Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH MEKANIKA 1

OSILATOR HARMONIK

Sandi Dharma Saputra

1107045044

JURUSAN FISIKA KONSENTRASI GEOFISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2015

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI

...........................................................................................

BAB I:
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
.............................................................................
1.2 Tujuan Makalah
.............................................................................

2
2

BAB II:
PEMBAHASAN
......................................................................
2.1 Osilator Harmonik Sederhana ...............................................................
2.2 Energi Osilator Harmonik Sederhana .................................................

3
3
5

BAB III:
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

10

....................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama disebut
gerak periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga sebagai
gerak harmonik / harmonis. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik pada
lintasan yang sama maka geraknya disebut gerak osilasi / getaran. Bentuk yang
sedrhana dari gerak periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas.
Karenanya kita menyebutnya gerak harmonik sederhana. Banyak jenis gerak lain
(osilasi dawai, roda keseimbangan arloji, atom dalam molekul, dan sebagainya) yang
mirip dengan jenis gerakan ini.
Dalam kehidupan sehari-hari, gerak bolak-balik benda yang bergetar terjadi tidak
tepat sama karena pengaruh gaya gesekan. Ketika kita memainkan gitar, senar gitar
tersebut akan berhenti bergetar apabila kita menghentikan petikan. Demikian juga
bandul yang berhenti berayum jika tidak digerakan secara berulang. Hal ini
disebabkan karena adanya gaya gesekan. Gaya gesekan menyebabkan benda-benda
tersebut berhenti berosilasi. Jenis getaran seperti ini disebut getaran harmonik
teredam. Walaupun kita tidak dapat menghindari gesekan, kita dapat meniadakan efek
redaman dengan menambahkan energi ke dalam sistem yang berosilasi untuk mengisi
kembali energi yang hilang akibat gesekan, salah satu contohnya adalah pegas dalam
arloji yang sering kita pakai.
Pada pegas yang kita letakan horisontal (mendatar), posisi benda disesuaikan
dengan panjang pegas alami. Pegas akan meregang atau mengerut jika diberikan gaya
luar (ditarik atau ditekan). Nah, pada pegas yang digantungkan vertikal, gravitasi
bekerja pada benda bermassa yang dikaitkan pada ujung pegas. Akibatnya, walaupun
tidak ditarik ke bawah, pegas dengan sendirinya meregang sejauh x0. Pada keadaan
ini benda yang digantungkan pada pegas berada pada posisi setimbang.
1.2 Tujuan Makalah
1. Mengetahui definisi dari Osilator Harmonik
2. Memahami cara kerja Osilator Harmonik
BAB II
PEMBAHASAN

Berdasarkan hukum II Newton, benda berada dalam keadaan setimbang jika gaya
total = 0. Gaya yang bekerja pada benda yang digantung adalah gaya pegas (F0 =
-kx0) yang arahnya ke atas dan gaya berat (w = mg) yang arahnya ke bawah. Total
kedua gaya ini sama dengan nol.

