FEB
UGM, Badai Namco Holdings Inc. akan
menyelenggarakan program kerjasama

Bandai Namco - Strategic Marketing in
Emerging Market.
Pada Kamis (5/3) silam, Naoki
Koseki dari Bandai Namco didampingi
oleh Mikiko Katsu dari Cicom Brains
bertemu dengan pengelola MM
FEB UGM yaitu Prof. Basu Swastha
Dharmmesta, PhD. dan Kusdianto
Setiawan, PhD., serta beberapa staf.
Dalam pertemuan yang berlangsung
di meeting room MM FEB UGM Kampus
Yogyakarta tersebut, para pengelola MM
FEB UGM dan perwakilan dari Bandai
Namco Holdings Inc. membicarakan
mengenai rencana pelaksanaan
Bandai Namco - Strategic Marketing
in Emerging Market . Selain itu, dalam
pertemuan tersebut dibicarakan pula

mengenai kegiatan Business Plan
Competition yang akan mulai berproses
pada bulan Juli 2015. Business
Plan Competition ini nantinya akan
melibatkan mahasiswa MM FEB UGM
Kampus Yogyakarta maupun Jakarta.
Kerjasama ini diharapkan
bermanfaat bagi kedua pihak, baik
MM FEB UGM maupun Bandai Namco
Holdings Inc.. Selain itu kedepannya,
kerjasama ini pun diharapkan dapat
memungkinkan bagi keduanya
untuk saling bertukar ilmu tentang
pengetahuan manajemen perusahaan
Jepang dan market research di
Indonesia.[Nela]

Menyambut Mahasiswa Baru
MM UGM Kampus Jakarta

D

alam rangka menyambut mahasiswa baru semester gasal, Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada (MM FEB UGM) Kampus Jakarta
mengadakan rangkaian kegiatan orientasi. Berlangsung di Auditorium Gedung
B Lantai 9 MM UGM Kampus Jakarta,
kegiatan ini diikuti oleh 157 mahasiswa
baru. Rangkaian kegiatan orientasi yang
berlangsung dua hari ini terdiri atas
kuliah pembekalan yang dilaksanakan
Sabtu (14/2) serta Business Fun Game
(BFG) pada keesokan harinya, Minggu
(15/2).
Setelah dibuka oleh Prof. Dr.
Basu Swastha Dharmmesta, kegiatan
orientasi dilanjutkan dengan sambutan
oleh Ketua Program MM UGM Kampus
Jakarta, Dr. Wakhid Slamet Ciptono.
Usai pembukaan dan sambutan, kegia-

tan orientasi pun dilanjutkan dengan
kuliah pembekalan yang diampu oleh
Prof. Soewardjono. Kuliah ini diisi
dengan diskusi mengenai paragdigma
proses belajar mengajar di MM UGM
Kampus Jakarta. Tak hanya itu, Prof. Dr.
Basu Swastha Dharmmesta pun turut
mengisi kuliah pembekalan mengenai
ke-UGM-an.
Keesokan harinya diselenggarakan
Business Fun Game (BFG) yang merupakan rangkaian pelaksanan kegiatan
orientasi. Acara ini dirangkai dengan
tujuan menjalin keakraban antara sesama mahasiswa baru. Prof. Djamaludin
Ancok, PhD. didampingi Neila Ramdani,
M.Si., dan Indrianingsih, S.Psi turut
hadir untuk memandu acara dengan
dibantu oleh beberapa staf karyawan.
Mahasiswa dipandu untuk memulai tiga
jenis permainan yang berbeda. Perta-

ma, kereta balon yang bermakna kebersamaan, kepemimpinan dan empati.
Selanjutnya adalah permainan garis
kelahiran, dan yang terakhir, permainan
magic carpet yang keduanya memiliki
makna kebersamaan dan integritas.
Ada yang sedikit berbeda dalam
BFG kali ini dengan adanya beberapa
meja layanan informasi klub kegiatan
mahasiswa. Dengan layanan ini para
mahasiswa baru bisa bergabung di
klub-klub yang ada sesuai minat dan
kebutuhan. Para pengurus klub kegiatan mahasiswa juga menyajikan profil
klubnya untuk menarik perhatian para
mahasiswa baru agar ikut bergabung.Di
penghujung acara, rangkaian kegiatan
BFG ditutup dengan sesi tanya jawab
mengenai makna dan nilai yang ada
dalam permainan yang baru saja
dilakukan. [Nela]

EB News MARET 2015

6

WHAT’S UP FEB MAGISTER MANAJEMEN

Pembinaan Karier:
“How to Define Your Career Path”

H

uman Resource Community, salah
satu kl ub kemahasiswaan Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM
FEB UGM), kembali menyelenggarakan
sejumlah rangkaian acara pembinaan
karier. Rangkaian acara yang bertemakan “How to Define Your Career
Path” ini ditujukan bagi mahasiswa
Angkatan 66 yang masih dalam masa
perkuliahan matrikulasi (Pra-MBA).
Acara ini berlangsung selama dua hari,
yakni pada Jumat (27/2) sampai dengan
Sabtu (28/2).
Sesi pertama rangkaian acara ini
adalah seminar bertajuk “How to Maximize Your Potential” yang dilaksanakan
pada Jumat (27/2) di ruang FMR Lantai
5 Gedung MM FEB UGM Yogyakarta.
Seminar dibuka dengan sambutan singkat oleh Kusdhianto Setiawan, PhD.,
Wakil Direktur Bidang Akademik MM
FEB UGM. Dimoderatori oleh M. Genta
Mahardhika, MBA. (alumnus MM FEB
UGM serta pendiri Eureka Consultant),
seminar ini diberikan oleh Ketua

Ombudsman Republik Indonesia yang
juga alumnus UGM, Danang Girindrawardhana, S.IP.
Pada awal seminar, peserta
diingatkan untuk bersiap menghadapi
persaingan pasar bebas ASEAN yang
segera bergulir pada Desember 2015
mendatang. Danang menekankan
agar peserta memiliki penguasaan
bahasa asing dan penerapan pola pikir
yang tidak terlalu akademis usai lulus
dari bangku kuliah. Dari sini Danang
mengarahkan mahasiswa untuk
membuat perencanaan karier dan
mimpi yang mereka inginkan. Materi,
pengalaman, dan inspirasi disampaikan
melalui tampilan slide show dan diskusi
interaktif oleh pembicara. Di dalam
sesi ini peserta secara bergantian juga
menyampaikan analisis Plan Do Check
Action (PDCA) atas mimpi mereka.
Usai seminar usai, agenda dilanjutkan dengan workshop dan sharing
session pengembangan karier oleh tim
Eureka Consultant. Sebelumnya panitia

membagi peserta menjadi dua kelompok yaitu kategori fresh graduate yang
ditempatkan di ruang FMR lantai 5 dan
kategori By working experience yang
menempati ruang 401 lantai 4. Bagi
peserta fresh graduate, workshop lebih
difokuskan pada pemilihan karier yang
dibagi melalui 4 kuadran yaitu Employee
(pekerja), Self Employed (bekerja sendiri), Business Owner (pemilik bisnis), dan
Investor (penanam modal). Sedangkan
untuk kategori By working experience,
sharing session lebih menggali potensi
yang dapat dimaksimalkan dari karier
yang ditekuni dan melihat kembali
pencapaian yang telah diperoleh.
Rangkaian acara berlanjut pada hari
berikutnya Sabtu (28/2) dengan fokus
mengenai potensi karier berupa psikotes
di Auditorium Sukadji Ranuwiharjo
Kampus MM FEB UGM Yogyakarta. Acara
yang diadakan dengan menggandeng
lembaga psikologi terapan Kedai Karir
Yogyakarta ini diikuti oleh sebanyak 82
mahasiswa Reguler Angkatan 66.
Dalam pengantar sebelum
pelaksanaan psikotes, Koordinator
Tim menjelaskan bahwa psikotes yang
dilaksanakan saling terkait dan melengkapi dengan seminar dan workshop
pada hari sebelumnya. Ketiganya bertujuan untuk mendeteksi potensi diri dari
tiap peserta sejak dini. Format psikotes
pada hari tersebut sangat mirip dengan
tes yang biasa dilaksanakan perusahaan-perusahaan pada proses perekrutan calon karyawan. Oleh karena itu,
peserta diminta untuk mengerjakan tes
dengan serius, tetapi natural agar hasil
dapat menggambarkan potensi diri
secara jelas. [Nela]

Pelatihan Certified Financial Planner Angkatan 4

P

rogram Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM) kembali
menyelenggarakan pelatihan Certifed
Financial Planner (CFP). Pelatihan CFP
ini merupakan kerjasama MM FEB UGM
dengan Financial Planning Standards
Board(FPSB) yang telah terselanggara
sejak angkatan pertama pada 2013.
Kegiatan ini dilangsungkan baik di MM
FEB UGM Kampus Jakarta maupun
Yogyakarta. Terselenggaranya pelatihan
CFP angkatan 4 ini merupakan komitmen MM FEB UGM untuk memperluas
jaringan kerjasama dan merangkul
banyak kalangan profesi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Indonesia.

7

EB News MARET 2015

Pelatihan CFP angkatan 4 yang
diselenggarakan oleh MM FEB UGM
Kampus Jakarta dijadwalkan akan
berlangsung mulai hari Sabtu (28/2)
sampai dengan Minggu (14/6). DIlaksanakan di ruang 603, lantai 6 gedung
MM FEB UGM Kampus Jakarta, kegiatan
ini diikuti oleh 12 peserta dari beragam
institusi yang diantaranya adalah
CIMB Niaga, Bank BNI, Asuransi Cigna,
Asuransi Jiwasraya, Allianz Life, Rekayasa Engineering, dan Ethica Industri
Farmasi.
Di MM FEB UGM Kampus Yogyakarta, CFP digelar dengan jadwal mulai
Sabtu (7/3) sampai dengan bulan Juni
mendatang. Peserta pelatihan berasal
dari kalangan praktisi dari PT Bank

Mandiri, PT BNI (Persero), CIMB Niaga,
PT Sequislife DNP3 Bali, PT Samator,
Prudential Life Assurance, Prudential
PRUAdvantage Team, serta kalangan
akademisi dan mahasiswa MM FEB
UGM. Selain itu, pelatihan CFP juga
diikuti oleh peserta dari Universitas
Pembangunan Nasional (UPN), dan
Universitas Surabaya (Ubaya). Kusdhianto Setiawan, PhD. selaku Deputi
Direktur Bidang Akademik MM FEB UGM
meyampaikan bahwa dengan mengikuti
program sertifikasi CFP di MM FEB UGM
akan mendatangkan banyak manfaat
karena peserta akan memperoleh
kesempatan untuk menimba ilmu dari
pengajar yaitu dosen dan praktisi ahli,
memperoleh modul yang berkualitas,
serta fasilitas yang memadai. [Nela]

MAGISTER MANAJEMEN

EB News MARET 2015

8

WHAT’S UP FEB MAGISTER AKUNTANSI

Temu Alumni Program Magister
Akuntansi FEB UGM di Kota Ambon

P

rogram MAKSI FEB UGM mengagendakan acara temu alumni di kota
Ambon. Bertempat di salah satu restauran di kota Ambon pada 18 April silam,
acara makan malam ini dihadiri oleh 20
lulusan program MAKSI yang bekerja di
beberapa SKPD di pemerintahan kota
Ambon.

Pada kesempatan ini, Prof. Gudono
MBA., PhD., CMA., Ak., selaku Direktur
Program MAKSI FEB UGM didampingi
oleh Dr. Rusdi Akbar M.Sc., CMA., Ak dan
Drs. Ahmad Jamli, MA., menyampaikan
bahwa Program MAKSI akan menyelenggarakan Dies Natalis MAKSI ke-13
yang rencananya akan digabung dengan
Lustrum Fakultas Ekonomika dan Bisnis

(FEB) UGM ke-12 di Yogyakarta pada
September 2015 mendatang.
Lustrum ke-12 FEB juga akan diisi
dengan temu alumni sehingga Prof.
Gudono sangat berharap partisipasi
dari seluruh alumni MAKSI di kota
Ambon untuk dapat hadir, sehingga
seluruh alumni dari berbagai kota dapat
bertemu sekaligus reuni bersama.

Pelepasan Wisuda Periode Januari 2015

P

rogram Magister Akuntansi (MAKSI)
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)
menyelenggarakan pelepasan wisuda
pada tanggal 22 Januari 2015 di
ruang sidang Kertanegara FEB UGM
pada pukul 11.00 – 13.00 WIB. Pada
periode kali ini jumlah mahasiswa yang
diwisuda adalah sebanyak 26 orang.
Terdapat tiga mahasiswa yang meraih
predikat cumlaude, yaitu Bagus Wahyu
Tendroutomo dengan IPK 3.93, Lely

Noor Janna dengan IPK 3.86, dan Riza
Hidayatulloh dengan IPK 3.84. Predikat
sangat memuaskan diraih oleh 15
mahasiswa dan 2 mahasiswa meraih
predikat memuaskan.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil
Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan
Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Slamet
Sugiri, MBA., CMA, Prof. Gudono, PhD.,
CMA, Drs. Ahmad Jamli, MA, dan Dr.
Rusdi Akbar, M.Sc., CMA serta karyawan
MAKSI dan para pendamping wisuda.

Dalam sambutannya, Prof. Dr.
Slamet Sugiri, MBA., CMA memberikan
nasihat kepada para wisudawan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan
melalui media apapun, salah satunya
melalui buku-buku yang up to date yang
belum pernah dipelajari selama kuliah.
Ia juga berpesar agar mahasiswa dapat
selalu menjaga nama baik almamater.
Acara tersebut diakhiri dengan foto
bersama dan makan siang.

Syukuran dan Pelepasan Wisuda Periode Oktober 2014

M

agister Akuntansi (MAKSI) kembali
memberikan apresiasi kepada
mahasiswa yang telah diwisuda pada 23
Oktober 2014 di Grha Sabha Pramana,
Universitas Gada Mada (UGM). Para
wisudawan ini telah menyandang gelar
M.Acc (Master of Accounting). Syukuran
dan pelepasan yang diadakan oleh Program Magister Akuntansi dilaksanakan
di Ruang Auditorium Djarum Hall Pertamina Tower FEB UGM ini berlangsung
meriah dan penuh suka cita.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan
Bidang Perencanaan dan Sistem Infor-

9

EB News MARET 2015

masi FEB UGM, Dr. Eko Suwardi, M.Sc.,
P.hD, Pengelola Magister Akuntansi Prof.
Gudono, MBA., PhD., Drs. Ahmad Jamli,
MA, Dr. Rusdi Akbar, M.Sc., CMA, serta
orang tua wali dan pendamping wisuda.
Terdapat 26 mahasiswa yang diwisuda
beserta para pendamping wisuda. Pada
periode kali ini, terdapat 3 mahasiswa
yang meraih predikat cumlaude, yaitu
Cahyaningrum dengan IPK 3.82, Husnil
Hayati Z. dengan IPK 3.80, dan Eryna
Hari dengan IPK 3.77. Terdapat 13
mahasiswa dengan predikat sangat
memuaskan dan predikat memuaskan
diraih oleh 9 mahasiswa.

