Anda di halaman 1dari 48

MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM PARENT STOCK FASE LAYER DI PERUSAHAAN PT. SUPER UNGGAS JAYA, SUKOREJO UNIT FARM PASURUAN, JAWA TIMUR

TUGAS AKHIR Oleh : Bayu Krisnamurti
TUGAS AKHIR
Oleh :
Bayu Krisnamurti

H3409006

PROGRAM DIPLOMA III AGRIBISNIS PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2012

i

MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM PARENT STOCK FASE LAYER DI PERUSAHAAN PT. SUPER UNGGAS JAYA, SUKOREJO UNIT FARM PASURUAN, JAWA TIMUR

TUGAS AKHIR

Program Studi Agribisnis Peternakan
Program Studi Agribisnis Peternakan

Sebagai Persyaratan Guna Memperoleh Sebutan Ahli Madya Peternakan Program Diploma III Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta

III Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta Oleh : Bayu Krisnamurti H3409006 PROGRAM DIPLOMA III

Oleh :

Bayu Krisnamurti

H3409006

Sebelas Maret Surakarta Oleh : Bayu Krisnamurti H3409006 PROGRAM DIPLOMA III AGRIBISNIS PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN

PROGRAM DIPLOMA III AGRIBISNIS PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2012

ii

MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM PARENT STOCK FASE LAYER

DI PERUSAHAAN PT. SUPER UNGGAS JAYA, SUKOREJO UNIT FARM

PASURUAN, JAWA TIMUR

TUGAS AKHIR

Disusun oleh : Bayu Krisnamurti H3409006 Telah dipertahankan di depan dewan penguji Pada tanggal :
Disusun oleh :
Bayu Krisnamurti
H3409006
Telah dipertahankan di depan dewan penguji
Pada tanggal : Mei 2012
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Susunan tim penguji

Penguji I

Penguji II

Ir. Sudiyono, M.S. NIP. 1959 0905 198703 1 001

Shanti Emawati, SPt., MP. NIP.1980 0903 200501 2 001

Surakarta,

Universitas Sebelas Maret

Fakultas Pertanian

Dekan

Mei 2012

Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS NIP. 1956 0225 198601 1 001

iii

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyeleseikan Tugas Akhir ini, dengan judul “ Manajemen Pemeliharaan Ayam Parent Stock fase layer”, tugas akhir ini merupakan laporan dari hasil magang di Peternakan PT Super Unggas Jaya unit Sukorejo Farm, yang disusun sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar Ahli Madya Diploma III Fakultas Pertanian jurusan Agribisnis peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dalam Tugas Akhir ini tidak lepas akan adanya bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis berterima kasih kepada yang terhormat :

ini penulis berterima kasih kepada yang terhormat : 1. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret

1. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Koordinator Program Diploma III Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Ketua Program Diploma III Agribisnis Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Bapak Ir.Sudiyono, M.S. selaku penguji yang telah memberikan pengarahan dari awal sampai akhir pelaksanaan magang.

5. Shanti Emawati, SPt., MP. selaku penguji yang telah bersedia mengevaluasi tugas akhir ini.

6. Pimpinan, karyawan, Peternakan PT Super Unggas Jaya unit Sukorejo Farm yang telah membantu dalam pelaksanaan magang.

7. Orang Tua yang telah berjasa mendukung sepenuhnya baik moril dan materiil.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini, tetapi penulis selalu berharap semoga laporan Tugas Akhir ini

bermanfaat bagi penulis khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya.

Surakarta,

Mei 2012

iv

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Magang

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Magang

C. Manfaat Magang

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Ayam Paren Stock

B. Umur

C. Pakan

D. Pencahayaan

E. Perkandangan

i

ii

iii

iv

v

vi

1

1

2

2

3

3

4

5

6

6

F. Kesehatan …………………………………………………………7

G. Biosecurity ………………………………………………………

9

III. METODE PELAKSANAAN

10

A. Tempat dan Waktu Magang

10

B. Aspek yang dikaji

10

C. Teknik Pengumpulan Data

10

D. Sumber Data

11

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

12

A.

Kondisi Umum

12

1. Profil Perusahaan

12

2. Lokasi Perusahaan

12

3. Ketenagakerjaan ……………………………………………

13

v

4.

Struktur Organisasi Perusahaan …………………………… 14

5. Peranan Perusahaan ………………………………………… 14

6. Peluang dan Kendala Perkembangan Perusahaan …………….15

B. Uraian Kegiatan Magang

1.

2.

3.

4.

16

16

16

16

17

21

21

21

22

23

26

28

30

Perkandangan …………………………………………………31

Pengenalan Perusahaan

Kegiatan umum pemeliharaan Parent Stock

Perkandangan Keadaan Umum Perusahaan Fase Starter Fase Grower Fase Layer Pengambilan Telur Manajemen Pakan Fase
Perkandangan
Keadaan Umum Perusahaan
Fase Starter
Fase Grower
Fase
Layer
Pengambilan Telur
Manajemen Pakan Fase Layer
Manajemen Pemberian Air Minum Fase Layer

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Manajemen Pemeliharaan Ayam Parent stock Fase Layer

C. Evaluasi Kegiatan Magang

Pencahayaan ………………………………………………… 33

Kesehatan …………………………………………………… 34

11. Biosecurity ……………………………………………………35

V.

KESIMPULAN DAN SARAN

.37

A. Kesimpulan

.37

B. Saran

.37

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

vi

DAFTAR TABEL

Tabel

Uraian

Halaman

1. Hasil Produksi Telur Tanggal 20 Sampai 2 Maret ……………….

2. Kandungan Nutrien BP - 3 ……………………………………….

3.

Konsumsi Air Minum Harian …………………………………….

4.

Kandungan Nutrien BP - 4………………………………………

4. Kandungan Nutrien BP - 4……………………………………… 27 29 29 30 vii

27

29

29

30

vii

Gambar

DAFTAR GAMBAR

Uraian

Halaman

1. Struktur Organisasi Peternakan PT Super Unggas Jaya

Unit Sukorejo…………………………………

14

1. Struktur Organisasi Peternakan PT Super Unggas Jaya Unit Sukorejo………………………………… 14 viii

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Uraian

1. Pengambilan Telur…………………………………

2. Blower …………………………………………………….

3. Penyetokan Pakan …………………………………………

4. Nest (sangkar) ……………………………………………

…………………………………………… 5. Alat Pencampur

5. Alat Pencampur Minum……………………………………

6. Troli………………………………………………………

7. Kandang Karantina………………………………………

8. Nepple ……………………………………………………………

9. Greding Telur ………………………………………………

10. Penimbangan Ayam Afkir …………………………………

11. Ayam Betina Saat Makan …………………………………

12. Ayam Jantan Saat Makan …………………………………

13. Ruang Shower ……………………………………………

14. Cooling Pet …………………………………………………

15. Cacing Pita ………………………………………………….

16. Penimbangan Sampel Berat Badan …………………………

17. Pakan BP 4 dan BBM ………………………………………

18. Bangkai Ayam ……………………………………………

19. Program Vaksinasi ………………………………………….

20. Lay Out Kandang …………………………………………

21. Lay Out Perusahaan ………………………………………

ix

Halaman

41

41

41

41

41

41

42

42

42

42

42

42

43

43

43

43

43

43

44

45

46

LAMPIRAN x

LAMPIRAN

x

1

A.

I. PENDAHULUAN

Latar Belakang Bibit merupakan salah satu sarana produksi pembudidayaan ternak yang penting dan strategis dalam penyediaan pangan asal hewan yang berdaya saing tinggi. Komoditas unggas khususnya ayam ras mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk unggas yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia, harga relatif murah dengan akses yang mudah diperoleh. Pembibitan ayam ras saat ini sudah berkembang pesat dengan didukung kemajuan teknologi di bidang perunggasan, sehingga pembibitan ayam ras di Indonesia telah memberikan konstribusi nyata pada pembangunan pertanian, khususnya dalam penyediaan protein hewani untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, untuk menghasilkan bibit ayam ras yang bermutu diperlukan pedoman pembibitan ayam ras yang baik (good breeding practice), yang didalamnya mengatur mengenai prasarana dan sarana, proses produksi, pelestarian fungsi lingkungan, serta pembinaan dan pengawasan. Mahasiswa yang merupakan calon Ahli Madya juga dituntut untuk mengetahui ilmu secara langsung baik teori maupun praktek yang berupa pengalaman di lapangan. Praktek dapat diperoleh melalui praktikum di

laboraturium maupun melalui praktek secara langsung di masyarakat dengan melakukan kegiatan magang. Kegiatan magang diharapkan menjadi sarana untuk belajar mahasiswa dalam menerapkan teori yang dipelajari diperkuliahan, sehingga mahasiswa akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman kerja di lingkungan yang baru dan bagaimana berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan perusahaan. Pemilihan kegiatan magang di perusahaan pembibitan ayam broiler PT. Super Unggas Jaya Pasuruan, ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang usaha

pembibitan ayam Broiler terutama manajemen pemeliharaan masa Layer. Aspek- aspek yang akan dikaji antara lain penyediaan DOC, perkandangan, tatalaksana

manajemen pemeliharaan masa Layer . Aspek- aspek yang akan dikaji antara lain penyediaan DOC, perkandangan, tatalaksana

1

2

pemberian pakan, Biosecurity, kesehatan ayam parent stock, dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengalaman melalui kegiatan magang mahasiswa di pembibitan ayam broiler PT. Super Unggas Jaya Pasuruan.

B. Tujuan Magang

1. Tujuan Umum

Super Unggas Jaya Pasuruan. B. Tujuan Magang 1. Tujuan Umum a. Mahasiswa memperoleh pengalaman yang berharga

a. Mahasiswa memperoleh pengalaman yang berharga dengan mengenali kegiatan di lapangan kerja yang ada di bidang peternakan secara luas.

b. Meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke masyarakat.

c. Mahasiswa memperoleh ketrampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yakni secara langsung dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan masalah yang ada dalam kegiatan di bidang peternakan.

d. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, instansi

terkait dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi.

