Anda di halaman 1dari 34

BAB II

PEMBAHASAN
2.1.SINAR X
Sinar-X atau sinar Rntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi
elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke
100 picometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). SinarX umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medikal dan Kristalografi
sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.
Sinar-x ini banyak digunakan dalam bidang kedokteran untuk memotret
kedudukan tulang atau organ dalam tubuh manusia. Meskipun besar menfaatya,
penggunaan sinar-x harus memperhatikan prosedur keadaan pasien. Karana
daya tembusnya cukup besar, jaringan tubuh manusia dapat rusak terkena
paparan sinar-x terlalu lama. Oleh karana itu, pemancaran sinar-x pada pasien
diusahakan sesingkat mungkin.
Sinar X merupakan pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan
gelombang radio, panas, cahaya sinar ultraviolet, tetapi mempunyai panjang
gelombang yang sangat pendek sehingga dapat menembus benda-benda. Sinar
X ditemukan oleh sarjana fisika berkebangsaan Jerman yaitu W. C.
Rontgen tahun 1895. Dan Sinar X

1.
2.
3.
4.
5.

Mempunyai Sifat- sifat sebagai berikut


Mempunyai daya tembus yang tinggi Sinar X dapat menembus bahan dengan
daya tembus yang sangat besar, dan digunakan dalam proses radiografi.
Mempunyai panjang gelombang yang pendek Yaitu : 1/10.000 panjang
gelombang yang kelihatan
Mempunyai efek fotografi. Sinar X dapat menghitamkan emulsi film setelah
diproses di kamar gelap.
Mempunyai sifat berionisasi.Efek primer sinar X apabila mengenai suatu bahan
atau zat akan menimbulkan ionisasi partikel-partikel bahan zat tersebut.
Mempunyai efek biologi. Sinar X akan menimbulkan perubahan-perubahan
biologi pada jaringan. Efek biologi ini digunakan dalam pengobatan radioterapi.

2.2.PROSES TERJADINYA SINAR X


1. Di dalam tabung roentgen ada katoda dan anoda dan bila katoda (filament)
dipanaskan lebih dari 20.000 derajat C sampai menyala dengan mengantarkan
listrik dari transformator,
2. Karena panas maka electron-electron dari katoda (filament) terlepas,
3. Dengan memberikan tegangan tinggi maka electron-elektron dipercepat
gerakannya menuju anoda (target),
4. Elektron-elektron mendadak dihentikan pada anoda (target) sehingga
terbentuk panas (99%) dan Sinar X (1%),
5. Sinar X akan keluar dan diarahkan dari tabung melelui jendela yang disebut
diafragma,
6. Panas yang ditimbulkan ditiadakan oleh radiator pendingin.
ROENTGEN

Sinar-X dari proces kejadiannya, dikelompokan menjadi 2 yaitu :


1. Sinar-X Brehmsstrahlung
Electron dengan kecepatan tinggi (karena ada beda potensial 1000 Kvolt) yang
mengenai target anoda, electron tiba-tiba akan mengalami pelemahan yg sangat
darastis oleh target sehingga menimbulkan sinar-x, sinar-x yg terjadi dinamakan
sinar-x brehmsstrahlung or braking radiation. Pada waktu muatan
(electron) yang bergerak dengan kecepatan tinggi (mengalami percepatan),
karena adanya beda potensial, muatan (electron) akan memancarkan radiasi
elektromagnetik dan ketika energy electron cukup tinggi maka radiasi
elektromagnetik tersebut dalam range sinar-x.Sinar-x jenis ini tidak
dipergunakan untuk XRD (X-Ray Difraction)
2. Sinar-x karakteristik
Electron dari katoda yang bergerak dengan percepatan yg cukup tinggi, dapat
mengenai electron dari atom target (anoda) sehingga menyebabkan electron
tereksitasi dari atom, kemudian electron lain yang berada pada sub kulit yang
lebih tinggi akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh electron tadi,
dengan memancarkan sinar-x yang memiliki energy sebanding dengan level

energy electron. Karena sinar-X karakteristik memiliki Panjang gelombang


tertentu yang dapat difilter, maka jenis ini banyak diaplikasikan untuk XRD (XRAy Diffraction) dalam menentukan struktur material
2.3.MANFAAT DAN KERUGIAN SINAR X
Mamfaat Sinar X bagi manusia dibedakan menjadi dua yaitu, perobatan dan
perindustrian.
Perobatan
Sinar-X lembut digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal sebagai
radiograf. Sinar-X boleh menembusi badan manusia tetapi diserap oleh
bahagian yang lebih tumpat seperti tulang. Gambar foto sinar-X digunakan
untuk mengesan kecacatan tulang, mengesan tulang yang patah dan menyiasat
keadaan organ-organ dalam badan.
Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanser. Kaedah ini dikenal
sebagai radioterapi.

Perindustrian
Dalam bidang perindustrian, sinar-X boleh digunakan untuk
1. mengesan kecacatan dalam struktur binaan atau bahagian-bahagian dalam
mesin dan enjin.
2. menyiasat rekahan dalam paip logam, dinding konkrit dan dandang tekanan
tinggi.
3. memeriksa retakan dalam struktur plastik dan getah.
4. Penyelidikan Sinar-X digunakan untuk menyelidik struktur hablur dan jarak
pemisahan antara atom-atom dalam suatu bahan hablur.
KERUGIAN TERKENA SINAR X

Setelah Roentgen memperlihatkan hasil pemotretan dengan sinar-X terhadap


tangan istrinya yang memakai cincin, dimana pada gambar tersebut terlihat
dengan jelas ruas-ruas tulang jari tangannya, maka manusia mulai menyadari
akan manfaat besar yang dapat diperoleh dari pemenuan radiasi pengion tadi.
Pemanfaatan radiasi pengion dalam bidang kedokteran, terutama sinar-X,
berkembang pesat beberapa saat setelah penemuan radiasi tersebut. Penguasaan
pengetahuan mengenai radiasi pengion oleh umat manusia yang terus
meningkat dari waktu ke waktu juga memungkinkan dimanfaatkannya radiasi
tersebut dalam berbagai bidang kegiatan di luar kedokteran, di samping
pemanfaatan-nya di dalam bidang kedokteran sendiri juga terus mengalami
peningkatan.
Beberapa efek merugikan yang muncul pada tubuh manusia karena terpapari
sinar-X dan gamma segera teramati beberapa saat setelah penemuan kedua jenis
radiasi tersebut. Efek merugikan tersebut berupa kerontokan rambut dan
kerusakan kulit. Pada tahun 1897 di Amerika Serikat dilaporkan adanya 69
kasus kerusakan kulit yang disebabkan oleh sinar-X, sedang pada tahun 1902
angka yang dilaporkan meningkat menjadi 170 kasus. Pada tahun 1911 di
Jerman juga dilaporkan adanya 94 kasus tumor yang disebabkan oleh sinar-X.
Meskipun beberapa efek merugikan dari sinar-X dan gamma telah teramati,
namun upaya perlindungan terhadap bahaya penyinaran sinar-X dan gamma
belum terfikirkan. Marie Curie, penemu bahan radioaktif Po dan Ra meninggal
pada tahun 1934 akibat terserang oleh leukemia. Penyakit tersebut besar
kemungkinan akibat paparan radiasi karena seringnya beliau berhubungan
dengan bahan-bahan radioaktif.

