Anda di halaman 1dari 11

PROGRAM STUDI AGROEOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG, 2010
UNSUR NITROGEN DAN PERANANNYA
TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

OLEH:

KELOMPOK I (SATU)

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2010

2 KELOMPOK I (SATU)
DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK I

1. Joni Akbar 7. Elly Syafriani


2. Dila Febria 8. Leonardus T. S.
3. Siti Nur Aisyah 9. Syafri Wendri Fauzi
4. Khairum Rahmi 10. Sepno Fahmi
5. Hanafiah 11. Risa Afria Nurlis
6. Rifi Yanti 12. Harry Basri

3 KELOMPOK I (SATU)
KATA PENGANTAR

Pertama-tama puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan kesehatan kepada penulis, baik kesehatan jasmani, rohani dan material sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah tentang “Unsur Nitrogen Dan Perananya
Terhadap Pertumbuhan Tanaman” ini dengan baik. Shalawat beriringan salam smoga slalu
kita sampaikan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita
semua keluar dari zaman kebodohan ke zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan ini.

Dan tak lupa trimakasih penulis ucapkan kepada ibu Dr. Ir. Etti Swasti, MS selaku
dosen yang mengasuh mata kuliah “Teknologi Produksi Tanaman Pangan Kelas C”.
Trlmakasih juga kepada teman-teman, dan semua pihak yang telah banyak membantu dalam
penyelesaian penulisan makalah ini. Makalah ini sengaja penulis buat sebagai salah satu tugas
dalam kegiatan kuliah mata Kuliah Teknologi Produksi Tanaman Pangan Kelas C yang telah
diberikan oleh ibu Dr. Ir. Etti Swasti , M.S.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangannya,
baik dari segi tulisan, penyampaian, lsi danbanyak lainnya. Untuk itu kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan dari para pembaca semua. Agar kedepannya penulisan
makalah ini dapat lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Padang, 23 Maret 2010

Penulis

4 KELOMPOK I (SATU)
PENDAHULUAN

Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor
utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat
menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah
tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Dari 105 unsur yang ada di atas
permukaan bumi ini, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk
dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke- 16 unsur tersebut terdiri dari 9
unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai
unsur -unsur esensial.

Menurut ARNON dan STOUT ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu unsur
dapat disebut sebagai unsur esensial:

a. Unsur tersebut diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus hidup tanaman secara normal
(biji - -- biji).

b. Unsur tersebut memegang peran yang penting dalam proses biokhemis tertentu dalam tubuh
tanaman dan peranannya tidak dapat digantikan atau disubtitusi secara keseluruhan oleh
unsur lain.

c. Peranan dari unsur tersebut dalam proses biokimia tanaman adalah secara langsung dan
bukan secara tidak langsung.

Ketersediaan unsur-unsur esensial didalam tanah bagi tanaman sangat ditentukan oleh
pH. Seperti unsur N pada pH 5.5 - 8.5, P pada pH 5.5 - 7.5 sedangkan K pada pH 5.5 - 10
sebaliknya unsur mikro relatif tersedia pada pH rendah. Pelajaran penting yang perlu kita ingat
dari ketersediaan unsur esensial dalam hubungannya dengan pH yaitu bahwa untuk melakukan
percobaan-percobaan lapang disarankan agar dilakukan pada area dengan pH tanah kurang lebih
7. Hal ini disebabkan karena pada pH tersebut semua unsur hara esensial baik makro maupun
mikro berbeda dalam keadaan yang siap untuk diserap oleh akar tanaman sehingga dapat
menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman.

Dan untuk selanjutnya kami akan mencoba menjelaskan pengaruh daripada unsur makro
dan mikro terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman, terutama pengaruh unsur N
terhadap pertumbuhan tanaman dan gejala dari kekurangan dan kelebihan unsur tersebut bagi
tanaman.

5 KELOMPOK I (SATU)
UNSUR NITROGEN DAN PERANANNYA TERHADAP
PERTUMBUHAN TANAMAN

A. NITROGEN.
Nitrogen adalah unsur kimia yang memiliki lambang N, nomor atom dari 7 dan massa
atom 14,00674 u. Elemental nitrogen tidak berwarna, tidak berbau, tawar dan kebanyakan
lembam diatomik gas pada kondisi standar, merupakan 78% dari volume atmosfer bumi.

