Anda di halaman 1dari 73

1

BATAS LINGKUNGAN HEWAN


Neural
Perubahan
Lingk
1. CUACA:
- panas
- dingin
- hujan
- terang
- gelap
2. BUNYI
3. RADIASI
4. AROMA

Gangg.
Keseimb tubuh

Sensor

Sistem saraf pusat

Neural/endokrin
Pemulihan
keseimb

Respons
Perilaku
Metabolik

Adaptasi

Komunikasi Antar Sel


1. Sel mensekresi zat aktivitas spesifik pada
sel yang mensekresinya tersebut AUTOKRIN
2. Apabila zat yang disekresi mempengaruhi sel-sel
di sebelahnya/ di dekatnya PARAKRIN,
misalnya: respons inflamatoris oleh prostaglandin
3. Apabila zat/molekul messenger dibawa oleh
sirkulasi darah ke organ target jauh ENDOKRIN
4. Apabila sel saraf melepas molekul messenger
langsung ke dalam darah dan dibawa ke organ 3

Endokrinologi
1. Definisi
2. Arti kelenjar endokrin: macam2 kelenjar endokrin
3. Hormon: - Definisi
- bentuk kimia
4. Mekanisme kerja hormon
5. Pengaturan sekresi hormon
6. Determinasi Hormon
Kelenjar Endokrin:
Endo = dalam, ke dalam
Krinein = sekresi kelenjar endokrin kelenjar dengan sekresi intern
Kelenjar:
-Eksokrin : sekresinya disalurkan via duktuli
-Endokrin : sekresinya disalurkan langsung ke dalam darah (kelenjar
5

buntu, tak mempunyai duktuli)

KELENJAR
- Eksokrin (duktus/duktuli: kel. keringat, kel. saluran
pencernaan, kel. mammae, kel. pankreas
- Endokrin (buntu, via darah): hipotalamus, hipofise, kel.
tiroid, kel paratiroid, kel pankreas (p Langerhans), kel
adrenal, kel tractus digentivus, kel gonad (ovarium, testes),
plasenta, dan lain-lain

HORMON:
1. Zat kimia organik
2. Dibuat di sel/kumpulan sel (kelenjar) yang sehat dan
normal
3. Disekresi langsung ke dalam darah, dibawa ke sel/ organ
target
4. Jumlahnya sangat kecil (g, ng, pg) efek besar
5. Integrasi dan koordinasi fungsi2 tubuh

Klasifikasi Kimiawi Hormon:


1. Hormon amine

HO

CH

CH2

NH

CH3

HO

Epinefrin/adrenalin

2. Hormon asam lemak Prostaglandin


O
COOH
OH

OH

Prostaglandin, PGE2

3. Hormon steroid
OH

Testosteron
O

Klasifikasi Kimiawi Hormon:


1. Hormon peptida/polipeptida
S
1

S
7

20
11

S
S

1
7

21

S
19

30

Insulin (Bovine)

MEKANISME KERJA HORMON PROTEIN


Respons fisiologis:
1. Pembuatan hormon lainnya, misalnya estrogen
2. Peningkatan permeabilitas membran, misalnya
ADH (anti diuretik hormon)
3. Sekresi hormon
SUTHERLAND

10

Extracellular Chemical Messenger (First Messenger)


Receptor, cell membrane
Nucleotide regulatory protein
Adenylate cyclase
cAMP (second messenger)
Protein Kinase : Regulatory subunit
Catalytic subunit
Protein Phosphorylation
Multiple Physiologic Effects

11

12

Adenylate cyclase
Myocine light chain kinase
Phosphodiesterase
Phosphorylase kinase

Phospholipase A2

Guanylate cyclase

Ca2+-ATP-ase

CALMODULIN

Ca2+-dependent protein kinase


NAD kinase
Neusrotransmitter release

Microtubule disassemb
Membrane phosphorylation

Others
(Postsynaptic nuclear functions)

13

HYPOTHALAMUS

(-)

RELEASING
(-)
(+)
FACTOR

(-)
SHORT LOOP

LONG LOOP
ANTERIOR
PITUITARY

(-)

TROPIC HORMONE

(+)
(-)
END ORGAN
HORMONE

END ORGAN

14

General feedback control of endocrine systems involving hypothalamus, anterior pituitary, and
end organ.