2. Tujuan khusus

a. Mengetahui secara langsung kondisi umum perusahaan Pembibitan ayam

broiler PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm.

b. Mengetahui segala aspek yang terkait dengan kegiatan yang ada di Pembibitan ayam broiler PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm.

3

C. Manfaat Magang

- Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu teori dalam perkuliahan kedalam dunia kerja.

- Mahasiswa mampu berkomunikasi dan mengintegrasikan diri dalam lingkungan perusahaan.

dan mengintegrasikan diri dalam lingkungan perusahaan. - Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan dan kendala di

- Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan dan kendala di perusahaan PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm.

II TINJAUAN PUSTAKA A. Ayam Parent Stock Menurut Sarengat (1990) bentuk industri pembibitan unggas di

II TINJAUAN PUSTAKA

A. Ayam Parent Stock

Menurut Sarengat (1990) bentuk industri pembibitan unggas di Indonesia secara umum disebut dengan Franchise Breeder Farm. Status genetic ayam yang dikembangkan Franchise Breeder Farm dibagi menjadi tiga yaitu : galur murni, Grand Parent Stock dan Parent Stock. Galur murni adalah Breeder Fram yang mengembangkan sifat – sifat bangsa ayam yang diseleksi dan dimuliabiakan untuk ayam tipe pedaging dan ayam tipe petelur berdasarkan tujuan produksinya. Grand parent Stock yaitu breeder Farm yang mengembangkan bibit sejak generasi Grand parent Stock untuk menghasilkan generasi Parent Stock; sedangkan Parent Stock merupakan Breeder Farm yang mengembangkan bibit generasi unggas hanya dari generasi Parent Stock untuk menghasilkan bibit generasi terakhir yaitu Final Stock. Keberhasilan tenak ayam broiler dipengaruhi oleh faktor bibit. Bibit dipengaruhi oleh faktor genetik yang sangat sangat menentukan keberasilan usaha. Menurut Sarengat (1990) 30 persen penentu keberhasilan usaha adalah faktor penggunaan bibit, sedangkan faktor lingkungan (suhu lingkungan, makanan dan teknologi pemeliharaan) mencakup 70 persen sebagai penentu.

Ayam pembibit (Parent Stock) adalah ayam penghasil bibit Final Stock pada ayam komersial dan merupakan hasil pemeliharaan dengan metode perkawinan tertentu pada peternakan generasi. Grand parent Stock (Sudaryani dan Santoso, 1999). Berdasarkan tingkat generasinya dikenal dengan tiga jenis yaitu : 1) Generasi pure line yang menghasilkan generasi Great grand parent stock, generasi grand parent stock, generasi parent stock, dan generasi final stock, 2) Generasi grand parent stock yang menghasilkan generasi parent stock dan

generasi final stock, 3) Generasi parent stock merupakan generasi penghasil final stock tidak dapat diturunkan lagi secara langsungkarena kemampuan

parent stock merupakan generasi penghasil final stock tidak dapat diturunkan lagi secara langsungkarena kemampuan 4

4

5

B.

produksi

(Sudaryani, 1999).

pada

turunannya

akan

mengalami

penurunan

keunggulan

Umur Ayam Secara keseluruhan pemeliharaan ayam petelur dibagi menjadi beberapa periode yaitu periode starter (umur 0 minggu sampai 8 minggu) dimana merupakan fase awal, periode grower yang merupakan fase pertumbuhan ( untuk ayam dara mulai umur 9 hingga 20 minggu ), dan periode layer ( umur 21 minggu sampai afkir pada umur 75 sampai 80 minggu) merupakan fase produksi dan bertelur (Kartadisastra, 1994). Ayam petelur akan mulai berproduksi pada umur 5 - 5,5 bulan (20- 22 minggu). Produksi akan meningkat dengan cepat pada bulan-bulan pertama dan mencapai puncaknya sekitar umur 7-8 bulan (28-32 minggu) kemudian perlahan-lahan akan menurun sampai ayam diafkir sekitar umur 18 bulan (72 minggu) (Indarto, 1990). Pemeliharaan ayam petelur dibagi menjadi tiga periode yaitu periode starter, grower dan layer. Pada saat ayam petelur berumur 18 minggu ayam tersebut dipindahkan dari kandang grower menuju kandang layer, tujuan dari pemindahan ini adalah untuk memberikan penanganan terhadap ayam tersebut

karena menjelang produksi. Ayam tersebut akan mulai berproduksi pada umur 20 minggu dan akan berahir pada umur 72 minggu. Ayam petelur biasanya mulai berproduksi pada umur lima bulan (20-21 minggu) dan akan terus belanjut rata-rata sampai 12 bulan (52 mingu) setelah itu mengalami periode rontok bulu. Ayam petelur akan berproduksi pada 20 minggu atau 20 minggu pertama, ayam petelur akan berproduksi penuh selama satu tahun (52-56 minggu). Pada kurun waktu tersebut ayam akan memaksimalkan produksi telurnya, pada kurun waktu ini kita harus memaksimalkan manajemen supaya

efektif dan efisien supaya produksi dan keuntungan dapat dicapai secara maksimal (Abbott and Stewart, 2006).

supaya efektif dan efisien supaya produksi dan keuntungan dapat dicapai secara maksimal (Abbott and Stewart, 2006).

6

C. Pakan

Pakan yang diberikan pada ayam juga merupakan hal yang perlu mendapat perhatian, sebab pakan yang kurang memenuhi standart mutu

sebagai pakan ayam yang baik, dapat juga menjadi salah satu sebab ayam sakit, untuk itu agar dicapai efisiensi dan produktivitas yang optimal maka perlu adanya koordinasi antara pakan, pemeliharaan kesehatan dan Program pengelolaan usaha (Irawan, 1995). Pemberian pakan harus diberikan setiap hari sesuai dengan kebutuhan ayam, baik secara kuantitatif maupun kualitasnya (Fadilah, 2004). Pemberian pakan yang salah dapat memicu stres dan defisiensi salah satu nutrisi sehingga ayam banyak menemui masalah Ayam membutuhkan sejumlah unsur gizi untuk hidupnya, misalnya bernafas, peredaran darah dan bergerak yang disebut kebutuhan hidup pokok selain itu unsur gizi dibutuhkan untuk produksi telur (Rasyaf, 1997). Konsumsi pakan sangat penting untuk diperhatikan pada periode layer, terutama program konsumsi pakan menjelang puncak produksi. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan ayam, kandungan nutrien pada pakan periode layer yaitu protein 15 persen dan energi metabolisme 2.700 kkal/kg. Kode pakan yang digunakan 735, kenaikan jumlah pakan harus

mencukupi kebutuhan gizi ayam untuk produksi telur dan pertumbuhan, yang pemberianya bertahap sehingga dapat mencegah terjadinya over stimulasi pada ayam yang belum siap untuk berproduksi. Pemberian pakan dilakukan satu kali yaitu pada pagi hari pukul 08.30 WIB. (Hybro, 2001). Tingkat konsumsi air minum yang harus dimonitor setiap hari. Konsumsi air minum memiliki hubungan dengan tingkat produksi, jumlah pakan yang dikonsumsi dan temperature lingkungan. Ayam yang kekurangan air minum akan menyebabkan produksi telur menurun akibat terganggunya

proses metabolisme. Jumlah konsumsi air minum pada periode layer yaitu 2,2 – 2,5 kali dari jumlah konsumsi pakan. (Fadilah dan Roni, 2007).

konsumsi air minum pada periode layer yaitu 2,2 – 2,5 kali dari jumlah konsumsi pakan. (Fadilah

7

Konversi ransum merupakan suatu ukuran yang dapat digunakan untuk menilai efisien penggunaan ransum serta kualitas ransum, salah satu ukuran efisiensi adalah dengan membandingkan antara jumlah ransum yang

diberikan (input) dengan hasil yang diperoleh baik itu daging atau telur (output). Hal ini karena berkaitan dengan pertumbuhan ayam dan juga konsumsi ransum. Konversi inilah yang selalu diperbaiki dari masa kemasa oleh berbagai pembibit sesuai dengan kemampuan genetis ayam dan ditunjang dengan lingkungan yang baik (Rasyaf, 2008).

dan ditunjang dengan lingkungan yang baik (Rasyaf, 2008). D. Kandang Perusahaan menggunakan closed house system

D. Kandang Perusahaan menggunakan closed house system atau kandang system tertutup. keuntungan menggunakan kandang tertutup yaitu memudahkan pengawasan, pengaturan suhu dan kelembaban, pengaturan cahaya, mempunyai fentilasi yang baik serta penyebaran penyakit mudah diatasi. Berdasarkan fase pemeliharaanya, kandang yang digunakan oleh perusahaan menggunakan sistem brood-grow-lay (Sudaryani dan Santoso, 2004). Sebagai salah satu sarana pendukung usaha, sebagai alat perkandangan harus tersedia dan dalam keadaan bersih, siap pakai dan jumlahnya mencukupi. Penempatan peralatan harus ditempatkan ditempat yang mudah dijangkau, sehingga tidak

menyulitkan dalam mencari pada saat akan dipakai (Abidin, 2004). Salah satu solusi dari penanganan heat stress pada ayam broiler adalah menggunakan closed house (kandang tertutup). Closed house adalah kandang ayam dengan suhu dan kelembaban yang dapat diatur secara otomatis sehingga ayam tidak akan mengalami heat stress. Terdapat keuntungan daru penggunaan closed house yaitu dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan serta temperatur didalam kandang lebih dingin dan ayam tidak terpengaruh cuaca dari luar kandang (Roni, 2000).

