Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI

SEDIMENTASI
Dosen Pembimbing : Ir. Emma Hermawati, MT

Kelompok / Kelas

: 7 / 3A

Nama

: 1. Sifa Fuzi Allawiyah

NIM. 131411027

2. Siti Nurjanah

NIM.131411028

3. Suci Susilawati

NIM.131411029

4. Dila Adila

NIM.131411059

Tanggal Praktikum

: 22 Desember 2015

Tanggal Pengumpulan Laporan

: 22 Desember 2015

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
TAHUN 2015

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Limbah adalah sisa sebuah kegiatan yang sudah tidak bermanfaat atau bernilai
ekonomi. Limbah sendiri dari tempat asalanya bias beraneka ragam, ada limbah rumah
tangga (domestic), limbah dari pabrik pabrik besar da nada juga limbah dari suatu
kegiatan tertentu. Dalam dunia masyarakat yang semakin maju dan modern jumlah
limbah pun akan semaki meningkat. Peningkatan jumlah limbah ini pula dikarenakan
banyaknya konsumsi masyarakat terhadap suatu produk yang tidak terbatas jumlahnya.
Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari limbah domestic maupun limbah
industry secara langsung ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang
dapat merusak ekosistem air, dan dapat mengganggu kesehatan manusia. Olek karena itu
limbah yang ada tidak dapat langsung dibuang ke lingkungan dan harus memenuhi baku
mutu, sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu jenis pengolahan
air ini adalah, proses sedimentasi.

1.2 Tujuan
Menentukan waktu pengendapan optimum dalam bak sedimentasi.

BAB 2
TINAJAUAN PUSTAKA
Sedimentasi

adalah

pengendapansecaragravitasi

pemisahan
untuk

solid

dari

menyisihkan

liquid

menggunakan

suspended

solid.

Padaumumnya,sedimentasidigunakanpadapengolahanairminum,pengolahanairlimbah,danpa
dapengolahanairlimbahtingkatlanjutan.
2.1 Sedimentasi pada Pengolahan Air Minum
Sedimentasi pada pengolahan air minum memiliki tujuan yaitu:
-

Pengendapanairpermukaanuntukpenyisihanpartikeldiskret

Pengendapan flok hasil koagulasi-flokulasi, khususnya sebelum disaring dengan


filterpasircepat

Pengendapanlumpurhasilpembubuhansoda-kapurpadaprosespenurunankesadahan

Pengendapanpresipitatpadapenyisihanbesidanmangandenganoksidasi
Aplikasi teori sedimentasi pada pengolahan air yaitu :

a. Prasedimentasi
Bak prasedimentasi merupakan bagian dari bangunan pengolahan air minum yang
berfungsi untuk mengendapkan partikel diskret yang relatif mudah mengendap (diperkirakan
dalam waktu 1 hingga 3 jam). Teori sedimentasi yang dipergunakan dalam aplikasi pada bak
prasedimentasi adalah teori sedimentasi tipe I karena teori ini mengemukakan bahwa
pengendapan partikel berlangsung secara individu (masing-masing partikel, diskret) dan tidak
terjadi interaksi antar partikel.
a.

Sedimentasi II
Bak sedimentasi II merupakan bagian dari bangunan pengolahan air minum yang

berfungsi untuk mengendapkan partikel hasil proses koagulasi-flokulasi yang relatif mudah
mengendap (karena telah menggabung menjadi partikel berukuran besar). Tetapi partikel ini
mudah pecah dan kembali menjadi partikel koloid. Teori sedimentasi yang dipergunakan
dalam aplikasi pada bak sedimentasi II adalah teori sedimentasi tipe II karena teori ini
mengemukakan bahwa pengendapan partikel berlangsung akibat adanya interaksi antar
partikel.

2.2Sedimentasi pada Pengolahan Air Limbah


Padapengolahanairlimbah,sedimentasiumumnyadigunakanuntuk:
- Penyisihangrit,pasir,atausilt(lanau).
- Penyisihanpadatantersuspensipadaclarifierpertama.
- Penyisihanflok/lumpurbiologishasilprosesactivatedsludgepadaclarifier akhir.
- Penyisihanhumuspadaclarifierakhirsetelahtricklingfilter.
Aplikasi teori sedimentasi pada pengolahan air limbah:
a. Grit chamber
Grit chamber merupakan bagian dari bangunan pengolahan air limbah yang berfungsi
untuk mengendapkan partikel kasar/grit bersifat diskret yang relatif sangat mudah
mengendap. Teori sedimentasi yang dipergunakan dalam aplikasi pada grit chamber adalah
teori sedimentasi tipe I karena teori ini mengemukakan bahwa pengendapan partikel
berlangsung secara individu (masing-masing partikel, diskret) dan tidak terjadi interaksi antar
partikel.
b. Prasedimentasi
Bak prasedimentasi merupakan bagian dari bangunan pengolahan air limbah yang
berfungsi untuk mengendapkan lumpur sebelum air limbah diolah secara biologis. Meskipun
belum terjadi proses kimia (misal koaguasi-flokulasi atau presipitasi), namun pengendapan di
bak ini mengikuti pengendapan tipe II karena lumpur yang terdapat dalam air limbah tidak
lagi bersifat diskret (mengingat kandungan komponen lain dalam air limbah, sehingga telah
terjadi proses presipitasi).
c. Final clarifier
Bak sedimentasi II (final clarifier) merupakan bagian dari bangunan pengolahan air
limbah yang berfungsi untuk mengendapkan partikel lumpur hasil proses biologis (disebut
juga lumpur biomassa). Lumpur ini relatif sulit mengendap karena sebagian besar tersusun
oleh bahan-bahan organik volatil. Teori sedimentasi yang dipergunakan dalam aplikasi pada
bak sedimentasi II adalah teori sedimentasi tipe III dan IV karena pengendapan biomassa
dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan terjadinya pemampatan (kompresi).

Padapengolahanairlimbahtingkatlanjutan,sedimentasiditujukanuntuk
penyisihanlumpursetelahkoagulasidansebelumprosesfiltrasi.Selainitu,
prinsipsedimentasijugadigunakandalampengendalianpartikeldiudara.
Prinsipsedimentasipadapengolahanairminumdanairlimbahadalahsama
demikianjugauntukmetodadanperalatannya.
Bak sedimentasi umumnya dibangun dari bahan beton bertulang dengan
bentuklingkaran,bujur sangkar, atau segi empat. Bak berbentuk lingkaran umumnya
berdiameter

10,7

hingga45,7meterdankedalaman3hingga4,3meter.Bakberbentukbujursangkarumumnyamempu
nyailebar10hingga70meterdankedalaman1,8hingga5,8meter.Bakberbentuksegiempatumumny
amempunyailebar1,5hingga6meter,panjangbaksampai76meter,dankedalamanlebih dari 1,8
meter

(Reynold

&

Richards,

1996).

Namun,

angka-angka

tersebut

bukanlahangkamutlakyangharusdiikuti,harusdisesuaikandengankondisisetempatdandebitairya
ngdiolah.
2.3 Bentuk BakSedimentasi
Bentuk bak sedimentasi ada tiga macam yaitu :
1.

Segiempat(rectangular).Padabakini,airmengalirhorisontaldariinletmenujuoutlet
,sementarapartikelmengendapkebawah(Gambar2.1).

(a)

(b)

Gambar2.1Baksedimentasiberbentuksegiempat:(a)denah,(b)potonganmemanjang
2.

Lingkaran (circular) - center feed. Pada bak ini, air masuk melalui pipa
menujuinletbakdibagiantengahbak,kemudianairmengalirhorisontaldariinletmenujuoutletdis
ekeliling

bak,

sementara

partikel

mengendap

ke

bawah

Secaratipikalbakpersegimempunyairasiopanjang:lebarantara2:13:1.

(Gambar

2.2).

(a)

(b)

Gambar2.2Baksedimentasiberbentuklingkarancenterfeed:(a)denah,
(b)potonganmelintang

3. Lingkaran

(circular)

periferal

feed.

Pada

bak

ini,

air

masuk

melaluisekelilinglingkarandansecarahorisontalmengalirmenujukeoutletdibagiantengahling
karan,sementara

partikel

mengendap

ke

bawah

(Gambar

2.3).

Hasil

penelitianmenunjukkanbahwatipeperiferalfeedmenghasilkanshortcircuityanglebihkecildib
andingkantipecenterfeed,walaupuncenterfeedlebihseringdigunakan.Secaraumumpolaaliran
padabaklingkarankurangmendekatipolaidealdibandingbakpengendappersegipanjang.Meski
pundemikian,baklingkaranlebihseringdigunakankarenapenggunaanperalatanpengumpullu
mpurnyalebihsederhana.

(a)

(b)

Gambar2.3Baksedimentasiberbentuklingkaranperiferalfeed:(a)denah,(b)potonganmelintang

2.4 Bagian-bagianBakSedimentasi

a.

Inlet:tempatairmasukkedalambak.

b.

Zonapengendapan:tempatflok/partikelmengalamiprosespengendapan.

c.

Ruang

lumpur:

tempat

lumpur

mengumpul

sebelum

diambil

ke

luar

bak.Kadangdilengkapidengansludgecollector/scrapper.
Outlet: tempat di mana air akan meninggalkan bak, biasanya berbentukpelimpah(weir).

lebar

Zonaoutlet

Hefektif

Kedalamanair,H

Zonainlet

d.

Gambar 2.4Bagian-bagianbaksedimentasi

P
Z
V
V
Z
aii
e
ho
io
rnn<
n
jaV
m
a
luapt
kne
u
agn
m
ag
p
V
ne
tu
ran
id
ra
p
a
n
V
h

BAB 3

METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 AlatdanBahan
Tabel 3.1 Alat yang Digunakan
No.

NamaAlat

Bak sedimentasi

Turbidimeter

Gelas ukur

Gelas kimia

Cawan

Corong

Erlenmeyer

Oven

Neraca analitik

Tabel 3.2 Bahan yang Digunakan


No.

NamaBahan

Jumlah

Air kran

90 liter

Bentonit

45 gram

Tawas

Kertas saring

2 buah

3.2 Diagram AlirPercobaan

Persiapan
90 L Air

Pelarutan

Pengadukan (t = 5 menit)

Tawas 22,5 gr

Pengadukan (t = 5 menit)

Air Baku

Analisissampel
(NTU, TSS,dan pH)

Mengaturvalve inffluent

Pengisianbaksedimentasi

Membukavalve effluent

Pengambilansampel
(interval waktu = 10
menitselama t = 80
menit)

Analisissampel
(NTUdan pH)

Pengambilansampel t = 0
dan t= 80 menit
Analisissampel(NTU,
TSS dan pH)

Pengambilansampel t = 0
dan t= 80 menit

Mengeluarkan air
daribaksedimenta
si

Analisissampel
(NTU, TSS dan pH)

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini praktikan melakukan pengukuran terhadap nilai parameter
kekeruhan dan total suspended solid, dimana semakin lama waktu sedimentasi maka semakin
turun nilai parameter kekeruhan dan total suspended solidnya. Hal ini terjadi karena partikel
suspensi dan senyawa organik akan diikat oleh molekul tawas membentuk flok. Berdasarkan
hasil praktikum diperoleh hasil sebagai berikut :

Grafik 4.1 Hubungan Effisiensi Terhadap Waktu


Berdasarkan Grafik 4.1 diperoleh effisiensi sedimetasi pada rentang waktu 10 hingga 40
menit semakin meningkat, kemudian pada rentang 40 hingga 80 menit cenderung turun, dimana
Grafik 4.1 menggambarkan effisiensi sedimentasi berdasarkan nilai kekeruhan. Dengan kondisi
tersebut dapat diketahui waktu optimum proses sedimentasi pada waktu 30 menit dengan effisiensi
85.84776%. Selain berdasarkan nilai kekeruhan, effisiensi juga dapat dihitung berdasarkan nilai total
suspended solid. Dari perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan effisiensi proses sedimentasi
sebesar 88.439 %. Kekeruhan disebabkan adanya kandungan total disolved solid baik yang bersifat
organik maupun anorganik, sehingga dapat diketahui bahwa effisiensi berdasarkan kekeruhan akan
berbanding lurus terhadap effisiensi berdasarkan nilai total disolved solid.

DAFTAR PUSTAKA

Reynolds, Ton D. dan Richards, Paul A., Unit Operations and Processes in
Environmental Engineering, 2ndedition, PWS Publishing Company, Boston,1996.
Tchobanoglous,

George,

Wastewater

Engineering,

Treatment,

Disposal,

andReuse,

3rdedition, Metcalf & Eddy, Inc. McGraw-Hill, Inc. New York, 1991.
Peavy, Howard S., Donald R. Rowe, dan George T., EnvironmentalEngineering, McGrawHill Publishing Company, 1985
Sincero, Arcadio P. dan Gregorio A. Sincero, Environmental Engineering, Prentice Hall, 1996
Nevers, Noel De, Air Pollution Control Engineering, McGraw Hill, Inc. New York, 1995.

LAMPIRAN

Diketahui :
Volume Jartest

: 700 mL

Dosis optimum Jartest

: 250 mg/L

Kekeruhan Jartest

: 39.63 NTU

Volume untuk sedimentasi

: 9000 mL

Dosis optimum untuk sedimentasi

: DoTs

Kekeruhan Jartest untuk sedimentasi

: 34.05

VJT x DoJTx KJT= VTsx DoTsx KTs


DoTs =
= 2.26 mg/L

Tabel 1. Effisiensi pada sedimentasi setiap waktu


Waktu
(menit)
0
10
20
30
40
50
60
70
80

NTU1
(mg/L)
23.25
7.01
6.31
4.56
3.7
4.47
3.97
3.92
4.52

NTU2
(mg/L)
42.04
6.89
6.38
4.68
3.85
4.51
3.67
3.92
4.5

NTU rata-rata
(mg/L)
32.645
6.95
6.345
4.62
3.775
4.49
3.82
3.92
4.51

pH
6.1
6.4
7
7
7.5
7
7.3
7
7.1

Effesiensi (%)
0
78.71037
80.56364
85.84776
88.43621
86.24598
88.29836
87.99204
86.18471

TSS (Total Suspended Solid)


Sebelum sedimentasi :

TSS

x 1000

x 1000

x 1000

= 0.2275 mg/L
Setelah sedimentasi :

TSS

x 1000

x 1000

x 1000

= 0.0263 mg/L

Efisiensi (penurunan konsentrasi TSS)

x 100%

= 88,43 %

x 100%