ISSN: 2087-5967

Edisi LUSTRUM
www.feb.ugm.ac.id/ebnews

November 2015

PREFACE
Enam puluh adalah bilangan umur yang tidak saja
menunjukkan kedewasaan tetapi juga kematangan. Oleh
karena itu syukur yang tak terhingga kami panjatkan kepada
Allah SWT karena atas karunia-Nya Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) telah sukses
menyelenggarakan serangkaian agenda Dies Natalis ke60 atau Lustrum XII. Di usianya yang sekarang, FEB UGM
diharapkan dapat terus menghasilkan berbagai inovasi,
berinteraksi dan menginspirasi seluruh masyarakat.
EB News Edisi Spesial ini menghadirkan berbagai kegiatan
dalam rangka Dies Natalis ke 60 dan Lustrum XII FEB UGM
2015, baik bersifat akademik maupun non-akademik yang
akan dirangkum dalam rubrik Special Report. Lomba
olah raga mengawali rangkaian perhelatan penting ini.
Kemeriahan dan kekhidmatan mewarnai Lustrum XII FEB
UGM 2015 ini di kegiatan seminar, ziarah, anjang sana,
family fun day, wayangan, tumpengan dan masih banyak
kegiatan menarik lainnya yang tidak hanya melibatkan
civitas akademika FEB UGM tetapi juga masyarakat sekitar
yang selaras dengan tagline Lustrum kali ini yaitu dapat
menciptakan inovasi sehingga mampu mengispirasi.
Luluk Lusiantoro yang saat ini tengah mengambil Ph. D di
University of Cranfield, London, mengisi rubrik News from
Abroad. Cerita inspiratif alumni, Bapak Anton Mart Irianto,
tak kalah menarik juga untuk disimak. Beberapa cerita dari
mahasiswa ikut mewarnai advertorial dan student’s corner
edisi kali ini.
Semoga FEB UGM dapat terus berinovasi, berinteraksi dan
menginspirasi.
November 2015
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Sos.Sc., PhD.
Dekan

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id
W: http://www.feb.ugm.ac.id

Penanggung Jawab

Pengarah

Muhammad Edhie Purnawan, M.A.,
PhD.
(Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Pengabdian Kepada Masyarakat,
Alumni dan Kerjasama)

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc,
PhD.
(Dekan)
B.M. Purwanto, MBA., PhD.
(Wakil dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt.
(Wakil Dekan Bidang Keuangan
Administrasi dan Sumber Daya
Manusia)
Eko Suwardi, M.Sc., PhD.
(Wakil Dekan Bidang Perencanaan
dan Teknologi Informasi)

Tim Liputan
Hestining Kurniastuti
Ika Wulandari W
Jodista Giche K
Muhammad Ikhsan Brilianto
Nadia Fitriani
Nela Navida
Nur Mutiara S. Santosa
Ulayya Gempur T.
Rheinanda Intan

Teknologi Informasi
Muhammad Ali Faiq

Artistik
Ananda Adi Cahyono
Guratri Jingga
Mario Rosario Wisnu Aji

1

17

Alumni Corner
Anton Mart

Special Report
Menyambut Dies Natalis ke-60 FEB UGM

CONTENTS
What’s Up FEB

3

MAGISTER MANAJEMEN

7

MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN

9

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR

11

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

13

MAGISTER AKUNTANSI

15

Who’s Who

24

Scholarship and Recruitment

25

Partnership

26

Advertorial

31

FEB in Pictures

35

Unit News

39

Exchange Students’ Comments

38

Facilities

41

Around Bulaksumur

42

27

29

33

News From Abroad
Luluk Lusiantoro

Lecture’s Article
Diny Ghuzini

Student Corner
Nabila Nur Fajrina

ALUMNI CORNER

Anton Mart Irianto
Mengalir Tak Kenal Henti

B

iarlah mengalir seperti air,”
begitulah Anton Mart Irianto (AMI)
menggambarkan kehidupan
pribadi dan kariernya. Menjadi
alumni Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB
UGM)—dulu FE UGM, red-- tahun 1977,
ia memulai karier dengan bekerja
keras menaklukkan ibukota. Pria ini
tak kenal lelah mengirimkan surat
lamaran pekerjaan ke berbagai kantor
pemerintahan, instansi perbankan
pemerintah maupun swasta,
1

EB News EDISI LUSTRUM

perusahaan-perusahaan Badan
Usaha Milik Negara maupun daerah,
dan perusahaan-perusahaan swasta
lainnya.
Kerja kerasnya berbuah, AMI
diterima sebagai staf di Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi
(BPPT). Ia tidak pernah membayangkan
sebelumnya bahwa kesempatan
berkarier di institusi ini menjadi momen
yang paling berkesan selama ia bekerja.
Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
yang pas-pasan, ia bangga karena

dapat mengimplementasikan pelajaran
Ekonometri yang didapatkan sewaktu
kuliah untuk mengerjakan proyek
pengadaan tenaga kerja di Indonesia.
Hal ini membuat AMI mendapat
penghargaan dan kepercayaan
dari pimpinan sampai akhirnya ia
ditunjuk menjadi pimpinan proyek
di BBPT. Lebih dari itu, kredit poin
yang diraih pada waktu itu melebihi
senior-seniornya. BPPT menjadi salah
satu tempat istimewa di kehidupan
pribadinya sekaligus menjadi tempat

ALUMNI CORNER
yang mempertemukannya dengan
Nona Niode, wanita yang menjadi
pendamping hidupnya.
Setelah perjalanan gemilang dan
singkat di BPPT, ia bekerja di Bank
Niaga. Karier AMI terus mengalir,
setelah terjun di dunia perbankan
ia bergabung di perusahaan swasta
bersama rekannya untuk pengerjaan
proyek irigasi dan penyuluhan
pertanian di Aceh. Proyek kerja sama
dengan Departemen Pekerjaan Umum
dan Departemen Pertanian berhasil
diselesaikannya dengan baik. Moving
on, kali ini ia meniti karier selama
21 tahun di PT Danareksa sampai
menjelang 2011. Pria penggemar
nggowes ini mengajukan pensiun dini
dan menapaki karier di PT Permodalan
Nasional Madani/PNM (Persero). Hingga
kini, ia dipercaya untuk mengurus anak
perusahaan PNM tepatnya di PT Mitra
Niaga Madani.
Perjalanan karier pria kelahiran
Jember, 23 Maret 1958 ini terlihat
indah. Awal perjuangan itu dimulai dari
bangku kuliah Jurusan Ekonomi Umum
FE UGM 38 tahun silam. AMI sangat
menikmati kuliah di kampus biru dan
tergolong sebagai mahasiswa yang aktif
berorganisasi serta memiliki banyak
teman. Tidak hanya teman dari Brigade
’77 (nama angkatan 1977-red), tetapi
dari semua angkatan. Menurutnya,
hubungan dosen dengan mahasiswa
pada waktu itu begitu dekat hingga
terasa tidak ada jarak. Demikian juga
dengan asisten dosen, mahasiswa
benar-benar merasa terbantu oleh
para senior. Banyak kenangan indah
bersama teman-teman terukir di
benaknya, ia teringat ketika menikmati

proses rekaman film “Cintaku di
Kampus Biru”, nonton film bareng saat
jam kosong, serta menikmati kuliner
bersama di SGPC, Sate Samirono, Ayam
Goreng Ny. Suharti, Gudeg Wirobrajan,
Wedangan di Jln. Taman Siswa dan kafe
di Kotabaru.
Ia tersenyum ketika mengenang
cerita sedihnya di masa lalu. AMI
termasuk mahasiswa yang bandel
dengan penampilan kurang rapi,
alhasil ketika ia menaksir cewek selalu
ditolak. Cerita lain yang tak terlupakan
adalah ketika ia menjalani bimbingan
skripsi dengan Pak Tatwo (Dr. Sutatwo
Hadiwigeno, M.A.-red). Ia diminta
meninggalkan semua aktivitas kampus
baik di fakultas maupun universitas
untuk segera menyelesaikan studinya.
Pak Tatwo menaruh perhatian yang
besar karena melihat adik AMI dari
angkatan ’78 telah menyelesaikan
studinya dan bekerja di Bank Indonesia.
Saat yang paling mendebarkan
dan paling bergengsi ketika kuliah
adalah masa ujian pendadaran. Usahausaha ia tempuh untuk mendapatkan
kelancaran supaya studinya tidak
melebihi dari batas pengulangan
ujian (6 kali-red). Ingatannya kembali
pada saat ia mempersiapkan ujian
pendadaran yang keempat, ia sowan
ke rumah Pak Boediono (Prof. Dr.
Boediono, M.Ec.-red) dan Pak Budiono
(Dr. Budiono Sri Handoko, M.A.-red).
Kedua dosen ini memberikan kisi-kisi
apa yang harus dipelajari sebagai
persiapan ujian. Usahanya ini sangat
berkesan baginya, ia berhasil lulus
sebagai Sarjana Ekonomi. Di sela-sela
menanti waktu wisuda, ia membantu
proyek-proyek dosen seperti proyek

kerja sama dengan Dolog Jateng dan
proyek Bulog Jakarta yang bekerja
sama dengan Stanford University
untuk menangani masalah penelitian
produk jagung di seluruh Indonesia.
Pengalaman ini membuatnya semakin
handal mengaplikasikan ilmu-ilmu yang
dimilikinya.
Baginya, kesuksesan itu ketika
seseorang dapat menyelesaikan tugas
dari pimpinan tepat waktu sesuai
dengan kriteria dan spesifikasi kerja
yang diinginkan. Kemampuan team
work juga menjadi kunci keberhasilan
seseorang dalam meniti karier. Hal
yang utama menurutnya tidak boleh
dilupakan adalah selalu ingat kepada
Sang Maha Pencipta serta nasihat
orang tua untuk selalu bekerja jujur dan
amanah.
Di akhir perbincangannya, AMI
berharap kepada almamaternya untuk
terus melakukan hubungan baik antara
alumni dalam jalinan kerja sama di
segala aspek. “Jangan berkecil hati
dengan nilai IPK dan terus percaya diri
bahwa lulusan dari FEB UGM adalah
yang terbaik daripada dari lulusan
perguruan tinggi lainnya,” tuturnya. AMI
yakin akan hal itu, pengalaman yang
telah ia alami selama ini membuat ia
menyimpulkan bahwa lulusan UGM
masih the best. Oleh karena itu, ayah
dari satu putra ini berharap kepada
para alumni FEB UGM yang sudah
menduduki posisi puncak untuk tidak
segan-segan merekrut para alumninya,
dan menjaring sebanyak mungkin
lulusan FEB UGM sesuai kualifikasi yang
dibutuhkan. [hk]

EB News EDISI LUSTRUM

2

WHAT’S UP FEB S1

Dave Koz

Economics Jazz XX: Panggung
Kelas Dunia Khas UGM Yogyakarta

1

6 Mei 2015, Grha Sabha Pramana
(GSP) kedatangan tamu agung. Kali
ini bukan giliran menteri, presenter
TV terkenal, atau tokoh pendidikan
yang berkunjung ke sana. Pada Sabtu
yang cerah itu, GSP disambangi oleh
dewa-dewa musik jazz baik dari dalam
maupun luar negeri. Ya, malam itu,
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB
UGM) sedang punya hajatan besar,
sebuah panggung musik bertajuk Economics Jazz (E-Jazz) XX.
Setelah sukses dengan pagelaran
E-Jazz XIX yang mendatangkan Phill
Perry dan Lee Litenour, acara yang
dimotori oleh dosen FEB UGM, Tony
Presetyantono, tersebut akhirnya
berhasil mendatangkan “King of Smooth
Jazz” asal Amerika Serikat, Dave Koz.
Musisi-musisi lain seperti Dewa Budjana,
Tohpati, Marcell Siahaan, dan Michael
Paulo juga turut menjadi bagian dalam
konser akbar malam itu. Event tahunan
tersebut dihadiri oleh sekitar 2300
penonton. Tiket E-Jazz XX yang berkisar
3

EB News EDISI LUSTRUM

antara seratus ribu rupiah hingga empat
ratus ribu rupiah bahkan sudah ludes
terjual beberapa hari sebelum hari
pelaksanaan.
Tak ketinggalan, Agus Martowardoyo, Gubernur Bank Indonesia,
juga hadir dalam pergelaran yang
menggandeng Bank Permata sebagai
sponsor utama itu. Ia mengaku sebagai
salah satu penonton setia E-Jazz yang
diadakan oleh FEB UGM. “Saya adalah
salah satu pengikut sejak awal Economics Jazz ini digelar,” ungkap Agus
Martowardoyo saat ditanya mengenai
alasan kedatangannya di E-Jazz ke XX.
Suguhan jazz terbaik kampus biru
malam itu berlangsung begitu meriah
dan elegan. Dewa Budjana dan Tohpati
membuka E-Jazz XX dengan petikan
gitarnya yang syahdu. Lewat lantunan
enam buah lagu akustik, dua gitaris
ternama Indonesia itu seolah mampu
membawa penonton ke dalam suasana
pagi yang diawali dengan secangkir teh:
rileks dan menenangkan.

Setelah duet bernuansa akustik itu
berakhir, Choky Sitohang yang didapuk
sebagai pembawa acara pada malam itu
mempersilakan beberapa tamu undangan seperti Wihana Kirana Jaya selaku
Dekan FEB UGM dan Dwi Korita selaku
rektor UGM untuk memberikan sambutan. Keduanya memberi tanggapan
positif atas terselenggaranya panggung
kelas dunia dengan suasana Yogyakarta
tersebut. “E-Jazz XX kali ini sekaligus
menjadi acara pembukaan Lustrum FEB
UGM ke-60,” tutur Wihana. Lebih lanjut,
Wihana menjelaskan bahwa peringatan
Dies Natalies FEB UGM ke-60 nantinya
akan ditutup dengan perhelatan E-Jazz
XXI yang menggandeng Casiopea sebagai bintang tamu.
Setelah selingan sambutan berakhir, suasana di dalam GSP berubah
menjadi romantis. Marcell Siahaan
menghibur penonton dengan suara
emasnya. Marcell secara beruntun membawakan sembilan buah lagu termasuk
salah satu single terfavoritnya yang

S1 WHAT’S UP FEB
berjudul Firasat. Praktis, penonton ikut
bernyanyi manakala lagu tersebut sampai pada refrain. Pada kesempatan itu,
Marcell secara khusus juga menyanyikan
salah satu lagu di album barunya yang
keenam berjudul Cinta Mati. Sebagai
penampil kedua malam itu, Marcell
secara sukses mengantarkan penonton
pada malam Minggu yang tak hanya
romantis namun juga manis. Sederhana
tetapi penuh cinta.
Tibalah pada puncak acara malam
itu. Panggung mendadak menjadi
gelap, suara saxophone bernada “Life
is the Fast Lane” dan “Manusia Bodoh”
membahana ke seluruh venue. Spotlight
fokus pada seorang pria dengan setelan
jas hitam yang perlahan keluar dari
backstage. Riuh penonton mengiringinya hingga ia sampai tepat di tengah
panggung untuk menyapa ramah
penonton. Dialah Dave Koz, penampil
paling ditunggu-tunggu malam itu.
Bersama empat kawannya dalam satu
panggung, ia menggubah atmosfer GSP
menjadi panggung kelas dunia.
Tensi pertunjukan menjadi semakin
bersemangat ketika di tengah-tengah
penampilannya, Dave Koz berduet
dengan salah satu bintang tamu
“langganan” E-Jazz, Michael Paulo.
Mereka membawakan dua buah lagu,
yaitu Got To Get You Into My Life dan
I Feel Good. Pada malam itu, Michael
Paulo sebenarnya sedang dalam kondisi
sakit. Profesionalitas dan semangat
tingginya untuk tidak mengecewakan
penonton akhirnya membuatnya tetap
enerjik di panggung. Bersama Dave Koz,
kedua saksofonis legendaris itu berhasil
memanjakan telinga penonton dengan

komposisi musik yang menawan.
Tampil selama 1,5 jam, Dave Koz
membawakan belasan lagu, termasuk
beberapa lagu hits-nya seperti “You
Make Me Smile, Together Again, dan
Emily. Ia juga membawakan lagu pop
Indonesia lawas milik Ruth Sahanaya
berjudul Keliru. Sepertinya Dave Koz
sangat menikmati waktunya di Indonesia kali itu, khususnya di Yogyakarta.
Berkali-kali ia mengucapkan kalimat
dalam Bahasa Indonesia ketika jeda
pergantian lagu. “Indonesia telah
menjadi rumah kedua bagi saya”, “Saya
senang berjumpa Anda semua”, “Semua
orang Indonesia adalah teman saya”,
hingga “Makanan Indonesia enak sekali”
adalah kalimat-kalimat yang fasih ia
ucapkan dengan logat Amerikanya yang
kental. Lewat itu, Dave Koz seolah ingin
menciptakan kedekatan antara dirinya
dengan 2300 pasang mata yang menyaksikannya di GSP malam itu.
Dave Koz benar-benar memukau
semua penonton malam itu. Ialah pemeran utama yang berhasil membawa penonton larut ke dalam suasana tiap lagu
yang dibawakannya. GSP yang mulanya
kalem dibawanya menjadi latar untuk
suguhan spektakuler kelas dunia. Salah
satu bagian paling tak terlupakan bagi
penonton adalah caranya mengakiri
penampilannya malam itu.
Ia mengajak seluruh penonton menyalakan lampu di ponselnya sebagai
sumber penerangan untuk kemudian
diangkat ke atas dan diayunkan ke udara. Secara spontan lampu penerangan
malam itu dimatikan agar kerlip cahaya
dari ponsel semakin terlihat. Dave
Koz pun kemudian mengajak semua

penonton untuk menembangkan lagu
kawakan milik The Beatles berjudul All
You Need is Love. Sontak, lirik semacam
“All you need is love, all you need is
love.. love.. love.. Love is all you need”
berkali-kali terdengar seolah menyempurnakan keromantisan malam Minggu
tanggal 16 Mei sebagai salah satu
malam Minggu tak terlupakan.
Perjuangan panitia E-Jazz XX,
terutama Tony Prasentiantono, untuk
mendatangkan musisi asal California
itu ke Indonesia terbilang tidak mudah.
Tony harus berulang kali meyakinkan
pihak Dave Koz untuk mau datang
khusus ke Yogyakarta di sela-sela
kesibukan turnya. Alhasil, kerja kerasnya
pun membuahkan hasil karena ia berhasil mendatangkan Dave Koz khusus
untuk E-Jazz XX. Salah satu dosen Ilmu
Ekonomi itu akhirnya merasa puas dengan hasil kerja kerasnya demi E-Jazz XX.
“Impian saya yang paling utama adalah
bisa mendatangkan George Benson ke
sini untuk tampil di E-Jazz,” ucap Tony
yakin.
Sekitar pukul 00.00 WIB konser
berakhir. Malam itu, semua penonton
pulang dengan wajah puas. Langit
berbintang dan keheningan jalan sekitar
GSP mengiringi kepulangan mereka.
Bersamaan dengan itu, E-Jazz seolah
kembali merepresentasikan Yogyakarta,
UGM, dan khususnya FEB UGM sebagai
representasi perpaduan antara “sederhana” dan “kelas dunia”; mengesankan,
sekaligus meninggalkan kesan mendalam. (Mutiara)