8

E. Kesehatan Menjaga kebersihan kandang merupakan satu langkah strategis mengurangi populasi bibit penyakit di sekitar ayam. Karakteristik yang paling

menonjol dari bibit penyakit adalah menyukai tempat – tempat yang kotor, sehingga jika peternak berkeinginan memerangi bibit penyakit, ia harus menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar. Hal ini bisa dicapai dengan melakukan program sanitasi dan disinfeksi kandang secara rutin. Program sanitasi dan vaksinasi masih dilakukan hingga ayam afkir. Sanitasi yang dilakukan sama dengan periode sebelumnya. Program vaksinasi yang dilakukan pada periode layer, sebagian besar merupakan vaksinasi ulang yang telah dilakukan pada periode sebelumnya (Abidin, 2004). Ayam akan tetap sehat jika total energi dan bahan nutrisi lain yang dikonsumsi sesuai standar kebutuhan masing – masing strain. Monitoring yang ketat terhadap tingkat konsumsi pakan setiap hari, secara tidak langsung peternak meningkatkan daya tahan tubuh ayam menghadapi bibit penyakit yang ada. Lingkungan ayam yang nyaman juga dapat mengurangi level stress pada ayam. Daya tahan tubuh ayam akan lebih baik jika dalam lingkungan yang kadar amoniak rendah, tidak berdebu, cukup oksigen, temperature dan kelembaban sesuai, dan tidak terlalu padat (Abidin, 2004).

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan dua cara, cara pertama adalah melalui tatalaksana harian dan yang kedua melalui obat vaksin. Keduanya digunakan bersama dan saling mendukung satu sama yang lain. Tatalaksana pencegahan melalui tatalaksana harian pada prinsipnya adalah menciptakan suasana tenang, bersih, dan nyaman di peternakan. Pencegahan penyakit virus dilakukan dengan cara vaksinasi (Rasyaf, 1992). Vaksinasi adalah suatu tindakan dimana hewan dengan sengaja dimasuki gen penyakit (anti gen) yang telah dilemahkan dengan tujuan untuk

perangsang pembentuk daya tahan atau daya kebal tubuh terhadap suatu

(anti gen) yang telah dilemahkan dengan tujuan untuk perangsang pembentuk daya tahan atau daya kebal tubuh

9

penyakit, dan aman untuk tidak menimbulkan penyakit. Kekebalan tubuh optimal bila vaksinasi diberikan pada kondisi yang optimal (Rasyaf, 1990). Lama dan kuatnya reaksi vaksin dan kekebalan penyakit yang

diperoleh tergantung dari imunitas yang diperoleh pada saat vaksinasi mula – mula. Jadi cara pemberian, persiapan dan hal – hal lain harus dilakukan dengan betul pada saat vaksinasi pada pertama kali. Daya tahan tubuh ayam terhadap penyakit yang akan diperoleh akan lebih baik bila ayam lebih sehat dan kuat kondisinya (Yahya, 1980). Vaksin ND diberikan pada ayam umur empat hari yaitu dengan suntik langsung (subkutan) dan dengan tetes mata. Vaksin gumboro (IBD) juga diberikan ayam umur 12 hari dengan mencampurkan pada air minum (fadilah, 2004). Vaksinasi gumboro (IBD) dilakukan pada ayam saat berumur tujuh sampai Sembilan hari, yakni melalui pemberian air minum (Rasyaf,2008).

hari, yakni melalui pemberian air minum (Rasyaf,2008). F. Biosecurity Program sanitasi mrupakan tindakan

F. Biosecurity Program sanitasi mrupakan tindakan pembersihan dan penyucihamaan kandang dan peralatanya yang dilakukan secara teratur. Penyucian ini dilakukan dengan cara penyemprotan desinfektan keseluruh kandang dan peralatan. Penyakit pada ayam dapat mengakibatkan kemrosotan produksi

telur (Maulana dan Ferry, 2001). Tempat minum ayam sebaiknya dibersihkan sehari sekali karena kebersihan peralatan kandang seperti tempat air minum merypakan syarat mutlak kesehatan ayam (Abidin, 2004). Biosecurity merupakan tindakan pengamanan terhadap ternak, melalui pengamanan terhadap lingkunganya dan orang atau person yang terlibat dalam siklus pemeliharaan, bisa jadi kegagalan peternak dalam memproduksi ayam satunya adalah atas keteledoran dalam penerapan biosecurity ( Riyadi, 2007). Biosekuritas merupakan suatu system untuk mencegah penyakit baik klinis

maupun subklinis, yang berarti sistem untuk mengoptimalkan produksi unggas secara keseluruhan, dan merupakan bagian untuk mensejahterakan

10

hewan (animal welfare). Awal konsep biosekuritas diterapkan untuk menghasilkan unggas yang bebas penyakit tertentu (specific patogen free) untuk keperluan penelitian secara eksperimental, tetapi saat ini telah

diterapkan pada berbagai jenis peternakan sebagai upaya praktis untuk mencegah masuknya organisme penyebab penyakit (patogen) dari luar kedalam peternakan.

sebagai upaya praktis untuk mencegah masuknya organisme penyebab penyakit (patogen) dari luar kedalam peternakan.

11

III METODE PELAKSANAAN

A. Tempat dan Waktu Magang Kegiatan magang di perusahaan ini dilaksanakan di peternakan ayam Parent Stock PT. Super Unggas Jaya. yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Pelaksanaan magang di PT. Super Unggas Jaya Farm ini

Pelaksanaan magang di PT. Super Unggas Jaya Farm ini dilakukan selama satu bulan terhitung mulai tanggal

dilakukan selama satu bulan terhitung mulai tanggal 20 Febuari sampai 17 Maret

2012.

B. Aspek yang Dikaji 1. Pengamatan secara umum mengenai keadaan umum dari perusahaan diantaranya sejarah perusahaan, kondisi perusahaan dan struktur organisasi di perusahaan ayam Parent Stock PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm. 2. Pengamatan secara khusus mengkaji tentang tata cara manajemen pemeliharaan ayam Parent Stock PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm.

C. Teknik Pengumpulan Data Metode pengambilan data yang digunakan selama magang di PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm melalui beberapa pendekatan meliputi:

1.

Wawancara

Wawancara dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab secara langsung yang berkaitan dengan materi magang. Kegiatan dimulai dari pengamatan secara langsung dan mencatat hal yang belum dimengerti, setelah bertemu dengan manajer dilakukanlah proses wawancara mengenai sejarah perusahaan, cara umum pemeliharaan ayam Parent Stock, pengadaan strain ayam, jenis kandang yang digunakan, jenis bahan pakan, cara pemberian pakan dan proses pengafkiran.

11

12

2. Pengamatan Lapang dan Diskusi Pengamatan dilakukan secara langsung dengan ikut bekerja di PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm, mulai dari manajemen

pemeliharaan ayam Parent Stock periode Layer. Meliputi pemberian pakan, pemberian dan pencampuran air minum, pengambilan telur, pemberian kalsit, seleksi ayam, penyetaraan ayam, kandang karantina, penambahan sekam, suhu ruangan, pengambilan sampel darah, vaksinasi dan pengafkiran. Pada saat melakukan pengamatan kami melakukan diskusi baik dengan operator kandang maupun manajer tentang perusahaan.

dengan operator kandang maupun manajer tentang perusahaan. Studi Pustaka Mencatat hal-hal yang terkait dengan topik

Studi Pustaka Mencatat hal-hal yang terkait dengan topik yang diambil, dapat melalui studi pustaka sehingga dapat dijadikan referensi dalam pemecahan masalah.

3.

13

IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi Umum

1. Profil Perusahaan PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm yang berdiri pada tanggal 14 November 2007 dengan di pimpin oleh pak Yudi, dengan bangunan sistem kontrak dengan pemilik bangunan adalah pak Iwan dari malang. PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm mempunyai 16 bangunan kandang dengan kapasitas perkandang 10.000 ekor ayam, setiap kandang terdiri dari 5 pen setiap pen disi dengan kapasitas 2000 ekor dan setiap kandang terdapat 2 kandang karantina. Saat ini rata – rata populasi ayam perkandang sebanyak 7.107 ekor untuk betina dan 675 ekor untuk jantan.

sebanyak 7.107 ekor untuk betina dan 675 ekor untuk jantan. 2. Lokasi Perusahaan PT. Super Unggas

2. Lokasi Perusahaan PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm, Pasuruan, Jawa Timur. Wilayah Kabupaten Pasuruan berada di dataran tinggi diatas permukaan laut. Kabupaten Pasuruan mempunyai iklim tropis dengan suhu harian yang berkisar antara 19 – 31 0 C. Curah hujan rata-rata dibawah 3000 mm per tahun dengan hari hujan di bawah 150 hari per tahun. PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm Pasuruan berdiri di atas

lahan seluas 15 ha. Batas perusahaan ini diberi tembok pembatas yang terbuat dari batako setinggi 4 meter, selain untuk melindungi dari terpaan angin secara langsung, juga untuk mencegah masuknya binatang buas dan menghindari adanya pencurian ayam dan telur. Berdasarkan administrasi wilayahnya perusahaan ini termasuk ke dalam Dukuh Karanglo, Desa sukorejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Perusahaan ini mempunyai fasilitas yang memadai dan memenuhi persyaratan sebagai perusahaan peternakan. Fasilitas yang tersedia antara lain

: Perkandangan, mes karyawan, ruang administrasi, gudang telur, gudang pakan, kulkas, mixer pakan, pos satpam, biosecurity area dan masjid.