Jika kita meregangkan pegas (menarik pegas ke bawah) sejauh x, maka pada
keadaan ini bekerja gaya pegas yang nilainya lebih besar dari pada gaya berat,
sehingga benda tidak lagi berada pada keadaan setimbang.
Total kedua gaya ini tidak sama dengan nol karena terdapat pertambahan jarak
sejauh x; sehingga gaya pegas bernilai lebih besar dari gaya berat. Karena terdapat
gaya pegas (gaya pemulih) yang berarah ke atas maka benda akan bergerak ke atas
menuju titik setimbang.
Pada titik setimbang, besar gaya total = 0, tetapi laju gerak benda bernilai
maksimum (v maks), sehingga benda bergerak terus ke atas sejauh -x. Laju gerak
benda perlahan-lahan menurun, sedangkan besar gaya pemulih meningkat dan
mencapai nilai maksimum pada jarak -x. Setelah mencapai jarak -x, gaya pemulih
pegas menggerakan benda kembali lagi ke posisi setimbang (lihat gambar di bawah).
Demikian seterusnya. Benda akan bergerak ke bawah dan ke atas secara periodik.
Dalam kenyataannya, pada suatu saat tertentu pegas tersebut berhenti bergerak karena
adanya gaya gesekan udara.Semuabenda yang bergetar di mana gaya pemulih F
berbanding lurus dengan negatif simpangan (F = -kx), maka benda tersebut dikatakan
melakukan gerak harmonik sederhana (GHS) alias Osilator Harmonik Sederhana
(OHS).
Jika suatu gaya bervariasi terhadap waktu, maka kecepatan dan percepatan pada
benda tersebut juga bervariasi terhadap waktu. Suatu kasus kusus gaya tersebut
berbanding lurus dengan pergeserannya dari titik setimbang. Jika gaya ini selalu
bekerja mengarah ke titik setimbangnya, maka gerak bolak-balik berurutan/berulang
akan terjadi pada benda tersebut. Gerak ini merupakan suatu contoh apa yang disebut
gerak periodik atau gerak osilasi.
Gerak periodik ini apabila merupakan fungsi sinus/cosinus sering disebut sebagai
gerak harmonik. Dan bila melalui lintasan yang sama disebut osilasi/vibrasi/getaran.
2.1 OSILATOR HARMONIK SEDERHANA
Sebuah benda bermassa m yang diikatkan pada pegas ideal dengan konstanta
gaya k dan bebas bergerak di atas permukaan horizontal yang licin (tanpa gesekan),
merupakan contoh osilator harmonik sederhana.
F = - kx

x
F=0

F = - kx

x
titik setimbang (x = 0)
Gaya pemulih pada balok oleh pegas , F = - kx, gaya ini selalu menuju ke titik
setimbang (x = 0). Dari hukum Newton, F = ma diperoleh :
F = m d2x
dt2
- kx = m d2x
dt2
d2x + k x = 0
(Persamaan defferensial)
dt2 m
Persamaan tersebut dikenal sebagai persamaan gerak osilator harmonik sederhana.
Penyelesaian dari PD tersebut dapat dilakukan dengan cara :
d2x = - k x
dt2
m
x(t) adalah sebuah fungsi x yang turunan keduanya adalah negatif dari fungsi tersebut
dikalikan konstanta k/m. Fungsi yang memenuhi kondisi ini misalnya, x = A cos t
atau x = A cos t.
Penyelesaian dari PD tersebut adalah :
x = A cos ( t + )
Buktikan dengan cara mensubstisusikan ke PD.
a. Arti fisis
Jika dalam selang waktu 2 / maka waktu t menjadi t + 2 / dan
x = A cos ( {t +2/} + )
= A cos ( t + 2 + )
= A cos ( t + )

Tampak bahwa fungsi tersebut berulang kembali setelah selang waktu 2/oleh
karena itu, 2/ adalah periode osilasinya (T)
T = 2/
Untuk kasus massa yang diletakkan diujung pegas tersebut di atas, 2 = k/m, maka
periodenya :
T = 2 m/k
frekuensi osilator tersebut f = 1/T = 1/2 . k/m
b. Arti fisis A
Simpangan dari osilator harmonik tersebut adalah :
x = A cos ( t + )
harga maksimum dari A cos ( t + ) adalah 1, maka harga maksimum dari x adalah
A, maka A mempunyai arti sebagai simpangan maksimum atau Amplitudo. Sedangkan
( t + ) disebut fase gerak dan adalah konstanta phase.
2.2 Energi Oscillator Harmonic Sederhana
Mari kita periksa energi mekanik dari suatu sistem di mana partikel mengalami
gerak harmonik sederhana, seperti sistem balok-pegas. Karena permukaan gesekan,
sistem ini terisolasi dan kita berharap total energi mekanik dari sistem akan konstan.
Kita asumsikan pegas tak bermassa, sehingga energi kinetik dari sistem sesuai hanya
dengan balok
K = mv2 = mw2A2 sin2(wt + f)
Energi potensial elastis yang tersimpan dalam pegas untuk setiap perpanjangan x
diberikan oleh kx2.
U = kx2 = kA2 cos2(wt + f)
Kita melihat bahwa K dan U selalu besaran positif atau nol. Karena w2 = k/m, kita
dapat mengekspresikan total energi mekanik dari osilator harmonik sederhana
sebagai:
E = K + U = kA2 [sin2(wt + f) + cos2(wt + f)]
Dari identitas sin2 q + cos2 q =1, kita melihat bahwa besaran dalam kurung adalah
kesatuan. Oleh karena itu, persamaan ini tereduksi menjadi:
E = kA2

