Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN VII

PENGOLAHAN SAMPAH MEDIS DI RUMAH SAKIT


A. Tujuan
1. Mempelajari tentang pengolahan sampah medis di RS
2. Dapat menganalisis dan mengkritisi pengolahan sampah di RS
B. Tinjauan Pustaka
Pengertian limbah rumah sakit adalah semua limbah yang
dihasilkan dari kegiatan Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair, pasta (gel)
maupun gas yang dapat mengandung mikroorganisme pathogen bersifat
infeksius, bahan kimia beracun, dan sebagian bersifat radioaktif (Depkes,
2006).
Rumah
sakit
dalam
menjalankan
fungsi
operasionalnya
menghasilkan limbah, baik itu limbah domestik, limbah padat, limbah cair
dan limbah gas serta limbah radioaktif.Pengelolaan Limbah medis kondisi
diatas disebabkan karena berbagai kegiatan di rumah sakit berpotensi
menghasilkan berbagai karakteristik dan jenis limbah. dan berpotensi
menghasilkan dampak yang digolongkan sebagai limbah yang
mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3), yang berbahaya terhadap
kehidupan manusia, seperti pembuangan bekas jarum suntik, bekas jarum
infus, yang dapat merupakan vektor pembawa bibit penyakit (Selamet,
2000).
Selain sampah klinis dari kegiatan penunjang rumah sakit juga
menghasilkan sampah non medis. Sampah non medis ini bisa berasal dari
kantor/ administrasi (kertas), unit pelayanan (berupa karton, kaleng,
botol), sampah dari ruangan pasien, sisa makanan buangan, sampah
dapur (sisa pembungkus, sisa makanan/ bahan makanan, sayur dll).
Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit mempunyai karakteristik tertentu
baik fisik, kimia dan biologi.Limbah
rumah sakit bisa mengandung
bermacam-macam mikroorganisme, tergantung dari jenis rumah sakit,
tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang dan jenis sarana
yang ada (laboratorium, klinik dll). Tentu saja dari jenis-jenis
mikroorganisme tersebut ada yang bersifat pathogen. Limbah rumah sakit
seperti halnya limbah lain akan mengandung bahan-bahan organic dan
anorganik, yang tingkat kandungannya dapat ditentukan dengan uji air
kotor pada umumnya seperti BOD, COD, TTS, pH, mikrobiologik dan
lainnya (Arifin, 2008).

Pengelolaan sampah rumah sakit yang tidak memenuhi


persyaratan
kesehatan
dapat
menimbulkan
berbagai
penyakit
diantaranya Infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang
terjadi di dalam rumah sakit atau infeksi oleh miroorganisme yang
diperoleh selama dirawat di rumah sakit. Terjadinya infeksi nosokomial
merupakan hal yang paling sulit dihadapi klinisi dalam menangani
penderita-penderita gawat. Kejadian infeksi nosokomial menjangkau
paling sedikit sekitar 9% (variasi 3-21%) dari lebih 1,4 juta pasien rawat
inap rumah sakit di seluruh dunia. Di negara maju, angka kejadian infeksi
nosokomial telah dijadikan salah satu tolok ukur mutu pelayanan rumah
sakit. Mengingat besarnya masalah infeksi nosokomial serta kerugian
yang diakibatkannya, diperlukan upaya pengendalian yang dapat
menurunkan risiko infeksi nosokomial (Sari Triyas Arsita, 2008).
C. Cara Kerja
1. Mahasiswa mengunjungi RS
2. Mahasiswa mencari informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan
pengolahan sampah medis di RS tersebut
3. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung di instalasi pengolahan
limbah medis
4. Mahasiswa menganalisis informasi yang diperoleh
5. Mahasiswa mendokumtasikan apa yang didapat dan diolah menjadin
film dokumenter
D. Hasil Pengamatan
Nama rumah sakit
Lokasi

: RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta


: Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 20, Gondomanan,
Yogyakarta, Daerah Istimewa
Yogyakarta 55122,
Indonesia

Waktu pengamatan

: Jumat, 02 Oktober 2015

Tabel Pengamatan
N
o
1.
2.
3.
4.

