Anda di halaman 1dari 17

Katalis Basa Vant Hoff Protolitik

Disusun Oleh:
Ike Ferina Nisfiatin R
13030194035
Nikke Ardillah W.
13030194064
Rahma Nuzulul L
13030194084

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015

Katalis basa Vant Hoff protolitik merupakan katalis umum,


dimana persamaan laju reaksi juga dipengaruhi oleh
konsentrasi katalis basa, dengan syarat:

k-1 < k2

Reaksi Umum:
C + S
X + W

k1
k-1

k2

Keterangan:
C = Katalisator basa
S = substrat
X = Molekul Intermediet
Y = asam konjugasi dari C
W= pelarut
Z = ion lyat (OH- jika pelarutnya air )

X + Y
P + Z

Mekanisme Protolitik
k

SH +

S-

1 +
BH
k

S-

H2O

OH-

-1

k2

Mekanisme Basa protolitik merupakan perpindahan proton dari substrat yang diberikan
kepada B menghasilkan S- dan BH+.
Perpindahan proton dari molekul H2O diberikan kepada S- menghasilkan produk dan OHMekanisme katalis basa pada kompleks Vant Hoff menggunakan pendekatan steady state.
Dimana
SH : substrat
B : katalis basa
S- : kompleks Vant Hoff
BH+ : asam konjugasi
P : produk

Basa Kuat

Katalis Basa Kuat

SH +

S-

BH+

S-

H2O

OH-

Jawab :
d [ P]
k 2 [ S ]..........................................................( 1)
dt
d[S ]
k1[ SH ][ B ] k 1[ S ][ BH ] k 2 [ S ] 0...............( 2)
dt
k1[ SH ] [ B ] k 1[ S ][ BH ] k 2 [ S ]
[ S ](k 1[ BH ] k 2 ) k1[ SH ][ B ]

[S ]

k1[ SH ][ B ]

k 1[ BH ] k 2

................................................( 3 )

Persamaan 3 disubstitusikan ke persamaan 1

d [ P]
k2[S ]
dt
k 2 k1[ SH ][ B ]

k 1[ BH ] k 2
Kompleks Vant Hoff, k2 >> k-1
d [ P] k 2 k1[ SH ][ B]

dt
k2
d [ P]
k1[ SH ] [ B]
dt

Kesimpulan:
Berdasarkan penurunan rumus yang telah dilakukan
menggunakan pendekatan steady state, dapat
disimpulkan bahwa:
Laju reaksi tidak dipengaruhi oleh pH lingkungan
Laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi katalis B
Katalis dalam reaksi ini disebut katalis general

Basa Kuat

Katalis Basa Lemah

SH + B k1

S- + BH+

S- + H2O k2

P + OH-

B + H2O

BH+ + OH-

(K)

Jawab :
Pada katalis basa lemah terjadi kesetimbangan dalam air sehingga didapatkan :

BH OH
K

B BH OH

K
Substitusi B dari persamaan kesetimbangan kedalam persamaan r k1 SH B
r k1 SH B

BH OH
k SH

K
K eks SH BH OH

Berdasarkan hukum laju reaksi :


1. Laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi [BH+] dan [OH-]
2. Katlis B merupakan katalis umum
3. Tidak ada batasan konsentrasi basa tinggi pada laju reaksi

Mekanisme Basa Katalis


Protolitik
Contoh soal pemahaman :
Penguraian senyawa n-hidroksimetil
RCONH-CH2OH + OHRCONH-CH2ORCONH- + H2O

k2
k3

RCONH-CH2O- + H2O
RCONH- + CH2O
RCONH2 + OH-

Mekanisme Basa Katalis


Protolitik
Laju pembentukan produk:

= .............................................(1)

= =0

=
= .............................................(2)

Dapat di asumsikan, dimana =


=0
= =0

dan

= =0

+ =
[+ ] =
............................................... (3)

Substitusi pers 3 ke pers 2 :


=
= ................................................ (4)

Substitusi pers 4 ke pers 1


=
=
=

Kompleks Vant Hoff, k2 >> k-1


=
=
=

Berdasarkan persamaan tersebut , dapat disimpulkan :


1. Laju reaksi dipengaruhi oleh katalis
2. Laju reaksi dipengaruhi oleh substrat
3. Katalis dalam reaksi ini disebut katalis umum

Bamford, C.H, dkk. 1977. Comprehensive Chemical Kinetics :Proton Transfer. Amsterdam :
Elsevier Scientific Publishing Company (halaman 33)

Penambahan Katalis Berlebih


Jika jumlah katalis yang ditambahkan itu
berlebih, maka persamaannya akan berubah
karena konsentrasi mula-mula[RCONH-CH2OH]
sama dengan konsentrasi total [RCONHCH2OH]0 dikurangi dengan
konsentrasi
[RCONH-CH2O-] :
[RCONH-CH2OH] = [RCONH-CH2OH]0 - [RCONHCH2O-]

Penambahan Katalis Berlebih


Sehingga ,

d RCONH CH 2O
k1[ RCONH CH 2OH ][OH ] k 1[ RCONH CH 2O ] k 2 [ RCONH CH 2O ] 0
dt
d RCONH CH 2O
k1 [ RCONH CH 2OH ]0 [ RCONH CH 2O ] [OH ]0 k 1[ RCONH CH 2O ]
dt
k 2 [ RCONH CH 2O ] 0

[ RCONH CH 2O ] k 1 k 2 k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0 k1[OH ]0 [ RCONH CH 2O ]

[ RCONH CH 2O ] k 1 k 2 k1[OH ]0 [ RCONH CH 2O ] k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0

[ RCONH CH 2O ] k 1 k 2 k1[OH ]0 k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0


k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0
[ RCONH CH 2O ]
k 1 k 2 k1[OH ]0

bstitusikan kedalam persamaan 2 :


= .............................................(2)
k 2 (k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0 )
[ RCONH ]
k3 ( k 1 k 2 k1[OH ]0 )

ubstitusikan kedalam persamaan 1 :

= .............................................(1)

k3{k 2 ( k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0 )}


r
k3 (k 1 k 2 k1[OH ]0 )
k 2 ( k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0 )

k 1 k 2 k1[OH ]0

pleks Vant Hoff, k2 >> k-1

k 2 ( k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0 )


Disimpulkan jika konsentrasi dari
r
katalis OH- diperbesar maka produk yang
k 1 k 2 k1[OH ]0

k 2 ( k1[OH ]0 [ RCONH CH 2OH ]0 )


k 2 k1[OH ]0
k 2 ( k1[ RCONH CH 2OH ]0 )
k2
k1
[OH ]0

dihasilkan juga besar.


1. Laju reaksi dipengaruhi oleh
konsentrasi katalis OH2. Katalis OH- dalam reaksi ini disebut
katalis umum
3. Tidak ada batas laju pada konsentrasi
basa yang tinggi