Eko Suwardi menyampaikan rasa
bangganya terhadap lulusan yang telah
menyelesaikan studinya dengan baik
dan tepat waktu. Eko Suwardi juga
menghimbau untuk selalu menjaga
almamater UGM. Pelepasan wisuda ini
diakhiri dengan doa dan foto bersama.
Acara tersebut berlangsung dari pukul
10.30–13.00 WIB.
Ralat : halaman 11 edisi #19 tertulis
Manajemen Ekonomi Pembangunan
seharusnya Magister Ekonomika
Pembangunan. Mohon maaf atas
ketidaknyamanan ini.

MAGISTER AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

Bina Keakraban Magister Akuntansi FEB UGM

H

impunan Mahasiswa Magister Akuntansi (HIMMA) adalah salah satu
organisasi mahasiswa yang ada di Magister Akuntansi (MAKSI) sebagai wadah
segala kegiatan positif. Kerukunan dan
keakraban dalam suatu lembaga pendidikan merupakan hal yang tidak bisa
dikesampingkan. Hal tersebut dapat
menunjang terciptanya perilaku positif
di seluruh komponen dalam lembaga.

Oleh karena itu, HIMMA mengadakan kegiatan bina keakraban yang
dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Maret
lalu pukul 07.30-16.00 WIB bertempat di
Taman Rekreasi Kaliurang Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang mahasiswa MAKSI FEB UGM yang kegiatannya
antara lain adalah gathering, outbound
dan fun games.

Kegiatan keakraban yang dikoordinir oleh HIMMA ini dapat menunjang
aktivitas akademik dan non akademik
di Program Magister Akuntansi FEB
UGM. Kegiatan ini merupakan salah
satu momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas hubungan antar civitas
akademika di lingkungan Program
MAKSI FEB UGM.

Kunjungan dan Sosialisasi Beasiswa STAR BPKP ke
Kalimantan Utara

R

oadshow untuk mensosialisasikan
program STAR juga dilaksanakan
oleh Program Magister Akuntansi (MAKSI) di Kalimantan Utara. Tim sosialisasi
yang melakukan kunjungan kesana
adalah Prof. Gudono, PhD., CMA selaku
ketua program studi, Drs. Ahmad Jamli,
MA (sekretaris prodi bidang keuangan),
Dr. Rusdi Akbar, M.Sc., CMA (sekretaris
prodi bidang kemahasiswaan), Dian As-

mara Djati ( Kepala Bag. Admisi ), serta
staf Admisi, Ari Noor Santi Werdoyo.

program beasiswa yang ditawarkan, demikian juga dengan Pemda setempat.

Daerah-daerah di Kalimantan Utara
yang menjadi tujuan roadshow adalah
Tarakan, Malinau, Tana Tidung, Bulungan, dan Pemprov Kalimantan Utara.
Sedangkan pertemuan dengan pejabat
dari Nunukan dilaksanakan di Tarakan.
Dalam setiap kegiatan sosialisasi
para peserta sangat antusias dengan

Pada hari terakhir, tim MAKSI
melakukan kunjungan ke Universitas
Borneo yang disambut oleh Dekan
Fakultas Ekonomi (FE) Universitas
Borneo, Syaiful Anwar, SE., M.Si beserta
staf. Dalam kunjungan kali ini dibahas
mengenai kemungkinan-kemungkinan
kerja sama yang bisa dijalin antara FEB
UGM dan FE Universitas Borneo.

Sosialisasi Beasiswa S2 STAR BPKP untuk PNS di
Ambon, Maluku

P

rogram Magister Akuntansi (MAKSI)
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
(FEB) UGM pada tanggal 18–19 Maret
lalu melakukan roadshow ke Ambon,
Maluku dengan agenda Sosialisasi
Beasiswa S2 STAR BPKP untuk PNS di
Pemda setempat. Direktur Program
MAKSI FEB UGM, Prof. Gudono, MBA.,
PhD., CMA., Ak. didampingi oleh Dr.
Rusdi Akbar M.Sc., CMA., Ak. dan Drs.
Ahmad Jamli MA beserta staf MAKSI
memberikan informasi terkait prosedur
dan persyaratan beasiswa tersebut.
Sosialisasi pertama, Rabu 18 Maret
2015 dilakukan di Ruang Rapat Balai
Kota Sekretariat Kota Ambon. Kegiatan

ini dibuka langsung oleh sambutan dari
Sekretaris Kota Ambon, AG Latuheru
SH., M.Si. Dalam sambutannya, AG
Latuheru menyampaikan apresiasinya
atas kehadiran MAKSI FEB UGM. Pada
acara ini dan diharapkan akan banyak
animo dari PNS di lingkup Pemkot
Ambon dalam program beasiswa S2
ini mengingat pentingnya beasiswa ini
untuk meningkatkan kapasitas sumber
daya manusia.
Dihadiri oleh lebih dari 100 PNS dari
berbagai SKPD, Prof. Gudono memberikan
penjelasan bahwa pengelolaan keuangan
negara dan pengawasan yang efektif
merupakan faktor penentu dalam

menciptakan tata pemerintahan yang
baik. Oleh karena itu MAKSI FEB UGM
bekerjasama dengan BPKP dan dengan
dana dari Asian Development Bank
(ADB) memberikan kesempatan untuk
semua PNS di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di jenjang S2 melalui
beasiswa ini. Penjelasan mengenai
sosialisasi beasiswa dilanjutkan dengan
pemaparan materi oleh Dr. Rusdi Akbar,
M.Sc., CMA., Ak terkait prosedur dan
persyaratan pendaftaran mengingat
periode perkuliahan September 2015
adalah periode terakhir beasiswa ini.

EB News MARET 2015

10

WHAT’S UP FEB MAGISTER SAINS DAN DOKTOR

Kuliah Umum tentang Publikasi
Makalah, Program MD Hadirkan
Prof. Trond Randoy

P

rogram Magister Sains dan Doktor
(MD) FEB UGM mengadakan Kuliah Umum dengan tema Academic
Publishing in Business & Economics,
Senin (17/11/2014) silam. Prof. Trond
Randoy dari University of Agder, Norwegia, didaulat menjadi pembicara dalam
acara yang berlangsung di Auditorium
Gedung MD FEB UGM..
Membuka kuliah umum yang
dihadiri puluhan audiens, Prof Trond
menjelaskan tentang siklus yang harus
dilewati ketika mengajukan makalah untuk dipublikasikan di jurnal
akademik. Dijelaskan, penyusunan
makalah publikasi harus diawali
dengan adanya masalah penelitian
(ide riset) yang kemudian akan menjadi
acuan bagaimana menyusun draf awal
makalah.
“Draf awal ini akan menjadi working paper sebelum dipresentasikan di
konferensi. Setelah konferensi, working
paper tersebut dapat di-submit kejurnal

11

EB News MARET 2015

atau dibukukan,” ujar Prof Trond.
Namun demikian, Prof Trond
mengingatkan bahwa proses yang perlu
dilakukan setelahnya masih sangat panjang. Makalah yang di-submit,ujarnya,
memiliki kemungkinan untuk diterima,
di-submit ulang, atau mungkin bahkan
ditolak.
“Suatu makalah yang baik belum
tentu tidak pernah mengalami penolakan. Penolakan terhadap suatu makalah justru bisa jadi perbaikan untuk
makalah tersebut. Komentar reviewer
tentunya akan menjadi masukan yang
berharga bagi peneliti,” jelas Prof Trond.
Prof Trond lebih lanjut menjelaskan, bahwa dalam menyusun makalah,
kreativitas adalah hal yang penting.
Dengan kreativitas, peneliti akan bisa
mengidentifikasi masalah dengan
sudut pandang yang berbeda, sehingga
sebuah penelitian menjadi menarik.
Untuk menciptakan makalah yang
menarik, jelas Prof Trond, peneliti juga

harus mampu menciptakan posisi
terkait teori yang ada atau bahkan
menciptakan penjelasan teori yang
baru. Selain itu,peneliti juga harus tahu
metode yang digunakan secara spesifik,
dan disesuaikan dengan pendekatan
metodologi apa yang cenderung digunakandalam media publikasi tersebut.
“Penting juga untuk membuat riset
menjadi sebuah cerita yang menarik,
seperti ketika menceritakan sesuatu
kepada orang lain (story telling-red),”
terang Prof Trond.

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR WHAT’S UP FEB

Wisuda Mahasiswa Program Dual
Degree MSi FEB UGM-International
University of Japan

P

rogram MSi FEB UGM dan International University of Japan (IUJ) telah
meluluskan 15 mahasiswa program
dual degree-nya pada Januari 2015.
Mahasiswa ini merupakan staf Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota di
Sumatera Utara. Kurikulum program ini
merupakan modifikasi dari kurikulum
kelas kerjasama dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu RI dengan
fokus di public finance yang menggabungkan aspek mikro dan makro dalam
pengalokasian sumber daya di sektor
publik. Para lulusan ini memperoleh
gelar MSc in Economics dari UGM dan
MA in Economics dari IUJ.
Kelimabelas staf PNS ini mengambil mata kuliah tahun pertama di MSi
FEB UGM. Pada tahun pertama tersebut
mahasiswa dibekali dengan knowledge
dan analytical thinking di bidang Ilmu
Ekonomi. Pada bulan Januari 2014, lima
belas orang mahasiswa berangkat ke

Jepang untuk melanjutkan studi tahun
kedua di International Development
Program, International University of
Japan dan diwisuda di IUJ pada tanggal
11 Desember 2014. Wisuda di UGM
dilaksanakan pada tanggal 22 Januari
2015.
Prestasi yang cemerlang diraih oleh
beberapa wisudawan dan wisudawati.
Dua dari 15 peserta yaitu Uji Dippos
Lumban Siantar dan Veronika Eva Diana
Panjaitan mendapatkan gelar distinction dari IUJ. Thesis mereka dinilai
sebagai thesis yang distinguished.
Selain itu, 4 peserta yaitu Yafaowoloo
Gea, Uji Dippos Lumban Siantar, Gama
Leo Aristo Daulay, dan Eva Susanti Lumbangaol mendapatkan penghargaan
dari pemerintah kota di Niigata karena
partisipasi mereka dalam pemberdayaan masyarakat setempat.
Di saat awal mereka menempuh
pendidikan di MSi FEB UGM, mereka

merasakan bahwa mata kuliah-mata
kuliah yang ditempuh sangatlah susah
dan mereka membutuhkan waktu dan
energi yang luar biasa untuk menyesuaikan diri dengan academic environment yang sebenarnya membutuhkan
initial level of endowment yang tinggi.
Keberhasilan kelimabelas mahasiswa
tersebut dalam meraih dual degree dan
bahkan memperoleh penghargaan dari
IUJ menunjukkan bahwa initial level of
endowment tidak sesignifikan keseriusan proses dan upaya dalam menghasilkan output.
Kelimabelas lulusan ini dibiayai
sepenuhnya oleh APBD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Model
investasi SDM ini patut diteladani oleh
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/
Kota di Indonesia. Gubernur Sumatera
Utara H Gatot Pujo Nugroho, ST.,M.Si
mengundang Dekanat dan Pengelola
Program MD FEB UGM dan kelimabelas
lulusan tersebut sebagai celebration
atas kelulusan mereka.
Para lulusan program dual
degree tersebut diharapkan mampu
mengaplikasikan ilmu yang telah
diperoleh dalam pekerjaannya
masing-masing. Mereka diharapkan
membantu pencapaian visi-misi yang
telah dicanangkan. Dalam audiensi
di kantor Gubernur Sumut pada
tanggal 26 januari 2015 tersebut,
hadir Wakil Dekan Bidang Akademik
dan Kemahasiswaan FEB UGM, Dr.
BM Purwanto, Ketua Program MD
FEB UGM Prof. Dr. Bambang Riyanto,
dan Sekretaris Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan MD FEB UGM, Dr. Arti
Adji.

The 7th Annual
Doctorate Colloquium and Conference

S

alah satu perkembangan ekonomi
yang menjadi isu terkini adalah perwujudan ASEAN Economic Community
(AEC) yang dimulai pada 2015. Semakin
terintegrasinya perekonomian, daya
saing merupakan suatu indikator penting penentu kesejahteraan ekonomi
suatu negara. Guna memebrikan
kontribusi pemikiran terhadap peningkatan daya saing dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, maka
Program Magister Sains dan Doktor
(MD) Fakultas Ekonomika dan Bisnis

(FEB) UGM serta Ikatan Mahasiswa dan
Alumni Program Doktor Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(IMADEBGAMA) mengadakan Economics
and Business Doctoral Colloquium and
Conference dengan tema “Enhancing
Indonesia’s Competitive Advantage for
the Betterment of The Society” pada
26-27 November 2014 silam. Acara ini
mengundang para mahasiswa dan lulusan S3 Ilmu Ekonomi, Manajemen dan
Akuntansi, akademisi dan peneliti dari
berbagai universitas di Indonesia untuk

menulis dan mempresentasikan artikel
ilmiah, proposal disertasi, atau disertasi. Doctoral Colloquium and Conference
ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu
kolokium hasil penelitian mahasiswa
dan lulusan S3 bidang ekonomika dan
bisnis di seluruh Indonesia serta konferensi yang mendiskusikan strategi untuk
meningkatkan keunggulan kompetitif
Indonesia di pasar dunia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

EB News MARET 2015

12

WHAT’S UP FEB PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

Workshop Persiapan Perkuliahan
Review Chartered Accountant

S

esuai dengan blueprint profesi
akuntan yang dikeluarkan oleh
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), setiap
mahasiswa Pendidikan Program
Profesi Akuntan (PPAk) harus
mengikuti ujian kompetensi untuk

mendapatkan gelar Ak dan CA. Untuk
merespon hal tersebut, PPAk FEB UGM
menyelenggarakan workshop persiapan
perkuliahan Review CA. Workshop ini
bertujuan untuk menjaring masukanmasukan dari para pengajar sekaligus

sebagai ajang diskusi mengenai rencana
pelaksanaan perkuliahan Review CA
agar dapat berjalan dengan lancar dan
tingkat kelulusan mahasiswa PPAk FEB
UGM dalam ujian CA tinggi.

Studi Banding Pengelola PPAK Trisakti

P

ada hari Rabu, tanggal 15 Aptil
2015, Perwakilan PPAk Universitas
Trisakti mengadakan studi banding
di PPAk FEB UGM. Studi banding
tersebut bertujuan untuk mendapatkan

informasi mengenai kondisi terkini
penyelenggaraan pendidikan profesi
akuntan, jumlah student body, input
output, dan sebagainya. Di samping
mendapatkan info seperti tersebut di

atas, kunjungan ini tentunya bertujuan
untuk mempererat hubungan antara
kedua lembaga dan juga ebagai ajang
untuk sharing informasi dan menjajagi
potensi kerjasama di waktu mendatang.

