Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

KIMIA DASAR I
I.
II.
III.
IV.

Judul Percobaan
: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
Hari / tanggal percobaan : 21 November 2012 pukul 07.00 WIB
Selesai percobaan
: 21 November 2012 pukul 09.30 WIB
Tujuan percobaan
:
Menguji faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi yaitu konsentrasi zat
pereaksi, luas permukaan sentuhan, temperatur, dan katalis.

V.

Tinjauan Pustaka
:
laju reaksi adalah besarnya perubahan konsentrasi reaktan atau produk
dalam satu satuan waktu. Perubahan laju konsentrasi setiap unsur dibagi dengan
koefisiennya dalam persamaan yang seimbang/stoikiometri. Laju perubahan
reaktan muncul dengan tanda negatif dan laju perubahan produk dengan tanda
positif.
Untuk reaksi yang umum:
aA + bB cC + dD
Lajunya ialah

Pada reaksi :

A (Reaktan)

B (Produk)

Laju Reaksi didefinisikan sebagai :

Berkurangnya konsentrasi A(reaktan) tiap satuan waktu

Bertambahnya konsentrasi B(produk) tiap satuan waktu

Dirumuskan :
V

[ A](reak tan)
t

[ B]( produk )
t

Laju Reaksi =

PerubahanKonsentrasi mol / liter

Waktu
s

Untuk persamaan reaksi: pA + qB

mC + nD

V = k [A]x[B]y
Keterangan :
V

= Laju Reaksi

= tetapan laju reaksi

[ ]

= konsentrasi zat

= orde/tingkat reaksi terhadap A

= orde/tingkat reaksi terhadap B


x + y = orde/tingkat reaksi keseluruhan

Hukum Laju
Dalam membahas reaksi kesetimbangan kimia telah ditekankan bahwa reaksi ke
kanan maupun ke kiri dapat terjadi begitu produk terbentuk, produk ini dapat
bereaksi kembali menghasilkan reaktan semula.
Laju bersih ialah:
Laju bersih = laju ke kanan laju ke kiri
Dapat dikatakan, pengukuran konsentrasi memberikan laju bersih, bukannya
sekedar laju ke kanan. Bagaimanapun, sesaat sebelum reaksi yang dimulai dari
reaktan murni, konsentrasi reaktan jauh lebih tinggi dibandingkan produknya
sehingga laju ke kiri dapat diabaikan. Selain itu, banyak reaksi berlangsung
sempurna (K>>1) sehingga laju yang terukur hanyalah reaksi ke kanan atau
eksperimen dapat diatur agar produknya dapat dialihkan jika terbentuk. Dalam
subbab ini, persamaan diberikan pada laju ke kanan saja.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi

1.

Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh ukuran partikel/zat.


Semakin luas permukaan maka semakin banyak tempat bersentuhan untuk
berlangsungnya reaksi. Luas permukaan zat dapat dicapai dengan cara
memperkecil ukuran zat tersebut

2.

Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh suhu.


Sem esarnya temperatur menyebabkan lajureaksi semakin besar. Temperatur
juga akan mempengaruhi harga konstanta suatu laju reaksi. Kecepatan
lajureaksi sebagai pengaruh suhu, dapat dilihat pada proses pembuatan kopi.
Gila akan lebih cepat larut apabila air pada gelas lebih panas. Sebaliknya
gulaakan lebih lambat larut apa bila air pada gelas itu masih dingin. Pada
umumnya reaksi akan lambat cepat apabila suhu dinaikkan. Dengan menaikan
suhu maka energi kinetik molekul molekul zat yang bereaksi akan
bertambah sehingga semakin banyak molekul yang memiliki energi sama atau
lebih besar dari Ea. hubungan antara nilai tetapan laju reaksi ( k ) terhadap
suhu dinyatakan oleh persamaan ARRHENIUS : k = A . e

E/RT

semakin tinggi suhu reaksi, kecepatan reaksi juga akan makin meningkat
sesuai dengan teori Arhenius.
3.

Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh katalis.


Adanya katalisator dalam reaksi dapat mempercepat jalannya suatu reaksi.
Kereakifan dari katalis bergantung dari jenis dan konsentrasi yang digunakan.

4.

Konsentrasi

Konsentrasi berkaitan dengan jumlah partikel yang bereaksi.


Makin besar konsentrasi, maka makinbanyak partikel sehingga semakin
banyak tumbukan yang terjadi . dengan demikian semakin banyak partikel
yang bertumbukan, maka lajureaksi pun semakin besar.
Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi dapat dijelaskan sebagai
berikut: supaya suatu reaksi dapat berlangsung , partikel partikel tersebut
pertama tama haruslah bertubrukan. Hal ini berlaku ketika dua partikel itu
larutan atau salah satu larutan satunya lagi benda padat. Jika konsentrasi
tinggi maka kemungkinan untuk bertubrukan pun besar. Jika reaksi hanya
melibatkan satu partikel tersebut keberbagai arah, maka tubrukan tubrukan
tidak saling berhubungan
Hubungan kuantitatif perubahan konsentrasi dengan laju reaksi tidak
dapat ditetapkan dari persamaan reaksi, tetapi harus melalui percobaan.
Dalam penetapan laju reaksi ditetapkan yang menjadi patokan adalah
laju perubahan konsentrasi reaktan. Ada reaktan yang perubahan konsentrasinya tidak
mempengaruhi laju reaksi:
[ reaktan] V
[reaktan] x V 1
xn 1
no

Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi, namun ia
sendiri, secara kimiawi, tidak berubah pada akhir reaksi. Ketika reaksi selesai, maka
akan didapatkan kembali massa katalasis yang sama seperti pada awal ditambahkan.
Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar, yaitu reaksi heterogen dan reaksi
homogen. Didalam reaksi heterogen, katalis berada dalam fase yang berbeda dengan
reaktan. Sedangkan pada dalam reaksi homogen, katalis berada dalam fase yang sama
dengan reaktan.
Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen,
dua komponen itu berada dalam fase yang berbeda. Campuran antara padat dan cair
terdiri dari dua fase. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan

terdiri hanya dari satu fase, karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawasenyawa kimia tersebut.

Fase berbeda denga istilah keadaan fisik (padat, cair dan gas). Fase dapat
juga meliputi padat, cair dan gas, akan tetapi lebih sedikit luas. Fase juga dapat
diterapkan dalam dua zat cair dimana keduanya tidak saling melarutkan (contoh,
minyak dan air).

Energi Aktivasi
Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel
bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. Energi
minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. Kita dapat
menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann

seperti ini:

TEORI TUMBUKAN
Tumbukan yang menghasilkan zat baru adalah tumbukan efektif. Tumbukan
efektif dapat dicapai jika
1. Molekul-molekul memiliki energi yang cukup agar dapat mulai bereaksi dengan
memutuskan ikatan kimia lawan, dan molekul itu sendiri ikatan kimianya akan
putus karena tumbukan dari molekul lain lawan. Energi yang diperlukan ini
dinamakan energi aktivasi (Ea), yaitu sejumlah energi minimum yang diperlukan
oleh suatu zat untuk memulai reaksi.
2. Posisi tumbukan harus tepat mengenai sasaran, sehingga ikatan kimia lawan dan
molekul itu sendiri dapat putus. Jadi putusnya ikatan kimia memerlukan 2 hal
penting, yaitu tumbukan dengan Ea dan posisi yang tepat. Perhatikan gambar di
atas, walaupun energi cukup, namun jika posisinya tidak tepat, tidak semua energi
mengenai ikatan, sehingga terjadi pemborosan energi. Sebaliknya walaupun
posisinya tepat mengenai sasaran, namun jika energi molekul belum mencapai Ea,
tumbukannya akan pelan, sehingga gaya tarik pada ikatan kimia tidak dapat
diputus.
ORDE REAKSI