Hal yang diamati


Jenis alat pengolahan
Jadwal pengolahan
Jenis sampah yang diolah
Tenaga kerja yang terlibat dalam
pengolahan

Keterangan

5.
6.
7.

Ijin penggunaan alat pengolahan


Keamanan hasil olahan ( dampak )
Pembuangan
residu
dari
pengolahan ( abunya, air dari
limbah cair )

8.
9.

Kapasitas alat
Lain-lain yang penting
E. Pembahasan

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta adalah rumah sakit swasta


kelas B. Rumah sakit ini mampu memberikan pelayanan kedokteran
spesialis dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini juga menampung
pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten.
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta milik Pimpinan Pusat
Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan sebagai Ketua
Persyarikatan Muhammadiyah atas inisiatif muridnya, K.H. Sudjak, yang
pada awalnya berupa klinik dan poliklinik pada tanggal 15 Februari 1923
dengan lokasi pertama di kampung Jagang Notoprajan No.72 Yogyakarta.
Awalnya bernama PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) dengan maksud
menyediakan pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa. Pendirian pertama
atas inisiatif H.M. Sudjak yang didukung sepenuhnya oleh K.H. Ahmad
Dahlan. Seiring dengan waktu, nama PKO berubah menjadi PKU (Pembina
Kesejahteraan Umat).
Pada tahun 1928 klinik dan poliklinik PKO Muhammadiyah pindah
lokasi ke Jalan Ngabean No.12 B Yogyakarta (sekarang Jalan K.H. Ahmad
Dahlan). Pada tahun 1936 klinik dan poliklinik PKO Muhammadiyah pindah
lokasi lagi ke Jalan K.H. Dahlan No. 20 Yogyakarta hingga saat ini. Pada
tahun 1970-an status klinik dan poliklinik berubah menjadi RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta.
Keberadaan fasilitas umum ini sangat membantu bagi pasien,
keluarga pasien dan karyawan selama berada di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta. Adapun ketersediaan fasilitas pelayanan umum yang ada di
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, antara lain :
Fasilitas Umum
Parkir
Area parkir Rumah Sakit berlokasi di depan Gedung Utama dan di sekitar
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Keamanan 24 Jam
Staff keamanan kami siap menjaga Anda dan keluarga Anda selama 24
jam.
Bank
Bank BNI siap melayani Anda melakukan transaksi finansial. Bank BNI
berlokasi di depan instalasi rawat jalan/ poliklinik RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta.
ATM
ATM bank Mandiri.
Terletak di depan Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta.
ATM bank BNI 46
Terletak di pintu masuk Rumah Sakit.
Masjid Asy-Syifa'
Masjid Asy-Syifa' berada di lantai 2 RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Swalayan
Swalayan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, berlokasi di lantai 2
Gedung Penetapan Biaya, buka 24 jam.
Siaran Televisi
Berada di semua outlet ruang tunggu di sediakan pesawat televisi.
Fasilitas Penunjang Pelayanan
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta memberikan berbagai fasilitas
yang lengkap untuk menunjang kegiatan pelayanan kesehatan yang
diberikan. Fasilitas ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan
pelayanan yang lengkap dengan kualitas yang terbaik bagi pasien kami.
Ambulans
RS PKU Muhammadiyah menyediakan unit ambulans untuk
kebutuhan pasien rujukan, evakuasi kasus gawat darurat, dan menjemput/
mengantar pasien ke dalam atau luar kota.
Khusnul Khotimah