Banyak senyawa penting industri, seperti amonia, asam nitrat, nitrat organik (propellants
dan bahan peledak), dan sianida, mengandung nitrogen. Ikatan yang sangat kuat dalam unsur
kimia nitrogen mendominasi, menyebabkan kesulitan untuk kedua organisme danindustri dalam
mematahkan ikatan untuk mengubah N 2 menjadi senyawa yang berguna, tetapi melepaskan
sejumlah besar energi sering berguna, ketika senyawa tersebut terbakar, meledak, atau
pembusukan kembali menjadi gas nitrogen.

Unsur nitrogen ditemukan oleh dokter Skotlandia Daniel Rutherford pada tahun 1772.
Nitrogen terjadi di semua organisme hidup. Ini adalah elemen konstituen asam amino dan
dengan demikian protein, dan asam nukleat (DNA dan RNA). Ini terletak pada struktur kimia
dari hampir semua neurotransmiter, dan merupakan komponen yang menentukan alkaloid,
molekul biologis yang dihasilkan oleh banyak organisme.

B. SIKLUS NITROGEN
Siklus nitrogen merupakan salah satu siklus hara paling penting yang ada di permkaan
bumi. Nitrogen digunakan oleh organisme hidup untuk menghasilkan sejumlah kompleks
organik molekul seperti asam amino, protein, dan asam nukleat. Dibawah ini adalah agen-agen
yang berperan dalam siklus nitrogen.

1. Fiksasi nitrogen oleh bakteri dapat memperbaiki atmosfer gas nitrogen (N 2) untuk
amonia (NH 3) dalam reaksi pengurangan. Persamaan untuk reaksi ini adalah: N 2 + 3H 2
----> 2NH 3 Beberapa bakteri pengikat nitrogen yang hidup bebas di tanah misalnya
Azotobacter Beberapa, misalnya Rhizobium, membentuk mutualistic (simbiotik)
hubungan dengan legum (kacang polong, kacang-kacangan, semanggi dll, Ini adalah
anggota Papilionaceae) di mana bakteri hidup di nodul pada akar tanaman. Bakteri
menyediakan tanaman dengan tetap nitrogen, tanaman memberikan bakteri dengan
karbohidrat. Gambar di bawah ini menunjukkan nodul akar dalam anggota Papilionaceae

6 KELOMPOK I (SATU)
2. Decomposer adalah bakteri dan jamur yang membusuk bangkai binatang dan tanaman
dan, dalam proses mengkonversi nitrogen organik mereka (yang ditemukan dalam protein
dan asam nukleat) menjadi anorganik, amonium (NH 4 +) .

3. Bakteri nitrifikasi adalah bakteri yang interconvert molekul nitrogen anorganik:


Nitrosomonas mengubah amonium (NH 4 +) ke nitrit (NO 2 -) ,Nitrobacter mengubah nitrit
(NO 2 -) menjadi nitrat (NO 3 -) .Secara bersama proses-proses ini dikenal sebagai
nitrification .Nitrification hanya terjadi bila kondisi tanah tidak sesuai yaitu berawa,
terlalu dingin atau terlalu asam. Jika kondisi tanah yang tidak sesuai terakumulasi
amonium

4. Baktei denitrifikasi adalah bakteri yang mengubah nitrat (NO 3 -) untuk nitrit (NO 2 -) dan
kemudian ke gas nitrogen (N 2) .Bakteri ini mengkonversi nitrogen anorganik ke dalam
atmosfer nitrogen; suatu proses yang dikenal sebagai denitrifikasi. Contoh bakteri ini
adalah Pseudomonas, Thiobacillus dll. Ini adalah denitrifikasi bakteri anaerob sehingga
hanya terjadi dalam kondisi anaerob (misalnya ketika tanah berawa

5. Fiksasi nitrogen oleh energi yang tinggi yang tersedia dari petir yang cukup untuk
memperbaiki atmosfer nitrogen nitrat

6. Haber-Bosch: ini adalah sepenuhnya proses buatan yang digunakan dalam pembuatan
pupuk amonium - tetapi karena kontribusi terhadap total fiksasi nitrogen atmosfer sering
termasuk

7. Pencucian: hilangnya nitrat dari tanah sebagai akibat dari hujan lebat turun. Nitrat larut
ke dalam tubuh air (misalnya danau) memperkaya mereka dan membuat mereka lebih
subur. Proses ini dikenal sebagai eutrofikasi.

