Anda di halaman 1dari 23

Parkinson

Oleh:PRASETYO R.

Deskripsi
Penyakit parkinson merupakan suatu
gangguan neurologis progresif yang mengenai
pusat otak yang bertanggung jawab untuk
mengontrol dan mengatur gerakan.Karakteristik
yang muncul berupa bradikinesia (perlambatan
gerakan),tremor,dan kekakuan otot (Smeltzer
dan Bare,2002)

Etiologi :
1.

2.

Parkinsonisme primer/idiophatik penyebabnya


tak diketahui
Parkinsonisme sekunder

- Post infeksi
- Post CVA (Arteriosklerotik)
- Obatan (drug induced) reserpin,obat-2
psikiatri
- Keracunan gas CO,Mn
- Neurosyphilis
- Post trauma kapitis

Patofisiologi
Dopamin memiliki konsentrasi yang tinggi di
bagian-bagian otak tertentu,namun pada penyakit
parkinson konsentrasi dopamin menipis dalam
substansianigra dan korpus striatum.Penipisan
kadar dopamin dalam basal ganglia yang
berhubungan dengan adanya bradikinesia,
kekakuan dan tremor.
Parkinsonisme arteriosklerosis terlihat lebih
sering terjadi pada kelompok usia lanjut.Kondisi ini
menyertai ensefalitis,keracunan,atau toksisitas
(mangan,karbon monoksida),hipoksia atau dapat
akibat pengaruh obat

Faktor Predisposisilesi disubstansia nigra : usia &


arteriosklerotis,Post ensefalitis,induksi obat
Dopamin menipis dalam substansia nigra dan korpus
striatum
Kehilangan kelola dari substansi nigra
Globus palidus mengeluarkan impuls yang
abnormal
Impuls globus palidus tidak
melekukan inhibsi terhadap korteks
piramidalis dan ekstra piramidalis
Kerusakan kontrol gerakan volunter yang memiliki
ketangkasan sesuai dan gerakan otomatis
Aliran
Tremor
darah
Gangguan
Gangguan
ritmik
Manifesta
Berkeringat,
serebral
N III
N. VIII
bradikinesia
si otonom
kulit
regional
G3
Perubahan
Regiditas
Manifesta
berminyak,
menurun
kontraksi
wajah &
Perubahan
deserebrasi
si
sering
otot-otot
sikap tubuh
gaya
Psikiatrik
Ganggua
dematitis,
bola mata
Gangguan
berjalan
Perubahan
n
rasa lelah
citra tubuh
kekakuan
kepribadian,
konverge
berlebihan &
dalam
Psikis
Hambatan
nsi
Gangguan
otot nyeri,
Pandanga
aktivitas
mobilitas
N.IX,X
hipoitensi
n kabur
Kognitif
fisik
Perubah
postural,
Kesulitan
Persepsi
Penurunan
an
Kebersihan
penurunan
menelan
akut
aktivitas
jalan
tidak
Perseps
kemampuan
Perubahan
Resiko
Kerusakan
efektif
i sensori
batuk
efektif
nutrisi
konstipasi

G3
komunikas
G3
visual
( kurang)
pemenuhan
i verbal
eliminasi

Pengkajian
Pengumpulan data subyektif dan objektif pada
klien dengan gangguan sistem persyarafan
meliputi anamnesis riwayat penyakit,pemeriksaan
fisik,pemeriksaan diagnostik,dan pengkajian
psikososial.
Anamnesis
Umur (lebih sering pada kelompok usia
lanjut,jeniskelamin (lebih banyak pada lakilaki).Keluhan utama gangguan gerakan,kaku
otot,tremor menyeluruh,kelemahan otot,dan
hilangnya refleks postural

Riwayat penyakit saat ini


Klien mengeluhkan adanya tremor pada salah
satu tangan dan lengan,kemudian ke bagian yang
lain,dan akhirnya bagian kepala, walaupun tremor
ini tetap unilateral. Adanya perubahan pada
sensasi wajah,sikap tubuh,dan gaya berjalan.
Adanya keluhan rigiditas deserebrasi,berkeringat,
kulit berminyak dan sering menderita dermatitis
seboroik,sulit menelan,konstipasi

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat hipertensi,diabetes melitus,penyakit
jantung,anemia,penggunaan obat-obat
antikoagulan,aspirin,vasodilator,dan penggunaan
obat-obat antikolinergik dalam jangka waktu
yang lama

Riwayat penyakit keluarga


Menanyakan apakah ada anggota keluarga
terdahulu yang menderita hipertensi dan diabetes
melitus

Pengkajian psiko-sosio-spiritual
Menilai respons emosi klien terhadap
penyakit yang dideritanya,perubahan peran klien
dalam keluarga dan masyarakat,dan respons atau
pengaruhnya dalam kehidupan sehari-harinya
baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat

Pemeriksaan fisik
Sebaiknya dilakukan per sistem (b1-b6) dan
terarah dengan fokus pemeriksaan fisik pada
pemeriksaan b3 dan dihubungkan dengan
keluhan klien

Keadaan umum
Adanya perubahan pada tanda vital,yaitu
bradikardi,hipotensi,dan penurunan frekuensi
pernapasan

B1 (Breathing)
1. Inspeksi,penurunan kemampuan untuk batuk
efektif,peningkatan produksi sputum,sesak
napas,dan penggunaan otot bantu napas
2. Palpasi,ditemukan taktil premitus seimbang
kanan dan kiri
3. Perkusi,ditemukan adanya suara resonan
pada seluruh lapangan paru
4. Auskultasi,ditemukan bunyi napas tambahan
seperti napas berbunyi,stridor,ronkhi

B2 (Blood)
Hipotensi postural

B3 (Brain)
Perubahan pada gaya berjalan,tremor secara
umum pada seluruh otot,dan kaku pada seluruh
gerakan

Tingkat kesadaran :
Biasanya compos mentis
Pemeriksaan fungsi serebri
Status mental : penurunan status
kognitif,penurunan persepsi,dan penurunan
memori baik jangka pendek dan memori jangka
panjang

1.
2.
3.

4.

5.
6.

7.
8.
9.

Pemeriksaan saraf kranial

Saraf I
Fungsi penciuman tidak ada kelainan
Saraf II
Penurunan ketajaman penglihatan
Saraf III,IV,dan VI
Sewaktu melakukan konvergensi penglihatan menjadi kabur karena tidak
mampu mempertahankan kontraksi otot-otot bola mata
Saraf V
Adanya keterbatasan otot wajah menyebabkan ekspresi wajah klien mengalami
penurunan,saat bicara wajah seperti topeng (sering mengedipkan mata)
Saraf VII
Persepsi pengecapan dalam batas normal
Saraf VIII
Adanya tuli konduktif dan tuli persepsi yang berhubungan dengan proses senilis
dan penurunan aliran darah regional
Saraf IX dan X
Ditemukan kesulitan dalam menelan makanan
Saraf XI
Tidak ada atrofi otot sternokleidomastoideus dan trapezius
Saraf XII
Lidah simetris,tidak ditemukan deviasi pada satu sisi dan tidak ada fasikulasi

Sistem motorik

Inspeksi gaya berjalan,tremor dan kaku pada seluruh


gerakan
Tonus otot,ditemukan meningkat
Keseimbangan dan koordinasi,ditemukan mengalami
gangguan karena adanya kelemahan
otot,kelelahan,perubahan pada gaya berjalan,tremor
dan kaku pada seluruh gerakan

Sistem Sensorik

Mengalami penurunan terhadap sensasi sensorik


secara progresif

B4 (Bladder)
Penurunan refleks kandung kemih perifer
dihubungkan dengan disfungsi kognitif dan persepsi
klien secara umum.Ketidakmampuan mengomunikasikan
kebutuhan,dan ketidakmampuan untuk menggunakan
urinal karena kerusakan kontrol motorik dan postural
B5 (Bowel)
Penurunan nutrisi berkurang yang berhubungan
dengan asupan nutrisi yang kurang karena kelemahan
fisik umum dan kesulitan dalam menelan,konstipasi
karena penurunan aktivitas
B6 (Bone)
Adanya kesulitan untuk beraktivitas karena
kelemahan,kelelahan otot,tremor dan kaku pada seluruh
gerakan memberikan risiko pada trauma fisik bila
melakukan aktivitas

Penatalaksanaan Medis
Sasaran tindakan adalah untuk
meningkatkan transmisi dopamin.Terapi obatobatan mencakup
antihistamin,antikolinergik,amantidin,levodo
pa,anhibitor monoamin oksidasi (MAO) dan
antidepresi