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dalam rangka tugas


dakwah dan ibadah, menyebarkan dan mengamalkan tuntunan Rasululloh
dan membantu mengurangi beban masyarakat yang sebagian karena
keterbatasan kemampuan, tempat dan sebagainya, mendirikan pelayanan
rukti jenazah yang dilakukan sesuai tuntunan Rasululloh menurut faham
Muhammadiyah dengan nama Khusnul Khotimah
Limbah medis adalah yang berasal dari pelayanan medis,
perawatan, gigi, veterinari, farmasi atau sejenis, pengobatan, perawatan,
penelitian atau pendidikan yang menggunakan bahan-bahan beracun,
infeksius berbahaya atau bisa membahayakan kecuali jika dilakukan
pengamanan tertentu. Bentuk limbah medis bermacam-macam dan
berdasarkan potensi yang terkandung di dalamnya dapat dikelompokkan
sebagai berikut :
a. Limbah benda tajam
b. Limbah infeksius
C. Limbah jaringan tubuh
d. Limbah sitotoksik
e. Limbah farmasi
f. Limbah kimia
g. Limbah radioaktif
h. Limbah Plastik
Pengaruh limbah rumah sakit terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan
dapat menimbulkan berbagai masalah seperti:
a. Gangguan kenyamanan dan estetika, berupa warna yang berasal dari
sedimen, larutan, bau phenol, eutrofikasi dan rasa dari bahan kimia
organik.
b. Kerusakan harta benda, dapat disebabkan oleh garam-garam yang
terlarut (korosif, karat), air yang berlumpur dan sebagainya yang dapat
menurunkan kualitas bangunan di sekitar rumah sakit.
c. Gangguan/kerusakan tanaman dan binatang, dapat disebabkan oleh
virus, senyawa nitrat, bahan kimia, pestisida, logam nutrien tertentu dan
fosfor.

d. Gangguan terhadap kesehatan manusia, dapat disebabkan oleh


berbagai jenis bakteri, virus, senyawa-senyawa kimia, pestisida, serta
logam seperti Hg, Pb, dan Cd yang berasal dari bagian kedokteran gigi.
e. Gangguan genetik dan reproduksi
Pengelolaan Limbah Rumah Sakit :
Limbah padat
Untuk memudahkan mengenal jenis limbah yang akan dimusnahkan,
perlu dilakukan penggolongan limbah. Dalam kaitan dengan pengelolaan,
limbah medis dikategorikan menjadi 5 golongan sebabagi berikut :
Golongan A :
Dressing bedah, swab dan semua limbah terkontaminasi dari kamar
bedah.
Bahan-bahan kimia dari kasus penyakit infeksi.
Seluruh
jaringan
tubuh
manusia
(terinfeksi
maupun
tidak),
bangkai/jaringan hewan dari laboratorium dan hal-hal lain yang berkaitan
dengan swab dan dreesing.
Golongan B :
Syringe bekas, jarum, cartridge, pecahan gelas dan benda-benda tajam
lainnya.
Golongan C :
Limbah dari ruang laboratorium dan postpartum kecuali yang termasuk
dalam golongan A.
Golongan D :
Limbah bahan kimia dan bahan-bahan farmasi tertentu.
Golongan E :
Pelapis Bed-pan Disposable, urinoir, incontinence-pad, dan stomach.
Menurut Depkes RI (1997), bahwa pengelolaan sampah rumah skit terdiri
dari Pemilahan, Penampungan, Pengangkutan dan Pembuangan Akhir.
Pemilahan Sampah Medis Rumah Sakit

Proses pemilahan dilakukan kedalam beberapa kategori, antara lain:


benda tajam, sampah non benda tajam infeksius dan sampah tidak
berbahaya (sampah rumah tangga).
Berapa cara dalam pemilahan sampah medis yaitu:
1. Pemilahan sampah harus
menghasilkan sampah tersebut.

