Anda di halaman 1dari 45

Senyawa Karbonil:

ALDEHIDA dan KETON

Jenis-jenis senyawa karbonil


R

O
C

Halida asam
(Asil halida)

R'

Lakton
(ester siklik)

R'

Ester

O
O

Asam karboksilat

Anhidrida asam

O
C

Keton

Aldehida

R
X
X = halogen

R'

Amida

Laktam
(amida siklik)

Senyawa Karbonil: Mengapa perlu


dipelajari oleh mahasiswa ?
Kebanyakan molekul bioaktif yang penting (termasuk
obat-obat) mengandung gugus karbonil.
Banyak senyawa-senyawa alami/sintetik yang penting
dalam kehidupan sehari-hari mengandung gugus
karbonil.

Contoh senyawa-senyawa karbonil penting


O
H3C

H
N
OH

Asam asetat

OH

CH3

HO

Asam asetil salisilat

(analgesik, antipiretik)

(analgesik, antipiretik)

O
H

C
O

Retinal

CH3

Asetaminofen

(asam cuka)

( O

C
O

H2
C

C )
H2 n

Dakron
(suatu polimer sintetik)
4

Contoh senyawa-senyawa karbonil penting


O
O

O
NH

CH

OH

O
O

OH
HO
O

Paklitaksel (Taxol)
(anti kanker yang kuat)

H
O

O
O
O

OH

HO

OH

OH

CH2OH

Glukosa

Formaldehida

Pengawet sampel biologis, pereaksi, penghilang


bau untuk sumbu lampu/lilin.
Disimpan sebagai larutan dlm air (formalin)

Formalin (HCHO + H2O)

kalor

O
C

H
H
metanal
(formaldehida)
gas

Tata Nama IUPAC untuk Aldehida


Nama aldehida diturunkan dari nama alkana
induknya dengan mengubah huruf akhir a
menjadi al.
Atom karbon pada CHO diberi nomor 1,
tetapi nomor tidak perlu dicantumkan.
O

O
CH3CH
etanal

CH3CHCH

O
CH3CH CHCH

Cl
2-kloropropanal

2-butenal
7

Tata Nama IUPAC untuk Keton


Nama keton diturunkan dari alkana induknya,
huruf akhir a diubah menjadi on. Bila perlu
digunakan nomor.
O
O
sikloheksanon

CH3CCH2CH2CH3

CH3CCH2CCH3

2-pentanon

2,4-pentanadion

Nama IUPAC dan Nama Trivial


O
HCH
IUPAC:

metanal

Trivial:

formaldehida
O
CH3CCH3

O
CH3CH
etanal
asetaldehida
O
CH3CCH2CH3

O
CH3CHCH
Br
2-bromopropanal
-bromopropionaldehida
O
(CH3)2CHCC(CH3)3

IUPAC:

propanon

butanon

2,2,4-trimetil-3-pentanon

Trivial:

aseton

metil etil keton

isopropil t-butil keton


9

Sifat-sifat Aldehida dan Keton


Gugus karbonil:
satu atom C sp2 dan satu atom O yang dihubungkan dgn
satu ikatan dan satu ikatan .
Ikatan-ikatan pada bidang datar, ikatan di atas dan di
bawah bidang tsb.
Bersifat polar, elektron ikatan dan (terutama) tertarik
ke O.
O memiliki dua pasang elektron bebas.
Sifat-sifat struktural di atas (kedataran, ikatan ,
kepolaran, pasangan elektron bebas) mempengaruhi sifat
dan kereaktifan.
10

Struktur elektronik gugus karbonil

11

Konsekuensi kepolaran gugus karbonil:


Aldehida dan keton dapat berikatan hidrogen dengan
molekul air Aldehida dan keton BM rendah larut
dalam air.
O
CH3CCH3

O
H

Tetapi aldehida dan keton tidak dapat membentuk


ikatan hidrogen dengan sesamanya titik didih
lebih rendah dibanding alkohol yang setara.
12

Konsekuensi kepolaran gugus karbonil:


kereaktifan

Oksigen bersifat nukleofil,


bereaksi dengan asam dan elektrofil

C
Karbon bersifat elektrofil,
bereaksi dengan nukleofil

13

Reaksi Adisi Nukleofilik pada


Aldehida dan Keton

Merupakan reaksi yang terpenting untuk


aldehida dan keton.