Pangkat perubahan konsentrasi terhadap perubahan laju disebut orde reaksi

o Ada reaksi berorde O, dimana tidak terjadi perubahan laju reaksi berapapun
perubahan konsentrasi pereaksi.
o Ada reaksi berorde 1, dimana perubahan konsentrasi pereaksi 2 kali menyebabkan
laju reaksi lebih cepat 2 kali.
o Ada reaksi berorde 2, dimana laju perubahan konsentrasi pereaksi 2 kali
menyebabkan laju reaksi lebih cepat 4 kali, dst.
Grafik hubungan perubahan konsentrasi terhadap laju reaksi
Laju reaksi

Reaksi Orde 0

Konsentras
Laju reaksi

Reaksi Orde 1

Konsentrasi

Laju reaksi

Reaksi Orde 2
Konsentrasi

Untuk reaksi
A+B

Rumusan laju reaksi adalah :


V = k [A]m [B]n
Dimana :
k = tetapan laju reaksi
m = orde reaksi untuk A
n = orde reaksi untuk B

Orde reakasi total = m + n

VI.

Cara Kerja

:
Percobaan 1

5ml
Na2S2O3 Ditambah
5 ml HCl,
Kocok sambil
stopwatch
dijalankan
Campuran
homogen

5ml
Na2S2Oditambah
3
10 ml air
lalu guncang

Campuran H2O
+ Na2S2O3

Larutan keruh

5ml
5ml
15
ml
Na2S2Oditambah
Na2S2Oditambah
3
3
air lalu guncang
25 ml
air lalu
guncang

Campuran H2O
Campuran H2O
+ Na2S2O3
+ Na2S2O3
ditambah 5 ml HCl 3 M
lalu kocok dan jalankan
stopwatch saat HCl ditambahkan
Larutan keruh

stopwatch dihentikan

stopwatch dihentikan
dibandingkan kecepatannya
percobaan 2

Butiran
CaCO3

Serbuk
diisi ke dalamCaCO
balon3 lalu balon
dipasang ke labu yang berisi 10 ml HCl 1 m

Balon
mengembang
catat waktu dan bandingkan

percobaan 3
larutan A
10 tetes H2diencerkan
C2O4

larutan B
10 tetes KMnO
4(
diencerkan

Volume = 5 ml

Volume = 5 ml

TABUNG 1

TABUNG 2

2 tetes larutan A dan


2 tetes H2SO4 0,01 M

2 tetes larutan A dan


Dipanaskan
2 tetes H2SO
4 0,01 M
Dalam
penangas

catat suhu
ditambah 1 tetes larutan
B sambil stopwatch dinyalakan ukur waktu sampai

35

40

45

50

warna larutan hilang


Ditambah 1
tetes larutan B
catat waktu
sampai warna
hilang

waktu

waktu

Percobaan 4
2 tetes H2C2O4 + 2 tetes H2SO4
+ 2 tetes KMnO4 Stopwatch dijalankan saat
Penambahan terakhir dan hentikan saat
warna KMnO4 hilang
waktu

2 tetes H2C2O4 + 2 tetes H2SO4


+ 2 tetes KMnO4
Stopwatch dijalankan saat
Penambahan terakhir dan hentikan saat
warna KMnO4 hilang

waktu

VII.

No.
perc

Hasil Pengamatan

Prosedur percobaan

Hasil
pengamatan

Dugaan/reaksi

kesimpulan

GELAS A

5ml
Na2S2O3

Warna Na2S2O3:
Bening/ tidak
bewarna

Ditambah 5 ml HCL Warna HCl :


sambil stopwatch
Bening/tidak
dijalankan dan
bewarna
kocok
Warna campuran
A:

Campuran
homogen

Keruh (putih
kekuningan)
Larutan keruh

Warna campuran
B:

stopwatch dihentikan

Keruh (putih
kekuningan
pudar)

gelas B
5ml
Na2S2O3
ditambah 10 ml air
lalu guncang
Campuran H2O
+ Na2S2O3
ditambah 5 ml HCl
3M
lalu kocok dan
jalankan stopwatch
saat HCl
ditambahkan
Larutan keruh
stopwatch dihentikan
GELAS C
5ml
Na2S2O3