Artinya, total energi mekanik dari osilator harmonik sederhana adalah konstan dari
gerak dan sebanding dengan kuadrat amplitudo. Total energi mekanik adalah sama
dengan energi potensi maksimum yang tersimpan dalam pegas ketika x = A karena v
= 0 pada titik-titiknya dan tidak ada energi kinetik. Pada posisi kesetimbangan, di
mana U = 0 karena x = 0, total energi, semua dalam bentuk energi kinetik, lagi
kA2.
Plot dari energi kinetik dan potensial terhadap waktu, di mana kita telah mengambil f
= 0. Pada setiap waktu, jumlah dari energi kinetik dan potensial adalah konstan
sebesar kA2, energi total sistem.

Variasi dari K dan U dengan posisi x dari balok diplot pada Gambar 15.9b. Energi
secara terus menerus berubah antara energi potensial yang tersimpan dalam pegas dan
energi kinetik balok.
Menggambarkan posisi, kelajuan, percepatan, energi kinetik, dan energi potensial dari
sistem balok-pegas untuk satu periode penuh dari gerak. Sebagian besar ide yang
dibahas sejauh ini digabungkan dalam angka penting ini. Pelajari dengan seksama.

Akhirnya, kita dapat memperoleh kelajuan balok pada posisi sembarang dengan
mengekspresikan energi total sistem di beberapa posisi x sembarang sebagai:
E = K + U = mv2
+ kx2 = kA2
Ketika Anda memeriksa Persamaan 15.22 untuk melihat apakah itu sesuai dengan
kasus yang diketahui, Anda menemukan bahwa ini memverifikasi bahwa kecepatan
maksimum pada x = 0 dan nol pada titik balik x = A.
Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kita menghabiskan begitu banyak waktu
mempelajari osilator harmonik sederhana. Kita melakukannya karena mereka adalah
model yang baik dari berbagai fenomena fisik. Misalnya, mengingat potensi LennardJones dibahas dalam Contoh 7.9. Fungsi yang kompleks ini menggambarkan gaya

yang menahan atom bersama-sama.


Menunjukkan bahwa untuk pemindahan kecil dari posisi kesetimbangan, kurva energi
potensial untuk fungsi ini mendekati parabola, yang merupakan fungsi energi
potensial untuk osilator harmonik sederhana. Oleh karena itu, kita dapat model atom
kompleks yang mengikat gaya sebagai akibat pegas kecil seperti digambarkan pada.

Ide-ide yang disajikan dalam bab ini berlaku tidak hanya untuk sistem balok-pegas
dan atom, tetapi juga untuk berbagai situasi yang mencakup bungee jumping,
memainkan alat musik, dan melihat cahaya yang dipancarkan oleh laser. Anda akan
melihat lebih banyak contoh osilator harmonik sederhana saat Anda bekerja melalui
buku ini (Serway,2010:442-444).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jika suatu gaya bervariasi terhadap waktu, maka kecepatan dan percepatan pada
benda tersebut juga bervariasi terhadap waktu. Suatu kasus kusus gaya tersebut
berbanding lurus dengan pergeserannya dari titik setimbang. Jika gaya ini selalu
bekerja mengarah ke titik setimbangnya, maka gerak bolak-balik berurutan/berulang
akan terjadi pada benda tersebut. Gerak ini merupakan suatu contoh apa yang disebut
gerak periodik atau gerak osilasi.
Gerak periodik ini apabila merupakan fungsi sinus/cosinus sering disebut sebagai
gerak harmonik. Dan bila melalui lintasan yang sama disebut osilasi/vibrasi/getaran

DAFTAR PUSTAKA
https://flatyaindahanggrainigoblog.wordpress.com/2014/12/02/bahan-laporanpraktikum-fisika-gerak-harmonik-sederhana/
https://fisinstunjani.files.wordpress.com/2011/12/4-fisdas-1-gerak-harmonik.pdf

10