14

Kereaktifan relatif: aldehida > keton


(1) Alasan sterik: perbedaan halangan ruang
Nu

Nu

(2) Alasan elektronik: perbedaan kestabilan muatan positif parsial

O
R

R
R'

15

Dua variasi adisi nukleofilik pada aldehida


dan keton
(1) Intermediat tetrahedral diprotonasi oleh air atau asam
menghasilkan alkohol (adisi)
O

O
Nu

R
R'

R'

OH

HA
Nu

R
R'

Nu

(2) Atom oksigen karbonil dikeluarkan sebagai H2O


menghasilkan ikatan rangkap karbon-nukleofil (subtitusi)
O
NuH2
R

R'

Nu

O
R
R'

NuH2

R'

+ H2O

16

Adisi Nukleofolik H2O: Hidrasi


OH

O
H2O
R

R'

R
OH
R'
suatu geminal diol
OH

O
H2O
Aseton (99,9%)

H3C
OH
H3C
Aseton hidrat (0,1%)

OH

H3C

CH3

H2O
H

Formaldehida (0,1%)

H
OH
H
Formaldehida hidrat (99,9%)
17

Mekanisme hidrasi
(1) Katalis basa
O

OH

OH

OH

OH

OH

OH

(2) Katalis asam


O

OH2

OH

OH

OH

H2O
O

H2O

H3O+

OH

H
18

Adisi Nukleofilik Alkohol:


Pembentukan Asetal

Alkohol merupakan nukleofil lemah yang mengadisi keton/aldehida


secara lambat pada suasana netral.
Adisi berlangsung cepat pada suasana asam.
O
2 R'OH

katalis
asam

Aldehida/Keton

(H3C)3C

4-ters-Butilsikloheksanon

OR'
OR'

H2O

Asetal/Ketal

HOCH2CH2OH
katalis asam

O
H2O

(H3C)3C
O

8-tert-Butyl-1,4-dioxa-spiro[4.5]decane
(suatu ketal siklik)
19

Mekanisme Reaksi Pembentukan Asetal/Ketal


O

OH

Cl

ROH

OH

OH
H

H2O
OR

Hemi (asetal/ketal)

OR

H2O
OR

Asetal/Ketal
+
H3O+

OR
H

ROH

OR

O
R

H3O+

Cl

OH2
OR

+
H2O

20

Adisi Nukleofilik Pereaksi Grignard:


Pembentukan Alkohol
Pereaksi Grignard adalah nukleofil karena ikatan
karbon-magnesium sangat terpolarkan dengan
kerapatan elektron yang tinggi pada karbon
+

MgX

MgX

R
Karbonil

Intermediat
tetrahedral

H3O+

OH
HOMgX
R
Alkohol

21

Adisi Nukleofilik Hidrida: Reduksi


Pereaksi pereduksi (misalnya LiAlH4 atau NaBH4)
berfungsi sebagai ekivalen ion hidrida (H-).
O
R

"
R'

Karbonil

H"
(dari NaBH4)

R
R'

H3O+
H

Intermediat
tetrahedral

OH
R
R'

H2O
H

Alkohol

22

Adisi Nukleofilik Amina:


Pembentukan Imina dan Enamina

Adisi amina primer menghasilkan imina;


adisi amina sekunder menghasilkan enamina.
O
C

RNH2
N
H2O

Keton /
Aldehida

Imina

H
R2NH

N
C

H2O

Enamina
23

Mekanisme Pembentukan Imina


O
aldehida/keton
NH2R

transfer
proton

O
NH2R

OH

H3O
NHR

OH2

H2O

H
OH2

NHR
ion iminium

karbinolamina

R
H3O

imina

24

Kecepatan reaksi pembentukan imina


tergantung pH
pH tinggi (tidak ada
asam): karbinolamina
tidak terprotonasi
imina tak terbentuk
pH rendah (terlalu
asam): amina
terprotonasiadisi
nukleofilik tak terjadi
25

