Anda di halaman 1dari 24

ASKEP KELAHIRAN PREMATUR

KELOMPOK 2

NAMA ANGGOTA KELOMPOK


Sri Angga fransisca
Afif Raiz Fachruddien
Achmad Choiron
Audina Zefa Fabela
Makmun Wicaksono
Bagas Rani Putra Pradana
Rizky Nurlaili
Agus Ismawan
Dewi Retno Wulandari

(1401470012)
(1401470013)
(1401470014)
(1401470015)
(1401470016)
(1401470017)
(1401470018)
(1401470019)
(1401470020)

Definisi

Persalinan

prematur adalah persalinan yang


terjadi pada kehamilan kurang dari 37 mingu
(antara 20-37 minggu) atau dengan berat janin
kurang dari 2500 gram. (Nugroho, 2010).

Klasifikasi

Menurut usia kehamilannya maka prematur dibedakan


menjadi beberapa, yaitu:
a. Usia kehamilan 32 36 minggu disebut persalinan
prematur (preterm)
b. Usia kehamilan 28 32 minggu disebut persalinan
sangat prematur(very preterm)
c. Usia kehamilan 20 27 minggu disebut persalinan
ekstrim prematur(extremely preterm)

Menurut berat badan lahir, bayi prematur dibagi


dalam kelompok:
a. Berat badan bayi 1500 2500 gram disebut bayi
dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
b. Berat badan bayi 1000 1500 gram disebut bayi
dengan Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR)
c. Berat badan bayi < 1000 gram disebut bayi dengan
Berat Badan Lahir Ekstrim Rendah (BBLER)(Krisnadi,
2009)

Etiologi
Persalinan prematur merupakan kelainan
proses yang multifaktorial. Kombinasi keadaan
obstetrik, sosiodemografi, dan faktor medik
mempunyai pengaruh terhadap terjadinya
persalinan prematur. Kadang hanya resiko
tunggal dijumpai seperti distensi berlebih uterus,
ketuban pecah dini, atau trauma.

Banyak kasus persalinan prematur sebagai akibat proses


patogenik yang merupakan mediator biokimia yang mempunyai
dampak terjadinya kontraksi rahimdan perubahan serviks, yaitu :
1. Aktivasi aksis kelenjar hipotalamus hipofisis adrenal baik
pada ibu maupun janin, akibat stress pada ibu atau janin
2. Inflamasi desidua korioamnion atau sistemik akibat infeksi
asenden dari traktus genitourinaria atau infeksi sistemik
3. Perdarahan desidua
4. Peregangan uterus patologik
5. Kelainan pada uterus atau serviks

MANIFESTASI KLINIS BAYI


PREMATUR
1.

Bayi prematur digaris batas


.37 mg, masa gestasi (bayi berada dalam rahim)
.2500 gr
.Biasanya normal
.Masalah:
. Ketidak stabilan
. Kesulitan menyusu
. Ikterik
. RDS mungkin muncul(respiratori Distress Syindrome)
.Penampilan
. Liputan pada kaki sedikit
. Payudara lebih kecil
. Lanugo banyak
. Genetalia kurang berkembang

2.Bayi
.31

prematur sedang
mg 36 gestasi
.1500 gr 2500 gr
.6% - 7% seluruh kelahiran hidup
.Masalah:
. Ketidak stabilan
. Pengaturan glukosa
. RDS (respiratori Distress Syindrome)
. Ikterik
. Anemia
. Infeksi
. Kesulitan menyusu
.Penampilan:
. Seperti pada bayi prematur di garis batas tetapi lebih parah
. Kulit lebih tipis, lebih banyak pembuluh darah yang tampak

3. Bayi
.24

sangat prematur
mg 30 mg gestasi
.0,8% seluruh kelahiran hidup
.Masalah:
Ketidak stabilan
Pengaturan glukosa
RDS
Ikterik
Anemia
Infeksi
Kesulitan menyusu
.Penampilan

Kulit tidak memiliki lemak


. Kulit sangat tipis
. Kedua mata mungkin berdempetan
.

Karakteristik Bayi prematur:


Ekstremitas tampak kurus dengan sedikit otot dan
lemak sub kutan
Kepala dan badan disporposional
Kulit tipis dan keriput
Tampak pembuluh darah di abdomen dan kulit kepala
Lanugo pada ekstrimitas, punggung, dan bahu
Telinga lunak dengan tulang rawan dan mudah terlipat
Labia dan clitoris tampak menonjol
Sedikit lipatan ppada telapak tangan dan kaki

Kondisi yang menimbulkan masalah bayi


prematur
Sistem

pernafasan
Otot otot pernafasan susah berkembang
Dinding dada tidak stabil
Produksi surfaktan menurun
Pernafasan tidak teratur dengan periode apnea dan
sianosis
Gangguan refleks dan batuk

Sistem

pencernaan
Ukuran lambung kecil
Enzim penurunan
Garam empedu kurang
Keterbatasan mengubah glukosa menjadi
glikogen
Keterbatasan melepas insulin
Kurang koordinasi refleks menghisap dan menelan

Kestabilan

suhu
Lemak subkutanus sedikit, simpanan glikogen dan lipid sedikit
Kemampuan menggigil menurun
Aktivitas kurang

Sistem

ginjal
Ekspresi sodium meningkat
Kemampuan mengkonsentrasi dan mengeluarkan urin
menurun
Jumlah tubulus glomerulus tidak seimbang untuk protein,
as.amino dan sodium

Sistem

syaraf
Respon untuk stimulasi lambat
Reflek gag.menghisap dan menelan kurang
Reflek batuk lemah
Pusat kontrol pernafasan, suhu dan vital lain belum
berkabung

Infeksi

Pembentukan antibodi kurang


Tidak ada immunoglobulin M
Kemotaksis terbatas
Opsonitazation menurun
Hypo fungsi kel.adrenal

Fungsi

Liver
Kemampuan mengkonjugasi bilirubin
Penurunan HB setelah lahir

PATOFISIOLOGI
Secara umum, penyebab persalinan prematur
dapat dikelompokan dalam 4 golongan yaitu :
1) Aktivasi prematur dari pencetus terjadinya
persalinan
2) Inflamasi/infeksi
3) Perdarahan plasenta
4) Peregangan yang berlebihan pada uterus

KOMPLIKASI
Komplikasinya antara lain :
1. Sindrom aspirasi mekonium, asfiksia neonatorum, sindrom
distres respirasi, penyakit membran hialin
2. Dismatur preterm terutama bila masa gestasinya kurang
dari 35 minggu
3. Hiperbilirubinemia, patent ductus, arteriosus, pendarahan
ventrikel otak
4. Hipotermia, hipoglikemia, hipokalsemia, anemi, gangguan
pembekuan darah
5. Infeksi, retrolental fibroplasia, Necrotizing Enterocolitis (NEC)
6. Bronchophulmonary dysplasia, malformasi konginetal

PENATALAKSANAAN MEDIS
Pada ibu hamil yang berisiko mengalami
persalinan preterm perlu dilakukan pemeriksaan:
1. Umur kehamilan, karena lebih bisa dipercaya
untuk penentuan prognosis daripada berat janin
2. Demam atau tidak
3. Kondisi janin, seperti jumlahnya, letak, berat,
keadaan, kelainan kongenital dan sebagainya
dengan USG
4. Letak plasenta, untuk antisipasi seksio sesarea

Obat-obatan

yang digunakan untuk


penatalaksanaan persalinan preterm adalah:
a. Tokolitik
b. Kortikosteroid
c. Antibiotika

Perawatan di Rumah Sakit


Mengingat belum sempurnanya kerja organ-organ tubuh yang perlu
untuk pertumbuhan dan perkembangan dan penyesuaian diri dengan
lingkungan hidup di luar uterus maka perlu diperhatikan pengaturan
suhu lingkungan, pemberian makanan dan bila perlu pemberian oksigen,
mencegah infeksi serta mencegah kekurangan vitamin dan zat besi.
a. Pengaturan suhu
b. Pemberian ASI pada bayi prematur
c. Makanan bayi
d. Mencegah infeksi
e. Minum cukup
f. Memberikan sentuhan
g. Membantu beradaptasi

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Laboratorium
a) Pemeriksaan kultur urine
b) Pemeriksaan gas dan pH darah janin.
c) Pemeriksaan darah tepi ibu :
.Jumlah leukosit
.C-reactive protein. CRP ada pada serum penderita
yang menderita infeksi akut dan dideteksi berdasarkan
kemampuannnya untuk mempresipitasi fraksi
polisakarida somatik nonspesifik kuman Pneumococcus
yang disebut fraksi C. CRP dibentuk di hepatosit
sebagai reaksi terhadap IL-1, IL-6, TNF.

d) Amniosentesis
.Hitung leukosit
.Pewarnaan

gram bakteri (+) pasti amnionitis

.Kultur
.Kadar

IL-1, IL-6 ()
.Kadar glukosa cairan amnion
.Pemeriksaan ultrasonografi
e) Oligohidramnion : Goulk dkk. (1985) mendapati hubungan
antara oligohidramnion dengan korioamnionitis klinis
antepartum. Vintzileos dkk. (1986) mendapati hubungan
antara oligohidramnion dengan koloni bakteri pada amnion.

e) Penipisan

f)

serviks : Lams dkk. (1994) mendapati bila


ketebalan serviks < 3 cm (USG), dapat dipastikan
akan terjadi persalinan preterm. Sonografi serviks
transperineal lebih disukai karena dapat
menghindari manipulasi intravagina terutama pada
kasus-kasus KPD dan plasenta previa.
Kardiotokografi : kesejahteraan janin, frekuensi dan
kekuatan kontraksi