Anda di halaman 1dari 5

CLINICAL PATHOLOGY

Hematology 1
(Drh. Dyah Ayu Oktavianie)
HEMATOPOIETIC SYSTEM:
SumTul
Liver
Ginjal
Limpa
Darah
Pluripotent Stem Cell
1. Myeloid Multipotent Stem Cell
Uripotent Progenitors
White Blood Cells
basofil, eosinofil,
neutrofil, monosit
Plateletstrombosit
Red Blood Cells
eritosit (eritropoeitin)
2. Common Lympoid Stem Cell
Limfosit
Komponen Darah
PLASMA
Mekanisme transportasi
Terdiri dr : 90-92% air, 6-7%
protein, dan 2-3% air karbohidrat
elektrolit gas (
CO2 dan O2),
messenger kimia
RED BLOOD CELL
Eritrosit mengandung
Hbuntuk transport O2.
Produksi RBC digunakan utk
erytopoisis, hemolisis, analisis lab
RBC (ex: RBC count, Hematocrit, dan
Hb)
WHITE BLOOD CELLS
(leukocytes)
Marginasi dan fagositosis.
WBC Count normal 5000-9000
wbc
Leukopoiesis : Granulosit
(Neu, Baso,
Eosinofil)
Monosit
Limfosit
Sebagai Imunitas,
subpopulasinya dikenal sbg T dan B
Sel. T sel perkembangan imunitas
selular
B sel
memproduksi imunitas humoral.

Penyakit autoimun (bisa jadi spesifik


atau umum)
Alterasi pd imun proses seperti
Imunosupresi ex: HIV, Kemoterapi)
Proses inflamasi
Sel mast
Antigen
Platelets ( thrombosit)
Terdiri dr megakariosit,
thrombocytopenia, dan
thrombositosis
Hemostasis-3 mekanisme
Vaskular spasm kontaksi
tunica media
Platelet plug agregasi
platelet
Koagulasi Pembentukan
fibrin
Fibrinolisis lisisnya clot
(plasmin)
Thrombosis
PENYAKIT2 ERITROSIT
ANEMIA
Anemia adalah tanda , bukan proses
penyakit.
Tanda2 dan gejala mungkin tidak nampak
sampai tubuh stress.
Bedakan antara anemia kronis dan akut .
Perlakukan tanda dan gejala .
Memaksimalkan oksigenasi dan membatasi
kehilangan darah .
jika diindikasikan, terapi IV perlu dilakukan.

SICKLE CELL DISEASE


Sel
darah
merah
mempertahankan bentukNYA

yang
normal
saat melewati

kapiler dan melepaskan oksigen ke jaringan


perifer ( panel atas). Polimer hemoglobin
terbentuk di sel Rell sabit dengan rilis oksigen ,
menyebabkan mereka mnjd deform. Sel-sel
yang cacat menghalangi aliran sel dan
mengganggu pengiriman oksigen ke jaringan
( panel bawah ) .

POLYCYTHEMIA
Produksi eritrosit berlebihan (over). Biasanya
tjd pd pasien >50 thn atau dgn dehidrasi sekunder. Trjd
abnormalitas perdarahan sprti epistaxis, perdarahan pd
GI, dan tiba2 memar.
PENYAKIT2 PD LEUKOSIT
LEUKOPENIA/NEUTROPENIA
Sel darah putih atau neutrofil terlalu
sedikit .
Treatment : Ikuti pedoman pengobatan umum
dan memberikan perawatan suportif .

LEUCOSITOSIS
Peningkatan jumlah sirkulasi sel darah
putih , seringkali disebabkan oleh infeksi .

LEUKIMIA
Kanker sel hematopoietik
Presentasi awal : sakit akut , lelah ,
demam dan lemah , anemia , trombositopenia,
dan sering diikuti dgn infeksi sekunder .
Treatment: Ikuti pedoman pengobatan umum ,
dan Memanfaatkan teknik isolasi untuk
membatasi risiko infeksi.
LYMPHOMA

Kanker pd sistem limfatik.