Warna campuran
C:
Keruh (putih
kekuningan
semakin pudar)
Warna campuran
D:
Keruh (putih
keruh)

tA : 8,73 s
tB: 14,62 s
tC : 20,93 s
tD : 28,11 s

Na2S2O3(aq)
+
2HCl(aq)

2NaCl(aq) + S(s) +
5O2(g) + H2O(l)

Semakin besar
konsentrasi maka
laju reaksi akan
semakin cepat
(waktu yang
dibutuhkan kecil)

ditambah 15 ml air
lalu guncang
Campuran H2O
+ Na2S2O3
ditambah 5 ml HCl
3M
lalu kocok dan
jalankan stopwatch
saat HCl
ditambahkan
Larutan keruh
stopwatch dihentikan
GELAS D
5ml
Na2S2O3
ditambah 25 ml air
lalu guncang
Campuran H2O
+ Na2S2O3
ditambah 5 ml HCl
3M
lalu kocok dan
jalankan stopwatch
saat HCl
ditambahkan
Larutan keruh
stopwatch dihentikan

gelas 1
Butiran
CaCO3

Warna CaCO3:
putih
t1 : 4 menit 12,37

CaCO3(s)+2HCl(aq)
CaCl2(s)+CO2(g)
+ H2O(l)

Semakin halus
marmer ( semakin
luas permukaan )
semakin cepat laju
reaksi berlangsung

diisi ke dalam
balon lalu dipasang
ke labu berisi HCl
1M

s
t2 : 1 menit 37,42
s

(waktu yang
dibutuhkan semakin
sedikit)

balon
mengembang
catat waktu
gelas 2
serbuk
CaCO3

diisi ke dalam
balon lalu dipasang
ke labu berisi HCl
1M
balon mengembang
catat waktu
larutan A
10 tetes H2C2O4
diencerkan

Volume = 5 ml

No.
perc

Prosedur percobaan

Hasil
pengamatan

Dugaan/reaksi

kesimpulan

larutan A
T1 = 29C
t1 = 18,20 sekon

10 tetes KMnO4
diencerkan

T2 = 35C
t2 = 14,32 s

Volume = 5 ml

+
+

+
10

Semakin tinggi
suhu , semakin
cepat
berlangsungnya
laju reaksi

T3 = 40C
t3 = 11,73 s

tabung 1

T4 = 45C
t4 = 9,67 s

2 tetes larutan A + 2
tetes H2SO4(aq)

T5 = 50C
t5 = 7,56 s

Catat suhu
ditambah 1 t50etes
larutan B lalu
stopwatch
dijalankan dan
hitung waktu
sampai warna
larutan hilang
waktu

warna H2C 2O4:


tidak bewarna
warna H2SO4:
tidak bewarna
warna KMnO4:
ungu

tabung 2

warna campuran :
ungu pudar
(warna ungu
mnghilang)

2 tetes larutan A + 2
tetes H2SO4(aq) 0,01 M
35

5H2C2O4(aq)
3H2SO4(aq)
2KMnO4(aq)
2MnSO4(aq)
K2SO4(aq) +
CO2(g) + 8H2O(l)

40

45

50

ditambah 1 tetes
larutan B lalu
stopwatch
dijalankan dan
hitung waktu
sampai warna
larutan hilang
waktu
4

tabung A
2 tetes H2C2O4+ 2
tetes H2SO4 + 1 tetes
larutan encer KMnO4

tA.1 = 19,30 s
tA.2 = 18,09 s

5H2C2O4(aq)
3H2SO4(aq)
2KMnO4(aq)

