Anda di halaman 1dari 18

Cara Pemeriksaan Forensik

Pada Kasus Ragu Ayah


F9

Skenario
Seorang perempuan A datang ke anda dan menceritakan
keluhannya. Ia seorang wanita karier dan telah bersuamikan S
dengan dua anak. Perkawinan telah berlangsung 12 tahun. Pada
dua bulan yang lalu A telah didatangi seorang perempuan muda B
yang mengaku sebagai istri gelap suami S dan ia mengatakan
bahwa akibat hubungannya dengan S telah lahir seorang anak
laki-laki.B memnita kepada S agar mengawininya secara sah demi
kepentingan anak laki-lakinya, tetapi S tidak setuju. B meminta
kepada A agar mau menerimanya sebagai madunya atau
setidaknya memberi nafkah kepada anak laki-lakinya
A kemudian berbicara secara baik-baik dengan S tentang hal ini. S
mengakui bahwa 2 tahun yang lalu, sewaktu A sedang tugas
keluar negri selama 6 bulan, ia berkenalan seorang wanita muda
di caf, yang dilanjutkan dengan pertemuan di hotel beberapa
kali. S yakin bahwa B bukanlah wanita baik-baik dan menganggap
bahwa hubungan S dengan B adalah hubungan yang short time
saja.
A ingin memastikan apakah benar anak laki-laki B adalah benar

Aspek Hukum
Pasal 284 KUHP
Diancam dengan pidana penjara paling lama
sembilan bulan :
1a. Seorang pria telah kawin yang melakukan
zinah, pada hal diketahui, bahwa pasal 27 BW
berlaku baginya;
2b. seorang wanita yang tidak kawin yang
turut serta melakukan perbuatan itu padahal
diketahui olehnya, bahwa yang turut bersalah
telah kawin dan pasal 27 BW berlaku baginya.

Pasal 3 UU no.1/1974 tentang


perkawinan
(1)Pada azasnya dalam suatu perkawinan,
seorang pria hanya boleh mempunyai
seorang isteri. Seorang wanita hanya boleh
mempunyai seorang suami.
(2)Pengadilan dapat memberikan izin
kepada seorang suami untuk beristri lebih
dari seorang apabila dikehendaki oleh pihakpihak yang bersangkutan.

Prosedur Medikolegal
Pasal 1. Pemenkes No
585/menkes/Per/IX/1989

Persetujuan tindakan
medik/informed consent
adalah persetujuan yang
diberikan oleh pasien atau
keluarganya atas dasar
penjelasan mengenai
tindakan medik yang akan
dilakukan terhadap pasien
tersebut;
Tindakan medik adalah suatu
tindakan yang dilakukan
terhadap pasien berupa
diagnostik atau terapuetik;

Tindakan invasif adalah


tindakan medik yang
langsung dapat
mempengaruhi keutuhan
jaringan tubuh
Dokter adalah dokter
umum/dokter spesialis
dan dokter gigi/dokter gigi
spesialis yang bekerja
dirumah sakit, puskesmas,
klinik atau praktek
perorangan/bersama.

Prosedur Medikolegal
Pasal 4. Pemenkes No
585/menkes/Per/IX/1989

Pasal 5. Pemenkes No
585/menkes/Per/IX/1989

Informasi tentang tindakan medik


harus diberikan kepada pasien, baik
diminta maupun tidak
Dokter harus memberikan informasi
selengkap-lengkapnya, kecuali bila
dokter menilai bahwa informasi
tersebut dapat merugikan
kepentingan kesehatan pasien atau
pasien menolak diberikan informasi.
Dalam hal yang sebagaimana
dimaksud ayat (2) dokter dengan
persetujuan pasien dapat memberikan
informasi tersebut kepada keluarga
terdekat dengan didampingi oleh
seorang perawat/paramedik lainnya
sebagai saksi.

informasi yang diberikan mencakup


keuntungan dan kerugian dari
tindakan medik yang akan dilakukan,
baik diagnostik maupun terapuetik.
Informasi diberikan secara lisan
Informasi harus diberikan secara
jujur dan benar kecuali bila dokter
menilai bahwa hal itu dapat
merugikan kepentingan kesehatan
pasien.
Dalam hal-hal sebagaimana
dimaksud ayat (3) dokter dengan
persetujuan pasien dapat
memberikan informasi tersebut
kepada keluarga terdekat pasien.

Pasal 9. Pemenkes No
585/menkes/Per/IX/1989

Bagi pasien dewasa


yang berada di bawah
pengampuan (cure
tele) persetujuan
Pasal 13. Pemenkes No
diberikan oleh
585/menkes/Per/IX/1989
wali/curator.
Terhadap dokter yang
melakukan tindakan
medik tanpa adanya
persetujuan dari pasien
atau keluarganya dapat
dikenakan sanksi
administrasi berupa
pencabutan surat ozin
prektek.