12

ruang administrasi, gudang telur, gudang pakan, kulkas, mixer pakan, pos satpam, biosecurity area dan masjid. 12

14

Perusahaan ini setiap harinya mampu menghasilkan telur tetas yang

sampingan dari perusahaan ini

adalah berupa kotoran ternak yang dibeli oleh pedagang kotoran ayam yang

telah menjalin kerjasama dengan perusahaan. 3. Ketenagakerjaan Perusahaan ini mengangkat satu orang manajer operasional yang berwenang untuk memimpin dan mengatur semua kegiatan produksi. Manajer operasional dibantu oleh tiga orang staf superviser dan empat orang formen yang bertugas membantu superviser dilapangan. Setiap kandang ada dua operator yang bertugas memberi pakan mengambil telur , kontrol air minum, kontrol bangkai, pembersihan kandang dan lain-lain. Total keseluruhan jumlah operator kandang adalah 35 orang, satu orang untuk Human Resource Development (HRD) dan sekertaris, sedangkan security ada 5 orang. Tugas dan pemegang jabatan dalam struktur organisasi tersebut

Hatching Egg (HE) rata-rata 64.000/hari

Hasil

tersebut Hatching Egg (HE) rata-rata 64.000/hari Hasil adalah: a. Manajer operasional bertugas mengatur, mengawasi

adalah:

a. Manajer operasional bertugas mengatur, mengawasi kegiatan produksi, mengkoordinir para karyawan serta melaporkan seluruh kegiatan kepada pemilik perusahaan.

b. HRD bertugas mencari karyawan dan pengembangan sumber daya

manusia.

manajer operasional dalam me ngurus administrasi

perusahaan, mengontrol pakan, vaksin, pengafkiran dan pengepakan telur serta melaporkan semua kegiatan kepada manajer operasional.

d. Security bertugas menjaga keamanan perusahaan dan menjaga situasi agar selalu kondusif.

c. Staf bertugas membantu

e. Operator kandang bertugas memberi pakan, mengontrol air minum, pembersihan kandang, pengambilan telur, control bangkai, control sekam.

15

4. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi adalah hubungan timbal balik antara orang yang

mempunyai tugas, jabatan, wewenang dan tanggung jawab dalam suatu

perusahaan. Jabatan tertinggi PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm

dipegang oleh pemilik perusahaan selaku direktur perusahaan. Direktur

Pemilik Perusahaan Manajer Manajer Operasional Pemasaran Staf kantor Scurity Anak Kandang
Pemilik
Perusahaan
Manajer
Manajer
Operasional
Pemasaran
Staf kantor
Scurity
Anak Kandang

membawahi manajer operasional yang bertanggung jawab terhadap

kelancaran seluruh kegiatan operasional peternakan. Struktur organisasi di PT.

Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm dapat dilihat pada Gambar. 1.

Gambar. 1. Struktur Organisasi

5. Peranan Perusahaan

PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm memiliki peranan baik

bagi masyarakat sekitar lokasi peternakan maupun bagi dunia pendidikan di

Indonesia. Peranan bagi masyarakat sekitar antara lain menyediakan lapangan

pekerjaan bagi warga sekitar, karena semua tenaga kerja yang direkrut

merupakan penduduk sekitar perusahaan, selain itu juga membantu

pembangunan jalan desa yang secara tidak langsung sebagai jalan akses ke

16

6.

peternakan, bagi dunia pendidikan di Indonesia PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm salah satu lokasi peternakan yang sering digunakan sebagai tempat pelatihan kegiatan praktik lapang bagi mahasiswa.

PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm visi dan misi yang selain berorientasi pada perkembangan perusahaan juga pada kesejahteraan masyarakat. Visi dari PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm adalah menjadi perusahaan pembibitan ayam broiler yang berprofit tinggi dan tumbuh berkembang dengan sehat. Salah satu misi yang dijalankan adalah membangun perusahaan peternakan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peluang dan Kendala Perkembangan Perusahaan PT. Super Unggas

Peluang dan Kendala Perkembangan Perusahaan PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm masih memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan perusahaanya, karena permintaan DOC semakin meningkat sehingga pemasaran masih terbuka lebar. Keuntungan perusahaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal bisa dijadikan modal untuk mengembangkan perusahaan. Pengembangan usaha peternakan tidak lepas dari hambatan-hambatan, diantaranya dengan seiring waktu lokasi peternakan semakin dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga untuk

perluasan kandang harus mencari lokasi yang lain, dan kendala yang lain adalah penyakit yang sering menyerang antara lain : Newcastle disease (ND/Tetelo), Infectious bursal disease (IBD/Gumboro), Infectious bronchitis (IB), Limphoid leukosis (LL), Infectious Coryza (Snot) dan Chronic respiratory disease (CRD/Ngorok).

17

B. Uraian Kegiatan Magang

1. Pengenalan Keadaan Perusahaan Waktu magang kegiatan awal yang di lakukan perkenalan dengan

seluruh karyawan perusahaan yaitu dengan manajer operasional dan para operator kandang, setelah itu kunjungan ke lokasi kandang untuk memperkenalkan seluruh fasilitas yang ada di perusahaan. Kegiatan ini dilakukan pada hari pertama dimulainya magang yaitu pada hari senin tanggl 20 Februari 2012. Kegiatan ini dilaksanakan agar pelaksanaan magang dapat berjalan dengan lancar.

agar pelaksanaan magang dapat berjalan dengan lancar. 2. Kegiatan Umum Pemeliharaan Ayam Parent stock

2. Kegiatan Umum Pemeliharaan Ayam Parent stock Pemeliharaan ayam parent stock meliputi pemberian pakan dan minum, pengambilan telur, pembersihan kandang, penanganan penyakit yang meliputi pemberian vitamin, pemberian vaksin, antibiotik dan pelaksanaan tes kesehatan, afkir.

3. Kandang Tipe kandang yang digunakan adalah kandang kombinasi slat dan postal (slat litter floor system) dengan model kandang tertutup atau close house. Kandang kombinasi ini popular digunakan untuk kandang pembibitan (breeding farm) untuk menghasilkan telur tetas hatching egg (HE), khususnya

untuk PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm broiler breeder. Sistem ini menghasilkan tingkat fertilitas ayam cukup baik dan telur tetas akan lebih bersih dibandingkan dengan kandang lainya. Sistem kombinasi, umumya slat menempati lebih dari dua pertiga bagian luas kandang, bagian lainya adalah litter. Bagian kandang yang terdapat litter diletakkan di tengah – tengah kandang memanjang sejajar panjang kandang. Luas bagian slat dibagi menjadi dua bagian. Slat diletakan di sebelah kiri dan kanan kandang.

Perusahaan ini mempunyai 16 kandang, jarak antar kandang satu dengan yang lainya sekitar 5 meter. Arah kandang membujur dari timur ke

18

4.

barat, atap terbuat dari seng yang dilapisi oleh foly foam. Kandang di bagi menjadi 4 flock dan di depan kandang terdapat sarana jalan untuk mendistribusikan pakan ke kandang dan pengambilan telur dari kandang serta

dalam kegiatan lainya, dalam pemeliharaan pembibit ayam broiler PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm peralatan yang digunakan adalah :

Jaya Unit Sukorejo Farm peralatan yang digunakan adalah : a. Tempat pakan untuk ayam broiler breeder

a. Tempat pakan untuk ayam broiler breeder produksi, terutama ayam jantan sering menggunakan tabung berkapasitas 7 kg yang digantung, sedangkan ayam betina menggunakan automatic feeder.

b. Tempat minum berupa nipple.

c. Tempat ayam bertelur atau sangkar (nest).

d. Egg tray (tempat telur) yang berkapasitas 30 butir untuk mengumpulkan telur.

e. Disinsfektan, pisau dan kain lap untuk membersihkan telur.

Manajemen Pemeliharaan Ayam Parent Stock Periode Layer Manajemen pemeliharaan ayam Parent Stock periode Layer, kegiatan yang dilakukan saat magang meliputi pemberian pakan, pembersihan kandang, sanitasi, pengambilan telur, seleksi ayam, kontrol kesehatan ayam, vaksinasi dan pengafkiran. Ayam akan mulai bertelur pada umur 24 minggu dan akan mencapai puncak produksi antara umur 31-32 minggu. Manajemen

pemeliharaan pembibit ayam broiler periode laying yang dilakukan di PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm yaitu sebagai berikut :

a. Pemberian Pakan Program pemberian pakan dilakukan sehari satu kali yaitu pada 05.30 WIB, jumlah pakan yang diberikan untuk betina sebanyak 153 gram/ekor/hari sedangkan untuk pejantanya menghabiskan pakan 145 gram/ekor/hari. Jenis pakan yang digunakan untuk betina BP3 pada saat growing atau pada fase produksi, sedangkan BP4 digunakan pada saat

masa akhir periode Starter. Jenis pakan pejantan menggunakan pakan BBM.

19

b. Pencampuran Air Minum Pencampuran air minum saat periode Layer biasanya dicumpur dengan vitamin C atau dengan Kaprimun E yang bertujuan agar daya

tahan tubuh ayam dapat terjaga, sedangkan untuk cangkang telur yang tipis dicampur dengan Great kalsium, bila produksi telur menurun air minum dicampur dengan vitamin C dan Not Stres. Ayam yang sudah tua air minum bisa dicampur dengan Vita Kur agar ayam selalu dalam kondisi yang baik.

dengan Vita Kur agar ayam selalu dalam kondisi yang baik. c. Pengambilan Telur Pengambilan telur dilakukan

c. Pengambilan Telur Pengambilan telur dilakukan 5 kali sehari dengan waktu yang sudah ditentukan, dengan intensitas pengambilan sesering mungkin agar telur tidak banyak yang pecah. Penempatan telur pada tray harus benar yaitu dengan posisi rongga udara dibagian atas. Presentase produksi telur paling banyak pada pengambilan telur ke 2 dan ke 3, kemudian dilakukan Grading (proses pemilihan telur) untuk memilih telur yang berkualitas baik / HE, Junior, Jumbo, Crack. Kemudian masukkan kedalam ruangan fumigasi selama 25 menit yang bertujuan untuk sterilisasi telur, dengan perbandingan 150 ML Formalin dan 250 ML air.

d. Pemberian Kalsit

Pemberian kalsit dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi amoniak dan kelembaban pada kotoran ayam, selain menggunakan kalsit biasanya dapat juga menggunakan EM4 tetapi biaya yang dikeluarkan cukup banyak sehingga alternatif yang digunakan adalah Kalsit karena harganya lebih murah.

e. Seleksi Ayam Seleksi ayam dilakukan pada ayam yang sakit dan dipisahkan ke kandang karantina, agar tidak menular pada ayam yang sehat. Ayam yang

sakit diobati dan diberi pakan lebih banyak sampai ayam sembuh dan siap dilepas ke kandang koloni. Ciri – ciri ayam yang sakit biasanya bulu

20

terlihat kusam, nafsu makan berkurang, jengger kelihatan pucat, dan badan kurus. Seleksi ayam betina non produksi dilakukan setiap hari secara pelan – pelan agar ayam yang lain tidak stress, ayam yang sudah

terseleksi dikumpulkan di kandang karantina atau dibuat sekatan sendiri dan tukar dengan ayam yang masih produksi dan kembalikan ke pen dimana ayam non produksi tersebut diambil.

kembalikan ke pen dimana ayam non produksi tersebut diambil. f. Penyetaraan Ayam Penyetaraan ayam bertujuan agar

f. Penyetaraan Ayam Penyetaraan ayam bertujuan agar jumlah ayam perpen dapat setara, dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 10, selain itu agar tidak ada persaingan pada saat pemberian pakan. Tujuan agar berat badan dapat setara, apabila tidak ada penyetaraan maka akan terjadi perbedaan berat badan yang sangat siknifikan.

g. Kandang Karantina Kandang Karantina dibuat untuk ayam yang tidak sehat. Setiap kandang terdapat dua buah kandang karantina. Perawatan Khusus ayam yang tidak sehat yaitu dengan pemberian Vitamin B kompleks, dan Pemberian pakan yang jumlahnya ditambah.

h. Penambahan Sekam Penambahan sekam pada NES biasanya dilakukan setiap minggu.

