Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Elsa Febrina Silalahi

NIM

: 05121001080

Judul
Potensi Optimalisasi Urban Farming Hidroponik sebagai bentuk Agribisnis Kreatif Berbasis
Masyarakat dengan Pendekatan Komunikasi Pertanian Jejaring Sosial untuk mencapai
Ketahanan Pangan Kota Palembang
Latar Belakang
Fragmentasi dari sistem ekonomi kerakyatan di Indonesia adalah hadirnya bentuk
wirausaha kreatif yang berbasis masyarakat. Pemenuhan kebutuhan pangan termasuk sayuran
dan buah selama ini masih bergantung pada suplai dari kawasan tertentu dan cenderung
berasal dari basis produksi yang dikuasai pemilik modal. Peningkatan jumlah penduduk dan
aktifitas masyarakat mengakibatkan kebutuhan akan bahan pangan yang semakin tinggi
terutama di daerah perkotaan dengan suplai yang terbatas dan bergantung mengancam
ketahanan pangan kota. Secara umum, Urban Farming dikenal sebagai upaya memanfaatkan
lahan tidur di perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau yang
dilakukan oleh masyarakat dan komunitas sehingga dapat memberikan manfaat bagi
mereka. Urbanisasi menciptakan masyarakat yang secara ekonomis memadai bagi
berkembangnya berbagai media. Di era globalisasi seperti sekarang ini, interaksi dan
komunikasi sudah dimudahkan dengan adanya berbagai macam perkembangan teknologi,
salah satunya dengan munculnya website sehingga berkomunikasi dapat dilakukan melalui
jejaring sosial, penggunanya dapat membuat interaksi di dalamnya dengan sesama pengguna
situs jejaring sosial tersebut. Berkomunikasi dan berbagi informasi menggunakan media
jejaring sosial tentunya sangat mudah untuk dilakukan bagi masyarakat kota saat ini, karena
lebih dapat menghemat waktu dan biaya ditengah kegiatan masyarakat kota yang sangat
padat, sehingga mereka tidak perlu membuang waktu hanya untuk berbagi informasi.
Terdapat berbagai macam situs jejaring sosial yang telah dikenal oleh masyarakat
luas, terutama masyarakat kota yaitu: Line, Facebook, Twitter, LinkedIn, YouTube, Tumblr,
Blog,

dan

masih

banyak

lagi.

Masing- masing situs jejaring sosial yang saat ini

bermunculan berlomba menawarkan kemudahan dan fasilitas yang berbeda beda, namun

tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu menghubungkan manusia yang satu dengan yang
lainnya. Maraknya situs jejaring sosial diakibatkan oleh adanya trend dan perkembangan
teknologi yang sangat pesat di masyarakat. Saat ini masyarakat dapat mengakses situs
situs, jejaring sosial tersebut tidak hanya lewat komputer dan laptop yang berkoneksikan
dengan internet, namun dapat melalui handphone yang tentunya juga dilengkapi dengan
jaringan internet.
Salah satu situs jejaring sosial yang sedang populer di Indonesia saat ini adalah
Instagram dan Line Official. Para pengguna jejaring sosial ini terus meningkat di Indonesia.
Selain proses pendaftarannya yang mudah, pengelolaan akunnya juga sangat sederhana dan
simpel.Salah satu komunitas yang aktif menggunakan media online sebagai ajang promosi
kegiatan mereka dibidang pertanian adalah Jogja Berkebun (@JgjBerkebun). Jogja Berkebun
adalah bagian dari jejaring Indonesia Berkebun, sebuah komunitas yang bergerak melalui
media jejaring sosial (baik itu Twitter, facebook, dll) yang bertujuan untuk menyebarkan
semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program Urban
Farming. Contoh kota yang berhasil menerapkan sistem urban farming dengan baik adalah
kota Havana, Ibu Kota Kuba yang berhasil memenuhi 90 % kebutuhan sayur lokal dengan
aplikasi Urban Farming yang terintegrasi.
Rumusan Masalah
Urban Farming atau pertanian perkotaan saat ini sedang banyak digerakkan oleh
beberapa perkumpulan pecinta kegiatan pertanian atau perkebunan yang berada di perkotaan.
1. Apa saja konsep Urban Farming Hidroponik yang sudah ada di Kota Palembang?
2. Bagaimana konsep Urban Farming Hidroponik yang sederhana, mudah dan murah
yang bisa di tawarkan bagi masyarakat kota palembang?
3. Bagaimana efektifitas komunikasi pertanian jejaring sosial dalam meningkatkan
budaya Urban Farming Hidroponik di kota Palembang?
Tujuan Penelitian
1. Mengetahui konsep-konsep Urban Farming Hidroponik yang sudah ada di Kota
Palembang.
2. Menemukan konsep Urban Farming Hidroponik yang sederhana, mudah dan murah
yang bisa di tawarkan bagi masyarakat kota palembang
3. Menganalisis efektifitas komunikasi pertanian jejaring sosial dalam meningkatkan
budaya Urban Farming Hidroponik di kota Palembang?

Kesimpulan:
Pertanian dengan konsep urban farming mempunyai potensi yang sangat besar untuk
memenuhi kebutuhan pangan di kota Palembang oleh karena itu upaya optimalisasi urban
farming hidroponik dilakukan dengan pendekatan komunikasi pertanian jejaring sosial.