Seminar Development of the Indonesian Economy in
2015 and the Role of Accountant in Economic Growth

P

endidikan Program Profesi Akuntan
(PPAk) FEB UGM bekerja sama
dengan Jurusan Akuntansi FEB UGM
dan Association Chartered Certified
Accountant (ACCA) menyelenggarakan
“Development of the Indonesian
Economy in 2015 and the Role of
Accountant in Economic Growth”.
Seminar ini diselenggarakan di Ruang
Kertanegara dan diikuti kurang lebih

13

EB News MARET 2015

100 orang dari berbagai instansi, baik
pendidikan maupun pemerintahan.
Pembicara utama dalam kegiatan
ini adalah Dr Affra Sajjad ( Head Of
Emerging Market ACCA ), Prof.Dr.
Lincolin Arsyad (Dosen FEB UGM &
Pengelola MEP FEB UGM) dan Drs.Yusuf
Wibisana (Partner Price Waterhouse
Coopers). Tujuan dari seminar ini
adalah untuk menambah wawasan

para peserta mengenai perkembangan
ekonomi Indonesia di tahun 2015, serta
bagaimana peran akuntan ke depan
dalam menghadapi perkembangan
tersebut. Dari ketiga pembicara yang
memberikan paparannya, semuanya
menyampaikan bahwa peran akuntan
ke depan akan semakin penting.

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

Kuliah Umum

K

uliah umum merupakan tradisi
bagi Pendidikan Program Profesi
Akuntan (PPAk) dalam menyambut
mahasiswa baru. Kegiatan kuliah umum
dilaksanakan di Auditorium Djarum
Gedung Pertamina Tower FEB UGM
pada tanggal 16 Februari 2015 dengan
dihadiri kurang lebih 80 mahasiswa

baru. Tujuan dilaksanakannya kuliah
umum ini adalah sebagai orientasi
mahasiswa baru PPAk FEB UGM agar
lebih mengenal lingkungan akademik
yang baru. Kegiatan ini juga diharapkan
dapat menambah wawasan mahasiswa
baru mengenai topik –topik, baik yang
berkaitan dengan akuntansi maupun

tidak. Kuliah umum tersebut juga
meghadirkan pembicara dari PPAJP
yakni Bapak Langgeng Subur dan juga
pembicara dari IAI Ibu Elly Zarni Husein
yang berbicara mengenai blueprint
profesi akuntan di masa depan.

Kegiatan Magang Angkatan 30

U

ntuk mewujudkan Program
Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk)
FEB UGM menjadi penyelenggara
pendidikan profesi akuntan terkemuka
serta untuk menciptakan lulusan yang
unggul dan profesional, diperlukan
latihan penerapan ilmu pengetahuan
yang didapatkan di bangku kuliah dan
pada dunia nyata. Hal ini dimaksudkan
agar setiap lulusan Program Pendidikan
Profesi Akuntan FEB UGM betul-betul

siap kerja dan bersaing di dunia global.
Praktik pemagangan profesi akuntansi
di PPAk FEB UGM memiliki beberapa
tujuan, yakni memberikan latihan
dan bimbingan terhadap mahasiswa
sehingga menghasilkan lulusan yang
memiliki pengetahuan, ketrampilan
dan nilai-nilai profesional di bidang
akuntansi. Selain itu, program ini juga
bertujuan untuk menghasilkan calon
praktisi yang lebih peka terhadap

permasalahan yang muncul di
lapangan. Pelatihan pemagangan diisi
oleh Direktorat Keuangan Universitas
Gadjah Mada, Kantor Audit Internal
Universitas Gadjah Mada serta dari
KAP Hadori, Sugiarto, Adi dan Rekan.
Kegiatan pemagangan angkatan 30 ini
diselenggarakan di Ruang Audio Visual
FEB UGM dan dihadiri oleh sekitar 68
orang.

Tes Validasi Kompetensi

P

endidikan Profesi Akuntan
(PPAk) FEB UGM kembali
menyelenggarakan ujian saringan
masuk untuk mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi baik negeri maupun
swasta. Ujian tertulis tersebut

dilaksanakan di Ruang U 313 dan
berlangsung selama 3 jam. Subyek yang
diujikan adalah Akuntansi Keuangan,
Akuntansi Manajemen, SIstem Informasi
Akuntansi dan Perpajakan. Hasil tes ini
akan menentukan apakah peserta akan

langsung kuliah regular atau harus
menempuh matrikulasi. Matrikulasi
sendiri akan dimulai pada awal Juni,
sedangkan perkuliahan regular akan
dimulai pada awal September 2015.

EB News MARET 2015

14

Special Report

Menyambut DiesNatalis ke-60 FEB UGM

15

EB News MARET 2015

SPECIAL REPORT

Lustrum ke-12,

FEB UGM Janjikan Inovasi

T

ahun 2015 akan menjadi tahun
yang luar biasa bagi civitas
akademika UGM. Pasalnya, pada
tahun ini akan diperingati dies natalis
ke-60 atau lustrum ke-12. Berbeda
dengan tahun-tahun sebelumnya,
panitia berusaha menyajikan hal
yang spektakuler tahun ini. Terlebih
menjawab tuntutan setelah FEB UGM
menjadi fakultas bisnis pertama di
Indonesia yang mendapatkan akreditasi
Association to Advance Collegiate
Schools of Business (AACSB).
“Menjulang tinggi, mengakar kuat”
adalah slogan yang menjadi fondasi
dalam acara lustrum kali ini. Exposure
ke skala internasional jelas akan banyak
ditingkatkan. Meskipun demikian, local
wisdom akan tetap dipertahankan.
Tiga nilai yang akan diutamakan dalam
perhelatan tahunan kali ini adalah
engagement, innovation, dan impact.
Hal tersebut juga menjadi salah satu
indikator perubahan setelah FEB UGM
mendapatkan akreditasi AACSB.
Engagement berarti kegiatan yang
diselenggarakan melibatkan seluruh
stakeholders FEB UGM tanpa terkecuali.
Dari mahasiswa, dosen, karyawan,
hingga mitra bisnis maupun non-bisnis
akan terlibat. Bahkan, jika dimungkinkan

dalam lustrum kali ini, orang tua mahasiswa juga akan dilibatkan.
Kemudian, innovation mengisyaratkan adanya semangat perubahan dan
peningkatan kreativitas dalam kegiatan
seperti yang disampaikan oleh Wakil
Dekan Bidang Penelitian, Kolaborasi, Alumni, dan Pengabdian Kepada
Masyarakat, Muhammad Edhie Purnawan, M.A., PhD. ini. Pada tahun ini,
skala pembicara dalam seminar akan
ditingkatkan sebisa mungkin bertaraf
internasional. Selain itu, Musyarawarah
Nasional (Munas) alumni yang perdana
akan digelar tahun ini.
Munas akan mengundang seluruh
alumni dari jenjang S1 hingga S3 dan
12 Program Studi yang ada di FEB
UGM. Jika agenda reguler lustrum
dilaksanakan dari awal september
hingga puncaknya adalah tanggal
19 September 2015. Munas akan
dilaksanakan pada bulan Oktober
yang sekiranya dapat mengakomodasi
sebanyak mungkin alumni
berpartisipasi. Grha Sabha Permana
dan Grand Pacific Hall telah ditetapkan
menjadi pilihan tempat pelaksanaan
Munas tersebut.
Nilai yang terakhir dalam kegiatan
ini adalah impact. Nilai ini mengisyarat-

kan harus adanya manfaat yang besar
dari kegiatan yang dilaksanakan ini.
“Munas akan menghasilkan manfaat
yang besar dalam menjawab tantangan
FEB UGM di masa yang akan datang,”
tukas Edhie. Pasalnya, dalam Munas
kali ini diharapkan akan menghasilkan
sebuah jaringan alumni yang benar-benar integratif dan komprehensif. Hal ini
mengingat sudah banyaknya alumni
FEB yang tersebar di berbagai institusi
penting di Indonesia. Sehingga, dari link
tersebut akan memudahkan FEB UGM
dalam hal menyiapkan karir lulusan FEB
UGM maupun juga dalam hal sponsorship dana pengembangan UGM.
Panitia yang diketuai oleh A. Tony
Prasetiantono, PhD. telah mencatatkan
beberapa progres hingga saat ini.
Panitia lustrum telah rampung dibentuk
dan mengadakan beberapa kali rapat
konsolidasi. Saat ini, panitia tengah
intensif mengajukan permohonan
kerjasama ke beberapa instansi. Selain
itu, dalam waktu dekat akan diadakan
sayembara logo lustrum ke-12 ini. [Ibe]

AGENDA KEGIATAN DIES NATALIS KE-60 FEB UGM
Rabu, 22 April 2015

Launching Logo dan Agenda Dies Natalis ke-60
Sabtu, 16 Mei 2015
Economics Jazz Live XX
Senin, 1 Juni 2015

Wayang Kulit “Hari Pancasila”
Senin, 27 Juli 2015
ISU WU Vienna dan UGM
Senin-Sabtu, 10-15 Agustus 2015 International Week
Senin-Jumat, 7-18 September 2015 Lomba Olah Raga
Sabtu, 5 September 2015
Bakti Sosial
Jumat, 11 September 2015
Seminar Perpajakan
Sabtu, 12 September 2015
Peluncuran Buku: Etika dan Syariah
Sabtu, 12 September 2015
Wayang Kulit
Minggu, 13 September 2015
Family Fun Day
Minggu, 13 September 2015
Launching ESB Compilation
Selasa, 15 September 2015
Ziarah dan Anjangsana
Kamis, 17 September 2015
EBikustik Nite
Jumat, 18 September 2015
Rapat Senat Terbuka: Pidato Dekan dan Orasi Ilmiah
Sabtu, 19 September 2015
Seminar International
Sabtu, 19 September 2015
Tumpengan dan Seni Tari
Kamis-Jumat, 1-2 Oktober 2015
Conference dan Doctoral Colloquium
Kamis-Sabtu, 8-10 Oktober 2015 Festival Wirausaha dan Pentas Seni Kreatif
Sabtu, 10 Oktober 2015
Munas KAFEGAMA
Sabtu, 10 Oktober 2015
Economics Jazz Live XXI
Minggu, 11 Oktober 2015
Turnamen Golf

EB News MARET 2015

16

WHO’S WHO

Hari Nurfanto:

Memberikan yang
Terbaik

M

eski bukan berstatus sebagai
pegawai tetap, Hari Nurfanto
selalu berusaha untuk
memberikan yang terbaik ketika
bekerja. Pria yang akrab disapa Hari itu
bekerja sehari-hari sebagai cleaning
service di Fakultas Ekonomika dan
Bisnis (FEB) UGM. Ia baru bekerja
kurang lebih selama satu tahun di
bawah naungan PT. Norma.
Semangat Hari sudah tidak perlu
diragukan lagi. Setiap hari ia selalu tiba
di kampus tepat pukul 5 jika mendapat
jatah shift di pagi hari. Sementara itu,
jarak rumahnya ke tempat kerja juga
tidak bisa dibilang dekat. Ia harus
berangkat maksimal pukul setengah 5
atau setelah subuh agar bisa sampai
di kampus tepat pukul 5. “Kan enak,
jalanan masih sepi,” akunya kepada tim
EBNews.
Ia juga menerangkan bahwa
rutinitas pekerjaannya sudah dimulai

sekitar pukul 5.15. Padahal, jam
kerjanya sendiri baru dimulai 45
menit setelah itu, yakni pukul 6 pagi
dan berakhir pada jam 2 siang. Hari
mengungkapkan alasan mengapa
ia selalu berangkat jauh lebih awal
daripada seharusnya, “Kalau bisa
sebelum (pegawai, mahasiswa, dosenred) datang, semua (pekerjaan-red)
sudah selesai.”
Meski telah dirotasi untuk
menangani bagian Pertamina Tower, ia
tidak mengubah kebiasaan berangkat
jauh sebelum dimulai waktu kerja yang
seharusnya tersebut. Hari mengaku
bahwa motivasi terbesarnya adalah
untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Ya, saya bekerja untuk memenuhi
kebutuhan, untuk saya dan orang tua,
Kerja ya kerja aja. Kerja untuk ibadah,
itu saja,” terangnya.
Menurutnya, kesadaran akan
kebersihan, terutama bagi mahasiswa

masih perlu ditingkatkan. Hari
juga menerangkan bahwa apabila
mahasiswa melihat bagian yang
kotor, seperti tumpahan, atau hal lain,
dapat segera melaporkan ke petugas
cleaning service. Hal ini dilakukan
guna menanggulangi dampak yang
lebih jauh dari tidak dibersihkannya
kotoran tersebut. Selain itu, ia juga
menganggap bahwa kesadaran
terhadap penggunaan tempat sampah
masih perlu ditingkatkan.
Hari memang bukan merupakan
karyawan tetap di fakultas. Kontraknya
bisa saja dihentikan sewaktu-waktu
pada akhir tahun ia bekerja. Tapi, hal
itu tidak menjadikannya kecil hati.
Kesungguhannya dalam bekerja serta
kepeduliannya terhadap lingkungan
di tempatnya bekerja menunjukkan
bahwa ia selalu berusaha untuk
memberikan yang terbaik. [Nadia]

OTHERS
dipilihlah jenis batik untuk pengadaan
seragam FEB UGM pada tahun ini.
Setelah itu, agenda pengadaaan seragam ini dilanjutkan dengan presentasi
beberapa perajin batik antara lain Batik
Nyonya Indo, Batik Gedong Kuning, Batik Turonggo, Batik Paradise, dan Batik
Khasandy. Presentasi ini dilaksanakan
selama dalam 3 hari yaitu tanggal 9, 13,
dan 18 Maret 2015.