Pasal 12. Pemenkes No


585/menkes/Per/IX/1989

Dokter bertanggung
jawab atas pelaksanaan
ketentuan tentang
persetujuan tindakan
medik
Pemberian persetujuan
tindakan medik yang
dilaksanakan di rumah
sakit/klinik yang
bersangkutan ikut
bertanggung jawab.

Pemeriksaan Medis

Pemeriksaan
Golongan Darah

Dilakukan sebagai tes penyaring


apa benar seorang anak
mempunyai golongan darah
yang sama dengan orang tuanya
Langkah - langkah
1. Ambil beberapa tetes darah
yang dipisahkan dengan kotak
kotak yang didalamnya
2. berikan antibodi dari masing
masing golongan darah
3. lihat apakah tes terjadi
aglutinasi atau tidak
*hasil positif agllutinasi= anak

Pemeriksaan DNA
- Tes paternitas
Tes paternitas membandingkan
pola DNA anak dengan terduga
ayah untuk memeriksa bukti
pewarisan DNA
Menggunakan DNA inti
- Tes maternitas
Tes ini bisa dilakukan untuk kasus
dugaan bayi tertukar, bayi tabung,
dan anak angkat.
Menggunakan DNA mitokondria
sebagai penanda untuk
mengidentifikasi hubungan
kekerabatan secara maternal/garis
ibu.

Hal yang perlu diketahui


sebelum
Siapa yang
diperiksa tes
melakukan
-ibu, anak, dan terduga ayah
Apa yang diperiksa
-semua sampel dapat diperiksa
-paling efektif darah
Batas usia
-seawal 10 minggu dengan
amniocentesis sehingga orang
meninggal
Prosedur
-tandatangan persetujuan,
menyerahkan identitas diri,
pengambilan darah dengan saksi
Akurasi
-99.99 persen sekiranya ada
hubungan ayah dan anak
Dilakukan 2 pemeriksa untuk lebih
akurat
Berapa lama
-12 hari bekerja dari tanggal
terima sampel

Pemeriksaan DNA menggunakan


teknik PCR
Metode PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah suatu
metode untuk memperbanyak fragmen DNA tertentu
secara in vitro dengan menggunakan enzim polimerase
DNA
1985-DNA yang dicampur dengan deoksiribonukleotida
trifosfat atau dNTP (yang terdiri dari ATP, CTP, TTP dan
GTP), enzim polimerase DNA dan sepasang primer jika
dipanaskan, didinginkan lalu dipanaskan lagi akan
memperbanyak diri dua kali lipat
*primer adalah fragmen DNA untau tunggal yang sengaja
dibuat dan merupakan komplemen dari bagian ujung DNA
yang akan diperbanyak, sehingga dapat diibaratkan sebagai
patokan pembatas bagian DNA yang akan diperbanyak.

Pemeriksaan dengan metode PCR hanya dimungkinkan jika bagian


DNA yang ingin diperbanyak telah diketahui urutan basanya.
Tahapan selanjutnya adalah menentukan dan menyiapkan primer
yang merupakan komplemen dari basa pada ujung-ujung bagian
yang akan diperbanyak.
Adanya mesin otomatis untuk proses ini membuat prosedurnya
menjadi amat sederhana. DNA hasil perbanyakan dapat langsung
dianalisis dengan melakukan elektroforesis pada gel agarose atau
gel poliakrilamide.
Lokus DNA yang dapat dianalisis dengan mteode PCR, meliputi
banyak sekali lokus VNTR maupun RFLP lainnya, diantaranya lokus
D1S58 (dulu disebut D1S80) dan D2S44.
Metode analisis dengan PCR ini begitu banyak disukai sehingga
penemuan-penemuan lokus DNA polimorfik yang potensial untuk
analisis kasus forensik terus terjadi tanpa henti setiap saat.

1.P emanasan pada suhu tinggi,


Siklus
Pemeriksaan
antara 90-95
derajat Celsius (fase
denaturasi)
PCR
-DNA untai ganda (double
stranded) akan terlepas menjadi 2
potong DNA untai tunggal (single
stranded
2.Pendinginan pada suhu tertentu
(fase penempelan prier atau
primer annealing) menggunakan
rumus Thein dan Walace
Suhu = 4(G + C) + 2(A + T)
*G, C, A dan T adalah jumlah basa
Guaninm Sitosin, Adenin dan
Timin pada primer yang
digunakan
-primer akan menempel pada
basa komplemennya pada DNA
untai tunggal tadi
3.Pemansan kembali, antara 7075 derajat Celsius (fase ekstensi
atau elongasi)
- primer memperpanjang diri
membentuk komplemen dari

Kelebihan PCR

memperbanyak DNA
mempermudah
analisis sampel
forensik yang
jumlahnya amat
minim,
Kemampuan untuk
menganalisis bahan
yang sudah
berdegradasi sebagian

Interpretasi Hasil
Ketiga hasil pemeriksaan DNA tersebut dimasukkan
dalam suatu tabel FCM (father child mother)
Pada lokus, dicari fragmen DNA maternal
Kemudian fragmen DNA paternal dibandingkan dengan
fragmen DNA tersangka ayah
Jika cocok, maka pria tersebut dinyatakan mungkin
merupakan anak dari pria tersebut
Jika tidak sama, maka komposisi tersebut dapat
dinyatakan sebagai ekslusi (2,3,4,5)
Penemuan dua ekslusi atau lebih pada panel 10 atau
15 lokus memastikan bahwa anak tersebut bukan
anak pria tersebut.

Lokus

Tn. X

Anak B

Ny. M

Kesimpulan

o
01 CSFIPO

11 , 12

11 , 11

11 ,11

mungkin

02 FGA

12 , 15

15 , 16

16 , 18

mungkin

03 TH01

08 , 12

08 , 11

11 , 12

mungkin

04 TPOX

15 , 15

15 , 15

14 , 15

mungkin

05 VWA

19 , 21

19 , 22

20 , 22

Mungkin

06 D3S1358

11 , 12

10 , 12

10 , 22

mungkin

07 D5S818

08 , 11

09 , 11

09 , 11

mungkin

08 D7S820

07 , 09

07 , 07

07 , 08

mungkin

09 D8S1179

14 , 16

14 , 18

17 , 18

mungkin

10 D13S317

12 , 14

14 , 15

15 , 15

mungkin

11 D16S539

08 , 11

08 , 09

08 , 09

mungkin

12 D18S51

14 , 16

16 , 18

15 , 18

mungkin

13 D21S11

14 , 14

13 , 14

13 , 15.2

mungkin

Pada setiap lokus (daerah) DNA yang diperiksa, setiap anak memiliki
sepasang pita DNA, yang dinyatakan sebagai angka yang menunjukkan
panjangnya DNA.
Satu pita anak pasti ada padanannya (sama) dengan DNA ibunya (pita
materal), sedangkan satu pita lainnya pasti ada padanannya (sama)
dengan DNA ayah kandungnya (pita paternal)
Eksklusi artinya terdapat ketidaksesuaian (tidak sama) DNA paternal
anak dengan DNA tersangka ayah pada lokus tersebut.
Seorang pria dikatakan AYAH BIOLOGIS (genetik) dari seorang anak, jika
pita paternal anak sama dengan salah satu DNA pria tersebut pada
setiap lokus DNA yang diperiksa.
Seorang pria dikatakan BUKAN AYAH BIOLOGIS (genetik) dari seorang
anak jika dua atau lebih lokus DNA yang diperiksa didapat ada
ketidaksesuaian (eksklusi) DNA paternal anak dengan DNA pria tersebut.
Pada tabel diatas didapatkan pada semua lokus DNA ditemukan
kesesuaian DNA paternal anak B dengan DNA Tuan X. Hal ini
menunjukkan bahwa anak B adalah benar anak biologis Tuan X. Paternity
Index 5.540.619, menunjukkan bahwa Tuan X 5.540.619kali lebih
mungkin merupakan ayah biologis dari anak B dibandingkan pria lngain
yang diambil secara acak dari dalam populasi yang sama.
Probability of paternity pada kasus ini adalah 99,99998%

Aspek Sosial Agama


Mennimbulkan perasaan sakit hati, kemarahan yang
luar biasa, depresi, kecemasan, perasaan tidak
berdaya, dan kekecewaan yang amat mendalam
kepada pasangan
Berakhir dengan perceraian
Bagi pasangan yang memutuskan untuk tetap
mempertahankan perkawinan, istri merasakan
berbagai emosi negatif secara intens dan depresi
dalam jangka waktu yang lama.
Menjadi orang yang amat pemarah, tidak memiliki
semangat hidup, merasa tidak percaya diri, terutama
pada masa-masa awal setelah perselingkuhan terbuka

Kesimpulan
Peran dokter dalam suatu kasus pembuktian perzinahan
ataupun pembuktian identitas seorang anak dalam suatu
kasus adalah dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan
guna mendapatkan suatu bukti yang pasti tentang kasus
tersebut dalam kasus ini dokter dituntut untuk bisa
membuktikan anak si B merupakan anak dari si S. Sebagai
produk hukum yang mengatur mengenai pidana formil, di
dalam KUHAP tidak ditemui pengaturan secara eksplisit
mengenai penggunaan alat bukti tes DNA sebagai alat bukti.
Mengingat pembuktian dengan menggunakan tes DNA
memang tidak diatur secara khusus dalam KUHAP, sehingga
berakibat masalah legalitasnya bersifat sangat interpretatif.
Pembuktian dengan menggunakan tes DNA tidak diatur secara
khusus dalam KHUAP,sehingga informed consent menjadi
salah satu acuan dari pengambilan sampel DNA.

Terima Kasih