Oksim
NH2OH

hidroksilamina

Sikloheksanon oksim (tl. 90C)

O
Sikloheksanon

Semikarbazon

O
C

N
O
H

H2O

OH

H2NNHCNH2
Semikarbazida

Benzaldehida

NH2

Benzaldehida semikarbazon (tl. 222oC)

2,4-Dinitrofenilhidrazon
H
O
H3C

H2N

NO2

CH3

Aseton

NO2
2,4-Dinitrofenilhidrazina

H3C

NO2

CH3

NO2

Aseton 2,4-dinitrofenilhidrazon (tl. 126 oC)


26

Mekanisme Pembentukan Enamina


O
H

NHR2
OH
H
R2N

OH2

H+

R2N

OH2
R
H3O+

27

Adisi Nukleofilik Hidrazina:


Wolff-Kishner
Reaksi
Merupakan metode sintesis yang penting untuk
mengkonversi keton/aldehida alkana.
O
C

H
CH2CH3

H2NNH2

H
C

CH2CH3

N2

KOH
Propiofenon

H2O

Propilbenzena (82%)
O
C

H2NNH2
KOH

Siklopropanakarbaldehida

CH3
N2

H2O

Metilsiklopropana (72%)
28

Mekanisme Reaksi Wolff-Kishner


O
R

R'
H2NNH2

N
R

NH2

N
OH

R'
N
R

H2O

H
OH

R'

H2O
H

R
R'

R C H
R'

H2O
R'

H
OH

R C H
R'
29

Reduksi Clemmensen
Mengkonversi keton/aldehida ke alkana.
Mekanisme rumit dan belum sepenuhnya
dipahami.
Digunakan bila substrat tidak tahan kondisi
basa.
O
C

H
CH2CH3

Zn(Hg)
H3O

Propiofenon

H
C

CH2CH3

Propilbenzena (86%)

30

Manfaat Penting Asetal


Asetal merupakan gugus pelindung yang
penting untuk aldehida/keton.
O

CH3CCH2CH2COCH2CH3
Etil 4-oksopentanoat

HOCH2CH2OH
katalis H+

H2C

CH2

H3C

CH2CH2CHOCH2CH3
1. LiAlH4

tak dapat dilakukan


secara langsung

2. H3O+

O
CH3CCH2CH2COH
5-Hidroksi-2-pentanon

+ HOCH2CH2OH

H3O+

H2C

CH2

H3C

CH2CH2CH2OH
31

Adisi Nukleofilik Thiol:


Pembentukan Thioasetal

Serupa dengan pembentukan asetal.


Tioasetal penting karena dapat diubah menjadi alkana
dengan desulfurisasi menggunakan Raney nikel.
H3C

HSCH2CH2SH
HCl

4-Metilsikloheksanon

S
H3C

S
+

H3C

H2O

S
Suatu tioasetal (96%)

Raney Ni

H
+

H3C

NiS

H
Suatu alkana

32

Adisi Nukleofilik Fosfonium Ilida :


Reaksi Wittig
R

R'
C

R
aldehida/
keton

(C6H5)3P

R'
C

R'
fosfonium ilida

R'
alkena

(C6H5)3P

trifenilfosfina
oksida

Reaksi Wittig digunakan untuk membuat alkena mono-, didan trisubstitusi.


Ilida: molekul dengan muatan + dan berdampingan.
Betaina: molekul dengan muatan + dan tidak berdampingan.