Warna Baru FEB UGM

C

orak dan warna baru akan menghiasi Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM). Pasalnya, pada 2015 ini
untuk pertama kalinya akan diadakan
seragam bagi seluruh prodi dan unit
di lingkungan FEB UGM. Pengadaan
seragam ini tentunya juga melalui
beberapa proses yang diawali dengan

17

EB News MARET 2015

penugasan tim karyawan dan pengarah
pemilihan seragam. Tim pengarah yang
ditugaskan antara lain Bayu Sutikno,
PhD., Artidiatun Adji, PhD., dan Rika
Fatima, PhD.
Rapat perdana pada Jum’at (6/3)
diselenggarakan dengan agenda
mengidentifikasi keberagaman seragam
dan penentuan jenis seragam. Hasilnya,

Usai presentasi, beberapa rapat dan
konsultasi dilakukan oleh perwakilan
tim bersama dengan tim pengarah.
Akhirnya, dalam rapat pengelola Senin
(30/3) dipilihlah 1 dari 3 motif batik
bledak, yaitu motif ‘Pisan Bali’. Dalam
perencanaannya, seragam batik yang
digarap oleh Batik Khasandy ini akan
diselesaikan selama maksimal 3 bulan.
Direncanakan, pemakaian perdana
seragam batik ini akan dilakukan pada
pelaksanaan lustrum ke-12 FEB UGM.
[Nela]

AROUND BULAKSUMUR

Asa UGM Menjawab
Tantangan Masa Depan

U

niversitas Gadjah Mada (UGM)
menyadari bahwa di masa yang
akan datang banyak tantangan
yang harus dihadapi. Salah satunya
adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat.
Berbagai perguruan tinggi sebagai basis
perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi saling berkompetisi dengan
ketat. UGM yang sedang dalam proses
menjadi World Class University tentunya
harus menjadi yang terdepan dan menjawab tantangan tersebut.
Setelah melakukan evaluasi, UGM
menemukan adanya satu kelemahan
dalam struktur organisasi yang dapat
menghambat proses transformasi
strategi. Kelemahan tersebut adalah
belum adanya lembaga yang spesifik
menangani masalah software (perangkat lunak) dalam hal pengembangan
UGM di masa depan. Lembaga yang ada
saat ini barulah hardware (perangkat
keras), yaitu melalui direktorat perencanaan dan pengembangan yang menangani pembangunan infrastruktur yang
mendukung pengembangan kampus.
Akan tetapi, dalam hal pembelajaran,
penelitian, maupun strategi yang bersifat sistem atau software masih belum
ada yang menangani. Maka dari itu,
mulai Februari 2015 resmi dibuka Pusat
Inovasi dan Kebijakan Akademik (PIKA)
sebagai solusi atas evaluasi tersebut.
Memang, PIKA adalah lembaga
baru di lingkungan rektorat UGM.
Namun, sebenarnya PIKA adalah
perubahan dari lembaga sebelumnya

yang bernama Pusat Pengembangan
Pendidikan (PPP). Perbedaannya adalah tugas pokok fungsi yang ditambah
dengan menyusun rencana dan mengkaji bagaimana UGM ke depan. Dalam
praktiknya PIKA memiliki tugas untuk
menyusun Rencana Induk Kampus (RIK),
naskah akademik, dan menyiapkan software dalam hal pengembangan Sumber
Daya Manusia (SDM), proses pembelajaran, penelitian, serta hal penting yang
belum disentuh oleh lembaga lain di
UGM.
Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita
Karnawati, M.Sc., PhD. melantik drg. Ika
Dewi Ana, M.Kes., PhD. sebagai Kepala
PIKA pada Januari 2015. Menjabat
sebagai sekretaris adalah Dr. Hatma
Suryatmojo, S.Hut., M.Si. PIKA terdiri
dari dua bidang, yaitu bidang inovasi
kurikulum dan kebijakan akademik. Dilihat dari segi SDM-nya yang tergabung
di PIKA tergolong sedikit. Akan tetapi,
dalam pekerjaannya PIKA melibatkan
kelompok jaringan/taskforce yang tersebar di 18 Fakultas di UGM.
“PIKA juga berperan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil
oleh UGM tidak menyimpang,” ujar
Hatma. Hal tersebut didasarkan pada
aspirasi yang masuk dari berbagai
direktorat yang ada di UGM. Kemudian,
PIKA akan membuat sebuah kajian yang
dapat dijadikan dasar formal pengambilan keputusan. Dengan kata lain, PIKA
juga dapat berperan sebagai konsultan
keputusan yang menyiapkan strategi
untuk mencapai tujuan-tujuan UGM.

Selain sedang intesif menyelesaikan RIK yang rencananya akan dirilis
pada tengah tahun ini. PIKA juga sedang
menyiapkan 10 naskah akademik terkait dengan redesign kurikulum, antara
lain kebijakan mata kuliah pilihan,
integrasi penelitian, integrasi kegiatan
mahasiswa, dan lain sebagainya. Sehubungan dengan kebijakan mata kuliah
pilihan, PIKA sedang mengkaji mata
kuliah apa saja yang sekiranya dapat dimasukkan sebagai mata kuliah pilihan
di berbagai fakultas, misalnya adalah
mata kuliah tentang kepemimpinan.
Hatma mengatakan bahwa PIKA
bertanggung jawab atas keputusan
yang benar-benar tepat untuk ditetapkan di berbagai fakultas. Beliau berujar
bahwa menyatukan 18 fakultas yang
memiliki diversitas yang tinggi bukanlah
perkara yang mudah. Sebagai langkah
awalnya, PIKA saat ini sedang intensif
untuk melakukan sosialisasi ke seluruh
civitas akademika di UGM. Berbagai
media sosialisasi sedang didiskusikan,
sedangkan yang akan segera di-launching adalah poster, brosur, dan pembatas
buku yang berisi tentang kegiatan PIKA.
Harapan utamanya adalah terjaringnya
aspirasi secara baik dari berbagai kalangan
di UGM. “Kalau tidak ada aspirasi, ya
sama saja,” tukas Hatma. Maka dari
itu, Hatma mengajak seluruh civitas
akademika UGM mendukung PIKA dengan menyalurkan aspirasi yang dapat
membawa UGM lebih baik. UGM sebagai
World Class University tentu bukanlah
hal yang mustahil. [Ibe]

EB News MARET 2015

18

PARTNERSHIP

Kesempatan Raih
Tiga Gelar Sarjana
dalam Empat Tahun

F

akultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)
dan Montpellier Business School pada
Desember 2014 lalu menandatangani
Memorandum of Understanding (MoU)
terkait Exchange Program dan Double
Degree Program. Penandatanganan
MoU oleh Dekan FEB UGM, Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., PhD. dan
Dekan Montpellier Business School,
Dr. Didier Jourdan bertujuan untuk
memelihara dan mengembangkan
hubungan yang berkelanjutan antara
kedua institusi. Kerja sama ini juga
memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam
program yang ada di kedua universitas
tersebut.
Kerjasama Double Degree yang
disepakati ini memiliki skema 2 +
1. Mekanisme ini mengharuskan
mahasiswa untuk menempuh studi di
UGM selama 2 tahun, lalu melanjutkan
1 tahun masa studi di Montpellier
Business School. Dalam menempuh
studi di Montpellier Business School,
mahasiswa juga mendapatkan
E-Learning Program dari La Trobe
University. Selain itu, mahasiswa juga
diharuskan mengikuti magang selama
6 bulan di perusahaan yang terletak
di Perancis, Eropa atau Asia. Setelah
selesai magang, mahasiswa diharuskan untuk membuat laporan yang
dipresentasikan. Program ini menarik
sebab, saat kelulusan, mahasiswa
bukan hanya memiliki gelar ganda,
tetapi juga mendapatkan tiga gelar
sekaligus, yaitu Sarjana Ekonomi (S.E),
Bachelor of International Business
Administration (BIBA) serta Bachelor of
Business Administration (BBA) dari La
Trobe University Australia.
Payung kerja sama telah resmi
ditandatangani, oleh karena itu
kesempatan bagi mahasiswa program
S1 internasional untuk menimba ilmu
di Montpellier Business School telah
terbuka lebar. Jadilah mahasiswa yang
pertama mendapatkan bukan cuma
dua gelar tetapi tiga gelar sekaligus!
[aac]

19

EB News MARET 2015

SCHOLARSHIP AND RECRUITMENT

Peluang Magang di Tokopedia
PT Tokopedia merupakan ensiklopedia toko-toko online Indonesia
dengan wujud sebuah mall online yang mempertemukan para
penjual dengan pembeli dan memungkinkan terjadinya transaksi jual
beli online dengan lebih aman dan nyaman. Saat ini menawarkan
program magang bagi alumni.
Pendaftaran online sebelum tanggal 6 Juni 2015.

Peluang Karir di Frisian Flag
Indonesia
PT Frisian Flag Indonesia merupakan perusahaan multinasional susu
terkemuka di Indonesia. Saat ini membutuhkan karyawan untuk
bergabung dalam perusahaan. Pendaftaran online sebelum tanggal
30 November 2015.
Informasi lebih lanjut dapat diakses di laman:
http://www.frisianflagcareer.com/

Peluang Karir di PT
Pricewaterhouse Coopers
PT Pricewaterhouse Coopers merupakan perusahaan jasa
professional auditor terbesar di dunia. Saat ini membutuhkan staf
untuk bergabung dalam perusahaan. Berkas lamaran dikirimkan
melalui email sebelum tanggal 30 Mei 2015.
Info lebih lanjut dapat diakses di laman:
http://www.pwc.com/id/en/careers/index.jhtml

ADVERTORIAL

Dea Karina:

Belajar dari
Perubahan
Dea Karina juga mengungkapkan bahwa pada
awalnya ia merasa sangat excited karena ini merupakan pertama kalinya ia hidup terpisah dari orang
tua dan ingin segera melakukan hal-hal yang berbau
me-time.

I

nternational exposure memang
telah menjadi satu bagian yang
tida k terpisahkan dari kehidupan
mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Ekonomika
dan Bisnis (FEB) UGM. Dea Karina, salah
satu mahasiswa yang tengah menjalani
program Double Degree (DD) di l’École
Supérieure de Commerce et de Management (ESCEM), France Business School
(FBS) membagi kisah dan pengalamannya kepada Tim EBNews selama
menempuh masa studi di negara yang
terkenal dengan Menara Eiffel-nya itu.
Sistem perkuliahan di ESCEM sendiri menurut gadis yang akrab disapa
Deka ini sangat berbeda dengan yang
ada di FEB UGM. Perbedaan tersebut
ia rasakan terutama dari aspek jadwal,
cara belajar, sistem penilaian, dan
hubungan dosen dengan mahasiswa.
Jadwal perkuliahan yang loncat-loncat
dan tidak rutin membuat Deka sempat
mengalami kesulitan karena belum terbiasa. Selain itu, budaya belajar di sana
juga lebih individual. Tidak banyak sesi
belajar bersama secara kolektif seperti
di FEB UGM.
Sementara itu, persaingan di
kelas juga sangat ketat karena ESCEM
memakai sistem penilaian distribusif,
artinya akan selalu ada mahasiswa yang
terbaik, biasa saja, dan juga terburuk.
“Jadi grade yang kamu dapat benar-benar tergantung teman-temanmu sekelas, dan di sana kamu bersaing dengan
orang-orang dari mancanegara dengan
background studi yang berbeda-beda
juga. Di situlah dibutuhkan percaya diri
dan semangat kompetisi yang tinggi,”
ujarnya. Namun, Deka juga mengungkapkan bahwa banyak berinteraksi
dan belajar dalam kelompok yang
terdiri dari banyak orang dengan latar
belakang yang berbeda membuatnya
menyadari bahwa sebenarnya mereka
semua adalah sama, pemuda dunia.

Kemampuan untuk tanggap situasi dan adaptasi menurutnya penting
untuk dimiliki agar dapat lebih mudah
survive di lingkungan yang baru. Deka
juga mengungkapkan bahwa pada
awalnya ia merasa sangat excited karena ini merupakan pertama kalinya ia
hidup terpisah dari orang tua dan ingin
segera melakukan hal-hal yang berbau
me-time. Akan tetapi, lama-kelamaan
ada rasa rindu mendalam yang muncul.
Ia juga menjadi terbiasa dengan
barang-barang kebutuhan sehari-hari
yang memiliki expiry date sangat cepat
sehingga harus segera diolah. Selain itu,
karena Poiters merupakan salah satu
kota yang unggul dalam program pembangunan yang berkelanjutan termasuk
aspek lingkungan, maka ia juga menjadi
terbiasa untuk memisah dan memilah
sampah. Pemerintah Poiters sendiri
juga sudah mempublikasikan dokumen

tentang tata cara untuk menghemat
limbah dan memisah sampah.
Deka mengungkapkan bahwa
pengalamannya selama menjadi
mahasiswa di ESCEM membuatnya menyadari bahwa ia diberikan
kesempatan untuk bertemu dengan
banyak orang dari berbagai negara. Hal
itu menimbulkan motivasi, terutama
belajar bagaimana untuk membuat
Indonesia menjadi lebih baik. Hal itu
dapat dilakukan baik dengan cara
komparasi atau mencari kesamaan dari
negara-negara lain. “Aku sadar bahwa
Indonesia adalah Indonesia. Peraturan
yang berlaku di suatu negara belum
tentu berlaku di Indonesia. Semakin
Aku mengerti budaya luar, semakin Aku
ingin mempelajari Indonesiaku sendiri
karena Aku semakin sadar bahwa Indonesia itu unik dan mempunyai banyak
potensi,” pungkasnya. [Nadia]

EB News MARET 2015

20

LECTURER’S ARTICLE

Bowo Setiyono1

Bank dan Beberapa Aspek
Tata Kelolanya2
Empat Aspek Penting

B

erbagai studi yang
menunjukkan bahwa
krisis fina nsial seringkali
didahului dengan buruknya tata
kelola perusahaan (Aebi et al.,
2012; Erkens et al., 2012; Johnson
et al., 2000) membuat tinjauan
kembali atas praktik bisnis pada

21

EB News MARET 2015

industri finansial, khususnya bank,
menjadi krusial. Karakteristik unik
bank antara lain opasitas tinggi,
regulasi ketat, potensi moral
hazard, too-big-to-fail (TBTF) dan
intervensi pemerintah (Levine,
2004) tidak hanya berakibat tata
kelola perusahaan (corporate
governance) bank berbeda

LECTURER’S ARTICLE
dibanding perusahaan di sektor
lain tetapi jugabeberapa aspek
tata kelolanya menjadi sangat
penting untuk sektor perbankan.
Oleh karenanya, studi pada sektor
perbankan sebaiknya tidak hanya
memperhatikan faktor eksternal
(misalnya variabel makroekonomi)
semata tetapi juga aspek-aspek
corporate governance yang
mempengaruhi risiko dan kinerja
(Adams and Mehran, 2012; Macey
and Maureen, 2003). Tulisan ini
akan memaparkan secara singkat
empat aspek penting tersebut,
yakni pengungkapan (disclosure),
independensi dewan, struktur
dewan (direksi dan komisaris), dan
kepemilikan saham oleh keluarga
(famili).
La Porta et al. (2000)
menyatakan bahwa investor
dan pemegang kepentingan
memiliki hak dan kewajiban
yang dilindungi oleh hukum dan
peraturan, salah satunya adalah
pengungkapan (disclosure). Bagi
bank, pengungkapan merupakan
komponen kunci perlindungan
pemegang kepentingan sebab
mereka termasuh pengawas dan
calon investor dapat menilai posisi
finansial dan risiko perusahaan.
Namun, peran pengungkapan
untuk memfasilitasi penggunaan
hak oleh investor akan bervariasi
dan tentu saja dipengaruhi oleh
berbagai faktor termasuk struktur
kepemilikan saham. Meskipun
sebagian ahli meyakini bahwa
pengungkapan yang memadai
akan berdampak baik bagi industri
perbankan (disclosure-stability
argument), tetapi sebagian
yang lain berpendapat bahwa
pengungkapan yang tidak tepat
dan berlebihan dapat memicu
dampak negatif (disclosure-fragility
argument). Mengingat bahwa
negara-negara berkembang di Asia
umumnya memiliki perlindungan
investor dan perkembangan
kelembagaan yang lemah, riset
mengenai peran pengungkapan
dalam memitigasi risiko yang
berlebihan akan membantu
merumuskan bagaimana hak-hak
investor dapat dilindungi sebaik
mungkin. Dengan kata lain, dampak
buruk dari lemahnya tata kelola
di banyak negara mungkin dapat
diimbangi dengan meningkatnya
pengungkapan sehingga investor

dan regulator dapat menjalankan
hak dan kewajibannya secara
efektif.
Aspek lain yang penting dalam
tata kelola perusahaan adalah
adanya independensi dimana BoD/
BoC diharapkan dapat membuat
keputusan dengan lebih objektif
dan potensi konflik yang rendah
(Bebchuk et al., 2006; HolderWebb et al., 2007; Klein, 2002).
Independensi menjadi makin
krusial pada industri perbankan
karena karakteristiknya yang
merupakan kumpulan kontrak
finansial, aset yang tak berwujud,
dan melibatkan dana pihak
ketiga/masyarakat yang besar.
Sifat bisnis tersebut menciptakan
ketidaksimetrisan informasi antar
berbagai pihak dan membuat
direksi bank dengan mudah
mengelola laporan labanya (secara
kualitas dan kuantitas) untuk,
misalnya, memodifikasi profil
risiko dan pengembalian, mencapai
batas (threshold) tertentu yang
terkait dengan bonus/kompensasi,
sebagai sinyal keberhasilan,
atau mengurangi risiko di ambil
alih. Oleh karenanya, bank juga
diindikasikan rentan terhadap
praktik pengelolaan laba (earning
management) dibanding sektor lain
(DeBoskey and Jiang, 2012; Fonseca
and González, 2008; Greenawalt
and Sinkey, 1988). Kebutuhan suatu
pihak yang dipandang independen
pada BoD/BoC makin meningkat
pasca berbagai skandal pelaporan
keuangan yang menimbulkan
goncangan termasuk di sektor
keuangan dan perbankan (misal
kasus Barings Bank (1995), Société
Générale (2008), atau Parmalat
(2003)).
Kunci berikutnya dari
mekanisme tata kelola, khususnya
di negara berkembang, adalah
struktur dewan direksi (Board
of Directors, BoD) dan komisaris
(Claessens and Yurtoglu, 2013). BoD
juga diharapkan dapat mengurangi
informasi asimetris di antara
pemegang saham yang beragam
(misalnya antara mayoritas dan
minoritas, manajer dan pemegang
saham, dan seterusnya) dan antara
bank dengan regulator/pengawas.
Dalam konteks ini, struktur dan
karakteristik anggota BoD menjadi
kritikal untuk memitigasi masalah
tersebut (Anderson et al., 2011;