Tujuan dari penambahan sekam yaitu agar pada saat bertelur nyaman dan mengurangi Crack/telur pecah. Penambahan sekam sebaiknya dilakukan pada pagi hari, agar tidak menggganggu ayam yang sedang bertelur, yang dapat mengakibatkan produksi telur menurun.

i. Suhu R uangan Suhu ruangan yang ideal pada malam hari yaitu sekitar 23 0 C, sedangkan bila suhu terlalu rendah maka cooling pet dapat dimatikan sebagian. Suhu ruangan yang ideal pada siang hari yaitu sekitar 27 0 C, bila

suhu pada siang hari terlalu tinggi maka cooling pet dapat dihidupkan semua. Suhu pada pagi hari sekitar 24 0 C.

21

j. Pengambilan Sampel Darah Pengambilan sampel darah biasanya dilakukan secara acak pada ayam jantan dan betina. Pengambilan sampel darah setiap Pen sebanyak

lima ekor ayam. Cara pengambilan sampel darah yaitu dengan menggunakan spet / suntikan, pengambilan darah melalui pembulu darah pada sayap ayam. Jarum dimasukkan pada samping pembulu darah kemudian menuju pembulu darah dengan diikuti pengambilan darah secara perlahan, bila jarum tidak pas masuk pada pembulu darah biasanya darah akan sedikit keluar dan sulit diambil. Tujuan pengambilan sampel darah biasanya untuk mengetahui kondisi kesehatan ayam pada suatu kandang.

k.

Vaksinasi Program vaksinasi yang kita jalani yaitu sebanyak empat kali, yang pertama dan kedua dilakukan dengan vaksin tetes dan inject/suntik yaitu jenis vaksin ND-IBD untuk penyakit Newcastle Disease (ND) melalui tetes mata, sedang vaksin Afian Infuansa (AI) atau penyakit flu burung untuk vaksin suntiknya. Tujuan agar ayam lebih kebal dari penyakit, biasanya vaksinasi dilakukan pada sore hari sekitar jam 15.30 WIB sampai dengan selesai. Saat vaksinasi usahakan agar tidak ada ayam yang

lolos, caranya dengan setiap pen diberi sekatan dengan menggunakan jaring usahakan setiap sekatan tidak berisi terlalu banyak ayam yang dapat menyebabkan kematian. Pengafkiran Pengafkiran merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam pasca produksi adalah pengafkiran. Pengafkiran dilakukan apabila produksi telur ayam sudah sangat rendah, dan sudah tidak menguntungkan lagi maka ayam siap dijual sebagai ayam potong. Harga per kg ayam

potong afkir ini tidak sebesar harga ayam broiler, namun ditingkat pengecer, harga ayam afkir dengan harga ayam broiler per kg bobot hidup

sebesar harga ayam broiler, namun ditingkat pengecer, harga ayam afkir dengan harga ayam broiler per kg

l.

22

C.

sama, padahal bila dimasak, antara ayam potong apkir dengan ayam broiler jelas sekali berbeda, baik dalam rasa maupun aroma. Perbedaan rasa dan aroma itu dikarenakan perubahan tekstur daging dan struktur

pelemakan di dalam daging ayam (Rasyaf, 2008). Pengafkiran dilakukan setelah ayam berumur 65 minggu, dan pemberian pakan diturunkan menjadi 100 gram per ekor baik jantan maupun betina, kemudian untuk penangkapan ayam dilakukan dengan menggunakan jaring sesuai dengan kapasitas agar ayam tidak menumpuk sehingga kematian dapat ditanggulangi. Penimbangan ayam dilakukan di depan pintu keluar kandang, dengan sekali penimbangan 10 ekor untuk betina dengan berat rata – rata 37 kg, sedangkan untuk penimbangan pejantan dilakukan sekali penimbangan 7 ekor dengan berat rata – rata 33 kg. Pengangkutan ayam menggunakan truk denagan kapasitas 180 ekor, sedangkan untuk mobil pick up dengan kapasitas 70 ekor.

sedangkan untuk mobil pick up dengan kapasitas 70 ekor. Evaluasi Kegiatan Magang 1. Keadaan Umum Perusahaan

Evaluasi Kegiatan Magang

1.

Keadaan Umum Perusahaan PT Super Unggas Jaya merupakan perusahaan peternakan yang bergerak dalam bidang pembibitan ayam broiler, dengan memelihara ayam parent stock dengan strain Ross 308 . PT Super Unggas Jaya, Unit Sukorejo

Farm mempunyai 16 kandang yang dibagi menjadi empat flock, Flock pertama terdiri dari kandang 1, 2, 3, 4, flock dua terdiri dari kandang 5, 6, 7, 8, flock tiga terdiri dari kandang 9, 10,11,12 dan flock empat terdiri dari kandang 13, 14, 15, 16. Final stock merupakan produk utama dari perusahaan peternakan PT Super Unggas Jaya, Sukorejo, selain itu PT Super Unggas Jaya juga menjual hasil sampingan yaitu telur yang tidak masuk kriteria penetasan biasanya telur yang retak, ukuran telur terlalu kecil, bentuk telur tidak normal dan telur yang berukuran jumbo.

23

2.

Kadang 16 mempunyai populasi ayam sebanyak 8211 ekor ayam, dengan betina sebanyak 7412 dan jantan sebanyak 799 ekor. Setiap kandang di pegang oleh dua operator kandang yang bertugas meliputi semua kegiatan

yang ada di kandang, dari kegiatan pagi hari sampai sore hari, dengan waktu program kerja yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

waktu program kerja yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Manajemen Pemeliharaan ayam Parent Stock a. Fase Starter

Manajemen Pemeliharaan ayam Parent Stock a. Fase Starter Starter merupakan fase awal dari pemeliharaan ayam parent stock, yang dimulai dari hari pertama sampai hari ke 21. Hari pertama kegiatan yang dilakukan sebelum DOC datang ialah menyiapkan air minum yang dicampur gula, yang bertujuan agar kondisi DOC cepat pulih. Ayam dibiarkan minum sepuasnya kurang lebih dua sampai tiga jam, kemudian berikan pakan pertama setelah ayam puas minum, bentuk pakan yang digunakan adalah crumble kecil, kemudian nyalakan gasolek dengan suhu antara 31 - 32 0 C. Menurut Sudaryani (1997) untuk mendapatkan kehangatan seekor anak ayam ras yang tidak diasuh induknya memerlukan indukan buatan. Pemakaian gas solex ini selama kurang-lebih 21 hari. Menurut Rasyaf (2008) pemanas untuk anak ayam

berguna sebagai pengganti induk dan menghindari anak ayam dari kedinginan karena anak ayam belum mempunyai bulu yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuhnya. Temperatur indukan untuk anak ayam ini sekitar 30-35 0 C. Vaksinasi mulai dilakukan pada hari ketiga yaitu vaksin Coccivak untuk penyakit Koksidiosis merupakan penyakit unggas yang umum, disebabkan oleh parasit genus Eimeria, cara vaksin dengan dicampur pada pakan ayam, usahakan pakan yang sudah di spray vaksin

cepat terdistribusi, setelah pakan habis segera beri pakan secara terus menerus. Hari ke lima dilakukan potong paruh dengan tujuan

24

meningkatkan efisiensi pakan dan agar ayam tidak menjadi kanibal. Hari ke enam dilakukan vaksinasi ND IBL untuk penyakit Newcastle Disease atau tetelo dengan diteteskan pada mata dosis satu tetes, dan vaksin

Chickopest dengan injek subkutan dosis 0,1 cc per ekor. Hari ke 10 dilakukan vaksinasi IBD (Infectious Bursal Diseases) untuk penyakit pernafasan yang dicampurkan kedalam air minum hari ke 15 dilakukan vaksinasi ND yang diteteskan pada mata, dan bila ada ayam yang kerdil atau ukuran tubuh tidak seragam segera di pisahkan. Sampai hari ke 21

18
18

masa Starter bisa diahiri, ayam sudah tidak perlu menggunakan gasolek atau pemanas tambahan. b. Fase Grower Fase grower dimulai sejak ayam berumur empat minggu sampai

minggu. Pemisahan ayam jantan dan betina dilakukan, kemudian beri

pakan starter (BBS) baik jantan maupun betina, peletakan pan feeder sebaiknya dapat dijangkau oleh semua ayam, karena bila penempatan pan feeder terlalu tinggi maka dapan menyebabkan uniformity yang jelek, apabila penempatan terlalu rendah maka dapat menyebabkan pakan mudah tumpah sehingga efisiensi pakan kurang maksimal. Pemberian pakan masa grower dapat dimulai dengan jumlah kira – kira

