Anda di halaman 1dari 3

1.

Ketika dua protoplas bersatu, dapat terjadi pemisahana atau penggabungan dua inti
sel (nukleus) sehingga menghasilkan tanaman dengan sifat baru hasil pencampuran
kedua tetua. Apabila salah satu inti sel hilang selama terjadinya fusi maka akan
dihasilkan sel baru yang disebut sitoplasmik hibrid (cybrid).
2. A. Kontaminasi : Kontaminasi merupakan permasalahan mendasar
yang sering terjadi pada kultur in vitro.
- kontaminasi permukaan biasanya disebabkan oleh mikroorganisme
yang berasal dari luar eksplan. Respon kontaminasi eksternal ini sangat
cepat karena mikroorganismenya berada permukaan eksplan.
Kontaminasi permukaan dapat diatasi dengan cara :
Karantina tanaman induk dalam greenhouse
Sterilisasi kontak dengan menyikat eksplan dengan sikat halus
Pencucian menggunakan berbagai perlakuan bahan kimia dan
durasii sterilisasi.
Penggunaan kombinasi bahan sterilan.
- Kontaminasi Internal : yang disebabkan oleh mikroorganisme yang
berasal dari eksplan yang tumbuh dan berkembang secara bertahap
dalam kondisi in vitro.
Karantina tanaman induk dalam greenhouse
Menggunakan HgCl2 , antibiotik dan fungisida sistemik
Contoh antibiotik alami yaitu propolis
Penggunaan kombinasi bahan sterilan.
B. Pencoklatan adalah suatu keadaan munculnya warna coklat atau hitam
yang
menyebabkan tidak terjadi pertumbuhan dan perkembangan atau
bahkan
menyebabkan kematian pada eksplan.
Penanggulangan :
-

Meminimalisir senyawa fenol


Modifikasi Potensial Redoks
Penghambatan Aktifitas Enzim Fenol Oksidase
Penurunan Aktifitas Fenolase
C. Eksplan dorman.
Eksplan yang mengalami dorman terlihat tidak mampu merespon zat
pengatur tumbuh tetapi dari fisik eksplan tersebut masih terlihat segar.
Terjadinya dormansi pada eksplan diduga akibat senyawa fenolik yang
masih tersisa dalam eksplan.
Penaggulangan : Dalam upaya pencegahan agar tidak mendapati
eksplan yang dorman dapat dilakukan dengan menghindari bahan
tanam yang tidak juvenil atau tidak meristematik.,

D. Senescence dicirikan dengan menguningnya daun karena penurunan


jumlah klorofil dan kloroplas. dapat pula terjadi akibat berkurangnya
kandungan sitokinin dalam media.

3. perbedaan dari kultur anther, kultur pollen dan kultur mikrospora :


kultur anther
bahan yang digunakan :
- kuncup kemudian disterilisasikan (dengan menggunakan klorox 20 %)
disterilkan menggunakan aquades steril sebanyak 3 kali kemudian
diletakkan pada petri yang steril ambil anther kemudian sterilkan lagi
mengguankan klorox setelah itu didalam petri yang sdah disterilkan
dimasukkan kertas penyerap lalu masukkan anthera tersebut ke dalam media

padat
kultur pollen, serbuk sari -> sterilisasikan kemudian masukkan ke dalam
botol flakon yang berisi media cekaman (medium B) didalam medium B anther
dipecah dengan ditekan-tekan menggunakan pengaduk masukkan ke dalam
sentrifuge keluarkan kemudian medium B dibuang ganti medium B baru
diteteskan kedalam petri inkubasi selama 7 hari pemurniaan / tidak
kemudian dipindahkan kemedium diperkaya A2.

kultur mikrospora
kuncup kemudian disterilkan setelah kuncup disterilkan buka kuncup tersebut
kemudian ambil anther sterilisasikan kemudian masukkan ke dalam botol flakon
yang berisi media cekaman (medium B) didalam medium B anther dipecah dengan
ditekan-tekan menggunakan pengaduk masukkan ke dalam sentrifuge keluarkan
kemudian medium B dibuang ganti medium B baru diteteskan kedalam petri
inkubasi selama 7 hari pemurniaan / tidak kemudian dipindahkan kemedium
diperkaya A2.
4. Yang di maksud kultur meristem :
suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok
sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik (steril/bebas
hama), sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan
tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.
Bagian yang dikulturkan ; jaringan-jaringan meristematik/jaringan
muda
5. Perlunya kultur embio : untuk menyelamatkanembrio yang kemungkinan
besar gugur atau mati sebelum buah menjadi matang serta Untuk
meningkatkan keberhasilan pertumbuhan embrio
Faktor2 yang mempengaruhi keberhasilan kultur embrio:

Inkompatibilitas antar spesies atau genus Contoh kasus : Interspecific


hybridization (persilangan antar spesies) yang terlihat berhasil tetapi
dalam fase lanjut embrio tidak berkembang
Inkompatibilitas antara pistil dan stigma yang mempengaruhi
perkembangan pollen tube
Fertilisasi terjadi tetapi embrio tetap abort. Kemungkinan karena faktor
lingkungan.
6. - Somatic hybrid intra spesies : menggabungkan seluruh genom dari
spesies yang
sama (intra-spesies)
- Totipotensi sel adalah suatu konsep yang menyatakan bahwa setiap sel hidup
memiliki potensi genetik untuk menghasilkan organisme lengkap
- Embrio somatic : merupakan suatu proses di mana sel somatik (baik
haploid maupun diploid) berkembang membentuk tumbuhan baru
melalui tahap perkembangan embrio yang spesifik tanpa melalui
fusi gamet
- Planlet: planlet (dalam kultur jaringan) adalah hasil perkembangan kaalus yang telah
-

nampak seperti tanaman aslinya, memiliki daun, batang, dan akar yang jelas.
Mikrospora embrionik : sebuk sari tanaman yang menjadi eksplan untuk kultur
mikrospora.