Zat yang tidak


+ menggunakan
+ katalis akan
mengalami laju

stopwatch
dijalankan saat
penambahan
terakhirdan
hentikan saat
warna larutan
hilang

tA.3 = 17,45 s
tA.4 = 16,17 s
tA.5 = 15,18 s
tA.6 = 14,08 s
tA.7 = 12,88 s
tA.8 = 10,93 s
tA.9 = 9,15 s
tA.10 = 8,74 s

2MnSO4(aq)
+ reaks yang lama
K2SO4(aq) + 10
CO2(g) + 8H2O(l)

waktu
tabung B
2 tetes H2C2O4+ 2 tetes
H2SO4 + 1 tetes larutan
encer KMnO4 + 1 tetes
MnSO4
stopwatch
dijalankan saat
penambahan
terakhir dan hitung
waktu sampai
warna larutan
hilang
waktu

tB.1= 12,59 s
tB.2= 10,62 s
tB.3 = 9,20 s
tB.4 = 8,48 s
tB.5 = 8,03 s
tB.6 = 7,36 s
tB.7 = 6,79 s
tB.8 = 6,15 s
tB.9 = 5,88 s
tB.10 = 5,20 s

5H2C2O4(aq)
3H2SO4(aq)
2KMnO4(aq)
Mangan(II)sulfa
t

Zat yang
menggunakan
+ katalis akan
+ mengalami laju
reaks yang cepat

2MnSO4(aq)
+
K2SO4(aq) + 10
CO2(g) + 8H2O(l)

Tabel 1. Hubungan Konsentrasi Na2S2O3 Terhadap Waktu


No.
1.
2.
3.
4.

Konsentrasi Na2S2O3
1M
0.33 M
0.25 M
0.17 M

Waktu
8,73 Sekon
14,62 Sekon
20,93 Sekon
28,11 Sekon

1/waktu
0.11
0.06
0.04
0.03

Grafik 1. Hubungan Konsentrasi Na2S2O3 Terhadap Waktu

1. Pengaruh Luas Permukaan sentuhan pada Laju Reaksi

2. Pengaruh Temperatur pada Laju Reaksi


Tabel 2. Hubungan Temperatur Larutan Terhadap Waktu
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Temperatur larutan (0C)


29
35
40
45
50

Waktu (s)
18.20
14.33
11,73
9.67
7.56

1/waktu (1/s)
0,05
0,06
0,08
0,10
0,13

Grafik 2. Hubungan Temperatur Larutan Terhadap Waktu

3. Pengaruh Katalis pada Laju Reaksi


Tabel 3. Hubungan Katalis Pada laju Reaksi (tanpa katalis)
Tetes ke-

Waktu (s)

1/waktu (1/s)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

19,30
18,09
17,45
16,11
15,18
14,08
12,88
10,93
9,15
8,74

0,05
0,05
0,05
0,06
0,06
0,07
0,08
0,09
0,10
0,11

Tabel 4. Hubungan Katalis Pada laju Reaksi (dengan katalis)


Tetes ke1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Waktu (s)
12,99
10,62
9,20
8,48
8,03
7,36
6,79
6,15
5,88
5,20