40 gram per hari per ekor, kenaikan pakan dapat ditambahkan satu gram

perhari untuk betina, apabila pemberian pakan pakan pada fase grower dapat menyebabkan overbodyweight atau pertumbuhan yang terlalu cepat, maka dapat menyebabkan produksi telur tidak dapat maksimal pada fese layer. Air minum diberikan secara adlibitum dan pembalikan litter dilakukan setiap hari bila sudah terlalu kotor litter dapat ditambah. Pencahayaan dilakukan selama delapan jam, vaksinasi dilakukan pada

minggu ke empat fowl pox untuk penyakit cacar, satu dosis sekali tusuk pada sayap. Minggu ke lima vaksinasi AI untuk pencegahan penyakit flu

25

burung, dosis 0,5 cc di injek pada dada. Minggu ke tujuh sampai 11 minggu vaksinasi ND IB Kill untuk mencegah penyakit tetelo, dosis 0.5 ml, sampai 18 minggu masih dilakukan vaksinasi sesuai jadwal yang

ditetapkan perusahaan. Pakan mulai di ganti dari pakan starter (BBS) menjadi pakan grower (BBG). Sangkar (nest) untuk bertelur harus sudah dimasukkan kedalam kandang pada minggu ke 16. Monitor keseragaman dan berat badan dilakukan penimbangan setiap ahir minggu dilakukan sebelum ayam makan. Perkembangan sexual maturity di mulai pada umur 15 minggu. c. Fase Layer Fase layer merupakan fase dimana ayam mulai bertelur kira – kira saat ayam berumur 24 minggu, pada saat ayam berumur 21 minggu maka ayam siap untuk di campur antara jantan dan betina dengan perbandingan satu pejantan banding sepuluh betina, usahakan berat badan pejantan lebih tinggi dari betina, agar pejantan tidak kalah dengan betina saat dilakukan pencampuran. Pengambilan sempel dilakukan secara acak untuk menegetahui perkembangan seksual betina dengan melakukan perabaan pada tulang pelvis, secara normal 21 hari sebelum bertelur pertama jarak tulang pelvis satu setengah jari dan 10 hari

sebelum telur pertama jarak tulang pelvis dua sampai dua setengah jari. Pejantan yang akan di campur oleh betina harus mempunyai persyaratan berat badan tercapai sesuai target standar yang ditetapkan perusahaan, jantan tidak cacat kaki dan paruh, jantan terlihat aktif dan kloaka berwarna merah tidak pucat, bila terjadi overmating perlu dilakukan pengurangan pejantan, tanda dari terjadinya overmating biasanya meningkatnya kerontokan bulu pada betina pada bagian belakang kepala dan dekat ekor, dan semakin meningkat dengan

kerontokan pada bagian punggung, sedangkan penggantian pakan mulai dilakukan bila ayam sudah mulai produksi. Pakan betina mulai diganti

bagian punggung, sedangkan penggantian pakan mulai dilakukan bila ayam sudah mulai produksi. Pakan betina mulai diganti

26

dari semula memakai BPL menjadi BP3 dengan kandungan nutrient lebih tinggi, sedangkan pakan pejantan juga mulai dilakukan pergantian secara pelan – pelan yang semula memakai BPL menjadi BBM. Tempat

pakan jantan diletakkan lebih tinggi dari tempat pakan ayam betina, saat ayam sudah produksi maka pemberian pakan dilakukan hanya satu kali pada pukul 05.30. Pengelolaan nest juga perlu dilakukan tinggi sangkar tidak boleh lebih dari 45 cm dari litter, sangkar harus diberi alas dengan sekam yang sudah tersedia pada waktu awal produsi untuk mencegah kasus floor egg yaitu dimana ayam bertelur tidak pada tempatnya. Penempatan nest harus ditata secara merata pada setiap bagian ruangan, sehingga ayam mudah mencapainya, biasanya ukuran sangkat per kotak untuk bertelur sekitar 35 x 30 cm. Atap nest setiap hari harus dibersihkan dan sekam pada nest setiap hari harus dalam kondisi cukup, bila sekam sudah berkurang sebaiknya dilakukan penambahan, sebaiknya penambahan sekam dilakukan pada pagi hari agar ayam tidak terganggu yang dapat menyebabkan turunya produksi telur, apabila sekam sudah kotor sebaiknya segera diganti, biasanya disebabkan karena terkena pecahan telur. Saat mengganti sekam harus dalam keadaan steril, untuk

penyeterilan sekam biasanya menggunakan formalin dengan kepekatan 100% yang di injek kedalam karung yang berisi sekam. Pengelolaan litter harus dilakukan agar kesehatan ayam selalu terjaga, litter yang digunakan biasanya dari sekam padi dengan ketebalan kira – kira tujuh centi meter dan litter harus dalam kondisi kering. Penambahan atau penggantian litter dilakukan bila sudah kotor dengan mengganti sebagian kira – kira setengah dari keseluruhan, karena sifat sekam yang mudah hancur dan berdebu. Pembalikan litter

dilakukan setiap hari, karena dapat berpengaruh terhadap fertilitas dan kesehatan ayam, bila kondisi litter dalam kandang sangat kering dan

hari, karena dapat berpengaruh terhadap fertilitas dan kesehatan ayam, bila kondisi litter dalam kandang sangat kering

27

berdebu maka dapat di spray air dengan tekanan dikabutkan, air juga dapat dicampur dengan desinfektan, penyemprotan sebaiknya dilakukan dengan pelan – pelan agar ayam tidak stress.

Vitamin yang biasa digunakan untuk pencampuran air minum pada periode layer menggunakan biocid vitamin C dan biocid besllytes, untuk menjaga kekebalan terhadap kondisi suhu yang berubah – ubah dan sebagai anti stres. Vaksinasi ulang ND IB live (aktif) yaitu vaksin yang masih berbentuk bubuk, sehingga harus menggunakan pengencer untuk aplikasinya, untuk pencegahan penyakit tetelo, dilakukan pada 50% saat ayam produksi, diharapkan pada saat puncak produksi ayam pada kondisi yang baik, umur 35 minggu dilakukan vaksinasi ND killed (in aktif) biasanya berbentuk cair dan langsung dapat digunakan dan ND clone, umur 44 minggu dilakukan vaksinasi ND IB live dan ND IBD. Pada saat setelah puncak produksi dilakukan vaksinasi ND IB live dengan diteteskan pada mata dan vaksin AI yang di injek pada dada. Pemberian obat cacing juga perlu dilakukan, obat cacing biasanya dicampurkan pada air minum dengan dosis yang sudah ditentukan, setelah dua jam setelah minum air yang sudah dicampur obat cacing, cacing mulai keluar melalui feses biasanya pada feses terlihat adanya

cacing pita. Seleksi ayam non produktif perlu dilakukan agar produksi telur dapat stabil. Mengeluarkan ayam yang tidak produktif baik jantan maupun betina untuk di jual sebagai ayam afkir, atau bila produksi ayam dibawah standar, biasanya ayam yang akan dikeluarkan adalah ayam dengan ciri – ciri, untuk ciri ayam betina yaitu pial tidak tumbuh normal atau biasanya mengecil, ayam yang cacat dan lemah, pucat dan tidak aktif, ayam yang bulunya hampir habis (rontok bulu), tulang pelvis

menyempit hingga dua jari sehingga tidak mungkin dapat bertelur. Sedangkan untuk jantan yaitu bobot badan kurang dari lima kilo gram,

dua jari sehingga tidak mungkin dapat bertelur. Sedangkan untuk jantan yaitu bobot badan kurang dari lima

28

lemah dan sedikit frekuensi berkokok, pial menjadi lebih lembek dan pucat, warna kloaka pucat, bulu hamper habis (rontok bulu), dan kaki tekena penyakit bubul.

Seleksi ayam non produktif dilakukan setelah ayam berumur 55 minggu untuk betina dan untuk jantan dilakukan umur 45 minggu. Seleksi betina dilakukan setiap harisecara pelan – pelan agar kelompok betina yang lain tidak stress, hasil seleksi dikumpulkan di pen belakang atau dibuat sekatan sendiri dan tukar dengan ayam produksi kembalikan ke pen dimana ayam non produksi diambil, setelah ayam yang terseleksi mencapai target sesuai produksi harian yang diinginkan maka se leksi ayam non produksi dihentikan. Observasi ayam seleksi tersebut selama satu minggu untuk melihat produksi telurnya, bila tidak terjadi peningkatan maka program pengafkiran harus segera dilakukan agar tidak terlalu merugikan karena ayam sudah tidak bermanfaat.

tidak terlalu merugikan karena ayam sudah tidak bermanfaat. 3. Pengambilan Telur Pengambilan telur dilakukan sebanyak

3. Pengambilan Telur Pengambilan telur dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari, pengambilan pertama dilakukan jam 07.00, pengambilan ke dua jam 08.30, pengambilan ke tiga jam 10.30, pengambilan ke empat jam 13.30 dan

pengambilan terakhir jam 14.00. saat puncak produksi pengambilan telur lebih ditingkatkan untuk menekan terjadinya telur pecah, pengambilan telur dalam nest menggunakan egg tray plastik isi 30 butir. Pengambilan telur dilakukan dari telur yang berada di sangkar kemudian baru telur yang berada di lantai (floor egg). Grading telur dikandang dilakukan setiap kali setelah melakukan pengumpulan telur, dilakukan dengan hati – hati untuk menghindari telur retak dan pada masa awal produksi untuk menghindari keraguan berat telur,

maka seleksi telur tetas harus menggunakan timbangan dengan berat telur yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Telur yang sudah di grading

29

dibedakan menjadi empat yaitu telur HE yaitu telur yang sesuai standar

penetasan, telur junior, telur jumbo yaitu telur yang mempunyai dua kuning

telur dan telur crack / telur retak, kemudian telur tetas HE diletakkan di egg

tray plastik berkaki isi 36, dengan ujung telur yang runcing menghadap

kebawah dan rongga udara dibagian atas, sedangkan telur yang lain (telur

grade out) diletakkan di egg tray plastik isi 30. Hasil produksi telur pada kandang 16
grade out) diletakkan di egg tray plastik isi 30. Hasil produksi telur pada
kandang 16 dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil produksi telur tanggal 20 sampai 2 Maret 2012
Tanggal
Jumlah
HE
Junior
Jumbo
Crack
Telur
20/02/2012
4468
4356
50
7
55
21/02/2012
4424
4320
60
2
42
22/02/2012
4398
4284
60
4
50
23/02/2012
4390
4284
49
1
60
24/02/2012
4391
4284
55
2
50
25/02/2012
4316
4185
47
3
81
27/02/2012
4301
4176
60
-
65
28/02/2012
4307
4212
40
-
55
29/02/2012
4301
4212
30
4
55
01/03/2012
4301
4212
40
4
45
02/03/2012
4303
4212
45
1
45
Sumber : PT Super Unggas Jaya Sukorejo, 2012

Tabel diatas dapat dilihat bahwa produksi telur di kandang 16 pada

tanggal 20 Februari sampai 2 maret mengalami penurunan yang tidak

begitu siknifikan dan kenaikan produksi telur juga tidak terlalu banyak.