33

Mekanisme Reaksi Wittig


O
+

R2C

keton/
aldehida

P(C6H5)3

R
alkena

betaina

R
(C6H5)3P

P(C6H5)3
R

ilida

THF

trifenilfosfina oksida

P(C6H5)3

R
R

34

Pembuatan Ilida

H3C

Br

Bromometana

Trifenilfosfina

SN2

BuLi
P

CH3
Br

Metiltrifenilfosfonium
bromida

THF

CH2

Metiltrifenilfosforana

35

Keunggulan Reaksi Wittig


CH3
1. CH2MgBr

2. POCl3
O

CH2

Metilenasikloheksana

1-Metilsikloheksena

CH2
Sikloheksanon

(C6H5)3P

CH2

THF

(C6H5)3P

Metilenasikloheksana
(84%)
36

Reaksi Wittig dalam Produksi -Karotena


di Hoffmann-LaRoche (Swiss)
CHO

CHP(Ph)3
+
Retinilidenatrifenilfosforana

Retinal
Reaksi
Wittig

-Karotena

37

Reaksi Cannizzaro
Hanya berlaku untuk aldehida yang tidak memiliki atom H
pada atom C di sebelah gugus CHO (formaldehida dan
turunan-turunan benzaldehida).
Keton tidak bereaksi.
CHO

1. -OH, H2O

CO2H

CH2OH
+

2. H3O
Benzaldehida

Asam benzoat

Benzil alkohol

38

Mekanisme Reaksi Cannizzaro

O
O
C

O
H

OH

H
C

OH

OH

C
1.

(teroksidasi)
+

2. H3O+

H
C

Intermediat
tetrahedral

(tereduksi)

Substitusi asil nukleofilik pada turunan asam karboksilat (KO II):


O
R

+
Y

Nu

R C Nu
Y

Nu
39

OH

Adisi Konjugat pada Gugus Karbonil -Takjenuh


O

C C
C

O
C

pusat elektrofilik

Adisi langsung (adisi 1,2):


O

C
1

O
Nu

H3O

OH

Nu

Nu

Adisi konjugat (adisi 1,4):


4
O
3C

O
C
C 1
2

Nu

Nu

H3O
Nu

O
C

C
H

intermediat ion enolat

40

Nu

Adisi Konjugat Amina


Bila digunakan satu ekivalen amina hanya terbentuk produk
adisi 1,4.
O
CH3CCH

O
CH2

3-Buten-2-on

HN(CH2CH3)2

Etanol

Dietilamina

CH3CCH2CH2N(CH2CH3)2
4-N,N-Dietilamino-2-butanon
(92%)

O
+

CH3NH2

Etanol
NHCH3

2-Sikloheksenon

Metilamina

3-(N-Metilamino)sikloheksanon
41

Adisi Konjugat HCN


O

O
C

HCN

CN

Aldehida/keton

Metode Nagata (1966) rendemen lebih baik.


H3C

CH3

C
H

1. (C2H5)2Al
CH3

CN , toluena

O
H

CH3
CN

H H
2,2-Dimetil-4-oksopentananitril
(88%)

4-Metil-3-penten-2-on

2. H3O+

H3C

2. H3O+

1. (C2H5)2Al

O H3C

CN , toluena
O
H

CN
H
42

Adisi Konjugat Gugus Alkil:


Pereaksi Organotembaga O
O
C

1. " R "

2. H3O+

Sebagai :R- pereaksi Gilman (litium diorganotembaga).


RX

2 RLi

2 Li
Pentana
CuI
Eter

RLi + Li+XLi+(RCuR) + Li+ILitium


diorganotembaga
43

Contoh
Adisi
Konjugat
Gugus
Alkil
O
O
1. Li(CH3)2Cu, eter

CH3CCH

CH2

3-Buten-2-on

CH3CCH2CH2CH3

2. H3O+

2-Pentanon (97%)

O
1. Li(C6H5)2Cu, eter
2. H3O+

2-Sikloheksenon
3-Fenilsikloheksanon (70%)
O

O
1. Li(CH3)2Cu, eter
2. H2O
O

Rudyanto (2002)

(89%)

O
44

Adisi Nukleofilik dalam Makhluk Hidup


Bacillus subtilis: sintesis alanina
O

NH
+

CH3CCOOH

NH3

NH2
enzim

CH3CCOOH

Asam piruvat

pereduksi

CH3CHCOOH

suatu imina

Alanina

Pertahanan diri Apheloria corrugata (kelabang)


NC

OH
H

Mandelonitril

Enzim

HCN

RACUN

45