Gejala: Pembengkakan pd limfo nodus, demam,
berkeringat saat malam, anorexia, weight loss, lelah,
dan pruritis
CLOTTING DISORDERS
THROMBOCYTOSIS
Abnormalitas peningkatan angka atau jumlah
platelet
THROMBOCYTOPENIA
Abnormalitas peurunan angka atau jumlah
platelet
HEMOPHILIA
Defisiensi atau tdk adanya faktor pembekuan
darah.
Defisiensi faktor VIII menyebabkan hemophilia A
Defisiensi faktor IX menyebabkan hemophilia B
Defisiensi yg terkait dgn seks, inherited disorder
Gejala: perdarahan pd otot dalam dan joint.
VON WILLEBRANS\DS DISEASE
Defisiensi komponen factor VIII

DISSEMINATED INTRAVASCULAR
COAGULASI
Aktivasi sistem koagulasi cascade .
Hasil dari : sepsis , hipotensi , komplikasi OB ,
jaringan yang parah atau cedera otak , kanker ,
dan reaksi hemolitik utama .

MULTIPLE MYELOMA
Gangguan kanker sel plasma .
ANTIKOAGULAN/ANTIPLATELETS
Klasifikasi agen
antikoagulan
Sintesis blok dan aktivasi faktor pembekuan
1. warfarin
- Blok aktivasi Vit K
- Mengganggu w / koagulasi faktor II , VII , IX ,
dan X
2. Unfractionated Heparin
- Mengikat antitrombin III ( AT - III )
- Menghambat faktor koagulasi IX dan X dan
trombin
3. Hirudin ( lintah obat )
- Mencegah trombin mengikat
Antiplatelets
Mengganggu agregasi platelet atau aktivasi
1. aspirin
- Mencegah aktivasi platelet melalui
siklooksigenase blokade.
- Mencegah produksi tromboksan A2
- Memungkinkan sintesis prostasiklin
2. Ticlodipine
Deformasi membran platelet reseptor fibrinogen
3. Glikoprotein IIb - IIIa Receptor
Inhibitor
- G IIb - IIIa = reseptor membran platelet
fibrinogen
abciximab
eptifibatide
tirofiban
Fibrinolitik
melarutkan komponen fibrin trombi
- Aktifkan plasminogen menjadi plasmin =
fibrinolisis
streptokinase
Anistreplase
Tissue Plasminogen Activator
reteplase
urokinase
HEMATOLOGI 1
Evaluasi dan Interpretasi

(Drh. Dyah Ayu Oktavianie)


Evaluasi eritrosit :
Jumlah total eritrosit / Packed Cell
Volume (PCV)
Kadar Hb

Mean Corpuscular Volume (MCV)


Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH)
Mean Corpuscular Hemoglobin
Concentration (MCHC)
Jumlah Total Eritrosit menggunakan alat:
o Hemocytometer
o Automatic Cell Count
Kadar Hb dengan metode:
o Sahli
o Talquist
o Spectrophotometer
Packed Cell Volume dengan metode:
o Macrohematocrit
o Microhematocrit
Mean Corpuscular Volume (MCV)
MCV = PCV x 10 = fL (femto
liter)
Eritrosit
Interpretasi:
MCV normal
(normocytic):
Perdarahan
Hemolisis
MCV naik (macrocytic):
Respon
regeneratif
peningkatan
aktivitas sumsum
tulang
Defisiensi faktor
hemopoetik vit
B12 dan asam
folat
MCV turun (microcytic):
Defisiensi Fe
penyakit cacing
kronis
Defisiensi Cu
Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH)
MCH = Hb x 10 = pg (picogram)
Eritrosit
Mean Corpuscular Hemoglobin
Concentration (MCHC)
MCHC = Hb x 100 (%)
PCV
Interpretasi:
MCHC nornal: normochromic
MCHC naik: hyperchromic
autoimmune disease
MCHC turun: hypochromic
MORFOLOGI ERITROSIT

ABNORMAL
1. Ukuran/size
ANISOSITOSIS
Macrocyte/microcye
2. Bentuk

Poikilocytosis
bentuk irreguler

Leptocyte eritrosit
berbentuk pipih

Codocyte bagian
central berwarna lebih
gelap

Spherocyte bentuk
mengecil

Acanthocyte
eritrosit dengan tonjolan
pd permukaan sel

SEDIMENTATION RATE
Pemeriksaan menggunakan alat:
macrohematocrit
Pada kasus radang (degenerasi dan
nekrosis), berhubungan dengan:
Sifat fisiko-kimia permukaan
eritrosit berubah
Perubahan pada plasma
peningkatan kadar fibrinogen
FIBRINOGEN
Protein plasma yg dihasilkan di organ
hati
Parameter adanya keradangan
dibandingkan dengan plasma protein
(PP)
Interpretasi:
PP : Fibrinogen = > 15 : 1
normal
PP : Fibrinogen = < 10 :1
radang
Data normal:
Sapi: 300-700 mg/dL
Kucing: 100-300 mg/dL
Anjing & Kuda: 100-500 mg/dL
Kuda:
500-600 mg/dL
inflamasi
601-1000 mg/dL
inflamasi lebih berat
> 1000 mg/dL
inflamasi berat
sapi:
300-700 mg/dL normal
800 mg/dL inflamasi/lesi
jaringan
> 1000 mg/dL inflamasi dan
nekrosis
domba:
100-500 mg/dL normal

600-900 mg/dL inflamasi


EVALUASI LEUKOSIT
Metode penghitungan:
Teknik pengenceran manual
Automatiic cell counter
Interpretasi:
Kerentanan thd suatu penyakit
Derajat virulensi suatu
organisme
Tingkat keparahan suatu
penyakit
Respon sistemik individu
Lamanya proses penyakit
INTERPRETASI LEUKOSIT
NEUTROFIL

Neutrofilia:
Neutrofilia krn
epinephrine (fisiologis)
CNP >>
Neutrofilia krn
corticostertoid (stress)
Neutrofilia krn radang
left shift
Neutropenia:
Peningkatan
penggunaan neutrofil
oleh jaringan
Hypoplasia
granulopoietik
penurunan produksi
Ineffective
granulopoiesis Feline
Leukemia Virus
Sequestration
neutropenia
Anaphylaxis,
Endotoxemia
MONOSIT

Monositosis
Painful episodes
Hyperadrenalcorticism
Suppurasi / pernanahan
Nekrosis
Perdarahan internal
Penyakit hemolitik
Radang granulomatous

Monositopenia tdk mempunyai arti


klinik
EOSINOFIL
Eosinofilia
Alergi
Infestasi parasit

Gangguan
eosinofilogennik
Fase kesembuhan bbrp
penyakit akut
Leukemia granulositik
Eosinopenia
Eosinopenia krn
corticosteroid
BASOFIL
Basofilia
Hyperlipemia
Basofilia bersamaan
dengan eosinofilia
stimulasi IgE
LIMFOSIT
Limfositosis
Limfositosis fisiologik
Infeksi kronik
stimulasi antigenik thd
T lymphocyte
Lymphosarcoma

KIMIA DARAH
PROTEIN PLASMA
Berkaitan dg metabolisme
protein dlm organ hati dan
interaksinya dg seluruh
jaringan tubuh.
Macam protein plasma:
Albumin BM 69 kDa
Globulin alpha 200300 kDa
beta 150-350 kDa
gamma 150-300 kDa
Fibrinogen 400 kDa
Interpretasi:
Memperkirakan status nutrisional
hewan
Petunjuk akan metabolisme protein
aktivitas organ-organ tertentu (hati
dan ginjal)
Petunjuk derajat terapi cairan akibat
shock, dehidrasi atau hemoragi.
Evaluasi :
PENGUKURAN PROTEIN TOTAL
Pemeriksaan Nitrogen
Pemeriksaan Biuret
Berat jenis
Metode Refraktometrik