Fumigasi adalah proses penyeterilan telur dari bakteri patogen dengan

menggunakan formalin. Fumigasi biasanya dilakukan setelah proses grading

selesai, yaitu pada telur HE sebelum di kirim ke hatchery. Dosis yang

digunakan untuk fumigasi yaitu 150 ml formalin dengan tingkat kepekatan

70 % dan air 250 ml, yang di campur kemudian diberi elemen pemanas agar

formalin dapat menguap. Fumigasi dilakukan pada ruangan tertutup selama

15 – 20 menit.

30

4. Manajemen Pemberian Pakan dan Minum fase Layer a. Manajemen Pakan Tempat pakan harus cukup tersedia hanging feeder (tempat

pakan pejantan) untuk 8 – 12 ekor ayam, atau 15 cm tempat pakan through untuk satu ekor ayam. Pakan diberikan satu hari sekali dan distribusi pakan tidak lebih dari tiga menit, gunakan tempat pakan yang terpisah antara jantan dan betina, tempat pakan betina dipasang grill yang tidak cukup untuk kepala ayam jantan dan tempat pakan ayam jantan dipasang lebih tinggi dari tempat pakan betina, sehingga ayam betina tidak dapat menjangkau. Jenis pakan untuk betina adalah BP3 dan untuk jantan menggunakan BBM, BP3 diberikan setelah lima persen produksi dan BBM diberikan setelah umur 22 minggu, pastikan ayam jantan tidak bisa makan pada tempat pakan betina umur 21 – 32 minggu, jika masih terlihat jantan makan pada tempat pakan betina maka pasang pada grill pipa PVC 1/2” sebagai penghalang. Jumlah pemberian pakan betina setiap minggunya harus ditingkatkan untuk mencapai target berat badan lima persen produksi, penambahan pemberian pakan sampai mencapai puncak pakan bisa dimulai setelah lima persen produksi. Konsumsi puncak pakan harus

sudah tercapai antara 60 – 70 persen produksi, dan jumlah puncak pakan adalah 153 gram / ekor / hari untuk ayam betina, untuk jantan puncak pakan adalah 145 gram / ekor / hari, dan dicapai pada umur 24 minggu, dalam keadaan normal pakan dapat dikurangi 1 gram / ekor / minggu. Pengurangan pakan dapat dilakukan setiap minggu sampai batas yang ditentukan. Kandungan nutrient yang terdapat pada pakan BP 3 dan BP 4 dapat dilihat pada Tabel 2 dan Tabel 3.

batas yang ditentukan. Kandungan nutrient yang terdapat pada pakan BP 3 dan BP 4 dapat dilihat

31

Tabel 2.Kandungen nutrien BP – 3 umur 20-30 minggu

Nutrient Kandungan (%) Kadar air 13 Protein 15.0 – 17.0 Lemak 2,5 Serat kasar 5,0
Nutrient
Kandungan (%)
Kadar air
13
Protein
15.0 – 17.0
Lemak
2,5
Serat kasar
5,0
Abu
13,5
Calcium
Phosphor
Antibiotic
3,15 - 3,5
0,6 - 0,9
+
Sumber : PT. Super Unggas Jaya, 2012
Tabel 3. Kandungan nutrien BP - 4 umur 30-65 minggu
Nutrient
Kandungan (%)
Kadar air
13
Protein
14,0 - 16
Lemak
2,5
Serat kasar
5,0
Abu
13,5
Calcium
Phosphor
Antibiotic
3,3 - 3, 7
0,6 - 0,9
+
Sumber : PT. Super Unggas Jaya, 2012

Tabel diatas menunjukkan bahwa kandungan nutrien pada pakan

BP 3 dan BP 4 tidak jauh berbeda, hanya yang membedakan pada

kandungan calsium. Pakan BP 3 mempunyai kandungan calsium 3,15

sampai 3,5 persen, sedangkan untuk pakan BP 4 mempunyai kandungan

calsium 3,3 sampai 3,7 persen. Pemberian pakan saat produksi

dilakukan pada jam 05.30 pagi, dengan cara pemberian ialah ayam

betina terlebih dahulu kemudian setelah selang waktu lima menit baru

ayam jantan diberi pakan, setelah pakan terdistribusi dengan rata

kemudian lampu dinyalakan. Pemberian pakan harus ditimbang sesuai

kebutuhan, timbangan yang dipergunakan harus akurat, tidak layak bila

32

menentukan jumlah pakan berdasarkan takaran. Jaga agar pakan tidak tumpah saat pemberian pakan dan hindarkan pakan terhadap kontaminasi oleh kotoran dan tikus saat penyimpanan.

b. Manajemen Pemberian Air Minum Penyediaan tempat minum yang cukup yaitu 1 bell drinker 60 ekor atau 1 nipple per 8 ekor ayam, dan pemberian air minum tidak terbatas, karena kekurangan atau keterlambatan pemberian air minum dapat menyebabkan penurunan berat telur dan penurunan produksi telur. Saat ayam mengalami stress tinggi yaitu saat produksi puncak dan saat melakukan kegiatan vaksinasi atau melakukan kegiatan penggantian sekam yang basah atau kegiatan lainya yang dapat mengganggu ketentraman ayam, maka dalam air minum harus ditambahkan vitamin anti sres sesuai dosis yang dianjurkan produk yang digunakan, bisa ditambahkan Biocide vitamin C dan Caprimunt saat terjadi fluktuasi temperatur yang ekstrim antara siang dan malam, biasanya terjadi bila saat siang hari suhu terlalu tinggi dan pada saat malam hari suhu terlalu rendah atau dingin. Jumlah pemberian air minum pada kandang 16 dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Konsumsi air minum harian di kandang 16

Tabel 4. Tabel 4. Konsumsi air minum harian di kandang 16 Tanggal Meter (liter) Konsumsi Jumlah

Tanggal

Meter (liter)

Konsumsi

Jumlah

Keterangan

 

(liter)

(ekor)

(cuaca)

20/02/2012

624179

2025

8244

Mendung

21/02/2012

625067

1888

8240

Mendung

22/02/2012

627748

2681

8232

Mendung

23/02/2012

629647

1899

8222

Mendung

24/02/2012

631479

1832

8216

Mendung

25/02/2012

633258

1779

8211

Mendung

27/02/2012

637225

1980

8204

Mendung

28/02/2012

638261

1036

8199

Mendung

29/02/2012

640548

2287

8192

Mendung

01/03/2012

641756

1208

8186

Mendung

02/03/2012

643156

1400

8178

Mendung

Sumber : PT Super Unggas Jaya Sukorejo, 2012

33

Tabel diatas menunjukkan bahwa kebutuhan air minum di kandang 16 mengalami naik turun yang disebabkan cuaca. Kebutuhan ayam mengkonsumsi air minum sekitar 1,6-2 kali dari konsumsi pakan,

selain itu Minimal satu kali dalam seminggu tangki air minum dalam kandang dan pipa – pipa dibersihkan dengan digelontor dengan air bersih, sedangkan setelah pemakaian vitamin atau pengobatan harus dibersihkan segera, agar tidak menjadi bibit penyakit karena sisa endapan pengobatan yang terlalu lama dalam pipa dapat menyebabkan penyumbatan nipple. Pengaturan tinggi tempat nipple harus disesuaikan dengan tinggi punggung ayam agar memudahkan ayam untuk minum, apabila penempatan nipple terlalu tinggi dapat mengakibatkan sulit minum sehingga mempengaruhi produksi telur. Air minum harus selalu tersedia pada saat ayam sedang makan.

Air minum harus selalu tersedia pada saat ayam sedang makan. 5. Kandangan Kandang di perusahaan PT

5. Kandangan Kandang di perusahaan PT Super Unggas Jaya, Sukorejo memakai kandang jenis Clouse House, dengan kapasitas ayam 10.000 ekor. Setiap kandang dibagi menjadi lima pen, setiap pen berisi 2.000 ekor ayam, menurut Rasyaf (2008) Kandang harus terkena sinar matahari, tetapi jangan sampai terkena sinar matahari sepanjang masa. Arah jendela kandang

menghadap ke timur dan sisi lain ke barat, tetapi dengan sistem atap lebar maka terik matahari siang dan menjelang sore dapat dihindari. Kandang ada tempat untuk istirahat anak kandang dan sebagai tempat penyetokan pakan, selain itu juga untuk grading telur yang baru di ambil dari kandang, tempatnya paling depan dari kandang, di depan pintu masuk kandang terdapat bak celup kaki yang berisi air yang di campur dengan desinfektan. Panjang kandang keseluruhan kurang lebih 130 meter dan lebar kandang kurang lebih 12 meter persegi, pada depan samping kandang terdapat ruang fumigasi, untuk penyeterilan telur setelah di grading sebelum dikirim ke

34

hatchery. Perlengkapan yang ada di dalam kandang meliputi pompa air untuk mendistribusikan air pada nipple, dan tempat tandon air untuk mencampur air dengan vitamin atau vaksinasi.