1/waktu (1/s)
0,08
0,09
0,10
0,11
0,12
0,013
0,014
0,16
0,17
0,19

Grafik 3. Hubungan Katalis Pada laju Reaksi

VIII. Analisis Data:


Pada percobaan pertama terjadi reaksi antara natrium Tiosulfat (Na 2S2O3)
dengan Asam Klorida(HCl), persamaaan reaksi :
Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + S(s) + 5O2(g) + H2O(l)
Pada tabung A untuk larutan menjadi keruh memerlukan waktu 8,73 s, pada tabung B
larutan menjadi keruh memerlukan waktu 14,62 s, pada tabung C larutan menjadi
keruh memerlukan waktu 20,93 s, dan pada tabung D larutan menjadi keruh
memerlukan waktu 28,11 s. Pada percobaan ini, waktu yang diperlukan setiap larutan
berbeda. Semakin encer larutan (konsentrasi larutan kecil), maka semakin banyak
waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi, selain itu pada percobaan menghasilkan
endapan (terjadi reaksi pembebasan belerang).
Pada percobaan kedua terjadi reaksi antara Kalium Karbonat dengan asam
klorida, dengan persamaan reaksi :
CaCO3(s) + 2HCl(aq) CaCl2(s) + CO2(g) + H2O(l)
Pada reaksi A, marmer berbentuk butiran di reaksikan dengan HCl, setelah reaksi,
terbentuk larutan yang keruh, terjadi buih, dan balon mengembang, waktu yang
diperlukan untuk mengembangkan balon adalah 4 menit 12,37 detik. Sedangkan pada
reaksi B, marmer yang dihaluskan direaksikan dengan larutan HCl, terbentuk larutan
yang keru, terjadi buih, dan balon mengembang, waktu yang diperlukan untuk
menghasilkan gas CO2 adalah 1 menit 37, 42 detik s. Pada percobaan ini waktu yang
diperlukan berbeda. Semakin halus marmer,maka semakin sedikit waktu yang
diperlukan untuk bereaksi.
Pada percobaan ketiga terjadi reaksi antara Kalium Permanganat (KMnO 4)
dengan Asam Oksalat(H2C2O4). Dengan persamaan reaksi:
5H2C2O4(aq) + 3H2SO4(aq) + 2KMnO4(aq) 2MnSO4(aq) + K2SO4(aq) + 10 CO2(g) + 8H2O(l)
Pada tabung reaksi A bersuhu normal, setelah reaksi warna larutan memudar dan
dibutuhkan waktu 18,20 detik, sedangkan pada tabung-tabung reaksi lainnya dengan
suhu 350C, 400C, 450C, dan 500C, setelah bereaksi, warna larutan memudar
dibutuhkan waktu selama 14,32 s untuk suhu 350C, 11,73 s untuk larutan bersuhu
400C, 9,67 s untuk larutan bersuhu 450C dan 7, 56 s untuk larutan bersuhu 500C. Pada
percobaan ini untuk tiap tabung dibutuhkan waktu yang berbeda-beda. Semakin tinggi
temperature, maka akan semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi,
dalam percobaan ini, ialah dapat memudarkan warna larutan.
Pada percobaan keempat reaksi A terjadi reaksi:
5H2C2O4(aq) + 3H2SO4(aq) + 2KMnO4(aq) 2MnSO4(aq) + K2SO4(aq) + 10 CO2(g) + 8H2O(l)
Waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi adalah sekon. Pada reaksi ini tidak dibantu
oleh adanya katalis.
Sedangkan pada reaksi B terjadi reaksi:
5H2C2O4(aq) + 3H2SO4(aq) + 2KMnO4(aq)
2MnSO4(aq) + K2SO4(aq) + 10
Mangan(II)sulfa
t
CO2(g) + 8H2O(l)
Waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi adalah sekon. Pada reaksi ini ditemukan
adanya katalis, yaitu Mangan(II)sulfat.

Kedua reaksi diatas membutuhkan waktu yang berbeda untuk bereaksi, dalam hal ini
ialah memudarkan warna permanganat. Reaksi A, dengan adanya katalis,
membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan reaksi B, tanpa katalis.
IX.
Pembahasan
:
Pada percobaan pertama Natrium tiosulfat yang dimasukkan kedalam
gelas yang sudah di beri tanda A,B,C,D setelah masing-masing ditambahkan air
kecuali gelas A terjadi perubahan warna karena pengaruh dari asam sulfat yang
ditambahkan pada larutan tersebut. Dari hasil pengamatan menunjukan bahwa
semakin kecil konsentrasi Na 2 S 2 O3 , maka semakin lambat reaksi berlangsung.
Semakin kecilnya konsentrasi Na 2 S 2 O3 disebabkan oleh penambahan Na 2 S 2 O3
dengan air yang volumenya berbeda-beda, semakin kecil konsentrasi zat, sehingga
Laju Reaksi semakin lambat. Begitu pula apabila konsentrasi zat tinggi, maka Laju
Reaksi akan semakin cepat. Warna larutan reaksi antara Na 2 S 2 O3 dan HCl
menjadi kuning keruh, hal ini disebabkan Na 2 S 2 O3 direduksi dengan asam
klorida, sehingga terjadi pembebasan belerang.
Pada percobaan kedua, Kalsium karbonat berbentuk serbuk yang di
masukkan ke dalam balon menjadikan balon mengembang secara cepat daripada
yang berbentuk butiran.Semakin halus bentuk CaCO3 , maka semakin cepat
waktu reaksinya, karena semakin halus bentuk zat, maka semakin luas permukaan
bidang sentuh, sehingga semakin besar laju reaksinya. berlangsungnya reaksi
antara CaCO3 dengan HCl adalah ditandai dengan menggelembungnya balon
yang terisi gas CO2 . Gas CO2 dihasilakan dari reaksi antara CaCO3 dan HCl.
Pada percobaan ketiga tabung reaksi yang berisi larutan asam
oksalat encer di tambah kalium permanganate dan asam sulfat dipanaskan, reaksi
larutan setelah dipanaskan membutuhkan waktu yang lebih cepat daripada reaksi
larutan tanpa dipanaskan. Hal ini dikarenakan, semakin tinggi temperature, maka
energi kinetic molekul-molekul zat yang bereaksi akan bertambah sehingga akan
lebih banyak molekul yang memiliki energi sama atau lebih besar dari Ea. Dengan
demikian lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan transisi atau dengan
kata lain kecepatan reaksi menjadi lebih besar. Sebaliknya, apabila suhu
diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.

Pada percobaan ke empat dibandingkan laju reaksi antara asam


oksalat, asam sulfat, dan kalium permanganate yang menngunakan katalis yaitu
mangan sulfat dengan yang tanpa menggunkan katalis. Semakin banyak katalis
yang ditambah, maka semakin cepat reaksi yang terjadi. Hal ini dikarenakan
katalis berfung
X

KESIMPULAN
1. Pada percobaan pertama dapat dibuktikan bahwa konsentrasi termasuk faktor
mempengaruhi laju reaksi. Hal ini sesuai teori, yang mengatakan bahwa Semakin
besar konsentrasi zat-zat yang bereaksi, maka makin cepat reaksinya berlangsung.
Karena semakin banyak zat-zat yang bereaksi maka semakin banyak pula
dimungkinkan terjadi tumbukan. Sehingga semakin cepat bereaksi (laju reaksi cepat),
begitu pula sebaliknya.
2. Pada percobaan kedua dapat dibuktikan bahwa luas permukaan termasuk faktor yang
mempengaruhi laju reaksi. Hal ini dikarenakan Semakin luas sebuah permukaan
maka semakin cepat reaksi dapat berlangsung. Dimungkinkan banyaknya tumbukan
yang terjadi dikarenakan tersedianya tempat yang luas untuk bereaksi. Begitu pula
sebaliknya.
3. Pada percobaan ketiga dapat dibuktikan bahwa temperatur termasuk faktor yang
mempengaruhi laju reaksi. Semakin tinggi temperatur maka semakin cepat reaksi
dapat berlangsung. Hal ini terjadi karena ketika temperature dinaikkan maka energi
kinetik molekul zat-zat yang bereaksi akan bertambah, sehingga molekul-molekul
tersebut akan aktif bergerak dan tumbukan akan semakin banyak terjadi, dan pada
akhirnya akan semakin cepat laju reaksi.
4. Pada percobaan keempat dapat dibuktikan bahwa adanya katalis mempengaruhi laju
reaksi. Semakin banyak katalis ditambahkan maka semakin cepat reaksi dapat
berlangsung. Fungsi katalis ialah membantu mempercepat laju reaksi, dimana katalis
tidak ikut bereaksi, membentuk mekanisme reaksi baru dengan energi aktivasi yang
rendah.