Ferreira, 2010). Demikian juga, bank
dengan lingkungan bisnis dan pasar
yang makin beragam membutuhkan
keragaman BoD, baik dari sisi
keterampilan dan latar belakang
(human resource capital view) yang
pada akhirnya akan berpengaruh
terhadap kinerja dan risiko bank.
Nilai ekonomis dari keragaman
akan lebih besar jika biaya akibat
dari masalah koordinasi dan
kendala lain dapat dikurangi.
Terakhir, bank seperti halnya
perusahaan non-bank di banyak
negara, banyak dikendalikan dan
dimiliki oleh famili (Brown and
Dinç, 2005; Naldi et al., 2007;
Wright and Kellermanns, 2011).
Kepemilikan famili dalam berbagai
tipe tidak hanya ditemukan pada
sebagian besar perusahaan baru
atau kecil, tetapi juga dapat
ditemukan pada perusahaan besar
dan publik. Kepemilikan seperti
ini, di satu sisi, dapat berdampak
positif terutama pada proses
pengambilan keputusan, terjaganya
reputasi, dan keberlanjutan
usaha untuk generasi berikutnya
(stewardship & propping-up theory).
Di sisi lain, perusahaan famili juga
rentan menghadapi permasalahan
seperti kurang profesionalnya
manajemen (Morck and Yeung,
2003), terbatasnya modal
(Chandler, 1990), skeptimisme
di pasar keuangan (Claessens
and Fan, 2002) hingga potensi
ekspropriasi. Studi-studi memberi
bukti yang saling berlawanan dan
oleh karenanya pengaruh famili
masih belum terjelaskan secara
tuntas (Bertrand and Schoar,
2006; Heugens et al., 2009; Liu
et al., 2012). Di negara dengan
perlindungan investor relatif lemah,
famili akan lebih mudah untuk
melakukan ekspropriasi, terlebih
tanpa keberadaan investor besar
lain sebagai penyeimbang. Karena
itu, keberadaan investor instusional
sebagai pemegang saham terbesar
setelah famili diyakini dapat
mengurangi private benefits
dan transaksi kolusif oleh famili
pengendali.

Temuan Empiris di Asia dan
Indonesia
Untuk aspek pertama yaitu
pengungkapan, penulis melakukan
studi untuk menguji apakah
tingkat pengungkapan memiliki

EB News MARET 2015

22

LECTURER’S ARTICLE
dampak yang identik terhadap
risiko di berbagai tipe kepemilikan.
Argumen penulis yakni bahwa
insentif pemegang saham untuk
menggunakan informasi sebagai
sarana mengawasi manajer atau
BoD sedikit banyak dipengaruhi
oleh kepemilikan dan derajat
penyebarannya. Dengan kata lain,
jika karakteristik kepemilikan
tertentu memiliki preferensi
risiko dan level pengungkapan
yang bersifat unik maka peran
pengungkapan dalam memitigasi
risiko berlebihan akan dipengaruhi
oleh karakteristik kepemilikan.
Dengan menggunakan disclosure
index dan mandatory disclosure
index serta tipe kepemilikan bank
di 11 negara Asia sebagai variabel
utama, studi ini membuktikan
bahwa kedua variabel berhubungan
negatif dengan risiko default
dan volatilitas laba. Selanjutnya,
pengaruh pengungkapan terhadap
volatilitas laba lebih kuat dengan
keberadaan pemegang saham besar
(blockholders) dan kepemlikian
institusional, serta lebih lemah
dengan keberadaan kepemilikan
manajerial dan pemerintah.
Temuan ini menegaskan pentingnya
pengungkapan dalam memitigasi
risiko dan memudahkan fungsi
pengawasan serta market discipline
sebagaimana diajukan dalam Basel
Accord III.
Pengamatan pada pola
sebaran laba bank-bank di
Asia menunjukkan adanya
kecenderungan jumlah amatan
disekitar titik nol, yang terlalu
sedikit dibawahnya dan terlalu
banyak diatasnya (loss avoidance
hypothesis). Lebih lanjut, bankbank juga terbukti mengelola
laba untuk mempertahankan
pencapaian sebelumnya (just-meetor-beat). Pengurus bank sampai
level tertentu dapat menggunakan
kebijakannya (discretionary) pada
item keuangan tertentu seperti loan
loss provisions untuk memanipulasi
laba tetapi secara empiris praktik
seperti ini dapat ditekan dengan

1

adanya pihak independen dalam
kepengurusan bank. Pengaruh
positif tersebut ternyata bervariasi
bergantung tipe dewan (one-tier
versus two-tier board systems),
dimana berkurangya praktik
pengelolaan laba cenderung lebih
besar pada bank dengan two-tier
board systems seperti di Indonesia.
Adopsi pengurus bank yang
independen bukan sekedar sebagai
stempel (certification hypothesis)
tetapi dapat mencegah perilaku
oportunistik yang merugikan
berbagai pihak.
Berkaitan dengan struktur BoD/
BoC, literatur mencatat belum
banyak penelitian dilakukan,
terlebih di sektor perbankan
untuk menganalisis pengaruh
keragaman anggota BoD/BoC
terhadap kinerja dan risiko. Dengan
menggunakan beberapa ukuran
keragaman (yaitu jenis kelamin,
keragaman kewarganegaraan,
etnik, tingkat dan tipe pendidikan,
serta pengalaman dan lama
jabatan), penelitian oleh penulis
membuktikan bahwa keragaman
mempengaruhi kinerja dan risiko.
Empat ukuran keragaman terakhir
berdampak positif terhadap kinerja,
sebaliknya etnik dan kebangsaan
berpengaruh negatif. Hasil ini
menunjukkan bahwa keragaman
menjadi faktor penting dalam
menjelaskan kinerja, sejalan
dengan argumen Claessens and
Yurtoglu (2013) bahwa komposisi
direksi atau komisaris adalah
aspek penting di banyak negara
berkembang di mana corporate
governance-nya relatif lemah
sementara pada saat yang sama
perusahaan menghadapi pasar yang
semakin heterogen. Sementara itu,
analisis lebih lanjut diperlukan
untuk menjelaskan dampak
negatif dari etnik dan kebangsaan
sehingga dapat dikelola dengan
baik.

ekonomi negara-negaranya yang
beragam membuatnya unik dalam
hal kepemilikan dan pengendalian
oleh famili (Claessens and Fan,
2002). Dengan menggunakan
sampel bank-bank Indonesia,
penulis menguji pengaruh
famili (melalui beberapa tipe
pengendalian) terhadap kinerja dan
risiko. Analisis dilanjutkan untuk
menganalisis apakah keberadaan
famili bersama institusi (sebagai
pemegang saham terbesar kedua
selain famili) mempengaruhi kedua
variabel dependen tersebut secara
berbeda. Penulis mengidentifikasi
kepemilikan langsung,
kepemilikan tidak langsung
(pyramidal structure/ultimate
ownership), dan keberadaan
anggota keluarga di dewan direksi
atau komisaris. Dalam praktik,
keberadaan anggota keluarga
tersebut merupakan keputusan
strategik untuk memastikan
bahwa keputusan oleh BoD akan
konsisten dengan kepentingan
famili. Penulis menemukan
bahwa famili berpengaruh negatif
terhadap kinerja dan positif
terhadap risiko, sejalan dengan
argumen ekpropriasi. Adanya
anggota keluarga sebagai direksi
juga berdampak sama terhadap
kinerja. Namun, keberadaan
institusi sebagai pemegang saham
terbesar kedua akan memitigasi
dampak buruk famili karena
institusi bisa berperan sebagai
pengawas yang efektif. Fakta ini
menggarisbawahi pendapat bahwa
struktur kepemilikan dengan
beberapa pemegang saham besar
yang berlainan dapat meningkatkan
kinerja dan mengurangi risiko
berlebihan di negara dengan
perlindungan investor yang relatif
lemah.

Terakhir dan yang tak kalah
penting, dominasi kepemilikan
saham oleh famili terutama di Asia
dengan tingkat perkembangan

Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada

2
Bagian dari tulisan ini dipresentasikan pada International Finance and Banking Society (IFABS) 2014 - 6th International
Conference (Lisbon), Asian Finance Association (AsianFA) 2014 Conference (Bali), the 27th Australasian Finance and Banking Conference (AFBC) 2015, (Sydney) dan mendapat predikat Best paper in “Banking” award, 8th APBRC (Kuala Lumpur)

23

EB News MARET 2015

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

FRANK KRTTLER

Pforzheim University, Germany

After having heard so many stories about the lovely
Indonesian culture, I just have to come and see for
myself. I only arrived three days ago, but I guess
I have already fallen in love with the country! I am
totally overwhelmed by the city of Jogja, the nature,
the food and of course by the friendliness of all the
people around me. I hope to be able to immerse in the
Indonesian culture and experience what it is like living
here to the fullest.

This year, my University offered the opportunity of
spending an exchange semester in Indonesia for the
first time. As I am really interested in South East Asia’s
various cultures and landscape, I decided to take on this
adventure and to spend half a year in Yogyakarta. So far,
I am really happy with my choice and I am already fallen
love with this colorful country.

BIRGITTA

Vienna University of Economics
and Business, Austria

EB News MARET 2015

24

Diny Ghuzini

Sekilas Tentang Menjadi
Mahasiswa di Amerika
Beasiswa dan Orientasi

S

aya melanjutkan studi S3 di
Amerika menggunakan beasiswa Fulbright-Dikti. Penerima
beasiswa Fulbright dan Fulbright-Dikti
diberikan kesempatan untuk mengikuti orientasi atau pelatihan bahasa di
Amerika sebelum perkuliahan dimulai.
Tempat untuk pelatihan bahasa atau
orientasi ini berbeda dari sekolah atau
universitas yang dituju. Kesempatan
ini sangat baik untuk lebih mengenal
Amerika yang sedemikian luas.
Saya mendapat kesempatan mengikuti orientasi di University of Nebraska
at Lincoln selama satu minggu sebelum
mulai program doktor. University of
Nebraska at Lincoln dikenal memiliki
tim college football (American football)
yang sangat bagus. Sebelum berangkat,
saya sempat khawatir karena ini pertama kali saya ke Amerika dan harus ke
Nebraska sebelum ke Michigan. Namun,
setelah mendapatkan undangan orientasi kekawatiran saya hilang karena di
dalam undangan terdapat penjelasan
tentang hal-hal penting berkaitan dengan
orientasi, mulai dari transportasi, akomodasi, penginapan transit, serta transportasi menuju ke sekolah tujuan.

25

EB News MARET 2015

Sesampai di Lincoln, saya bertemu
dengan sesama penerima beasiswa Fulbright dari beberapa negara yang akan
mengikuti orientasi. Mereka adalah
calon mahasiswa yang akan melajutkan studi di tingkat S2 atau S3. Selain
mendapatkan berbagai informasi yang
berguna berkaitan dengan perkuliahan
di Amerika, orientasi ini merupakan
ajang yang sangat bagus untuk menjalin networking dengan akademisi dari
beberapa negara yang akan melanjutkan studi di berbagai universitas di
Amerika.
Sekolah tujuan saya untuk program
doktor adalah Western Michigan University yang terletak di Kalamazoo, Michigan. Western Michigan juga mengadakan orientasi untuk para mahasiswa
baru. Selain itu, departemen ekonomi
juga mengadakan orientasi khusus untuk mahasiswa doktor jurusan ekonomi.
Bagi saya semua orientasi di kampus
penting untuk diikuti karena dapat
membantu dalam proses penyesuaian
kehidupan sosial dan akademik yang
kerap sangat berbeda dari Indonesia.
Beberapa orientasi yang saya ikuti
memberikan informasi tentang hal-hal
yang berkaitan dengan studi, menjelaskan tentang fasilitas dan aktivitas kam-

pus, banking, asuransi, keimigrasian
untuk international students, kesempatan kerja di kampus, dan seluk beluk
menyewa tempat tinggal di Amerika.
Saya bertemu dengan beberapa
penerima beasiswa Fulbright lain dari
negara-negara lain di Western Michigan
University. Saya baru tahu bahwa beasiswa dari Fulbright untuk masing-masing negara berbeda-beda. Sebagai
contoh, beasiswa Fulbright/Fubright
Dikti untuk program doktor bagi mahasiswa Indonesia dibatasi selama tiga
tahun, beberapa teman dari negara lain
ada yang mendapat beasiswa sampai
lima tahun tetapi ada juga yang hanya
mendapat dua tahun.
Program Doktor
Program doktor di departemen
ekonomi Western Michigan University
terdiri atas dua bagian, yakni perkuliahan dan penelitian. Dua tahun pertama
adalah bagian perkuliahan. Di tahun
pertama kami wajib mengambil mata
kuliah teori yaitu mikroekonomi,
makroekonomi, matematika, statistika, dan ekonometrika. Di akhir tahun
pertama kami harus menempuh ujian
komprehensif untuk makroekonomi
dan mikroekonomi. Tahun kedua kami