Dewa Budjana & Toh Pati
EB News EDISI LUSTRUM

4

WHAT’S UP FEB S1

Dosen FEB UGM Raih Best Paper Award
di SAAA-IAAER Biennal Conference 2015

S

atu lagi, prestasi membanggakan kembali diraih oleh salah
satu civitas akademika Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Prestasi
kali ini dibawa oleh Singgih Wijayana,
Ph.D., dosen Departemen Akuntansi FEB
UGM. Ia berhasil menyabet penghargaan
Financial Accounting Best Paper Award
dalam forum the Southern African Accounting Association (SAAA) 2015 Biennial
Conference and International Association
for Accounting Education and Research
(IAAER) Paper Development Workshop
yang diselenggarakan oleh SAAA bekerja
sama dengan IAAER di East London,
South Africa.
Konferensi yang dilaksanakan dari
tanggal (29/6) sampai dengan (1/7) ini
merupakan pertemuan tingkat internasional yang diikuti oleh 300 partisipan
yang hadir dari kalangan akademisi,
industri, regulator, mahasiswa doktor
di Benua Afrika yang terjun di bidang
keuangan, akuntansi, ilmu ekonomi,
serta pendidikan dan penelitian.
Dalam konferensi ini, Singgih berhasil
mendapatkan penghargaan setelah ia
memberikan presentasi hasil working
paper yang ditulis olehnya bersama dengan koleganya, Fuad Rakhman, Ph.D.
yang berjudul The Information Content of
Cross-Listed Firms’ Financial Information
5

EB News EDISI LUSTRUM

during the Convergence Period.
Singgih mengungkapkan bahwa
beberapa outstanding professor dari
berbagai universitas ternama di bidang
akuntansi turut hadir dalam forum
ilmiah ini. Beberapa di antaranya adalah
Katherine Schipper (Duke University),
Mary E. Barth (Stanford Graduate School
of Business), Elizabeth Gordon (Fox
School of Business), Sidney Gray (University of Sidney), Keryn Chalmers (Monash
University), Alfred Wagenhofer (Universiy
of Graz), Greg Burton (Brigham Young
University), Kazuo Hiramatsu (Gakuin
University School of Business), Danqing
Young (Chinese University of Hongkong),
Donna Street (University of Dayton), dan
Ling-Tai Lynette Chou (National Cheng
Chi University).
Sebagai penerima best paper
award, Singgih mendapat kesempatan
untuk melakukan presentasi artikel dan
networking dalam konferensi kerja sama
IAAER dengan National Cheng Kung University (NCKU) dan Taiwan Accounting
Association (TAA) yang dilaksanakan di
Taiwan pada 3-4 December 2015 nanti.
Pendampingan juga diberikan kepada
para presenter dari konferensi ini yang
bisa menghasilkan working paper
untuk menjadi artikel di top tier journal.
Singgih sangat berharap, hal ini akan
benar-benar terealisasi dalam waktu

dekat. Singgih berpendapat bahwa kesempatan networking merupakan salah
satu manfaat terbesar yang diperoleh
dari konferensi yang diselenggarakan
oleh kerjasama SAAA dan IAAER. Sebagai
contoh, Singgih telah mendapat undangan untuk menjadi pembicara tentang
IFRS di Kwansei Gakuin University,
Japan pada bulan Desember 2015 mendatang. Selain itu, Singgih juga telah
mendapatkan undangan untuk menjadi
visiting scholar di University of Sidney,
Australia. Singgih akan melakukan penelitian bersama dengan Professor Sidney
Gray selama 4 bulan (Agustus-Desember
2015) di univesitas tersebut. Program ini
sejalan dengan program yang dilaksanakan oleh DIKTI melalui Scheme for
Academic Mobility and Exchange (SAME).
DIKTI sangat berharap bahwa Singgih
akan memberikan manfaat lebih lanjut
bagi rekan kerja, program studi, mahasiwa, lembaga (Fakultas/ Universitas), dan
bagi bangsa Indonesia.
Singgih yang juga merupakan anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI)
dan Deloitte-IAAER Scholar mengungkapkan, “Saya sangat bersyukur atas
penghargaan ini dan semoga penghargaan tersebut bisa mengangkat nama
Indonesia, khususnya Departemen
Akuntansi FEB UGM.” [Nela]

S1 WHAT’S UP FEB

Dimas Mukhlas Widiantoro

Mendidik dan Menginspirasi
Lewat Brainly

M

enjadi bagian dari Brainly, salah
satu situs social learning terbesar di dunia yang berpusat di
Polandia, merupakan keseharian yang
dijalani olehnya sejak November 2013.
Posisi sebagai General Manager (GM)
untuk pasar Asia Tenggara membuatnya
fokus untuk mengembangkan situs
pembelajaran tersebut di Indoensia.
Passion di dunia pendidikan dan keinginannya untuk memajukan pendidikan
di Indonesia membuatnya bergabung
bersama perusahaan startup tersebut.
Adalah Dimas Mukhlas Widiantoro,
dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis
(FEB) UGM yang kini sedang menempuh
pendidikan doktoral di Cracow University of Economics, Polandia, sekaligus
GM Brainly wilayah Asia Tenggara. Diwawancarai lewat surel beberapa waktu
lalu, Dimas, begitu ia akrab disapa,
menceritakan banyak pengalamannya
sebagai agen pendidik, baik sebagai
dosen dan bagian dari Brainly.
Dimas mengawali kariernya di
Brainly sebagai Market Development
Specialist yang bertugas menganalisis
aspek teknis dan non-teknis pengembangan produk di pasar Asia. Tugas lainnya adalah membangun kepercayaan
pihak stakeholder dalam menunjang
pengembangan Brainly seperti provider
telekomunikasi, majalah, media cetak
dan elektronik, hingga orang tua murid
dan guru. Bekerja di Brainly membuatnya mendapatkan banyak pengalaman
menarik. Lewat Brainly, Dimas bertemu
dengan tokoh-tokoh penting di dunia

internet, misalnya investor perusahaan
besar macam Snapchat, Dropbox, dan
Spotify. “Bekerja di Brainly juga cukup
menunjang sisi material, supaya saya
cepat menyelesaikan kuliah S3 saya,”
tutur dosen prodi manajemen FEB UGM
tersebut.
Tak hanya pengalaman menarik
selama bekerja di Brainly, Dimas juga
menceritakan kehidupannya selama
di Polandia sebagai mahasiswa S3.
Menurutnya, negara yang beribukota di
Warsawa tersebut mengadopsi kultur
budaya barat dan timur. Di satu sisi
penduduk Polandia sangat menghargai
urusan pribadi tiap individu, namun di
lain sisi mereka juga menjunjung tinggi
nilai kekeluargaan dalam pengambilan
keputusan. Universitas tempat Dimas
belajar, yaitu Cracow University of
Economics adalah salah satu universitas
tertua di Eropa Tengah. Universitas
tersebut, menurut Dimas, kurang dikenal di Indonesia karena secara historis
hingga tahun 90-an masih di bawah
pengaruh Uni Soviet. “Masih sedikitnya
orang yang bersekolah di sini –Cracow
University of Economics, red— justru
memberikan kesempatan bagi saya
untuk bertemu banyak tamu penting,
salah satunya adalah Mantan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono pada 2013
lalu,” aku Dimas.
Keinginan kuat Dimas untuk
berkontribusi bagi pendidikan Indonesia, membuatnya kini fokus dalam
pekerjaan yang sekarang ditekuni, baik

dosen dan GM Brainly. “Menjadi dosen
adalah panggilan hati nurani,” ungkap
pria yang memiliki keahlian dalam stochastic data analysis entrepreneurship,
google analysis dan simple programming ini. Sedangkan menjadi bagian
dari Brainly menambah pengalaman
manajerial dan cakrawala ilmunya
mengenai informasi terbaru tentang
teknologi informasi. Hal tersebut
membuatnya lebih percaya diri dalam
pengerjaan riset dan sharing ilmu ke
mahasiswa kelak.
Di samping mengerjakan proyek
Brainly untuk negara-negara Asia lain
seperti Thailand, Malaysia, dan Filiphina, Dimas kini juga tengah menggarap
disertasi dengan dosennya mengenai
macro model bidang macro prudential
analysis. Terkait rencana ke depan bersama Brainly, ia ingin merekrut banyak
tenaga kerja dari Indonesia dan mendirikan kantor cabang Brainly. Sebagai
langkah awal, saat ini salah satu alumni
FEB UGM yang juga sudah bergabung
dengan Brainly adalah Paris Turnip,
alumni Akuntansi FEB UGM 2005 yang
baru saja menyelesaikan studinya di
Universitas Kozminski Polandia. “Brainly merupakan aplikasi yang menunjang
sistem belajar secara mandiri dari
siswa untuk siswa. Maka, saya berharap
supaya hal yang kita kerjakan di sini
bisa dimanfaatkan oleh adik-adik di
Indonesia kelak, terutama dari keluarga
yang kurang mampu atau yang tidak
beruntung mendapatkan fasilitas pendidikan,” pungkas Dimas. [Ira]
EB News EDISI LUSTRUM

6

WHAT’S UP FEB MAGISTER MANAJEMEN

27 Tahun MM FEB UGM

T

epat Kamis (2/7) lalu, Program
Magister Manajemen Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas
Gadjah Mada (MM FEB UGM) menginjak usianya yang ke-27. Hari jadi yang
jatuh pada bulan ramadhan kali ini
dirayakan dengan acara tasyakuran
serta buka puasa bersama di Student
Lounge gedung MM FEB UGM Kampus
Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi MM FEB UGM, para dosen,
perwakilan mahasiswa, karyawan serta
purnakaryawan. Perayaan serupa juga
dilaksanakan di MM FEB UGM Kampus
Jakarta dengan dihadiri oleh Dekan
FEB UGM, Prof. Wihana Kirana Jaya, dan
mantan Direktur MM FEB UGM, Prof.
Bambang Sudibyo, serta para tamu undangan lainnya. Meskipun dilaksanakan
di tempat yang terpisah, kegiatan perayaan HUT ke-27 MM FEB UGM ini tetap
berlangung serentak dengan dihubungkan melalui video teleconference.
Untuk mengawali kegiatan ini,
sambutan pun dilangsungkan oleh
Direktur MM FEB UGM, Prof. Basu
Swashata Dharmmesta. Dalam sambutannya, Basu mengungkapkan rasa
syukur atas seluruh pekerjaan yang
sudah dapat dituntaskan dengan baik
sejauh perjalanan yang telah ditempuh
7

EB News EDISI LUSTRUM

oleh MM FEB UGM. Ia juga menyampaikankan bahwasanya menginjak usia
ke-27, sudah seharusnya MM FEB UGM
menjadi semakin matang. Hal ini ia
analogikan dengan manusia yang sudah
memasuki fase kedewasaan pada usia
tersebut. Selanjutnya, sambutan juga
diberikan oleh Dekan FEB UGM. Di dalam sambutannya, Wihana menekankan
bahwa dengan memasuki usia yang
lebih dewasa maka MM FEB UGM juga
akan menghadapi tantangan yang lebih
beragam. Oleh karena itu, MM FEB UGM
harus dapat menyelesaikan tantangan-tantangan ke depannya dengan
lebih baik. Wihana juga mengharapkan
ke depannya para jajaran direksi dapat
terus menggali ide-ide serta inovasi
baru di bidang akademik maupun
nonakademik sehingga mampu mengangkat nama Program MM FEB UGM
berkibar lebih tinggi.
Usai sambutan-sambutan berlangsung, kegiatan pun dilanjutkan
dengan penyerahan penghargaan bagi
para karyawan MM FEB UGM. Di Kampus
Jakarta, pengumuman penghargaan
dibacakan oleh Setiyono Miharjo, Ph.D,
sedangkan di Kampus Yogyakarta
dibacakan oleh Prof. Jogiyanto Hartono.
Penghargaan diberikan kepada para

karyawan yang telah memiliki masa
kerja 10 sampai dengan 20 tahun serta
para karyawan teladan. Program MM
FEB UGM memberikan penghargaan
berupa sertifikat serta uang tunai bagi
para karyawan dengan predikat tersebut. Setelah penyerahan penghargaan,
rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-27
MM FEB UGM pun dilanjutkan dengan
siraman rohani yang disampaikan oleh
Ustad Eddy Mustoffa yang kemudian
diakhiri dengan doa bersama.
Sebelum mengakhiri acara perayaan hari jadi MM FEB UGM dengan
buka puasa bersama, prosesi pemotongan tumpeng pun dilaksanakan. Di
Kampus Jakarta, tumpeng dipotong
oleh Setiyono dengan didampingi
oleh Wihana dan diserahkan kepada
Bambang Sudibyo, sebagai salah
satu sesepuh yang hadir. Sedangkan
di Kampus Yogyakarta, pemotongan
tumpeng dilakukan oleh Basu Swastha
serta Jogiyanto, Kusdhianto Setiawan
dan Wakhid Slamet Ciptono dan
diberikan kepada Poniman selaku salah
satu penerima penghargaan karyawan
terbaik. Selamat ulang tahun, MM FEB
UGM! [Nela]

MAGISTER MANAJEMEN WHAT’S UP FEB

Project Management
Sharing Session: Oil
and Gas
S

abtu (27/6) Keluarga Alumni
Universitas Gadjah Mada Magister
Manajemen (Kagama MM) kembali melangsungkan kegiatan Project Management Sharing Session. Kali ini kegiatan
terselenggara atas kerja sama Kagama
MM dengan Komunitas Migas Indonesia

(KMI). Sampai saat ini kegiatan ini telah
terselenggara sebanyak enam kali. Pada
periode keenam ini, kegiatan diadakan
di ruang 518 lantai 5 Gedung B MM FEB
UGM Kampus Jakarta. Kegiatan ini
diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari
mahasiswa, alumni, anggota Kelompok

Migas Indonesia (KMI), Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI), Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan
Gas Bumi Indonesia (IAFMI) dan Project
Management Institute (PMI) Chapter
Indonesia serta kalangan umum.
Project Management Sharing
Session in Oil and Gas yang keenam
tersebut dimoderatori oleh Ketua
KMI, S.Herry Putranto. Acara dikemas
dalam dua sesi dengan dua topik
bahasan yang berbeda. Pada sesi
pertama, Ir. Juanto Sitorus MT, CPM,
PMP, CSEP, ERCP selaku Performance
Manager Pertamina Hulu Energi WMO
menjadi pembicara dan memberikan
pemaparannya mengenai Leadership
in Project Management. Di sesi kedua,
Debut Kamajaya, Head of Commercial
and Business Development Petrochina
membawakan presentasinya mengenai
“Manajemen Risiko dalam Kegiatan
Sektor Hilir Migas di Indonesia”.
Project Management Sharing
Session merupakan kegiatan rutin yang
diselenggarakan oleh MM FEB UGM.
Sebelumnya kegiatan ini bernama
Learning and Sharing in Project Management. Kegiatan ini dibentuk dengan
tujuan sebagai tempat berkumpul dan
berbagi ilmu untuk profesional di bidan
g Project Management.[Nela]

Chartered Financial Analyst

P

rogram Magister Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (MM FEB
UGM) akan menyelenggarakan program
Examination Preparation Level 1 sertifikasi Chartered Financial Analyst (CFA ).
CFA merupakan sebuah program internasional yang diselenggarakan oleh CFA
Institute yang berbasis di Amerika Serikat dalam rangka sertifikasi profesional
dalam bidang analisis keuangan dan
investasi. Saat ini pemegang setifikasi
CFP sudah mencapai 123.000 di seluruh
dunia.
Dalam rangka sosialisasi program
sertifikasi CFA tersebut, MM FEB UGM
mengadakan open house yang diselenggarakan di Gedung B, Lantai 6 MM FEB
UGM Kampus Jakarta pada Kamis (25/6)
silam. Sapto Raharjo sebagai fasilitator
pelatihan sertifikasi CFA menjelaskan
mengenai seluk beluk program yang
akan diadakan kepada para peserta
yang hadir dalam acara. Ia menyebutkan bahwa kelas CFA Jakarta Angkatan
1 akan dimulai pada Sabtu, 5 September 2015.
Ia menjelaskan bahwasanya program pendidikan CFA ini ditujukan bagi
para profesional keuangan dan per-

bankan dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas
serta beorientasi kepada kepercayaan
dan transparansi dalam melayani
klien keuangan atau nasabah. Dalam
presentasinya, Sapto juga memberikan
beberapa alasan penting kepada para
peserta untuk mengikuti pendidikan
CFA di MM FEB UGM. Ia memaparkan
bahwa pendidikan CFA di MM FEB UGM
dikelola oleh manajemen yang berpen-

galaman dalam pendidikan dengan
didukung oleh tenaga pengajar terbaik
dan berpengalaman serta modul dan
materi yang lengkap dan aktual, dan
juga menggunakan pendekatan praktik
dan studi kasus perencanan keuangan. Di samping itu, MM FEB UGM juga
memiliki jaringan alumni, profesi dan
bisnis di industri keuangan yang luas
dengan lokasi belajar yang strategis dan
berfasilitas lengkap. [Nela]

EB News EDISI LUSTRUM

8

WHAT’S UP FEB MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN

Pembukaan Desa Mitra

M

emperingati Dies Natalis Ke 20
Prodi MEP meluncurkan program
kemitraan dengan desa sebagai
tempat mahasiswa menerapkan ilmu.
Berawal dari kegiatan Praktik Kerja
Lapangan yang harus diikuti oleh
mahasiswa tahap akhir ke beberapa
pemerintah daerah, pemikiran berlanjut untuk mencari desa yang dapat
dijadikan tempat mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat
agar dapat turut serta memecahkan
masalah.
Kamis (12/3) Ketua Program, Prof.
Lincolin Arsyad, Ph.D. dan Tim Survei
berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memohon izin untuk
menjadikan Desa Banaran, Kecamatan
Galur dan Desa Banjaroya, Kecamatan

Kalibawang sebagai “Desa Mitra”. Rombongan diterima langsung oleh Sekda
Kulon Progo, Ir. RM Astungkoro. Ia
menyambut baik maksud kemitraan ini.
Diharapkan melalui program–program
pendampingan secara berkelanjutan
bisa membantu mensinergikan program
pemerintah serta pengembangan
potensi di kedua desa tersebut.
Pemilihan kedua desa didasarkan
pada letak geografis, Desa Banaran
sendiri berada di daerah pantai,
sedangkan Desa Banjaroya di lereng
bukit Menoreh. Mahasiswa dapat
mengkaji potensi yang ada, mendorong
pemberdayakan masyarakat desa,
serta melakukan pendampingan dalam
pemanfaatan anggaran desa untuk
kegiatan-kegiatan yang produktif yang

Peresmian Auditorium Mubyarto

K

etua Program Studi MEP FEB
UGM Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D.
meresmikan Auditorium Mubyarto
di kampus MEP FEB UGM pada Rabu
(3/6) silam. Acara peresmian Auditorium
Mubyarto ini disaksikan oleh Satriyanto Hidayat, M.T. selaku perwakilan
dari keluarga Prof. Mubyarto dan M.
Edhie Purnawan, Ph.D, Wakil Dekan
Bidang Penelitian, kolaborasi, Alumni,
dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

9

EB News EDISI LUSTRUM

Selain itu, hadir pula beberapa dosen
FEB UGM, Perwakilan dari Mubyarto
Institute, perwakilan mahasiswa MEP
FEB UGM dan segenap keluarga besar
MEP FEB UGM dalam acara peresmian
tersebut.
Lincolin Arsyad mengatakan bahwa
Auditorium Mubyarto sudah digagas beberapa tahun yang lalu. “Prof. Mubyarto
adalah seorang guru besar yang memiliki integritas, achievement yang luar

nantinya bermuara pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat di kedua
desa tersebut.
Kegiatan Desa Mitra secara resmi
dibuka oleh Ketua Program Studi MEP
FEB UGM disaksikan oleh Sigit Wisnu
Tomo, Sekretaris Badan Pemberdayaan
Masyarakat Pemerintahan Desa,
Perempuan dan Keluarga Berencana
Kabupaten Kulon Progo pada Rabu (27,
3) di Balai Desa Banjaroya. Kegiatan
diawali dengan bakti sosial seperti
pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako dan diakhiri dengan
penyerahan bibit jambu kristal untuk
Desa Banjaroya dan bibit cemara udang
untuk Desa Banaran. (MEP)

biasa dan kontribusinya pada bangsa,”
ungkap Lincolin dalam sambutannya.
“Semoga Auditorium Mubyarto menjadi
inspirasi yang selanjutnya dapat digunakan (dalam-red) kegiatan-kegiatan
ilmiah,” imbuhnya. Satriyanto Hidayat
meyampaikan sambutan mewakili
keluarga Prof. Mubyarto. Ia berharap
nahwa FEB UGM khususnya MEP FEB
UGM dapat terus mengembangkan
pemikiran dan perkulihaan ekonomi
kerakyatan dalam kurikulum ekonomi
studi pembangunan serta menerjunkan
mahasiswanya ke desa-desa untuk
melihat dengan nyata bagaimana
kehidupan rakyat miskin yang belum
terperhatikan.
Lebih lanjut, Edhie Purnawan
memiliki harapan agar seluruh pihak
dapat memaknai nilai-nilai integritas
dan kejujuran dari Prof. Mubyarto.
“Bukan auditoriumnya yang akan kita
dipelajari, melainkan nilai-nilai yang
telah dicontohkan oleh Prof. Mubyarto,”
ujarnya. Acara diakhiri dengan doa
bersama dan tasyakuran dalam rangka
memperingati Dies Natalis Ke 20 Prodi
MEP FEB UGM yang berdiri tepat pada
tanggal 3 Juni 1995. (MEP)

MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN WHAT’S UP FEB

Perayaan Dua Dasawarsa MEP FEB UGM

R

angkaian perayaan Dies Natalis
Ke-20 Program Studi Magister
Ekonomika Pembangunan (MEP)
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)
Universitas Gadjah Mada (UGM), diawali
dengan peresmian Desa Mitra di wilayah
Pemkab. Kulon Progo sebagai wujud dari
salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi,
yaitu pengabdian kepada masyarakat,
juga sebagai bentuk pengejawantahan
teks line “Committed to Development”
MEP FEB UGM.
Rabu (3/6) Prodi MEP genap berusia
20 tahun, Ketua Program Studi MEP FEB
UGM, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D didampingi Wakil Dekan Bidang Penelitian,
kolaborasi, Alumni, dan Pengabdian
Kepada Masyarakat FEB UGM, Muhammad Edhie Purnawan, Ph.D dan wakil
keluarga Prof. Mubyarto meresmikan
Auditorium Mubyarto. Acara dilanjutkan
dengan tumpengan sebagai bentuk
syukur dan doa, semoga Program Studi
MEP FEB UGM diberikan kesuksesan agar
menjadi lebih baik lagi di tahun- tahun

mendatang.
Kemeriahan perayaan juga dirasakan
oleh alumni MEP. Khusus untuk menyambut Para Alumni MEP diselenggarakan
acara Pelatihan dan Temu Kangen Alumni, Jum’at (5/6). Pelatihan dimaksudkan
untuk menyegarkan kembali ilmu-ilmu
yang telah mereka dapat sebelumnya
dengan dibimbing oleh tiga pemateri,
yakni Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D dengan
topik “Teknik-Teknik Penyusunan Renstra,
RPJM dan RPJP”, Irwan Taufik Ritonga,
Ph.D. yang menyajikan topik Penerapan
SAP berbasis Akrual di Pemerintah Daerah
dan Dr. Budi Harjanto, M.Si. yang mengambil topik Penilaian untuk Kepentingan
PBB. Acara masih dilanjutkan pada
malam harinya bertajuk MEP dari Masa
ke Masa. Dalam acara tersebut para
alumni mendapat kesempatan untuk
saling melepas rindu, mengingat kembali
memori masa lalu dengan teman se-angkatan, serta dengan dosen dan karyawan.
Puncak rangkaian perayaan ulang
tahun Program Studi MEP FEB UGM yang

ke 20, Sabtu (6/6) adalah Seminar Nasional dengn mengambil tema “Optimalisasi
Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan
Perdesaan Perkotaan (PBB P2) dan Tata
Wilayah”. Acara tersebut dihadiri lebih
dari 350 peserta yang terdiri dari Aparatur
Pemerintah Daerah, Akademisi, Alumni,
dan mahasiswa MEP. Acara diawali oleh
pemaparan dari Prof. Mardiasmo, Ph.D.
dengan Keynote Speech. Acara kemudian
dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan
menghadirkan lima pembicara yang
berasal dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu diwakili
Direktur PDRD, Putut Hari Satyaka, SE,
MPP, Kepala Kanwil BPN Yogyakarta, Arie Yuriwin, SH, M.Si., Walikota
Gorontalo, Marthen Taha, SE, M.Ec.Dev.,
Ketua Umum Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia, Ir. Hamid Yusuf, MM., FRICS.,
MAPPI (Cert) dan Akademisi FEB UGM, Dr.
Akhmad Makhfatih, MA, dengan moderator Bayu Sutikno, M.SM, Ph.D.
BRAVO MEP!!!

Program Linkage MEP FEB UGM Disetujui DIKTI

P

ada tahun ini, Program Studi MEP
FEB UGM secara resmi mendapat
ijin dari Dirjen Pendidikan Tinggi
(Dikti) tentang penyelenggaraan Program Linkage dengan tujuh universitas
terkenal di Jepang dalam bentuk kerja
sama program gelar bersama (joint
degree). Implikasi disetujuinya program
studi yang telah mendapatkan ijin dalam penyelengagraan Program Linkage
adalah ijazah luar negeri diakui oleh
Dikti dan dapat disetarakan sehingga
secara legal semua lulusan Prodi MEP
FEB UGM Program Linkage Jepang akan
mendapat pengakuan dan penyetaraan
ijazahnya.
Sejak awal 2014, Ditjen Dikti
mulai mengetatkan program kerja
sama dengan luar negeri. Semua jenis
program kerja sama Perguruan Tinggi
di Indonesia dengan Perguruan Tinggi

di luar negeri harus mendapat ijin Dikti.
Berdasarkan pedoman pembuatan
Naskah Akademik untuk pengajuan ijin
penyelenggaraan program kerjasama,
khususnya untuk penyelenggaraan
program gelar, ada 3 jenis program,
yaitu: (1) Program Gelar Bersama (Joint
Degree); (2) Program Gelar Ganda (Dual
Degree); (3) Program Gelar Ganda Percepatan (Akselerasi).
Universitas partner Program Studi
MEP FEB UGM yang disetujui oleh Dirjen
Dikti, yaitu:
1. International Development and
Coorperation (IDEC) Hiroshima University dengan nomor surat 171/E.
E2.4/LN/2015;
2. Graduate School of Economics (GSE)
Ritsumeikan University dengan
nomor surat 172/E.E2.4/LN/2015;

3. International Graduate School of
Social Science (IGSSS) Yokohama
National University dengan nomor
surat 173/E.E2.4/LN/2015;
4. GRIPS (National Graduate Institute
for Policy Studies) dengan nomor
surat 174/E.E2.4/LN/2015;
5. Graduate School of International
Relations (GSIR) International
University of Japan (IUJ) dengan
nomor surat 175/E.E2.4/LN/2015;
6. International Cooperation Studies
(ICS) Takushoku University dengan
normor surat 176/E.E2.4/LN/2015;
dan
7. Graduate School of International
Cooperation Studies (GSICS) Kobe
University dengan normor surat
177/E.E2.4/LN/2015. (MEP)

EB News EDISI LUSTRUM

10

WHAT’S UP FEB MAGISTER SAINS DAN DOKTOR

Program Magister Sains dan Doktor
Melepas 22 Wisudawan

R

abu, 29 Juli 2015, menjadi
momen penuh kebahagiaan bagi
22 mahasiswa Program Magister
Sains FEB UGM, yang resmi diwisuda
pada hari itu. Untuk merayakan kebahagiaan tersebut, Pengelola Program MD
mengadakan acara pelepasan wisuda
bertajuk Graduation Ceremony yang
digelar di Auditorium BRI Gedung Magister Sains dan Doktor (MD).
Dalam laporannya, Artidiatun Adji,
M.Ec.Dev., Ph.D., Sekretaris Program
Studi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, menyampaikan bahwa dari 22
wisudawan tersebut, empat di antaranya berasal dari Program Magister Sains
Akuntansi dengan nilai rata-rata mencapai 3,50. Adapun nilai tertinggi diraih
Martdian Ratnasari dengan IPK 3,82,
yang juga merupakan satu-satunya
wisudawan dari program studi tersebut
yang meraih predikat cumlaude.
Sementara itu, sebelas wisudawan
dan wisudawati dari Program Magister
Sains Manajemen berhasil diwisuda
dengan nilai rata-rata mencapai 3,43.

11

EB News EDISI LUSTRUM

Sebanyak dua mahasiswa meraih predikat cumlaude, yakni Nadia Anandari
Sudibya dan Woro Nugraheni. Keduanya
meraih IPK yang sama sebesar 3,87.
Program Magister Sains Ilmu
Ekonomi berhasil meluluskan tujuh
wisudawan/wisudawati dengan IPK
rata-rata mencapai 3,77. Program Ilmu
Ekonomi meraih cumlaude terbanyak
pada wisuda kali ini, yakni sejumlah
lima orang. Mereka adalah Eko Sumando dengan IPK 3,97, Ni Ketut Budiningsih, Prima Ayuningtyas, dan Wahyu Adi
Pramono dengan IPK sama yakni 3, 81,
dan Agi Sardjasasmita dengan IPK 3,75.
Eko Sumando merupakan mahasiswa
Program Dual Degree MD di Australia
National University dan dinobatkan sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi
pada pelepasan wisuda tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan
Bidang Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Aset FEB UGM, Prof Dr Slamet
Sugiri, MBA., Akt., mengucapkan selamat atas pencapaian para wisudawan
dan wisudawati. Prof. Slamet Sugiri

menilai, lulusan Program Magister
Sains FEB UGM adalah lulusan yang luar
biasa, karena berasal dari input yang
diseleksi secara serius.
Lebih jauh, Prof. Slamet Sugiri
berharap lulusan Program Maister Sains
dapat mengaplikasikan ilmu yang telah
diperoleh dengan menghasilkan karya
yang terbaik. Selain itu ia juga berharap
agar lulusan dapat menjaga nama baik
almamater di kemudian hari.
Sementara itu, Eko Sumando yang
didapuk sebagai wakil wisudawan
dalam sambutannya menyampaikan
terima kasih atas ilmu yang telah diberikan kepada seluruh wisudawan dan
wisudawati. Tak lupa, dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh staf
di Program MD yang telah memberikan
pelayanan dengan penuh senyum. “Terakhir, saya juga meminta maaf apabila
selama berinteraksi dengan civitas
akademika Program MD FEB UGM ada
kesalahan baik yang disengaja maupun
tidak,” ujarnya.(Aktsar Hamdi T)

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR WHAT’S UP FEB

Kuliah Umum oleh Prof. Dr.
Heike Schinnenburg

P

rogram Magister Sains dan
Doktor (MD) FEB UGM kembali
kedatangan tamu spesial pada
Selasa (31/3/2015) lalu. Adalah Prof.
Dr. Heike Schinnenburg dari University
of Applied Sciences Osnabrueck,
Jerman yang hadir sebagai pembicara
dalam Kuliah Umum dengan tajuk
International Change Management.
Bertempat di Auditorium BRI
Gedung MD, Prof. Schinnenburg
mempresentasikan hasil penelitiannya
yang menguji perbedaan persepsi
komunikasi perubahan antara dua
negara yang berbeda. Adapun negara
yang dipilih dalam penelitian tersebut
adalah Jerman dan India.
Dalam studi pertama, penelitian

dilakukan dengan menggunakan
metode kualitatif. Setelah melakukan
pengumpulan data melalui focus group
discussion pada mahasiswa Jerman dan
India yang sedang menempuh studi S2,
ditemukan hasil bahwa ada kesamaan
persepsi mengenai faktor-faktor
yang relevan dalam mempengaruhi
kesuksesan komunikasi perubahan.
Faktor-faktor tersebut adalah informasi,
emosi personal, serta keterlibatan di
dalam perubahan.
Sementara itu, dalam studi
keduanya, guru besar di bidang
administrasi bisnis dan manajemen
sumber daya manusia ini menggunakan
metode kuantitatif. Setelah melakukan
pengumpulan data menggunakan

kuesioner kepada karyawan Jerman
dan India, ditemukan hasil yang
memperkuat temuan di studi pertama
bahwa responden jerman merespon
komunikasi perubahan lebih negatif
dibanding responden India.
Kuliah umum tersebut diakhiri
dengan sesi tanya jawab yang
berlangsung sekitar setengah jam.
Ratusan audiens yang menghadiri
kuliah umum tersebut nampak antusias
mengikuti kuliah umum dan sesi tanya
jawab yang diadakan.(Aktsar Hamdi T.)

Magister Sains dan Doktor
FEB UGM
EB News EDISI LUSTRUM

12

WHAT’S UP FEB PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

P

ada hari Selasa, tanggal 19
Mei 2015 Pendidikan Program
Profesi Akuntan Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas
Gadjah Mada bekerja sama dengan
Institut Akuntan Publik Indonesia
mengadakan Seminar dan Sosialisasi Program CPA dan Perkembangan
SPAP (Standar Profesional Akuntan
Publik) Terkini. Dalam kegiatan ini,
pihak IAPI dipimpin oleh ketua IAPI
yakni Bapak Tarko Sunaryo, CPA.
Dalam kesempatan ini, Bapak Tarko
Sunaryo menyampaikan bahwa
seiring perkembangan yang terjadi
dalam dunia akuntansi dengan
berbagai perubahan dalam Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) agar
bersesuaian dengan International
Financial Reporting Standards (IFRS)
maka Dewan Standar Profesional
(DSP) IAPI melakukan penyesuaian
terhadap standar profesi yang
ada. Penyesuaian tersebut berupa
pencabutan beberapa standar yang
sudah tidak relevan, pencantuman beberapa standar baru, dan
penyelarasan frasa agar bersesuaian
dengan frasa yang digunakan dalam
SAK. Kegiatan seminar dan sosialisasi ini berlangsung di Auditorium
Djarum Gedung Pertamina Tower
Lt 6 dengan diikuti kurang lebih 90
mahasiswa.

Seminar dan Sosialisasi Program
CPA dan Perkembangan SPAP
Terkini serta Pembukaan CPA Test
Center UGM
Dalam kegiatan ini pula dilakukan penanda tanganan MOU antara
IAPI dengan Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah Mada yang
di dalamnya mengatur kerjasama
pelaksanaan ujian sertifikasi Certified Public Accountant. Untuk CPA
test center sendiri berada di lantai 5
Gedung Pertamina Tower. Dengan

peresmian CPA test center ini, maka
diharapkan akan semakin banyak
mahasiswa/lulusan yang mengambil
ujian CPA sehingga jumlah akuntan
publik akan semakin banyak mengingat kiprah akuntan publik akan
semakin penting di waktu –waktu
mendatang.

Sarasehan Permasalahan dan Perkembangan Pendidikan
Profesi Akuntan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM

K

egiatan Sarasehan Permasalahan
dan Perkembangan PPAk FEB
UGM dilaksanakan di Selasar
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada pada tanggal 24 Juni
2015 dengan diikuti kurang lebih 100
mahasiswa mahasiswa. Kegiatan ini
sekaligus bersamaan dengan kegiatan
buka bersama mahasiswa PPAk. Dalam
kesempatan ini, Ketua Pengelola

K

Chartered Accountant dan sebagainya.
Setelah ketua pengelola PPAk selesai
menyampaikan beberapa hal penting
, acara dilanjutkan dengan pengajian
menjelang ber buka puasa yang diisi
oleh Ustadz Iip Widjajanto yang menjelaskan mengenai hikmah menjalankan
ibadah puasa. Acara ditutup dengan
berbuka puasa dan sholat maghrib
secara berjamaah.

Seminar Softskill Bagi Wisudawan Angkatan 29

egiatan seminar soft skill merupakan kegiatan yang ditujukan
untuk mahasiswa Pendidikan
Profesi Akuntan Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(PPAk FEB UGM) yang akan diwisuda.
PPAk FEB UGM menyelenggarakan
kegiatan tersebut karena seminar itu
dirasa perlu untuk membekali soft skill
yang berguna bagi mahasiswa pada
masa sekarang dan yang akan datang.
Mayoritas orang kini mulai menyadari
13

Pendidikan Program Profesi Akuntan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Dr.Hardo Basuki,
M.Soc.,Sc.,CSA.,CA., Akt menyampaikan
kepada seluruh mahasiswa mengenai
hasil diskusi nasional para penyelenggara pendidikan profesi seluruh Indonesia yang secara intensif membahas
mengenai gelar yang akan diberikan
oleh universitas, penyelenggaraan ujian

EB News EDISI LUSTRUM

bahwa soft skill memegang peran yang
sangat penting dalam keberhasilan seseorang. Kekayaan soft skill akan tercermin dari kemampuan seseorang dalam
memotivasi diri dan orang lain, rasa
tanggung jawab, kemampuan membangun relasi, berkomunikasi, bernegosiasi,
beradaptasi, serta berinovasi.
Bertindak selaku narasumber dalam
kegiatan tersebut adalah Dr. Ida Rochani Adi, M.A. Dalam kesempatan yang
sama, beliau juga menyampaikan topik

mengenai cara menghadapi wawancara
kerja, baik dari segi penampilan hingga
manner saat wawancara berlangsung.
Seminar dilaksanakan di Pertamina
Tower Lt. 6 dan diikuti oleh calon
wisudawan PPAk FEB UGM Angkatan 29.
Secara keseluruhan acara berlangsung
dengan lancar dan berakhir pada pukul
11.45 WIB. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan geladi bersih wisuda di
Gedung Grha Sabha Pramana UGM.

PROGRAM PROFESI AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

KEGIATAN KUNJUNGAN PERUSAHAAN/COMPANY VISIT

M

ahasiswa Angkatan 30 Pendidikan Program Profesi Akuntan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (PPAk FEB
UGM) mengadakan kunjungan ke
beberapa instansi di Surabaya dan Bali.
Kunjungan tersebut diikuti oleh enam
puluh mahasiswa dan berlangsung

dari tanggal 24-29 Agustus 2015.
Tempat-tempat yang dikunjungi antara
lain: Bank Jatim, Pembangkit Jawa
Bali, Cocal Cola Amatil, dan Pemerintah
Kota Denpasar. Mahasiswa PPAk FEB
UGM terlihat sangat antusias mengikuti
kegiatan tersebut karena mereka dapat
membandingkan teori yang mereka

dapatkan selama kuliah dengan praktik
nyata yang ada di lapangan. Selama
perjalanan, rombongan mahasiswa didampingi oleh Dr. Hardo Basuki, M.Soc.,
Sc., CSA., CA., Akt dan Dr. Laurentius
Suparwoto serta beberapa pendamping
dari staf bagian akademik dan bagian
lain.

Seminar Mahasiswa Baru Angkatan 31

P

endidikan Profesi Akuntan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (PPAk
FEB UGM) kembali mengadakan Seminar Mahasiswa Baru untuk Angkatan
31. Kegiatan Seminar Mahasiswa
Baru merupakan kegiatan rutin yang
dilaksanakan oleh PPAk FEB UGM
setiap dimulainya tahun ajaran baru.
Acara ini tidak hanya bertujuan untuk
memperkenalkan mahasiswa dengan

kehidupan baru di kampus FEB UGM,
namun juga menambah wawasan
mahasiswa mengenai topik–topik
yang terkait dengan dunia Akuntansi
dan bidang lainnya. Seminar Mahasiswa Baru PPAk FEB UGM diikuti
oleh 99 orang mahasiswa baru dan
dilaksanakan di Auditorium Fakultas
Ilmu Sosial dan Politik UGM. Acara ini
menghadirkan Prof. Dr. Jamaluddin
Ancok (Guru Besar Fakultas Psikologi

UGM) sebagai narasumber. Dalam
acara tersebut, narasumber menyampaikan strategi agar mahasiswa baru
dapat menjadi pembelajar yang sukses.
Acara kemudian dilanjutkan dengan
sesi orientasi kegiatan akademik yang
disampaikan langsung oleh Jufri, S.HI.,
M.Hum selaku Kepala Bagian Akademik
PPAk FEB UGM .

Wisuda Periode XIII Angkatan 29

P

endidikan Profesi Akuntan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (PPAk
FEB UGM) kembali mewisuda lulusannya. Prosesi wisuda Angkatan 29
berlangsung di Gedung Grha Sabha
Pramana Lt. 1 dan dihadiri oleh 125
alumni PPAk FEB UGM. Acara tersebut
dimulai pukul 08.30 dan berakhir pada
pukul 11.00 WIB. Wisuda PPAk FEB UGM
dihadiri oleh Dr. Paripurna Sugarda,
S.H., L.L.M selaku Wakil Rektor Bidang
Alumni, Kerjasama dan Pengembangan
Usaha UGM sebagai wakil dari rektorat
UGM, Dr. B.M. Purwanto, M.B.A selaku

Wakil Dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan FEB UGM sebagai wakil
dari fakultas. Drs. Laurentius Suparwoto
selaku Sekretaris PPAk FEB UGM hadir
sebagai wakil PPAk FEB UGM. Dalam
kesempatan itu, beliau juga bertugas
membacakan profil lulusan.
Pembicara utama dalam wisuda tersebut adalah Drs. Mulyadi, M.Sc selaku
dosen FEB UGM. Dalam kesempatan
itu, beliau mengangkat topik mengenai
“Bagaimana Misi Menjadikan Hidup
Saudara Bermakna” yang intinya adalah
bahwa setiap manusia diturunkan oleh
Tuhan ke muka bumi untuk mewu-

judkan sebuah misi yang unik. Lalu,
untuk menjadikan misi hidup manusia
menjadi unik, setiap manusia perlu memahami bahwa semua harus to learn,
to live, to love and to leave a legacy. Tak
lupa, Dr. Paripurna Sugarda, S.H, L.L.M
selaku wakil dari rektorat UGM juga
mengucapkan selamat atas diwisudanya para lulusan dan mengatakan
bahwa para alumni adalah keluarga
besar UGM. Beliau menghimbau agar
para alumni untuk terus belajar serta
menjunjung tinggi nilai profesionalisme
Akuntan dan menjunjung tinggi nama
baik almamater UGM
EB News EDISI LUSTRUM

14

WHAT’S UP FEB MAGISTER AKUNTANSI

SEMINAR NASIONAL PERPAJAKAN:

“ St rat e g i P eningkat a n Pe ndapatan Pajak”

D

alam rangka Lustrum XII FEB UGM,
MAKSI menyelenggarakan Seminar
Nasional Perpajakan “Strategi
Peningkatan Pendapatan Pajak” yang
dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober
2015. Bertempat di Ruang Audiotorium
BRI Lt. 3 Gedung Magister dan Doktor
FEB UGM yang berlangsung dari pukul
08.00 – 17.00 WIB. Keynote speech
acara seminar ini adalah Wakil Menteri
Keuangan RI Prof. Dr. Mardiasmo, MBA.,
Akt, dengan moderator Prof. Dr. Gudono,
MBA., CMA., CA., Ak dan Dr. Rusdi Akbar,
M.Sc., CMA., CA, Ak.
Pembicara yang hadir dalam seminar ini adalah Darussalam, SE., Ak., CA.,
M.Si., LL.M Int. Tax ( Owner of Darussalam Tax Center ), Benedictus Raksaka
M, S.E., M.Sc., Ph.D ( Dosen FE Universitas Indonesia ), Bimo Wijayanto, Ph.D (
Staf ahli Kepresidenan ), Dr. Machfud
Sidik, M.Sc. ( Partner kantor Konsultan
Pajak ), Harmawan Rubino Sugana,
M.P.A., M.A. ( Revenue Mobilization Adviser Wold Bank ), Rudy Gunawan Bastari (
Kepala Kantor Wilayah DJP Yogyakarta ),
Yustinus Prastowo ( Partner di Center for
Indonesia Taxation Analysis ).

Pada sesi kedua juga diadakan
presentasi 8 paper yang terpilih dari Call
for Paper dengan tema “Strategi Peningkatan Pendapatan Pajak”. Para peserta
yang mempresentasikan kedelapan
paper tersebut adalah :
1.Riri Zelmiyati dan Eko Suwardi
(UGM), berjudul “Dampak Moderasi Moral Perpajakan dan Hubungan Perceived
Probability of Audit dan Sanksi Terhadap
Perilaku Kepatuhan Pajak Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM)”;
2.Apridio Rizak dan Heru Tjaraka
(Unair), berjudul “Pengaruh Kepemilikan
Keluarga, Kontrol Keluarga Pemilik, Manajemen Keluarga Pemilik, dan Ukuran
Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang di BEI Periode 2010 – 2013”;
3.Putri Andini dan Abdul Halim
(UGM), berjudul “Pengaruh Persepsi Wajib Pajak Atas Penerapan E-Tax Services
Terhadap Kepatuhan Perpajakan”;
4.M. Khoiru Rusydi, Siddarta Utama
dan Chaerul D. Djaka (UI), berjudul “Pengaruh Kebijakan Perpajakan Terhadap
Tingkat Konservatisme Akuntansi”;
5.Daniel Pandapotan (UI), berjudul
“Rekonstruksi Kesiapan Pemilik Usaha

Kecil Menengah untuk Mematuhi Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor
46 Tahun 2013 melalui Studi Etnometodologi”;
6.Fauzan Misra (UGM), berjudul
“Pengaruh Posisi Prabayar dan Diseminasi Informasi Perpajakan terhadap
Perilaku Wajib Pajak”;
7.Agung Darono (BPPK Kemenkeu),
berjudul “Pengawasan Terhadap Kepatuhan Pajak sebagai Praktik-Diskursif”; dan
8.Arfian Erma Zudana (UGM), berjudul “Market Reactions to the Release
of New Regulation on Company Income
Tax Rate”.
Sebagai penyandang best paper
adalah Agung Darono dari BPPK Kemenkeu.
Sasaran dari seminar ini adalah
civitas akademik, instansi pemerintahan, dan masyarakat umum dengan
jumlah peserta sekitar 100 orang dari
berbagai institusi. Diharapkan dengan
adanya seminar nasional perpajakan,
akan tercetus ide-ide baru dalam ragka
meningkatkan pendapatan pajak di Indonesia, tanpa mengganggu iklim usaha
dan industri di Indonesia.

PELEPASAN WISUDA MAHASISWA PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI
FEB UGM PERIODE 28 JULI 2015

P

elepasan wisudawan Program
Magister Akuntansi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (MAKSI
FEB UGM) kali ini lebih istimewa dari
yang sebelumnya. Pasalnya, sejumlah 59 mahasiswa yang terdiri dari 31
Mahasiswa Program Beasiswa State
Accountability Revitalization Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (STAR BPKP) Batch 1 dan 28
mahasiswa reguler MAKSI FEB UGM
akan diwisuda bersama. Acara dihadiri
oleh beberapa pejabat instansi yang
terlibat dalam Program Beasiswa STAR
BPKP, seperti inspektur, kepala dinas,
kepala sub bagian, dan sekretaris dari
beberapa Satuan Kerja Pemerintah
Daerah (SKPD) se-Indonesia. Hadir pula
Kepala Perwakilan BPKP daerah istimewa Yogyakarta. Pelepasan wisudawan
15

EB News EDISI LUSTRUM

ini dilaksanakan di Hall University Hotel
UGM Yogyakarta pada hari Kamis, 28
Juli 2015.
Acara diawali dengan sambutan dari
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset,
dan Sumber Daya Manusia FEB UGM,
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt, lalu
dilanjutkan oleh Sekretaris Pengelola
Bidang Akademik MAKSI FEB UGM, Dr.
Rusdi Akbar, M.Sc., CMA., CA., Ak. Dalam
sambutannya, Dr. Rusdi Akbar menyampaikan harapannya agar alumni STAR
BPKP dapat mengimplementasikan hal
yang sudah dipelajari selama menempuh pendidikan di MAKSI FEB UGM
untuk masing-masing pekerjaannya. Beliau juga berharap agar para wisudawan
bisa mendapatkan posisi yang sesuai
dengan kemampuannya di instansi
masing-masing. Kepala Perwakilan

BPKP Yogyakarta, Tytut Ratih Kusuma
turut memberikan sambutan dan ungakapan rasa bangganya terhadap lulusan
MAKSI FEB UGM yang diwisuda.
Pada periode ini, terdapat sebelas
mahasiswa MAKSI FEB UGM yang lulus
dengan predikat cum laude. Wakhid
Susilo, salah satu mahasiswa reguler
MAKSI FEB UGM sekaligus pegawai
negeri sipil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementrian Keuangan
Indonesia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dengan angka 3,95.
IPK tertinggi ke dua diraih oleh Qurotul
Aini, mahasiswa Program Beasiswa
STAR BPKP Batch 1 dari Kementerian
Agama Yogyakarta dengan angka 3,84.
Pelepasan wisuda tersebut diakhiri
dengan pengambilan foto dan makan
siang bersama.

MAGISTER AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

TEMU ALUMNI MAGISTER AKUNTANSI
WILAYAH YOGYAKARTA

D

alam rangka menyongsong reuni
akbar pada Oktober 2015, Magister
Akuntansi Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah mada (MAKSI
FEB UGM) meyelenggarakan temu alumni
pada 24 Juni 2015 yang bertempat di
Ruang Kertanegara FEB UGM. Acara
tersebut dihadiri oleh pengelola MAKSI
FEB UGM, yaitu Prof. Dr. Gudono, MBA.,

CMA., CA.; Dr. Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D,
CMA., CA., Ak; dan Drs. Ahmad Jamli, MA
serta seluruh staf dari MAKSI FEB UGM.
Temu alumni diselenggarakan bersamaan dengan syukuran Dies Natalis
MAKSI FEB UGM yang ke-13. Syukuran
ditandai dengan pemotongan tumpeng
oleh Prof. Dr. Gudono, MBA., CMA., CA.
diiringi harapan supaya MAKSI FEB UGM

tetap berjaya dan maju sesuai perkembangan zaman. Ada sekitar lima puluh
orang yang hadir dalam reuni tersebut.
Kelima puluhnya, berasal dari alumni
dan mahasiswa yang terdiri dari berbagai
instansi pemerintah maupun swasta.
Temu alumni tersebut menghasilkan
kepengurusan untuk Keluarga Alumni
Magister Akuntansi Gadjah Mada (Kamaksigama) wilayah Yogyakarta, dengan
hasil sebagai berikut:
Ketua :
Wiyos Santoso
Wakil :
Susilawati
Sekretaris: Ardeno Kurniawan
Bendahara: Andri Prasetio
Diharapkan dengan adanya kepengurusan di wilayah Yogyakarta itu mampu
menjadi sarana untuk mempermudah
komunikasi dan memperkuat jaringan,
khususnya para alumni yang ada di
wilayah Yogyakarta. Acara tersebut lalu
ditutup dengan buka puasa dan foto
bersama.

SEMINAR NASIONAL: “TANTANGAN PENGELOLAAN DANA YANG AKUNTABEL”
KERJASAMA ANTARA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PEMERINTAH (BPKP)

M

asih dalam acara yang berkaitan
dengan wisuda mahasiswa,
Program Beasiswa State Accountability Revitalization Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (STAR
BPKP) Batch 1 bekerjasama dengan Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah mada (MAKSI
FEB UGM) menyelenggarakan Seminar
Nasional. Mengambil tema “Tantangan
Pengelolaan Dana Desa yang Akuntabel”,
seminar tersebut dihadiri oleh seluruh
alumni STAR BPKP dari UGM, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas
Diponegoro (UNDIP), pejabat Pemerintah
Daerah Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,
Aparat Pengawasan Intern Pemerintah
(APIP), Pengelola Keuangan Negara
(PKN), dosen, peneliti, mahasiswa serta
civitas akademik lainnya. Rektor UGM,

Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D
juga berkesempatan hadir dan berkenan
memberikan sambutan pada pembukaan acara seminar itu.
Paparan materi diberikan oleh akademisi
dan pejabat pemerintahan. Perwakilan
dari akademisi FEB UGM adalah Prof.
Dr. Abdul Halim, MBA, sedangkan
pejabat pemerintahan diisi oleh: Bupati
Kabupaten Sleman, Drs. H. Sri Purnomo,
M.Si; Deputi Bidang Pengawasan Instansi
Pemerintah Bidang PIP Polhukkam dan
PMK, Dr. Binsar H. Simanjuntak, MBA,
Ak.; dan Deputi Bidang Pengawasan
Penyelenggaraan Keuangan dan Daerah,
Dadang Kurnia, Ak. MBA., CA., CGAP. Hadir sebagai moderator adalah Dr. Rusdi
Akbar, M.Sc., Ph.D, CMA., CA., Ak., selaku
Sekretaris Pengelola Bidang Akademik
MAKSI FEB UGM. Acara inti dibuka dengan paparan dari Kepala BPKP, Dr. Ardan

Adiperdana, MBA., Ak., CA., CFrA selaku
keynote speaker.
Sebelum paparan materi seminar,
acara diisi dengan penyerahan sertifikat
secara simbolis kepada alumni dengan
nilai kelulusan terbaik dari UGM, yaitu
Qurottul Aini dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 dan kepada perwakilan
alumni dari UNS dan UNDIP. Acara
dilanjutkan dengan penyerahan kembali
alumni Program Beasiswa STAR BPKP
kepada instansi/Pemerintah Daerah
masing-masing sebagai tanda bahwa
meraka telah siap untuk kembali bekerja
di instansi mereka. Acara ditutup dengan
penyerahan plakat oleh Dr. Binsar H.
Simanjuntak kepada panelis sebagai kenang-kenangan lalu dilanjutkan dengan
foto bersama.

EB News EDISI LUSTRUM

16

SPECIAL REPORT

Gala Dinner AACSB

B

eberapa waktu silam, tepatnya
pada tanggal (21/6) sampai
dengan (22/6), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada (FEB UGM) menerima kunjungan
resmi dari The Association to Advance
Collegiate Schools of Business (AACSB).
Dalam kunjungan ini turut hadir para
petinggi AACSB International yaitu
Thomas R. Robinson yang merupakan
President dan CEO serta Aileen Peacock
yang merupakan Senior Vice President
dan Chief Officer. Agenda kunjungan
ini dibagi dalam dua kegiatan yaitu
gala dinner serta seminar yang bertajuk
“How to Attain AACSB Accreditation”.
Jamuan makan malam dilaksanakan di Hotel Hyatt Regency
Yogyakarta pada hari Minggu (21/6).
Dalam kegiatan ini turut hadir para
akademisi serta para masyarakat
industri. Keesokan harinya Senin (22/6),
diselenggarakanlah seminar yang bertempat di Faculty Meeting Room, MM
FEB UGM Kampus Yogyakarta. Seminar
mengenai cara mendapatkan akreditasi
AACSB ini disampaikan langsung oleh
para petinggi AACSB International, Tom
dan Aileen.
Dalam presentasinya Tom mengungkapkan, “Lingkungan bisnis saat
ini bersifat global, dinamis, kompleks
dan kompetitif; kondisi yang justru
menciptakan potensi lebih besar untuk
risiko dan kegagalan. Melalui proses
17

EB News EDISI LUSTRUM

akreditasi dan standardisasi kami,
AACSB menciptakan suatu peringkat
keunggulan bagi universitas-universitas
yang merupakan jaminan bagi para
siswa, komunitas bisnis, dan universitas
lainnya bahwa lulusan dari program
AACSB telah diposisikan dengan kuat
untuk sukses dan memiliki kemampuan
untuk mengantisipasi perubahan dan
memimpin di luar apa sudah diketahui.”
Ia pun juga menyampaikan rasa terima
kasih atas kontribusi besar FEB UGM dalam memperkuat program pendidikan
bisnis di ASEAN. “Ketika sekolah-sekolah seperti UGM melalui proses akreditasi kami, mereka diposisikan untuk
menarik siswa-siswa berkualitas tinggi
sekaligus membantu mempersiapkan
pemimpin masa depan,” tutur President
dan CEO AACSB International tersebut.
Senada dengan yang diungkapkan
oleh Robinson, Prof. Wihana Kirana Jaya
selaku Dekan FEB UGM pun menyampaikan bahwasanya akreditasi AACSB
adalah bukti nyata komitmen UGM
dalam mendidik para pemimpin bisnis
masa depan yang akan mendorong
pertumbuhan ekonomi Indonesia dan
ASEAN. Di lain pihak, Dr. BM Purwanto,
Wakil Dekan FEB UGM mengungkapkan bahwa FEB UGM telah merasakan
secara langsung manfaat diraihnya
akreditasi AACSB ini. “Manfaat ini
diberikan langsung kepada para siswa
kami melalui kemampuan FEB UGM

dalam memberikan pendidikan dengan
kualitas terbaik, dan hubungan FEB
UGM dengan komunitas bisnis. Kami
bercita-cita ada lebih banyak sekolah
bisnis di Indonesia terakreditasi oleh
lembaga akreditasi dunia yang sangat
dihormati seperti AACSB,” tambah B.M
Purwanto.
AACSB merupakan sebuah lembaga
yang bekerja sama dengan anggota
jaringannya dan memiliki komitmen
untuk memberikan kontribusi terbaik
dalam pendidikan bisnis. Perolehan
akreditasi dari lembaga ini merupakan
hasil dari proses peninjauan internal
yang ketat, melibatkan mentor yang
ditugaskan oleh AACSB, serta peninjauan dari sesama sekolah bisnis yang
telah terakreditasi AACSB. Dalam proses
yang memakan waktu beberapa tahun
tersebut, sekolah bisnis tersebut akan
fokus pada pengembangan dan penerapan rencana untuk menyelaraskan
diri dengan standar-standar akreditasi AACSB. Standar-standar tersebut
mewajibkan adanya keunggulan dalam
bidang-bidang yang berkaitan dengan
manajemen dan inovasi strategis,
tujuan pembelajaran dan pengajaran,
keterkaitan akademisi dan praktisi profesional, serta proaktivitas mahasiswa,
dosen, dan staf dalam keseluruhan
proses pendidikan. [Nela]

SPECIAL REPORT

LUSTRUM XII FEB UGM

T

ahun ini tepatnya pada (19/9)
nanti, Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM) menginjakkan usianya yang
ke-60. Terdapat 22 rangkaian kegiatan
telah dirancang untuk menyambut
bertambah usianya fakultas yang telah
berhasil meraih akreditasi The Association to Advance Collegiate Schools of
Business (AACSB) pertama di Indonesia.
Kegiatan tersebut tersusun mulai dari
pelaksanaan launching logo dan agenda dies natalies yang telah terlaksana
pada bulan April silam sampai dengan
pelaksanaan konser Economic Jazz Live
XXI yang akan terlaksana 10 Oktober
nanti.
Ingin mengetahui lebih lanjut
mengenai persiapan menuju puncak

kegiatan dies natalies FEB UGM yang ke60, tim EB News melakukan wawancara
bersama Ketua Pelaksana Dies Natalies
ke-60 FEB UGM, Tony Prasetiantono,
Ph.D. Ia menyampaikan persiapan sejauh ini tertuju pada acara utama yang
ada di dalamnya yaitu Seminar Internasional dan Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi
Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA).
Dalam persiapan menuju terselenggaranya Seminar Internasional, ia
mengungkapkan bahwasanya tim
panitia lustrum telah mempersiapkan
beberapa pembicara yang akan hadir
dalam seminar yang akan dilaksanakan
tepat di hari lahir FEB UGM, (19/9)
nanti. Tony Prasentiantono, Ph.D dalam
wawancaranya juga sedikit memberi-

kan sneak peak terkait pembicara yang
akan dihadirkan. Pembicara tersebut
adalah Hall Hill, seorang ekonom dari
Australia National University (ANU) yang
aktif meneliti mengenai perekonomian
Indonesia.
Mengenai persiapan Munas KAFEGAMA, Tony menyampaikan bahwa
dalam Munas kali ini para panitia
penyelenggara ingin menjadikan
kegiatan ini sebagai ajang bertemunya
seluruh alumni FEB UGM dari seluruh
angkatan. Ia juga mengungkapkan
dalam kegiatan Munas yang akan
terlaksana (10/10) nanti juga dijadikan
momen pemberian penghargaan bagi
dosen yang telah membangun nama
baik FEB UGM, yaitu Prof. Mubyarto. Kegiatan Munas ini nantinya akan diakhiri
dengan Economic Jazz Live XXI yang
akan menghadirkan Cassiopea sebagai
bintang tamu utamanya.
Dalam akhir wawancaranya, Tony
mengatakan, “Dies Natalies ke-60
kali ini juga merupakan sebuah acara
yang terselenggara sebagai ucapan
rasa syukur atas pencapaian FEB UGM
selama ini yang salah satunya adalah
keberhasilan FEB UGM meraih akreditasi AACSB.” Diharapkan dies natalies ini
juga akan menjadi milestone bagi FEB
UGM untuk terus mencapai prestasi dan
keberhasilan selanjutnya. [Nela]

EB News EDISI LUSTRUM

18

SPECIAL REPORT

Economics Jazz XXI
“Momen Nostalgia”

Issei Noro

S

epanjang malam Sabtu (10/10),
Grand Pacific Hall Yogyakarta
diselimuti deru merdu irama
musik jazz dari dua grup musik tersohor, Krakatau Reunion dan Casiopea
3rd. Krakatau Reunion yang pernah
hadir pada Economics Jazz Live
(EJL) di tahun 1988 mendendangkan
sepuluh lagu dengan penuh energi.
Band fusion jazz asal negeri Sakura,
Casiopea 3rd yang kembali hadir di
panggung EJL juga menambah suasana konser malam itu menjadi semakin
hidup.
Krakatau Reunion dengan personil
Dwiki Dharmawan (keyboard), Gilang
Ramadhan (drum), Donny Suhendra
(gitar), Prabudidharma (bass), Indra
Lesmana (keyboard), dan Trie Utami
(vokalis) berhasil membawa lebih
dari tiga ribu penonton yang hadir
untuk berdendang bersama dengan
lagu-lagu yang dibawakannya, seperti:
Kembali Satu, Dirimu Kasih, Cita Pasti
dan Gemilang. Sayangnya, malam itu
Krakatau Reunion tidak dalam formasi
lengkapnya karena Indra Lesmana
sedang dalam masa perawatan pascaoperasi di Rumah Sakit Siloam, Bali.
Sementara itu, Casiopea 3rd dengan personil Issei Noro (gitaris),
Yoshihiro Naruse (bass), Akira Jimbo
(drum), dan Kiyomi Otaka (keyboard)
membawakan beberapa lagu lama
seperti Catch The Wind, Days of Future
serta The Sky pada malam itu. Di
atas panggung, Casiopea 3rd berhasil
memberikan suasana baru dengan
mebawakan beberapa lagu yang ada
di album terbaru mereka di tahun
2015 ini, Asobo.

19

EB News EDISI LUSTRUM

Casiopea 3rd juga berhasil menghibur
tiga ribu penonton yang hadir dengan
solo play dari masing-masing personil,
mulai dari Kiyomi Otaka, satu-satunya
pemain perempuan dalam Casiopea
3rd, disusul oleh Akira Jimbo yang
bermain drum dengan diiringi tepuk
tangan penonton dan kemudian Issei
Noro dengan permainan solo gitarnya.
Sebagai klimaksnya, Yoshihiro Naruse
pun memainkan solo bassnya sambil
turun dari panggung dan mengajak
penonton untuk memainkan bass
bersama.
Tony Prasetiantono selaku promotor
EJL ini mengaku bangga untuk dapat
menghadirkan Krakatau Reunion dan
Casiopea 3rd dalam satu panggung.
“Kedua band ini sama-sama mengusung apa yang disebut sebagai
fusion jazz ya pada pertengahan
tahun 1980-an sampai 1990-an. Saya
bangga sekali karena pertemuan antara keduanya ini tidak dihadirkan di
Jakarta atau kota besar lainnya, tetapi
di Yogyakarta,” ungkap Tony dalam
press conference yang dilaksanakan
di Bogey’s Teras, Hyatt Regency Yogyakarta sehari sebelumnya.
Dwiki dan Gilang pun mengaku konser
EJL ini menjadi momen yang luar
biasa bagi Krakatau Reunion karena
bisa tampil satu panggung dengan Casiopea 3rd. “Kami pernah bertemu 30
tahun yang lalu, saya masih mengikuti
festival waktu itu di Tokyo, jurinya pak
Issei Noro dan pak Akira Jimbo ini.
Jadi ini merupakan momen yang luar
biasa, dan kita bernostalgia juga tentu
dengan para tamu ini,” papar Dwiki.
Di tengah-tengah acara, Farhan selaku

Master of Ceremony acara EJL ke-21
itupun mengajak Tony untuk berbincang mengenai bagaimana konser
ini terselenggara. Tony mengaku
tidak dapat menyelenggarakan EJL
ini tanpa bantuan dari para sponsor.
“Kalau tidak disubsidi para sponsor,
warga Yogyakarta tidak dapat menikmati konser kelas dunia ini dengan
harga angkringan,” papar Tony yang
disambut dengan riuh tawa penonton.
Sepanjang terselenggaranya EJL, tiket
dijual dengan dengan kisaran harga
antara Rp 100.000,00 sampai dengan
Rp 400.000,00. Harga yang relatif
murah untuk dapat menyaksikan
artis-artis jazz level dunia seperti Casiopea 3rd, Dave Koz, Phil Perry, dan
Lee Ritenour. Dalam EJL ke-21 ini,
penonton tidak hanya disuguhi dengan harga tiket yang murah tetapi juga
ruang dan momen untuk bernostalgia.
EJL ke-21 ini merupakan salah satu
rangkaian kegiatan lustrum ke-12
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).
Selain dihadiri oleh alumni-alumni
FEB UGM yang pada pagi harinya
melaksanakan kegiatan Musyawarah
Nasional Keluarga Alumni Fakultas
Ekonomi Universitas Gadjah Mada
(Munas Kafegama), nampak hadir pula
Rektor UGM, Dwikorita Karnawati,
Menteri Sekretaris Kabinet Jokowi,
Pranomo Agung, serta Gubernur Jawa
Tengah, Ganjar Pranowo.

SPECIAL REPORT

Sapto Amal Damandari
Ketua Umum KAFEGAMA Terpilih

U

ntuk pertama kalinya Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga
Fakultas Ekonomi Universitas
Gadjah Mada (Kafegama) dilaksanakan
pada Sabtu (10/10) lalu. Munas yang
diselenggarakan di Auditorium Grha
Saba Pramana ini melibatkan sebanyak
502 alumni yang terdiri atas 448 alumni
S1 dan 34 alumni S2 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM). Munas ini juga dihadiri oleh
alumni FEB UGM yang kini duduk di
kursi pemerintahan seperti Prof. Mardiasmo (Wakil Menteri Keuangan) dan
juga Prof. Sri Adiningsih (Ketua Dewan
Pertimbangan Presiden).
Di samping sebagai acara penyambung silaturahmi, Munas Kafegama ini

MUNAS KAFEGAMA
juga diselenggarakan sebagai forum
penentuan ketua serta pengurus
Kafegama yang pertama untuk periode
2015-2018. Dalam sambutannya, Prof.
Wihana Kirana Jaya selaku Dekan FEB
UGM menyampaikan bahwasanya
FEB UGM tidak dapat meraih pencapaian sampai pada titik sekarang ini
tanpa peran alumni. Oleh karenanya
diharapkan dengan adanya pembentukan pengurus Kafegama akan semakin
meningkatkan kontribusi alumni untuk
bersama-sama mewujudkan visi dan
misi FEB UGM.
Dengan dipimpin oleh Prof. Eduardus Tantelilin, sidang ini pun akhirnya
mencapai mufakat untuk memilih
Sapto Amal Damandari (alumni 1975)

sebagai Ketua Umum Kafegama periode
2015-2018. Masih dalam acara yang
sama, selanjutnya Dr. Paripurna P.
Sugarda S.H., LLM selaku Wakil Rektor
Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM
pun melantik Ketua Umum Kafegama
terpilih. Dalam pidato pelantikan, Dr.
Paripurna menyampaikan harapannya
agar alumni FEB UGM yang berada di
hampir seluruh wilayah di Indonesia
untuk dapat berperan lebih besar bagi
kemajuan UGM. ”Ini waktu yang tepat
untuk memperkuat diri. Peran FEB
untuk kemajuan UGM tentu sangat
dibutuhkan,”ungkapnya.

EB News EDISI LUSTRUM

20

SPECIAL REPORT

FAMILY FUN DAY:
Satu Fakultas, Satu Keluarga, Satu Visi

F

amily Fun Day yang merupakan
acara tahunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada (FEB UGM) kembali digelar pada
hari Minggu, 13 September 2015. Acara
ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Lustrum XII FEB UGM, bertempat di
Plaza FEB UGM. Segenap keluarga besar
FEB UGM, baik dosen dan karyawan
yang masih mengabdikan diri maupun
yang sudah tidak aktif turut hadir
dalam acara ini. Dalam sambutannya,
Dekan FEB UGM, Prof. Wihana Kirana
Jaya, M.Soc.Sc, PhD, mengungkapkan
bahwa tujuan dari acara ini beriringan
dengan tema Lustrum XII FEB UGM,
yaitu innovate, interact, inspire. Acara
Family Fun Day diharapkan dapat mempererat hubungan civitas akademika
FEB UGM sehingga dapat terus berinovasi serta menginspirasi.

21

EB News EDISI LUSTRUM

Berbagai lomba serta permainan seru
untuk anak-anak dan orang dewasa
menjadi salah satu kegiatan unik yang
memeriahkan acara ini. Tidak ketinggalan, ada kegiatan olahraga bersama
seperti senam, volley, dan tenis meja
serta pembagian doorprize yang mampu menambah keceriaan suasana. Di
antara kegiatan yang diselenggarakan,
ada lomba mewarnai untuk tingkat TK
dan SD. Selain dapat mengasah daya
kreativitas anak-anak, kegiatan tersebut
merupakan sarana untuk bersosialisasi
dengan teman sebaya.
Selain aneka lomba dan olahraga,
launching Economic Session Band
(ESB) Album Compilation juga mengisi
rangkaian acara Family Fun Day kali ini.
Kegiatan yang sudah menjadi tradisi sejak tahun 2005 ini didedikasikan untuk
Munas KAFEGAMA. Launching secara

simbolis ditandai dengan penyerahan
compact disk album ESB oleh Rusdi
Akbar, PhD, dosen FEB UGM sekaligus
pembina ESB kepada Dekan FEB UGM,
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc,
PhD. Sebagai karya mahasiswa, dosen,
dan karyawan, album kompilasi tersebut menjadi bukti inovasi kreatif yang
telah dilakukan oleh civitas akademika
FEB UGM.
Penyerahan doorprize dan grandprize
kepada para pemenang menutup rangkaian acara yang telah dilaksanakan
sejak pukul 06.00 WIB ini. Tentu saja
dengan harapan acara Family Fun Day
yang akan datang menjadi jauh lebih
baik dan lebih meriah. Tetap dengan
slogannya, yaitu “Satu Fakultas, Satu
Keluarga, Satu Visi.” [Rheinanda]

SPECIAL REPORT

M

Golf KAFEGAMA Meriahkan Lustrum XII
FEB UGM

inggu (11/10) pukul 06.00 WIB,
Lapangan Merapi Golf, Cangkringan didatangi pegolf-pegolf dari
seluruh Indonesia. Pada hari yang cerah
itu, Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada (KAFEGAMA) menyelenggarakan
pertandingan Golf KAFEGAMA 2015.
Peserta yang ikut merupakan anggota
KAFEGAMA, Keluarga Alumni Universitas
Gadjah Mada (KAGAMA) serta terbuka
untuk umum.
Kegiatan yang disponsori oleh banyak
perusahaan ini sangat menarik perhatian banyak pecinta golf, selain bertem-

pat di lapangan golf yang sejuk dan asri
event ini juga menawarkan hadiah-hadiah yang menarik. Untuk hadiah hole in
one berupa deposito 1,5 milyar, Mobil
Honda Accord, Mobil Toyota Alphard,
dan Mobil Mercedes Benz. Tidak hanya
itu, grand dan super grand lucky draw
juga diberikan kepada peserta yang beruntung. Hadiahnya berupa uang tunai
25 juta dan 10 juta rupiah. Di samping
itu masih banyak hadiah-hadiah menarik lainnya yang bias diperebutkan oleh
peserta. Deposito bernominal 1,5 milyar
akhirnya jatuh ke tangan Eko Budiyanto
setelah berhasil berhasil melakukan

pukulan hole in one dengan sukses.
Placidus Sudibyo selaku ketua panitia
dari KAFEGAMA menyebutkan bahwa
event tersebut dirancang untuk turut
memeriahkan Lustrum XII Fakultas
Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB).
Pertandingan golf ini menjadi acara
penghujung yang menyemarakkan
rangkaian kegiatan Lustrum XII FEB
UGM. Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.
Sc., selaku Dekan FEB UGM secara resmi
menutup turnamen golf itu pada jam
13.00 WIB.[hk]

K

emeriahan Festival Wirausaha
dan Seni Kreatif (FWSK) yang
dimotori oleh Entrepreneurship
Corner Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)
memberi warna tersendiri dalam mengisi
rangkaian kegiatan Lustrum XII FEB UGM.
Rangkaian acara tersebut berlangsung
selama tiga hari, 8-10 Oktober 2015.
Tujuan acara ini diungkapkan langsung
oleh Yulia Widya, dosen FEB UGM
sekaligus penanggung jawab Entreprenuership Corner pada kesempatan
wawancara di sela-sela istirahat siang
(23/10). “FKSW sebenarnya bertujuan
untuk memperkenalkan mahasiswa
kepada small business and enterprises,”
tuturnya.
Acara utama dalam FKSW kali ini adalah
expo kewirausahaan yang digelar pada
tanggal 8-10 Oktober 2015 di Plaza FEB
UGM. Lebih lanjut, Yulia menjelaskan
bahwa jenis usaha yang ditampilkan
dalam expo tersebut pada creative industry dengan berbagai pernik cabangnya
antara lain: kuliner, macam-macam
kerajinan, dan teknologi. Sebanyak 36
stand berhasil menjadi pengisi dalam
acara tersebut. 31-nya merupakan Unit
Usaha Kecil dan Menengah (UMKM)
binaan bank yang diisi dengan sepuluh
stand dari BNI, sepuluh stand dari BRI,
sepuluh stand dari Bank Mandiri, dan
satu stand dari BPD. Stand sisanya diisi
dengan tiga stand sponsor, satu stand
mahasiswa, dan satu stand soft skill dari

FKSW Warnai Lustrum XII FEB UGM
jurusan Manajeman.
Selain expo, rangkaian acara FWSK juga
diisi dengan sharing session bersama
Jogja Digital Valley dengan tema “Building Strong Indonesia Digitalpreneur with
Silicon Valley Mindset” pada 8 Oktober
2014. Lalu pada tanggal 9 Oktober 2015,
rangkaian acara diisi dengan workshop
bersama 360 Café denga tema “Meet
the Maker”. Selain menjadi sarana untuk
pengembangan skill kewirausahaan,
FWSK juga berperan dalam mempertemukan alumni dan akademisi FEB UGM
dengan pelaku usaha dan stakeholders
lainnya. Acara FKSW ditutup pada 10
Oktober 2015 pukul 15.00 WIB. Sebelum
ditutup, acara diisi dengan pertunjukan
wayang kartun dan pertunjukan dari
Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA).
Nilai tambah acara tersebut dirasakan
langsung oleh salah satu stand kategori
usaha mahasiswa bidang kuliner, yaitu
Veggie Wagen. Produk es krim berbahan

dasar sayur-sayuran buatan mahasiswa
FEB UGM tersebut cukup banyak menyedot perhatian pengunjung. Nadia Nurina,
salah satu pendiri dari usaha tersebut
mengungkapkan bahwa FWSK memberinya kesempatan untuk berkenalan
dengan alumni dan jaringan lainnya yang
bisa menjadi calon investor potensial
untuk Veggie Wagen. “Melalui festival ini
kami juga bisa lebih mengenalkan produk kami ke masyarakat luas,” ungkap
Nadia bahagia.
FKSW sebenarnya bukan acara baru
bagi FEB UGM. Tahun-tahun sebelumnya
acara ini bernama Kampoeng Kewirausahaan. Tahun ini FKSW juga menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
FEB UGM untuk menjadi organizing
committee. Ke depannya, Yulia berharap
acara semacam FKSW bisa lebih dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk belajar
dan merangkul UMKM demi tercapainya misi for the betterment of society.
(Mutiara)
EB News EDISI LUSTRUM

22

SPECIAL REPORT
Bakti sosial SDN Joho, Prambanan, Klaten

Bantuan air, Desa Tanjungsari, Gunung Kidul

Bantuan air, Desa Sumber Wungu, Gunung Kidul

Bakti Sosial Donor Darah FEB UGM

Donor Darah & Bakti Sosial:
Langkah Nyata FEB untuk Sesama

B

erbagai acara digelar untuk
merayakan Lustrum ke-XII
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
(FEB) UGM, antara lain adalah donor
darah dan bakti sosial. Pada hari
Jumat, 4 September 2015, dua kegiatan
dalam bidang sosial kemasyarakatan
ini diselenggarakan pada waktu yang
bersamaan. Donor darah berlokasi di
selasar FEB UGM, sementara bakti sosial
berlangsung di SDN 2 Joho, Prambanan,
Klaten. Acara ini merupakan kerja sama
fakultas dengan berbagai pihak, seperti
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),
dosen,karyawan, dan Palang Merah
Indonesia (PMI).
Taufikurrahman, dosen FEB sekaligus panitia donor darah, mengungkapkan bahwa donor darah ini diselenggarakan dengan tujuan mengakomodasi
antusiasme masyarakat untuk membantu sesama. Hal ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Sejak
tahun lalu, kantong darah yang berhasil
dikumpulkan melebihi kapasitas yang
disediakan oleh PMI. Ia menambahkan
bahwa FEB UGM akan terus berkomit-

23

EB News EDISI LUSTRUM

men untuk menyeenggarakan kegiatan-kegiatan sosial.
Tahun ini pun tidak jauh berbeda.
Donor darah yang dimulai pada pukul
8.00 pagi itu mendapat perhatian yang
cukup besar dari masyarakat. Hal ini
dibuktikan dengan jumlah pendaftar
yang melebihi 100 orang di awal pembukaan pendaftaran. Para pendonor
berasal dari berbagai kalangan, antara
lain dosen, mahasiswa, dan masyarakat
sekitar. Taufik mengatakan, antusiasme masyarakat ini tidak terlepas
dari publikasi yang gencar baik melalui
spanduk maupun media sosial. Panitia
berharap, donor darah ini memiliki
manfaat bagi para pendonor itu sendiri
dan orang yang membutuhkan,
Bersamaan dengan donor darah,
bakti sosial juga diadakan di daerah
Prambanan, Jawa Tengah, tepatnya di
SDN 2 Joho, Prambanan, Klaten. Bakti
sosial tersebut melibatkan mahasiswa
yang memberi inspirasi pada anak-anak
yang duduk di bangku sekolah dasar.
Menurut Taufik, acara ini bertujuan
untuk memotivasi anak-anak di lokasi

terpencil untuk dapat bermimpi setinggi mungkin dan menempuh pendidikan
hingga ke perguruan tinggi. Selain itu,
kelas inspirasi ini ingin memberikan
gambaran mengenai dunia perkuliahan
dan apa saja yang dapat dilakukan
ketika lulus nanti.
Bakti sosial tidak hanya diisi
dengan kelas inspirasi, tetapi juga
diwarnai dengan acara pembagian
buku-buku menginspirasi. Buku-buku
yang dibagikan adalah sumbangan
baik dari mahasiswa,dosen, ataupun
karyawan. Selain itu, ada juga pembagian makanan dan minuman sehat yang
bertujuan untuk mengenalkan anakanak untuk hidup sehat.
Rangkaian acara Lustrum FEB ke-XII
dalam bidang sosial kemasyarakatan
tidak terhenti pada donor darah dan
bakti sosial saja. Akan tetapi, ada juga
agenda untuk menyumbang 300 tangki
pada daerah kekeringan di Gunung Kidul. Seluruh kegiatan tersebut menunjukkan komitmen FEB UGM untuk terus
membantu sesama. [Ulayya]

WHO’S WHO

Memanusiakan
Manusia

Edi Prasetyo Nugroho, Drs., M.B.A.,

l

K

etertarikannya kepada
konsentrasi manajemen
sumber daya manusia pada
mulanya timbul karena terdapat
kebutuhan pengembangan ilmu
dan pengembangan staf di Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.
Meski demikian, apabila ditarik secara
vertikal, induk keilmuan yang ia geluti
adalah manajemen sumber daya, baik
sumber daya manusia maupun sumber
daya alam. Selain aktif mengajar, ia juga
merupakan staf ahli Pusat Lingkungan
Hidup UGM dan anggota Komisi
Rencana Pembangunan (Komrenbang)
UGM. Adalah Edi Prasetyo, salah
satu staf pengajar aktif di jurusan
Manajemen yang telah mengabdi di FEB
UGM sejak 1986.
Baginya, bidang manajemen
sumber daya manusia memiliki
daya tarik tersendiri sebab ilmu
tersebut mengkaji berbagai macam
cara untuk memuliakan manusia.
Konsep memuliakan manusia sendiri
berarti bahwa manusia dilihat dan
dikembangkan benar-benar pada
tataran bagaimana manusia tersebut
diciptakan dengan kekhususankekhususannya untuk berkreasi.
Selain itu, apabila dipandang dari sisi
keilmuan, aset terpenting dari suatu
organisasi adalah manusia itu sendiri.
Organisasi harus menghadirkan
dan mengelola manusia dalam
kapasitasnya sebagai sesuatu yang
sempurna. “Sebuah organisasi harus
mengkondisikan bahwa everybody
special,” terangnya.
Edi juga menerangkan bahwa
agar dapat menciptakan kondisi

yang membuat setiap orang spesial,
perlu diingat kembali bahwa terdapat
prinsip untuk mengoptimalkan
specialities of human being dalam suatu
kerja sama. Sebab, menyia-nyiakan
keistimewaan seseorang merupakan
suatu pemborosan yang yang harus
dihindari. Sehingga, setiap orang
sebaiknya menghargai kehadiran
orang lain dan memiliki pikiran bahwa
kehadiran orang lain akan menawarkan
dan memberikan manfaat yang tidak
dimiliki. Edi menambahkan,” Jadi
siapapun dia, maka dia ada di posisi
spesial dan harus diperlakukan dengan
spesial.”
Di samping mengajar,
membimbing, dan meneliti, Edi juga
aktif berkontribusi sebagai staf ahli di
Pusat Lingkungan Hidup UGM pada
bidang penanganan manajemen
sumber daya, khususnya sumber daya
alam. Menurutnya, konteks pengelolaan
sumber daya alam serta prinsip dasar
yang harus dipenuhi oleh pelaku
bisnis dan ekonomi adalah prinsip
triple bottom line. Prinsip tersebut
mempertemukan planet, people, dan
profit. Di dalam konteks lingkungan dan
pengelolaan sumber daya alam, profit
diterjemahkan sebagai keuntungan
apabila hari ini lebih baik daripada
kemarin. Sedangkan kerugian berarti
hari ini sama dengan hari kemarin
dan hari ini lebih buruk daripada hari
kemarin adalah suatu kecelakaan. Oleh
karena itu, profit seharusnya tidak
hanya sekedar total revenue dikurangi
dengan total cost. “Hal tersebut berlaku
untuk alam sendiri, manusia yang
ada di dalamnya, dan semesta alam,”
imbuhnya.

Sementara itu, sebagai anggota
Komrenbang UGM, Edi ikut berperan
aktif dalam melakukan studi, menelaah,
dan menganalisis rencana-rencana
pengembangan kampus sampai
memberikan rekomendasi kepada
pihak-pihak yang berkepentingan.
Perencanaan dan pengaturan
pembangunan sendiri diperlukan
sebab segala perkembangan yang
terjadi di UGM tidak diiringi oleh
perkembangan wilayah kampus
Bulaksumur. Seperti yang diketahui,
UGM menempati wilayah yang terbatas
di kampus Bulaksumur. Oleh karena
itu, perlu dilakukan pengoptimalan
dan pengembangan kebutuhan fisik
di lingkungan kampus melalui suatu
strategi pemanfaatan. Kehadiran tim
ini diperlukan untuk mewujudkan hal
tersebut.
Di tengah-tengah kesibukannya
tersebut, Edi mengungkapkan bahwa ia
merasa paling nyaman ketika memiliki
waktu berkualitas bersama keluarga.
Edi pun juga menuturkan bahwa alasan
terbesanya terus bersemangat adalah
karena ia merasa kehadirannya dapat
menjadi solusi atas permasalahan atau
kekurangan yang dihadapi oleh orang
lain dan lingkungan di sekitarnya.
“Tidak ada sesuatu yang sempurna dari
saya dan orang lain yang saya temukan.
Maka kewajiban saya (adalah-red)
menutup ketidaksempurnaan saya
dengan kesempurnaan orang lain. Saya
selalu antusias bertemu dengan orang
lain. Kalau saya tidak antusias, itu
namanya menyia-nyiakan kesempatan
yang belum tentu bisa terjadi di lain
waktu,” ujarnya. [Nadia]

EB News EDISI LUSTRUM

24

SCHOLARSHIP AND RECRUITMENT

PT Shell Indonesia
PT Shell Indonesia merupakan perusahaan energi dan
petrokimia global dengan 87.000 karyawan di lebih
dari 70 negara dan wilayah. Saat ini membutuhkan
alumni untuk bergabung dalam perusahaan.
Informasi lebih lengkap lihat disini. Registrasi
online sebelum tanggal 16 Januari 2016. Info lebih
lanjut kunjungi laman: http://alumni.feb.ugm.ac.id

Beasiswa Hitachi Foundation
Hitachi Foundation dalam rangka mendukung
program pembangunan dan meningkatkan kerjasama
penelitian antar universitas dan perguruan tinggi di
Jepang akan memberikan beasiswa untuk program
2016/2017. Informasi lebih lanjut di www.feb.ugm.ac.id

Entrepreneurial Finance Lab
Entrepreneurial Finance Lab merupakan perusahaan yang
inovatif dan berkembang pesat yang bertujuan untuk membantu
orang mendapatkan kredit dengan menawarkan pendekatan
psikometri untuk memahami risiko dan peluang di pasar negara
berkembang. Saat ini membutuhkan alumni untuk bergabung
dalam tim. Informasi lebih lanjut di www.feb.ugm.ac.id

25

EB News MARET
EDISI LUSTRUM
2015

PARTNERSHIP

Menjalin Partnership Baru

B

erawal dari pertemuan delegasi FEB UGM dengan Ecole Supérieure des Sciences Commerciales d’Angers (ESSCA) pada
salah satu seminar AACSB di Belanda, kedua pihak kemudian bersepakat untuk membangun sebuah kerjasama akademik
yang melingkupi pertukaran mahasiswa dan dosen. Diharapkan selanjutnya kerja sama ini akan berujung pada program
gelar ganda. Kerja sama akademik antara ESSCA dan FEB UGM resmi dimulai pada November 2014 lalu. Masing-masing sekolah
saat ini sedang mempromosikan agar terjadi mobilitas mahasiswa maupun dosen. ESSCA sendiri merupakan salah satu sekolah
bisnis terbaik di Perancis yang mendapatkan dua akreditas internasional, yakni AACSB dan EPAS. ESSCA Memiliki empat kampus, yaitu di Angers, Paris, Budapest dan Shanghai. Mahasiswa internasional yang ingin belajar di ESSCA dapat memilih satu
dari empat kampus tersebut.
Selain itu, FEB UGM juga menjalin kerja sama dengan Toulouse Business School (TBS) yang juga merupakan salah satu sekolah bisnis terbaik di Perancis. TBS telah mengantongi tiga akreditasi internasional, yaitu AACSB, EQUIS dan AMBA. Kerja sama
ini diinisasi saat pameran edukasi European Higher Education Fair (EHEF) di Jakarta. Kerja sama tersebut meliputi program
pertukaran mahasiswa dan program gelar ganda untuk S1 dan S2. Pada semester depan, dua mahasiswa IUP FEB UGM akan
berangkat program double degree ke TBS. Mereka adalah angkatan pertama yang menandai mobilitas mahasiswa di dalam
kerja sama akademik ini.

EB News EDISI LUSTRUM

26

NEWS FROM ABROAD

Cerita Seorang Pembelajar
di Cranfield

Live as if you
were to die
tomorrow,
learn as if
you were to
live forever

S

– Mahatma Gandhi –

abtu, 5 Oktober 2013. Hari itu
adalah hari pertama saya menginjakkan kaki saya di negeri yang
hingga saat ini masih terkenal dengan
liga sepak bolanya, Inggris. Namun,
saya bukan pecinta berat liga Inggris
dan tidak akan berbicara tentang sepak
bola. Hari itu menandai awal perjalanan
studi saya di universitas kecil yang terletak 50 mil di barat laut Kota London,
Cranfield University.
Cranfield adalah sebuah desa kecil
di wilayah Bedfordshire. Di jantung
desa yang tenang itu, 69 tahun yang
lalu berdiri the College of Aeronautics
yang berdampingan dengan markas
Royal Air Force UK. Di kampus kecil
yang sekarang dikenal sebagai Cranfield
University inilah saya memulai sekolah
saya di program magister.
Dari sekian banyak sekolah bisnis
unggulan di dunia, pilihan saya jatuh
pada Cranfield School of Management,
kampus yang hanya menyediakan program pascasarjana untuk jenjang ma-

1 http://im.ft-static.com/content/images/8d2c407e-a164-11e4-bd03-00144feab7de.pdf

27

EB News EDISI LUSTRUM

gister dan doktor. Cranfield University
sangat unggul di bidang teknologi dan
manajemen. Di bidang teknologi, kampus ini sangat unggul di Eropa terutama
di lingkup studi Aerospace Engineering.
Indonesia juga pernah mencatatkan
namanya di kampus ini ketika kampus
yang dulunya bernama Cranfield
Institute of Technology ini pada tahun
1993 menganugerahkan gelar Doctor of
Science Honoris Causa kepada Presiden
RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie.
Sementara itu, di bidang manajemen, kampus ini telah masuk jajaran
sekolah bisnis elit dunia dengan
menyandang triple accreditations dari
AACSB, EQUIS, dan AMBA. Berdasarkan
Financial Times Business School Rankings, di tahun 2011 Cranfield School
of Management tercatat di peringkat
pertama di dunia untuk Program MBA
dengan konsentrasi Organisational
Behaviour dan peringkat kedua di dunia
untuk Program MBA dengan konsentrasi
Economics.1

NEWS FROM ABROAD
Sejalan dengan minat saya di
bidang Manajemen Operasi, setahun
yang lalu saya mengambil Program
Master in Logistics and Supply Chain
Management. Tidak kalah bergengsi,
program magister di bidang ini juga
telah diakui dunia. Supply Chain Management (SCM) World, pelopor komunitas global untuk para praktisi senior
di bidang rantai pasokan pada tahun
2015 memeringkat Cranfield School of
Management di posisi teratas untuk
sekolah non-US dan posisi ke-8 di dunia,
2 tingkat di atas Harvard Business
School, sebagai lembaga yang berhasil
meluluskan supply chain talents yang
profesional dan berkelas international.2
Pengalaman Akademik
Belajar di sekolah bisnis dengan
reputasi yang sangat baik di bidang
logistik dan rantai pasokan membuat
saya termotivasi untuk terus belajar dan
menggali lebih banyak ilmu baru dan
kekinian di bidang tersebut. Di Cranfield, saya bersyukur karena dipertemukan dengan beberapa ahli di bidang
logistik dan rantai pasokan, seperti
Prof. Martin Christopher dan Dr. Carlos
Mena, staf pengajar dan peneliti yang
kemudian sempat menjadi co-supervisor saya untuk Program Doktor. Mereka
adalah akademisi yang sudah banyak
mempublikasikan karyanya, baik buku
maupun artikel jurnal, dan diakui
reputasinya di dunia akademik dan
riset international. Dengan jejaring riset
yang sangat baik yang dimiliki Cranfield
University, pengalaman akademik
saya juga bertambah banyak dengan
kehadiran visiting professor sekelas Prof.
Douglas Lambert dari Fisher College of
Business, The Ohio State University dan
beberapa dosen tamu, baik akademisi
maupun praktisi yang sangat kompeten
di bidangnya.
Pengalaman Praktik
Cranfield University adalah salah satu
universitas yang mempunyai hubungan
yang sangat erat dengan dunia industri.
Perkuliahan, tugas, serta tesis pun
dirancang sedemikian rupa sehingga
mahasiswa dapat mengenal lebih dekat
permasalahan yang dihadapi industri
dan memberikan dampak yang cukup
signifikan pada industri melalui pekerjaannya. Sebagai contoh, selama kuliah
hingga sekarang saya telah mendapa-

tkan kesempatan untuk berkunjung
dan belajar mengenai praktik logistik
dan rantai pasokan dari berbagai
industri, mulai dari retail, perminyakan,
pelabuhan, hingga otomotif. Hal ini
sejalan dengan tagline yang digaungkan
oleh sekolah ini, yaitu transforming
knowledge into action—memberikan
dampak pada dunia industri melalui
ilmu pengetahuan.
Prestasi Akademik
Melalui kolaborasi akademik-industri
yang dibangun oleh Cranfield University, saya juga mendapatkan kesempatan
untuk menulis tesis yang bekerjasama
dengan National Health Service Blood
and Transplant (NHSBT), sebuah organisasi yang mempunyai tugas utama
menangani rantai pasokan darah di
UK, khususnya Inggris dan Wales Utara.
Alhamdulillah, tesis yang saya kerjakan
selama kurang lebih 4 bulan membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Selain mendapatkan nilai yang
sangat bagus, tesis saya yang berjudul
“Identifying the Ideal Blood Stock Level:
A Statistical Analysis of the Blood Supply
Chain in the UK” telah memberikan
dampak yang cukup signifikan pada
perubahan kebijakan organisasi dan
rantai pasokan sehingga NHSBT dapat
mengurangi level sediaan darah yang
semula banyak dibuang dengan cukup
signifikan. Hal ini tentunya berdampak
pada penghematan pengeluaran oleh
NHSBT terkait dengan pengelolaan
sediaan baik di pusat pengelolaan
darah maupun di tingkat rumah sakit.
Alhamdulillah, tesis ini juga telah mengantarkan saya untuk mendapatkan
penghargaan MSc Logistics Dissertation of the Year Award 2015 dari The
Chartered Institute of Logistics and
Transport (CILT) UK, salah satu lembaga
yang menaungi akademisi dan praktisi
di bidang logistik dan rantai pasokan
dunia.

ini, dengan beasiswa dari LPDP, saya
sedang mendalami riset di bidang
rantai pasokan untuk barang-barang
yang berumur pendek (perishables)
salah satunya darah. Dengan bekal
pendidikan dan pengalaman selama
dua tahun terakhir di UK, saya semakin
tertarik dengan riset di bidang logistik
dan rantai pasokan dengan konteks
yang spesifik, seperti Humanitarian
Logistics, Health Care Supply Chain, dan
Supply Chain for Perishable Products.
Saya berharap setelah menyelesaikan
pendidikan doktor ini saya dapat segera
kembali ke tanah air untuk membagikan dan menerapkan ilmu yang
saya pelajari.
Akhir kata, semoga cerita singkat
tentang studi saya ini dapat memberikan manfaat kepada siapapun yang
membacanya.

Salam Hangat dari Cranfield, UK
Luluk Lusiantoro
PhD Student, Cranfield School of
Management, Cranfield University,
UK.

Aktifitas Saat Ini dan Rencana ke
Depan
Berbekal prestasi yang baik di program
magister dan live thesis project dengan
NHSBT tersebut, saya juga mendapatkan tawaran dua beasiswa sekaligus
untuk menempuh pendidikan doctor,
yakni bursary award dari Cranfield
School of Management serta beasiswa
lanjutan untuk PhD dari LPDP. Saat

2 http://www.forbes.com/sites/kevinomarah/2015/06/24/supply-chain-universities-the-employers-top-15/

EB News EDISI LUSTRUM

28

LECTURER’S ARTICLE

Diny Ghuzini, SE, M.Ec., Ph.D.,

FINANCIAL MARKET CONSTRAINT
DAN USAHA RUMAH TANGGA

E

ntrepreneurship mendorong
penciptaan lapangan kerja dan
inovasi yang dapat mendukung
pertumbuhan ekonomi. Data antar
negara dari Global Entrepreneurship
Monitor (GEM) menunjukan bahwa negara dengan tingkat entrepreneurship
tinggi, rata-rata tingkat pertumbuhan
ekonominya juga tinggi. Pada tingkat
individu, enterpreneur cenderung cepat
naik ke tingkat kesejahteraan yang lebih
baik (Bradford, 2003¬). Salah satu aspek
penting dalam enterpreneurship adalah

29

EB News EDISI LUSTRUM

bagaimana memanfaatkan peluang
bisnis yang sering diterjemahkan dalam
bentuk pembukaan usaha baru (Aldrich
and Cliff, 2003). Sejalan dengan ini,
survei GEM mengukur entrepreneurship
menggunakan dua definisi yaitu jumlah
pembukaan perusahaan baru dan
jumlah perusahaan baru yang mampu
bertahan setelah berdiri. Meskipun
memiliki peran penting, entrepreneurship menghadapi banyak tantangan.
Tantangan terberat antara lain adalah
keterbatasan finansial. Dari sisi penye-

diaan kredit misalnya, restriksi kredit
disebabkan oleh asymmetric information (Stiglitz and Weiz, 1981) dan masalah ini lebih besar untuk usaha baru.
Memulai usaha baru memerlukan
modal awal. Jika tidak ada hambatan
di pasar keuangan, keputusan untuk
membuka usaha tidak berhubungan
dengan situasi keuangan individual. Namun, jika akses ke pasar uang
terbatas hanya individual dengan aset
yang mencukupi yang mampu memulai
usaha baru (Holtz-eakin et al, 1992).
Caner (2003) dan Saridakis et al (2007)
berpendapat bahwa keterbatasan
finansial mengakibatkan pertumbuhan
perusahan baru rendah dan tidak mampu bertahan atau survival rate rendah.
Untuk menganalisis financial
market constraint hypothesis ini, Evan
dan Leighton (1989) dan Evan and
Jovanovich (1989) melihat hubungan
antara usaha yang baru dibuka atau
self-emplyoment dengan kepemilikan
aset individu. Studi lain oleh Hurst dan
Lusardi (2004) menggunakan strategi
yang sama untuk menganalisis hipotesis tersebut di tingkat rumah tangga.
Hasilnya menjukkan bahwa pembukaan
usaha dan kekayaan berasosiasi positif
baik di tingkat individu maupun rumah
tangga. Dengan kata lain ada financial
market constraint baik bagi rumah
tangga maupun individu.
Cara untuk menguji financial
market constraint masih menjadi
perdebatan. Berbeda dengan Evan
and Leighton (1989) dan Evan and
Jovanovich (1989), Caner (2003)
berpendapat bahwa hubungan positif
antara kekayaan dan pembukaan
usaha baru untuk golongan kaya dapat
terjadi karena perbedaan tingkat
pajak antara pekerja dan enterpreneur
. Menurut Cressy (2000) hubungan
positif antara kekayaan dan pembukaan usaha baru bisa terjadi karena
individu semakin bersedia mengambil
risiko jika kekayaannya meningkat dan
bukan karena adanya financial market
constraint. Individu yang kurang risk
averse cenderung memilih membuka
usaha sedangkan yang lebih risk averse
akan memilih pekerjaan tetap. Seiring
dengan meningkatnya kekayaan,
individu semakin bersedia mengambil
risiko lebih besar dan memilih menjadi
entrepreneur. Selain itu, Buera (2009)
menunjukkan bahwa hubungan antara
kekayaan dan pembukaan usaha baru
tidak monoton. Hubungan positif

LECTURER’S ARTICLE
terjadi untuk rumah tangga miskin
(atau total aset rendah) dan negatif
untuk rumah tangga kaya. Hubungan
negatif menunjukkan bahwa individu
kaya yang tidak membuka bisnis baru
mungkin adalah “bad” enterpreneurs.
Studi ini melihat financial market
constraint di Indonesia dengan dua
acara yaitu, pertama melihat hubungan antara pembukaan usaha baru
oleh rumah tangga dengan total aset
rumah tangga, kedua menggunakan
hasil survei yang secara langsung
menanyakan tentang hambatan dalam
mendapatkan pinjaman untuk pembukaan usaha.
Data Indonesia Family Life Survey
4 (IFLS4) 2007 and IFLS3 2003 menunjukkan bahwa kebutuhan modal
untuk pendirian usaha rumah tangga
bervariasi berdasarkan sektor. Tabel
1 menampilkan urutan kebutuhan
modal awal untuk lebih dari 3000 usaha rumah tangga. Sektor keuangan,
asuransi, dan real estate membutuhkan modal awal paling besar diikuti
dengan sektor angkutan dan komunikasi. Sektor jasa (guru) dan industri
(pengolahan/pembuatan makanan)
memerlukan modal terendah.
Menggunakan data IFLS, financial
market constraint hanya terjadi untuk
sektor yang membutuhkan start-up
capital yang besar. Untuk usaha yang
memerlukan modal awal relatif kecil tidak
ditemukan hubungan positif antara usaha
baru dan aset. Rumah tangga di Indonesia
cenderung dapat meminjam dari keluarga,
teman atau tetangga untuk membuka usaha yang memerlukan modal relatif kecil.
Sehingga, aset pribadi bukan merupakan
satu-satunya sumber modal usaha, selain
pinjaman formal dari bank. Hasil analisis
juga menemukan bahwa semakin besar

jumah aset maka semakin rendah probabilitas untuk membuka usaha baru bagi
rumah tangga yang kepala keluarga atau
pasangan kepala keluarga berpendidikan
sarjana atau lebih tinggi. Hal ini dimungkinkan dengan semakin banyaknya pilihan
pekerjaan berbekal pendidikan tinggi.
Pengaruh aset terhadap pembukaan
usaha rumah tangga juga dianalisis untuk
distribusi asset yang berbeda dengan
menggunakan lima asset quintiles. Quintile pertama terdiri dari 20 persen rumah
tangga yang memiliki aset terendah dan
quintile kelima merupakan rumah tangga
dengan asset holding tertinggi. Hasil
analisis mendukung Buera (2009) bahwa
aset berpengaruh negatif untuk rumah
tangga dengan aset tinggi, namun tidak
ditemukan hubungan antara aset dan
pembukaan usaha pada empat quintiles
yang lain. Bagi rumah tangga kaya, hanya
yang berkemampuan enterpreneurship
tinggi yang membuka usaha baru, lainnya
akan memilih pekerjaan lain.
Data IFLS juga memungkinkan kita

untuk menganalisis adanya financial market constraint terhadap pembukaan usaha
baru secara langsung. Dua pertanyaan
dalam survei IFLS yang digunakan untuk
melihat financial market constraint adalah
“Apakah Bapak/Ibu/Saudara mengetahui
tempat untuk meminjam uang?” dan
“Selama 12 bulan terakhir, apakah Bapak/
Ibu/Saudara pernah berhasil mendapatkan
pinjaman?” Hasilnya menunjukkan bahwa
mengetahui tempat untuk mendapatkan
pinjaman dan keberhasilan mendapatkan
pinjaman menaikkan probabilitas pembukaan usaha rumah tangga.
Financial market constraint seperti
yang dijelaskan oleh Evan and Leighton
(1989) dan Evan and Jovanovich (1989) tidak ditemukan di Indonesia. Tidak seperti
di negara-negara maju yang bergantung
dengan sistem keuangan formal, rumah
tangga di Indonesia agaknya masih mengandalkan hubungan dengan kerabat
untuk pemenuhan kebutuhan modal
usaha.

EB News EDISI LUSTRUM

30

ADVERTORIAL

Menantang Diri,
Mengembangkan
Pribadi

I

nternational Exposure merupakan
kewajiban yang harus dilakukan oleh
mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Ekonomika
dan Bisnis (FEB) UGM. Meski demikian,
Patrick Kuntara, mahasiswa IUP yang
kini tengah menyelesaikan program
Double Degree (DD) di Erasmus Universiteit Rotterdam, Belanda mengungkapkan bahwa ada banyak sekali hal
yang ia dapat selama menempuh studi
di negeri kincir angin itu, tidak hanya
ilmu di bangku kuliah saja. Patrick pun
bersedia membagi kisah dan pengalamannya kepada tim EBNews.
Ia merasakan perbedaan yang
cukup signifikan dalam hal sistem
pembelajaran yang digunakan di sana.
Kegiatan belajar mengajar hanya
berlangsung selama tujuh minggu ditambah satu minggu untuk waktu ujian.
Selama periode tersebut, mahasiswa
dituntut untuk melakukan self-study
sehingga tidak ada kewajiban untuk
masuk ke kelas. “Bagi saya self-study
akan lebih mengasah analytical thinking
kita karena pada saat exam, soal yang
diberikan lebih pada pemahaman
kita terhadap mata kuliah tersebut,”
ujarnya.
Selain itu, pihak universitas juga
menuntut para mahasiswanya untuk
menjadi high qualified scholar. Sebab
apabila mahasiswa tahun pertama gagal memenuhi standar nilai kelulusan,
ia diharuskan untuk drop-out. Patrick
juga belajar untuk menjadi lebih berdedikasi selama menjalani studi di sana. Ia
mengungkapkan,”Ketika ada masalah
saya berusaha untuk tidak menjadi
kelabakan. Namun, berusaha menyelesaikannya secara bertahap (sebab-red)
kadang di sini kita tidak tahu pada siapa
kita harus meminta bantuan. Masalah
tersebut juga akan sangat berpengaruh
pada hasil studi.”

31

EB News EDISI LUSTRUM

Ia pun juga merasa bahwa dedikasi
tiap dosen terhadap mata kuliah yang
diajarkan sangat tinggi. Dosen-dosen
tersebut sangat responsif dan terbuka,
tak terkecuali soal nilai. Mereka pun
selalu tepat waktu dan sangat jarang
melakukan perubahan jadwal kelas
secara sepihak dan tiba-tiba. Adanya
discussion board pada sistem akademik
juga memungkinkan adanya interaksi
yang lebih intensif antara dosen dengan
mahasiswa, sebab para dosen tersebut
juga sangat aktif.
Meski tinggal di tempat yang jauh
dari tanah air, Patrick tidak menganggap perbedaan budaya yang
ada sebagai batu hambatan. Ia tidak
menemukan masalah yang berarti dari
perbedaan yang ada. Ditambah, banyak
sekali penduduk Indonesia yang tinggal
di Belanda. Mahasiswa internasional
pun memiliki persepsi yang positif terhadap warga negara Indonesia. Justru, ia
dapat mempelajari banyak hal tentang

budaya dan sama sekali tidak merasakan kesulitan untuk beradaptasi.
Patrick menuturkan bahwa ada
banyak hal baik yang ingin ia kembangkan lagi besok ketika ia sudah kembali
ke Indonesia. Beberapa kebiasaan
penting yang juga harus dikembangkan
oleh mahasiswa FEB UGM di antaranya
adalah kebiasaan untuk membaca
jurnal, memiliki perencanaan, hemat,
dan berpikiran kritis yang dapat
dimulai dengan membuat framework
berpikir yang baik. “Menurut saya,
sistem pendidikan di Indonesia tends
to just follow the common rule instead
of understanding the root and asking
why dan akan sangat susah membuat
pemikiran kita sebagai mahasiswa to
be well developed. Jadi jika kita mau
berkembang, kita harus mampu berpikir
kritis. Alangkah baiknya dosen-dosen di
Indonesia can act as a facilitator instead
of a teacher,” pungkasnya. [Nadia]

Wrap the FEBers
Available at

FEB UGM | 1st Floor, Pertamina Tower |
T: +62 274 548510 (hunting) | feb.ugm.ac.id/ebstore

EB News EDISI LUSTRUM

32

STUDENT’S CORNER

Diajeng Jogja yang Bercita-cita
Menjadi Akuntan

P

ada sebuah siang, di atas bangku berpayung hijau sisi
barat gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), tim EB News berkesempatan untuk berbincang terkait lika-liku kehidupan salah
seorang mahasiswi jurusan Akuntansi FEB UGM yang kini
menginjak tahun keempatnya. Ialah Nabila Nur Fajrina atau
yang dikenal dengan sapaan Nabila. Gaya bicaranya yang luwes menjadikan sosoknya sering dijumpai sebagai Master of
Ceremony (MC) kegiatan-kegiatan yang terselenggara di FEB
UGM. Ia juga merupakan salah satu host acara Obrolan Pagi
yang ditayangkan di saluran televisi RB TV tiap hari Senin
sampai dengan Kamis pada pukul 10 pagi.

33

EB News EDISI LUSTRUM

Skill-nya di bidang broadcasting ditambah dengan
passion-nya di bidang kesenian dan kebudayaan telah mengantarkan gadis kelahiran tahun 1994 ini menjadi Diajeng
Berbakat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2014 silam. Dengan berbagai kesibukannya di luar dunia kampus, ia
pun tetap berprestasi di bidang akademik. Ia bersama timnya
pada April lalu berhasil menyabet juara satu pada kompetisi
bidang marketing, Honda WOW Case Competition 2015.
Ingin mengetahui lebih jauh mengenai resep rahasia
Nabila yang berhasil menyelami dua bidang yang berbeda
dalam waktu sekaligus, tim EB News pun melakukan waw-

STUDENT CORNER
ancara lebih lanjut dengannya. Simak kutipan wawancara
berikut ini untuk mengetahui lebih jauh mengenai Nabila.
Q: Bisa diceritakan tidak bagaimana Nabila mulai mendalami dan menyukai kegiatan-kegiatan di bidang
kesenian dan kebudayaan serta broadcasting?
A: Kira-kira hal tersebut dimulai sejak saya masih duduk di
bangku Sekolah Dasar (SD). Kala itu saya mulai mengikuti les tari tradisional. Sampai duduk di bangku Sekolah
Menengah Atas (SMA) pun saya terus belajar menari. Tahun 2011-2012, saya dipercaya menjadi salah satu Duta
Seni Pelajar yang mewakili Provinsi DIY untuk unjuk gigi
di pentas seni tari di berbagai kota di Indonesia. Kalau
soal broadcasting, ini sebenarnya karena ketika SMA saya
mengikuti kursus public speaking (presenter). Nah, para
murid di tempat kursus ini diwajibkan untuk melakukan
siaran di saluran televisi RB TV tetapi akhirnya saya
masih ditugaskan untuk menjadi presenter di salah satu
acara RB TV sampai sekarang. Oh saya jadi teringat,
ketika lulus SMA kira-kira tahun 2012, Indosiar pernah
mengadakan semacam kompetisi presenter se-DIY yang
mana pemenangnya bisa melakukan siaran bersama
Tina Talisa. Beruntungnya waktu itu saya bisa terpilih
dan akhirnya melakukan siaran bersama Tina Talisa di
acara Fokus Pagi di Indosiar.
Q: Apa motivasi yang bisa mengantarkan Nabila untuk
menjadi Diajeng Berbakat DIY di tahun 2014 silam?
A: Karena memang sudah sejak kecil tertarik dengan kegiatan-kegiatan kebudayaan, keinginan untuk mengikuti
ajang pemilihan Dimas Diajeng sebenarnya pun sudah
ada sejak duduk di bangku SMA. Namun, ketika itu syarat
untuk bisa mendaftar adalah harus sudah lulus SMA atau
sudah menjadi mahasiswa. Karena itu, sekitar tahun
2013, saya baru bisa ikut mendaftar ajang Dimas Diajeng
Kota Yogyakarta. Alhamdulillah, di tingkat kabupaten/
kota bisa menyabet juara tiga sehingga bisa maju lagi
di ajang Dimas Diajeng tingkat provinsi tahun 2014
yang mana di ajang tersebut saya meraih penghargaan
sebagai Diajeng Berbakat DIY.
Q: Bagi Nabila, adakah kesulitan dalam membagi waktu
di masa kuliah ini dengan memiliki segudang kegiatan
mulai dari mengikuti kuliah, menjadi MC sampai
dengan siaran?
A: Ketika mulai masa-masa hectic menjadi Diajeng Kota Yogyakarta, rasanya memang cukup berat. Terlebih karena
saya masih bergabung di organisasi kepemudaan AIESEC
UGM sebagai Manager External Relations sekaligus juga
menjadi presenter di RB TV. Akhirnya, untuk mengatasinya memang harus melepas salah satu kegiatan. Ketika
itu keputusannya adalah tidak melanjutkan kegiatan
di AIESEC. Lalu mulai mengatur kembali seperti jadwal
siaran supaya tidak berbenturan dengan jadwal kuliah,
serta mengatur jadwal kegiatan Dimas Diajeng. Untuk
menyiasatinya perlu adanya skala prioritas dari kita
sendiri. Dengan adanya skala prioritas kita akan jadi bisa
lebih mudah menentukan apa yang harus didahulukan

apa yang bisa ditunda terlebih dahulu. Selain itu, kita
juga perlu menentukan apa sih yang menjadi tujuan utama kita. Dengan memiliki dua hal tersebut kita jadi lebih
mudah dalam mengatur waktu. Seperti misalnya ketika
ada undangan kegiatan Dimas Diajeng di Palembang
yang bentrok dengan jadwal kuliah. Karena prioritas utama ada di kuliah, saya memang harus menolak kegiatan
tersebut dan memberikan kesempatan tersebut kepada
rekan saya yang lain.
Q: Bagaimana bisa menjadi pemenang Honda WOW Case
Competition, apakah memang tertarik dengan bidang
marketing?
A: Ceritanya, sekitar satu tahun yang lalu saya bersama
dua orang teman saya mengikuti lomba marketing yang
diselenggarakan oleh Marketeers dan BNI. Ketika itu di
tingkat Provinsi DIY kita berhasil menang juara satu dan
akhirnya maju ke babak final di Jakarta. Namun, kita
gagal dalam babak final tersebut. Akan tetapi, kegagalan
tersebut justru membuat saya penasaran dan ingin belajar lebih lanjut mengenai marketing. Setelah mulai mempelajarinya serta mulai lebih paham tips dan triknya soal
marketing, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti
lomba marketing sekali lagi. Ketika ada pengumuman
Honda WOW Case Competition yang diselenggarakan
Marketeers dan Honda, saya akhirnya membentuk tim
untuk ikut serta dalam kompetisi ini.
Q: Dengan melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan
oleh Nabila saat ini, apa sih yang sesungguhnya ingin
dicapai Nabila sesudah lulus kuliah nanti?
A: Seusai kuliah nanti saya ingin jadi seorang akuntan.
Sejauh ini, kegiatan yang saya lakukan saat ini memang
mendukung saya untuk mencapai cita-cita saya menjadi
seorang akuntan. Karena di dunia kerja pasti yang dibutuhkan tidak hanya pengetahuan soal akuntansi saja
tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan softskill lainnya. Banyak memang yang berkomentar, ‘kan broadcasting gak ada nyambungnya sama akuntansi’. Akan tetapi,
saya melihatnya dengan perspektif lain. Brooadcasting
memang tidak berhubungan langsung dengan akuntansi tetapi justru di sinilah saya melihat peluangnya.
Tidak banyak akuntan yang mempunyai kemampuan di
bidang broadcasting. Bisa jadi inilah yang menjadi nilai
plus saya. Kalau dari kegiatan seperti Dimas Diajeng dan
lomba-lomba lain, saya mendapatkan pengalaman yang
luar biasa mulai dari networking sampai dengan mengasah softskill. Kalau tidak mengikuti ajang Dimas Diajeng
mungkin saya tidak bisa keliling Indonesia dan bertemu
orang-orang baru. Dan kalau tidak ikut Honda WOW Case
Competition, mungkin saya juga tidak bisa bertemu dan
berbincang dengan pengusaha-pengusaha dari seluruh
Indonesia yang hadir di acara tersebut. [Nela]

EB News EDISI LUSTRUM

34

FEB IN PICTURES

35

EB News EDISI LUSTRUM

FEB IN PICTURES

EB News EDISI LUSTRUM

36

37

EB News EDISI LUSTRUM

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

The Indonesian people are the most
helpful people I have met. They are
willing to do anything for you when
you are in difficulty. Next to that, the
food is really delicious. I love spicy

Michelle Sandker
Avans University of Applied Science,
Belanda

food, so I am in the correct country.
Still 5 months to go and cannot wait
to discover all the amazing spots in
Indonesia!

I decided to go to Indonesia because I want to meet different
people, visit all the beautiful
places, and feel totally different
culture. I has been staying in Indonesia for a week and have met
many nice people. I hope I will
have great experiences and many
adventures. But I am sure every-

Nadine Bohnacker
Pforzheim University of Applied
Science, Jerman

thing will be work out for the best
and I will have an amazing time
here in Indonesia.

EB News EDISI LUSTRUM

38

UNIT NEWS P2EB

Training of Trainers
Pengelolaan Keuangan
Daerah Tahun Anggaran 2015

D

alam rangka meningkatkan
kapasitas aparatur
pengelola keuangan daerah,
Kementerian Keuangan melalui
Direktorat Jenderal Perimbangan
Keuangan (DJPK) bekerjasama
dengan 7 Perguruan Tinggi di
Indonesia melaksanakan Training of
Trainers (ToT) Pengelolaan Keuangan
Daerah (PKD) Tahun Anggaran 2015.
Adapun Perguruan tinggi yang
ditunjuk oleh Kementerian Keuangan
untuk melaksanakan kegiatan
tersebut terdiri dari; Universitas
Indonesia, Universitas Gadjah Mada,
Universitas Andalas, Universitas
Hasanudin, Universitas Brawijaya,
Universitas Sam Ratulangi dan
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

39

EB News EDISI LUSTRUM

Universitas Gadjah Mada (UGM)
melalui Fakultas Ekonomika dan
Bisnis (FEB) telah menjadi mitra
Kementerian Keuangan dalam
pelaksanaan kegiatan kegiatan
serupa sejak tahun 1991, sehingga
tahun 2015 merupakan tahun ke 24
bagi FEB UGM untuk melaksanakan
kegiatan tersebut.
Kegiatan ToT PKD 2015
dilaksanakan dalam 6 jenis modul
yang terdiri atas: Modul Belanja
Daerah, Modul Penerimaan Daerah,
Modul Pengelolaan Barang Milik
Daerah, Modul Perencanaan
Daerah dan Penganggaran Daerah,
Modul Akuntansi Keuangan dan
Pemerintahan Daerah, dan Modul
Penatausahaan Perbendaharaan

Daerah. Masing-masing modul
dilaksanakan dalam durasi 8 hari
mulai pukul 08.00-16.00 WIB.
Kegiatan yang dilaksanakan di
University Club Hotel Universitas
Gadjah Mada (UC UGM) ini
berlangsung mulai tanggal 4 Juni
2015 hingga 22 September 2015.
Peserta untuk masing-masing
modul berjumlah 55 orang yang
terdiri dari para Pegawai Negeri
Sipil (PNS) yang bertugas di bidang
Ekonomi dan Administrasi serta
Dosen atau Pengajar baik yang
bersatus PNS maupun Non-PNS.
Adapun untuk mengikuti kegiatan
ini, peserta diharuskan melakukan
pendaftaran di laman www.djpk.
depkeu.go.id untuk kemudian

P2EB UNIT NEWS
diseleksi oleh panitia penyelenggara.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi,
diwajibkan melampirkan surat
tugas dari pimpinan Instansi atau
Universitas untuk mengikuti kegiatan
ToT PKD 2015.
Khusus untuk pelaksanaan TOT
PKD 2015 di UGM kali ini, para peserta
berasal dari Provinsi Kalimantan
Tengah, Kalimantan Selatan, Daerah
istimewa Yogyakarta dan Jawa
Tengah. Untuk mengikuti kegiatan
ini, para peserta tidak dipungut

biaya. Adapun biaya yang ditanggung
oleh masing-masing peserta adalah
biaya transportasi.
Modul yang pertama kali
dilaksanakan adalah Modul
Belanja Daerah. ToT PKD Modul
Belanja Daerah yang dibuka dan
diresmikan oleh Dekan FEB UGM,
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.
Sc.,Ph.D dilaksanakan mulai tanggal
4 Juni 2015 hingga 11 Juni 2015.
Sedangkan modul berikutnya yaitu
Modul Penerimaan Daerah akan

dilaksanakan pada tanggal 28
Juli 2015 hingga 5 Agustus 2015.
Adapun jadwal selengkapnya dapat
dilihat di laman www.djpk.depkeu.
go.id. Dengan pelaksanaan ToT
PKD 2015 ini diharapkan masingmasing peserta dapat berperan
aktif dalam In-House Training
pelatihan keuangan daerah yang
diselenggarakan oleh pemerintah
daerah, baik berupa diklat maupun
bimbingan teknis.

Peserta TOT bersama Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc., PhD.

EB News EDISI LUSTRUM

40

FACILITIES

Menelusuri Rumah Dinas G11

R

umah dinas adalah perumahan
yang berfungsi sebagai tempat
tinggal atau hunian untuk
menunjang pelaksanaan tugas pejabat
dan/atau pegawai negeri. Pada
umumnya rumah dinas dimiliki oleh
kepala pemerintah, seperti Bupati,
Gubernur, ataupun Presiden. Namun,
dapat dikatakan istimewa karena
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)
Universitas Gadjah Mada (UGM) juga
memiliki rumah dinas.
Tidak berbeda jauh dengan
definisi pada umumnya, rumah dinas
yang dimiliki FEB UGM diperuntukkan
sebagai hunian Dekan FEB UGM dalam
hal ini Prof. Wihana Kirana Jaya M.Soc.
Sc., Ph.D sebagai Dekan FEB UGM yang
sedang menjabat. Rumah dinas FEB
UGM juga dikenal dengan sebutan
“Rumah dinas G11”. Hal ini tidak
terlepas dari lokasinya yang berada di
blok G11 Perumahan Dosen FEB UGM,
tepatnya di belakang Hotel Kagama.
Rumah dinas G11 terdiri dari
6 kamar dengan rincian 4 kamar
kapasitas besar dan 2 kamar kapasitas
kecil. Selain itu, terdapat ruang rapat
yang cukup representatif dengan
dilengkapi pendingin ruangan,
LCD proyektor, dan sound system.
Terdapat juga satu set gamelan yang

41

EB News EDISI LUSTRUM

dapat dimainkan sebagai penjamu
tamu dan ekstrakurikuler gamelan
untuk mahasiswa angkatan baru.
Studio musik yang sering digunakan
mahasiswa juga sementara masih
berada di rumah dinas G11 sebelum
selesai dibangun studio musik di FEB
UGM.
Dekan FEB UGM Prof. Wihana Kirana
Jaya M.Soc.Sc., Ph.D tidak menempati
Rumah dinas tersebut sebagai hunian
keluarga. Beliau memilih tetap tinggal
di rumah pribadinya yang terletak di
wilayah Jalan Kaliurang, Yogyakarta.
Rumah dinas yang dimiliki sebagai
fasilitas operasional Dekan lebih
dimanfaatkan untuk berbagai rapat,
seperti rapat dan workshop kurikulum
yang dilakukan oleh manajemen
fakultas belum lama ini. Selain itu,
rumah dinas dapat diperuntukkan
sebagai hunian tamu fakultas baik
kepentingan dinas mupun non-dinas.
Bahkan, jika dirasa masih representatif
nantinya rumah dinas G11 juga dapat
dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai
sekretariat sementara, ruang rapat
terbatas, dan hunian pembicara
seminar maupun konferensi.
Jika dimungkinkan, open house
yang diselenggarakan mahasiswa
baru dapat memanfaatkan rumah

dinas G11. Open house adalah ajang
silaturahmi yang mempertemukan
dosen dan mahasiswa baru. Acara open
house biasanya diselenggarakan oleh
para mahasiswa yang lebih senior.
Selama ini, open house seringkali
diselenggarakan di rumah-rumah dosen
yang memerlukan persetujuan waktu
dan kesediaan. Dengan demikian,
adanya dinas G11 ini dapat dapat
menjadi alternatif tempat untuk
menyelenggarakan open house.
Pembangunan rumah dinas G11
ini dimulai dari bulan September
2014 dan berhasil diselesaikan pada
Desember 2014. Akan tetapi, masih
terus dilakukan perbaikan-perbaikan
kecil hingga saat ini, misalnya bagian
garasi mobil. Agus Ridwan selaku
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana
FEB UGM berkata, “Jika garasi mobil di
rumah dinas G11 sudah benar-benar
siap dipergunakan, nantinya mobil
dinas milik FEB UGM akan diparkirkan
di sana.” Ia juga menambahkan,
dengan dibangunnya rumah dinas G11
ini diharapkan benar-benar mampu
menunjang operasional tugas dekan
sebagaimana definisi rumah dinas itu
sendiri. [Ibe]

AROUND BULAKSUMUR

UGM Menyebar Titik Air Siap
Minum

S

aat ini, di Indonesia terdapat 14
pabrik air minum kemasan asing
yang meraup keuntungan hingga
Rp96 miliar per tahun. Fenomena ini
menunjukkan bahwa di bagian paling
mendasar, yaitu kebutuhan air minum
saja Indonesia masih bergantung
kepada asing. Padahal melimpahnya
sumber daya air yang dimiliki Indonesia
seharusnya dapat dimanfaatkan untuk
menciptakan brand air minum terkenal
yang “benar-benar” milik Indonesia.
Menanggapi isu tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) menginisiasi
pembangunan Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM) sebagai langkah awal
penyediaan air bersih secara mandiri
oleh masyarakat. Hal ini diwujudkan
dengan penyediaan fasilitas air siap
minum (water fountain) di lingkungan UGM. Water fountain berbentuk
seperti keran yang airnya sudah dapat
langsung diminum tanpa perlu diolah
lebih lanjut. Adi Wibowo, ST, MM, Kepala
Sub Direktorat Inkubasi menuturkan
bahwa UGM menjadi subjek pilot
project penyedian air siap minum di
lingkungan kampus.
Pembangunan SPAM UGM telah
dimulai sejak awal 2014. Proyek ini
bersifat hibah yang berasal dari Kementerian PU (kini, Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat) dalam
menginisiasi air siap minum di lingkungan kampus. Proyek ini direncanakan
dapat benar-benar diselesaikan dan

diserahterimakan pada Oktober 2015.
Dalam proyek ini, terdapat dua
direktorat yang terlibat langsung, yaitu
Direktorat Perencanaan dan Pengembangan (Renbang) dan Direktorat
Pengembangan Usaha dan Inkubasi
(Pui). Masing-masing memiliki wilayah
tugas dan tanggung jawab yang
berbeda. Renbang bertanggung jawab
dengan urusan negosiasi kerjasama
dan pembangunan SPAM hingga selesai
hingga dapat diserah-terimakan kepada
UGM. Sementara itu, Pui bertanggung
jawab dalam hal upaya pengelolaan
dan pengembangan setelah resmi
diserahkan kepada UGM. Direncanakan
pengelolaan SPAM ini akan menjadi
tanggung jawab Unit Wisdom Park
Direktorat Pengembangan Usaha dan
Inkubasi.
Saat ini, telah terpasang 12 titik
water fountain yang sebagian besar terdapat di tempat strategis UGM, seperti
Grha Sabha Pramana (GSP), Asrama Mahasiswa Gedung Pusat, Perpustakaan,
University Club, Lembah UGM, dan lain
sebagainya. Direncanakan pada tahun
ini titik water fountain akan ditambah
menjadi 50 titik dan akan terus ditambah setiap tahunnya. Nantinya, water
fountain tidak hanya terdapat di daerah
manejemen rektorat UGM, tetapi juga
fakultas-fakultas.
Air yang dialirkan di water fountain
berasal dari sumber air baku lembah

UGM. Kemudian, dengan teknologi
ultrafiltasi air baku tersebut disaring
sehingga terbebas dari bakteri dan
layak untuk diminum. UGM beruntung mampu menerapkan teknologi
ultrafiltrasi karena teknologi tersebut
adalah tercanggih saat ini. UGM-lah
institusi pertama yang telah menerapkan teknologi tersebut di Indonesia.
Teknologi ini menghasilkan kualitas air
minum yang lebih bersih dan higienis
dibandingkan water fountain yang
menggunakan teknologi konvensional.
Meskip demikian, akan dilakukan running test system untuk menguji kualitas
dan kesiapan sistem tersebut.
Saat ini, progres pembangunan
sudah mencapai tahap akhir, yaitu
transfer materi untuk teknisi pengelola SPAM maupun water fountain dan
persiapan konsep kelembagaan dari
pengelolaan proyek SPAM ini. Direktorat
Pengembangan Usaha dan Inkubasi
juga akan melakukan sosialisasi kepada
seluruh warga UGM dalam waktu dekat.
Harapannya adalah agar water fountain
ini akan menjadi fasilitas yang dapat
digunakan secara optimal oleh seluruh
warga UGM. Kemudian, dalam jangka
panjang menjadi inisiasi lahirnya bisnis
air minum yang asli berasal dari Indonesia. [Ibe]

EB News EDISI LUSTRUM

42

43

EB News EDISI LUSTRUM

EB News EDISI LUSTRUM

44

45

EB News EDISI LUSTRUM

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful