Anda di halaman 1dari 56

Proses

Produksi
Minyak Atsiri

Klasifikasi Proses
Distilasi
Enflorasi
Maserasi
Ekstraksi

Diagram alir proses


distilasi

Termodinamika

Misal cairan A murni


dipanaskan pada
tekanan 1 atm.
Peristiwa mendidih
terjadi pada saat
tekanan uap A = 1
atm.
Suhu saat terjadinya
peristiwa mendidih
= titik didih cairan A

Uap A murni
(Ptot = 1 atm)

Cairan A murni

Termodinamika

PAjenuh+PBjenuh=1 atm

Campuran
A+B

Campuran cairan
A dan B
dipanaskan pada
tekanan 1 atm.
Peristiwa mendidih
terjadi pada saat
tercapai kondisi di
mana PAjenuh+PBjenuh
= 1 atm

Termodinamika

PAjenuh+PBjenuh=1 atm

Campuran
A+B

Kondisi tersebut
tercapai pada
suhu yang lebih
rendah daripada
titik didih
senyawa A dan B
jika mereka
dipanaskan
sebagai senyawa
murni.

Campuran air dan minyak


atsiri
Kebanyakan

merupakan campuran yang


tidak saling melarutkan.
Suhu didih bisa di bawah suhu didih
normal air (di bawah 100oC).
Komposisi uap tergantung pada tekanan
uap murni masing-masing
komponennya.

Misal pada campuran


Komposisi
uap A dan B dengan suhu

tertentu, tekanan uap murni A lebih tinggi


(artinya A lebih mudah menguap daripada B).
Maka uap hasil distilasi akan didominasi oleh
senyawa A.
Jika proses kondensasi sangat bagus maka
komposisi kondensat dapat dianggap sama
dengan komposisi uap yang keluar dari kolom
distilasi.

WH2 O

PH2 O

MH2 O

x
Estimasi
komposisi
Wmin yak Pmin yak Mmindistilat
yak

WH2O = berat air dalam kondensat


Wminyak

= berat minyak dalam kondensat

PH2O = tekanan parsial uap air pada suhu ketel


Pminyak
= tekanan parsial uap minyak pada
suhu ketel
MH2O = berat molekul air
Mminyak

= berat molekul minyak

Contoh data

Beberapa teknik distilasi


Water

distillation
Steam distillation
Water and steam distillation

Water distillation
Bahan

baku kontak
langsung dengan air
Air dipanaskan sampai
mendidih dengan api
langsung atau dengan
steam jacket, steam coil,
dll
Hanya untuk bahan-bahan
yang tidak cenderung
menggumpal dalam air

Uap air +
Uap minyak atsiri

PANAS

13

Water and steam distillation


Bahan

baku pada grid di


atas permukaan air
Air dipanaskan sampai
mendidih dengan api
langsung atau dengan
steam jacket, steam
coil, dll
Bahan baku kontak
dengan steam jenuh
bertekanan rendah

Uap air +
Uap minyak atsiri

PANAS

15

Steam distillation
Bahan

baku pada grid di


atas permukaan air
Tidak ada air dalam
ketel. Steam
diinjeksikan langsung ke
dalam ketel.
Bahan baku bisa kontak
dengan steam
jenuh/superheated
bertekanan tinggi

Uap air +
Uap minyak atsiri

STEAM

17

Destilasi air dan kukus


dengan kohabitasi
otomatis:

18

Fenomena yang terjadi


Difusi

melalui membran sel


Hidrolisis senyawa tertentu dalam
minyak atsiri
Dekomposisi akibat panas

Perbandingan

Perbandingan

Jenis steam
Steam

jenuh (saturated steam):


Suhu tergantung tekanan
Berkeseimbangan dengan air (pada tekanan
konstan akan segera mengembun jika suhu
turun)
Steam lewat jenuh (superheated steam):
Di atas tekanan uap jenuh
Suhu tidak tergantung tekanan
Pada volum yang sama, kandungan air lebih
tinggi pada saturated steam.

Rangkaian proses
Penanganan

bahan baku
Pemasukan bahan baku ke dalam tangki
distilasi
Pengembunan
Separasi
Purifikasi lebih lanjut (misalnya
fraksinasi)

Bahan baku
Perlu

perajangan
(comminution) untuk
mengurangi tahanan difusi.
Seberapa halus perajangan
yang diperlukan, tergantung
pada karakteristik bahan
baku.
Penyimpanan stok bahan
baku dalam kondisi utuh
(perajangan dilakukan
sesaat sebelum masuk
ketel).

Efek pengeringan
Banyak

kehilangan minyak atsiri pada


proses pengeringan (lebih banyak
daripada kehilangan selama
penyimpanan bahan baku kering).
Kehilangan akan lebih banyak jika
pengeringan dilakukan secara tradisional
(dihamparkan di bawah sinar matahari).
Tidak mempengaruhi kualitas minyak
atsiri, tapi mengurangi potensi perolehan
minyak.

Dimensi tangki
Water

distillation: tangki
dangkal (diameter lebih
panjang daripada tinggi tangki)
Water and steam distillation:
tangki dengan diameter
kurang lebih sama dengan
tingginya
Pada umumnya:
Steam distillation: tangki
Diameter maksimum 8 ft.
dengan tinggi yang lebih
panjang daripada diameternya.

Loading tangki
Pertimbangan dalam loading
tangki:
1. Tersisa ruang yang cukup di
atas tumpukan material agar
keluarnya uap ke pipa menuju
kondenser tidak terhambat.
2. Perlu dipertimbangkan
kemungkinan tumpukan
bahan yang didistilasi
mengembang selama proses
distilasi.

Proses distilasi
Diperlukan isolator
panas:
Kebanyakan ketel
distilasi beroperasi
pada suhu di atas
50oC.
Perlu isolator panas
untuk:
- mencegah
kehilangan panas
- keselamatan pekerja

Kondensasi

KOIL

SHELL and TUBE

Kecepatan transfer panas


q
U
A
T

q = UAT
= panas yang diambil/diberikan
per satuan waktu
= koefisien transfer panas
= luas permukaan transfer panas
= selisih suhu antara fluida panas
dengan fluida dingin

Pertimbangan operasi
Kecepatan air pendingin yang cukup besar
kondensasi
akan meningkatkan kecepatan transfer panas.
Posisi

kondenser shell and tube sebaiknya


vertikal dengan kondensat terkumpul pada
dasar kondenser.
Untuk air pendingin, digunakan air yang sudah
dihilangkan kesadahannya.
Perlu diperhatikan efek dari komponenkomponen minyak atsiri terhadap material
kondenser.

Kondisi operasi kondenser


Suhu

air masuk adalah suhu kamar


(30oC), suhu keluar berkisar antara 5070oC (maksimum 80oC).
Kondenser dibuat dari aluminium atau
stainless steel untuk kebanyakan
minyak atsiri (yang mengalami
perubahan warna jika kontak dengan
besi).
Aluminium dapat bereaksi dengan fenol.

Separasi

Separasi
Campuran

minyak dan air merupakan


dispersi dua jenis cairan yang tidak
saling melarutkan.
Dapat terpisah dengan sendirinya dalam
waktu tertentu.
Kecepatan pemisahan tergantung
perbedaan berat jenis dan tegangan
muka antar cairan.

35

Berikut disajikan gambar-gambar


pemisah minyak-air hasil
pengembunan:
Minyak

lebih ringan dari air


Minyak lebih berat dari air
Minyak ada yang lebih ringan dan ada yang lebih
berat dari air dan dipungut terpisah
Minyak ada yang lebih ringan dan ada yang lebih
berat dari air dan dipungut jadi satu

36

37

38

Tegangan muka
Ditinjau

molekul-molekul cairan pada


daerah yang dekat dengan permukaan.
Molekul-molekul cairan mengalami inter
particle force (gaya antar partikel) sehingga
seakan-akan mereka saling tarik-menarik.
Molekul 2: karena posisinya di bagian
tengah, molekul ini mengalami gaya tarik
dari molekul-molekul lain di segala arah
yang besarnya kurang-lebih sama (saling
menetralkan sehingga efeknya tidak ada).

Tegangan muka
Molekul

1: karena posisinya di permukaan,


molekul ini mengalami gaya tarik dari
molekul-molekul lain di bulk cairan dan tidak
ada yang mengimbangi dari sisi yang lain.
Molekul pada permukaan seakan-akan tertarik
ke bulk cairan.
Akibatnya, cairan selalu membentuk
permukaan yang sekecil-kecilnya.
Jika 2 cairan yang tidak saling melarutkan
dicampur, maka cairan yang jumlahnya lebih
sedikit akan membentuk droplet-droplet.

Surfaktan
Senyawa

yang dapat memperkecil tegangan

muka.
Biasanya memiliki gugus polar sekaligus gugus
non polar.
Gugus polar dapat mengikat senyawa polar,
gugus non polar dapat mengikat senyawa non
polar.
Akibatnya, jika ditambahkan surfaktan ke dalam
campuran cairan polar dan non polar, maka
campuran yang tadinya tidak saling melarutkan
akan dapat bercampur sebagai emulsi (bukan
larutan tetapi hanya merupakan dispersi yang
tidak mudah dipisahkan kembali)

Mekanisme kerja
surfaktan

Sifat surfaktan pada


minyak atsiri
Minyak

atsiri dapat bersifat sebagai


surfaktan jika mengandung gugus-gugus
polar atau gugus-gugus yang dapat
membentuk jembatan hidrogen.
Contoh:
Komponen utama dalam minyak nilam
adalah patchouli alcohol dengan gugusgugus OH. Kecenderungan minyak nilam
terikut dalam air kondensat cukup besar.

Cohobation
Jika tegangan muka antara minyak dan
air relatif kecil, minyak dapat terdispersi
dalam air sebagai droplet-droplet yang
sangat kecil.
Secara visual mirip larutan dan sulit
dipisahkan dengan dekantasi.
Untuk kasus yang demikian, air perlu
disirkulasikan ke ketel distilasi (redistilasi)
untuk meminimalkan kehilangan minyak
atsiri.

Catatan
Redistilasi hanya dianjurkan untuk teknik
water distillation dan water and steam
distillation.
Sebaiknya TIDAK dilakukan untuk teknik
steam distillation menggunakan boiler
sebagai pembangkit steam.
Suhu boiler terlalul tinggi sehingga
minyak atsiri akan rusak di boiler dan
akhirnya mengurangi kualitas produk
minyak atsiri.

Boiler
Steam

Kelengkapan:

- Kontrol
tekanan
- Kontrol water
level
- Safety valve
- Pompa air

Steam
generator
Ruang
Pembakaran

Bahan bakar

Flue gas
Tube heater

Air demin

Spesifikasi steam
Boiler

menghasilkan steam jenuh


Tekanan rendah
: 40-50 psia
(suhu rendah, kapasitas besar)
Tekanan tinggi
: > 100 psia
(suhu tinggi, kapasitas lebih rendah)
Jika diinginkan superheated steam,
boiler dilengkapi dengan superheater.

Beberapa problem dalam


praktek
Pada

kasus water distillation dengan direct


fire: seringkali diperlukan penambahan air
untuk mencegah bahan baku kontak langsung
dengan dinding ketel yang sangat panas.
Tidak terjadi resiko tersebut jika digunakan
jaket/koil pemanas.
Jika digunakan open steam, perlu diberikan
ruang kosong yang cukup untuk menampung
embunan dalam tangki.

Pembuangan limbah
Minyak

atsiri adalah komponen tanaman


yang prosentasinya sangat kecil
dibanding komponen yang lain.
Industri minyak atsiri selalu memberikan
limbah sisa distilasi yang volumenya
sangat banyak.
Bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Purifikasi
Rectification:

pemisahan senyawa volatil dan


non-volatil, jika yang diinginkan adalah senyawa
yang volatil. Biasanya tujuannya hanya untuk
memisahkan minyak atsiri dari karbon yang
terbentuk selama proses distilasi, sehingga
warna produk minyak atsiri lebih cerah. Bisa
dilakukan dengan dry distillation (vakum) atau
steam distillation.
Fraksinasi: pemisahan minyak atsiri menjadi
berbagai fraksi berdasarkan titik didih
komponen-komponennya. DIlakukan dengan dry
distillation (vakum)

Rectification
Digunakan

untuk
memisahkan bau yang
tidak diinginkan dan residu
karbon yang
menyebabkan minyak
berwarna gelap.
Ke dalam still dimasukkan
minyak atsiri bersama air.
Bau biasanya keluar pada
awal distilasi, karbon
tertinggal dalam residu
distilasi.
Operasi secara batch,
dilakukan pelahan-lahan.

Distilat

Steam

Fraksinasi
Dilakukan

pada kondisi vakum, tanpa


penambahan air.
Tujuan pemvakuman adalah agar
minyak dapat diuapkan pada suhu yang
tidak terlalu tinggi.
Derajat kevakuman kira-kira 5-10
mmHg.

Efek vakum pada titik didih


Contoh: linalol (titik
didih normal 198oC)

Tekanan, mm Hg

Titik didih, oC

30

105

20

97

10

84

73

Konsekuensi operasi
vakum
Dinding

still lebih tebal


Sambungan-sambungan harus sangat
rapat (airtight)
Kondenser harus sangat efisien (jangan
sampai uap minyak terhisap masuk ke
pompa vakum)

Konfigurasi

Kondenser

Reflux

Produk atas

Umpan

Distilat
Kondenser

Reflux

Produk bawah
Reboiler
KONTINYU

Produk
Steam
BATCH

Penutup
Karakter

alam:
Keunikan-keunikan individual dapat
dipahami dengan suatu generalisasi.
Kesulitannya adalah merumuskan
generalisasi tersebut.