Cooling pet terdapat di samping kandang pen satu dengan panjang empat meter pada sisi kandang kanan kiri, manfaatnya agar suasana dalam kandang selalu sejuk dan saat siang hari ayam tidak mengalami penting. Blower terdapat delapan buah yang terletak di belakang kandang pada pen lima, manfaat dari Blower itu sendiri agar sirkulasi udara selalu lancar. Pan feeder untuk pejantan sebanyak 114 buah yang di gantung agak tinggi agar ayam betina tidak dapat menjangkau, sedangkan untuk ayam betina menggunakan feeder through lengkap dengan grill agar ayam lebih teratur saat makan, feeder through terdiri dari dua jalur pada sisi kanan dan kiri. Hooper merupakan tempat untuk menyetok pakan sebelum didistribusikan ke feeder through denagan menggunakan motor hooper, jumlah hooper kurang lebih berjumlah 10 buah yang terbagi menjadi dua buah di setiap pen. Jumlah nipple setiap kandang kurang lebih berjumlah 720 buah yang terbagi menjadi empat jalur. Nes terdapat 90 buah yang terbagi menjadi lima pen, setiap pennya terdapat 18 nes, dengan setiap unit nes terdapat 12 ruangan untuk bertelur. Alas yang digunakan menggunakan sekam karena

mudah didapatkan dan harganya terjangkau, selain itu sekam juga mempunyai keunggulan tidak dapat menempel pada telur, sehingga telur cenderung bersih dari kotoran. Pemberian kalsit dilakukan utuk mengurangi kadar amoniak dalam kandang biasanya dilakukan bila feses tidak dapat kering karena terkena tumpahan air dari nipple sehingga feses selalu basah, maka dari itu perlu dilakukan penambahan kalsit. Pengurangan amoniak juga dapat dilakukan dengan menggunakan EM4, tetapi karena harganya relatif mahal maka PT

Super Unggas Jaya, Sukorejo lebih memilih menggunakan kalsit, selain itu

EM4, tetapi karena harganya relatif mahal maka PT Super Unggas Jaya, Sukorejo lebih memilih menggunakan kalsit,

35

juga karena lebih mudah didapatkan, bila pemberian kalsit tidak dilakukan maka akan menyebabkan kesehatan ayam terganggu.

6. Kesehatan PT Super Unggas Jaya, Sukorejo selalu melakukan kegiatan vaksinasi dan sanitasi yang sudah terjadwal, untuk menanggulangi timbulnya bibit penyakit. Vaksinasi biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari dengan tujuan agar ayam tidak terlalu stress, dan sangat dihindari melakukan vaksinasi pada siang hari, karena juga dapat mengganggu produktivitas telur. Vaksinasi harus dilakukan dengan teliti agar tidak ada ayam yang terlewatkan saat dilakukan vaksinasi karena dapat berakibat fatal, cara vaksinasi ada beberapa cara yang dilakukan di PT Super Unggas Jaya, Sukorejo, yaitu melalui air minum, biasanya vaksin yang dicampurkan ke air minum adalah ND Live, IB Live (Infectious Bronchitis) atau gabungan ND – IB Live. Vaksin yang melalui pakan yaitu vaksin Coccidiosis, vaksin cekok yaitu denagan cara memasukkan langsung vaksin kedalam mulut ayam, biasanya vaksin yang digunakan adalah IBD Live. Vaksin tusuk sayap yaitu vaksinasi yang dilakukan dengan cara menusukkan jarum ke sayap, biasanya vaksin yang digunakan adalah Flow Pox atau kombinasi

Flow Pox dan AE. Vaksin injeksi subcutan yaitu vaksinasi yang dilakukan dengan cara menyuntik pada bagian bawah kulit, biasanya vaksin yang digunakan adalah ND Kill untuk DOC. Vaksin injeksi intramuscular yaitu vaksinasi yang dilakukan dengan cara menyuntik pada bagian dada sampai ke daging, biasnya vaksin yang digunakan adalah ND – IB Kill, AI Kill, Coryza dan lain – lain. Program vaksinasi yang saya ikuti saat magang di PT Super Unggas Jaya, Sukorejo ialah vaksinasi ND IB Clone melalui mata dengan cara

diteteskan langsung ke mata dengan dosis satu tetes pada salah satu mata, boleh mata kanan atau kiri. Vaksin AI dengan cara injek pada dada sampai

dengan dosis satu tetes pada salah satu mata, boleh mata kanan atau kiri. Vaksin AI dengan

36

ke dalam daging dengan dosis 0,5 ml. Penyakit Newcastle Disease (ND) disebabkan oleh virus family paramyxovirus. Penyakit ini mempunyai gejala spesifik yang dapat dilihat, yaitu kepala mengarah ke atas (tortikolis)

dan tertekuk, sayap terkulai, mata sayu, terdiam,atau tidak aktif. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan vaksinasi dengan jadwal yang sudah ada. Vaksin yang digunakan adalah vaksin ND dari strain la sota (Rangga Tabbu,

adalah vaksin ND dari strain la sota (Rangga Tabbu, 2000). Penyakit Avian Influenza adalah penyakit pernafasan

2000).

Penyakit Avian Influenza adalah penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus Orthomixo. Gejala penyakit Avian Influenza adalah gangguan pernafasan, diare, nafsu makan menurun. Pada ayam muda dapat tercekik karena sumbatan getah radang pada saluran pernafasan. Penyakit ini dapat menular antara lain melalui kontak langsung dengan ayam yang terjangkit, peralatan lalu lintas anak kandang dan angin. Penyakit ini bersifat zoonosis atau dapat menular pada manusia, penyakit ini menyebabkan mortalitas yang sangat tinggi. Penyakit ini tidak ada pengobatan secara khusus, untuk pencegahan dengan melakukan sanitasi dengan baik dan vaksinasi dengan vaksin AI (Akoso, 2003). Vaksinasi dilakukan pada sore hari mulai jam 15.30 sampai selesai, cara memvaksin ayam dilakukan per Pen dengan menggunakan jaring agar ayam tidak terlalu padat, dan

memudahkan saat proses vaksinasi.

7. Biosecurity Biosecurity adalah merupakan tindakan pengamanan terhadap ternak, melalui pengamanan terhadap lingkunganya dan orang atau person yang terlibat dalam siklus pemeliharaan. Prosedur untuk karyawan ialah saat masuk area perkantoran harus melalui spray atau shower yang mengandung desinfektan, kemudian masuk area produksi (kandang) harus meninggalkan

pakaian luar kemudian masuk melalui spray desinfektan dilanjutkan mandi dan keramas kemudian pakai baju dan sepatu khusus untuk area produksi.

37

Masuk kandang sepatu harus dicelupkan ke bak sanitasi, cuci tangan dengan desinfektan agar lebih steril. Prosedur untuk peralatan kerja ialah peralatan dicuci bersih kemudian direndam air yang mengandung desinfektan baik

dari farm pengirim maupun farm penerima. Peralatan yang tidak dapat dicuci dengan air dilakukan pembersihan kering kemudian harus di fumigasi baik dari farm pengirim maupun farm penerima. Prosedur untuk kendaraan ialah kendaraan atau mobil luar farm tidak boleh masuk, kondisi harus bersih dan dilakukan spraydengan desinfektan sebelum diparkir disekitar area farm. Kendaraan farm yang datang dari luar area harus dicuci dan dilakukan spray dengan desinfektan sebelum masuk kedalam area farm serta melewati car dipping, kendaraan yang bermuatan tidak boleh masuk area farm barang harus dipindah ke kendaraan yang ada dalam farm. Prosedur umum ialah jauhkan segala macam hewan peliharaan dari area produksi, melakukan kontrol melalui program untuk memberantas rodentia dan insect, setiap hari harus mengambil ayam mati sampai tuntas tidak ada yang tertinggal di kandang, kemudian dimasukkan kedalam karung lalu diikat rapat selanjutnya dimasukkan kedalam tempat sampah atau dibakar. Kontrol kebersihan air secara rutin melalui sanitasi, botol atau peralatan bekas vaksin tidak boleh tertinggal diarea produksi, harus dibakar

atau dikubur diluar area produksi. Menjaga kebersihan gudang pakan, gudang telur, gudang peralatan dan area dalam farm dengan melalui sanitasi dan fumigasi.

Menjaga kebersihan gudang pakan, gudang telur, gudang peralatan dan area dalam farm dengan melalui sanitasi dan

38

V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Manajemen Pemeliharaan Ayam Parent Stock di PT. Super Unggas Jaya Unit Sukorejo Farm dapat dikategorikan baik. Hal tersebut dapat ditinjau dari beberapa hal, antara lain :

Hal tersebut dapat ditinjau dari beberapa hal, antara lain : Manajemen pemeliharaan ayam Parent Stock di

Manajemen pemeliharaan ayam Parent Stock di perusahaan PT. Super Unggas Jaya, Unit Farm Sukorejo sudah sangat baik, karena dalam pemeliharaan ayam Parent Stock fase Layer sudah mengikuti pedoman pembibitan ayam ras yang baik (good breeding practice), semua itu dapat dilihat dari manajemen pengambilan telur dengan waktu yang sudah ditentukan dan pada masa puncak intensitas pengambilan lebih diperbanyak. Manajemen pakan dengan pemberian pakan hanya satu kali dalam sehari pada pukul 05.30, sedangkan manajemen pemberian minum dengan penambahan vitamin dan diberikan secara adlibitum. Manajemen kandang sudah menggunakan kandang sistem tertutup (closed house), manajemen vaksinasi dilakukan pada umur ayam yang sudah ditentukan dan manajemen biosecurity yang sangat ketat pada semua karyawan dan semua peralatan pendukung peternakan.

B. Saran

Pengambilan telur pada saat puncak produksi sebaiknya dilakukan sesering mungkin, agar telur yang pecah dapat berkurang. Saat melakukan vaksinasi sebaiknya dilakukan dengan hati – hati, agar ayam tidak mengalami stress yang akan berakibat menurunya produksi telur. Kandang karantina sebaiknya dibuat terpisah dari kandang utama, agar ayam yang sakit tidak menular ke ayam yang sehat.

38