NEWS FROM ABROAD
mengambil mata kuliah field dan ekonometrika lanjutan. Field yang saya ambil
pada tahun kedua adalah development
dan labor economics. Sekali lagi di akhir
tahun kedua kami harus menempuh
ujian komprehensif untuk mata kuliah
field dan ekonometrika.
Tahun ketiga bagian penelitian
dimulai, dengan asumsi telah lulus dua
ujian komprehensif sebelumnya. Pada
bagian penelitian ini kami mengambil
mata kuliah seminar dan satu field
tambahan, saya memilih matakuliah
international economics sebagai field
ketiga. Mata kuliah seminar ditujukan
untuk penulisan proposal penelitian.
Pada tahap ini, masing-masing mahasiwa doktor sudah menentukan topik
utama untuk disertasi dan mempunyai
pembimbing penulisan disertasi. Mata
kuliah seminar ini harus kami ambil
sampai dengan tahun keempat. Pada
awal tahun keempat mahasiswa doktor
mempresentasikan proposal penelitian
di hadapan para dosen dan mahasiwa
doktor yang lain. Presentasi ini terbuka
untuk umum dan biasanya beberapa
dosen atau graduate students dari
departemen lain hadir dalam presentasi tersebut. Tahap terakhir adalah
penyelesaian disertasi dan defense.
Departemen ekonomi memiliki jadwal seminar mingguan yang diadakan
setiap Jumat sore. Pembicara seminar
umumnya berasal dari sekolah-sekolah
di sekitar Michigan, seperti University
of Michigan Ann Arbor, Michigan State
University, Central Michigan University,
University of Illinoi at Urbana Champaign, dan Kalamazoo College. Dosen,
mahasiswa doktor Western Michigan,
dan peneliti dari W.E. Upjohn Institute
for Employment Research juga merupakan pembicara rutin seminar ini.
W.E. Upjohn Institute for Employment
Research adalah lembaga riset nasional
yang berlokasi di Kalamazoo dengan
konsentrasi utama di bidang labor
economics.
Disamping seminar yang diadakan setiap hari Jumat, tiap tahun
departemen ekonomi juga menyelenggarakan seminar bertema khusus
yang dinamakan Sichel Lecture Series.
Sichel Lecture Series 2013/2014 silam
mengundang para ekonom yang
pernah mendapatkan penghargaan di
bidang ekonomi. Dari enam pembicara,
dua diantaranya adalah Avner Grief
(Stanford University, mendapatkan
MacArthur Foundation Fellowship 1998)
dan David Card (University of California
at Berkeley, mendapatkan John Bates
Clark Medal 1995). Sementara itu, Sichel
Lecture Series pada 2014/2015 berte-

makan lessons from great recession. Dua
pembicara tahun ini antara lain Barry
Eichengreen (University of California,
Berkeley, National Bureau of Economic
Research and Research (NBER), Centre
for Economic Policy Research (CEPR))
dan Laurence Ball (John Hopkins
University, National Bureau of Economic
Research and Research (NBER)). Sichel
lecture diadakan dalam dua sesi, siang
dan sore. Sesi siang presentasi ditujukan untuk dosen dan mahasiwa doktor
berisi kajian detail dan teknis sedangkan presentasi sesi sore bersifat lebih
populer karena ditujukan untuk untuk
umum dan mahasiwa S1.
Mahasiswa doktor tahun keempat,
kelima, atau lebih yang berminat untuk
mencari pekerjaan di Amerika dapat
mengikuti American Economic Association (AEA) conference yang diselenggarakan setiap bulan Januari. AEA conference menggelar sesi presentasi dari
para ekonom terkenal dan juga merupakan ajang pertemuan antara pencari
kerja dan pencari tenaga kerja. AEA
conference merupakan ajang rekrutmen untuk lulusan ekonomi terbesar
di Amerika, bahkan banyak institusi di
luar Amerika yang ikut berpartisipasi.
Satu teman sekelas saya mendapat
pekerjaan di AEA meeting tahun lalu
yang diadakan Philadelpia dan satu lagi
melalui AEA meeting tahun 2015 di Boston. Dibandingkan dengan empat tahun
lalu, lulusan doktor ekonomi rata-rata
tidak harus menunggu satu atau dua
tahun sebelum mendapat pekerjaan.
Kehidupan di Amerika
Mahasiswa Indonesia di Western
Michigan tergabung dalam Permias
Kalamazoo. Kegiatan rutin Permias
antara lain potluck setiap awal bulan
dan pertemuan untuk perkenalan
dengan mahasiwa yang baru datang
dari Indonesia setiap awal semester.
Permias juga aktif terlibat di acara-acara yang diadakan oleh universitas seperti International Festival.
Nasihat utama dari Bapak/Ibu
dosen ekonomi sebelum saya ke
Kalamazoo selalu menyarankan untuk
bersiap menyambut suhu dingin di
sana. Namun, tidak ada yang memperingatkan bahwa di musim panas suhu
bisa mencapi 40-41 derajat Celsius,
lebih panas dari Indonesia. Kalamazoo dan daerah di sekitar great lakes,
termasuk Chicago, memang mendapat
salju lebih banyak dibandingkan daerah
Midwest lain. Banyaknya curah salju di
Kalamazoo dipicu oleh luasnya danau
Michigan. Winter tahun ini universitas
sempat ditutup dua kali, pada bulan
November 2014 dan Januari 2015.

Sekolah dan perkantoran bisa ditutup
satu atau dua hari karena badai salju.
Meskipun dingin dan harus berpakaian
berlapis-lapis dan makan waktu lama
untuk persiapan keluar rumah, musim
dingin adalah musim favorit saya karena pemandangan di luar sangat cantik
karena lapisan salju tebal. Saat turun
salju lebat suasana menjadi sangat
hening, bahkan suara kendaraan pun
teredam. Suhu dingin tidak menghambat kegiatan olah raga sehari-hari, salah
satu hal positif yang patut dicontoh.
Universitas dan kompleks apartemen
umumnya menyediakan gym. Dengan
kesadaran untuk menjaga kesehatan
yang tinggi tidak jarang dijumpai
orang-orang yang berlari-lari pada suhu
di bawah nol. Bagi orang Amerika gym
merupakan tempat berkumpul yang
populer, sama halnya dengan restoran
atau mall.
Selain pepohonan berubah menjadi
berwarna-warni bagaikan karya Monet,
musim gugur juga berarti musim apel,
harga apel lebih murah dibandingkan
di musim lain dengan rasa yang lebih
enak. Michigan adalah salah satu negara bagian penghasil apel terbesar di
Amerika. Banyak perkebunan apel yang
dibuka untuk umum selama bulan September dan Oktober. Pengunjung juga
bisa memetik apel langsung dari pohon.
Musim apel ini bersamaan dengan
musim labu diikuti dengan Halloween
dan Thanksgiving.
Perekonomian Kalamazoo digerakkan oleh dua sektor utama yaitu
sektor pendidikan dan kesehatan.
Kalamazoo merupakan tuan rumah
beberapa universitas salah satunya
Kalamazoo College yang prestisius.
Upjohn Company memulai usahanya
di Kalamazoo lebih dari seratus tahun
lalu saat ini tergabung dengan Pfizer.
Sampai dengan tahun 2014 Pfizer masih
menyerap tenaga kerja terbesar di Kalamazoo. Beberapa produk Pfizer yang
dikenal antara lain Chapstick, Lipitor,
dan Viagra. World headquarter Stryker,
pembuat alat-alat kedokteran, juga
terletak di Kalamazoo. Kalau kalamazoo
masih belum cukup besar dan ingin
menikmati kehidupan metropolitan,
Chicago yang hanya dua jam dari
Kalamazoo bisa menjadi tujuan. antara
lain Chapstick, Lipitor, dan Viagra. World
headquarter Stryker, pembuat alat-alat
kedokteran, juga terletak di Kalamazoo.
Kalau kalamazoo masih belum cukup
besar dan ingin menikmati kehidupan
metropolitan, Chicago yang hanya
dua jam dari Kalamazoo bisa menjadi
tujuan.

EB News MARET 2015

26

ALUMNI CORNER

Faik Fahmi

Dari Garuda Indonesia ke
PT Angkasa Pura II

F

aik Fahmi merupakan alumni
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
(FEB) UGM jurusan Managemen
angkatan 1987. Sejak 15 Januari 2015
Faik menduduki posisi baru sebagai
Direktur Komersial dan Pengembangan
Usaha PT Angkasa Pura II. Perusahaan
tersebut merupakan BUMN yang
bergerak di bidang usaha jasa operator
bagi 13 bandar udara di area Indonesia
Bagian Barat, termasuk Bandar Udara
Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta

27

EB News MARET 2015

yang merupakan bandara utama di
Indonesia.
Sebelum bergabung dengan PT
Angkasa Pura II, Faik menjalankan
kariernya selama hampir 20 tahun di PT
Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dengan
posisi terakhir di sebagai Direktur
Layanan Garuda Indonesia. Selama
kurang lebih 3 tahun masa jabatannya,
Garuda Indonesia meraih berbagai
peningkatan yang signifikan serta

ALUMNI CORNER
prestasi di bidang layanan yang tidak
hanya diakui secara nasional, tapi juga
internasional. Atas upaya memberikan
pelayanan prima kepada para
pengguna jasa, pada Desember 2014
lalu Garuda Indonesia bahkan secara
resmi dinobatkan sebagai “Maskapai
Bintang Lima” oleh Skytrax—sebuah
lembaga pemeringkat maskapai global
yang berkedudukan di London.
Sepanjang 2014, di bawah
kepemimpinannya, Garuda Indonesia
memperoleh beberapa penghargaan
di bidang layanan untuk tingkat
internasional, antara lain penghargaan
sebagai “World’s Best Cabin Crew”,
“Garuda Indonesia as World’s 7th
Best Airline” dari Skytrax pada Juli
2014, “Best Airline in Region Asia and
Australasia on The Passenger Choice
Awards Year selama dua tahun berturut
turut, yakni 2013 & 2014 dari Airline
Passenger Experience Association
(APEX), dan “Gold Award for Garuda
Indonesia Experience & Immigration
On Board Service” dari The Pacific
Asia Travel Association (PATA) pada
September 2014.
Sebelumnya, Skytrax juga
menganugerahkan penghargaan
kepada Garuda Indonesia sebagai “The
World’s Best Economy Class” dan “The
Best Economy Class Airline Seat” 2013,
juga “The World’s Best Regional Airline”
serta “The Best Regional Airline in Asia”
pada 2012. Garuda Indonesia juga
pernah meraih penghargaan sebagai
“The Best Long Haul Airline Food” oleh
Skyscanner tahun 2013 dan “The Best
International Airline” oleh Roy Morgan
Australia.
Faik Fahmi bergabung dengan
Garuda Indonesia sejak 1995. Ia pernah
menduduki beberapa jabatan seperti
Manager of Corporate Service Line
Replenishment dan General Manager
Pekanbaru. Pada 2005 ia ditugaskan
sebagai General Manager Osaka,
dan kemudian 3 tahun kemudian ia
dipromosikan sebagai Vice President for
Region Japan, Korea, China & USA yang
berkantor di Tokyo dan bertanggung
jawab terhadap pengelolaan 9 kantor
cabang Garuda Indonesia yang berada
diwilayah Tokyo, Osaka, Nagoya,
Seoul, Beijing, Shanghai, Guangzhou,
Hongkong, dan Taipei serta cabang off
line di Los Angeles, USA
Ketika menjabat sebagai VP for
Region Japan, Korea, China & USA,
Faik juga dipercaya untuk membentuk
joint venture company bernama Garuda
Orient Holidays (GOH) dan sekaligus
ditunjuk sebagai Presiden Direktur.
Perusahaan tersebut merupakan joint
venture antara perusahaan lokal Jepang

dengan Aerowisata yang merupakan
anak perusahaan Garuda Indonesia. Ia
bertanggung jawab dalam merancang
dan mengembangkan strategi bisnis
perusahaan, sehingga Garuda Orient
Holiday saat itu sukses menjadi
wholesaler terbesar kedua di Jepang
untuk destinasi Indonesia.
Faik dilahirkan di Purbalingga, 12
Desember 1967 dan menyelesaikan
studinya di Jurusan Ekonomi
Manajemen, Fakultas Ekonomi UGM
pada 1993. Selama kuliah, ia mengikuti
berbagai kegiatan di Kampus dan
cukup aktif di Pusat Pengembangan
Manajemen (PPM) Fakultas Ekonomi
UGM sebagai Asisten Konsultan Usaha
Kecil (AKUK). Hal itu membuka peluang
baginya untuk mempraktikan teori yang
diperoleh selama kuliah.
“UGM telah memberi warna
tersendiri dalam kehidupan saya. Apa
yang saya capai dari sisi karier selama
ini tidak terlepas dari gemblengan
selama masa studi di UGM. Dengan
modal kesederhanaan dan segala
keterbatasan yang saya miliki, saya
berkeinginan keras untuk selalu
belajar dan mengenal hal-hal baru.
Proses belajar tidak hanya didapat
dari dalam ruang kuliah, namun
juga melalui berbagai aktivitas yang
dilakukan selama kuliah. Banyak sekali
kegiatan positif yang bisa diikuti di
kampus UGM dengan lingkungan yang
sangat kondusif yang sangat berjasa
untuk membuat saya menjadi seperti
sekarang ini,” kata Faik Fahmi.
Selepas meraih gelar sarjana, di
awal perjalanan karirnya, Faik diterima
program Executive Development
Program (EDP) di salah satu bank
Pemerintah. Namun, baru beberapa
bulan selesai mengikuti EDP, ia
mendapat panggilan juga untuk bekerja
di Garuda Indonesia. Walau dengan
gaji yang lebih kecil, Faik memilih
untuk pindah ke Garuda Indonesia.
Banyak yang merasa aneh dengan
keputusannya tersebut karena bekerja
di Bank merupakan profesi yang sangat
prestigious dan bisa dikatakan sebagai
profesi idaman bagi setiap orang.
Pilihannya untuk bergabung dengan
Garuda Indonesia tentunya banyak
mendapat pertanyaan dari orang-orang
di sekitarnya. Namun, pada saat itu ia
melihat sebuah peluang dan tantangan
yang besar di Garuda Indonesia sebab
Garuda Indonesia merupakan flight
carrier yang sudah berkiprah di pasar
internasional. Sehingga ia berkeinginan
untuk memajukan Garuda Indonesia
agar bisa mengharumkan nama bangsa.
Hal itulah yang membuatnya meerasa
tertarik dan tertantang. “Akhirnya,
meskipun bertentangan dengan

orang-orang, saya tetap memilih
meninggalkan bank tersebut dan
pindah ke Garuda Indonesia,” jelasnya.
“Kalau banyak orang bilang
bahwa mereka mulai berkarir dari
nol, namun bisa dibilang saya mulai
berkarir dari negatif karena harus
membayar ganti rugi. Mengingat
sebelum masuk di Garuda Indonesia
saya harus menyiapkan uang ganti
rugi kepada Bank tersebut yang cukup
besar nilainya untuk ukuran saat itu
dan mengakibatkan beberapa bulan
pertama gaji yang saya terima sebagian
harus saya bayarkan untuk mencicil
penalti tersebut” kenangnya.
Dengan berbekal keyakinan
dan kesungguhannya, karier Faik
Fahmi berkembang cepat di Garuda
Indonesia. Hampir setiap tiga tahun
karirnya meningkat, kesungguhan dan
kerja keras adalah dua hal yang selalu
dikedepankan dalam menjalankan
pekerjaannyaa. “Bagi saya, bekerja
adalah merupakan proses belajar,
mendapatkan pengalaman baru,
bertemu orang-orang baru, bahkan
menghadapi masalah-masalah yang
belum pernah saya temui sebelumnya.
Sehingga itu adalah proses belajar
yang sangat bernilai. Dari apa yang
didapat di bangku kuliah dan dari awal
karir saya di bank, berlanjut saat saya
dibesarkan oleh Garuda Indonesia,
sampai dengan karir saya saat ini di
Angkasa Pura II, bagi saya adalah proses
belajar yang belum pernah berhenti,
karena belajar itu tidak mengenal
waktu dan usia,” tambahnya.
Atas berbagai prestasi dan
pencapaian dalam karirnya di usia
yang cukup muda, Faik senantiasa
berpegang pada prinsip untuk selalu
percaya diri dan selalu memberikan
yang terbaik dalam setiap hal yang
dilakukan. “Ketika kita melakukan dan
memberikan yang terbaik dari diri kita
dalam setiap hal yang kita lakukan,
saya percaya kita akan mencapai hasil
yang maksimal. Percaya kepada diri
sendiri, selalu belajar dari hal-hal kecil
sekalipun, akan membuat kita selalu
siap menghadapi berbagai tantangan”
tutupnya.
Saat ini, Faik Fahmi dan
keluarganya menetap di daerah Jakarta
Selatan. Di sela-sela aktivitas dan
kesibukannya, ayah dari tiga orang
putri ini senang menghabiskan waktu
santainya bersama keluarga, membaca
buku, menikmati taman kesayangan
di halaman belakang rumah, atau
melakukan olahraga kegemarannya,
bersepeda.

EB News MARET 2015

28

STUDENT CORNER

Nurul Wakhidah:

Tidak Berhenti
Mencoba

W

awancara Student Corner kali ini membawa
tim EB News kepada salah seorang mahasiswi
jurusan Ilmu Ekonomi (IE) Fakultas Ekonomika
dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Adalah Nurul Wakhidah (21), mahasiswi yang dikenal
dengan sapaan Nurul ini tengah menempuh tahun
keempat perkuliahannya. Ia saat ini sedang menjadi
asisten peneliti di Energy Policy Corner FEB UGM dan
baru saja menyelesaikan program exchange student di
National University of Singapore (NUS).

Masa Pertukaran Mahasiswa di
Singapura
Melalui program Temasek Foundation
Leadership Enrichment and Regional
Network (TF LEaRN), Nurul menghabiskan masa satu semester studi di
NUS. Ia merupakan salah satu dari lima
penerima full-scholarship dari Temasek
Foundation yang mendapatkan kesempatan untuk mencicip studi di universitas peringkat 21 se-dunia ini menurut
Times Higher Education tahun 2014.
Dalam wawancara dengan tim EB News,
beberapa cerita dan pengalaman semasa menjalani pertukaran mahasiswa
pun ia bagikan. Hal pertama yang ia
bagikan adalah soal perkuliahan di NUS
yang berjalan dengan sangat kompetitif.
Ia merasa perkuliahan di UGM terasa
santai jika dibandingkan dengan NUS,
sebab hampir seluruh mahasiswanya
sangatlah bekerja keras. “Pelajar di Singapura sudah dibiasakan dengan sistem
nilai bell curve sejak awal, jadi tidak
heran kalau ujian 88 hasil akhirnya C, ”
ungkapnya sambil berseringai kecil.
Selain itu, Nurul juga menceritakan
bahwa pertukaran mahasiswa yang
diadakan oleh NUS melalui program TF
LEaRN tidak hanya berupa pertukaran
di bidang akademik. Nurul menyampaikan bahwa penerima beasiswa
TF LEaRN juga memiliki kewajiban

29

EB News MARET 2015

untuk menjalankan program community service serta kegiatan ASEAN
Learning Journey. Dalam kegiatan
ASEAN Learning Journey, Nurul beserta
kawan-kawan sesama peraih beasiswa
TF LEaRN dari berbagai negara seperti
Tiongkok, Taiwan, India, Vietnam, Thailand, dan Myanmar diberikan amanah
untuk menyelenggarakan kegiatan
simposium kebudayaan. Ia mengaku
senang dengan kegiatan serupa, sebab
melalui kegiatan seperti ini ia semakin
mengenal dekat sesama mahasiswa
pertukaran yang akhirnya menambah
pengetahuan akan budaya-budaya lain.
Jejak Pengalaman Organisasi dan
Prestasi
Bicara soal prestasi lain, Nurul rupanya
telah menorehkan sejumlah pencapaian sejak semasa Sekolah Menengah
Akhir (SMA). Mahasiswa yang dulunya
merupakan siswa SMAN 1 Yogyakarta
ini merupakan salah satu peraih medali
emas Olimpiade Sains Nasional (OSN)
bidang Ekonomi tahun 2011. Berkat
prestasi ini, Nurul akhirnya meraih
beasiswa Penelusuran Bibit Unggul
Berprestasi (PBUB) UGM sehingga dapat
tiket emas untuk langsung masuk UGM
tanpa ujian serta bebas dari biaya
kuliah selama masa studi berlangsung.
November 2014 lalu, Nurul juga pernah
berhasil menyandang prestasi sebagai

3rd Best Speaker dalam lomba debat
nasional yang diselenggarakan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Keaktifan serta kontribusi di organisasi
pun mengantarkan Nurul untuk menjadi General Secretary Sharia Economic
Forum (SEF) pada tahun 2012 sampai
dengan 2013. Sebelumnya pada tahun
2011, Nurul merupakan salah satu
staf Kajian Strategis Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) FEB UGM dan SEF.
Kesibukan kuliah dan organisasi tidak
menghalanginya untuk mengemban
amanah sebagai Steering Committee Forum Studi dan Diskusi Ekonomi (FSDE)
pada 2013 silam.
Ia percaya bahwa hanya dengan
kemampuan akademis saja tidak cukup
untuk mengembangkan diri selama
masa studi di perkuliahan. Karena
melalui dunia keorganisasianlah, ia
dapat memperoleh banyak pembelajaran pengambilan keputusan, komunikasi, maupun time management.
Dalam akhir wawancara dengan
EB News Nurul menyampaikan bahwa
ia memang tipe mahasiswa yang suka
untuk mencoba serta belajar hal-hal
baru. “Yang penting mencoba segala
sesuatu terlebih dahulu, daripada
menyesal nantinya, kalau gagal ya coba
lagi,” ungkapnya tegas. [Nela]

FEB IN PICTURES
Seminar “Evaluasi terhadap Prinsip Akuntansi
Indonesia”, di Fakultas Ekonomi UGM tahun 1980.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 1976

Reuni ke-35 Keluarga Alumni PALMAE FEB UGM (KAPAL)
Sabtu, 9 Mei 2015

EB News MARET 2015

30

UNIT NEWS

Strategi Nasional
Penanggulangan Korupsi

S

ebagai wujud kepedualian
akademisi Universitas Gadjah
Mada (UGM) terhadap kasus
korupsi yang marak terjadi di negeri
ini, akademisi UGM membentuk
Gerakan Masyarakat untuk Transparansi
Indonesia (GEMATI). GEMATI adalah
wadah bagi para akademisi untuk
bersilaturahmi, melakukan introspeksi
diri, saling mengingatkan dan
memberikan sumbangan tenaga, waktu
dan pemikiran untuk meningkatkan
sistem pencegahan korupsi di
Indonesia.
GEMATI yang diprakarsai oleh Unit
Penelitian dan Pelatihan Ekononika dan
Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomika dan
Bisnis (FEB) UGM, menyelenggarakan
seminar nasional dengan tajuk Kajian
Strategi Nasional Penanggulangan
Korupsi (10/03/15). Seminar tersebut
mendapat dukungan penuh dari
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof.
Dwikorita Karnawati, M.Sc., PhD.
Seminar yang diselenggarakan di
Grha Sabha Pramana UGM tersebut
menghadirkan pembicara dari para
akademisi UGM, yakni Dr. Rimawan
Pradiptyo, M.Sc, Prof. Mochtar

31

EB News MARET 2015

Mas’oed selaku Dekan Fakultas Ilmu
Budaya UGM (pakar Antropologi), Dr.
Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A.,
Dekan Fakultas Psikologi UGM (pakar
Psikologi), Supra Wimbarti, M.Sc, PhD.,
Prof. Wihana Kirana Jaya,M.Soc.Sc. ,
PhD. selaku Dekan FEB UGM (pakar
Ekonomi Sektor Publik), Dr. Erwan
Agus Purwanto, M.Si. yang juga Dekan
FISIPOL UGM (pakar Kebijakan Publik),
Prof. M.Hawin, S.H., LL.M., PhD. selaku
Dekan Fakultas Hukum UGM (pakar
Hukum Bisnis), Pusat Kajian Antikorupsi
(PUKAT) UGM, Akademisi (Pakar Hukum
Pidana, Sosiologi Hukum, Hukum Tata
Negara, Sosiolog), dan dimoderatori
oleh Dr. M. Najib Azca, MA.
Dr. Rimawan Pradiptyo, M.Sc
mengungkapkan bahwa pendefinisan
korupsi bergantung pada budaya
dan konteks dari setiap negara.
Di Indonesia sendiri korupsi yang
terjadi adalah korupsi struktural. Hal
tersebut terjadi sebagai akibat dari
lemahnya sistem kelembagaan yang
cenderung mendorong orang untuk
melakukan korupsi. Sementara itu,
masyarakat sangat percaya pada
pemerintahnya, meskipun tingkat

korupsi tinggi. Padahal, biasanya ada
hubungan terbalik antara kepercayaan
dan korupsi. Sedangkan Prof. Dr.
Mochtar Mas’oed berpendapat bahwa
kepercayaan kepada pemerintah yang
tinggi tersebut justru diikuti bukti
pemerintah yang korup juga tinggi. Hal
tersebut mungkin juga dirasakan oleh
Bung Hatta. Hatta menyebutkan bahwa
korupsi membudaya. Sementara itu
Prof. Dr. Susetiawan, S.U. berpendapat
bahwa semakin tingginya kepercayan
kepada pemerintah, walaupun
korupsi semaking tinggi, terjadi akibat
pemerintah memberi kesempatan
untuk korupsi kepada pihak lain.
Fenomena menarik lainnya,
korupsi di negara maju hanya terkait
dengan principal agent client, tetapi di
Indonesia ada middle man yang juga
terlibat. Teknik korupsi yang hanya ada
di Indonesia ini termasuk di dalamnya
adalah makelar kasus (markus) dan
joki napi. Jumlah korupsi dan jumlah
penindakan juga tidak proposional.
Misalkan, semakin tinggi jumlah korupsi
(contoh koruptor kelas kakap) hanya
memperoleh hukuman enam tahun
penjara. Subsidi rakyat kepada koruptor

UNIT NEWS
adalah biaya korupsi eksplisit, tetapi
yang dikembalikan kepada negara lebih
sedikit. Selisih ini adalah biaya yang
ditanggung oleh para pembayar pajak
Indonesia.

yang paling ditakuti oleh KPK, namun
yang paling mencemaskan adalah
jaksa. Apabila kekuatan berada di
tangan jaksa atau polisi, ego sentral ada
pada pihak tersebut.

Selain itu, terdapat korelasi
positif, Indeks Persepsi Korupsi (IPK)
dengan indeks lain pada seluruh
negara di dunia, yakni korupsi yang
semakin tinggi akan mengakibatkan
semakin tinggi pula ketimpangan,
pengangguran, dan rendahnya
kinerja. Korupsi juga menyebabkan
adverse selection dalam foreign direct
investment, investor dari negara yang
tinggi korupsinya berpindah ke negara
yang korupsinya lebih rendah. Korupsi
yang tinggi juga menurunkan aspek
kelembagaan.

Sementara itu, menurut Dr. Pujo
Semedi Hargo Yuwono, M.A. selaku
Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM,
piramida sosial dari lapis bawah korupsi
dapat diuraikan sebagai pengambilan
pencurian hak banyak orang.
Penggunaan anarki jalanan untuk
melawan anarki kekuasaan, hal ini juga
dapat menandakan bahwa orang kecil
juga bisa korupsi. Sebagai contoh, pada
kasus pertanian Jawa dan Kalimantan
di mana semua lapis pekerja terlibat
pencurian harta perusahaan. Pratik
mencuri yang sudah berlansung dari
jaman kolonial bukan merupakan
temuan baru.

Korupsi juga berdampak negatif
terhadap norma masyarakat. Kebiasaan
melakukan korupsi tetap bertahan
meskipun penduduk telah berpindah
ke negara yang memiliki tingkat korupsi
yang rendah. Contohnya, seperti di
Eropa, shifting berjalan dari kiri ke kana
jalan, atau evolutional game theory.
Optimalisasi penganggulangan
korupsi adalah dengan penanggulangan
pencucian uang, penindakan, dan
pencegehan-pelemahan penganggulan
korupsi. Sinergitas kepolisian, KPK, dan
kejaksaan serta efektivitas sinergitas
trisula penanggulan korupsi perlu
dilakukan. Terdapat bukti setelah
keberadaan KPK, proses hukum kasus
korupsi menjadi lebih cepat. Jika
korupsi tetap berlanjut, sama saja
sebenarnya kita mengkhianati founding
fathers dan memberi makan racun pada
generasi Indonesia selanjutnya.
Prof. Dr. Eddy OS Hiariej, S.H.,
M.Hum (Guru Besar Hukum Pidana)
menyampaikan bahwa pada sekitar
12 tahun yang lalu, tingkat korupsi
Indonesia paling tinggi dan hanya sama
dengan Meksiko. Ia mengatakan bahwa
Internasionalisasi against corruption
merusak 7 hal, yakni demokrasi, dalam
hal ini adanya politik uang, aturan
hukum (korupsi terjadi saat membuat
UU bukan saat menjalankan UU),
merusak pasar, kualitas kehidupan,
pembangunan berkelanjutan sumber
daya alam, human security, serta
ejahatan terhadap kemanusiaan atau
pelanggaran hak asasi manusia.
Dalam penganggulangan korupsi
diperlukan tindakan preventif,yang
dapat dilakukan melalui peningkatan
integritas, akuntabilitas, dan
transparansi serta tindakan represif.
Berdasarkan kajian, saat ini, lembaga

Secara struktural, pekerja
memanfaatkan kekuasaan dan
manajemen dengan mencuri fasilitas
lebih disebabkan oleh ketimpangan
gaji. Hal ini mendorong untuk semua
lapisan beramai-ramai melakukan
korupsi. Dikarenakan semua orang
tahu bahwa korupsi itu terjadi di setiap
lapisan, maka tidak ada yang saling
menghentikan walau melihat praktik
tersebut. Saat atasan memotong upah
bawahan baru terjadi demo walau
semua korupsi (budaya korupsi untuk
tutup mulut). Apabila mengambil
terlalu banyak akan diprotes, tetapi
kalau sedikit akan dimaklumi (boleh
korupsi tapi jangan terlalu namoak).
Selanjutnya, jangan sampai tertangkap
tangan melakukan tindak korupsi. Harta
publik akan menjadi milik semua orang
apabila ada kesempatan mengambil.
Ini konsukuensi dari anarki kekuasaan
(ketimpangan antara yang atas dan
bawah). Sistem privilege (hak istimewa)
yang terkait harus dihentikan, jangan
terjadi ketimpangan sistem ekonomi.
Menurut Prof. Wihana Kirana
Jaya, M.Soc.Sc., PhD. (Dekan Fakultas
Ekonomika dan Bisnis) ketiadaan
akuntabilitas akan meningkatkan
korupsi di locust of power change
(eksekutif ke legislatif). Locust of power
tanpa akuntabilitas adalah fight for
power (rule of the game-formal dan
informal). Beberapa hal yang dapat
menyebabkan korupsi misalnya
dysfunctional aturan main atau
pemerintah yang makin predator, juga
basis kontrak.
Menciptakan peluang bagi orang
yang mempunyai mental model
(oportunist) dapat membukan jalan

bagi terjadinya korupsi. Korupsi
adalah monopoli minus akuntabilitas.
Kelembagaan harus dicek apakah
terdapat pelaku yang melakukan abuse
power. Hal ini akan memperbaiki rule of
the game. Pencegahan dapat dilakukan
dengan membangun institusi yang
predictable reliable untuk enforcement.
Selanjutnya, memperbaiki mental
dalam informal, memperbaiki behavior
sehingga biaya transaksi menjadi
rendah.
Selain itu, Dr. Erwan Agus
Purwanto, M.Si menyampaikan bahwa
sumber korupsi juga timbul dari
kelemahan otoritas, sehingga struktural
disalahgunakan untuk kepentingan
pribadi atau karena privilege. Desain
kelembagaan kurang baik sehingga
memberikan ruang untuk korupsi.
Bagi Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin,
M.Hum., memberantas koprupsi adalah
amanah reformasi. Persoalan korupsi
semakin kompleks, sehingga korupsi
perlu diselesaikan dari sisi hukum. Dari
sisi filsafat, korupsi adalah kejahatan
filosifis. Yakin bahwa manusai itu
jahat (filosofi), melihat di diri manusia
kesesatan epistimologis. Manusia
mengetahui korupsi itu merugikan dan
dilarang tetapi tetap dilakukan. Aspek
moralitas tanpa mengesampingkan
nilai. Sementara, nilai sendiri dapat
menghilangkan korupsi dengan
didikan. Ketika aspek hukum tidak lagi
efektif, sudah saatnya aspek pendidikan
dilihat.
Prof. M.Hawin, S.H., LL.M., PhD.
berpendapat bahwa korupsi dapat
dicegah. Pencegahan korupsi dari
sisi hukum bisnis adalah dengan
mengembangkan dan menerapkan
good corporate governance. Dari sisi
pemerintah adalah KPK, selain itu
semua lembaga harus mendukung.
Masyarakat juga harus memilih
pemimpin yang baik dan bersih, segala
pihak harus berani memberantas
korupsi.
Berdasarkan riset yang dilakukan
oleh Dr. Dodi Ohio, ditemukan bahwa
korupsi muncul dari praktik kolusi
orang yang berkuasa (persekongkolan).
Korupsi merajalela karena civil
organization masih lemah. Diperlukan
adanya local governance transparency
untuk meminimalisir informasi yang
asimetris. Sehingga salah satu kunci
penguatan pencegahan korupsi adalah
melalui kekuatan masyarakat sendiri.

EB News MARET 2015

32

UNIT NEWS

Diseminasi Hasil Analisis Data LSI
Strategi Komunikasi Kebijakan
Subsidi BBM

A

cara “Seminar Diseminasi Informasi dan Persepsi Masyarakat
Terhadap Kebijakan BBM Di
Indonesia” (19/03/15) menghadirkan
Rimawan Pradiptyo, PhD. sebagai
pembicara dan Dr. Joko Tri Haryanto
dari Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan dan B.M.Purwanto, PhD.
sebagai panelis. Acara tersebut dihadiri
140 peserta. Dalam acara ini dipaparkan
hasil penelitian berjudul “Does Information Matter in Households’ Perception
toward Fossil-Fuel Subsidy Reform?
Evidence from Indonesia” yang dilakukan
oleh Rimawan dengan Abraham Wirotomo, M.Sc., Alvin Adisasmita, M.Sc., dan
Yudistira Hendra Permana, M.Sc.
Penelitian tersebut mencoba
mengeksplorasi bagaimana persepsi
masyarakat terhadap kenaikan Bahan
Bakar Minyak (BBM) menggunakan data
survei yang dilakukan oleh Lembaga
Survei Indonesia pada Agustus 2014.
Hasil penelitian mengungkapkan beberapa
33

EB News MARET 2015

fakta menarik, antara lain seperti hanya
penduduk Jawa dan Sulawesi yang
cenderung menolak penghapusan
subsidi BBM, semakin tinggi pendidikan
seseorang maka semakin cenderung
setuju untuk penghapusan subsidi BBM,
dan informasi berpengaruh dalam perubahan opini dari tidak setuju menjadi
setuju akan kenaikan harga BBM.
Joko Tri Haryanto menanggapi
perlunya kajian lebih lanjut yang
didasarkan pada hasil paparan
mengingat penelitian tersebut hanya
bersifat eksploratif. Ia mengakui bentuk
komunikasi pemerintah mengenai
kebijakan subsidi BBM kurang baik,
sehingga mengharapkan juga adanya
rekomendasi dari kajian untuk disampaikan pada pemerintah. Sedangkan
B.M. Purwanto mengungkapkan perlu
adanya strategi komunikasi yang tepat
dari pemerintah. Hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah pola komunikasi
masyarakat Indonesia cenderung

high context sehingga memerlukan
simbol-simbol dalam menyampaikan
kebijakan subsidi BBM yang bisa
dicapai melalui figur atau tokoh dalam
menyampaikan pemahaman terkait isu
ini. Presiden harus mempunyai peran
penting dalam menyampaikan dan
menggunakan bahasa yang mudah
dipahami. Selain itu, diperlukan pula
strategi dari pemerintah untuk mengubah masyarakat dari tidak rasional
menjadi rasional dalam menghadapi
isu kenaikan BBM.
Bahan paparan dan paper dapat
diunduh di: http://www.rimawan.staff.
ugm.ac.id/v2/id/artikel/90-diseminasiinformasi-dan-persepsi-rumah-tanggaterhadap-kebijakan-bbm-di-indonesia

UNIT NEWS

Satu Tahun BPJS,
Sudahkan Memenuhi
Harapan Masyarakat?

P

emerintah Indonesia telah
menargetkan jaminan kesehatan
bagi seluruh penduduk Indonesia
pada 2019 (JKS 2019) dengan
membentuk Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS). Badan ini
memiliki tugas untuk menyediakan
layanan kesehatan bagi masyarakat.
Berbagai studi literatur dan analisis
data sekunder menunjukan bahwa
masih banyak tantangan yang perlu
dihadapi ke depan, mulai dari aspek
pendanaan, pengawasan, infrastruktur,
standar kualitas, dan kesenjangan.
Pada tataran ini pemerintah perlu
mempertimbangkan cakupan peserta
dan jaminan serta kesanggupan
pendanaan dan infrastruktur mengingat
hal tersebut adalah kondisi yang perlu
dipenuhi secara bertahap sebelum
gimplementasi JKS 2019. Dengan
kompleksitas yang ada, implementasi

target JKS 2019 dengan kondisi saat
ini (business as usual) tidak hanya sulit
untuk tercapai, tetapi juga berpotensi
menggagalkan Sistem Jaminan Sosial
Nasional.
Unit Penelitian dan Pelatihan
Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas
Gajdah Mada (UGM) bekerjasama
dengan ADiTV menyelenggarakan
Talkshow dengan tajuk “Satu Tahun
BPJS, Sudahkah Memenuhi Harapan
Masyarakat” (11/02/15) silam,
bertempat di Hotel Rich Yogyakarta.
Acara yang dipandu oleh Direktur ADiTV
yang juga merupakan Dosen FEB UGM,
Dr. Rangga Almahendra mengusung
konsep dialog interaktif. Seluruh
peserta yang hadir dapat berinteraksi
langsung dan menyampaikan
pendapatnya masing-masing.

Adapun narasumber talkshow
tersebut terdiri atas Dr. Togar Siallagan,
M.M, M.Kes yang mewakili BPJS
Kesehatan, Erlangga Dwi Saputro
yang mewakili Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Bapak Wahyu Utomo
dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
Kementerian Keuangan, H. Yose Rizal,
SH selaku Ketua Komisi D Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Provinsi DIY, Bapak Nuryadi, S.Pd dari
Komisi D DPRD Provinsi DIY, Prof. dr.
Laksono Trisnantoro, MSc., PhD. dari
Fakultas Kedokteran (FK) UGM, dr. Yodi
Mahendradhata, M.Sc, PhD dari FK UGM,
Prof. Purwo Santoso, MA, PhD. dari
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
UGM, Bapak Oce Madril, M.A dari Pusat
Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum
UGM, dan Bapak Husni Heriyanto dari
Komunitas Sampan - HIV and Drugs
Abuse Prevention

UPCOMING EVENTS

Kolaborasi Apik Musisi Nasional
dan Internasional dalam E-Jazz XX

E

conomics Jazz (E-jazz) kembali
akan digelar untuk keduapuluh
kalinya! Kali ini, E-Jazz menghadirkan seorang musisi internasional ternama
dengan kepiawaiannya meniup saksofon
dalam genre musik jazz. Ya, dia adalah
Dave Koz. Sudah tidak diragukan lagi
bagaimana E-Jazz menjadi konser
musik jaz yang ditunggu-tunggu oleh
para penikmat dan penggemar musik
jaz, baik dari wilayah Yogyakarta maupun Indonesia.
Mengambil tempat di Grha Sabha
Pramana UGM, E-Jazz menjual kurang

lebih 1000 tiket dengan berbagai klasifikasi yang berbeda, yakni Bronze, Silver,
Gold, Platinum dan Diamond. Tiket
dijual dalam rentang harga Rp 100 ribu
sampai dengan Rp 400 ribu.
Dave Koz akan tampil berkolaborasi
dengan beberapa musisi ternama Indonesia
serta satu musisi saksofonis internasional, Michael Paulo. Musisi Indonesia
yang akan berkolaborasi antara lain
yaitu gitaris kawakan Dewa Bujana, Toh
Pati, dan penyanyi kondang Marcell Siahaan. Acara yang akan diselenggarakan
pada 16 Mei 2015 pukul 19.30 ini juga

akan dipandu pewara ternama Choky
Sitohang.
Tiket economics jazz part XX telah
tersedia di tiket box Selasar FEB UGM,
jln. Sosio HUmaniora, Bulaksumur
Yogyakarta. Jangan lewatkan salah
satu perhelatan konser musik bertaraf
internasional dengan harga lokal ini!
Segera dapatkan tiketnya dan jadilah
saksi kehebatan kolaborasi musisi jaz
ternama! [aac]

EB News MARET 2015

34

FACILITIES

Menyongsong FEB UGM
yang Lebih Terpadu

J

mengadakan seminar nasional. Maka
biasanya, panitia memilih Gedung
Magister Manajemen sebagai tempat
diselenggarakannya seminar nasional
tersebut.

demikian, diharapkan nantinya tidak
perlu adanya uang sewa jika civitas
akademika ingin meminjam tempat
untuk menyelenggarakan sebuah
kegiatan.

Selama ini, kita mengenal
terdapat beberapa bagian gedung
FEB UGM, yaitu Gedung S1, Gedung
Magister Akuntansi, Gedung M.Si dan
Doktor, Gedung Magister Manajemen,
dan Gedung Magister Ekonomi
Pembangunan. Masing-masing gedung
keberadaannya saling terpisah satu
sama lain. Bahkan, untuk Gedung
Magister Manajemen dan Magister
Ekonomi Pembangunan berada di lain
kompleks yang letaknya lumayan jauh.

Hal ironis yang muncul adalah
ketika panitia harus membayar
sejumlah uang sewa untuk peminjaman
tempat tersebut. “Ini kan lucu, kita
sama-sama FEB tapi kita meminjam
tempat di FEB malah justru membayar,”
ujar Agus, kepala sarana dan prasarana
FEB UGM. Memang, dalam hal
manajemen keuangan masing-masing
program studi memiliki kebijakan
tersendiri. Akan tetapi, alangkah
baiknya jika gedung di FEB UGM
dapat dengan mudah diakses guna
mendukung sepenuhnya kegiatan
mahasiswa. Sehingga, hal ini perlu
menjadi perhatian bersama manajemen
setiap program studi tersebut.

Selain progres berupa
koordinasi intensif dan penataan
struktur organisasi di pelayanan
terpadu tersebut, fakultas juga
tengah menggodog dan akan
menyosialisasikan sistem peminjaman
tempat yang baru itu. Dalam hal
ini bagian sarana dan prasaran FEB
UGM berharap adanya sinergi dan
kerjasama dari berbagai kalangan,
terutama Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) FEB UGM. Banyaknya organisasi
yang ada di lingkungan S1 FEB UGM
menimnbulkan adanya banyak event
atau kegiatan yang rutin digelar. Oleh
karena itu, BEM sebagai penengah akan
mengakomodasi kepentingan tersebut.

Semua gedung tmemiliki fungsi
untuk mendukung secara khusus
kegiatan civitas akademika FEB UGM.
Akan tetapi, banyaknya kegiatan dan
kebutuhan ruangan yang spesifik
menyebabkan penyelenggara
kegiatan perlu memikirkan tempat
alternatif lain selain lingkup S1 FEB
UGM. Misalnya saja, suatu himpunan
mahasiswa jurusan di S1 FEB UGM akan

Koordinasi antar manajemen
program studi telah dilakukan dengan
diadakannya beberapa kali rapat antar
program studi. Maka, disetujuilah
adanya lembaga pelayanan terpadu
dalam peminjaman tempat tersebut.
Jika diperlukan negosiasi tentang
pembayaran sewa gedung, maka
akan didiskusikan lebih lanjut oleh
manajemen program studi. Dengan

“Pelayanan yang terpadu tentu
akan memberikan banyak manfaat,”
tukas Agus. Ia menambahkan bahwa
selain memberikan kemudahan,
pelayanan yang terpadu dapat
mengawasi peminjaman tempat
agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Pada tahun ini, ia optimis
pelayanan terpadu ini akan dibuka dan
mulai beroperasi. [Ibe]

ika dicermati, kantor akademik
FEB UGM menunjukkan wajah
yang berbeda. Pada salah
satu bagiannya tampak dibuka bilik
baru yang masih belum seutuhnya
difungsikan. Ya, rencananya di kantor
tersebut akan dibuka sebuah bagian
yang mengurusi peminjaman ruang
di seluruh bagian di FEB UGM sebagai
wujud pelayanan terpadu.

35

EB News MARET 2015

EB News MARET 2015

36

37

EB News MARET 2015

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful