Anda di halaman 1dari 148

STRATEGI PEMBELAJARAN

Penulis
P
li
Prof. Dr. Hamruni, M.Si.
Penerbit
Insan Madani
Tebal
200 hl
hlm

Daftar Isi

BAB 1 Strategi Pembelajaran


BAB 2 Konsep Dasar Pembelajaran
BAB 3 Strategi Pembelajaran Quantum
BAB 4 Strategi Pembelajaran Ekspositori
BAB 5 Strategi
St t i Pembelajaran
P b l j
IInkuiri
k ii
BAB 6 Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah
BAB 7 Strategi Pembelajaran Kooperatif
BAB 8 Strategi Pembelajaran Kontekstual
BAB 9 Strategi Pembelajaran Aktif

BAB I
STRATEGI PEMBELAJARAN

A Pengertian Strategi Pembelajaran


A.
Kemp
p ((1995)
995)

Strategi pembelajaran adalah suatu


kegiatan pembelajaran yang harus
dikerjakan
j
guru dan p
g
peserta didik agar
g
tujuan pembelajaran dapat dicapai secara
efektif dan efisien.

Kozma
(dalam
Sanjaya 2007)

Strategi pembelajaran dapat diartikan


sebagai
b
setiap kegiatan
k
yang dipilih,
d l h yaitu
yang dapat memberikan fasilitas atau
bantuan kepada peserta didik menuju
tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
tertentu

Gerlach dan
Ely

Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang


dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran
dalam lingkungan pembelajaran tertentu.

Dick dan
Carey
(
(1990)
)

St
Strategi
t i pembelajaran
b l j
t di i atas
terdiri
t seluruh
l
h
komponen materi pembelajaran dan prosedur atau
tahapan kegiatan belajar yang digunakan guru
dalam rangka membantu peserta didik mencapai
tujuan
j
pembelajaran
b l j
tertentu.

Cropper
(1998)

Strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas


berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Hal-hal yang perlu dicermati dari


pengertian strategi pembelajaran:
Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan
((rangkaian
g
kegiatan)
g
) termasuk p
penggunaan
gg
metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran.
Penyusunan strategi baru pada proses penyusunan rencana belum
sampai pada tindakan.

Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.


Arah semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.

Hal-hal
Hal
hal yang diperlukan guru agar
dapat melaksanakan tugas secara
profesional:
Wawasan yang mantap tentang kemungkinankemungkinan strategi pembelajaran sesuai
dengan tujuan-tujuan belajar.
Penguasaan teknis di dalam mendesain sistem
lingkungan belajar-mengajar.

Penguasaan implementasi efektif apa yang telah


direncanakan di dalam desain instruksional

B. Model, Pendekatan, Strategi, Metode, dan


Teknik
k ik Pembelajaran
b l j

Model
d l
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau
pola yyang
sebagai
pedoman dalam
suatu p
g digunakan
g
g p
merencanakan pembelajaran di kelas atau
pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan
perangkat-perangkat pembelajaran.
pembelajaran (Arends,
(Arends 1997)

Model pembelajaran adalah kerangka


konseptual yang melukiskan prosedur
yang sistematis dalam mengorganisasikan
pengalaman belajar untuk mencapai
tujuan belajar tertentu dan berfungsi
sebagai pedoman bagi para perancang
pembalajaran dan para pengajar dalam
merencanakan aktivitas belajar mengajar.

(Soekamto)

Ciri-ciri
Ciri
ciri khusus model pembelajaran:
Rasional teoritik logis yang disusun oleh para
pencipta atau pengembangnya.
pemikiran tentang
g apa
p dan bagaimana
g
Landasan p
peserta didik belajar (tujuan pembelajaran yang
akan dicapai).
Tingkah laku pembelajaran yang diperlukan
agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan
b h il
berhasil.
Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan
pembelajaran itu dapat tercapai.
tercapai

Pendekatan

Pendekatan dapat diartikan


sebagai titik tolak atau sudut
pandang kita terhadap proses
b l j
pembelajaran.
(Sanjaya 2007)
(Sanjaya,

Pendekatan dalam pembelajaran (Roy


Killen, 1998):
Pendekatan
d k
yang berpusat
b
pada
d guru
(teacher-centred approaches)
Menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct
instruction), pembelajaran deduktif, atau
pembelajaran
b l j
ekspositori.
k
i i

Pendekatan yyang
g berpusat
p
pada siswa
p
(student-centred approaches)
Menurunkan strategi pembelajaran discovery dan
inkuiri serta strategi pembelajaran induktif.

Metode

Metode (pembelajaran)
didefinisikan sebagai cara-cara
menyajikan bahan pelajaran pada
peserta
t didik untuk
t k tercapainya
t
i
tujan
j yyang
g telah ditetapkan.
p

Pencapaian tujuan pengajaran secara optimal

Pemilihan metode guna menampilkan pengajaran


yang sesuai dengan situasi dan kondisi

Keterampilan guru dalam memilih metode

Teknik dan Taktik Mengajar


Teknik adalah cara yang dilakukan orang dalam
rangka mengimplementasikan suatu metode,
yaitu cara yang harus dilakukan agar metode
yang dilakukan berjalan efektif dan efisien.
Taktik adalah gaya seseorang dalam
melaksanakan suatu teknik atau metode
tertentu.
tertentu

Kesimpulan:
Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru
akan tergantung pada pendekatan yang digunakan;
dalam menjalankan
j
strategi
g itu dapat
p diterapkan
p
berbagai metode pembelajaran.
p y menjalankan
j
metode p
pembelajaran,
j
,
Dalam upaya
guru dapat menentukan teknik yang dianggap
relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu
setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda
antara guru yang satu dengan yang lain.

C Klasifikasi Strategi Pembelajaran


C.
1. Strategi pembelajaran langsung
Merupakan pembelajaran yang banyak
diarahkan oleh guru.
Kelebihan: mudah untuk direncanakan dan
digunakan.
Memiliki
e
kelemahan
e e a a da
dalam
a mengembangkan
e ge ba g a
kemampuan, proses, dan sikap yang diperlukan
untuk pemikiran kritis dan hubungan
i t
interpersonal
l serta
t belajar
b l j kelompok.
k l
k

2. Strategii pembelajaran
b l j
tak
k langsung
l
Sering
g disebut inkuiri,, induktif,, p
pemecahan masalah,,
pengambilan keputusan, dan penemuan.
Umumnya berpusat pada peserta didik.
Kelebihan: (a) mendorong ketertarikan dan
keingintahuan peserta didik, (b) menciptakan
alternatif dan menyelesaikan masalah,
masalah (c)
mendorong kreativitas dan pengembangan
keterampilan interpersonal dan kemampuan yang
l i (d) pemahaman
lain,
h
yang lebih
l bih baik,
b ik (d)
mengekspresikan pemahaman.
Kekurangan: memerlukan waktu panjang, outcome
sulit diprediksi.

3. Strategi pembelajaran interaktif


Menekankan diskusi dan sharing di antara
peserta didik.
Kelebihan:
l bih
( ) peserta didik dapat
(a)
d
b l j dari
belajar
d i
temannya dan guru untuk membangun
keterampilan sosial dan kemampuankemampuan, (b) mengorganisasikan pemikiran
dan membangun
g argumen
g
yyang
g rasional.
Strategi ini sangat bergantung pada kecakapan
guru dalam menyusun dan mengembangkan
di
dinamika
ik kelompok.
k l
k

4. Strategi pembelajaran empirik


(experiential)
Berorientasi pada kegiatan induktif, berpusat pada
peserta didik,
didik dan berbasis aktivitas.
aktivitas
Kelebihan: (a) meningkatkan partisipasi peserta
didik, (b) meningkatkan sifat kritis peserta didik,
(c) meningkatkan analisis peserta didik, dapat
menerapkan pembelajaran pada situasi yang lain.
Kekurangan: penekanan hanya pada proses bukan
pada hasil, keamanan siswa, biaya yang mahal, dan
memerlukan waktu yang panjang.
panjang

5. Strategi
5
g p
pembelajaran
j
mandiri
Merupakan strategi pembelajaran yang
bertujuan untuk membangun inisiatif
individu, kemandirian, dan peningkatan diri.
Kelebihan: membentuk peserta didik yang
mandiri dan bertanggung jawab.
Kekurangan: bila diterapkan kepada peserta
didik yang belum dewasa, karena belum bisa
belajar
be
aja seca
secara
a mandiri.
a d .

D Komponen Strategi Pembelajaran


D.
1 Guru
1.
Tujuan rekayasa pembelajaran oleh guru adalah untuk
membentuk lingkungan peserta didik supaya sesuai
dengan lingkungan yang diharapkan dari proses belajar
peserta didik, yang pada akhirnya peserta didik
memperoleh
l h suatu
t hasil
h il belajar
b l j sesuaii dengan
d
yang
diharapkan.

2 Peserta
2.
P
t didik
Peserta didik merupakan komponen yang melakukan
kegiatan belajar untuk
nt k mengembangkan potensi
kemampuan menjadi nyata guna mencapai tujuan belajar.

3. Tujuan
Tujuan merupakan dasar yang dijadikan landasan untk
menentukan
t k strategi,
t t i materi,
t i media,
di dan
d evaluasi
l
i pembelajaran.
b l j

4. Bahan pelajaran
Bahan pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang berupa materi yang tersusun secara sistematis
dan dinamis sesuai dengan arah tujuan dan perkembangan
k
kemajuan
j
il
ilmu
pengetahuan
t h
d tuntutan
dan
t t t masyarakat.
k t

5. Kegiatan pembelajaran
Agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal maka
dalam menentukan strategi pembelajaran perlu dirumuskan
komponen kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan standar
proses pembelajaran.
b l j

6. Metode
Cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan.

7. Alat
Alat yang dipergunakan dalam pembelajaran merupakan segala
sesuatu
t yang dapat
d
t digunakan
di
k untuk
t k mencapaii tujuan
t j
pembelajaran.

8. Sumber belajar
Segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat atau
rujukan di mana bahan pembelajaran bisa diperoleh.

9. Evaluasi
Evaluasi merupakan komponen yang berfungsi untuk
mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai
atau belum.

10. Situasi atau lingkungan


Lingkungan sangat mempengaruhi guru dalam menentukan
strategii pembelajaran.
b l j

Dalam kaitannya dengan analisis faktor yang berpengaruh pada


strategi pembelajaran

a Peserta didik sebagai raw-input


a.
Guru mempertimbangkan heterogenitas
(perbedaan fisiologis dan psikologi) dalam
menentukan strategi pembelajaran.
pembelajaran
Dalam menghadapi heterogenitas peserta didik
dalam kelas yang sama seorang guru disarankan
untuk menggunakan multimetode dan
multimedia.
multimedia

b Entering behavior peserta didik


b.
Guru mengetahui karakteristik perilaku peserta
didik dalam menentukan strategi pembelajaran.
Cara mengidentifikasi entering behavior:

1) Secara tradisional
Memulai pertanyaan mengenai bahan yang pernah
diberikan sebelum menyajikan bahan baru.

2) Secara inovatif
Mengadakan pretes sebelum peserta didik mulai
mengikuti program belajar mengajar.

c Pola-pola belajar peserta didik:


c.
Menurut Robert M.
M Gagne (1979) ada 8 tipe:
8) Problem solving
7) Rule learning
6) Concept learning
5) Discrimination learning
4) Verbal association learning
3) Chaining
g learning
g
2) Stimulus-response learning
1) Signal learning

1) Signal Learning (Belajar Isyarat)


Merupakan tahap belajar yang paling dasar.
dasar
Signal learning dapat diartikan sebagai
penguasaan pola-pola dasar perilaku bersifat
involuntary (tidak sengaja dan tidak disadari
tujuannya).
tujuannya)
Kondisi yang diperlukan: diberikan stimulus
(signal) secara serempak dan perangsangperangsang
perangsang tertentu secara berulang kali.

2) Stimulus-Response Learning(Belajar
Stimulus-Respons)
Belajar tipe ini termasuk ke dalam instrumen
conditioning atau belajar dengan trial and error
(mencoba-coba).
Kondisi yang diperlukan: faktor inforcement.
inforcement

3) Chaining Learning (Belajar Pola


rangkaian)
Chaining learning adalah belajar
menghubungkan
g
g
satuan ikatan S-R (StimulusRespons) yang satu dengan yang lain.
Kondisi yyang
g diperlukan:
p
secara internal anak
didik sudah harus terkuasai sejumlah satuan
pola S-R,, baik psikomotorik
p
p
maupun
p verbal.

4) Verbal Association (Asosiasi Verbal)


B
Baik
ik chaining
h i i maupun verbal
b l association
i ti
keduanya menghubungakan satuan ikatan S-R
yang satu
t d
dengan llain.
i

5) Discrimination Learning (Belajar


dengan Pola Membedakan
Pada tipe ini peserta didik mengadakan seleksi
dan pengujian di antara perangsang atau
sejumlah stimulus yang diterimanya, kemudian
memilih pola-pola respons yang dianggap paling
sesuai.
Kondisi yyang
g diperlukan:
p
anak didik sudah
mempunyai pola aturan melakukan chaining
dan association serta p
pengalaman
g
(pola
p
S-R).

6) Concept Learning (Belajar Konsep)


Concept learning adalah belajar memahami atau
membentuk konsep (pengertian).
Kondisi yang diperlukan: menguasai kemahiran
diskriminasi dan proses kognitif fundamental
sebelumnya.
sebelumnya
Belajar konsep dapat dilakukan karena
kesanggupan manusia untuk mengadakan
representasi internal tentang dunia sekitarnya
dengan menggunakan bahasa.
bahasa

7) Rule Learning (Belajar Aturan)


Rule learning belajar membuat generalisasi,
generalisasi
hukum, dan kaidah.
Peserta didik belajar membuat kombinasi
berbagai konsep dengan mengoperasikan
kaidah-kaidah logika formal
formal, sehingga dapat
menemukan kesimpulan tertentu yang
selanjutnya dipandang sebagai rule (prinsip,
(prinsip
dalil, aturan, hukum, kaidah, dsb).

8) Problem Solving (Pemecahan


Masalah)
Problem solving adalah belajar memecahkan
masalah.
Peserta didik belajar merumuskan memecahkan
masalah, memberikan respons terhadap
rangsangan yang menggambarkan atau
membangkitkan situasi problematik, yang
mempergunakan berbagai kaidah yang telah
dikuasainya.

Langkah-langkah problem solving:


Merumuskan dan menegaskan
masalah.
Mencari fakta pendukung dan
merumuskan hipotesis.
Mengevaluasi alternatif pemecahan
yang dikembangkan.
Mengadakan pengujian atau verifikasi.

d Instrumental input atau sasaran


d.
Instrumental input menunjukkan kualifikasi
serta kelengkapan sarana dan prasarana yang
diperlukan untuk berlangsungnya proses
pembelajaran.
Yang termasuk dalam instrumental input: guru,
guru
kurikulum, bahan/sumber, metode, dan media.

e Enviromental input (lingkungan)


e.
Lingkungan sangat memengaruhi guru dalam
menentukan strategi belajar mengajar.
Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan
yang menantang dan merangsang para peserta
didik belajar
belajar, memberikan rasa aman dan
kepuasan, serta mencapai tujuan yang
diharapkan.
diharapkan
Salah satu faktor yang mendukung kondisi
belajar dalam suatu kelas adalah job description.
description

Job description guru dalam


implementasi proses belajar mengajar:
P
Perencanaan
i t k i
instruksional
l
Organisasi belajar
Supervisi dan pengawasan
Penelitian

E Prinsip
E.
Prinsip-prinsip
prinsip Pembelajaran Efektif

Prinsip umum:
B
Berorientasi
i t i pada
d tujuan
t j
(k
(kompetensi)
t
i)
Ak i i
Aktivitas
Individualitas
Integritas

Prinsip khusus:
Interaktif
Inspiratif
Menyenangkan
Menantang
Memberi motivasi
Pertimbangan pemilihan strategi pembelajaran

Pertimbangan pemilihan strategi


pembelajaran
a. P
Pertimbangan
ti b
yang b
berhubungan
h b
d
dengan
tujuan (kompetensi) yang ingin dicapai.
b Pertimbangan
b.
P i b
yang b
berhubungan
h b
d
dengan
bahan atau materi.
c. Pertimbangan
b
d
dari sudut
d siswa.
d. Pertimbangan yang lain.

Pertimbangan pemilihan strategi


pembelajaran dalam kaitannya dengan
perubahan paradigma pembelajaran:
1) Pengetahuan ditemukan dan dikembangkan
oleh siswa.
siswa
2) Siswa membangun pengetahuan secara aktif.
3)) Pengajar
P
j perlu
l mengembangkan
b
k k
kompetensi
t
i
dan kemampuan siswa.
4)) Pendidikan
P didik adalah
d l h iinteraksi
k i pribadi
ib di antara
para siswa dan interaksi antara guru dan
siswa.
i

BAB II
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN

A Problematika Pembelajaran
A.
Beberapa kekeliruan guru dalam mengajar:
Guru tidak berusaha mengetahui
g
kemampuan
p
awal siswa.
Guru tidak pernah mengajak siswa untuk berpikir.
Guru tidak berusaha memperoleh umpan balik.
Guru menganggap bahwa ia adalah orang yang paling
mampu
p dan menguasai
g
pelajaran.
p
j

B Konsep Dasar Pembelajaran


B.
Mengajar sebagai proses menyampaikan
materi pelajaran
Mengajar sebagai proses mengatur
lingkungan

1. Mengajar sebagai proses menyampaikan


materii pelajaran
l j
Karakteristik:
a) Proses pengajaran berorientasi pada guru
(teacher centered)
b) Siswa sebagai objek belajar
c) Kegiatan pengajaran terjadi pada tempat dan
waktu tertentu
d) Tujuan
T j
utama
t
pengajaran
j
adalah
d l h penguasaan
materi pelajaran

2. Mengajar sebagai proses mengatur


li k
lingkungan
Karakteristik:
a) Mengajar berpusat pada siswa (student
centered)
b) Siswa sebagai subjek belajar
c) Proses pembelajaran berlangs
berlangsung
ng di mana saja
d) Pembelajaran berorientasi pada pencapaian
t j
tujuan
(k
(kompetensi)
t
i)

C. Perubahan Paradigma dalam


Pembelajaran
b l j
Alasan pentingnya perubahan:
1. Siswa bukan orang dewasa dalam bentuk mini,
tapi
p organisme
g
yyang
g sedang
g berkembang.
g
2. Ledakan ilmu pengetahuan mengakibatkan
kecenderungan
g setiap
p orang
g tidak mungkin
g
dapat menguasai setiap cabang keilmuan.
3. Penemuan-penemuan baru khususnya dalam
bid
bidang
psikologi,
ik l i mengakibatkan
kib k pemahaman
h
baru terhadap konsep perubahan tingkah laku
manusia.
manusia

Sehingga perlu adanya perubahan

Mengajar sebagai
proses
menyampaikan
materi atau
memberikan
stimulus pada
siswa

Mengajar sebagai
proses mengatur
li k
lingkungan
agar
siswa belajar
sesuai dengan
kemampuan dan
potensi yang
dimilikinya

D Hakekat Pembelajaran
D.
Mengajar bukan sekedar menyampaikan materi
pelajaran, tetapi juga proses mengatur
lingkungan supaya siswa belajar.
belajar
Istilah pembelajaran (instruction) menunjukkan
pada usaha siswa mempelajari bahan pelajaran
sebagai akibat perlakuan guru.
Proses pembelajaran siswa tidak mungkin
terjadi tanpa perlakuan guru yang
membedakannya hanya pada peranannya saja.
saja

Tiga prinsip penting dalam proses


pembelajaran:
1 Proses pembelajaran adalah usaha kreasi
1.
lingkungan yang dapat membentuk atau
mengubah struktur kognitif siswa.
siswa
2. Proses pembelajaran berhubungan dengan
tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari,
dipelajari
yaitu pengetahuan fisis, sosial, dan logika.
3 Proses pembelajaran harus melibatkan peran
3.
lingkungan sosial.
(Bruce Weil, 1980)

Hakikat dan makna pembelajaran ditandai oleh


b b
beberapa
ciri
i i berikut:
b ik
Pembelajaran adalah proses berpikir

Proses pembelajaran adalah memanfaatkan


potensii otak
k

Pembelajaran berlangsung sepanjang hayat

1. Pembelajaran adalah proses berpikir


Asumsi yang mendasari pembelajaran berpikir
adalah bahwa pengetahuan itu tidak datang dari
luar, tapi dibentuk oleh individu itu sendiri
dalam struktur kognitif yang dimilikinya.
dimilikinya
Klasifikasi mengajar (La Costa, 1985):
a) Teaching of thinking
b) Teaching for thinking
c) Teaching
g about thinking
g

Teaching of
thinking
hi ki

Proses pembelajaran yang diarahkan untuk


pembentukan keterampilan mental tertentu,
seperti
ti keterampilan
k t
il berpikir
b iki kritis,
k iti berpikir
b iki
kreatif.

Teaching for
thinking

Proses pembelajaran yang diarahkan pada


usaha menciptakan lingkungan belajar yang
dapat mendorong terhadap pengembangan
k
itif
kognitif.

Teaching
T
hi
about thinking

Pembelajaran
yang diarahkan
P b l j
di hk pada
d upaya untuk
k
membantu agar siswa lebih sadar terhadap
proses berpikirnya.

2. Proses pembelajaran adalah


memanfaatkan
f k potensii otak.
k
Menurut beberapa ahli
ahli, otak manusia terdiri
atas dua bagian, yaitu:

Otak kiri
Otak
kanan

Bersifat logis, skuensial,


linier, dan rasional.
Bersifat
B if t acak,
k tidak
tid k teratur,
t t
intuitif, dan holistik.

Otak
Kiri

Otak
Kanan
Dalam standar
pendidikan belajar
pendidikan,
adalah
memanfaatkan
kedua belahan otak
secara seimbang

Menurut teori Otak Triune (Dave Meier, 2002:


8 ) otak
83),
k manusia
i terdiri
di i d
darii 3 b
bagian:
i

Otak reptil
Sistem
limbik
Neokorteks

Otak paling sederhana.


Fungsi: mempertahankan diri.

Otak tengah yang memainkan peranan besar dalam


hubungan manusia dan dalam emosi.
Fungsi: sosial dan emosional.

Otak yang paling tinggi tingkatannya.


Fungsi: mengembangkan kemampuan berbahasa,
berpikir abstrak, memecahkan masalah,
merencanakan ke depan,
depan dan berekreasi.
berekreasi

Sistem
limbik

Otak reptil

Neokorteks

Proses pendidikan
seharusnya
h
mengembangkan
setiap bagian otak

3. Pembelajaran
j
berlangsung
g
g sepanjang
p j g hayat
y
Belajar adalah proses yang terus-menerus, yang tidak
pernah berhenti dan tidak terbatas pada dinding kelas.
4 pilar pendidikan universal (UNESCO, 1996):
1) Learning to know (learning to learn): belajar pada dasarnya tidak
hanya berorientasi kepada produk atau hasil belajar, tapi juga harus
berorientasi kepada
p
p
proses belajar.
j
2) Learning to do: belajar bukan hanya sekadar mendengar dan melihat
dengan tujuan akumulasi pengetahuan, tapi untuk berbuat dengan
tujuan akhir penguasaan kompetensi yang sangat diperlukan dalam
era persaingan global.
3) Learning to be: belajar adalah membentuk manusia yang menjadi
dirinya sendiri.
4)) Learning
i to li
live together:
h belajar
b l j untuk
k bekerja
b k j sama.

BAB III
STRATEGI PEMBELAJARAN QUANTUM

A Pengertian Quantum Learning


A.
Quantum Learning menggabungkan sugestologi,
teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori,
keyakinan, dan metode yang spesifik. Termasuk
di
diantaranya
konsep-konsep:
k
k
teorii otak
kk
kanan dan
d
otak kiri, teori otak triune, pilihan modalitas,
pendidikan holistik,
holistik belajar dengan simbol
simbol, dan
simulasi.
Konsep
p belajar
j Q
Quantum merancang
gp
proses
pembelajaran secara harmonis dengan
mengombinasikan unsur keterampilan akademis,
prestasi
t i fi
fisik,
ik d
dan k
keterampilan
t
il d
dalam
l
hid
hidup.

B. Belajar tentang Cara Belajar (Learning


How-to-Learn))
Teori belajar quantum membekali para siswa
dengan pengetahuan tentang berbagai gaya belajar
yang sangat berguna bagi proses belajar.
Informasi tersebut meliputi: bersikap positif,
termotivasi menemukan cara belajar
termotivasi,
belajar, menciptakan
lingkungan belajar yang mendukung, membaca
dengan cepat, membuat catatan yang efektif,
mempelajari teknik menulis yang canggih, berpikir
kreatif, dan mengembangkan hafalan yang
menakjubkan.
kj bk

Q
Quantum
t
L
Learning
i mencakup
k aspek-aspek
k
k
penting dalam program neurolinguistik (NLP),
yaitu
it suatu
t penelitian
liti ttentang
t
b
bagaimana
i
otak
t k
mengatur informasi.
Teori pembelajaran quantum menekankan
b h keberhasilan
bahwa
k b h l di
d sekolah,
k l h k
komunitas, dan
d
karir berkaitan erat dengan kehidupan pribadi
yang harmonis.
h
i

Tiga unsur yang diberikan kepada


siswa untuk mencapai keharmonisan:
1) Memberikan latihan keterampilan
berkomunikasi secara efektif.
2) Mengenal dan mendapatkan integritas pribadi.
3) Menciptakan
3
p
hubungan
g yyang
g bermanfaat.

C. Belajar Secara Menyeluruh (Global


Learning)
i )
Belajar secara menyeluruh (global learning)
merupakan
p
p
proses belajar
j dengan
g melakukan
penelitian.
Pendidikan dewasa ini berubah dari global
learning masa kanak
kanak-kanak
kanak menjadi suatu
sistem yang menitikberatkan otak kiri.

1 Perkembangan kecerdasan
1.
Syarat agar kecerdasan terawat dengan baik:
a) Struktur saraf bagian bawah harus cukup
berkembang agar energi dapat mengalir ke
tingkat yang lebih tinggi.
b) Anak harus merasa aman secara fisik dan
emosional.
c) Harus ada model untuk memberikan
rangsangan yang wajar.

Pada umur berapapun sejak


lahir hingga mati sangat
mungkin
ki untuk
k
meningkatkan kemampuan
mentall seseorang melalui
l l i
rangsangan lingkungan.

(Dr. Marian Diamond)

2 Cara berpikir otak kanan dan otak kiri


2.
Otak kiri
Sifat: logis, sekuensial, linear, dan rasional, serta teratur.
Cara berpikir sesuai untuk:
Tugas-tugas teratur,
teratur ekspresi verbal
verbal, menulis
menulis, membaca,
membaca
asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta,
fonetik, serta simbolisme.
Ot k k
Otak
kanan
Sifat: acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik.
Cara berpikir
p
sesuai untuk:
Mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan
dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan,
kesadaran spasial, pengenalan bentuk danpola, musik,
seni, kepekaan warna, kreativitas, dan visualisasi.

Orang yang
memanfaatkan kedua
belahan otak cenderung
seimbang dalam setiap
seimbang
aspek kehidupan mereka.

D Kekuatan Ambak
D.
Sebelum
S
b l
melakukan
l k k aktivitas,
kti it termasuk
t
k belajar,
b l j konsep
k
quantum
t
llearning
i
menyarankan untuk mengajukan pertanyaan pada diri sendiri,

AMBAK = Apa
Manfaatnya
Bagiku.

Segala sesuatu
j j
harus menjanjikan
manfaat pribadi

Seseorang merasa
p y
mempunyai
motivasi

E Menata Lingkungan Belajar


E.

Tata lingkungan
yang baik

Mengembangkan
dan
mempertahankan
sikap positif

Pelajar yang lebih


berhasil

1 Iringan Musik
1.
Musik memengaruhi
g
kondisi fisiologi
g seseorang.
g
Musik berguna untuk relaksasi dan meditasi.
Mendengarkan
musik

Konsentrasi penuh

Relaks

Memasang musik adalah cara efektif untuk


menyibukan otak kanan ketika sedang
berkonsentrasi pada aktivitas-aktivitas otak
kiri.

2 Melakukan Jeda
2.
Alasan diperlukannya jeda:
a) Jeda dapat membantu mengingat lebih banyak
dari seluruh informasi.
b) Ketika pikiran letih, perubahan keadaan mental
yang terjadi selama jeda akan menyegarkan
kembali sel-sel
sel sel otaknya untuk langkah berikutnya.
berikutnya
Jeda merupakan saat untuk konsolidasi,
konsolidasi
untuk mengumpulkan informasi dan
membiarkannya menetap secara mantap
pikiran sadar dan bawah sadar.
ke dalam p

BAB IV
STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI

A Pendahuluan
A.
Strategi
g p
pembelajaran
j
ekspositori
p
menekankan
kepada proses bertutur.
Materi sengaja diberikan secara langsung.
Siswa menyimak untuk menguasai materi pelajaran
yang disampaikan guru.
Aliran yyang
g memengaruhi
g
p
pembelajaran
j
ekspositori
p
adalah aliran belajar behavioristik.
Aliran behavioristik lebih menekankan pada
pemhaman bahwa perilaku manusia pada dasarnya
keterkaitan antara stimulus dan respons, oleh
karenanya dalam implementasinya guru sebagai
stimulus
ti l merupakan
k ffaktor
kt yang sangatt penting.
ti

B. Karakteristik Strategi Pembelajaran


Ekspositori
k
i i
Strategi pembelajaran ekspositori adalah
strategi pembelajaran yang menekankan kepada
proses p
p
penyampaian
y p
materi secara verbal dari
seorang guru kepada sekelompok siswa dengan
maksud agar siswa dapat menguasai materi
pelajaran
l j
secara optimal.
i l
Istilah lain dari strategi ini adalah strategi
pembelajaran
b l j
llangsung atau
t direct
di t iinstruction
t ti
(Roy Killen, 1998) dan juga dinamakan strategi
chalk
chalk and talk
talk.

Karakteristik:
1 Strategi ekspositori dilakukan dengan cara
1.
menyampaikan materi pelajaran secara verbal.
2 Biasanya materi pelajaran yang disampaikan
2.
adalah materi pelajaran yang sudah jadi,
seperti data atau fakta
fakta, konsep-konsep tertentu
yang harus dihafal sehingga tidak menuntut
siswa untuk berpikir ulang.
ulang
3. Tujuan utama pembelajaran adalah
penguasaan materi pelajaran itu sendiri.
sendiri

Strategi pembelajaran ekspositori akan


efektif manakala:
1. Guru akan menyampaikan
y p
bahan-bahan baru
serta kaitannya dengan yang akan dan harus
dipelajari siswa (overview).
2 Apabila guru menginginkan agar siswa
2.
mempunyai kemampuan intelektual tertentu.
3. Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan cocok
untuk
k di
dipresentasikan.
ik
4. Jika ingin membangkitkan keingintahuan siswa
tentang topik tertentu.
tertentu
5. Guru menginginkan untuk mendemonstrasikan
suatu teknik atau prosedur tertentu untuk
k i t praktik.
kegiatan
ktik

6. Apabila seluruh siswa memiliki tingkat kesulitan


yang sama, sehingga guru perlu menjelaskan
untuk seluruh siswa.
7. Apabila guru akan mengajra pada sekelompok
siswa yang rata-rata memiliki kemampuan
rendah.
8 Jika lingkungan tidak mendukung untuk
8.
menggunakan strategi yang berpusat pada siswa.
9 Jika guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk
9.
menggunakan pendekatan yang berpusat pada
siswa.

C Prinsip
C.
Prinsip-prinsip
prinsip Penggunaan
1 Berorientasi pada tujuan
1.
Tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah
g dapat
p diukur atau b
berorientasi p
pada kompetensi
p
yyang
g
laku yyang
harus dicapai oleh siswa.

2. Prinsip
p Komunikasi
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi
penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada
sesorang/sekelompok orang (penerima pesan).
pesan)
Guru berfungsi sebagai sumber pesan dan siswa berfungsi
sebagai penerima pesan.
Sistem
Si t
k
komunikasi
ik i efektif
f ktif jika
jik pesan dapat
d
t ditangkap
dit
k secara
utuh oleh penerima pesan.

3. Prinsip kesiapan
Setiap individu akan merespons dengan cepat setiap
stimulus manakala dalam dirinya sudah memiliki
kesiapan.
kesiapan
Guru harus memosisikan siswa dalam keadaan siap
(fisik dan psikis) agar dapat menerima informasi.

4. Prinsip berkelanjutan
P
Proses pembelajaran
b l j
ekspositori
k
i i harus
h
d
dapat
mendorong siswa untuk mau mempelajari materi
pelajaran
p
j
lebih lanjut.
j

D. Prosedur Pelaksanaan
Hal-hal yang perlu dipahami guru dalam menggunakan
strategi ekspositori:
Rumuskan tujuan yang ingin dicapai.
Sebaiknya dirumuskan dalam bentuk perubahan tingkah laku yang spesifik yang
berorientasi kepada hasil belajar.

Kuasai materi pelajaran dengan baik


Pelajari sumber-sumber belajar yang mutakhir.
Persiapkan masalah-masalah yang mungkin muncul.
Buatlah garis besar materi pelajaran.

Kenali medan dan hal-hal yang memengaruhi proses penyampaian


Latar belakang audiens atau siswa.
Kondisi ruangan.
ruangan

Langkah-langkah
a g a la g a pe
penerapan
e apa st
strategi:
ateg :
1. Persiapan (Preparation)
B
Berikan
ik sugesti
ti yang positif
itif dan
d hindari
hi d i sugesti
ti yang negatif.
tif
Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai.
Bukalah file dalam otak siswa.

2. Penyajian (Presentation)
Penggunaan bahasa yang komunikatif dan memperhatikan tingkat
perkembangan
p
g audiens/siswa.
/
Intonasi suara yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
Menjaga kontak mata dengan siswa.
Menggunakan joke-joke yang menyegarkan.

3. Korelasi (Correlation)
Menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa.

4. Menyimpulkan
M
i
lk (Generalization)
(G
li i )
Memahami inti dari materi pelajaran yang disajikan.

5 Mengaplikasikan (Aplication)
5.
Unjuk kemampuan siswa setelah menyimak penjelasan guru.

E. Keunggulan
gg
dan Kelemahan
Keunggulan:
1. Guru dapat mengontrol urutan dan keluasan
materi pembelajaran.
p
j
2. Merupakan strategi yang efektif apabila materi
pelajaran
p
j
yyang
g harus dikuasai cukup
p luas.
3. Siswa dapat mendengar materi pelajaran
melalui penuturan sekaligus dapat melihat
atau mengobservasi.
b
i
4. Dapat digunakan untuk jumlah siswa dan
ukuran
k
kelas
k l yang besar.
b

Kelemahan:
1. Mungkin hanya dapat dilakukan pada siswa yang
memiliki kemampuan mendengar dan menyimak
secara baik.
2. Tidak dapat
p melayani
y
p
perbedaan setiap
p individu.
3. Sulit mengembangkan kemampuan sosialisasi,
hubungan interpersonal, dan berpikir kritis siswa
karena lebih banyak ceramah.
ceramah
4. Keberhasilannya tergantung pada apa yang
dimiliki guru.
5. Kesempatan mengontrol pemahaman siswa sangat
terbatas.

BAB V
STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI

A Pendahuluan
A.
Belajar merupakan proses
mental dan berpikir
dengan memanfaatkan
segala potensi yang
dimiliki setiap individu
secara optimal.

aliran belajar
KOGNITIF

Pengetahuan akan
bermakna manakala
di i dan
dicari
d ditemukan
di
k
sendiri oleh siswa.

Teori belajar
konstruktivistik
(Piaget)

Teori medan

Teori
konstruktiveistik

Teori gestalt

Aliran
belajar
kognitif
Aliran belajar
k
kognitif
itif

Teori belajar
k
konstruktivistik
t kti i tik

Strategi
Pembelajaran
Inkuiri

B Konsep Dasar
B.
Ciri utama strategi inkuiri:
1. Menekankan kepada aktivitas siswa secara
maksimal untuk mencari dan menemukan.
2. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan
untuk mencari dan menemukan jjawaban sendiri
dari sesuatu yang dipertanyakan.
3. Mengembangkan
3
g
g
kemampuan
p
berpikir
p
secara
sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan
kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses
mental.

Strategi inkuiri akan efektif manakala:


1. Guru mengharapkan siswa dapat menemukan sendiri
jawaban dari suatu permasalahan yang ingin
dipecahkan.
dipecahkan
2. Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak
berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, tetapi
sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
pembuktian
3. Jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin
tahu siswa terhadap sesuatu.
4. Jika
ik guru akan
k mengajar
j pada
d sekelompok
k l
k siswa
i
yang
rata-rata memiliki kemauan dan kemampuan berpikir.
5. Jika jjumlah siswa yyang
5
g belajar
j tak terlalu banyak
y
sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
6. Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk
menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.
siswa

C. Prinsip-prinsip Penggunaan
Faktor yang memengaruhi perkembangan mental:
Maturation atau
kematangan

Proses perubahan fisiologis dan anatomis

Physical
experience
p

Tindakan-tindakan fisik yang dilakukan individu


terhadap benda-benda yang ada di lingkungan
sekitarnya.

Social
experience

Aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain.

Equilibration

Proses p
penyesuaian
y
antara p
pengetahuan
g
yyang
g sudah
ada dengan pengetahuan baru yang ditemukannya.

Prinsip-prinsip penggunaan:
Berorientasi pada pengembangan intelektual
Pinsip interaksi
Prinsip bertanya
Prinsip belajar untuk berpikir
Prinsip keterbukaan

D. Langkah-langkah Strategi Pembelajaran


Inkuiri
k i i
1. Orientasi
Tahapan orientasi:
a) Menjelaskan topik
topik, tujuan
tujuan, dan hasil belajar yang
diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
b) Menjelaskan pokok
pokok-pokok
pokok kegiatan yang harus
dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan.
c) Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan
belajar.

2. Merumuskan
M
k masalah
l h
Hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan
masalah:
a) Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh
siswa.
b) Masalah yang dikaji mengandung teka-teki yang
jjawabannya
y p
pasti.
c) Konsep-konsep dalam masalah adalah konsepkonsep yang sudah diketahui terlebih dahulu
oleh siswa.
3. Mengajukan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu
permasalahan yyang
p
g sedang
g dikaji.
j

4. Mengumpulkan data
Aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan
untuk menguji hipotesis yang diajukan.
5. Menguji hipotesis
Proses menentukan jawaban yang dianggap
diterima sesuai degnan data atau informasi yang
diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
6. Merumuskan kesimpulan
Mendeskripsikan temuan yang diperoleh
berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

E. Kesulitan-kesulitan dalam
Implementasinya
l
i
1. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi
pembelajaran yang menekankan kepada proses
berpikir yang bersandarkan kepada dua sayap
yang sama pentingnya,
i
yaitu
i proses b
belajar
l j d
dan
hasil belajar.
2 Sejak lama tertanam dalam budaya belajar siswa
2.
bahwa belajar pada dasarnya adalah menerima
materi p
pelajaran
j
dari g
guru,, sebagai
g sumber yyang
g
utama.
3. Berhubungan dengan sistem pendidikan kita yang
di
dianggap
tidak
id k k
konsisten.
i

F Keunggulan dan Kelemahan


F.
Keunggulan:
gg
1. Menekankan kepada pengembangan aspek
kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang,
sehingga pembelajaran melalui strategi ini
dianggap lebih bermakna.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa unutk
b l j sesuaii d
belajar
dengan gaya b
belajarnya.
l j
3. Sesuai dengan perkembangan psikologi belajar
modern yang menganggap belajar adalah proses
perubahan tingkah laku lewat pengalaman.
4. Mampu melayani kebutuhan siswa yang memiliki
k
kemampuan
di atas
t rata-rata.
t
t

Kelemahan:
1. Sulit mengontrol
g
kegiatan
g
dan keberhasilan
siswa.
2. Tidak mudah mendesainnya,
y , karena terbentur
b
pada kebiasaan siswa.
3. Terkadang dalam implementasiknya
memerlukan waktu yang panjang, sehingga
guru sulit menyesuaikannya dengan waktu
yang telah ditentukan.

BAB VI
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH

A Pendahuluan
A.
Fakta pendidikan saat ini:
Pendidikan tidak diarahkan membentuk manusia
cerdas memiliki kemampuan memecahkan
cerdas,
masalah hidup, serta tidak diarahkan untuk
membentuk manusia kreatif dan inovatif.
Pembelajaran untuk melatih keterampilan berpikir kritis (Kronberg
dan Griffin, 2005):
analisis masalah,
pemecahan masalah,
atau belajar berbasis masalah yang menekankan pada metode sains, metode
kooperatif, dan inkuiri sains.

B Konsep Dasar dan Karakteristik SPBM


B.
Gagasan:
tujuan pembelajaran dapat dicapai jika kegiatan
pendidikan dipusatkan pada tugas-tugas atau
permasalahan yang otentik, relevan, dan
dipresentasikan dalam suatu konteks.
konteks
Aspek penting:
pembelajaran dimulai dengan permasalahan
dan permasalahan tersebut akan menentukan
arah pembelajaran dalam kelompok.
kelompok

Ciri utama SPBM:


1 SPBM merupakan rangkaian aktivitas
1.
pembelajaran.
2 Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk
2.
menyelesaikan masalah.
3 Pemecahan masalah dilakukan dengan
3.
menggunakan pendekatan berpikir secara
ilimiah.
ilimiah

Situasi dan kondisi yang tepat diterapkannya


SPBM:
1. Guru menginginkan
g g
siswa tidak hanya
y sekadar dapat
p
mengingat materi pelajaran, tetapi menguasai dan
memahaminya secara penuh.
2. Guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan
berpikir rasional siswa.
3. Guru menginginkan kemampuan siswa untuk
memecahkan masalah serta membuat tantangan
intelektual siswa.
4. Guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung
jawab dalam belajaranya.
belajaranya
5. Guru ingin agar siswa memahami hubungan antara
apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam
k hid
kehidupannya.

C. Hakikat Masalah dalam SPBM


Strategi Pembelajaran Inkuiri

Strategi Pembelajaran Berbasis


Masalah

Masalah bersifat tertutup

Masalah bersifat terbuka

Jawaban dari masalah sudah p


pasti

Jawaban dari masalah belum p


pasti

Guru mengarahkan siswa melalui


Siswa diberikan kesempatan
proses tanya jawab pada jawaban yang bereksplorasi mengumpulkan dan
sebenarnya sudah pasti
menganalisis data secara lengkap
untuk memecahkan masalah
Tujuan: menumbuhkan keyakinan
dalam diri siswa tentang jawaban
suatu masalah

Tujuan: kemampuan siswa untuk


berpikir kritis
kritis, analitis
analitis, sistematis
sistematis, dan
logis untuk menemukan alternatif
pemecahan masalah melalui
eksplorasi dalam rangka
menumbuhkan sikap ilmiah.

Hakikat masalah dalam SPBM:


Gap atau kesenjangan antara situasi nyata dan
kondisi yang diharapkan, atau antara kenyataan
dan harapan.
harapan
Kesenjangan dapat dirasakan dari adanya:
kersahan, keluhan, kerisauan, atau kecemasan.

Kriteria pemilihan bahan


pembelajaran dalam SPBM:
1 Mengandung isu
1.
isu-isu
isu yang mengandung konflik
yang bisa bersumber dari berita, rekaman
video dan lainnya
video,
lainnya.
2. Bersifat familiar dengan siswa
3 Berhubungan dengan kepentingan orang
3.
banyak
4 Mendukung tujuan atau kompetensi yang
4.
harus dimiliki oleh siswa sesuai kurikulum
5. Bahan
B h sesuaii d
dengan minat
i t siswa
i

D Tahapan-tahapan SPBM
D.
Metode pemecahan masalah dalam SPBM:
1. Merumuskan masalah
2 Menganalisis masalah
2.
3. Merumuskan hipotesis
4. Mengumpulkan
M
lk d
data
t
5. Menguji hipotesis
6. Merumuskan rekomendasi pemecahan
masalah

Langkah penerapan SPBM melalui


kelompok (David Johnson & Johnson):
Mendefinisikan masalah
Mendiagnosis masalah
Merumuskan alternatif strategi
Menentukan dan menerapkan strategi pilihan
Melakukan evaluasi

Langkah SPBM secara umum:


Menyadari masalah
Merumuskan masalah
Merumuskan hipotesis
Mengumpulkan data
Menguji hipotesis
Menentukan pilihan penyelsaian

E Keunggulan dan Kelemahan SPBM


E.
Keunggulan:
gg
a) Merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih
memahami isi pelajaran.
b) Menantang
M
t
k
kemampuan siswa
i
serta
t memberikan
b ik
kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi
siswa.
c) Meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
d) Membantu siswa mentransfer pengetahuan mereka
untuk
k memahami
h i masalah
l h dalam
d l
k
kehidupan
hid
nyata.
e) Membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan
barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran
yang mereka lakukan.

f) Mendorong siswa untuk melakukan evaluasi sendiri,


baik terhadap hasil maupun proses belajarnya.
belajarnya
g) Memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata
pelajaran pada dasarnya merupakan cara berpikir dan
sesuatu yang h
harus dimengerti
di
i oleh
l h siswa,
i
b
bukan
k
hanya sekadar belajar dari guru atau dari buku-buku
saja.
h) Lebih menyenangkan dan disukai siswa.
i) Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir
kritis dan kemampuan mereka untuk menyesuaikan
dengan pengetahuan baru.
j) Memberi kesempatan pada siswa untuk
mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki
dalam dunia nyata.
k) Mengembangkan minat siswa untuk secara terusmenerus belajar meskipun belajar pada pendidikan
formal telah berakhir.

Kelemahan:
a) Ketika siswa tidak memiliki minat atau
kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit
dipecahkan, mereka akan merasa enggan untuk
mencoba.
mencoba
b) Keberhasilan pembelajaran melalui problem
solving
g membutuhkan cukup
p waktu untuk
persiapan.
c) Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha
untuk memecahkan masalah yang sedang
dipelajari, mereka tidak akan belajar apa yang
mereka ingin pelajari.

BAB VII
STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

A Pendahuluan
A.
Ide penting: membelajarkan kepada siswa
keterampilan kerjasama dan kolaborasi.
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu
model pembelajaran di mana siswa belajar
dalam kelompok kecil yang heterogen dan
dikelompokkan dengan tingkat kemampuan
yang berbeda.

B. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran


Kooperatif
if
SPK adalah rangkaian kegiatan belajar yang
dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok
tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang telah dirumuskan.
Unsur penting dalam SPK:
a. Peserta
b Aturan
b.
c. Upaya belajar setiap anggota kelompok
d Tujuan
d.
T j
yang akan
k dicapai
di
i

Alasan SPK dianjurkan (Salvin


(Salvin, 1995):
1. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa
penggunaan pembelajaran kooperatif dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus
d
dapat
meningkatkan
i k k kemampuan
k
hubungan
h b
sosial, menumbuhkan sikap menerima
kekurangan diri dan orang lain,
lain serta dapat
meningkatkan harga diri.
2. Pembelajaran
j
kooperatif
p
dapat
p merealisasikan
kebutuhan siswa dalam belajar berpikir,
memecahkan masalah, dan mengintegrasikan
pengetahuan
t h
d
dengan k
keterampilan.
t
il

Komponen utama SPK:


Tugas kooperatif (cooperative task)
Berkaitan dengan hal yang menyebabkan anggota
bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok.

Insentif kooperatif (cooperative incentive


structure)
Sesuatu yang membangkitkan motivasi individu
untuk
k bekerja
b k j sama mencapaii tujuan
j
k l
kelompok.
k

SPK digunakan manakala guru


bermaksud:
Menekankan p
pentingnya
g y usaha kolektif selain usaha
individual dalam belajar.
Agar seluruh siswa bisa memperoleh keberhasilan dalam
belajar.
belajar
Menanamkan pemahaman bahwa siswa dapat belajar
dari teman lainnya,
y , dan belajar
j dari bantuan orang
g lain.
Mengembangkan kemampuan komunikasi siswa.
Meningkatkan motivasi siswa dan menambah tingkat
partisipasi
i i
i mereka.
k
Mengembangkan kemampuan siswa dalam
memecahkan masalah dan menemukan berbagai solusi
pemecahan.

C Karakteristik dan Prinsip


C.
Prinsip-prinsip
prinsip SPK
Karakteristik:
Pembelajaran secara tim
Didsarkan pada manajemen kooperatif
Kemauan untuk bekerja sama
Keterampilan
p
bekerja
j sama

Prinsip-prinsip:
Prinsip ketergantungan positif (positive
interdependence)
Tanggung jawab
j
b perseorangan
(individual accountability)
Interaksi tatap muka (face to face
promotion interaction)
Partisipasi dan komunikasi
(participation communication)

D Prosedur Pembelajaran Kooperatif


D.
1 Penjelasan materi
1.
Penyampaian pokok-pokok materi sebelum siswa belajar dalam
kelompok.

2. Belajar kelompok
Pengelompokan dalam SPK bersifat heterogen.

3. Penilaian
Penilaian dalam SPK bisa dilakukan dengan tes atau kuis, baik secara individu
maupun kelompok.
k l
k

4. Pengakuan tim
Penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau tim paling berprestasi untuk
kemudian diberikan penghargaan atau hadiah.

E. Keunggulan dan Kelemahan SPK


Keunggulan:
K
l
a) Siswa tidak tergantung pada guru, menambah kepercayaan untuk berpikir
sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari
siswa
i
yang llain.
i
b) Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide/gagasan dengan katakata dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
c) Menumbuhkan sikap respek pada orang lain, menyadari keterbatasan, dan
menerima perbedaan.
d) Memberdayakan siswa untuk bertanggung jawab dalam belajar.
e) Meningkatkan prestasi akademik dan kemampuan sosial,
mengembangkan harga diri, hubungan interpersonal, keterampilan
mengelola waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
f) Mengembangkan kemampuan untuk menguji ide dan pemahaman siswa
sendiri, serta menerima umpan balik.
g) Meningkatkan
g
kemampuan
p
siswa menggunakan
gg
informasi dan mengubah
g
belajar abstrak menjadi nyata.
h) Meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir.

Kelemahan:
a)) Membutuhkan
M b hk waktu
k untuk
k memahami
h i dan
d mengertii filosofi
fil
fi
SPK.
b) Tanpa adanya peer teaching yang efektif bisa jadi cara belajar
menggunakan SPK membuat siswa tidak bisa memahami apa
yang seharusnya dipahami.
c) Penilaian yang diberikan dalam SPK didasarkan kepada hasil
j kelompok.
p
Namun demikian,, guru
g
p
perlu menyadari
y
b
bahwa
kerja
sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi
setiap individu siswa.
d) Keberhasilan SPK dalam mengembangkan kesadaran
b k l
berkelompok
k memerlukan
l k periode
i d waktu
kt yang cukup
k panjang.
j
e) Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan
yang sangat penting untuk siswa, tetapi banyak aktivitas dalam
kehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan secara
individual. Karena itu, idealnya melalui SPK selain siswa belajar
bekerja sama, siswa juga harus belajar membangun kepercayaan
diri.

BAB VIII
STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

A Pendahuluan
A.
Strategi pembelajaran kontekstual (CTL)
adalah suatu strategi pembelajaran yang
menekankan kepada proses keterlibatan
siswa untuk dapat menemukan materi yang
dipelajari dan menghubungkannya dengan
situasi kehidupan
p nyata
y
sehingga
gg
mendorong siswa untuk dapat
p
y dalam kehidupan
p mereka.
menerapkannya

B. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran


Kontekstual
k
l
1. Pembelajaran kontekstual menekankan kepada
proses keterlibatan siswa untuk menemukan
materi.
2. Pembelajaran kontekstual mendorong siswa
dapat menemukan hubungan antara materi
yang dipelajari dengan situasi kehidupan
nyata.
3. Pembelajaran
P b l j
k
kontekstual
t k t l mendorong
d
siswa
i
untuk dapat menerapkannya dalam
kehidupan.
kehidupan

Karakteristik CTL:
1. Mengaktifkan pengetahuan yang sudah ada
(activiting knowledge)
p
dan menambah p
pengetahuan
g
2. Memperoleh
baru (acquiring knowledge)
pengetahuan
g
(understanding
g
3. Memahami p
knowledge)
4. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman
tersebut
b ((applying
l i k
knowledge)
l d )
5. Melakukan refleksi (reflecting knowledge)
t h d strategi
terhadap
t t i pengembangan
b
pengetahuan.
t h

Perbedaan pembelajaran kontekstual dengan


konvensional:
Pembelajaran Kontekstual (CTL)

Pembelajaran Konvensional

Siswa sebagai subjek

Siswa sebagai objek

Siswa belajar melalui kegiatan kelompok

Siswa belajar secara individu

Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata

Pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak

Kemampuan didasarkan pengalaman

Kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan

Tujuan akhir adalah kepuasan diri

Tujuan akhir adalah nilai dan angka

Tindakan/perilaku dibangun atas kesadaran diri


sendiri

Tindakan/perilaku didasarkan atas faktor dari


luar dirinya

Pengetahuan selalu berkembang sesuai dengan


pengalaman yang dialami

Tidak dapat terjadi

Siswa bertanggung jawab pada perkembangan


pembelajaran mereka

Guru penentu jalannya proses pembelajaran

Pembelajaran dapat terjadi di mana saja

Pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas

Keberhasilan pembelajaran diukur dengan


b b
berbagai
i cara (evaluasi
( l
i proses))

Keberhasilan pembelajaran hanya diukur melalui


t
tes

C Asas
C.
Asas-asas
asas Pembelajaran Kontekstual
1. Konstruktivisme
Merupakan proses membangun atau menyusun
pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa
berdasarkan pengalaman.
Hakekat pengetahuan (Piaget):
a) Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan saja,
t t i selalu
tetapi
l l merupakan
k k
konstruksi
t k ik
kenyataan
t
melalui
l l ik
kegiatan
i t subjek.
bj k
b) Subjek membentuk skema kognitif, kategori, konsep, dan struktur yang
perlu untuk pengetahuan.
c) Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsepsi seseorang.
seseorang Struktur
konsepsi membentuk pengetahuan bila konsepsi itu berlaku dalam
berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang.

2. Inkuiri
Proses pembelajaran didasarkan pada pencarian
dan p
penemuan melalui p
proses berpikir
p
secara
sistematis.
Penerapan asas inkuiri dalam pembelajaran
kontekstual dimulai dari adanya kesadaran
siswa akan masalah yang jelas yang ingin
di
dipecahkan.
hk
Melalui proses berpikir sistematis, diharapkan
siswa memiliki sikap ilmiah
ilmiah, rasional,
rasional dan logis
sebagai dasar pembentukan kreativitas.

3. Bertanya
e ta ya (Questioning)
Dalam pembelajaran kontekstual, guru tidak
menyampaikan informasi begitu saja, tetapi memancing
agar siswa dapat menemukan sendiri.
Kegiatan bertanya berguna untuk:
a) Menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam
penguasaan materi pelajaran.
b) Membangkitkan motivasi siswa untuk belajar.
belajar
c) Merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu.
d) Memfokuskan siswa pada sesuatu yang diinginkan.
e) Membimbing siswa untuk menemukan atau
menyimpulkan sesuatu.

4. Masyarakat
4
M
k tB
Belajar
l j (L
(Learning
i Community)
C
it )
Konsep masyarakat belajar dalam pembelajaran
kontekstual menyarankan agar hasil pembelajaran
diperoleh melalui kerja sama dengan orang lain.
Hasil belajar dapat diperoleh dari hasil sharing
dengan orang lain, antarteman, antarkelompok.
5 Pemodelan (Modeling)
5.
Proses pembelajaran dengan memperagakan
sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap
siswa.
Melalui modeling siswa dapat terhindar dari
pembelajaran yang teoretik-abstrak.

6. Refleksi (Reflection)
Proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang
dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian
kejadiankejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya.
Melalui proses refleksi, pengalaman belajar itu akan
g
siswa yyang
gp
pada
dimasukkan dalam struktur kognitif
akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang
dimilikinya.
7. Penilaian nyata
7
y
((Authentic Assesment))
Merupakan proses yang dilakukan guru untuk
mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar
yyang
g dilakukan siswa.
Penilaian dilakukan secara terus-menerus selama kegiatan
pembelajaran berlangsung.
penilaian diarahkan p
pada p
proses belajar
j bukan
Penekanan p
kepada hasil belajar.

D. Pola dan Tahapan Pembelajaran


Kontekstual
k
l
1. Pendahuluan
Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai, manfaat dari proses
pembelajaran, dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari.
Guru menjelaskan prosedur pembelajaran.
Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan siswa.

2. Inti
Siswa mengerjakan tugas secara berkelompok baik di lapangan maupun di
d l
dalam
k l
kelas.

3. Penutup
Siswa memberikan kesimpulan dengan bantuan guru.
guru

E Hakikat Pembelajaran Kontekstual


E.
1. Pembelajaran
j
kontekstual merupakan
p
konsep
p
pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan
antara materi pembelajaran dengan dunia
kehidupan peserta didik secara nyata
nyata, sehingga
para peserta didik mampu menghubungkan dan
menerapkan kompetensi hasil belajar dalam
kehidupan sehari-hari.
sehari hari
2. Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual
adalah memberikan kemudahan belajar
j kepada
p
peserta didik, dengan menyediakan berbagai
sarana dan sumber belajar yang memadai.
3 Pembelajaran kontekstual menghendaki pola
3.
hubungan yang interaktif antara guru dan siswa.

BAB IX
STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF

A Pengantar
A.
Sistem p
pengajaran
g j
yyang
g baik seharusnya
y dapat
p
membantu siswa mengembangkan diri secara
optimal dan mampu mencapai tujuan-tujuan
belajarnya.
belajarnya
Proses belajar mengajar perlu berorientasi pada
kebutuhan dan kemampuan siswa.
Pada
P d k
kegiatan
i
belajar
b l j aktif,
k if para siswalah
i
l h yang
melakukan kegiatan belajar, merekalah yang harus
mencari dan memecahkan masalah sendiri,
menemukan contoh-contoh, mencoba
keterampilan-keterampilan, dan melakukan tugastugas pembelajaran yang harus dicapai.
dicapai

B Memahami Cara dan Gaya Belajar Siswa


B.
Manfaat:
1. Dapat membantu guru mengerti dan menjelaskan
perbedaan yang dia temukan di kalangan siswa.
2. Guru mungkin ingin mengembangkan berbagai
strategi
g mengajar
g j untuk membangun
g kelebihan
individual yang berbeda yang dimiliki siswa.
3. Mengetahui
3
g
p
perbedaan siswa dapat
p membantu
guru mengembangkan strategi belajar siswasiswanya.

Kategori utama bagaimana sesorang


belajar:
1. Cara menyerap informasi dengan mudah
(modalitas)
g
dan mengolah
g
informasi
2. Cara mengatur
tersebut (kerja otak)
Jenis modalitas:
1. Siswa bertipe visual
2 Siswa bertipa auditorial
2.
3. Siswa kinestetik

C. Contoh Strategi Pembelajaran Aktif


The Power of Two
Reading
g Guide

Untuk menunjukkan bahwa belajar secara berpasangan


akan lebih baik hasilnya dibanding belajar secara sendiri.
sendiri

Pembelajaran dilakukan berbasis bacaan.

Info Search

Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar


kelas.

Index Card
M t h
Match

Memberi kesempatan pada peserta didik untuk


berpasangan dan memainkan kuis kepada kawan sekelas.
sekelas

Everyone
y
is A
Teacher Here

Memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk


bertindak sebagai seorang pengajar
pengajar terhadap peserta
didik lain.

Student Created
Case Study
PointCounterpoint
p

Merupakan studi kasus yang mengharuskan siswa untuk


mengambil
bil tindakan,
i d k
menyimpulkan
i
lk manfaat
f
yang dapat
d
dipelajari, dan cara-cara mengendalikan situasi serupa
pada waktu yang akan datang.

Merupakan sebuah teknik hebat untuk merangsang diskusi


dan mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang
berbagai isu yang kompleks.

Stude ts
Students
Questions Have

Merupakan cara yang mudah untuk mempelajari tentang


keinginan dan harapan siswa.

Listening
Team

Merupakan sebuah cara membantu peserta didik


agar tetap terfokus dan siap selama suatu pelajaran
mengikuti pembelajaran yang berlangsung.

Card Sort

Merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan


untuk mengajarkan konsep, penggolongan, sifat, fakta
tentang suatu objek,
objek atau mengulang informasi.
informasi

Jigsaw
Learning

Merupakan
p
sebuah
b
teknik yyang
g memiliki kesamaan
dengan teknik pertukaran dari kelompok ke
kelompok (Group-to-Group Exchange) dengan
perbedaan: setiap peserta didik mengajarkan sesuatu

Active
D b t
Debat
Giving Question
Getting Answer

Merupakan strategi untuk melakukan perdebatan


yang secara aktif melibatkan setiap peserta didik
d l
dalam
k l bukan
kelas
b k hanya
h
orang-orang yang hebat.
h b

M
Merupakan
k strategii pembelajaran
b l j
yang diarahkan
di hk
untuk membangun tim dan melibatkan peserta didik
dalam meninjau ulang materi pelajaran dari pelajaran
sebelumnya.

Active
Knowlage
Sharing

Merupakan cara yang bagus untuk menarik para


peserta didik dengan segera kepada materi pelajaran.
C
Cara
i i dapat
ini
d
t digunakan
di
k untuk
t k mengukur
k tingkat
ti k t
pengetahuan peserta didik selagi, pada saat yang
sama, melakukan beberapa team building.

The Firing
Line

Merupakan strategi yang diformat menggunakan


pergerakan cepat,
cepat yang dapat digunakan untuk
berbagai tujuan seperti testing dan bermain peran.

Team Quiz

Strategi ini akan meningkatkan kerja sama tim dan


juga sikap bertanggung jawab peserta didik untuk apa
yang
ang mereka pelajari dalam bentuk kuis (tebak(tebak
tebakan).

Connection
Reconnecting
Synergetic
Teaching

Planted
Question

Merupakan sebuah aktivitas yang secara simbolik menutup


kelas.
Secara khusus sesuai ketika peserta didik membentuk
hubungan dekat satu sama lain.

Memanfaatkan sisa waktu setelah pelajaran untuk


mengaitkan kembali pelajaran tersebut dengan para
peserta didik.

Merupakan sebuah pembelajaran bersinergi, yang


memungkinkan peserta didik mendapatkan pengalaman
yang berbeda dalam mempelajari materi pembelajaran
yang sama.

Memungkinkan guru untuk memberikan informasi


sebagai jawaban atas pertanyaan yang pernah
diberikan kepada peserta didik yang dipilih.
dipilih

Learning Starts
With A
Question
Who Is in The
Class?
TV Commercial

Merangsang peserta didik untuk bertanya


tentang mata pelajaran mereka, tanpa
penjelasan dari pengajar lebih dahulu.

Teknik mengajar ini sangat baik untuk


memecahkan kebekuan suasana di dalam
kelas, sehingga disebut sebagai icebreaker.

Strategi ini dapat menghasilkan


pembangunan tim (team building) yang
cepat.

Instant
Assessment

Strategi ini digunakan untuk meminta


siswa menjelaskan latar belakang,
pengalaman sikap,
pengalaman,
sikap harapan,
harapan dan
perhatian mereka secara cepat.

Lightening
the Learning
g
Climate

Strategi ini tidak hanya mengerjakan


sesuatu, namun pada saat yang sama
membuat
b t peserta
t didik berpikir.
b iki

The Study
Group

Metode ini memberikan peserta didik


tanggung jawab untuk mempelajari dan
menjelaskan
j
isinya
y dalam kelompok
p tanpa
p
kehadiran pengajar.

Anda mungkin juga menyukai