2.4.BAHAYA RADIASI SINAR X


Walaupun sinar-X sangat berguna kepada manusia, tetapi pendedahan secara
berlebihan kepada sinar-X mungkin menyebabkan, pemusnahan sel-sel dalam
badan, perubahan struktur genetik suatu sel, penyakit kanser barah, kesan-kesan
buruk seperti rambut gugur, kulit menjadi merah dan berbisul

radiasi sinar X dapat membunuh monosit (salah satu jenis sel darah putih) yang
terdapat pada dinding arteri. Hal ini ternyata dapat mengakibatkan
meningkatnya kadar monocyte chemo-attractant protein 1 (MCP-1) yang dapat
mengarah kepada penyakit kardiovaskular
Biasanya, masyarakat awam menyebutnya dengan sebutan FOTO
RONTGEN. Selain bermanfaat, sinar x mempunyai efek/dampak yang sangat
berbahaya bagi tubuh kita yaitu apabila di gunakan secara berlebihan maka akan
dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya, misalnya kanker. Oleh sebab itu
para dokter tidak menganjurkan terlalu sering memakai FOTO RONTGEN
secara berlebihan.
Setelah Roentgen memperlihatkan hasil pemotretan dengan sinar-X terhadap
tangan istrinya yang memakai cincin, dimana pada gambar tersebut terlihat
dengan jelas ruas-ruas tulang jari tangannya, maka manusia mulai menyadari
akan manfaat besar yang dapat diperoleh dari pemenuan radiasi pengion tadi.
Pemanfaatan radiasi pengion dalam bidang kedokteran, terutama sinar-X,
berkembang pesat beberapa saat setelah penemuan radiasi tersebut. Penguasaan
pengetahuan mengenai radiasi pengion oleh umat manusia yang terus
meningkat dari waktu ke waktu juga memungkinkan dimanfaatkannya radiasi
tersebut dalam berbagai bidang kegiatan di luar kedokteran, di samping
pemanfaatan-nya di dalam bidang kedokteran sendiri juga terus mengalami
peningkatan.
Beberapa efek merugikan yang muncul pada tubuh manusia karena terpapari
sinar-X dan gamma segera teramati beberapa saat setelah penemuan kedua jenis
radiasi tersebut. Efek merugikan tersebut berupa kerontokan rambut dan
kerusakan kulit. Pada tahun 1897 di Amerika Serikat dilaporkan adanya 69
kasus kerusakan kulit yang disebabkan oleh sinar-X, sedang pada tahun 1902
angka yang dilaporkan meningkat menjadi 170 kasus. Pada tahun 1911 di
Jerman juga dilaporkan adanya 94 kasus tumor yang disebabkan oleh sinar-X.
Meskipun beberapa efek merugikan dari sinar-X dan gamma telah teramati,
namun upaya perlindungan terhadap bahaya penyinaran sinar-X dan gamma
belum terfikirkan. Marie Curie, penemu bahan radioaktif Po dan Ra meninggal
pada tahun 1934 akibat terserang oleh leukemia. Penyakit tersebut besar

kemungkinan akibat paparan radiasi karena seringnya beliau berhubungan


dengan bahan-bahan radioaktif

2.5 komponen tabung sinar x dan proses terjadinya sinar x


melalui beberapa ilustrasi berikut ini:

Gambar 1-1: Komponen tabung dental sinar x

Gambar 1-2: Ilustrasi tabung sinar x, pembentukan kabut electron pada katoda sebagai
sirkuit filament. Penyinaran switch terbuka

Gambar 1-3: Tabung sinar x memperlihatkan perjalanan electron menyeberang dari


katoda ke anoda (target), (high tension circuit), dimana exposure switch aktif

Gambar 1-4: Tabung sinar x memperlihatkan produksi sinar x, electron kecepatan


tinggi menubruk target.

2.6 Syarat-syarat terjadinya sinar x ?


-

- Ruang yang vacuum (hamapa udara)

- Beda potensial yang tinggi

- Sumber electron

- Target tumbukan, dan

- Focusing

Ruang Vakum
Pembentukan sinar x juga membutuhkan ruang vakum atau hampa udara.
Proses pembentukan harus dalam ruang vakum karena jika keadaan tidak
vakum, maka ketika elektron bergerak akan ada unsur atau partikel lain yang
menghalangi lintasan elektron menuju target yang bisa menyebabkan perubahan
arah elektron sehingga tidak menumbuk target, atau berkurangnya kecepatan
elektron karena terhambat sehingga energi yang seharusnya dipancarkan besar
akan menjadi kecil. Maka dari itu, semua proses pembentukan dan komponen
pembangkit sinar x harus dalam ruang vakum

Beda Potensial
Setelah elektron bebas terkumpul, maka elektron perlu digerakkan dengan
sangat cepat menuju target. Elektron harus bergerak sangat cepat karena energi
sinar x yang akan dipancarkan elektron bergantung pada kecepatannya. Untuk
menggerakkan elektron, yang dibutuhkan adalah beda potensial yang tinggi.
Pada dasarnya elektron adalah partikel bermuatan negatif, maka target Anoda
perlu diberi tegangan positif yang tinggi agar dapat menarik elektron. Hal ini
bekerja seperti layaknya magnet, dua kutub yang berlainan akan saling tarik
menarik. Begitu juga dengan daya tarik muatan, jika muatan berbeda, akan
terjadi daya tarik antar partikel. Dengan hal ini, kita dapat mengatur seberapa

cepat elektron bergerak dengan mengatur tegangan tabung. Semakin tinggi


tegangannya, maka semakin cepat juga elektron bergerak, dan makin kuat daya
tembusnya.

SUMBER ELEKTRON
Setiap materi terdiri dari atom, dan setiap atom memiliki elektron yang
mengelilingi nukleus. Dalam hal ini, filamen adalah sebagai sumber elektron.
Umumnya Logam dipilih sebagai filamen karena unsur logam memiliki banyak
elektron yang mengorbit di kulit atomnya. Yang perlu dilakukan adalah
melepaskan elektron yang mengorbit tersebut sehingga menjadi elektron bebas.
Dengan mengalirkan arus pada filamen, maka akan terjadi efek emisi termionis
yang menyebabkan elektron terlepas dari kulit atom.

Bahan Filamen
Filamen pada Katoda harus memilik sifat sebagai berikut:
- Memiliki Fungsi Kerja yang rendah
- Memiliki titik lebur (Melting Point) yang tinggi
- Memiliki ketahanan mekanis yang tinggi

Umumnya Tungsten digunakan sebagai bahan filamen karena Tungsten


memiliki titik lebur yang tinggi (3370C), fungsi kerja 4,52 eV yang tidak
terlalu tinggi untuk Tabung Rntgen, dan strukturnya yang solid memiliki daya
tahan mekanis yang tinggi. Nomor Atom Tungsten juga tinggi (74), yang artinya
banyak elektron yang mengorbit inti atomnya, sehingga mudah dilepaskan

Target Tumbukan
Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah target tumbukan atau Anoda. Anoda
disini bekerja sebagai material untuk berinteraksi dengan elektron dan sebagai
bahan penarik elektron karena diberi tegangan yang tinggi. Ketika elektron
bebas menumbuk target Anoda, maka sinar x akan dihasilkan, baik melalui
proses Bremsstrahlung atau proses Sinar X Karakteristik. Secara umum, ketika
elektron menabrak target, elektron akan memancarkan foton sinar x. Target
Anoda umumnya juga terbuat dari Tungsten karena ketahanan mekanisnya yang
tinggi, serta didukung beberapa material lain seperti Rhenium, Molybdenum,
dan Grafit untuk meningkatkan ketahanan mekanis target, dan meningkatkan
daya dissipasi panas target.

BAB III
PENUTUP

3.1.KESIMPULAN
1. A. SINAR X
Sinar X merupakan pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan
gelombang radio, panas, cahaya sinar ultraviolet, tetapi mempunyai panjang
gelombang yang sangat pendek sehingga dapat menembus benda-benda.

1. B. PROSES TERJADINYA SINAR X


1)
Di dalam tabung roentgen ada katoda dan anoda dan bila katoda
(filament) dipanaskan lebih dari 20.000 derajat C sampai menyala dengan
mengantarkSan listrik dari transformator,
2)
2. Karena panas maka electron-electron dari katoda (filament) terlepas,
3)
3. Dengan memberikan tegangan tinggi maka electron-elektron dipercepat
gerakannya menuju anoda (target),
4)
4. Elektron-elektron mendadak dihentikan pada anoda (target) sehingga
terbentuk panas (99%) dan Sinar X (1%),
5)
5. Sinar X akan keluar dan diarahkan dari tabung melelui jendela yang
disebutdiafragma,
6)
6. Panas yang ditimbulkan ditiadakan oleh radiator pendingin.

1. C. MANFAAT SINAR X
digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal sebagai radiograf. SinarX boleh menembusi badan manusia tetapi diserap oleh bahagian yang lebih
tumpat seperti tulang. Gambar foto sinar-X digunakan untuk mengesan
kecacatan tulang, mengesan tulang yang patah dan menyiasat keadaan organorgan dalam badan.
Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanser. Kaedah ini dikenal
sebagai radioterapi.
1. D.

BAHAYA SINAR X

biasanya,
masyarakat
awam
menyebutnya
dengan
sebutan foto
rontgen. selain bermanfaat, sinar x mempunyai efek/dampak yang sangat
berbahaya bagi tubuh kita yaitu apabila di gunakan secara berlebihan maka akan
dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya, misalnya kanker. oleh sebab itu
para dokter tidak menganjurkan terlalu sering memakai foto rontgen secara
berlebihan.
3.2.SARAN
A. Bagi Mahasiswa
1. Mengerti bahaya sinar-x dan cara mengatasinya.
2. Dapat mengoprasikan alat yang menggunakan sinar-x dengan aman.
3. Dapat menciptakan suatu alat foto rotgen yang lebih baik.
B. Bagi Masyarakat
1. Tidak terlalu khawatir tentang bahaya sinar-x.
2. Mengerti konsep sinar-x.

DAFTAR PUSTAKA

http://erick-sagutumbu.blogspot.com/2009/11/pengertian-dan-manfaat-sinarx.html
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2112612-pengertian-radiasisinar/#ixzz1nUVmGebk
http://ajunkdoank.wordpress.com/2008/12/29/proses-terjadinya-sinar-x/
http://www.lintas.me/go/gigisehatbadansehat.blogspot.com/bahaya-sinar-xbagi-jantung-gigi-sehat-badan-sehat-artikel-berita-informasi-kesehatan-umumdan-gigi/1/
http://forum.vivanews.com/iptek/50006-mengetahui-manfaat-dan-bahaya-sinarx.html

http://www.smallcrab.com/kesehatan/728-resiko-bahaya-radiasi-dari-perangkatmedis
http://hadirwong.blogspot.com/2009/12/manfaat-sinar-x.html
http://usupress.usu.ac.id/files/Dental%20Radiologi%20Prinsip%20dan
%20Teknik_Final_Normal_bab%201.pdf

B.

SEJARAH PENEMUAN SINAR X


WILHELM CONRAD RONTGEN si penemu sinar x yang di lahirkan pad
27 maret 1845,di Lennep jerman. Anak seorang pedagang.Pada usia 3

tahun keluarganya pindah ke APELDOORN Belanda.ia kemudian masuk


insitut Martinus Herman Van Doorn.
Rontgen belajar Fisika Universitas Utrecht tahun 1865. Ia kemudian
masuk dalam jurusan Rekayasa Mekanik di Politeknik zurich Swiss dan
bekerja di laboratorium Kundt di bawah bimbingan dosennya-Clausius.
Rontgen memperoleh gelar PhD.tahun 1869, kemudian terbang ke Prancis
mengajar di Univesitas Strasbourg sebagai guru besar bidang Fisika. Tak
lama kemudian ia pindah ke Jerman tahun 1900 menjadi ketua jurusan
Fisika Universitas Munich atas permintaan khusus pemerintah Provinsi
Bavaria.
Karya pertamanya dipublikasikan tahun 1870 tentang panas gas
yang spesifik, kemudian disusul karya tulis tentang konduksi panas
Kristal.Tanggal 8 November 1895 Rontgen melakukan percobaan dengan
Cathode, sinar Cathode terdiri atas arus elektron. Arus diproduksi
menggunakan voltase tinggi antara electrode yang ditempatkan pada
masing-masing ujung tabung gelas yang udaranya hampir di kosongkan
seluruhnya.
Sinar cathode ini tidak khusus merembes dan sudah distop oleh
beberapa sentimeter udara. Pada peristiwa ini Rontgen sudah sepenuhnya
menutup tabung sinar cathode dengan kertas hitam tebal sehingga
biarpun listrik dinyalakan, tak ada cahaya yang bisa terlihat dari tabung.
Akan tetapi, takkala Rontgen menyalakan arus listrik di dalam
tabung sinar cathode, dia terperanjat melihat bahwa cahaya mulai
memijar pada layar yang terletak dekat bangku seperti distimulir oleh
sinar lampu. Dia padamkan tabung dan layar (yang terbungkus barium

platino cyanide). Lalu cahaya berhenti memijar. Karena tabung sinar


cathode sepenuhnya tertutup. Rontgen segera sadar bahwa suatu bentuk
radiasi yang tak kelihatan mesti datang dari tabung ketika cahaya listrik
dinyalakan. Karena ini merupakan hal yang misterius, dia sebut radiasi
yang tampak itu sinar-X yang merupakan lambang matematik biasa
untuk sesuatu yang tidak diketahui.
Tergiur oleh penemuannya yang kebetulan itu, Rontgen menyisihkan
penyelidikan-penyelidikan lainnya dan ia pusatkan perhatian terhadap
penelaahan

hal

ihwal

yang

terkandung

dalam

Sinar-X.

Sesudah

beberapa minggu bekerja keras, dia menemukan bukti-bukti lain sebagai


berikut:
1.

Sinar X bisa membuat sinar pelbagai benda kimia selain brium


platinocyanide.

2.

Sinar X dapat menerobos lewat berbagai benda yang tak tembus oleh
cahaya biasa. Rontgen menemukan bahwa sinar-X dapat menembus
dagingnya, tetapi berhenti pada tulangnya. Dengan jalan meletakkan
tangannya antara tabung sinar cathode dan layar yang bersinar, Rontgen
dapat melihat di layar bayangan dari tulang tangannya.

3.

Sinar X berjalan menurut garis lurus; tidak seperti partikel bermuatan


listrik,
Bulan

sinar

Desember

tidak
1895

terbelokkan
Rontgen

menulis

oleh

bidang

kertas

kerja

magnet.
pertamanya

mengenai sinar-X. Laporannya dalam waktu singkat menggugah perhatian


dan kegemparan. Dalam tempo beberapa bulan, banyak ilmuwan
melakukan penyelidikan sinar-X dan dalam tempo setahun sekitar 1000
kertas kerja diterbitkan tentang masalah itu.

Salah seorang ilmuwan yang penyelidikannya langsung pada hasil


penemuan Rontgen adalah Antoine Henry Becquerel. Orang ini meskipun
maksud utamanya menyelidiki sinar-X, justru menemukan fenomena
penting tentang radioaktivitas. Secara umum sinar-X bekerja bila energi
tinggj elektron mengenai sasaran. Sinar-X itu sendiri tidak mengandung
elektron. Akan tetapi, gelombang yang dapat terlihat mata (yaitu
gelombang cahaya), kecuali panjang gelombang sinar-X jauh lebih
pendek.
Sinar-X

juga

banyak

dipergunakan

untuk

keperluan

industri,

misalnya bisa digunakan untuk mengukur tebal suatu benda atau mencari
kerusakan yang tersembunyi. Sinar-X juga berfaedah pada banyak bidang
penyelidikan

ilmiah,

mulai

dari

biologi

hingga

astronomi.

Sinar-X

menyuguhkan kepada para ilmuwan sejumlah besar informasi yang


berkaitan dengan atom dan struktur molekul
Rontgen tak mempunyai anak karena itu dia dan istrinya, Anna
Bertha Ludwig kemudian mengadopsi anak seorang gadis, tahun 1901
Rontgen menerima hadiah Nobel bidang fisika yang untuk pertama
kalinya diberikan pada bidang itu. Dia tutup usia di Munich, Jerman pada
10 Februari 1923.

BAB II
PEMBAHASAN

A.

PENGERTIAN SINAR X
Adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan
gelombang radio, panas, cahaya sinar ultraviolet, tetapi mempunyai
panjang gelombang yang sangat pendek sehingga dapat menembus
benda-benda x-ray foto. Sinar-X juga adalah salah satu bentuk dari radiasi
elektromagnetik

dengan

panjang

gelombang

berkisar

antara

10

nanometer ke 100 picometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30


PHz to 60 EHz). Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar
medikal dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion
dan dapat berbahaya.
Sinar-X diamati pertama kali oleh Roentgen pada 8 Nopember 1895,
pada saat ia sedang bekerja dengan tabung Crookes di laboratoriumnya di
Universitas Wurzburg. Dia mengamati nyala hijau pada tabung yang
sebelumnya menarik perhatian Crookes. Roentgen selanjutnya mencoba
menutup tabung itu dengan kertas hitam agar tidak ada cahaya tampak
yang dapat lewat. Namun, ternyata masih sinar tidak tampak yang lewat.
Saat Roentgen menyalakan sumber listrik tabung untuk penelitian
sinar katoda, ia mendapatkan ada sejenis cahaya berpendar pada layar

yang terbuat dari barium platinosianida. Jika sumber listrik dipadamkan


maka cahaya pendar pun hilang. Roentgen segera menyadari bahwa
sejenis sinar yang tidak kelihatan telah muncul dari dalam tabung sinar
katoda. Karena sebelumnya tidak pernah dikenal maka sinar ini diberi
nama sinar-X. Untuk menghargai jasanya, sinar itu dinamakan juga sinar
Roentgen.
Nyala hijau yang terlihat oleh Crookes dan Roentgen ternyata
merupakan gelombang cahaya yang dipancarkan oleh dinding kaca
tabung

sewaktu

bersamaan,

elektron

elektron

itu

menabrak

dinding

merangsang

atom

itu.

Pada

pada

saat
kaca

yang
untuk

mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang panjang gelombangnya


sangat pendek, dalam bentuk sinar-X. Sejak saat itu, para ahli fisika
mengetahui

bahwa

sinar-X

dapat

dihasilkan

bila

elektron

dengan

kecepatan yang sangat tinggi menabrak atom.


Tergiur oleh penemuannya yang tidak sengaja itu, Roentgen
menyisihkan

penyelidikan-penyelidikan

lain

dan

memusatkan

perhatiannya pada penyelidikan sinar-X. Dalam mempelajari sinar yang


baru ditemukannya itu, Roentgen mendapatkan bahwa jika bahan yang
tidak tembus oleh cahaya ditempatkan di antara tabung dan layar pendar,
maka intensitas perpendaran pada layar itu berkurang, namun tidak
hilang sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa sinar itu dapat menerobos
bahan yang tidak tembus oleh cahaya biasa (cahaya tampak). Di samping
itu, Roentgen juga bisa melihat bayangan tulang tangannya pada layar
yang berpendar dengan cara menempatkan tangannya di antara tabung
sinar katoda dan layar. Ia juga menemukan sinar-X dapat memendarkan

berbagai senyawa kimia lain seperti senyawa calsium, kaca uranium,


kalsit, serta batu garam. Hal lain yang dibuktikannya adalah sinar-X bukan
partikel bermuatan karena berjalan melintasi garis lurus, tidak dibelokkan
oleh medan listrik maupun medan magnet.

B.

SIFAT DAN JENIS GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK SINAR X


Salah

satu

jenis

gelombang

yang

terdapat

di

alam

adalah

gelombang elektromagnetik. Cahaya yang kita nikmati setiap harinya


termasuk ke dalam gelombang elektromagnetik. Sinar inframerah sinar
ultraviolet juga masuk dalam kategori gelombang elektromagnetik.
Defenisi gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dalam
perambatannya tidak memerlukan medium. Setiap jenis gelombang
mempunyai sifat tersendiri.

Sifat gelombang elektromagnetik, yaitu:


1.

Gelombang elektromagnetik dapat menjalar, melalui ruang hampa


dengan kecepatan mendekati 300 juta meter per detik (m/s).

2.

Gelombang elektromagnetik terdiri atas medan listrik dan medan


magnet,

dan

termasuk

gelombang

transversal.

Gelombang

elektromagnetik dihasilkan oleh getaran medan-medan listrik dan medanmedan magnet yang saling tegak lurus dan menghasilkan arah penjalaran
gelombang saling tegak lurus satu dengan lainnya.
3.

Mempunyai daya tembus yang tinggi Sinar X dapat menembus bahan


dengan daya tembus yang sangat besar, dan digunakan dalam proses
radiografi.

4.

Mempunyai panjang gelombang yang pendek Yaitu : 1/10.000 panjang


gelombang yang kelihatan.

5.

Mempunyai efek fotografi. Sinar X dapat menghitamkan emulsi film


setelah diproses di kamar gelap.

6.

Mempunyai sifat berionisasi.Efek primer sinar X apabila mengenai suatu


bahan atau zat akan menimbulkan ionisasi partikel-partikel bahan zat
tersebut.

7.

Mempunyai efek biologi. Sinar X akan menimbulkan perubahanperubahan biologi pada jaringan. Efek biologi ini digunakan dalam
pengobatan radioterapi.

Jenis gelombang elektromagnetik


lainnya adalah sinar-X. Sinar-X memiliki panjang gelombang lebih kecil
daripada sinar ultraungu. Sinar-X dihasilkan ketika elektron-elektron yang
bergerak cepat kehilangan energi dengan cepat. Sinar-X dapat menembus
benda-benda padat, misal: kayu yang tebalnya beberapa cm, pelat
aluminium setebal 1 cm. Sinar-X dapat memberi efek pada film. Tulangtulang pada badan kita tidak mudah ditembus cahaya seperti jaringan selsel tubuh lainnya. Oleh karena itu sinar-X dapat digunakan untuk
memotret kedudukan tulang-tulang, khususnya untuk menentukan letak
tulang yang patah.

Sinar

gamma

termasuk

juga

dalam

jenis

gelombang

elektromagnetik. Sinar ini memiliki spektrum gelombang yang memiliki


daya tembus lebih kuat dan lebih berbahaya daripada sinar-X. Sinar ini

dihasilkan dari peristiwa radioaktivitas dari unsur-unsur tidak stabil atau


dari proses penghancuran antara positron dan elektron.

C.

MANFAAT SINAR X
Kedokteran

nuklir

merupakan

cabang

ilmu

kedokteran

yang

menggunakan sumber radiasi terbuka berasal dari disintegrasi inti


radionuklida buatan, untuk mempelajari perubahan fisiologi, anatomi dan
biokimia, sehingga dapat digunakan untuk tujuan diagnostik, terapi dan
penelitian kedokteran. Radioisotop dapat dimasukkan ke tubuh pasien
(studi invivo) maupun hanya direaksikan saja dengan bahan biologis
antara lain darah, cairan lambung, urine, dan sebagainya, yang diambil
dari tubuh pasien, yang lebih dikenal sebagai studi invitro (dalam gelas
percobaan).Pada studi invivo, setelah radioisotop dapat dimasukkan ke
tubuh pasien melalui mulut, suntikan, atau dihirup lewat hidung, maka
informasi yang dapat diperoleh dari pasien dapat berupa:

Citra atau

gambar dari organ/bagian tubuh pasien yang diperoleh dengan bantuan


peralatan kamera gamma ataupun kamera positron (teknik imaging).
Kurvakurva kinetika radioisotop dalam organ/bagian tubuh tertentu dan
angkaangka

yang

menggambarkan

akumulasi

radioisotop

dalam

organ/bagian tubuh tertentu Pesawat SinarX disamping citra atau gambar


yang diperoleh dengan kamera gamma ataupun kamera positron
Radioaktivitas yang terdapat dalam contoh bahan biologis )darah, urine,
dll) yang diambil dari tubuh pasien, dicacah dengan instrumen yang
dirangkaikan pada detektor radiasi (teknik nonimaging). Data yang
diperoleh baik dengan teknik imaging maupun teknik nonimaging

memberikan

informasi

mengenai

fungsi

organ

yang

diperiksa.

Pencitraan pada kedokteran nuklir dalam beberapa hal berbeda


dengan pencitraan dalam radiologi Perobatan antara lain :
Sinar-X lembut digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal
sebagai radiograf. Sinar-X boleh menembusi badan manusia tetapi diserap
oleh bahagian yang lebih tumpat seperti tulang. Gambar foto sinar-X
digunakan untuk mengesan kecacatan tulang, mengesan tulang yang
patah dan menyiasat keadaan organ-organ dalam badan.
Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanser. Kaedah ini
dikenal sebagai radioterapi.
Analisis kondisi tulang

Penentuan
Kerapatan

Tulang

Dengan

Bone

Densitometer

Perindustrian
Dalam bidang perindustrian, sinar-X boleh digunakan untuk:
mengesan kecacatan dalam struktur binaan atau bahagian-bahagian dalam
mesin dan enjin.
menyiasat rekahan dalam pipa logam, dinding konkrit dan dandang
tekanan tinggi.

memeriksa
retakan

dalam

struktur

plastic

dan

getah.

Penyelidikan
Sinar-X digunakan untuk menyelidik struktur hablur dan jarak pemisahan
antara atom-atom dalam suatu bahan hablur.
D.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN SINAR X


KELEBIHAN / KEUNTUNGAN SINAR X

Keupayaan menembusi jirim padat.

Kesan pendarcahaya memberikan kesan cahaya kepada sebatian kimia


seperti zink sulfida, kalsium tungstat dan barium platinosiamida.

Kesan fotografi memberikan penghitaman kepada filem apabila didedah

kepada sinar-X.
Kesan pengionan alur sinar-X yang lintas melalui gas memindahkan
tenaganya kepada molekul-molekul yang seterusnya akan berpecah
kepada zarah yang bercas positif dan negatif.Kesan biologi sinar-X
bertindak dengan kesemua tisu hidup yang terdapat dalam badan.

KELEMAHAN / KERUGIAN SINAR X


Setelah Roentgen memperlihatkan hasil pemotretan dengan sinar-X
terhadap tangan istrinya yang memakai cincin, dimana pada gambar
tersebut terlihat dengan jelas ruas-ruas tulang jari tangannya, maka
manusia mulai menyadari akan manfaat besar yang dapat diperoleh dari
pemenuan radiasi pengion tadi. Pemanfaatan radiasi pengion dalam
bidang kedokteran, terutama sinar-X, berkembang pesat beberapa saat
setelah penemuan radiasi tersebut. Penguasaan pengetahuan mengenai
radiasi pengion oleh umat manusia yang terus meningkat dari waktu ke
waktu juga memungkinkan dimanfaatkannya radiasi tersebut dalam
berbagai bidang kegiatan di luar kedokteran, di samping pemanfaatannya

di

dalam

bidang

kedokteran

sendiri

juga

terus

mengalami

peningkatan.
Beberapa efek merugikan yang muncul pada tubuh manusia karena
terpapari sinar-X dan gamma segera teramati beberapa saat setelah
penemuan kedua jenis radiasi tersebut. Efek merugikan tersebut berupa
kerontokan rambut dan kerusakan kulit. Pada tahun 1897 di Amerika
Serikat dilaporkan adanya 69 kasus kerusakan kulit yang disebabkan oleh
sinar-X, sedang pada tahun 1902 angka yang dilaporkan meningkat
menjadi 170 kasus. Pada tahun 1911 di Jerman juga dilaporkan adanya 94

kasus tumor yang disebabkan oleh sinar-X. Meskipun beberapa efek


merugikan dari sinar-X dan gamma telah teramati, namun upaya
perlindungan terhadap bahaya penyinaran sinar-X dan gamma belum
terfikirkan. Marie Curie, penemu bahan radioaktif Po dan Ra meninggal
pada tahun 1934 akibat terserang oleh leukemia. Penyakit tersebut besar
kemungkinan

akibat

paparan

radiasi

karena

seringnya

beliau

berhubungan dengan bahan-bahan radioaktif.

BAB III
PENUTUP

Sinar X merupakan pancaran gelombang elektromagnetik yang


sejenis dengan gelombang radio, panas, cahaya sinar ultraviolet, tetapi
mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek sehingga dapat
menembus benda-benda.
A.

PROSES TERJADINYA SINAR X

Di dalam tabung roentgen ada katoda dan anoda dan bila katoda (filament)
dipanaskan

lebih

dari

20.000

derajat C sampai

menyala

dengan

mengantarkSan listrik dari transformator,


Karena panas maka electron-electron dari katoda (filament) terlepas.
Dengan memberikan tegangan tinggi maka electron-elektron dipercepat
gerakannya menuju anoda (target),
Elektron-elektron mendadak dihentikan pada anoda (target) sehingga
terbentuk panas (99%) dan Sinar X (1%),
Sinar X akan keluar dan diarahkan dari tabung melelui jendela yang disebut
diafragma,
Panas yang ditimbulkan ditiadakan oleh radiator pendingin.

B.

MANFAAT SINAR X
digunakan untuk mengambil gambar foto yang dikenal sebagai
radiograf. Sinar-X boleh menembusi badan manusia tetapi diserap oleh
bahagian yang

lebih

tumpat

seperti

tulang.

Gambar

foto

sinar-X

digunakan untuk mengesan kecacatan tulang, mengesan tulang yang


patah dan menyiasat keadaan organ-organ dalam badan.
Sinar-X keras digunakan untuk memusnahkan sel-sel kanser. Kaedah
ini dikenal sebagai radioterapi.

C.

BAHAYA SINAR X
Biasanya, masyarakat awam menyebutnya dengan sebutan foto
rontgen. selain bermanfaat, sinar x mempunyai efek/dampak yang
sangat berbahaya bagi tubuh kita yaitu apabila di gunakan secara
berlebihan maka akan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya,

misalnya kanker. oleh sebab itu para dokter tidak menganjurkan terlalu
sering memakai foto rontgen secara berlebihan.

DAFTAR PUSTAKA
http://erick-sagutumbu.blogspot.com/2009/11/pengertian-dan-manfaat-sinarx.html
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2112612-pengertian-radiasi-sinar/#ixzz1nUVmGebk
http://ajunkdoank.wordpress.com/2008/12/29/proses-terjadinya-sinar-x/
http://www.lintas.me/go/gigisehatbadansehat.blogspot.com/bahaya-sinar-x-bagi-jantung-gigi-sehatbadan- sehat-artikel-berita-informasi-kesehatan-umum-dan-gigi/1/
http://forum.vivanews.com/iptek/50006-mengetahui-manfaat-dan-bahaya-sinar-x.html
http://www.smallcrab.com/kesehatan/728-resiko-bahaya-radiasi-dari-perangkat-medis
http://hadirwong.blogspot.com/2009/12/manfaat-sinar-x.html
http://usupress.usu.ac.id/files/Dental%20Radiologi%20Prinsip%20dan
%20Teknik_Final_Normal_bab%201.pdf

BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Untuk menilai seorang pasien, petugas kesehatan tidak hanya melakukan dengan fisiknya,
akan tetapi juga memerlukan data dari pemeriksaan lainnya, antara lain pemeriksaan
radiologi (foto thoraks/ rontgen). Informasi yang diperoleh dari foto thoraks menjadi penting,
karena bidan sebagai petugas kesehatan yang mendampingi pasien juga perlu mengetahui
pemeriksaan ini, selain pemeriksaan fisik. Apabila bidan dapat memahami dan mengerti
mengenai thoraks foto, maka bidan dapat mengenali sedini mungkin kelainan yang terjadi
pada pasien sehingga keadaan yang lebih lanjut bahkan kematian dapat diatasi dengan cepat.
Sejarah Pemeriksaan Rontgen :

Teknologi rontgen sudah digunakan lebih dari satu abad yang lalu.
Tepatnya sejak 8 November 1890 ketika fisikawan terkemuka berkebangsaan Jerman,
Conrad Rontgen, menemukan sinar yang tidak dikenalinya, yang kemudian diberi label X.
Sinar ini mampu menembus bagian bagian tubuh manusia, sehingga dapat dimanfaatkan
untuk memotret bagian bagian dalam tubuh.
Berkat jasanya bagi dunia kedokteran, banyak nyawa bisa diselamatkan, hingga ia mendapat
penghargaan Nobel di tahun 1901.
Pada prinsipnya sinar yang menembus tubuh ini perlu dipindahkan ke format film agar bisa
dilihat hasilnya.
Seiring dengan kemajuan teknologi,kini foto Rontgen juga sudah bisa diproses secara digital
tanpa film.
Sementara hasilnya bisa disimpan dalam bentuk CD atau bahkan dikirim ke berbagai belahan
dunia menggunakan teknologi e-mail.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas dapat kita simpulkan bahwa rumusan masalahnya adalah:
Apa pengertian dari rontgen?
Bagaimana indikasi untuk melakukan rontgen?
Apa saja persiapan untuk melakukan rontgen?
Bagaimana teknik pelaksanaannya?

1.3 Tujuan Pemeriksaan Foto Thoraks


Berikut ini antara lain tujuan dari pemeriksaan?pengambilan foto thoraks, yaitu:
Untuk menilai adanya perubahan patologi jantung dan paru dalam rongga thoraks
(pembesaran jantung, kolaps paru).
Untukmengetahui adanya perubhan dalam rongga pleura (pnumo-thoraks)
Untuk menilai letak alat-alat yang dimasukkan dalam organ-organ rongga thoraks (ETT,
CVP, dll).

BAB II

PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Rontgen Dan Hal-Hal Yang Berkaitan Dengan Rontgen

Rontgen atau dikenal dengan sinar X merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan peran
sinar X dalam mendeteksi kelainan pada berbagai organ diantaranya dada, jantung, abdomen,
ginjal, ureter, kandung kemih, tengkorak, rangka.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan radiasi radiasi sinar X yang sedikit karena
tingginya kualitas film sinar X dan digunakan untuk melakukan skrinning dari berbagai
kelainan yang ada pada organ.
2.2

Indikasi Pemeriksaan Foto Thoraks Secara Khusus

Sesak napas pada bayi


:
Untuk memastikan ada tidaknya kelainan di thoraksnya (rongga dada)
Dokter membutuhkan foto rontgen agar penanganannya tepat.
Bayi muntah hijau terus menerus
:
Bila dokter mencurigai muntahnya disebabkan sumbatan di saluran cerna, maka
pengambilan foto rontgen pun akan dilakukan.
Pertimbangan dokter untuk melakukan tindakan ini tidak semata-mata berdasarkan
usia,melainkan lebih pada resiko dan manfaatkannya.
Deteksi masalah pada tulang, paru-paru, usus, dan organ dalam lainnya. Bagi balita sampai
kalangan dewasa, foto rontgen lazimnya dimanfaatkan untuk mendeteksi masalah pada
tulang, paru-paru, usus, dan organ dalam lainnya.
2.3
1.

Persiapan Pemeriksaan

Radiografi konvesional tanpa persiapan

Maksudnya, saat anak datang bisa langsung difoto.


Biasanya ini untuk pemeriksaan tulang atau thoraks.
2.

Radiografi konvesional dengan persiapan

Pemeriksaan radiografi konvesional yang memerlukan persiapan diantaranya untuk foto


rontgen perut.
Sebelum pelaksanaan, anak diminta untuk puasa beberapa jam atau hanya makan bubur
kecap.
Dengan begitu ususnya bersih dan hasil fotonya pun dapat dengan jelas memperlihatkan
kelainan yang dideritanya.
3.
Pemeriksaan dengan kontras
:
Sebelum dirontgen, kontras dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara diminum, atau

dimasukkan lewat anus, atau disuntikkan ke pembuluh vena.


Macam Macam Proyeksi Pemeriksaan Foto Thoraks :
Terdapat 3 macam proyeksi pemeriksaan foto thoraks, yakni:
a.

Proyeksi PA (Postero-Anterior )

Cara pemeriksaan foto thoraks dengan proyeksi PA (Postero-Anterior),yaitu:


Sinar dipancarkan ke arah film melaluipunggung (posterior) pasien.
Biasanya, posisi pasien berdiri tegak dengan bagian anterior menempel pada film
Tangan bertolak pinggang untuk mengangkat skapula agar tidak menutupi lapangan paru.
Sinar dipancarkan pada saat pasien menahan nafas dalam (inspirasi) agar rongga thoraks
mengembang maksimal dengan gambaran diafragma yang terdorong ke arah abdomen.
Dengan tujuan adalah akan dapat memberikan gambaran paru/jantung seperti aslinya.
Pemeriksaan hanya bisa dilakukan di ruang radiologi

Proyeksi AP (Antero-Posterior )
Cara pemeriksaan foto thoraks dengan proyeksi AP (Antero-Posterior), yaitu:
Proyeksi AP bisa dilakukan terhadap pasien dengan posisi supine, duduk atau semi fowler.
Biasanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat mobilisasi karena penyakit kritis atau pada
pasien pasca bedah.
Mesin yang digunakan adalah mesin foto portable
Pada proyeksi AP, biasanya menghasilkan foto yang kurang baik dibanding proyeksi PA,
karena:
Jantung akan tampak lebih besar terutama apabila fokus terhadappasien lebih dekat.
Disamping itu, biasanya skapula akan menutupi lapangan paru, karena posisi tangan tidak
diatur dan diafragma jugaakan lebih tinggi karena pasien tidak nafas dalam.
Proyeksi Lateral
Cara pemeriksaan foto thoraks dengaan proyeksi Lateral, antara lain:
Proyeksi dengan posisi lateral dilakukan tergantung pada indikasi baik lateral kanan atau
lateral kiri
Boasanya, dilakukan bilaperlu diperlukan untuk kepastian diagnosa yang tidak diperoleh
dengan foto proyeksi lainnya.
Cara Membaca Hasil Foto Thoraks:
Yang perlu diperhatikan dalam membaca hasil sebuah foto thoraks, adalah:
Identitas Pasien
Nama
No. MR (Medical Record)
Tanggal

Jam Pengambilan
Ketajaman Sinar
Apabila terlalu radiopage (terang) atau terlalu radiosulen (gelap), maka foto harus diulang oleh
karena akan mengacaukan interpretasi.
Pengambilan foto yang baik adalah pada saat pasien inspirasi, dimana akan terlihat tulang
rusuk anterior sampai dengan tulang rusuk 6 dan tulang rusuk posterior sampai dengan tulang
rusuk 8.
Posisi/Centering
Posisi yang baik hendaknya harus diperhatikan, dimana sternum tampak tegak lurus dengan
tulang klavikula.
Densitas
Pngertian densitas adalah derajat tebalnya bayangan hitam pada film atau daya serap
terhadap X-ray.Para radiolog menggolongkan densitas menjadi 4 golonga, yaitu:
Densitas Udara (gas density)
Densitas udara merupakan densitas yang paling rendah oleh karena udara/gas sedikit
menyerap sinar.
Contoh: Paru, bronkhi, trakhea, alveoli.
Densitas cairan (water density)
Contoh: jantung, otot, aorta, pembuluh darah, darah diafragma.
Densitas Lemak
Contoh bercak lemak daerah hilar.
Densitas logam (Densitas yang paling terang)
Contoh: Densitas tulang-tulang rusuk, skapula.
Trakhea
Tampak jelas sebagai garis tengah.
Jadi, letaknya harus tepat ditengah-tengah.
Bila terdapat pergeseran/deviasi, bisa karena letak film yang tidak tepat atau memang
karenaada kelainan paru-paru
Bila trakhea terdorong ke sisi yang sehat,kemungkinan terjadi pneumo-thoraks, efusi pleura.
Bila trakhea terdorong ke sisi yang sakit, kemungkinan terjadi atelektasis.
Batas-batas normal Jantung
Struktur jantung dapat dibedakan dari tepinya oleh karena terdiri darijaringan dan darah (air)
sehingga densitas air yang tampak cukup padat. Batas-batas normal jantung, adalah:
Batas Kanan:
Atrium Kanan
Vena Kava Superior
Batas Kiri:
Arkus Aorta
Segmen Pulmonal
Ventrikel Kiri
Sementar itu,batas jantung pada proyeksi lateral:

Batas Depan
Batas belakang (posterior)
Arkus aorta akan menjadi batas atas, yang kemudian akan terus menjadi aorta desendens
yang akan terlihat di depan tulang belakang.
Ukuran Jantung
Secara keseluruhan, besarnya jantung dapat diukur dengan cara pengukuran CTR (Cardio
Thoraxis Ratmo), Yaitu dengan menjumlahkan sisi terlebar jantung kanan (A) dan sisi
terlebar jantung kiri (B), dan selanjutnya dibandingkan dengan luas rongga thoraks dikalikan
100%.
Jantung normal besarnya 50%.
Bila lebih dari 50% berarti terdapat pembesaran jantung.
CTR normal: 50%
Rumus besar jantung: A + B x 100 %
C
Jaringan Lunak
Bayangan payudara sering menutupi sudut kostrofrenik pada orang gemuk.
Perhatikan adanya emfisema akibat pembedahan.
Diafragma
Ujung atas diafragma tampak nyata karena adnya kontras air udara
Ujung kiri bawah diafragma mungkin akan tmpak karena umumnya tedapat udara dalam
perut
Pada semua tahap respirasi, hemidiafragma kanan umumnya lebihtinggi 1 s/d 2cm dari
sebelh kiri.

Penilaian Keadaan Paru-paru


Perhatikan densitas air yang ditimbulkan oleh pembuluh darah pulmonal lebih banyak
terletak di daerah bawah daripada di bagian atas.
Secara normal , aliran darahke bagian atas lebih sedikit.
Jika tampak bayangan pembuluh darah yang menonjol di bagian atas, maka ini adanya tanda
kegagalan ventrikel kiri.
Hilus adalah daerah dimana pembuluh bronkhi dan pulmonal utama [ertama masuk ke paru.
Pada foto thoraks, hilus umumnya terdiri dari: tanda vaskuler dan tampak sebagai densitas air

pada masing-masing sisi mediastinum.


Tanggung Jawab Bidan Dalam Pemeriksaan Radiologi
Jika seorang pasien akan dilakukan pemeriksaan foto thoraks, maka tanggung jawab seorang
bidan, adalah:
Jelaskan apa yang akan dilakukan pada pasien dan mengapa hal ini dilakukan
Tenangkan pasien dan duduklah bila keadaan pasien memungkinkan
Bidan harus selalu menda,pingi guna membantu fotografer
Perhatikan agar tidak terjadi tegangan pada salah satu kabe, pipa EET,selang infus, dan tidak
ada yang terlepas.
Usahakan tidak ada yang mnghalangi lempengan foto agar dapat diambil foto yang jelas.
Pada pasien yang mengalami hipotensi, mungkin lebih baik dibuat fotodalam posisi
berbaring.
Hal tersebut diatas sangat penting terutama pada pemeiksaan foto ruangan dengan
menggunakan alat yang portable.
Persiapan:
Lepaskan benda-benda yang terbuatdari logam pada daerah yang akan difoto (Misal: Foto
Thorax, maka melepaskan kalung, bros, dll).
Bila pemeriksaan rontgen membutuhkan persiapan (urus-urus), pasien datang ke radiologi
sudahmelakukan persiapan (untuk: BNO/FPA. FPA/UIV, COLON IN LOOP)
Untuk foto ulang/kontrol harap membawa harapmembawa foto sebelumnya (sebagai
perbandingan keberhasilanterapi/pengobatan)
Bila anda wanita dalam usia subur, beritahukan petugas apabila anda hamil.
Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan tanyakan kepada petugas
Persiapan dan Pelaksanaan Pemeriksaan Rontgen
Lakukan informed consent
Tidak ada pembatasan makanan atau cairan.
Pada dada pelaksanaan foto dengan posisi PA (posterior anterior) dapat dilakukan dengan
posisi berdiri dan foto AP (anterior posterior) lateral dapat juga dilakukan,baju harus
diturunkan sampai ke pinggang, baju kertas atau baju kain dapat digunakan dan perhiasan
dapat dilepas, anjurkan pasien untuk tarik nafas dan menahan nafas pada waktu penambilan
foto sinar X.
Pada jantung foto PA dan lateral kiri dapat diindikasi untuk mengevaluasi ukuran dan bentuk
jantung, perhiasan pada leher harus dilepaskan, baju diturunkan hingga ke pinggang.
Pada abdomen pelaksanaan fotoharus dilakukan sebelum pemeriksaan IVP, baju harus

dilepaskan dan digunakan baju kain/kertas. Pasien tidur telentang dengan tangan menjauh
dari tubuh,testis harus dilindungi.
Pada tengkorak, sebelum pelaksanaan foto, penjepit rambut harus dilepaskan, kaca mata gigi
palsu sebelum pemeriksaan.
Pada rangka bila dicurigai terdapat fraktur anjurkan puasa, dan imobilisasi pada daerah
fraktur.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Rontgen menggunakan sinar X sering digunakan untuk foto thoraks, orang hamil jarang
menggunakan rontgen karena bisa membahayakan janin.

DAFTAR PUSTAKA
Maryunani, Anik. 2011.
Jakarta: Tans Info Media

Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan.

Bruner, K. Jensen, 2OO5, Keperawatan Medical Bedah, ECG: jakarta


Baladupak, thio. 2012. Omnipaque dan Iopamiro. http://tiyowisanggenibisnis
internet. blogspot.com. 19 February
Dr. Yarnadi. 2013. Pemeriksaan Rontgen Kontras Lambung (Barium Meal).
http://familiamedica.net. 19 February
Azhari, Redha. 2012. Indikasi Pemeriksaan Rontgen.
http://id.scribd.com/doc/70238986. indikasi-pemeriksaan-rontgen. 19 February