dilakukan

mulai

dari

sumber

yang

2. Sampah benda tajam harus dikumpulkan dalam satu wadah dengan


memperhatikan terkontaminasi atau tidaknya wadah tersebut harus anti
bocor, anti tusuk dan tidak mudah untuk di buka sehingga orang yang
tidak berkepentingan tidak dapat membukanya.
3. Jarum syringe harus dipisahkan sehingga tidak dapat digunakan lagi.
Sampah infeksius, sampah pathologi dan sampah domestik harus
dikumpulkan secara reguler. Sampah harus dikumpulkan setiap harinya
bila 2/3 bagian telah terisi sampah. Jenis lain dari sampah (misalnya
benda tajam) dapat dikumpulkan dengan frekuensi yang lebih rendah
(setelah container penuh 2/3). Sampah farmasi dan sampah kimia dapat
dikumpulkan atas permintaan dan setelah memberitahukan kelayanan
pengumpulan. (Wagner, 2007)
Penampungan Sampah Rumah Sakit
Sampah biasanya ditampung di tempat produksi di tempat produksi
sampah untuk beberapa lama. Untuk itu setiap unit hendaknya disediakan
tempat penampungan dengan bentuk, ukuran dan jumlah yang
disesuaikan dengan jenis dan jumlah sampah serta kondisi setempat.
Sampah sebaiknya tidak dibiarkan di tempat penampungan terlalu lama.
Kadang-kadang sampah juga diangkut langsung ke tempat penampungan
blok atau pemusnahan. Penyimpanan sampah medis padat harus sesuai
iklim tropis yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim
kemarau paling lama 24 jam (Depkes RI, 2004).
Pengangkutan Sampah Rumah Sakit
Untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) biasanya
menggunakan troli, kontainer atau gerobak yang tidak digunakan untuk
tujuan yang lain dan harus memenuhi persyaratan sebagi berikut (WHO,
2005):
1. mudah dimuat dan dibongkar muat
2. tidak ada tepi tajam yang dapat merusak kantong atau kontainer
sampah selama permuatan ataupun pembongkaran muat

3. mudah dibersihkan
4. Bahan-bahan yang berbahaya tidak mencemari jalan yang ditempuh
kepembuangan.
Pembuangan Akhir Sampah Medis Rumah Sakit
Pada proses pembuangan sampah Rumah Sakit dapat melalui dua
alternatif yaitu:
1. Pembuangan/pemusnahan sampah medis dilakukan terpisah dengan
sampah non medis. Pemisahan dimungkinkan bila Dinas Kesehatan dapat
diandalkan sehingga beban Rumah Sakit tinggal memusnahkan sampah
medis tersebut.
2. Pembuangan/pemusnahan sampah medis dan non medis disatukan,
dengan demikin Rumah Sakit menyediakan sarana yang memadai untuk
melakukan pengelolaan sampah karena semua sampah atau bahan
bangunan yang berasal dari kegiatan Rumah Sakit itu sendiri.
Pada hasil observasi yang dilakukan Jumat, 02 Oktober 2015 terlihat di RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta pemusnahan sampah medis dilakukan
dengan metode insinerator.
Insinerator merupakan alat yang digunakan untuk memusnahkan sampah
dengan membakar sampah tersebut dalam satu tungku pada suhu 15001800 0F dan dapat mengurangi sampah 70 %. Dalam penggunaan
insinerator di rumah sakit, maka beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan adalah ukuran, desain yang disesuaikan dengan
peraturan pengendalian pencemaran udara, penempatan lokasi yang
berkaitan dengan jalur pengangkutan sampah dalam komplek rumah sakit
dan jalur pembuangan abu dan sarana gedung untuk melindungi
insinerator dari bahaya kebakaran. Insinerator hanya digunakan untuk
memusnahkan limbah klinis atau medis. Ukuran insinerator disesuaikan
dengan jumlah dan kualitas sampah. Sementara untuk memperkirakan
ukuran dan kapasitas insinerator perlu mengetahui jumlah puncak
produksi sampah.
F. Kesimpulan
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta adalah rumah sakit swasta
kelas B. Rumah sakit ini mampu memberikan pelayanan kedokteran
spesialis dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini juga menampung
pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten. Dalam pemusnahan
sampah medis, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta menggunakan metode
insinerator.

Pengaruh limbah rumah sakit terhadap lingkungan dan kesehatan


antara lain gangguan kenyamanan dan estetika, kerusakan harta benda,
kesehatan manusia, reproduksi, dan ganguan terhadap tanaman maupun
binatang. Oleh karena itu limbah harus dikelola dengan baik dengan cara
memisahkan limbah padat dan cair, dan membuangnya di tempat yang
sudah ditentukan.
G. Daftar Pustaka
Arifin, M. , Pengaruh Limbah Rumah Sakit Terhadap Kesehatan, Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. 2008
WHO, Pengelolaan Aman Limbah Layanan Kesehatan, Jakarta: 2005.
.