DETEKSI/DETERMINASI HORMON
1. Bio-assay
2. Chemical assay
3. Competitive Protein Binding
4. Radio-Immunoassay (RIA)
5. Radio-Receptor Assay (RRA)
6. Enzyme Immunoassay (EIA)
7. Enzyme Linked-Immunosorbent
Assay (ELISA)

15

HIPOTALAMUS
Hormon-hormon
Hipotalamus
- CRH = Corticotropin-releasing
hormone
- TRH = Thyrotropin-releasing hormone
- GRH = Growth hormone-releasing hormone
- GIH = Growth hormone-inhibiting hormone =
Somatostatin
- LHRH = Luteinizing hormone-releasing hormone =
Liberin
- FSHRH = Follicle stimulating hormone-releasing
hormone
- GnRH = Gonadotropin-releasing hormone
- PRH = Prolactinreleasing hormone
- PIH = Prolactin-inhibiting hormone
- MRH = Melanotropin Releasing Hormone
- MIH = Melanotropin Inhibiting Hormone

16

Hormon-hormon Hipofisa
ADENO HIPOFISA PARS ANTERIOR = PARS DISTALIS
1. ACTH = adrenocorticotropic hormone (corticotropin)
2. TSH = Thyroid Stimulating Hormone (thyrotropin)
3. STH = Somatotropic hormone = somatotropin = Growth Hormone (GH)
4. LH = Luteinizing hormone (wanita)
ICSH = Interstitial Cell Stimulating Hormone (pria)
5. FSH = Follicle Stimulating Hormone
6. LTH = Luteotropic Hormone = Luteotropin = Prolactin = Lactogenic
hormone = mammotrpic hormone = mammotropin
7. -LPH = -lipotropin
PARS INTERMEDIA
8. Intermedin = Melanocyt Stimulating Hormone (MSH) = Melanotropin

17

18

Hormon2 adenohipofisis berperan penting dalam


pengaturan fungsi metabolik di seluruh tubuh
1. GH : merangsang pertumbuhan dengan mempengaruhi berbagai
fungsi
metabolik di seluruh tubuh dan sintesa protein
2. ACTH: mengatur sekresi hormon2 adrenocorticoid
mempengaruhi
metabolisme glukosa, protein dan lemak
3. TSH: mengatur sekresi tiroksin oleh kelenjar tiroid; tiroksin
mengatur laju
reaksi2 kimia di seluruh tubuh
4. Prolaktin: merangsang perkembangan kel susu dan produksi air
susu
5. FSH: merangsang perkembangan folikel di ovarium folikel I II
III
(de Graaf); merangsang produksi estrogen
6. LH: merangsang ovulasi, pembentukan CL dan sekresi
progesteron
7. ICSH: pada pria, merangsang sel2 insterstitial testis (sel Leydig)
untuk
19
produksi testosteron

20

Neuro Hipofisa
Pars Nervosa = Pars posterior
1. Oxytocin
Arginine Vasopressin
2. Vasopressin
= ADH
S

Cys-Tyr-Phe-Gln-Asn-Cys-Pro-Arg-Gly-NH2
1
2 3
4 5
6 7 8 9
Oxytocin

21

22

PENGATURAN CAIRAN TUBUH


Increased osmolality of ECF
(Cairan ekstrasel kental)

