Anda di halaman 1dari 6

BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA KLINIS

FENOBARBITAL

NAMA

: Erlangga Restu Martayasa

NIM

: 3351141427

Apoteker A

1. PARAMETER UTAMA FENOBARBITAL


Fenobarbital adalah suatu barbiturat kerja-panjang yang digunakan dalam pengobatan
gangguan kejang, insomnia, dan ansietas (kecemasan). Dosis pemeliharaan untuk dewasa
2mg/kg/hari, konsentrasi tunak yang dihasilkan 20 mg/L. Apabila konsentrasi terapeutik
sebesar 20 mg/L diperlukan dengan segera pada anak-anak dan dewasa, dosis muatan 15
mg/kg dapat diberikan, biasanya dalam 3 dosis terbagi, yaitu 5 mg/ kg setiap 2-3 jam.
Konsentrasi terapeutik
Bioavailabiltas (F)
S (untuk garam Na)
V

15-40 mg/L
1,0 (> 0,9)
0,9

1. Neonatus
2. Anak-anak dan orang dewasa

1. 0,9 L/kg (0,7-1,0)


2. 0,7 L/kg (0,6-0,7)

Cl
1. Anak-anak
2. Dewasa dan neonatus
3. Lansia (>65 th)
T1/2

1. 0,008 L/kg/jam ( 0,2 L/kg/hari)


2. 0,004 L/kg/jam ( 0,1 L/kg/hari)
3. 0,003 L/kg/jam ( 0,07 L/kg/hari)

1. Anak-anak
2. Dewasa
fu (fraksi tidak terikat dalam plasma)

1. 2,5 hari
2. 5 hari
0,5

2. DIALISIS OBAT
Untuk obat yang diberikan pada pasien yang menjalani hemodialisis intermitten, mengikuti 1
dari 2 pola berikut :

1.

Dosis pemeliharaan menghasilkan konsentrasi yang konstan antar periode


dialisis

Konsentrasi obat dalam plasma menunjukkan kondisi tunak dan sedikit fluktuasi
konsentrasi obat antar dosis.

Maka :
Clpat = Clm + Clr
Dosis
)

Clpat

( s) ( F ) (
Css=

F
( S )
(Css rerata ) ( Clpat ) ( )
Dosis=

Dimana :
-

Clpat : klirens selama nondialisis


Clm : klirens metabolik
Clr : residu klirens ginjal
: Interval dosis
Dosis pengganti pascadialisis

jumlah obat dalamtubuh fraksi obat yang hilang


sebelum dialisis
selama dialisis

)(

Dosis pengganti pascadialisis

(
( v ) ( Css rerata ) ( 1e

Cl pat+Cl dial
( td )
v

Dosis pengganti pascadialisis

( v ) ( Css rerata ) ( 1e(Kdial) (td ))

2.

Sebuah dosis tunggal diberikan pada tiap periode dialisis. Sejumlah besar obat

hilang diantara periode dialisis dan banyak lagi yang hilang selama dialisis.
-

Dosis yang diberikan setelah dialisis mengganti semua obat yang hilang selama
proses dialisis.

Maka:
Dosis pengganti pascadialisis

{ [(

( v ) ( Css puncak ) 1 e

) (e (

Clpat
)
v

Clpat+Cldial
(td)
v

) ]}

Dosis pengganti pascadialisis


( v ) ( Css puncak ) {1[ e (Kpat ) (t 1) ][ e(Kdial)(Td) ] }
Dimana :
T1 : periode antar dialisis atau t dari c puncak sampai awal dialisis
Td ; periode dialisis atau t awal-akhir proses dialisis
K pat : K eliminasi sealam antar dialisis ketika obat hilang oleh Cpat saja
K dial : K eliminasi sealam antar dialisis ketika obat hilang oleh Cpat dan Cldial.

3. Estimasi kemampuan obat terdialisis


1. Hanya obat tidak terikat yang dapat melewati membran dialisis dan obat akan
terdialisis dalam volume distribusi obat tidak terikat.
Jika volume distribusi obat tidak terikat lebih lebih dari 3,5 L/kg atau 250 L/70kg,
obat yang hilang oleh dialisis TIDAK signifikan.
2. Klirens pasien (Clm + residu Clr)
Jika nilai klirens pasien >10mL/min/kg atau 700 ml/min/70 kg maka hemodialisis
TIDAK memperbesar proses eliminasi obat intrinsik yang dimiliki pasien secara
signifikan; karena kebanyakan obat memiliki klirens hemodialisis kurang dari
150mL/min
3. Jika interval pendosisan yang lazim lebih besar dari t1/2 obat pada pasien gagal ginjal
stadium akhir, hemodialisis TIDAK akan merubah regimen dosis.
Kuncinya : mengatur jadwal pemberian obat segera SETELAH dialisis dan BUKAN
sesaat sebelum dialisis. Jadi, walaupun obat dapat dialisis, sangat sedikit obat yang
tersisa untuk dihilangkan oleh dialisis.

STUDI KASUS

Pasien RT (pria, usia 70 th, BB 70 kg). Ia menderita gagal ginjal kronis dan gangguan kejang.
Dia telah diterapi dengan fenobarbital 60mg 2xsehari dan mempunyai konsentrasi tunak
20mg/L. Selama 3 bulan terakhir, fungsi ginjalnya terus memburuk dan dia mulai menjalani
hemodialisis fluks tinggi selama 3 jam sebanyak 3xseminggu. Apakah dia membutuhkan
penyesuaian regimen pemeliharaan ?. Jika akhirnya terapi diubah menjadi dialisis peritoneal
kontinu, apakah hal itu menyebabkan pasien membutuhkan penyesuaian regimen
pemeliharaan ?
Jawab
1. Volume distribusi obat tak terikat
- diketahui volume distribusi fenobarbital untuk dewasa : 0,7L/kg maka untuk pasien
dengan BB70kg adalah (0,7L x 70kg= 49L)
maka :
v
volume distribusi obat tak terikat=
fu

49 L
0,5

98 L
Batas obat yang dapat didialisis : 3,5 L/kg atau 250L/70kg, maka volume distribusi
obat tak terikat <250L maka dialisis kemungkinan dapat menghilangkan sebagian
besar fenobarbital.
2. Klirens
Batas klirens lansia >65th : 0,07L/kg/hari
0,07Lx70 kg/Hari = 4,9 L/hari
ml
L
1000 ml /L
Klirens
=4,9
min
hari 1440min /hari

( )

3,4 mL / min

1 ( 0,693 ) ( v )
3. t 2 =
Cl

( 0,693 )( 49 )
L
4,9
Hari

6,9 hari = 7 hari

4. Klirens Fenobarbital
Dosis
)

Cl=
Css rerata

( s )( F ) (

60 mg
)
0,5 hari
mg
20
L

( 1) ( 1)(

6 L atau 0,25 L/ jam

5. Estimasi klirens melalui dialisis fluks tinggi (Cldial) sebesar 10 L/jam dan Cl pasien
yang telah dihitung (Clpas) 0,25 L/jam, maka ;
Dosis pengganti pascadialisis

(
( v ) ( Css rerata ) ( 1e

(
mg (
( 49 L ) 20
1e

Cl pas+Cldial
( td )
v

0,25

L
L
+10
jam
jam
( 3 jam )
49 L

460 mg
Dosis pengganti sekitar 450 mg ini menunjukkan jumlah obat yang dieliminasi dari
tubuh selama periode dialisis akibat kedua klirens, yaitu klirens metabolik dan klirens
dialisis. Pada kasus ini, sebagian besar obat yang dieliminasi selama 3 kali periode
dialisis menunjukkan obat yang diliminasi melalui rute dialisis, maka total dosis
harian fenobarbital pada hari dialisis adalah 120 mg (dosis pemeliharaan) di tambah
dengan dosis pascadialisis = 450 mg.