7 KELOMPOK I (SATU)
.

Gambar : Siklus Nitrogen .

C. N- TERSEDIA BAGI TANAMAN.


Nitrogen yang dapat di manfaatkan oleh tanaman tinggkat tingggi khususnya tanaman
budidaya dapat di bedakan atas empat kelompok utama yaitu:

1. Nitrogen nitrat (NO3-),

2. Nitrogen ammonia (NH4+),

3. Nitrogen molekuler (N2) dan

4. Nitrogen organic.

Namun tidak semua dari bentuk – bentuk nitrogen ini dapat tersedia bagi tanaman.
Umumnya tanaman pertanian memanfaatkan nitrat dan ammonium kecuali pada beberapa
tanaman legume yang mampu memanfaatkan N bebas melalui proses fiksasi N dengan
bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium. N organic kadang – kadang dapat dimanfaatkan oleh
tanaman tinggi akan tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan N tanaman dan umumnya
dimanfaatkan lewat daun melalui pemupukan lewat daun.

Bagi tanaman pertanian terutama manfaat N dalam bentuk ion nitra, akan tetapi dalam
kondisi tertentu khususnya pada tanah – tanah masam dan kondisi an aerobic tanaman akan

8 KELOMPOK I (SATU)
memanfaatkan N dalam bentuk ion ammonium (NH4+). Pada tanaman – tanaman yang tumbuh
aktif dengan cepat nitrat yang terabsopsi oleh akar tanaman akan terangkut dengan cepat ke daun
mengikuti alur transpirasi. Oleh karena itu metabolisme nitrat  pada kebanyakan tanaman
budidaya umumnya terjadi didaun walaupun metabolisme nitrogen juga terjadi pada akar
tanaman.

D. PERANAN N BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN.


Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen
merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis
biologis yang mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari
nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam
tumbuhan. Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan
klorofil, energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dan senyawa
nitrogen.

Adapun peranan N yang lain bagi tanaman adalah :

 Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman.


 Memberikan warna pada tanaman,
 Panjang umur tanaman
 Penggunaan karbohidrat.
 Dll.

E. GEJALA KEKURANGAN DAN KELEBIHAN UNSUR N


TERHADAP TANAMAN.
Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan
tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan
banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering.

Adapun gejala yang ditimbulkan akibat dari kekurangan dan kelebihan unsure N bagi
tnaman adalah sebagai berikut :

1. Efek kekurangan unsur N bagi Tanaman.

a. Pertumbuhan kerdil,

b. Warna daun menguning,

c. Produksi menurun,

9 KELOMPOK I (SATU)
d. Fase pertumbuhan terhenti,

e. Kematian.

2. Efek dari kelebihan unsur N bagi tanaman.

a. Kualitas buah menurun.

b. Menyebabkan rasa pahit (spt pada buah timun).

c. Produksi menurun,

d. Daun lebat dan pertumbuhan vegetative yang cepat,

e. Menyebabkan keracunan pada tanaman,

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Lily. 2004. Dasar Nutrisi Tanaman. JAKARTA : PT. Rineka Citra.

10 KELOMPOK I (SATU)
Djumali, B. Santoso, dan A. Sastrosupadi. 1997. Pengaruh residu kapur, pupuk N, dan P
terhadap pertumbuhan dan hasil serat rosela di lahan PMK Kalimantan Selatan. Jurnal
Penelitian Tanaman Industri 11(6):241 249.

Macara, Mehda.200. Unsur-Unsur Penting bagi Tanaman. JAKARTA : Gramedia.

Soepartini, M. 1990. Kimia Tanah. Materi Pelatihan Teknik Analisa Ta-nah, Tanaman, Air dan
Pupuk. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor. 12 hal.

http://www.blogmieinstan.co.cc/2009/12/pertumbuhan-dan-perkembangan.html

http://www.ruralnet.or.jp/E/grp/contents.html

http://www.aboutrice.com/downloads/rice_growing.pdf

http://www.ehow.com/about_5241739_nitrogen-plant-growth.html

11 KELOMPOK I (SATU)