Sekresi vasopressin
meningkat

Haus

Banyak minum

Retensi air

Pengenceran cairan ekstrasel


23

24

PARS INTERMEDIA
- Hormon pars intermedia : MSH (melanocyte Stimulating
Hormone =
Melanotropin ( MSH dan MSH)
- Sel2 pars intermedia dan corticotropin dari pars anterior
mensintesa
Pro-opiomelanocortin (POMC) yang juga disintesa di
hipotalamus dan
bagian lain otak
- POMC di pars anterior dihidrolisa menjadi:
ACTH, -LPH, -endorfin, dan -MSH

25

GROWTH HORMONE
- GH = Somatotropin = Somatotropic hormone
- Suatu hormon protein, BM ~ 21.800
- Sifat2: prolaktin, hormon palsenta (Human Chorionic
Somatomammotropin
(HCS) aktivitas perangsang pertumbuhan
- Di dalam darah orang dewasa GH :3 ng/dL
- T1/2 GH: 20-30 menit
- Produksi GH: 0.2-1.0 mg/hari
- Efek: melebarkan epifiseal plate, rangsang chondrogenesis 26
meletakkan > matriks pada tulang rawan epifisis

27

28

GROWTH HORMONE
- Faktor yang meningkatkan sekresi:
Hipoglisemia, puasa, exercise, stress
- Faktor yang menurunkan sekresi:
Hiperglisemia, kortisol, FFA, GH
- Somatomedin (A dan C = Insuline Like Growth Factor I = IGF
I)
- Growth Factor lain:
Insuline Like Growth Factor I (IGF I)
Insuline Like Growth Factor II (IGF II)
Multiplication Stimulating Activity (MSA)
29
Nerve Growth Factor (NGF)

30

Kontrol sekresi GH oleh hipotalamus


GIH
Somatostatin

GRH Hipotalamus
Hipofise

- GH

GH
HATI

Somatomedin = Sulfation factor


Sel-sel
somatis
Meningkatkan pertumbuhan
31

Kelenjar Tiroid
Kelenjar perisai = kelenjar gondok
Sintesis Tiroksin (T3, T4)

32

BIOSINTESA DAN SEKRESI HORMON TIROID


Bahan dasar yodium
1.

2.
3.
4.

TAHAPAN SINTESIA:
Penangkapan yodium oleh kel tiroid (iodide
trapping), transport iodide iodide pump
rasio yodium di dalam kel tiroid terhadap yang
ada di plasma atau serum = T/S ratio
Oksidasi yodida yodium
Yodinasi asam amino tyrosine
Kondensasi yiodotyrosin secara oksidasi

33

TRANSPORT HORMON TIROID


Dalam plasma:
T4 = 8 l/dL; T3 = 0.15 l/dL keduanya terikat
pada protein (protein bound iodine = PBI)
Plasma protein yang mengikat hormon tiroid:
- Albumin thyroxine binding albumin (TBA)

34

EFEK HORMON TIROID


1. Kalorigenik
- me konsumsi O2 me BMR
- me pertumbuhan dan pendewasaan
(maturation)
- mengatur metabolisme lipida
- me absorpsi karbohidrat dari usus

35

2. Efek pada sistem saraf


- aktivitas mental me gelisah
- CSF (cerebro spinal fluid) protein me
- secara tidak langsung me responsibilitas
saraf terhadap catecholamine me sistem
aktivasi
reticularis (reticular activating system)
36

kegelisahan

5. Efek terhadap pertumbuhan dan perkembangan


- hormon tiroid: essential untuk pertumbuhan
normal dan pematangan skelet
- pada amphibia me metamorfosis
- KALORIGENIK
- MORFOGENIK

37

Mekanisme kerja hormon tiroid


Hormon tiroid masuk ke dalam sel dan T3 mengikat
reseptor pada nukleus (protein non hystone dalam
chromatin) bekerja pada DNA me sintesa RNA
dan rRNA
RNA pembentukan protein di ribosome berupa
enzyme yang memodifikasi fungsi sel
38

Kontrol sekresi hromon tiroid dengan mekanisme

39

Hyperthyroidisme
- Thyrotoxicosis:
- nervousness (kegelisahan)
- BB
- Hyperphagia
- Heat intolerance
- pulse pressure
- tremor
- kulit panas dan lembek

40

41

Long Acting Thyroid Stimulator (LATS),


termasuk TSI
Hypothyroidisme:
- Kretinisme (anak-anak)
- Myxedema (dewasa)
Defisiensi Yodium
- Iodine deficiency goiter (endemic goiter)

42

43

Hormon Paratiroid
Secara histologis terdiri dari:
- Sel-sel utama (chief cells
menghasilkan parathyroid hormon
(PTH)/parathyrin
- Sel-sel oxyphil sel-sel terang
PTH:
Polipepetida
BM 9500, 84 AA
Disintesa mula-mula sebagai prepro-PTH 115 AA
Di endoplasmic reticulum, 25 AA
dipisahkan dari N-terminalnya
pro-PTH 90 AA
Di Golgi apparatus, 66 AA
dipisahkan dari N-terminalnya
PTH 84 AA
44

T1/2 PTH = 30 menit


PTH kemudian dipecah di sel Kupfer (hati) dan ginjal
menjadi:
- fragmen C-terminal (inaktif), BM 7000
- fragmen N-terminal (aktif), BM 3500 (1-34
AA)
45

Pengaturan kadar Ca2+ dalam darah dilaksanakan


oleh:
- PTH
- 1,25-(OH)2 D3 (calcitriol)
- Calcitonin (CT)
Hormon-hormon lainnya yang juga mempengaruhi46
metabolisme kalsium:

PTH
Ca2+
darah

- resorpsi tulang
- ekskresi

HPO4 =

PTH
Aktivitas kel.
Paratiroid

- 2+
reabsorpsi Ca2+
Ca
di tubulus
distalis
darah

- absorpsi Ca2+ dari


usus

47

UV

Vit D3

- Ca2+ plasma sekresi PTH Ca deposisi di tulang


Hati

25 hydroxylase

PEMBENTUKAN VITAMIN D3 :

25 hydroxycalciferol

24 hydroxylase
Dehydrocholesterol (kulit)

Ginjal

1 hydroxylase
Pro Vit D 3

(1) 1, 25 (OH)2 D3
24, 25 (OH)2 D3
Vit D3 (cholecalciferol)
(calcitriol)
Ginjal
1, 24, 25 (OH)3 D3

48

Defisiensi Vit D3:


- rachitis pada anak-anak
- osteomalacia rachitis orang dewasa
TULANG
- Collagen
- Hydroxy Apatite
(Ca3 (PO4)2)3 , Ca (OH)2, Ca10 (PO4)6(OH)2
OSTEOBLAST
OSTEOCYT

49

HYPOPARATHYROIDISME:
- osteoclast tulang inaktif tulang kuat dan
utuh - Ca2+ darah hipereksitasi saraf tetany
(tetanus) otot-otot larynx nafas
terhalang matI
Tanda-tanda tetanus:
- Chvosteks sign kontraksi-kontraksi
50
cepat

HYPERPARATHYROIDISME (Ca2+ darah ) :


- depresi CNS (SSP) dan SST
- otot-otot lemas
- konstipasi
- sakit perut
- peptic ulcer
- nafsu makan
- depressi relaksasi jantung pada diastole

51

dan

- umur tua fungsi protein anabolik matriks


tulang deposisi
- cushing disease catabolisme protein
- acromegaly sex hormone, > corticosteroid
< insulin

OSTEITIS FIBROSA CYSTICA (GENERALISATA) von


52
recklinghausen disease

PANKREAS

Pankreas kelenjar majemuk


1. Kel. Endokrin pulau-pulau Langerhans hormon-hormo
- insulin sel (B)
- glukagon sel (A)
- somatostatin sel (D)
- pancreatic polypeptide sel F
2. Kel. Eksokrin enzym-enzym pankreas
- pancreatic amylase
- pancreatic lipase
- pancreatic peptidase

Somatostatin pengaturan sekresi sel-sel P. Langerhans


Insulin dan glukagon berfungsi dalam pengatur metaboli
Intermedier untuk : karbohidrat, protein dan lemak53

INSULIN ANABOLIK me penimbunan glukosa,


asam lemak dan asam amino
GLUKAGON CATABOLIC me mobilisasi glukosa, asam
lemak dan asam amino dari depo ke dalam aliran darah (sirkulasi)
Ekses insulin - hipoglisemia
- konvulsi
- koma

54

BIOSINTESA DAN SEKRESI INSULIN


Insulin : polypeptida 2 rantai lurus AA
Rantai A 21 AA
B 30 AA
T1/2 insulin : 5 menit
S
1

S
7

20
11

Rantai A

21

S
19

Rantai B
30

55

C - Peptide 31 AA 10% aktivitas insulin


Kallikrein jaringan
Proinsulin

insulin

7% aktivitas insulin plasma dikurangi oleh


antiinsulin
antibody
93%: nonsuppressible insuline like activity (NSILA)
5% NSILA peptide growth factors dengan insuline56
like activity, yaitu:

glycogenesis

Otot glucosa
Hati

glycogen

Hati

Protein
Lemak

insulin

glycoge
n

glycogenolysis

glucosa

GH
Glucagon
Adrenalin
gluconeogenesis
glukokorticoid

glucosa

57

DIABETES MELLITUS
- Insulin defisiensi
- Glucosuria
- Polyuria
- Ketosis
- BB meskipun polyphagia
- Acidosis
- Hyperglycemia
- Coma
GLUCOSE TOLERANCE TEST
BENEDICT TEST Positif Bila Kuning Jingga

58

Waktu (jam) sebelum sc.


Insulin
Macam insulin
Lamanya kerja

Aktivitas puncak

Crystalline zinc
Insulin (C2I)
5-7
NPH insulin (neutral,

2-3

59

60

Glucose transporters family


Function

Km(Mm)

Major Sites of
expression

Active transport
SGLT1
(Na+-glucose cotransporter)

Secondary active transport of


glucose

0,1-10

Small intestine, renal


tubules

Facilitated
GLUT 1

Basal glucose uptake

1-2

Placenta, brain, red cells,


kidneys, colon, many
other organs

GLUT 2

B cell glucose sensor;


12-20
transport out of intestinal and
renal epithelial cells

B cells of islets, liver,


ephitelial cells of small
intestine, kidneys

GLUT 3

Basal glucose uptake

<1

Brain, placenta, kidneys,


many other organs

GLUT 4

Insulin-stimulated glucose
uptake

Skeletal and cardiac


muscle, adipose tissue,
other tissues

GLUT 5

Dietary absorption

1-2

Jejunum
61

ORAL HYPOGLYCEMIC AGENTS


- Tolbutamide
- Chlorpropamide (sulfobylurea derivat)
Hanya efektif bila pankreas masih fungsional
Kerja:
Me utilisasi gula
- Mengurangi phospodiesterase dalam sel Beta
pankreas
- Me jumlah insulin reseptor
- Me sekresi glukagon
- Phenformin

62

KELENJAR ADRENAL (SUPRARENALIS)


Medulla kel. adrenal mensekresi:
- Epinefrin
Tyrosine
- Norepinefrin
- Dopamin
Kumpulan kecil sel-sel
PMNT yang menyerupai medulla adrenal
terdapat di sepanjang ganglia simpatis thorax dan abdomen
Pada manusia terbanyak dihasilkan: epinefrin, kecuali di
medulla adrenal, norepinefrin juga disekresi oleh ujung saraf
63
noradrenergik

EFEK EPINEFRIN DAN NOREPINEFRIN

OH

OH
HO

HO

CHO
H
CH2

COO
H
CH2
NH2

NOREPINEFRIN

NHCH3

PARAMETER

Me oleh refleks bradycardia Cardiac output

EPINEFRIN
Meningkat

Meningkat

Resistensi perifer

Menurun

++++

Rata-rata kenaikan
tekanan arteri

++++
++++
+++
+

Pelepasan FFA

+++

Stimulasi SSP

++++

Pembentukan panas

++++

Gula darah

++++

64

MEKANISME KERJA
Melalui (1 & 2) dan (1 & 2) reseptor
1 reseptor mediasi kekuatan dan frekuensi kontraksi otot
jantung
Cathecolamine:
- Me myocardial excitability
- Menyebabkan extrasystole
- Menyebabkan kadang-kadang cardiac arrythmia
Norepinefrin vasokontriksi kebanyakan organ via 1 reseptor
Epinefrin dilatasi pembuluh darah hati dan otot skelet via 652

PENGATURAN SEKRESI
1. Sekresi medulla adrenal pada permulaan exercise
cholinergic sympathetic vasodilator system
vasodilator pembuluh darah otot skelet
2. Keadaan emergency (darurat) CANNON
menyebutnya PRREPARATION FOR FIGHT OR FLIGHT (=
emergency function of the sympathoadrenal system)
66
- Merelaksasi akomodasi dan dilatasi pupil

HORMON-HORMON ADRENAL CORTEX


- Derivat kolesterol
- Mempunyai struktur cyclopentano
perhydrophenanthrene
- Steroid cortex adrenal :
. C21-steroid (2C-ikatan sisi)
. Mineralokortikoid
. Glukokortikoid

67

68

ALDOSTERONE
EFEK ALDOSTERONE
Ekskresi K+
(Ginjal)

Reabsorpsi Na+
(Ginjal)
Hypernatremia

Sekresi H+

Reabsorpsi anion
Alkalosis

Hypokalemia

Paralysis otot

K+ intrasel

Polydipsia

Volume cairan ekstra sel


Tendensi cardiac output

Volume darah
Resistensi pembuluh darah sistemik
Hipertensi

69

KONTROL SEKRESI
ALDOSTERONE
Diencephalon
(Pineal Gland)

GINJAL
Renin
Angiotensin

Presso-reseptor

Adrenoglomerulotropin

Cortex adrenal
Aldosteron
Na+ ekstrasel
K+ ekstrasel
Volume
darah
Tekanan

70

EFEK/ FUNGSI CORTISOL


Metabolisme Karbohidrat:
- Me glukoneogenesis
- Me glikogen hati
- Me utilisasi glukosa oleh sel
- Me glukosa darah adrenal diabetes mellitus
Metabolisme Protein:
- Me protein sel
- Me asam amino darah
Metabolisme lemak:
- Mobilisasi lemak
- Me penimbunansedikit
lemak glukosa + AA FA
SEX STEROID
-1.Ketogenik
Androgendan
Dariantiketogenik
17-ketosteroid

71

KONTROL SEKRESI CORTISOL


CRH

Macam-macam stres
1. Trauma
2. Heat
3. Cold
4. Norepinefrin
5. Surgery
6. Fright
7. Restraint
8. Pain
9. Debilitating disease
10.Many other non
specific stimuli
Relieves

Blood vessel

ACTH (Korteks Adrenal)

Glukokortikoid (Cortisol)

Glukoneogenesis
Mobilisasi protein
Mobilisasi lemak
72

ABNORMALITAS KELENJAR ADRENAL


1. Hypoadrenalisme ADDISONS DISEASE
- Defisiensi mineralokorticoid
- Defisiensi glukokortikoid
- Pigmentasi melanin
- 17-ketosteroid urine
- Gangguan elektrolit mati dalam beberapa hari
2. Hyperadrenalisme CUSHINGS SYNDROME
- Efek terhadap elektrolit: . K+, Na+
. Cairan tubuh

73