XI

JAWABAN PERTANYAAN
1. Tulislah semua persamaan reaksi yang terjadi pada percobaan di atas!
Jawab :
a. Reaksi antara natrium tiosulfat dengan asam klorida:
Na2S2O3(aq) + 2 HCl(aq) 2 NaCl(aq) + S(s) + SO2(g)

+ H2O(l)

b. Reaksi antara kalsium karbonat dengan asam klorida:


CaCO3(s) + 2HCl(aq) CaCl2(s) + H2O(l) + CO2(g)
c.Reaksi antara kalium permanganat dan asam sulfat serta asam oksalat
5C2H2O4(aq) + 2H2SO4(aq) + 2KMnO4(aq) 2MnSO4(aq) +K2SO4(aq) + 8H2O(l) + 10CO2(g)
d. Reaksi pengaruh katalis pada laju reaksi
Pada reaksi A terjadi reaksi:
5H2C2O4(aq) + 3H2SO4(aq) + 2KMnO4(aq) 2MnSO4(aq) + K2SO4(aq) + 10 CO2(g) + 8H2O(l)
Pada reaksi B terjadi reaksi:
5H2C2O4(aq) + 3H2SO4(aq) + 2KMnO4(aq)
2MnSO4(aq) + K2SO4(aq) + 10
Mangan(II)sulfa
CO2(g) + 8H2O(l)
t
2. Tulislah persamaan laju untuk reaksi berorde satu dan dua jika konsentrasi masing-

masing zat berbeda dan sama!


Jawab :
Orde 1: V=k[A]1.[B]0 atau
V=k[A]0.[B]1
Orde 2: V=k[A]1.[B]1
3. Gas apa yang terbentuk pada percobaan reaksi antara kalium karbonat dan asam
klorida!
Jawab :
Yang terbentuk adalah kalsium klorida air dan karbondioksida
Persamaan reaksinya: CaCO3 + HCl CaCl2 + H2O + CO2

4. Apakah fungsi penambahan asam sulfat pada reaksi antara asam oksalat dan kalium
permanganate!
Jawab:
asam sulfat sebagai inhibitor, inhibitor merupakan zat yang dapat menghambat laju
reaksi.
5. Jelaskan mengapa pada percobaan pengaruh temperature pada laju reaksi warna

larutan KMnO4 tidak nampak seiring bertambahnya waktu?


Jawab :
Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks, asam oksalat dalam suasana asam
(karena dicampur dengan asam sulfat), dalam hal ini asam oksalat akan mengalami
oksidasi sehingga menjadi gas karbondioksida, dan kalium permanganat mengalami
reduksi sehingga menjadi MnO2 , jadi asam oksalat bertindak sebagai reduktor, dan
kalium permanganat sebagai oksidator. Jadi perubahan kalium permanganat karena
reduksi oleh asam oksalat.

X.

Daftar pustaka

Tim Kimia Dasar,2012. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar, Universitas Negeri


Surabaya, Surabaya.
Svehla, G. Vogel Buku Teks Analisis Anorrganik Kualitatif Makro dan
Semimikro bagian I dan II, PT. Kalman Media Pusaka, Jakarta.
Cahyadi.

2012.

Factor

yang

mempengaruhi

laju

reaksi.

http://cahyadiblogsan.blogspot.com/2012/03/faktor-faktor-yangmempengaruhi-laju.html. (diakses pada 23 November 2012)

Ratna dkk. 2009. Laju reaksi.http://bakriekimia.blogspot.com/2012/05/laju-kinetikakimia-definisi-laju.html (diakse pada 19 November 2012)

Petrucci, Ralph. H, 1992. Kimia Dasar, Prinsip dan Terapan Modern.


Terjemahan Suminar. Jakarta: Erlangga

Surabaya, 23 November 2012


Mengetahui,

Praktikan,

Dosen/ Asisten Pembimbing

()

LAMPIRAN

Kelompok III )

Anda mungkin juga menyukai